Mata Kuliah:
Human Behavior & Social Environment
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD
2010
Development ≠ Growth Gejala = Perubahan
Growth = Perubahan yang menyangkut segi kuantitatif.
Ct : Peningkatan dalam ukuran struktur fisik dapat
diukur
Development = menyangkut segi kuantitatif & kualitatif
Merupakan suatu rangkaian perubahan yang bersifat
progresif teratur berkesinambungan & akumulatif.
Beberapa prinsip perkembangan
1. Merupakan hasil interaksi antara maturasi dan
belajar
Maturasi = kesiapan yang dimiliki anak dan diperoleh
dari dalam dirinya.
Belajar = didapat dari luar diri, berhubungan dg lingk
dimana ia berada melalui:
Imitasi, identifikasi, latihan & trial &error
Beberapa prinsip perkembangan
2. Pola-pola perkembangan dapat bersifat umum dan
khusus
Pola perkembangan umum: Adanya dasar-dasar, pola-
pola yg berlaku umum sesuai dengan jenisnya.
Pola perkembangan khusus: Berlaku karena adanya
perbedaan individual, terdapat beberapa
karakteristik, yaitu 
Lanjutan...
a. Pola perk. Memp. Persamaan dan dpt diramalkan, mis: Perk
fisik Dua hukum yg berlaku dalam pertumbuhan fisik, yaitu
(1) Cephalocaudal : Perk. Yg dimulai dari kepala ke
arah kaki (2) Proximodistal : Perk. Yg dimulai dari tengah
mengarah ke samping
b. Perk. Terjadi dari umum ke khusus, ct: reaksi takut pada bayi.
Sehingga terjadi suatu differensiasi = pengkhususan &
penghalusan dari fungsi-fungsi psikologik
c. Perk. Berjalan secara kontinyu dan diskontinyu
Kontinuitas = Perubahan-perubahan yang terjadi secara terus
menerus dari tahapan satu ke tahap-tahap berikutnya dengan
cara-cara yang sama (menyangkut perubahan kuantitatif)
Diskontinuitas = Perubahan yang terjadi tampak sebagai
perubahan seolah-olah terpotong pada tahap-tahap
berikutnya (menyangkut perubahan kualitatif)
Lanjutan .....
3. Ada perbedaan individual dalam perkembangan
Karena adanya interaksi antara faktor dalam diri
individu (potensi) dan dari luar diri (mis :
lingkungan rumah yang menyebabkan perbedaan
dalam pola asuhan,dst), termasuk lingkungan
kebudayaan.
Lanjutan...
4. Ada periode-periode dalam pola perkembangan
Hurlock, perkembangan terbagi atas :
1. Periodepre natal (dari konsepsi – 9 bulan dalam
kandungan)
2. Periode infancy (lahir – 2 minggu)
3. Periode bayi (3 minggu- 2 tahun)
4. Periode anak ( 2 tahun – 11/12 tahun)
5. Periode remaja ( 12 – 21 tahun)
6. Periode dewasa (21 – 60 tahun)
7. Periode tua ( 60 tahun – mati)
Lanjutan ....
Setiap periode mempunyai ciri-ciri tersendiri yang
memberi keunikan pada periode tersebut
Dalam periode perkembangan tersebut beberapa
periode ditandai oleh adanya suatu “equilibrium” dan
periode lain ditandai oleh adanya suatu “disequilibrium”
Pada equilibrium, individu dapat menyesuaikan diri
dengan lingkungan, pada disequilibrium sulit individu
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Lanjutan...
5. Ada tugas-tugas perkembangan pada setiap periode
perkembangan.
Tugas perkembangan : Tugas-tugas yang harus
dipenuhi oleh individu dalam suatu periode
perkembangan tertentu.
Merupakan kecakapan-kecakapan dan pola-pola
tingkah laku tertentu yang merupakan harapan dari
suatu masyarakat dalam kebudayaan tertentu.
Lanjutan ...
6. Setiap area /aspek perkembangan memiliki potensi
“berbahaya” yang bersifat fisik , psikologik.
