RELEVANSI PANCASILA SEBAGAI
IDEOLOGI TERBUKA DI ERA GLOBALISASI
Oleh :
SOPHIA 09120302019
NURLINDA 09120302017
RAHMAT RIZKI 09120302011
ABDUL RASYID 09120302013
M. YULIANDRI 09120302015
KOMPUTERISASI AKUNTANSI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Istilah Globalisasi, pertama kali digunakan oleh Theodore Levitt
tahun 1985 yang menunjuk pada politik-ekonomi, khususnya
politik perdagangan bebas dan transaksi keuangan. Dewasa ini
globalisasi sudah tidak mungkin dihindari, globalisasi bisa
diartikan sebagai suatu proses di mana antar individu, antar
kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung,
terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi tanpa
batas negara, untuk itulah kita harus siap dengan konsekuensi
yang di bawa oleh arus globalisasi.
Di satu sisi globalisasi membawa dampak positif tetapi di sisi lain globalisasi juga
membawa dampak negatif. Dampak negatif gobalisasi seperti pola hidup konsumtif,
kesenjangan sosial, sikap individualistik, dan gaya hidup kebarat-baratan sudah banyak
terlihat pada masyarakat Indonesia, bahkan mulai merambah ke kehidupan
masyarakat pedesaan yang biasanya sedikit terisolir dari perkembangan zaman. Tentu
kondisi ini adalah bentuk kehidupan yang bertentangan dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila yang menjunjung tinggi kebersamaan, gotong-royong,
keadilan dan nilai positif lainnya. Meskipun dalam kenyataannya Pancasila juga sebagai
ideologi terbuka, yang berinteraksi dengan perkembangan zaman tetapi kehidupan
yang hedonis, kapitalis, individualis yang disebarkan melalui globalisasi bertentangan
dengan nilai-nilai luhur yang dianut Indonesia. Untuk itu relevansi Pancasila sebagai
ideologi terbuka yang nilai-nilai maupun cita-citanya tidak dipaksakan dari luar patut
ditinjau lagi.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana relevansi (keterkaitan) Pancasila sebagai ideologi
terbuka di era globalisasi?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Globalisasi
Apa yang sebenarnya dimaksud dengan globalisasi? Ada beragam definisi yang dapat
kita temukan berkaitan dengan pertanyaan tersebut. Dalam situs wikipedia, globalisasi
adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan
ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan,
investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga
batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di
mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung,
terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Dalam
pengertian tersebut, wikipedia menambahkan bahwa globalisasi mempunyai banyak
karakteritik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah tersebut sering
dipertukarkan. Namun, istilah globalisasi sering dikaitkan dengan berkurangnya peran
negara atau batas-batas negara.
Sementara itu, Riza Noer Arfani, akademisi Hubungan
Internasional Universitas Gajah Mada (UGM) menyatakan
globalisasi adalah kecenderungan umum terintegrasinya
kehidupan masyarakat domestik/lokal ke dalam
komunitas global di berbagai bidang. Singkatnya,
komunitas domestik atau lokal kini adalah bagian dari
rantai perdagangan, pertukaran ide dari perusahaan
transnasional.
B. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila memiliki dua hal yang harus dimiliki oleh
ideologi yang terbuka yaitu cita – cita ( nilai ) yang
bersumber dari kehidupan budaya masyarakat itu sendiri.
Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri bukan
bangsa lain. Pancasila merupakan wadah atau sarana
yang dapat mempersatukan bangsa itu sendiri karena
memiliki falsafah dan kepribadian yang mengandung
nilai-nilai luhur dan hukum. Pancasila juga dan
merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai
ideologi terbuka, Pancasila memiliki fleksibel
(keluwesan) kelenturan, kepekaan kepada perkembangan
jaman. Sehingga nilai-nilai Pancasila tidak akan berubah
dari zaman ke zaman. Dan Pancasila harus memiliki
kesinambungan atau saling interaksi dengan
masyarakatnya.
