Dalam TPS (Toyota Production System) kita mengenal dua pilar pokok yaitu Just In Time dan
Jidoka, dalam bahasa Indonesia Jidoka berarti otomatisasi. Dalam ruang lingkup proses
manufaktur, proses otomatisasi akan memunculkan beberapa turunan metode/alat misalnya saja
Pokayoke (Proofing Mistake), Andon (Sinyal Informasi), dan kemudian dari situ muncul sebuah
metode yang sangat familiar yaitu SCW atau kita kenal dengan STOP-CALL-WAIT, atau dalam
bahasa Indonesia yaitu SPT (STOP-PANGGIL-TUNGGU). Bagaimana kinerja dari metode SCW ini?
Mari kita pelajari bersama.
Abnormal adalah kondisi di mana proses kerja atau produk tidak sesuai dengan prosedur
yang ditetapkan, ketetapan ini misalnya dalam bentuk SOP, Work Instruction, SOM, dll. SCW
(SPT) digunakan saat operator bekerja dan menemui kondisi abnormal baik pada proses
kerja atau produk. Kenapa harus dilakukan SCW (SPT)? Tentu tujuannya untuk meminimalisir
jumlah defect, mencegah kerusakan mesin, dan mencegah kecelakaan kerja. Metodenya
cukup sederhana. Seperti apa?
STEP 2: CALL (Panggil)
Memanggil pimpinan atau atasan dalam
regu/grup kerja di bagiannya untuk
bersedia datang ke lokasi terjadinya
abnormal. Dengan cara memanggil
langsung atau menggunakan tombol
andon, tergantung situasi yang ada.
STEP 3: WAIT (Tunggu)
Menunggu dan tidak melakukan apapun
sampai ada keputusan selanjutnya setelah
pimpinan/atasan melakukan
cek/perbaikan pada kondisi abnormal
tersebut. Tunggu instruksi selanjutnya.
SCW (SPT)
STEP 1: STOP (Stop)
Hentikan mesin atau proses kerja saat
menemukan kondisi abnormal, baik
berupa abnormal proses atau pun
produk. Ini sangat penting segera
dilakukan agar skala abnormal tidak
meluas.
Created by: Robi Cahyadi
Abnormal?
1
3
2

SCW Method

  • 1.
    Dalam TPS (ToyotaProduction System) kita mengenal dua pilar pokok yaitu Just In Time dan Jidoka, dalam bahasa Indonesia Jidoka berarti otomatisasi. Dalam ruang lingkup proses manufaktur, proses otomatisasi akan memunculkan beberapa turunan metode/alat misalnya saja Pokayoke (Proofing Mistake), Andon (Sinyal Informasi), dan kemudian dari situ muncul sebuah metode yang sangat familiar yaitu SCW atau kita kenal dengan STOP-CALL-WAIT, atau dalam bahasa Indonesia yaitu SPT (STOP-PANGGIL-TUNGGU). Bagaimana kinerja dari metode SCW ini? Mari kita pelajari bersama. Abnormal adalah kondisi di mana proses kerja atau produk tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, ketetapan ini misalnya dalam bentuk SOP, Work Instruction, SOM, dll. SCW (SPT) digunakan saat operator bekerja dan menemui kondisi abnormal baik pada proses kerja atau produk. Kenapa harus dilakukan SCW (SPT)? Tentu tujuannya untuk meminimalisir jumlah defect, mencegah kerusakan mesin, dan mencegah kecelakaan kerja. Metodenya cukup sederhana. Seperti apa? STEP 2: CALL (Panggil) Memanggil pimpinan atau atasan dalam regu/grup kerja di bagiannya untuk bersedia datang ke lokasi terjadinya abnormal. Dengan cara memanggil langsung atau menggunakan tombol andon, tergantung situasi yang ada. STEP 3: WAIT (Tunggu) Menunggu dan tidak melakukan apapun sampai ada keputusan selanjutnya setelah pimpinan/atasan melakukan cek/perbaikan pada kondisi abnormal tersebut. Tunggu instruksi selanjutnya. SCW (SPT) STEP 1: STOP (Stop) Hentikan mesin atau proses kerja saat menemukan kondisi abnormal, baik berupa abnormal proses atau pun produk. Ini sangat penting segera dilakukan agar skala abnormal tidak meluas. Created by: Robi Cahyadi Abnormal? 1 3 2