PEMANFAATAN URINE TERNAK SEBAGAI PUPUK DAN
PESTISIDA ORGANIK CAIR
oleh
Latar Belakang
 Kebutuhan akan bahan pangan
 Intensifikasi pertanian.
◦ semakin kecilnya subsidi pemerintah terhadap sarana produksi
pertanian ( pupuk, pestisida dll).
 Pupuk kimia :
◦ rusaknya struktur tanah
◦ ketergantungan
◦ lahan sukar untuk diolah.
 Budidaya organik cukup signifikan pada tingkat peneliti tetapi
ditingkat petani masih terbatas penerapannya.
 Dalam budidaya organik maka input harus organik (pupuk,
pestisida)
 Teknologi fermentasi mampu menyediakan nutrisi dan
pestisida organik.
 Bahan baku yang digunakan untuk membuat nutrisi juga
merupakan limbah dari peternakan (limbah)..........URINE
Komposisi Unsur Hara pada Limbah Sapi dan
Babi
Ternak Jenis N (%) P2O5 (%) K2O (%) CaO (%) MgO (%)
Babi
Kotoran
padat
3.61 5.54 1.49 4.11 1.56
Urine 32.5 - - - -
Sapi
Kotoran
padat
2.19 1.78 1.76 1.70 0.83
Urine 27.1 Tr 88.6 1.43 1.43
 Pembuatan POC dari urine ternak
bukanlah teknologi yang rumit.
 Teknologi yang digunakan fermentasi
anaerob.
◦ aktivitas mikroorganisme yang
menyebabkan perubahan sifat bahan.
◦ prinsip fermentasi anaerob adalah bahan
limbah organik dihancurkan oleh mikroba
Pengolahan urine ternak menjadi
POC (Versi 1) :
◦ Urine sapi atau babi 5 liter dimasukan kedalam ember.
◦ Saringan yang berisi batu timbul/apung (± 250 gram)
dimasukkan kedalam ember yang berisi urine sapi
◦ Tanah ± 250 gram + humus ± 250 gram dimasukkan
dalam ember yang telah berisi urine sapi atau babi
◦ EM-4 ± 50 ml dimasukan kedalam larutan urine
tersebut
◦ Simpan ditempat yang teduh atau ternaungi selama
30 hari
◦ Larutan diaduk setiap 2 hari sekali
◦ Setelah ± 30 hari pupuk urine kemudian disaring.
◦ Pupuk organik cair siap digunakan.
Pembuatan POC Fermentasi Urine
Sapi versi 2 :
 Empon-empon dihaluskan(@ ½ kg) dan
dimasak sampai mendidih
 Setelah dingin dicampur dengan urine sapi
20 ltr + molase 1 ltr + air rendaman kedelai 1
gelas + air 4 ltr
 Ditutup rapat dan simpan selama 3 minggu
 Setiap hari 2 kali atau tiap pagi dan sore
tutup dibuka dan diaduk
 Cara aplikasi :
◦ 1 ltr POC urine sapi dicampur 10 liter air.
◦ Untuk benih/biji direndam selama semalam.
◦ Untuk bibit perendaman selama maksimal 10
menit.
Pembuatan POC Fermentasi Urine
Sapi versi 3
 EM4 20 ml + molases 50 ml dilarutkan
dalam air 100 ml kemudian dituangkan
ke dalam ember urine
 Empon-empon (@ 0,5 kg) dihancurkan
dan dimasukan ke dalam larutan urine
 Diaduk sampai rata selama 15 menit,
kemudian ember ditutup rapat
 Lakukan pengadukan setiap hari.
 Pengadukan dilakukan selama 3
minggu.
 POC siap diaplikasikan ke tanaman.
 Cara aplikasi POC:
◦ Tanaman semusim dan rumput campur
POC urine + air dengan perbandingan 1 :
2.
 King Grass : Pemakaian dengan disiramkan setiap
setelah rumput diarit.
 Jagung, Ubi/Singkong, Cabe dll
 Disiramkan dan disemprotkan 2 minggu sekali.
◦ Tanaman industri (tanaman baru ditanam
dengan ketinggian rata-rata 80 cm)
 campur POC + air dengan perbandingan 1:1
 disiram dan disemprotkan 2 minggu sekali
Proses pembuatan urine sapi
sebagai pestisida alami
 Urine sapi + tanaman (10:1)
 Empon-emponan halus dicampur dengan urine sapi
 Simpan 4 hari
 Saring dengan kain halus
 Larutan hasil penyaringan disemprotkan ke tanaman
seminggu sekali.