Maka, apa yang menjadi tujuan negara dapat tercapai tanpa
adanya pertentangan. Semua orang tanpa terkecuali harus
mengerti dan paham tentang tujuan yang ada dalam
Pancasila tersebut. Dengan demikian secara konseptual,
Pancasila adalah ideologi, kuat, tangguh, bermutu tinggi dan
tentunya menjadi acuan untuk semangat bangsa Indonesia.
Bukti Pancasila adalah ideologi terbuka :
• Pancasila memiliki pandangan hidup dan tujuan serta cita –
cita masyarakat Indonesia
Tekad untuk mengembangkan kekreatifitasan dan dinamis
untuk mencapai tujuan nasional
• Pengalaman sejarah bangsa Indonesia
• Terjadi atas dasar keinginan bangsa ( masyarakat ) Indonesia
sendiri tanpa campur tangan atau paksaan dari sekelompok
orang
• Menginspirasikan kepada masyarakat agar bertanggung jawab
sesuai dengan nilai – nilai Pancasila
• Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima oleh semua
masyarakat yang memiliki latar belakang dan budaya yang
berbeda.
Faktor Pendorong Keterbukaan Idelogi Pancasila
• Faktor yang mendorong pemikiran mengenai
keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai
berikut :
• Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan
dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
• Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya
ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan
cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
• Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau.
• Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai
dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat
mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam
rangka mencapai tujuan nasional.
Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam
penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan
konseptual dalam dunia modern. Kita mengenal ada tiga tingkat
nilai, yaitu nilai dasar yang tidak berubah, nilai instrumental sebagai
sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai keadaan
dan nilai praktis berupa pelaksanaan secara nyata yang
sesungguhnya. Nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam norma-norma
dasar Pancasila yang terkandung dan tercermin dalam Pembukaan
UUD 1945. Nilai atau norma dasar yang terkandung dalam
Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh berubah atau diubah, karena
itu adalah pilihan dan hasil kesepakatan bangsa Indonesia yang
disebut kaidah pokok dasar negara yang fundamental
(Staatsfundamentealnorm). Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai
instrumental dan nilai-nilai praktis harus tetap mengandung jiwa
dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.
• Kebenaran pola pikir seperti yang terurai di atas adalah sesuai
dengan ideologi yang memiliki tiga dimensi penting yaitu Dimensi
Realitas, Dimensi Idealisme dan Dimensi Fleksibilitas.
C. Pancasila dan Globalisasi
• Menurut Soediman Kartohadiprodjo seperti
diungkapkan Sutrisno, intisari filsafat Pancasila adalah
kekeluargaan. Dalam Pancasila terdapat suatu kesatuan
dalam perbedaan dan perbedaan dalam kesatuan. Hal
tersebut muncul dalam Pancasila sebagai representasi
dari nilai-nilai adat di antara suku-suku yang ada di
Indonesia. Setiap suku rupanya memang selalu
menerapkan asas kekeluargaan yang tercermin dalam
bagaimana anggota suku menjalani kesehariannya.
• Hal tersebut tentu sangat berseberangan dengan
pandangan kapitalis. lihatlah bagaimana sistem pasar
bebas bekerja sebagai produk dari kapitalisme dan
pada akhirnya sistem pasar bebas hanya
menguntungkan individu-individu tertentu.
