SlideShare a Scribd company logo
1 of 40
Download to read offline
REFERAT
KANKER KOLOREKTAL
Pembimbing:
Dr.dr. Koernia Swa Oetomo, SpB.FINACS.FICS(K)Trauma
Disusun oleh :
Yunita Fadhila Sandy
201210401011050
SMF Bedah RSU Haji Surabaya
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang
2013
2
Definisi
Suatu keganasan yang tumbuh di dalam
struktur saluran usus besar (kolon) dan
atau rektum
Alteri R, Bandi P, Brooks D. 2011. Colorectal Cancer Facts & Figures 2011-2013. American Cancer
Society
3
Saunders. 2010. Fieldman: Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease 9th ed. Elsevier
4
American Cancer Society. 2013. Colorectal Cancer
 Saekum, kolon asenden dan bagian kanan kolon
transversum  cabang a. mesenterika superior
(a.ileokolika, a. kolika dextra & a. kolika media)
 Kolon transversum bagian kiri, kolon desenden,
kolon sigmoid dan sebagian besar rektum  a.
mesenterika inferior (a.kolika sinistra, a.sigmoid &
a. hemoroidalis superior)
 Kolon asenden dan kolon transversum  v.
mesenterika superior
 Kolon desenden, sigmoid dan rektum v.
mesenterika inferior.
5
Saunders. 2010. Fieldman: Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease 9th ed. Elsevier
Menyerap air, vitamin
dan elektrolit
Ekskresi mucus
Penyimpanan feses &
mendorongnya keluar 6
Fisiologi Kolon dan Rektum
Riwanto I. Hamami AH. Pieter J. Tjambolang T. Ahmadsyah I. 2010. Bab 37 Usus Halus, Apendiks, Kolon dan Anorektum. Dalam
Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat – de Jong Edisi 3. Jakarta: EGC. Hal : 762-781
7
Epidemiologi
Poston G. Tait D. 2011. Colorectal Cancer: Diagnosis
and Management of Colorectal Cancer. Dalam NICE
Clinical Guidelines. National Institute for Health and
Clinical Excellence. Manchester
Kejadian kanker terbanyak dunia
Indonesia urutan ke-10
(2,75%) setelah kanker lain
(leher rahim, payudara,
kelenjar getah bening,
kulit, nasofaring, ovarium,
jaringan lunak, dan tiroid)
Sander MA. 2008. Profil Penderita Kanker
Kolon dan Rektum di RSUP Hasan Sadikin
Bandung
8
Distribusi kanker pada usus besar
Poston G. Tait D. 2011. Colorectal Cancer: Diagnosis and Management of Colorectal Cancer. Dalam NICE Clinical
Guidelines. National Institute for Health and Clinical Excellence. Manchester
9
Alteri R, Bandi P, Brooks D. 2011. Colorectal Cancer
Facts & Figures 2011-2013. American Cancer Society
Underwood JCE. 2007. Celuler and
Moleculer Event in Carcinogenesis. Dalam
General and Sistemic Pathology Fourth
Edition. USA: Elsevier
Histologi
(Cappel MS.
2005)
• well-differentiated
• moderately well
differentiated
• poorly
differentiated
Dukes
(Sjamsuhidajat
- dJong, 2010))
• A
• B
• C
• D
TNM system
(American
Cancer
Society. 2013)
• T
• N
• M
10
Klasifikasi
www.cancerresearchuk.org
T Tx Tidak bisa mendiskripsikan seberapa jauh tumor primer tumbuh
karena informasi yang tidak lengkap
Tis Kanker insitu, tumbuh hanya sebatas mukosa tapi tidak mencapai
muskularis mukosa
T1 Kanker tumbuh sampai lapisan submukosa
T2 Kanker tumbuh sampai lapisan muskularis propia
T3 Kanker tumbuh sedalam lapisan muskularis propia dan lapisan paling
luar dari kolon dan rektum tapi tidak seluruhnya
T4 T4a  kanker tumbuh sampai lapisan serosa (biasanya disebut
visceral peritoneum), lapisan paling luar pada usus
T4b  kanker tumbuh sedalam dinding kolon dan rektum dan dekat
atau menginvasi jaringan/organ terdekat
N Nx Tidak bisa mendeskripsikan kelenjar limfe karena informasi yang
kurang lengkap
N0 Tidak ditemukan kanker pada kelenjar limfe terdekat
N1 N1 ditemukan sel kanker pada 1-3 kelejar limfe terdekat
1a  ditemukan 1 kelenjar limfe terdekat
1b  ditemukan 2-3 kelenjar limfe terdekat
1c  ditemukan deposit sel kanker dalam jumlah kecil pada lemak
sekitar kelenjar limfe
N2 N2  ditemukan sel kanker pada 4 atau lebih kelenjar limfe terdekat