Bibit sawi dan tomat yang diberi pupuk cair organik dari urine sapi
Pemakaian POC urine dalam
budidaya hidroponik
Tanaman sawi yang tidak diberi
pestisida alami dari urine sapi
Tanaman sawi yang diberi pestisida
alami dari urine sapi
Pembuatan POC sumber N
 Masukkan 20 kg kotoran sapi ke dalam
karung dan diikat dengan tali
 Ikatkan kantong berisi kotoran hewan
tersebut ke kayu, sehingga
menggantung dalam drum. Tambahkan
air hingga 200 liter.
 Biarkan kantong kotoran sapi terendam
selama seminggu sambil kantong dinaik-
turunkan setiap hari agar hara teraduk
merata.
 Setelah dua minggu pupuk siap
digunakan
Pembuatan POC sumber P
 1 kg batang pisang diiris tipis-tipis atau
dicacah dan dimasukkan dalam 1 liter
nira
 Atur cacahan batang pisang di dalam
tempayan
 Siramkan sisa nira ke atas tumpukan
cacahan batang pisang
 Tutup rapat tempayan dan biarkan selam
2 minggu hingga cacahan batang pisang
membusuk
 Remas-remas cacahan batang pisang
yang telah membusuk dan saring
Pembuatan POC sumber K
 Cacah sabut kelapa sebanyak 5 kg
dan masukkan dalam drum yang
berisi 100 liter air. Tutup rapat-rapat
drum
 Diamkan selama 2 minggu sampai air
rendaman berwarna cokelat
kehitaman, kemudian saring.
Aplikasi POC sumber N, P, K
 POC sumber hara N dicampur urine
sapi (1:1) dilarutkan dalam 10 liter air
lalu disiram ke perakaran tanaman
seminggu sekali.
 POC sumber P dan K dicampurkan
kedalam air (1 : 1 : 10). Larutan
campuran disemprotkan atau
disiramkan ke tanaman seminggu
sekali.
Aplikasi POC sumber N, P, K
 POC sumber hara N dicampur urine
sapi (1:1) dilarutkan dalam 10 liter air
lalu disiram ke perakaran tanaman
seminggu sekali.
 POC sumber P dan K dicampurkan
kedalam air (1 : 1 : 10). Larutan
campuran disemprotkan atau
disiramkan ke tanaman seminggu
sekali.
Pupuk Organik Cair.ppt

Pupuk Organik Cair.ppt

  • 1.
    PEMANFAATAN URINE TERNAKSEBAGAI PUPUK DAN PESTISIDA ORGANIK CAIR oleh
  • 2.
    Latar Belakang  Kebutuhanakan bahan pangan  Intensifikasi pertanian. ◦ semakin kecilnya subsidi pemerintah terhadap sarana produksi pertanian ( pupuk, pestisida dll).  Pupuk kimia : ◦ rusaknya struktur tanah ◦ ketergantungan ◦ lahan sukar untuk diolah.  Budidaya organik cukup signifikan pada tingkat peneliti tetapi ditingkat petani masih terbatas penerapannya.  Dalam budidaya organik maka input harus organik (pupuk, pestisida)  Teknologi fermentasi mampu menyediakan nutrisi dan pestisida organik.  Bahan baku yang digunakan untuk membuat nutrisi juga merupakan limbah dari peternakan (limbah)..........URINE
  • 3.
    Komposisi Unsur Harapada Limbah Sapi dan Babi Ternak Jenis N (%) P2O5 (%) K2O (%) CaO (%) MgO (%) Babi Kotoran padat 3.61 5.54 1.49 4.11 1.56 Urine 32.5 - - - - Sapi Kotoran padat 2.19 1.78 1.76 1.70 0.83 Urine 27.1 Tr 88.6 1.43 1.43
  • 4.
     Pembuatan POCdari urine ternak bukanlah teknologi yang rumit.  Teknologi yang digunakan fermentasi anaerob. ◦ aktivitas mikroorganisme yang menyebabkan perubahan sifat bahan. ◦ prinsip fermentasi anaerob adalah bahan limbah organik dihancurkan oleh mikroba
  • 5.
    Pengolahan urine ternakmenjadi POC (Versi 1) : ◦ Urine sapi atau babi 5 liter dimasukan kedalam ember. ◦ Saringan yang berisi batu timbul/apung (± 250 gram) dimasukkan kedalam ember yang berisi urine sapi ◦ Tanah ± 250 gram + humus ± 250 gram dimasukkan dalam ember yang telah berisi urine sapi atau babi ◦ EM-4 ± 50 ml dimasukan kedalam larutan urine tersebut ◦ Simpan ditempat yang teduh atau ternaungi selama 30 hari ◦ Larutan diaduk setiap 2 hari sekali ◦ Setelah ± 30 hari pupuk urine kemudian disaring. ◦ Pupuk organik cair siap digunakan.