Lalu, bagaimana Pancasila menanggapi tekanan arus
globalisasi?. A.M.W Pranarka melihat adanya tiga kapasitas
Pancasila yang pokok. Pertama, Pancasila sebagai
pandangan hidup bangsa yang berisi sistem nilai ke-
indonesiaan yang telah berkembang secara akulturatif
selama ribuan tahun. Ini berarti bahwa Pancasila adalah
suatu sistem budaya yang merupakan sari dari sistem-
sistem budaya yang diwarisi secara turun-temurun oleh
setiap masyarakat Indonesia. Kedua, Pancasila sebagai
dasar negara atau asas kerohanian negara di mana
kapasitas ini menjadi acuan disusunnya Undang-Undang
Dasar negara dan dijabarkan ke dalam berbagai konstitusi
lainnya. Ketiga, Pancasila sebagai ideologi nasional berarti
segenap warga negara memiliki keniscayaan untuk
menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sebagai sebuah ideologi, Pancasila bukanlah
ideologi tertutup melainkan dikembangkan
sebagai ideologi terbuka sejalan dengan
keterbukaan budaya. Dengan demikian,
Pancasila berciri dinamis, mau menerima
berbagai unsur lokal dan modern sejauh tidak
bertentangan dengan sila-silanya.Dalam
pengertian tersebut, Pancasila menjadi
sebuah gerbang penyaring dalam menghadapi
arus globalisasi.
Relevansi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka dalam Era Globalisasi
Dari beberapa uraian di atas, intinya ideologi terbuka adalah
ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan
zaman dan dinamika internal. Itu artinya bahwa
bagaimanapun keadaan zaman, bagaimanapun
perkembangan yang ada di dunia, Pancasila akan selalu
relevan. Demikian pula dengan adanya globalisasi, Ideologi
Pancasila bersifat terbuka dalam mewujudkan cita-cita dan
tujuan bangsa Indonesia sebab memiliki kemampuan
berinteraksi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat
untuk melakukan pemikiran baru yang relevan dengan
perubahan zaman karena pada dasarnya Pancasila bersifat
open minded (terbuka) terhadap perkembangan zaman.
Akan tetapi ciri khas dari ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya
tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani,
moral, dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus (kesepakatan)
masyarakatnya, tidak diciptakan oleh Negara, melainkan ditemukan dalam
masyarakatnya sendiri. Inilah yang perlu digaris bawahi dari keterbukaan yang
dimaksud dalam Pancasila. Keterbukaan yang dimaksud dalam Pancasila tidak
berarti bahwa apapun yang terjadi dalam perkembangan zaman akan diterima
begitu saja. Melainkan harus dipilah-pilah terlebih dahulu mana yang sesuai
dengan kepribadian bangsa Indonesia mana yang tidak. Karena sejatinya ide
globalisasi merupakan hasil pemikiran barat, dimana kehidupan masyarakat barat
pun banyak yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia sebagai
masyarakat timur. Sehingga tidaklah benar jika dengan alasan Ideologi Pancasila
bersifat terbuka sehingga kita memasukkan segala hal dalam kehidupan kita.
• Namun apa yang terjadi sekarang, Pancasila sebagai
sebuah ideologi hanya seperti sebuah formalitas. Ia ada
hanya menjadi sebuah pelengkap, tetapi perjalanan
hidup masyarakatnya sendiri terkadang jauh dari nilai-
nilai Pancasila. Terkadang bukan salah masyarakat
sendiri, tetapi juga salah pemerintah yang kurang
menanamkan dan memberi teladan penerapan nilai-nilai
Pancasila pada masyarakatnya. Apalagi dengan semakin
berkembangnya teknologi yang semakin memudahkan
manusia untuk berinteraksi dengan masyarakat luar,
masuknya paham, nilai, pandangan, doktrin yang tidak
sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia masuk
tanpa tameng-tameng. Maka tidaklah mengherankan bila
dengan alasan globalisasi kini masyarakat Indonesia
berperilaku jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila.
Jadi, pada hakikatnya sampai kapanpun
Pancasila akan tetap relevan dengan
perkembangan zaman, hanya saja tingkat
relevan atau tidaknya tergantung nilai-nilai
yang terkadung di dalamnya diamalkan oleh
masyarakatanya atau tidak.
