BAB I

                                PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
          Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya
   ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses
   menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini
   tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali
   sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang
   melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah,
   atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin
   terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-
   eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
          Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh
   negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga
   terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam
   bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan
   mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak
   mampu bersaing.
B. Rumusan Masalah
          Adapun rumusan masalah dari pembahasan yang akan penulis buat adalah sebagai
   berikut:
   1. Apa itu globalisasi?
   2. Bagaimana cirri-ciri globalisasi?
   3. Apa dampak globalisasi?
   4. Bagaimana usaha untuk menghadapi tantangan globalisasi tersebut?
   5. Apa upaya pemerintah dalam menangani masalah globalisasi
C. Tujuan penulisan
          Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata
   kuliah dan juga sebagai referensi bagi para pembaca dalam mendapatkan pengetahuan
   tentang globalisasi.

                                            1
BAB II

                                 PEMBAHASAN



A. Pengertian Globalisasi
          Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya
   ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses
   menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini
   tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali
   sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang
   melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah,
   atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin
   terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-
   eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
      Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan
   globalisasi:

          Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan
          internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan
          identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
          Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar
          negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
          Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal
          material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat
          menjadi pengalaman seluruh dunia.
          Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan
          semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
          Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan
          keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara
          masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia
          global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.
                                          2
Secara historis globalisasi berarti meluasnya pengaruh suatu kebudayaan atau
   agama ke seluruh penjuru dunia.
           Globalisasi yang terjadi sekarang dimungkinkan oleh penggunaan media
   elektronik dalam mengirim dan menerima informasi.
           Efeknya adalah bahwa ruang dan waktu menjadi kecil,Apa yang terjadi di satu
   belahan dunia akan mempengaruhi belahan lainnya. Para ahli komunikasi menyebutnya
   sebagai gejala time-space compression atau menyusutnya ruang dan waktu.
           Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar
   negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang
   melintasi batas Negara.
B. Dampak Globalisasi
      1. Dampak positif globalisasi antara lain:
                  Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
                  Mudah melakukan komunikasi
                  Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
                  Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
                  Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
                  Mudah memenuhi kebutuhan
      2. Dampak negatif globalisasi antara lain:
                  Informasi yang tidak tersaring
                  Perilaku konsumtif
                  Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
                  Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
                  Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat
C. Upaya Menghadapi Tantangan Globalisasi
   cara-cara menghadapi era globalisasi
      1. Menyaring budaya-budaya asing yang masuk ke negara kita harus yang sesuai
           dengan kepribadian bangsa.
      2.   Mencintai atau membeli produk dalam negeri sendiri.
      3. Meningkatkan produksi dalam negeri agar dapat bersaing dengan produksi
           negara-negara maju.

                                           3
4. Berusaha mengikuti perkembangan iptek.
     5. Tidak bergaya hidup bermewah-mewahan.
     6. Meningkatkan iman dan takwa pada Tuhan YME.
D. Upaya Pemerintah menghadapi Era Globalisasi dan perkembangan
  IPTEK
  Dalam menghadapi globalisasi dan perkembangan IPTEK, pemerintah menetapkan
  beberapa kebijakan seperti termuat dalam GBHN sebagai berikut :
     a. Bidang Ekonomi
                Kebijakan bidang ekonomi dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi
         disebutkan sebagai berikut :
                        Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai
                        kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif
                        berdasarkan keunggulan komparatif sebagai negara maritim dan
                        agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap daerah
                        terutama   pertanian   dalam    arti   luas,   kehutanan,   kelautan,
                        pertambangan, pariwisata, serta industri kecil serta kerajinan
                        rakyat. Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan dan
                        investasi dalam rangka meningkatkan Persaingan global dengan
                        membuka aksesibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan
                        berusaha bagi segenap rakyat, dan seluruh daerah melalui
                        keunggulan kompetitif terutama berbasis keunggulan sumber daya
                        manusia dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif
                        dan hambatan.
     b. Bidang Politik
                Kebijakan bidang politik dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi
         disebutkan sebagai berikut :
                        Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif
                        dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada
                        solidaritas antar negara berkembang mendukung perjuangan
                        kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala
                        bentuk, serta kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat.