2a  ditemukan 4-6 kelenjar limfe terdekat
2b  ditemukan 7 atau lebih kelenjar limfe terdekat
M M0 Tidak ada metastasis jauh
M1 M1a  metastasis jauh pada 1 organ atau kelompok kelenjar limfe
jauh
M1b  metastasis jauh lebih dari 1 organ atau kelompok kelenjar
limfe jauh, atau menyebar pada daerah yang jauh dari peritonium
11
Klasifikasi berdasarkan Dukes :
Dukes A : terbatas di dinding usus
Dukes B : menembus lapisan muskularis
mukosa
Dukes C : metastasis kelenjar limfe
C1 : beberapa kelenjar limfe
dekat tumor primer
C2 : dalam kelenjar limfe jauh
Dukes D : metastasis jauh
Riwanto I. Hamami AH. Pieter J. Tjambolang T.
Ahmadsyah I. 2010. Bab 37 Usus Halus, Apendiks,
Kolon dan Anorektum. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah
Sjamsuhidajat – de Jong Edisi 3. Jakarta: EGC
PATOFISIOLOGI
Histopatogenesis
Hiperplastik
P↑tan sel glandular
dan penurunan
mucus sitoplasmik,
tetapi kurangnya
jumlah nukleus
yang hiperkromatik,
stratifikasi &atipik
Adenomatosa
epithelium
displastik  sel-sel
tinggi yang tampak
hiperkromatik&
tersusun tidak
beraturan, dengan
peningkatan rasio
nukleus sitoplasma
serta nukleus yang
berbentuk cerutu
Tipe adenoma 
tubuler, vilosa,
tubulovilosa
12
Polip tipe adenoma
(Underwood JCE. 2007)
Cappel MS. 2005. The Pathophysiology, Clinical Presentation, and Diagnosis of Colon Cancer and Adenomatous Polyps. Dalam
Medical Clinic of North America 89 (2005) 1–42. Division of Gastroenterology. Department of Medicine. Albert Einstein Medical
Center. 5501 Old York Road. Philadelphia. USA: Elsevier
13
Underwood JCE. 2007 (A) sel epitel tunggal yang bertransformasi menjadi sel tumor karena
proses karsinogenik. (B) sel abnormal mengalami ploriferasi untuk memproduksi kumpulan
sel. (C) proliferasi lebih lanjut membentuk tumor jinak, suatu polip non-invasif yang
menonjol keluar dari permukaan mukosa. (D) sel mengalami transformasi lebih lanjut
karena perubahan genetik, lesi berubah menjadi ganas (karsinoma). (E,F) lesi ganas yang
sudah terbentuk menginvasi pembuluh darah dan kelenjar limfe,
TAHAPAN TERBENTUKNYA SEL NEOPLASTIK minimal dibutuhkan
3 perubahan
genetik:
ekspresi
telomerase
inaktivasi gen
supresor tumor,
ekspresi onkogen
14
Underwood JCE. 2007. Celuler and Moleculer Event in Carcinogenesis. Dalam General and Sistemic Pathology Fourth
Edition. USA: Elsevier
SIGN & SYMTOMS
15
Sign
Letak kiri obstruksi >>, kanan <
konstipasi, mual, nyeri abdomen dan
distensi abdomen, kadang disertain
diare intermitten
Letak distal pendarahan lebih nyata
dibanding letak prox
kelemahan seluruh badan, cepat
lelah, sesak atau palpitasi
Symtoms
Anemia defisiensi besi
•Koilonychias
•Glossitis
•Cheilitis
Hipoalbumin
BU  melemah/meningkat
Awal sering asimtomatik
Cappel MS. 2005
Riwanto I. Hamami AH. Pieter J. Tjambolang T.
Ahmadsyah I. 2010
DIAGNOSIS
16
Anamnesis
Pemeriksaan
fisik
Pemeriksaan
penunjang
PEMERIKSAAN PENUNJANG
17
Fecal Occult Blood
Test (FOBT)
• guaiac-based
(gFOBT)
• immunochemical
tests (iFOBT)
• Jika (+)
disarankan untuk
colonoscopy
Stool DNA (sDNA)
test
• Mendeteksi
adanya mutasi
gen
• Jika (+)
disarankan untuk
colonoscopy
Lab Darah
• DL
• LFT
• Tumor marker 
CEA, CA 19-9
American Cancer Society. 2013. Colorectal Cancer. Atlanta Georgia
Konsentrasi CEA
dalam darah
(Underwood JCE. 2007)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
18
Colon in loop
Sigmoidoscopy
Colonoscopy USG abdomen
CT Scan
abdomen
dengan kontras
MRI (Magnetic
Resonance
Imaging)
Foto thorax
Positron
Emission
Tomography
(PET) scan
Angiography
Colon in loop:
adenocarcinoma colon
assending
(Fauci AS. Kasper DL. 2008)
19
Leddin D. Hunt R. Champion M. Cockeram A. 2004. Canadian Association of Gastroenterology and The
Canadian Digestive Health Foundation: Guidelines on Colon Cancer Screening. Dalam Can J