BAB III
PENUTUP
Globalisasi berdiri atas dasar kemajuan
teknologi sebagai bagian modernisme. Hal
tersebut berimplikasi pada bagaimana
kehidupan manusia terbentuk. Dalam hal ini,
teknologi komunikasi membentuk fenomena-
fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini
karena komunikasi adalah sebuah proses
primer di mana terjadi transaksi informasi
yang memiliki efek tertentu di dalam segala
aspek kehidupan manusia.
Ada hal-hal yang perlu disaring secara ketat dari arus
globalisasi yang berlangsung saat ini. Budaya
globalisasi adalah budaya beresiko besar yang
menghilangkan pribadi manusia dengan segala jati diri
dan keunikannya. Namun, hal ini bukan berarti kita
menolak globalisasi. Pada dasarnya globalisasi adalah
sesuatu yang tidak bisa dibendung. Meskipun
demikian, kita diberi kemampuan nalar yang dapat
digunakan secara bijak untuk menghadapi globalisasi
sambil mempertahankan nilai-nilai yang kita anggap
baik dan benar. Melalui kacamata Pancasila, sudah
seharusnya kita mampu secara bijaksana mengambil
hal-hal positif dari globalisasi sekaligus berusaha untuk
meminimalisasi pengaruh buruk dari globalisasi
tersebut.
• Pancasila merupakan suatu cara pandang yang disusun
dari nilai-nilai luhur budaya Indonesia. Di dalamnya
tersimpan pertimbangan-pertimbangan nurani yang
menjadi pedoman bagi manusia Indonesia untuk
menjalani kehidupannya. Pancasila dapat digunakan
untuk meraih kebahagian sebagai tujuan manusia
dalam kehidupannya seperti diungkapkan oleh
Aristoteles.
• Tentu saja, standar kebahagiaan setiap manusia
berbeda. Kebahagiaan yang berusaha diraih Pancasila
adalah kebahagiaan kolektif di mana kebahagiaan
spiritualis tertinggi akan kita dapat ketika kita
merasakannya bersama-sama dengan orang lain di
sekitar kita.
• DAFTAR PUSTAKA
• http://tugasgw.wordpress.com/2009/07/11/p
ancasila-sebagai-ideologi-terbuka/
• http://artikel.sabda.org/globalisasi
• http://ipoetmedia.blogspot.com/2010/07/da
mpak-negatif-globalisasi.html
• http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/d
ampak-positif-dan-dampak-negatif--
globalisasi-dan-modernisasi
RELEVANSI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA DI ERA GLOBALISASI

RELEVANSI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA DI ERA GLOBALISASI

  • 1.
    RELEVANSI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGITERBUKA DI ERA GLOBALISASI Oleh : SOPHIA 09120302019 NURLINDA 09120302017 RAHMAT RIZKI 09120302011 ABDUL RASYID 09120302013 M. YULIANDRI 09120302015 KOMPUTERISASI AKUNTANSI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Istilah Globalisasi, pertama kali digunakan oleh Theodore Levitt tahun 1985 yang menunjuk pada politik-ekonomi, khususnya politik perdagangan bebas dan transaksi keuangan. Dewasa ini globalisasi sudah tidak mungkin dihindari, globalisasi bisa diartikan sebagai suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi tanpa batas negara, untuk itulah kita harus siap dengan konsekuensi yang di bawa oleh arus globalisasi.
  • 3.
    Di satu sisiglobalisasi membawa dampak positif tetapi di sisi lain globalisasi juga membawa dampak negatif. Dampak negatif gobalisasi seperti pola hidup konsumtif, kesenjangan sosial, sikap individualistik, dan gaya hidup kebarat-baratan sudah banyak terlihat pada masyarakat Indonesia, bahkan mulai merambah ke kehidupan masyarakat pedesaan yang biasanya sedikit terisolir dari perkembangan zaman. Tentu kondisi ini adalah bentuk kehidupan yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang menjunjung tinggi kebersamaan, gotong-royong, keadilan dan nilai positif lainnya. Meskipun dalam kenyataannya Pancasila juga sebagai ideologi terbuka, yang berinteraksi dengan perkembangan zaman tetapi kehidupan yang hedonis, kapitalis, individualis yang disebarkan melalui globalisasi bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang dianut Indonesia. Untuk itu relevansi Pancasila sebagai ideologi terbuka yang nilai-nilai maupun cita-citanya tidak dipaksakan dari luar patut ditinjau lagi.