Misal pada masa prenatal :
-Fisik ; perkembangan yang tidak seimbang, keguguran,
atau pada aspek motorik: kaku, perkembangan yang
terlambat karena kerusakan otak
-Psikologik; maternal stres
Periode Prenatal
Dimulai dari saat konsepsi dan berakhir pada saat
kelahiran ( 9 bulan).
Terdapat 4 hal penting yang menentukan kehidupan
individu
1. Penentuan bakat pembawaan
2. Menentukan jenis kelamin
3. jumlah anak yang dilahirkan
4. Posisi anak
lanjutan periode prenatal
Periode singkat, tapi penting karena :
1. Bakat/pembawaan yang ditentukan pada saat
konsepsi akan menjadi dasar bagi perkembangan
selanjutnya ditentukan pada periode ini.
2. Kondisi ibu sangat mempengaruhi perkembangan
janin
3. Pada periode ini terjadi perkembangan yang lebih
cepat dibandingkan periode-periode kehidupan lainnya
4. Pada saat ini calon orang tua menentukan sikapnya
terhadap anak yang akan lahir.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
1. Usia ibu
2. Makanan ibu
3. Keadaan emosi ibu
4. Obat-obatan
5. Sinar rontgen (x -ray)
6. Penyakit yang diderita
Saat Kelahiran
Biasanya setelah berada dalam kandungan lebih
kurang 9 bulan (280 hari) sesudah konsepsi.
Lahir 2 minggu lebih dini = bayi premature
Lahir 2 minggu lebih lama/ terlambat = bayi postmature
BENTUK-BENTUK KELAHIRAN
Kelahiran spontan
Kelahiran sungsang
Kelahiran melintang
Kelahiran dengan instrumen/alat
Kelahiran dengan operasi
Periode Infancy
Merupakan periode yang paling pendek, merupakan
periode penyesuaian diri.
Karakteristik :
1. Merupakan periode penyesuaian yang radikal
- perubahan suhu udara
- pernafasan
- pengisapan & menelan
- pembuangan
Dampak penyesuaian
Berat badan menurun
Tingkah laku yang tidak teratur
Angka kematian tinggi
Lanjutan...
2. Periode ini merupaka suatu plateau/ dataran dalam
perkembangan
3. Merupakan periode yang berbahaya, mempunyai
kerawanan-kerawanan fisik dan psikhis
Periode bayi
Karakteristik :
1. Merupakan periode pertumbuhan dari
perkembangan yang cepat
2. Dimulainya “melepaskan diri dari ketergantungan
kepada orang lain”
3. Merupakan dasar
4.Merupakan “usia berbahaya”
5. Merupakan usia menarik/lucu
Tugas-tugas perkembangan
Belajar berjalan
Belajar makan makanan padat
Belajar buang air besar & buang air kecil
Belajar bicara
Belajar membuat hubungan emosional dengan orang
tua dan anggota keluarga lainnya.
Periode Anak
Periode ini terbagi dua :
1. Periode anak awal/ early childhood (2 – 6 tahun)
Menurut orang tua: merupakan “problem
age/troublesome age
Menurut guru : usia pra sekolah
Menurut psikolog : usia pra anak gang/ eksplorasi
2. Periode anak akhir/ late childhood (6/7 – 12/13
tahun), menurut : guru ; periode anak usia sekolah.
Menurut psikolog : gang age
Tugas-tugas perkembangan
Periode anak awal
1.Penyempurnaan pemahaman tentang konsep-
konsep sosial, benar & salah, dst.
2.Belajar membuat hubungan emosional yang makin
matang dengan lingkungab sosial baik di rumah/ di
luar.
Tugas-tugas perkembangan
Periode anak akhir
1. Makin mengembangkan ketrampilan motorik : otot
halus dan otot kasar
2. Mengembangkan konsep-konsep tentang lingkungan
sekitar
3. Tingkah laku moral dan menerima nilai lingkungan
4. Bekerja sama dengan teman sebaya
5. Memainkan peran sesuai dengan jenis kelamin
6. Mengendalikan reaksi-reaksi emosional sesuai dengan
harapan lingkungan sosial
7. Belajar menjadi individu yang mampu berdiri sendiri
Periode Pubertas
Merupakan periode remaja awal
Ditandai dengan perubahan dalam penampilan fisik
dan fungsi fisiologik yang memungkinkan mereka
mempunyai bentuk dan fungsi tubuh sesuai dengan
jenis kelaminnya.