Gastroenterology Vol 18 No 2 February 2004. Pulsus Group Inc
20
Leddin D. Hunt R. Champion M. Cockeram A. 2004. Canadian Association of Gastroenterology and The
Canadian Digestive Health Foundation: Guidelines on Colon Cancer Screening. Dalam Can J
Gastroenterology Vol 18 No 2 February 2004. Pulsus Group Inc
PENATALAKSANAAN
21
COL-1
COL-2
22
Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology
Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
COL-3
23
COL-4
COL-5
24
COL-6
Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology
Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
25
COL-7
Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology
Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
26
COL-8
COL-9
27
COL-10
Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology
Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
28
COL-11
Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology
Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
29
COL-C
30
COL-C
31
COL-C
Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology
Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
32
COL-C
Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology
Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
33
COL-E
Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology
Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
TERAPI BEDAH (JUDY H. 2004)
 Prinsip terapi bedah :
 Reseksi en-blok pada tumor dan organ yang
terinvasi
 Reseksi terhadap kelenjar getah bening yang
berhubungan
 Penilaian intraoperatif terhadap liver dan rongga
peritoneum
34
Judy H. 2004. Colorectal Cancer: Surgical Intervention. Division of Colorectal Surgery, Department of Surgery,
Queen Mary Hospital
PILIHAN TERAPI PEMBEDAHAN (JUDY H. 2004)
 Polypectomy endoscopy
 Eksisi transanal
 Reseksi kolon
 Laparoskopi vs laparotomi
 Colectomy  mengangkat kanker dari jaringan normal
 Hemikolectomi kanan  untuk tumor di caecum, kolon
assending, fleksura hepatic, dan kolon transversum
 Hemikolektomi kiri  untuk tumor di fleksura lienalis dan kolon
desenden
 Kolektomi sigmoid atau sigmoidectomy  untuk tumor di kolon
sigmoid
 Colostomy  px dgn perforasi/obstruksi,
memungkinkan usus tidak dapat disambung kembali
35
 Reseksi rektum
 Reseksi abdominoperineal :
 Menghilangkan seluruh rektum dan anus
 Letaknya sangat rendah &sangat dekat dengan
sphingter
 Sdh tdk dianjurkan
 Pembedahan sphincter
 Reseksi anterior
 Reseksi anterior bawah
36
Cagir B. Troustle DR. Rectal Cancer. Diakses online pada http://emedicine.medscape.com/article/281237-
overview#aw2aab6b2b2
 Hartman procedure  Kanker rektum direseksi
seperti pembentukan kolostomi, rektum dan
anus yang tersisa ditinggal
 Eksenterasi panggul
 Untuk stadium lanjut sudah invasi organ sekitarnya (♂
kandung kemih, ♀ rahim)
 Reseksi en-blok untuk kanker rektum dan organ yang
terinvasi dengan atau tanpa anastomosis usus.
37
Judy H. 2004. Colorectal Cancer: Surgical Intervention. Division of Colorectal Surgery, Department
of Surgery, Queen Mary Hospital
 Evaluasi preoperatif
 Terapi preoperatif
 kanker stadium lanjut  terapi neoadjuvant
kemoterapi sebelum pembedahan
 Persiapan preoperatif
 Pembatasan diet selama 2-3 hari sebelum
operasi. Pasien hanya diperbolehkan minum air
putih 1 hari sebelum operasi.
 Malam sebelum operasi, pasien diberikan
laxative secara oral atau supposituria
 Antibiotik profilaksis
38
Judy H. 2004. Colorectal Cancer: Surgical Intervention. Division of Colorectal Surgery, Department
of Surgery, Queen Mary Hospital
KOMPLIKASI PEMBEDAHAN
39
 Komplikasi dari anastomosis (bocor, stenosis)
 Pendarahan
 Kerusakan struktur sekitar
 Peritonitis
Judy H. 2004. Colorectal Cancer: Surgical Intervention. Division of Colorectal Surgery, Department
of Surgery, Queen Mary Hospital
40
TERIMA KASIH