  • 4.
    B. Rumusan Masalah Bagaimanarelevansi (keterkaitan) Pancasila sebagai ideologi terbuka di era globalisasi?
  • 5.
    BAB II PEMBAHASAN A. Globalisasi Apayang sebenarnya dimaksud dengan globalisasi? Ada beragam definisi yang dapat kita temukan berkaitan dengan pertanyaan tersebut. Dalam situs wikipedia, globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Dalam pengertian tersebut, wikipedia menambahkan bahwa globalisasi mempunyai banyak karakteritik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah tersebut sering dipertukarkan. Namun, istilah globalisasi sering dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
  • 6.
    Sementara itu, RizaNoer Arfani, akademisi Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada (UGM) menyatakan globalisasi adalah kecenderungan umum terintegrasinya kehidupan masyarakat domestik/lokal ke dalam komunitas global di berbagai bidang. Singkatnya, komunitas domestik atau lokal kini adalah bagian dari rantai perdagangan, pertukaran ide dari perusahaan transnasional.
  • 7.
    B. Pancasila sebagaiIdeologi Terbuka Pancasila memiliki dua hal yang harus dimiliki oleh ideologi yang terbuka yaitu cita – cita ( nilai ) yang bersumber dari kehidupan budaya masyarakat itu sendiri. Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri bukan bangsa lain. Pancasila merupakan wadah atau sarana yang dapat mempersatukan bangsa itu sendiri karena memiliki falsafah dan kepribadian yang mengandung nilai-nilai luhur dan hukum. Pancasila juga dan merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki fleksibel (keluwesan) kelenturan, kepekaan kepada perkembangan jaman. Sehingga nilai-nilai Pancasila tidak akan berubah dari zaman ke zaman. Dan Pancasila harus memiliki kesinambungan atau saling interaksi dengan masyarakatnya.
  • 8.
    Maka, apa yangmenjadi tujuan negara dapat tercapai tanpa adanya pertentangan. Semua orang tanpa terkecuali harus mengerti dan paham tentang tujuan yang ada dalam Pancasila tersebut. Dengan demikian secara konseptual, Pancasila adalah ideologi, kuat, tangguh, bermutu tinggi dan tentunya menjadi acuan untuk semangat bangsa Indonesia.
  • 9.
    Bukti Pancasila adalahideologi terbuka : • Pancasila memiliki pandangan hidup dan tujuan serta cita – cita masyarakat Indonesia Tekad untuk mengembangkan kekreatifitasan dan dinamis untuk mencapai tujuan nasional • Pengalaman sejarah bangsa Indonesia • Terjadi atas dasar keinginan bangsa ( masyarakat ) Indonesia sendiri tanpa campur tangan atau paksaan dari sekelompok orang • Menginspirasikan kepada masyarakat agar bertanggung jawab sesuai dengan nilai – nilai Pancasila • Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima oleh semua masyarakat yang memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda.
  • 10.
    Faktor Pendorong KeterbukaanIdelogi Pancasila • Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai berikut : • Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat. • Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya. • Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau. • Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.
  • 11.