Perubahan dalam bentuk fisik karakteristik seks
sekunder.
Perubahan fungsi fisiologik berhubungan dengan
kematangan seks primer berhubungan dengan
reproduksi
Kriteria pubertas
Nocturnal emission
Menarche
Kondisi penyebab : dikendalikan oleh kelenjar
pituitari (kelenjar endokrin yang terletak pada dasar
otak) yang menghasilkan :
1. hormon pertumbuhan
2. hormon gonadotropik
Karakteristik phase pubertas
Periode tumpang tindih dan singkat (1-3 tahun
sebelum periode anak berakhir dan 1-2 tahun pada
permulaan remaja). Singkat: terjadi dalam kurun 2 –
4 tahun
Merupakan masa pertumbuhan yang sangat cepat
yang menyebabkan kebingungan, perasaan
inadequate & insecure
Merupakan phase negatif.
Phase = karena terjadi dalam jangka waktu pendek
Negatif = dianggap menentang lingkungan
Hazzards & dev task
Yang berhubungan dengan segi fisik
Berhubungan denga segi psikologik
Tugas perkembangan:
1. menerima perubahan tubuh
2. menerima peran sesuai dengan jenis kelamin
Periode Remaja
Istilah : adolescence
Merupakan suatu periode peralihan dari periode anak
ke periode dewasa
Karakteristik (Hurlock)
Karena merupakan periode peralihan maka
mengalami : transisi dalam segi : fisik, kehidupan
emosi, sosial, pemahaman & nilai-nilai moral
Merupakan periode yang tidak realistik
Merupakan “ambang pintu” ke periode dewasa
Developmetal task
Menerima keadaan diri dan penampilan
Membentuk hubungan dengan teman sebaya secara
dewasa
Mengembangkan kemampuan sendiri baik secara
emosional/ekonomi
Mengembangkan tanggung jawab sosial
Mengembangkan kemampuan dan keterampilan
intelektual untuk hidup bermasyarakat dan masa depan
Mempersiapkan diri untuk hidup berkeluarga
Mencapai nilai-nilai kedewasaan
hazzards
Yang berhubungan dengan segi fisik adalah kematian
karena kecelakaan atau bunuh diri
Yang berhubungan dengan psikologis yaitu
dialaminya kegagalan dalam menjalani transisi
menuju periode dewasa
Periode dewasa awal (18- 40)
Merupakan periode yang terpanjang, khas, berbeda
dan terberat : dihadapkan pada pola hidup yang baru
dan harapan-harapan sosial yang baru. Hurlock
membagi :
Periode dewasa awal 18 – 40
Periode dewasa madya 40 -60
Periode dewasa akhir 60 - mati
Karakterisitik
Merupakan periode pemantapan/pengendapan dalam bidang : kerja
dan kehidupan keluarga
Merupakan usia “reproduktif”
Merupakan “problem age”
Periode penuh ketegangan emosional
Periode “isolasi sosial”
Merupakan saat untuk memenuhi tanggung jawab (commitments)
Periode ketergantungan
Periode perubahan nilai
Masa penyesuaian diri terhadap gaya hidup baru
Usia “kreatif”
Dev.task
Mulai memilih suatu pekerjaan
Memilih teman hidup
Belajar hidup dalam perkawinan dengan pasangan
Mulai membentuk keluarga
Mengurus rumah tangga dan anak
Memikul tanggung jawab sosial
Mendapatkan kelompok sosial yang
hazzards (sosial dan pribadi)
Pribadi :
Kerawanan di bidang hubungan sosial
Kerawanan di bidang sex role
Sosial :
Kerawanan di bidang fisik
Kerawanan di bidang agama
Periode dewasa madya
Periode ini ditandai dengan munculnya perubahan-
perubahan jasmaniah/fisik dan mental, demikian pula
diakhiri dengan hal-hal tersebut. Pada usia 60 tahun
biasanya terjadi penurunan kekuatan/tenaga yang
sering diikuti dengan berkurangnya kewaspadaan
mental.