More Related Content

Similar to Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan

Panduan Penatalaksanaan Kanker Kolorektal_Zamra Sirakawa.pptx
Panduan Penatalaksanaan Kanker Kolorektal_Zamra Sirakawa.pptxPanduan Penatalaksanaan Kanker Kolorektal_Zamra Sirakawa.pptx
Panduan Penatalaksanaan Kanker Kolorektal_Zamra Sirakawa.pptx
boscco
 
332875291-Sap-CA-Buli-Wafa (1).docx
332875291-Sap-CA-Buli-Wafa (1).docx332875291-Sap-CA-Buli-Wafa (1).docx
332875291-Sap-CA-Buli-Wafa (1).docx
RahelNoriwari
 
INFLAMMATORY BOWEL DISEASE.pptx
INFLAMMATORY BOWEL DISEASE.pptxINFLAMMATORY BOWEL DISEASE.pptx
INFLAMMATORY BOWEL DISEASE.pptx
Ikasa1
 
cupdf.com_slide-lapkas-spondilitis-tb.ppt
cupdf.com_slide-lapkas-spondilitis-tb.pptcupdf.com_slide-lapkas-spondilitis-tb.ppt
cupdf.com_slide-lapkas-spondilitis-tb.ppt
Mohammad Alamsyah
 

Similar to Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan (20)

Kelainan_GastroIntestinal_GIT.pptx
Kelainan_GastroIntestinal_GIT.pptxKelainan_GastroIntestinal_GIT.pptx
Kelainan_GastroIntestinal_GIT.pptx
 
IBD kel 4.pptx
IBD kel 4.pptxIBD kel 4.pptx
IBD kel 4.pptx
 
fdokumen.com_ca-kolon.ppt
fdokumen.com_ca-kolon.pptfdokumen.com_ca-kolon.ppt
fdokumen.com_ca-kolon.ppt
 
Cara membaca CT Scan Abdomen.pptx
Cara membaca CT Scan Abdomen.pptxCara membaca CT Scan Abdomen.pptx
Cara membaca CT Scan Abdomen.pptx
 
Askep ca. colorektal
Askep ca. colorektalAskep ca. colorektal
Askep ca. colorektal
 
Tugas individu buli buli
Tugas individu buli  buliTugas individu buli  buli
Tugas individu buli buli
 
Panduan Penatalaksanaan Kanker Kolorektal_Zamra Sirakawa.pptx
Panduan Penatalaksanaan Kanker Kolorektal_Zamra Sirakawa.pptxPanduan Penatalaksanaan Kanker Kolorektal_Zamra Sirakawa.pptx
Panduan Penatalaksanaan Kanker Kolorektal_Zamra Sirakawa.pptx
 
CO COLON KEL 3.pptx
CO COLON KEL 3.pptxCO COLON KEL 3.pptx
CO COLON KEL 3.pptx
 
Bph 8 24
Bph 8 24Bph 8 24
Bph 8 24
 
CA Rectum
CA RectumCA Rectum
CA Rectum
 
Ca. kolon AKPER PEMKAB MUNA
Ca. kolon AKPER PEMKAB MUNA Ca. kolon AKPER PEMKAB MUNA
Ca. kolon AKPER PEMKAB MUNA
 
Kanker kolon
Kanker kolonKanker kolon
Kanker kolon
 
ca colon
ca colonca colon
ca colon
 
332875291-Sap-CA-Buli-Wafa (1).docx
332875291-Sap-CA-Buli-Wafa (1).docx332875291-Sap-CA-Buli-Wafa (1).docx
332875291-Sap-CA-Buli-Wafa (1).docx
 
Colorektal.pptx
Colorektal.pptxColorektal.pptx
Colorektal.pptx
 
presentasi onko EDIT.pptx
presentasi onko EDIT.pptxpresentasi onko EDIT.pptx
presentasi onko EDIT.pptx
 
Penyuluhan kanker usus besar (dr. selonan)
Penyuluhan kanker usus besar (dr.  selonan)Penyuluhan kanker usus besar (dr.  selonan)
Penyuluhan kanker usus besar (dr. selonan)
 
presentasi ca colon.pptx
presentasi ca colon.pptxpresentasi ca colon.pptx
presentasi ca colon.pptx
 
INFLAMMATORY BOWEL DISEASE.pptx
INFLAMMATORY BOWEL DISEASE.pptxINFLAMMATORY BOWEL DISEASE.pptx
INFLAMMATORY BOWEL DISEASE.pptx
 
cupdf.com_slide-lapkas-spondilitis-tb.ppt
cupdf.com_slide-lapkas-spondilitis-tb.pptcupdf.com_slide-lapkas-spondilitis-tb.ppt
cupdf.com_slide-lapkas-spondilitis-tb.ppt
 

Recently uploaded

[ obat telat datang bulan obat penggugur kandungan Banjarmasin 087776558899 ]
[ obat telat datang bulan obat penggugur kandungan Banjarmasin 087776558899 ][ obat telat datang bulan obat penggugur kandungan Banjarmasin 087776558899 ]
[ obat telat datang bulan obat penggugur kandungan Banjarmasin 087776558899 ]
moratmaret503
 
materi skrining epidemiologi epidemiologi
materi skrining epidemiologi epidemiologimateri skrining epidemiologi epidemiologi
materi skrining epidemiologi epidemiologi
ZulAzhri
 
TEMPAT JUAL OBAT CYTOTEC ASLI DI TANJUNG PINANG 081399993834.pdf
TEMPAT JUAL OBAT CYTOTEC ASLI DI TANJUNG PINANG 081399993834.pdfTEMPAT JUAL OBAT CYTOTEC ASLI DI TANJUNG PINANG 081399993834.pdf
TEMPAT JUAL OBAT CYTOTEC ASLI DI TANJUNG PINANG 081399993834.pdf
Jual Cytotec Asli Di RIAU 081399993834
 