    Keterbukaan ideologi Pancasilaterutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern. Kita mengenal ada tiga tingkat nilai, yaitu nilai dasar yang tidak berubah, nilai instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai keadaan dan nilai praktis berupa pelaksanaan secara nyata yang sesungguhnya. Nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam norma-norma dasar Pancasila yang terkandung dan tercermin dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai atau norma dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh berubah atau diubah, karena itu adalah pilihan dan hasil kesepakatan bangsa Indonesia yang disebut kaidah pokok dasar negara yang fundamental (Staatsfundamentealnorm). Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai praktis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya. • Kebenaran pola pikir seperti yang terurai di atas adalah sesuai dengan ideologi yang memiliki tiga dimensi penting yaitu Dimensi Realitas, Dimensi Idealisme dan Dimensi Fleksibilitas.
  • 12.
    C. Pancasila danGlobalisasi • Menurut Soediman Kartohadiprodjo seperti diungkapkan Sutrisno, intisari filsafat Pancasila adalah kekeluargaan. Dalam Pancasila terdapat suatu kesatuan dalam perbedaan dan perbedaan dalam kesatuan. Hal tersebut muncul dalam Pancasila sebagai representasi dari nilai-nilai adat di antara suku-suku yang ada di Indonesia. Setiap suku rupanya memang selalu menerapkan asas kekeluargaan yang tercermin dalam bagaimana anggota suku menjalani kesehariannya. • Hal tersebut tentu sangat berseberangan dengan pandangan kapitalis. lihatlah bagaimana sistem pasar bebas bekerja sebagai produk dari kapitalisme dan pada akhirnya sistem pasar bebas hanya menguntungkan individu-individu tertentu.
  • 13.
    Lalu, bagaimana Pancasilamenanggapi tekanan arus globalisasi?. A.M.W Pranarka melihat adanya tiga kapasitas Pancasila yang pokok. Pertama, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang berisi sistem nilai ke- indonesiaan yang telah berkembang secara akulturatif selama ribuan tahun. Ini berarti bahwa Pancasila adalah suatu sistem budaya yang merupakan sari dari sistem- sistem budaya yang diwarisi secara turun-temurun oleh setiap masyarakat Indonesia. Kedua, Pancasila sebagai dasar negara atau asas kerohanian negara di mana kapasitas ini menjadi acuan disusunnya Undang-Undang Dasar negara dan dijabarkan ke dalam berbagai konstitusi lainnya. Ketiga, Pancasila sebagai ideologi nasional berarti segenap warga negara memiliki keniscayaan untuk menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • 14.
    Sebagai sebuah ideologi,Pancasila bukanlah ideologi tertutup melainkan dikembangkan sebagai ideologi terbuka sejalan dengan keterbukaan budaya. Dengan demikian, Pancasila berciri dinamis, mau menerima berbagai unsur lokal dan modern sejauh tidak bertentangan dengan sila-silanya.Dalam pengertian tersebut, Pancasila menjadi sebuah gerbang penyaring dalam menghadapi arus globalisasi.
  • 15.
    Relevansi Pancasila SebagaiIdeologi Terbuka dalam Era Globalisasi Dari beberapa uraian di atas, intinya ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan dinamika internal. Itu artinya bahwa bagaimanapun keadaan zaman, bagaimanapun perkembangan yang ada di dunia, Pancasila akan selalu relevan. Demikian pula dengan adanya globalisasi, Ideologi Pancasila bersifat terbuka dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia sebab memiliki kemampuan berinteraksi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemikiran baru yang relevan dengan perubahan zaman karena pada dasarnya Pancasila bersifat open minded (terbuka) terhadap perkembangan zaman.
  • 16.
    Akan tetapi cirikhas dari ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus (kesepakatan) masyarakatnya, tidak diciptakan oleh Negara, melainkan ditemukan dalam masyarakatnya sendiri. Inilah yang perlu digaris bawahi dari keterbukaan yang dimaksud dalam Pancasila. Keterbukaan yang dimaksud dalam Pancasila tidak berarti bahwa apapun yang terjadi dalam perkembangan zaman akan diterima begitu saja. Melainkan harus dipilah-pilah terlebih dahulu mana yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia mana yang tidak. Karena sejatinya ide globalisasi merupakan hasil pemikiran barat, dimana kehidupan masyarakat barat pun banyak yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia sebagai masyarakat timur. Sehingga tidaklah benar jika dengan alasan Ideologi Pancasila bersifat terbuka sehingga kita memasukkan segala hal dalam kehidupan kita.