Karakteristik dewasa madya
Merupakan usia yang menakutkan
Merupakan masa transisi
Merupakan saat menderita stres (time of stress). Menurut Marmor
ada 4 kategori stres, yaitu : somatik, budaya, ekonomi, dan psikologik
Merupakan usia yang membahayakan (dangerous age)
Merupakan usia yang ‘canggung’ (awkward age)
Merupakan masa berprestasi (time of achievement)
Merupakan masa evaluasi (time of evaluation)
Merupakan masa kebosanan (time of boredom)
Merupakan masa “rumah menjadi kosong’ (empty nest)
Dev task. dewasa madya
Mencapai tanggung jawab sosial sebagai orang dewasa dan sebagai
warga negara
Membimbing anak-anaknya yang remaja untuk menjadi orang dewasa
yang bertanggung jawab
Mengembangkan aktivitas untuk mengisi waktu luang
Mengikatkan diri pada suami/isteri sebagai pribadi
Menerima & menyesuaikan diri terhadap perubahan fisiologik masa
dewasa madya
Mencapai & memperthankan prestasi yang memuaskan dalam karir
pekerjaannya
Menyesuaikan diri terhadap orang tua yang lanjut usia
Kerawanan pribadi
Keyakinan tradisional ( Traditional belief)
Pengagungan terhadap masa muda
Perubahan peran
Perubahan minat
Simbol status
Aspirasi/cita-cita yang tidak realistik
Kerawanan sosial
Penyesuaian yang buruk pada masa dewasa madya
merupakan hal yang rawan oleh karena
bertambahnya usia, baik wanita maupun pria harus
lebih banyak mengadakan kontak denga orang lain di
luar rumah, terutama bila, anak-anak telah keluar
dari rumah, pasangan hidup telah meninggal. Apabila
tugas perkembangan dalam mencapai tanggung jawab
sosial sebagai orang dewasa tidak tercapai, mereka
cenderung merasa kesepian dan tidak bahagia dimasa
tuanya serta merasa sudah terlambat untuk
mengadakan penyesuaian sosial yang baik.
Periode dewasa akhir
Disebut juga masa tua. Gejala-gejala fisik dan mental
dari ketuaan baru nampak setelah menginjak usia 65
tahun. Oleh karena itu ada kecanderungan untuk
menetapkan usia 65 tahun sebagai awal periode usia
tua/lanjut.
Karakteristik usia lanjut
Merupakan periode penurunan (kemunduran)
Ada perbedaan individual dalam efek ketuaan
Banyak terdapat stereotip-stereotip
Sikap sosial terhadap usia lanjut
Usia lanjut mempunyai status kelompok minoritas
Usia lanjut diikuti dengan perubahan-perubahan
peran
Penyesuaian diri yang tidak baik
Ada keinginan untuk “peremajaan diri”
Dev.task usia lanjut
Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan fisik dan
kesehatan
Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan penurunan
penghasilan
Menyesuaikan diri terhadap kematian pasangan hidupnya
Mengadakan hubungan yang eksplisit dengan anggota
kelompok usianya
Mengatur dan membuat lingkungan fisik agar hidup
menjadi memuaskan
Menyesuaikan diri terhadap peran sosial secara fleksibel
Kerawanan pribadi periode
dewasa akhir
Orang lanjut usia umumnya megalami gangguan
pada metabolisme, peredaran darah, rematik,
hipertensi, gangguan mental, gangguan penglihatan
dan pendengaran, tumor, dan lain-lain.
Disamping gangguan/kerawanan yang nyata, sering
pula timbul ‘penyakit’ yang tidak riil (hanya dalam
bayangan), banyak keluhan-keluhan fisik dan
membicarakan keluhan-keluhannya kepada para
dokter, yang pada dasarnya ingin mendapatkan
perhatian.
Kerawanan sosial dewasa tua
Menerima adanya anggapan atau stereotip tentang usia lanjut yang
diberikan oleh masyarakat.
Perasaan tak berdaya dan inferior yang disebabkan oleh perubahan
fisik dan penurunan daya tarik, membuat mereka susah mengadakan
komunikasi
Tidak mau melepaskan atau mengganti gaya hidup yang lama
Menarik diri dari aktivitas-aktivitas yang bersifat kompetitif terlebih
dengan kaum muda
Perasaan bersalah karena tidak menyumbangkan tenaga lagi bagi
masyarakat
Pendapatan yang berkurang, mengurangi mobilitas
Merasa terisolir karena kurang kontak sosial sehingga berpengaruh
pada penyesuaian pribadi dan sosialnya.