Presentasi Hasil MCU 2023 - RSMU (1).pptx
Presentasi Hasil MCU 2023 - RSMU (1).pptxPresentasi Hasil MCU 2023 - RSMU (1).pptx
Presentasi Hasil MCU 2023 - RSMU (1).pptx
PeniMSaptoargo2
 
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandunganKimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Kimia Farma Balikpapan jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Balikpapan jual obat penggugur kandunganKimia Farma Balikpapan jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Balikpapan jual obat penggugur kandungan
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janinKimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
dermatologi bahan ajar ukmppd pasti lulus.pptx
dermatologi bahan ajar ukmppd pasti lulus.pptxdermatologi bahan ajar ukmppd pasti lulus.pptx
dermatologi bahan ajar ukmppd pasti lulus.pptx
FotocameraM10
 
Kimia Farma Banjarmasin jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Banjarmasin jual obat penggugur kandunganKimia Farma Banjarmasin jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Banjarmasin jual obat penggugur kandungan
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandunganKimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 

Recently uploaded (20)

Sosialisasi Imunisasi HepB Bagi Nakes Tahap II.pptx
Sosialisasi Imunisasi HepB Bagi Nakes Tahap II.pptxSosialisasi Imunisasi HepB Bagi Nakes Tahap II.pptx
Sosialisasi Imunisasi HepB Bagi Nakes Tahap II.pptx
 
[ obat telat datang bulan obat penggugur kandungan Banjarmasin 087776558899 ]
[ obat telat datang bulan obat penggugur kandungan Banjarmasin 087776558899 ][ obat telat datang bulan obat penggugur kandungan Banjarmasin 087776558899 ]
[ obat telat datang bulan obat penggugur kandungan Banjarmasin 087776558899 ]
 
materi skrining epidemiologi epidemiologi
materi skrining epidemiologi epidemiologimateri skrining epidemiologi epidemiologi
materi skrining epidemiologi epidemiologi
 
TEMPAT JUAL OBAT CYTOTEC ASLI DI TANJUNG PINANG 081399993834.pdf
TEMPAT JUAL OBAT CYTOTEC ASLI DI TANJUNG PINANG 081399993834.pdfTEMPAT JUAL OBAT CYTOTEC ASLI DI TANJUNG PINANG 081399993834.pdf
TEMPAT JUAL OBAT CYTOTEC ASLI DI TANJUNG PINANG 081399993834.pdf
 
543763829-Gangguan-Campuran-Anxietas-Depresi-PPT-NT.pdf
543763829-Gangguan-Campuran-Anxietas-Depresi-PPT-NT.pdf543763829-Gangguan-Campuran-Anxietas-Depresi-PPT-NT.pdf
543763829-Gangguan-Campuran-Anxietas-Depresi-PPT-NT.pdf
 
Presentasi Hasil MCU 2023 - RSMU (1).pptx
Presentasi Hasil MCU 2023 - RSMU (1).pptxPresentasi Hasil MCU 2023 - RSMU (1).pptx
Presentasi Hasil MCU 2023 - RSMU (1).pptx
 
Cara Menggugurkan Kandungan atau obat aborsi Situbondo 087776558899
Cara Menggugurkan Kandungan atau obat aborsi Situbondo 087776558899Cara Menggugurkan Kandungan atau obat aborsi Situbondo 087776558899
Cara Menggugurkan Kandungan atau obat aborsi Situbondo 087776558899
 
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandunganKimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
 
Kimia Farma Balikpapan jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Balikpapan jual obat penggugur kandunganKimia Farma Balikpapan jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Balikpapan jual obat penggugur kandungan
 
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janinKimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
 
pengobatan penyakit kusta (morbus hansen)
pengobatan penyakit kusta (morbus hansen)pengobatan penyakit kusta (morbus hansen)
pengobatan penyakit kusta (morbus hansen)
 
PPT PENYULUHAN GIZI SEIMBANG BALITA.pptx
PPT PENYULUHAN GIZI SEIMBANG BALITA.pptxPPT PENYULUHAN GIZI SEIMBANG BALITA.pptx
PPT PENYULUHAN GIZI SEIMBANG BALITA.pptx
 
PRESENTASI KELOMPOK 3 OJT PUS UNMET NEED.pptx
PRESENTASI KELOMPOK 3 OJT PUS UNMET NEED.pptxPRESENTASI KELOMPOK 3 OJT PUS UNMET NEED.pptx
PRESENTASI KELOMPOK 3 OJT PUS UNMET NEED.pptx
 
Bagaimana cara membaca foto rontgen/x-ray
Bagaimana cara membaca foto rontgen/x-rayBagaimana cara membaca foto rontgen/x-ray
Bagaimana cara membaca foto rontgen/x-ray
 