                                          4
Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk
                  menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong
                  pemberlakuan AFTA, AFEC dan WTO.
                  Memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan
                  prasarana penerangan khususnya di luar negeri dalam rangka
                  memperjuangkan kepentingan Nasional di Forum Internasional.
c. Bidang Agama
          Kebijakan bidang Agama dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi
   disebutkan sebagai berikut :
                  Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan
                  sistem pendidikan agama, sehingga lebih terpadu dan integral
                  dengan sistem pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana
                  dan prasarana yang memadai.
                  Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan
                  dalam ikut mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua
                  aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian
                  bangsa, serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat,
                  berbangsa dan bernegara.
d. Bidang Pendidikan
          Kebijakan bidang Pendidikan dalam upaya menghadapi tantangan
   globalisasi dan perkembangan IPTEK antara lain :
                  Meningkatkan kemampuan akademik dan kesejahteraan tenaga
                  kependidikan sebagai       tenaga kependidikan   sebagai   tenaga
                  pendidikan mampu berfungsi secara optimal terutama dalam
                  peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat
                  mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga pendidikan.
                  Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan
                  baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan
                  sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi
                  perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.



                                   5
e. Bidang Sosial Budaya
          Kebijakan bidang sosial budaya dalam upaya menghadapi tantangan
   globalisasi dan perkembangan IPTEK sebagai berikut :
                 Mengembangkan dan membina kebudayaan Nasional bangsa
                 Indonesia yang bersumber dari warisan budaya leluhur bangsa,
                 budaya nasional yang mengandung nilai-nilai universal, termasuk
                 kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka
                 mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan
                 berbangsa dan bernegara.
                 Memberantas secara sistematis perdagangan dan penyalahgunaan
                 narkotika dan obat-obat terlarang dengan memberikan sanksi yang
                 seberat-beratnya kepada produsen, pengedar dan pemakai.
                 Melindungi segenap generasi muda dari bahaya destruktif,
                 terutama bahaya penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang
                 dan narkotika lainnya melalui gerakan pemberantasan dan
                 peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan
                 narkotika.




                                  6
BAB III
                                      PENUTUP


A. KESIMPULAN
  Adapun kesimpulan dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut:
     1. Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku)
           sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah
           Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja
           (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya.
     2. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar
           negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain
           yang melintasi batas Negara.
     3. Gloalisasi memliki dampak, yaitu ada dampak positif dan ada dampak negative
           sehingga perlu campur tangan pemerintah agar globalisasi tidak menjadi masalah
           yang rumit di Indonesia
B. Saran
           Adapaun saran yang dapat penulis sampaikan adalah bahwa sebagai manusia kita
  harus pandai menyaring kembali apapun bentuk perbedaan atau ha lasing yang masuk ke
  Negara kita sehingga kita tidak terkena dampak dari globalisasi dan apapun bentuknya,
  kita harus tetap mendukung budaya asli Negara Indonesia karena itu adalah bentuk
  warisan nenek moyang kita




                                            7
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas.go.id, Globalisasi dan Pengembangan Kesenian Rakyat Suatu Penghampiran Awal
Dr. Arianto Patunru: Tentang Globalisasi Ekonomi
www.wikipedia.com
www.google.com