Prinsip prinsip perkembangan[1]

  • 1.
    Mata Kuliah: Human Behavior& Social Environment Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD 2010
  • 2.
    Development ≠ GrowthGejala = Perubahan Growth = Perubahan yang menyangkut segi kuantitatif. Ct : Peningkatan dalam ukuran struktur fisik dapat diukur Development = menyangkut segi kuantitatif & kualitatif Merupakan suatu rangkaian perubahan yang bersifat progresif teratur berkesinambungan & akumulatif.
  • 3.
    Beberapa prinsip perkembangan 1.Merupakan hasil interaksi antara maturasi dan belajar Maturasi = kesiapan yang dimiliki anak dan diperoleh dari dalam dirinya. Belajar = didapat dari luar diri, berhubungan dg lingk dimana ia berada melalui: Imitasi, identifikasi, latihan & trial &error
  • 4.
    Beberapa prinsip perkembangan 2.Pola-pola perkembangan dapat bersifat umum dan khusus Pola perkembangan umum: Adanya dasar-dasar, pola- pola yg berlaku umum sesuai dengan jenisnya. Pola perkembangan khusus: Berlaku karena adanya perbedaan individual, terdapat beberapa karakteristik, yaitu 
  • 5.
    Lanjutan... a. Pola perk.Memp. Persamaan dan dpt diramalkan, mis: Perk fisik Dua hukum yg berlaku dalam pertumbuhan fisik, yaitu (1) Cephalocaudal : Perk. Yg dimulai dari kepala ke arah kaki (2) Proximodistal : Perk. Yg dimulai dari tengah mengarah ke samping b. Perk. Terjadi dari umum ke khusus, ct: reaksi takut pada bayi. Sehingga terjadi suatu differensiasi = pengkhususan & penghalusan dari fungsi-fungsi psikologik c. Perk. Berjalan secara kontinyu dan diskontinyu Kontinuitas = Perubahan-perubahan yang terjadi secara terus menerus dari tahapan satu ke tahap-tahap berikutnya dengan cara-cara yang sama (menyangkut perubahan kuantitatif) Diskontinuitas = Perubahan yang terjadi tampak sebagai perubahan seolah-olah terpotong pada tahap-tahap berikutnya (menyangkut perubahan kualitatif)
  • 6.
    Lanjutan ..... 3. Adaperbedaan individual dalam perkembangan Karena adanya interaksi antara faktor dalam diri individu (potensi) dan dari luar diri (mis : lingkungan rumah yang menyebabkan perbedaan dalam pola asuhan,dst), termasuk lingkungan kebudayaan.
  • 7.
    Lanjutan... 4. Ada periode-periodedalam pola perkembangan Hurlock, perkembangan terbagi atas : 1. Periodepre natal (dari konsepsi – 9 bulan dalam kandungan) 2. Periode infancy (lahir – 2 minggu) 3. Periode bayi (3 minggu- 2 tahun) 4. Periode anak ( 2 tahun – 11/12 tahun) 5. Periode remaja ( 12 – 21 tahun) 6. Periode dewasa (21 – 60 tahun) 7. Periode tua ( 60 tahun – mati)
  • 8.
    Lanjutan .... Setiap periodemempunyai ciri-ciri tersendiri yang memberi keunikan pada periode tersebut Dalam periode perkembangan tersebut beberapa periode ditandai oleh adanya suatu “equilibrium” dan periode lain ditandai oleh adanya suatu “disequilibrium” Pada equilibrium, individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, pada disequilibrium sulit individu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  • 9.
    Lanjutan... 5. Ada tugas-tugasperkembangan pada setiap periode perkembangan. Tugas perkembangan : Tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh individu dalam suatu periode perkembangan tertentu. Merupakan kecakapan-kecakapan dan pola-pola tingkah laku tertentu yang merupakan harapan dari suatu masyarakat dalam kebudayaan tertentu.
  • 10.