KONSEP PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT) .pptx
KONSEP PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT) .pptxKONSEP PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT) .pptx
KONSEP PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT) .pptx
 
Materi Sosialisasi Kompetensi Kader Kesehatan di Puskesmas materi 25 kompeten...
Materi Sosialisasi Kompetensi Kader Kesehatan di Puskesmas materi 25 kompeten...Materi Sosialisasi Kompetensi Kader Kesehatan di Puskesmas materi 25 kompeten...
Materi Sosialisasi Kompetensi Kader Kesehatan di Puskesmas materi 25 kompeten...
 
dermatologi bahan ajar ukmppd pasti lulus.pptx
dermatologi bahan ajar ukmppd pasti lulus.pptxdermatologi bahan ajar ukmppd pasti lulus.pptx
dermatologi bahan ajar ukmppd pasti lulus.pptx
 
Kimia Farma Banjarmasin jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Banjarmasin jual obat penggugur kandunganKimia Farma Banjarmasin jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Banjarmasin jual obat penggugur kandungan
 
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja.pptx
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja.pptxmateri penyuluhan kesehatan reproduksi remaja.pptx
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja.pptx
 
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandunganKimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
 

Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan

  • 1. REFERAT KANKER KOLOREKTAL Pembimbing: Dr.dr. Koernia Swa Oetomo, SpB.FINACS.FICS(K)Trauma Disusun oleh : Yunita Fadhila Sandy 201210401011050 SMF Bedah RSU Haji Surabaya Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang 2013
  • 2. 2 Definisi Suatu keganasan yang tumbuh di dalam struktur saluran usus besar (kolon) dan atau rektum Alteri R, Bandi P, Brooks D. 2011. Colorectal Cancer Facts & Figures 2011-2013. American Cancer Society
  • 3. 3 Saunders. 2010. Fieldman: Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease 9th ed. Elsevier
  • 4. 4 American Cancer Society. 2013. Colorectal Cancer
  • 5.  Saekum, kolon asenden dan bagian kanan kolon transversum  cabang a. mesenterika superior (a.ileokolika, a. kolika dextra & a. kolika media)  Kolon transversum bagian kiri, kolon desenden, kolon sigmoid dan sebagian besar rektum  a. mesenterika inferior (a.kolika sinistra, a.sigmoid & a. hemoroidalis superior)  Kolon asenden dan kolon transversum  v. mesenterika superior  Kolon desenden, sigmoid dan rektum v. mesenterika inferior. 5 Saunders. 2010. Fieldman: Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease 9th ed. Elsevier
  • 6. Menyerap air, vitamin dan elektrolit Ekskresi mucus Penyimpanan feses & mendorongnya keluar 6 Fisiologi Kolon dan Rektum Riwanto I. Hamami AH. Pieter J. Tjambolang T. Ahmadsyah I. 2010. Bab 37 Usus Halus, Apendiks, Kolon dan Anorektum. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat – de Jong Edisi 3. Jakarta: EGC. Hal : 762-781
  • 7. 7 Epidemiologi Poston G. Tait D. 2011. Colorectal Cancer: Diagnosis and Management of Colorectal Cancer. Dalam NICE Clinical Guidelines. National Institute for Health and Clinical Excellence. Manchester Kejadian kanker terbanyak dunia Indonesia urutan ke-10 (2,75%) setelah kanker lain (leher rahim, payudara, kelenjar getah bening, kulit, nasofaring, ovarium, jaringan lunak, dan tiroid) Sander MA. 2008. Profil Penderita Kanker Kolon dan Rektum di RSUP Hasan Sadikin Bandung
  • 8. 8 Distribusi kanker pada usus besar Poston G. Tait D. 2011. Colorectal Cancer: Diagnosis and Management of Colorectal Cancer. Dalam NICE Clinical Guidelines. National Institute for Health and Clinical Excellence. Manchester
  • 9. 9 Alteri R, Bandi P, Brooks D. 2011. Colorectal Cancer Facts & Figures 2011-2013. American Cancer Society Underwood JCE. 2007. Celuler and Moleculer Event in Carcinogenesis. Dalam General and Sistemic Pathology Fourth Edition. USA: Elsevier
  • 10. Histologi (Cappel MS. 2005) • well-differentiated • moderately well differentiated • poorly differentiated Dukes (Sjamsuhidajat - dJong, 2010)) • A • B • C • D TNM system (American Cancer Society. 2013) • T • N • M 10 Klasifikasi www.cancerresearchuk.org