                                            8

Makalah Lengkap Globalisasi

  • 1.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko- eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari pembahasan yang akan penulis buat adalah sebagai berikut: 1. Apa itu globalisasi? 2. Bagaimana cirri-ciri globalisasi? 3. Apa dampak globalisasi? 4. Bagaimana usaha untuk menghadapi tantangan globalisasi tersebut? 5. Apa upaya pemerintah dalam menangani masalah globalisasi C. Tujuan penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah dan juga sebagai referensi bagi para pembaca dalam mendapatkan pengetahuan tentang globalisasi. 1
  • 2.
    BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Globalisasi Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko- eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi: Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain. Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi. Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia. Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal. Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara. 2
  • 3.
    Secara historis globalisasiberarti meluasnya pengaruh suatu kebudayaan atau agama ke seluruh penjuru dunia. Globalisasi yang terjadi sekarang dimungkinkan oleh penggunaan media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi. Efeknya adalah bahwa ruang dan waktu menjadi kecil,Apa yang terjadi di satu belahan dunia akan mempengaruhi belahan lainnya. Para ahli komunikasi menyebutnya sebagai gejala time-space compression atau menyusutnya ruang dan waktu. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. B. Dampak Globalisasi 1. Dampak positif globalisasi antara lain: Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan Mudah melakukan komunikasi Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi) Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran Memacu untuk meningkatkan kualitas diri Mudah memenuhi kebutuhan 2. Dampak negatif globalisasi antara lain: Informasi yang tidak tersaring Perilaku konsumtif Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat C. Upaya Menghadapi Tantangan Globalisasi cara-cara menghadapi era globalisasi 1. Menyaring budaya-budaya asing yang masuk ke negara kita harus yang sesuai dengan kepribadian bangsa. 2. Mencintai atau membeli produk dalam negeri sendiri. 3. Meningkatkan produksi dalam negeri agar dapat bersaing dengan produksi negara-negara maju. 3
  • 4.
    4. Berusaha mengikutiperkembangan iptek. 5. Tidak bergaya hidup bermewah-mewahan. 6. Meningkatkan iman dan takwa pada Tuhan YME. D. Upaya Pemerintah menghadapi Era Globalisasi dan perkembangan IPTEK Dalam menghadapi globalisasi dan perkembangan IPTEK, pemerintah menetapkan beberapa kebijakan seperti termuat dalam GBHN sebagai berikut : a. Bidang Ekonomi Kebijakan bidang ekonomi dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut : Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komparatif sebagai negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap daerah terutama pertanian dalam arti luas, kehutanan, kelautan, pertambangan, pariwisata, serta industri kecil serta kerajinan rakyat. Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan dan investasi dalam rangka meningkatkan Persaingan global dengan membuka aksesibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat, dan seluruh daerah melalui keunggulan kompetitif terutama berbasis keunggulan sumber daya manusia dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif dan hambatan. b. Bidang Politik Kebijakan bidang politik dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut : Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antar negara berkembang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat. 4
  • 5.
    Meningkatkan kesiapan Indonesiadalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, AFEC dan WTO. Memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana penerangan khususnya di luar negeri dalam rangka memperjuangkan kepentingan Nasional di Forum Internasional. c. Bidang Agama Kebijakan bidang Agama dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut : Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama, sehingga lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa, serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. d. Bidang Pendidikan Kebijakan bidang Pendidikan dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan IPTEK antara lain : Meningkatkan kemampuan akademik dan kesejahteraan tenaga kependidikan sebagai tenaga kependidikan sebagai tenaga pendidikan mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga pendidikan. Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 5
  • 6.
    e. Bidang SosialBudaya Kebijakan bidang sosial budaya dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan IPTEK sebagai berikut : Mengembangkan dan membina kebudayaan Nasional bangsa Indonesia yang bersumber dari warisan budaya leluhur bangsa, budaya nasional yang mengandung nilai-nilai universal, termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan berbangsa dan bernegara. Memberantas secara sistematis perdagangan dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada produsen, pengedar dan pemakai. Melindungi segenap generasi muda dari bahaya destruktif, terutama bahaya penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang dan narkotika lainnya melalui gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika. 6
  • 7.
    BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Adapun kesimpulan dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut: 1. Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. 2. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. 3. Gloalisasi memliki dampak, yaitu ada dampak positif dan ada dampak negative sehingga perlu campur tangan pemerintah agar globalisasi tidak menjadi masalah yang rumit di Indonesia B. Saran Adapaun saran yang dapat penulis sampaikan adalah bahwa sebagai manusia kita harus pandai menyaring kembali apapun bentuk perbedaan atau ha lasing yang masuk ke Negara kita sehingga kita tidak terkena dampak dari globalisasi dan apapun bentuknya, kita harus tetap mendukung budaya asli Negara Indonesia karena itu adalah bentuk warisan nenek moyang kita 7
  • 8.
    DAFTAR PUSTAKA Depdiknas.go.id, Globalisasidan Pengembangan Kesenian Rakyat Suatu Penghampiran Awal Dr. Arianto Patunru: Tentang Globalisasi Ekonomi www.wikipedia.com www.google.com 8