    Lanjutan ... 6. Setiaparea /aspek perkembangan memiliki potensi “berbahaya” yang bersifat fisik , psikologik. Misal pada masa prenatal : -Fisik ; perkembangan yang tidak seimbang, keguguran, atau pada aspek motorik: kaku, perkembangan yang terlambat karena kerusakan otak -Psikologik; maternal stres
  • 11.
    Periode Prenatal Dimulai darisaat konsepsi dan berakhir pada saat kelahiran ( 9 bulan). Terdapat 4 hal penting yang menentukan kehidupan individu 1. Penentuan bakat pembawaan 2. Menentukan jenis kelamin 3. jumlah anak yang dilahirkan 4. Posisi anak
  • 12.
    lanjutan periode prenatal Periodesingkat, tapi penting karena : 1. Bakat/pembawaan yang ditentukan pada saat konsepsi akan menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya ditentukan pada periode ini. 2. Kondisi ibu sangat mempengaruhi perkembangan janin 3. Pada periode ini terjadi perkembangan yang lebih cepat dibandingkan periode-periode kehidupan lainnya 4. Pada saat ini calon orang tua menentukan sikapnya terhadap anak yang akan lahir.
  • 13.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi 1.Usia ibu 2. Makanan ibu 3. Keadaan emosi ibu 4. Obat-obatan 5. Sinar rontgen (x -ray) 6. Penyakit yang diderita
  • 14.
    Saat Kelahiran Biasanya setelahberada dalam kandungan lebih kurang 9 bulan (280 hari) sesudah konsepsi. Lahir 2 minggu lebih dini = bayi premature Lahir 2 minggu lebih lama/ terlambat = bayi postmature
  • 15.
    BENTUK-BENTUK KELAHIRAN Kelahiran spontan Kelahiransungsang Kelahiran melintang Kelahiran dengan instrumen/alat Kelahiran dengan operasi
  • 16.
    Periode Infancy Merupakan periodeyang paling pendek, merupakan periode penyesuaian diri. Karakteristik : 1. Merupakan periode penyesuaian yang radikal - perubahan suhu udara - pernafasan - pengisapan & menelan - pembuangan
  • 17.
    Dampak penyesuaian Berat badanmenurun Tingkah laku yang tidak teratur Angka kematian tinggi
  • 18.
    Lanjutan... 2. Periode inimerupaka suatu plateau/ dataran dalam perkembangan 3. Merupakan periode yang berbahaya, mempunyai kerawanan-kerawanan fisik dan psikhis
  • 19.
    Periode bayi Karakteristik : 1.Merupakan periode pertumbuhan dari perkembangan yang cepat 2. Dimulainya “melepaskan diri dari ketergantungan kepada orang lain” 3. Merupakan dasar 4.Merupakan “usia berbahaya” 5. Merupakan usia menarik/lucu
  • 20.
    Tugas-tugas perkembangan Belajar berjalan Belajarmakan makanan padat Belajar buang air besar & buang air kecil Belajar bicara Belajar membuat hubungan emosional dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya.
  • 21.
    Periode Anak Periode initerbagi dua : 1. Periode anak awal/ early childhood (2 – 6 tahun) Menurut orang tua: merupakan “problem age/troublesome age Menurut guru : usia pra sekolah Menurut psikolog : usia pra anak gang/ eksplorasi 2. Periode anak akhir/ late childhood (6/7 – 12/13 tahun), menurut : guru ; periode anak usia sekolah. Menurut psikolog : gang age
  • 22.
    Tugas-tugas perkembangan Periode anakawal 1.Penyempurnaan pemahaman tentang konsep- konsep sosial, benar & salah, dst. 2.Belajar membuat hubungan emosional yang makin matang dengan lingkungab sosial baik di rumah/ di luar.
  • 23.
    Tugas-tugas perkembangan Periode anakakhir 1. Makin mengembangkan ketrampilan motorik : otot halus dan otot kasar 2. Mengembangkan konsep-konsep tentang lingkungan sekitar 3. Tingkah laku moral dan menerima nilai lingkungan 4. Bekerja sama dengan teman sebaya 5. Memainkan peran sesuai dengan jenis kelamin 6. Mengendalikan reaksi-reaksi emosional sesuai dengan harapan lingkungan sosial 7. Belajar menjadi individu yang mampu berdiri sendiri
  • 24.