  • 11. T Tx Tidak bisa mendiskripsikan seberapa jauh tumor primer tumbuh karena informasi yang tidak lengkap Tis Kanker insitu, tumbuh hanya sebatas mukosa tapi tidak mencapai muskularis mukosa T1 Kanker tumbuh sampai lapisan submukosa T2 Kanker tumbuh sampai lapisan muskularis propia T3 Kanker tumbuh sedalam lapisan muskularis propia dan lapisan paling luar dari kolon dan rektum tapi tidak seluruhnya T4 T4a  kanker tumbuh sampai lapisan serosa (biasanya disebut visceral peritoneum), lapisan paling luar pada usus T4b  kanker tumbuh sedalam dinding kolon dan rektum dan dekat atau menginvasi jaringan/organ terdekat N Nx Tidak bisa mendeskripsikan kelenjar limfe karena informasi yang kurang lengkap N0 Tidak ditemukan kanker pada kelenjar limfe terdekat N1 N1 ditemukan sel kanker pada 1-3 kelejar limfe terdekat 1a  ditemukan 1 kelenjar limfe terdekat 1b  ditemukan 2-3 kelenjar limfe terdekat 1c  ditemukan deposit sel kanker dalam jumlah kecil pada lemak sekitar kelenjar limfe N2 N2  ditemukan sel kanker pada 4 atau lebih kelenjar limfe terdekat 2a  ditemukan 4-6 kelenjar limfe terdekat 2b  ditemukan 7 atau lebih kelenjar limfe terdekat M M0 Tidak ada metastasis jauh M1 M1a  metastasis jauh pada 1 organ atau kelompok kelenjar limfe jauh M1b  metastasis jauh lebih dari 1 organ atau kelompok kelenjar limfe jauh, atau menyebar pada daerah yang jauh dari peritonium 11 Klasifikasi berdasarkan Dukes : Dukes A : terbatas di dinding usus Dukes B : menembus lapisan muskularis mukosa Dukes C : metastasis kelenjar limfe C1 : beberapa kelenjar limfe dekat tumor primer C2 : dalam kelenjar limfe jauh Dukes D : metastasis jauh Riwanto I. Hamami AH. Pieter J. Tjambolang T. Ahmadsyah I. 2010. Bab 37 Usus Halus, Apendiks, Kolon dan Anorektum. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat – de Jong Edisi 3. Jakarta: EGC
  • 12. PATOFISIOLOGI Histopatogenesis Hiperplastik P↑tan sel glandular dan penurunan mucus sitoplasmik, tetapi kurangnya jumlah nukleus yang hiperkromatik, stratifikasi &atipik Adenomatosa epithelium displastik  sel-sel tinggi yang tampak hiperkromatik& tersusun tidak beraturan, dengan peningkatan rasio nukleus sitoplasma serta nukleus yang berbentuk cerutu Tipe adenoma  tubuler, vilosa, tubulovilosa 12 Polip tipe adenoma (Underwood JCE. 2007) Cappel MS. 2005. The Pathophysiology, Clinical Presentation, and Diagnosis of Colon Cancer and Adenomatous Polyps. Dalam Medical Clinic of North America 89 (2005) 1–42. Division of Gastroenterology. Department of Medicine. Albert Einstein Medical Center. 5501 Old York Road. Philadelphia. USA: Elsevier
  • 13. 13 Underwood JCE. 2007 (A) sel epitel tunggal yang bertransformasi menjadi sel tumor karena proses karsinogenik. (B) sel abnormal mengalami ploriferasi untuk memproduksi kumpulan sel. (C) proliferasi lebih lanjut membentuk tumor jinak, suatu polip non-invasif yang menonjol keluar dari permukaan mukosa. (D) sel mengalami transformasi lebih lanjut karena perubahan genetik, lesi berubah menjadi ganas (karsinoma). (E,F) lesi ganas yang sudah terbentuk menginvasi pembuluh darah dan kelenjar limfe,
  • 14. TAHAPAN TERBENTUKNYA SEL NEOPLASTIK minimal dibutuhkan 3 perubahan genetik: ekspresi telomerase inaktivasi gen supresor tumor, ekspresi onkogen 14 Underwood JCE. 2007. Celuler and Moleculer Event in Carcinogenesis. Dalam General and Sistemic Pathology Fourth Edition. USA: Elsevier
  • 15. SIGN & SYMTOMS 15 Sign Letak kiri obstruksi >>, kanan < konstipasi, mual, nyeri abdomen dan distensi abdomen, kadang disertain diare intermitten Letak distal pendarahan lebih nyata dibanding letak prox kelemahan seluruh badan, cepat lelah, sesak atau palpitasi Symtoms Anemia defisiensi besi •Koilonychias •Glossitis •Cheilitis Hipoalbumin BU  melemah/meningkat Awal sering asimtomatik Cappel MS. 2005 Riwanto I. Hamami AH. Pieter J. Tjambolang T. Ahmadsyah I. 2010
  • 17. PEMERIKSAAN PENUNJANG 17 Fecal Occult Blood Test (FOBT) • guaiac-based (gFOBT) • immunochemical tests (iFOBT) • Jika (+) disarankan untuk colonoscopy Stool DNA (sDNA) test • Mendeteksi adanya mutasi gen • Jika (+) disarankan untuk colonoscopy Lab Darah • DL • LFT • Tumor marker  CEA, CA 19-9 American Cancer Society. 2013. Colorectal Cancer. Atlanta Georgia Konsentrasi CEA dalam darah (Underwood JCE. 2007)