  • 6.
    Pembuatan POC FermentasiUrine Sapi versi 2 :  Empon-empon dihaluskan(@ ½ kg) dan dimasak sampai mendidih  Setelah dingin dicampur dengan urine sapi 20 ltr + molase 1 ltr + air rendaman kedelai 1 gelas + air 4 ltr  Ditutup rapat dan simpan selama 3 minggu  Setiap hari 2 kali atau tiap pagi dan sore tutup dibuka dan diaduk  Cara aplikasi : ◦ 1 ltr POC urine sapi dicampur 10 liter air. ◦ Untuk benih/biji direndam selama semalam. ◦ Untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit.
  • 7.
    Pembuatan POC FermentasiUrine Sapi versi 3  EM4 20 ml + molases 50 ml dilarutkan dalam air 100 ml kemudian dituangkan ke dalam ember urine  Empon-empon (@ 0,5 kg) dihancurkan dan dimasukan ke dalam larutan urine  Diaduk sampai rata selama 15 menit, kemudian ember ditutup rapat  Lakukan pengadukan setiap hari.  Pengadukan dilakukan selama 3 minggu.  POC siap diaplikasikan ke tanaman.
  • 8.
     Cara aplikasiPOC: ◦ Tanaman semusim dan rumput campur POC urine + air dengan perbandingan 1 : 2.  King Grass : Pemakaian dengan disiramkan setiap setelah rumput diarit.  Jagung, Ubi/Singkong, Cabe dll  Disiramkan dan disemprotkan 2 minggu sekali. ◦ Tanaman industri (tanaman baru ditanam dengan ketinggian rata-rata 80 cm)  campur POC + air dengan perbandingan 1:1  disiram dan disemprotkan 2 minggu sekali
  • 9.
    Proses pembuatan urinesapi sebagai pestisida alami  Urine sapi + tanaman (10:1)  Empon-emponan halus dicampur dengan urine sapi  Simpan 4 hari  Saring dengan kain halus  Larutan hasil penyaringan disemprotkan ke tanaman seminggu sekali.
  • 10.
    Bibit sawi dantomat yang diberi pupuk cair organik dari urine sapi
  • 11.
    Pemakaian POC urinedalam budidaya hidroponik
  • 12.
    Tanaman sawi yangtidak diberi pestisida alami dari urine sapi Tanaman sawi yang diberi pestisida alami dari urine sapi
  • 13.
    Pembuatan POC sumberN  Masukkan 20 kg kotoran sapi ke dalam karung dan diikat dengan tali  Ikatkan kantong berisi kotoran hewan tersebut ke kayu, sehingga menggantung dalam drum. Tambahkan air hingga 200 liter.  Biarkan kantong kotoran sapi terendam selama seminggu sambil kantong dinaik- turunkan setiap hari agar hara teraduk merata.  Setelah dua minggu pupuk siap digunakan
  • 14.
    Pembuatan POC sumberP  1 kg batang pisang diiris tipis-tipis atau dicacah dan dimasukkan dalam 1 liter nira  Atur cacahan batang pisang di dalam tempayan  Siramkan sisa nira ke atas tumpukan cacahan batang pisang  Tutup rapat tempayan dan biarkan selam 2 minggu hingga cacahan batang pisang membusuk  Remas-remas cacahan batang pisang yang telah membusuk dan saring
  • 15.
    Pembuatan POC sumberK  Cacah sabut kelapa sebanyak 5 kg dan masukkan dalam drum yang berisi 100 liter air. Tutup rapat-rapat drum  Diamkan selama 2 minggu sampai air rendaman berwarna cokelat kehitaman, kemudian saring.
  • 16.
    Aplikasi POC sumberN, P, K  POC sumber hara N dicampur urine sapi (1:1) dilarutkan dalam 10 liter air lalu disiram ke perakaran tanaman seminggu sekali.  POC sumber P dan K dicampurkan kedalam air (1 : 1 : 10). Larutan campuran disemprotkan atau disiramkan ke tanaman seminggu sekali.
  • 17.
    Aplikasi POC sumberN, P, K  POC sumber hara N dicampur urine sapi (1:1) dilarutkan dalam 10 liter air lalu disiram ke perakaran tanaman seminggu sekali.  POC sumber P dan K dicampurkan kedalam air (1 : 1 : 10). Larutan campuran disemprotkan atau disiramkan ke tanaman seminggu sekali.