  • 17.
    • Namun apayang terjadi sekarang, Pancasila sebagai sebuah ideologi hanya seperti sebuah formalitas. Ia ada hanya menjadi sebuah pelengkap, tetapi perjalanan hidup masyarakatnya sendiri terkadang jauh dari nilai- nilai Pancasila. Terkadang bukan salah masyarakat sendiri, tetapi juga salah pemerintah yang kurang menanamkan dan memberi teladan penerapan nilai-nilai Pancasila pada masyarakatnya. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi yang semakin memudahkan manusia untuk berinteraksi dengan masyarakat luar, masuknya paham, nilai, pandangan, doktrin yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia masuk tanpa tameng-tameng. Maka tidaklah mengherankan bila dengan alasan globalisasi kini masyarakat Indonesia berperilaku jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila.
  • 18.
    Jadi, pada hakikatnyasampai kapanpun Pancasila akan tetap relevan dengan perkembangan zaman, hanya saja tingkat relevan atau tidaknya tergantung nilai-nilai yang terkadung di dalamnya diamalkan oleh masyarakatanya atau tidak.
  • 19.
    BAB III PENUTUP Globalisasi berdiriatas dasar kemajuan teknologi sebagai bagian modernisme. Hal tersebut berimplikasi pada bagaimana kehidupan manusia terbentuk. Dalam hal ini, teknologi komunikasi membentuk fenomena- fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini karena komunikasi adalah sebuah proses primer di mana terjadi transaksi informasi yang memiliki efek tertentu di dalam segala aspek kehidupan manusia.
  • 20.
    Ada hal-hal yangperlu disaring secara ketat dari arus globalisasi yang berlangsung saat ini. Budaya globalisasi adalah budaya beresiko besar yang menghilangkan pribadi manusia dengan segala jati diri dan keunikannya. Namun, hal ini bukan berarti kita menolak globalisasi. Pada dasarnya globalisasi adalah sesuatu yang tidak bisa dibendung. Meskipun demikian, kita diberi kemampuan nalar yang dapat digunakan secara bijak untuk menghadapi globalisasi sambil mempertahankan nilai-nilai yang kita anggap baik dan benar. Melalui kacamata Pancasila, sudah seharusnya kita mampu secara bijaksana mengambil hal-hal positif dari globalisasi sekaligus berusaha untuk meminimalisasi pengaruh buruk dari globalisasi tersebut.
  • 21.
    • Pancasila merupakansuatu cara pandang yang disusun dari nilai-nilai luhur budaya Indonesia. Di dalamnya tersimpan pertimbangan-pertimbangan nurani yang menjadi pedoman bagi manusia Indonesia untuk menjalani kehidupannya. Pancasila dapat digunakan untuk meraih kebahagian sebagai tujuan manusia dalam kehidupannya seperti diungkapkan oleh Aristoteles. • Tentu saja, standar kebahagiaan setiap manusia berbeda. Kebahagiaan yang berusaha diraih Pancasila adalah kebahagiaan kolektif di mana kebahagiaan spiritualis tertinggi akan kita dapat ketika kita merasakannya bersama-sama dengan orang lain di sekitar kita.
  • 22.
    • DAFTAR PUSTAKA •http://tugasgw.wordpress.com/2009/07/11/p ancasila-sebagai-ideologi-terbuka/ • http://artikel.sabda.org/globalisasi • http://ipoetmedia.blogspot.com/2010/07/da mpak-negatif-globalisasi.html • http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/d ampak-positif-dan-dampak-negatif-- globalisasi-dan-modernisasi