  • 18. PEMERIKSAAN PENUNJANG 18 Colon in loop Sigmoidoscopy Colonoscopy USG abdomen CT Scan abdomen dengan kontras MRI (Magnetic Resonance Imaging) Foto thorax Positron Emission Tomography (PET) scan Angiography Colon in loop: adenocarcinoma colon assending (Fauci AS. Kasper DL. 2008)
  • 19. 19 Leddin D. Hunt R. Champion M. Cockeram A. 2004. Canadian Association of Gastroenterology and The Canadian Digestive Health Foundation: Guidelines on Colon Cancer Screening. Dalam Can J Gastroenterology Vol 18 No 2 February 2004. Pulsus Group Inc
  • 20. 20 Leddin D. Hunt R. Champion M. Cockeram A. 2004. Canadian Association of Gastroenterology and The Canadian Digestive Health Foundation: Guidelines on Colon Cancer Screening. Dalam Can J Gastroenterology Vol 18 No 2 February 2004. Pulsus Group Inc
  • 22. 22 Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network COL-3
  • 24. 24 COL-6 Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
  • 25. 25 COL-7 Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
  • 27. 27 COL-10 Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
  • 28. 28 COL-11 Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
  • 31. 31 COL-C Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
  • 32. 32 COL-C Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
  • 33. 33 COL-E Benson AB. Arnoletti JP. Chan E. Chen YJ. 2012. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology Colon Cancer Version 2.2012. National Comprehensive Cancer Network
  • 34. TERAPI BEDAH (JUDY H. 2004)  Prinsip terapi bedah :  Reseksi en-blok pada tumor dan organ yang terinvasi  Reseksi terhadap kelenjar getah bening yang berhubungan  Penilaian intraoperatif terhadap liver dan rongga peritoneum 34 Judy H. 2004. Colorectal Cancer: Surgical Intervention. Division of Colorectal Surgery, Department of Surgery, Queen Mary Hospital
  • 35. PILIHAN TERAPI PEMBEDAHAN (JUDY H. 2004)  Polypectomy endoscopy  Eksisi transanal  Reseksi kolon  Laparoskopi vs laparotomi  Colectomy  mengangkat kanker dari jaringan normal  Hemikolectomi kanan  untuk tumor di caecum, kolon assending, fleksura hepatic, dan kolon transversum  Hemikolektomi kiri  untuk tumor di fleksura lienalis dan kolon desenden  Kolektomi sigmoid atau sigmoidectomy  untuk tumor di kolon sigmoid  Colostomy  px dgn perforasi/obstruksi, memungkinkan usus tidak dapat disambung kembali 35
  • 36.  Reseksi rektum  Reseksi abdominoperineal :  Menghilangkan seluruh rektum dan anus  Letaknya sangat rendah &sangat dekat dengan sphingter  Sdh tdk dianjurkan  Pembedahan sphincter  Reseksi anterior  Reseksi anterior bawah 36 Cagir B. Troustle DR. Rectal Cancer. Diakses online pada http://emedicine.medscape.com/article/281237- overview#aw2aab6b2b2
  • 37.  Hartman procedure  Kanker rektum direseksi seperti pembentukan kolostomi, rektum dan anus yang tersisa ditinggal  Eksenterasi panggul  Untuk stadium lanjut sudah invasi organ sekitarnya (♂ kandung kemih, ♀ rahim)  Reseksi en-blok untuk kanker rektum dan organ yang terinvasi dengan atau tanpa anastomosis usus. 37 Judy H. 2004. Colorectal Cancer: Surgical Intervention. Division of Colorectal Surgery, Department of Surgery, Queen Mary Hospital
  • 38.  Evaluasi preoperatif  Terapi preoperatif  kanker stadium lanjut  terapi neoadjuvant kemoterapi sebelum pembedahan  Persiapan preoperatif  Pembatasan diet selama 2-3 hari sebelum operasi. Pasien hanya diperbolehkan minum air putih 1 hari sebelum operasi.  Malam sebelum operasi, pasien diberikan laxative secara oral atau supposituria  Antibiotik profilaksis 38 Judy H. 2004. Colorectal Cancer: Surgical Intervention. Division of Colorectal Surgery, Department of Surgery, Queen Mary Hospital
  • 39. KOMPLIKASI PEMBEDAHAN 39  Komplikasi dari anastomosis (bocor, stenosis)  Pendarahan  Kerusakan struktur sekitar  Peritonitis Judy H. 2004. Colorectal Cancer: Surgical Intervention. Division of Colorectal Surgery, Department of Surgery, Queen Mary Hospital