    Periode Pubertas Merupakan perioderemaja awal Ditandai dengan perubahan dalam penampilan fisik dan fungsi fisiologik yang memungkinkan mereka mempunyai bentuk dan fungsi tubuh sesuai dengan jenis kelaminnya. Perubahan dalam bentuk fisik karakteristik seks sekunder. Perubahan fungsi fisiologik berhubungan dengan kematangan seks primer berhubungan dengan reproduksi
  • 25.
    Kriteria pubertas Nocturnal emission Menarche Kondisipenyebab : dikendalikan oleh kelenjar pituitari (kelenjar endokrin yang terletak pada dasar otak) yang menghasilkan : 1. hormon pertumbuhan 2. hormon gonadotropik
  • 26.
    Karakteristik phase pubertas Periodetumpang tindih dan singkat (1-3 tahun sebelum periode anak berakhir dan 1-2 tahun pada permulaan remaja). Singkat: terjadi dalam kurun 2 – 4 tahun Merupakan masa pertumbuhan yang sangat cepat yang menyebabkan kebingungan, perasaan inadequate & insecure Merupakan phase negatif. Phase = karena terjadi dalam jangka waktu pendek Negatif = dianggap menentang lingkungan
  • 27.
    Hazzards & devtask Yang berhubungan dengan segi fisik Berhubungan denga segi psikologik Tugas perkembangan: 1. menerima perubahan tubuh 2. menerima peran sesuai dengan jenis kelamin
  • 28.
    Periode Remaja Istilah :adolescence Merupakan suatu periode peralihan dari periode anak ke periode dewasa
  • 29.
    Karakteristik (Hurlock) Karena merupakanperiode peralihan maka mengalami : transisi dalam segi : fisik, kehidupan emosi, sosial, pemahaman & nilai-nilai moral Merupakan periode yang tidak realistik Merupakan “ambang pintu” ke periode dewasa
  • 30.
    Developmetal task Menerima keadaandiri dan penampilan Membentuk hubungan dengan teman sebaya secara dewasa Mengembangkan kemampuan sendiri baik secara emosional/ekonomi Mengembangkan tanggung jawab sosial Mengembangkan kemampuan dan keterampilan intelektual untuk hidup bermasyarakat dan masa depan Mempersiapkan diri untuk hidup berkeluarga Mencapai nilai-nilai kedewasaan
  • 31.
    hazzards Yang berhubungan dengansegi fisik adalah kematian karena kecelakaan atau bunuh diri Yang berhubungan dengan psikologis yaitu dialaminya kegagalan dalam menjalani transisi menuju periode dewasa
  • 32.
    Periode dewasa awal(18- 40) Merupakan periode yang terpanjang, khas, berbeda dan terberat : dihadapkan pada pola hidup yang baru dan harapan-harapan sosial yang baru. Hurlock membagi : Periode dewasa awal 18 – 40 Periode dewasa madya 40 -60 Periode dewasa akhir 60 - mati
  • 33.
    Karakterisitik Merupakan periode pemantapan/pengendapandalam bidang : kerja dan kehidupan keluarga Merupakan usia “reproduktif” Merupakan “problem age” Periode penuh ketegangan emosional Periode “isolasi sosial” Merupakan saat untuk memenuhi tanggung jawab (commitments) Periode ketergantungan Periode perubahan nilai Masa penyesuaian diri terhadap gaya hidup baru Usia “kreatif”
  • 34.
    Dev.task Mulai memilih suatupekerjaan Memilih teman hidup Belajar hidup dalam perkawinan dengan pasangan Mulai membentuk keluarga Mengurus rumah tangga dan anak Memikul tanggung jawab sosial Mendapatkan kelompok sosial yang
  • 35.
    hazzards (sosial danpribadi) Pribadi : Kerawanan di bidang hubungan sosial Kerawanan di bidang sex role Sosial : Kerawanan di bidang fisik Kerawanan di bidang agama
  • 36.
    Periode dewasa madya Periodeini ditandai dengan munculnya perubahan- perubahan jasmaniah/fisik dan mental, demikian pula diakhiri dengan hal-hal tersebut. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan/tenaga yang sering diikuti dengan berkurangnya kewaspadaan mental.
  • 37.
    Karakteristik dewasa madya Merupakanusia yang menakutkan Merupakan masa transisi Merupakan saat menderita stres (time of stress). Menurut Marmor ada 4 kategori stres, yaitu : somatik, budaya, ekonomi, dan psikologik Merupakan usia yang membahayakan (dangerous age) Merupakan usia yang ‘canggung’ (awkward age) Merupakan masa berprestasi (time of achievement) Merupakan masa evaluasi (time of evaluation) Merupakan masa kebosanan (time of boredom) Merupakan masa “rumah menjadi kosong’ (empty nest)
  • 38.
    Dev task. dewasamadya Mencapai tanggung jawab sosial sebagai orang dewasa dan sebagai warga negara Membimbing anak-anaknya yang remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab Mengembangkan aktivitas untuk mengisi waktu luang Mengikatkan diri pada suami/isteri sebagai pribadi Menerima & menyesuaikan diri terhadap perubahan fisiologik masa dewasa madya Mencapai & memperthankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaannya Menyesuaikan diri terhadap orang tua yang lanjut usia
  • 39.
    Kerawanan pribadi Keyakinan tradisional( Traditional belief) Pengagungan terhadap masa muda Perubahan peran Perubahan minat Simbol status Aspirasi/cita-cita yang tidak realistik
  • 40.
    Kerawanan sosial Penyesuaian yangburuk pada masa dewasa madya merupakan hal yang rawan oleh karena bertambahnya usia, baik wanita maupun pria harus lebih banyak mengadakan kontak denga orang lain di luar rumah, terutama bila, anak-anak telah keluar dari rumah, pasangan hidup telah meninggal. Apabila tugas perkembangan dalam mencapai tanggung jawab sosial sebagai orang dewasa tidak tercapai, mereka cenderung merasa kesepian dan tidak bahagia dimasa tuanya serta merasa sudah terlambat untuk mengadakan penyesuaian sosial yang baik.
  • 41.
    Periode dewasa akhir Disebutjuga masa tua. Gejala-gejala fisik dan mental dari ketuaan baru nampak setelah menginjak usia 65 tahun. Oleh karena itu ada kecanderungan untuk menetapkan usia 65 tahun sebagai awal periode usia tua/lanjut.
  • 42.
    Karakteristik usia lanjut Merupakanperiode penurunan (kemunduran) Ada perbedaan individual dalam efek ketuaan Banyak terdapat stereotip-stereotip Sikap sosial terhadap usia lanjut Usia lanjut mempunyai status kelompok minoritas Usia lanjut diikuti dengan perubahan-perubahan peran Penyesuaian diri yang tidak baik Ada keinginan untuk “peremajaan diri”
  • 43.
    Dev.task usia lanjut Menyesuaikandiri terhadap penurunan kekuatan fisik dan kesehatan Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan penurunan penghasilan Menyesuaikan diri terhadap kematian pasangan hidupnya Mengadakan hubungan yang eksplisit dengan anggota kelompok usianya Mengatur dan membuat lingkungan fisik agar hidup menjadi memuaskan Menyesuaikan diri terhadap peran sosial secara fleksibel
  • 44.
    Kerawanan pribadi periode dewasaakhir Orang lanjut usia umumnya megalami gangguan pada metabolisme, peredaran darah, rematik, hipertensi, gangguan mental, gangguan penglihatan dan pendengaran, tumor, dan lain-lain. Disamping gangguan/kerawanan yang nyata, sering pula timbul ‘penyakit’ yang tidak riil (hanya dalam bayangan), banyak keluhan-keluhan fisik dan membicarakan keluhan-keluhannya kepada para dokter, yang pada dasarnya ingin mendapatkan perhatian.
  • 45.
    Kerawanan sosial dewasatua Menerima adanya anggapan atau stereotip tentang usia lanjut yang diberikan oleh masyarakat. Perasaan tak berdaya dan inferior yang disebabkan oleh perubahan fisik dan penurunan daya tarik, membuat mereka susah mengadakan komunikasi Tidak mau melepaskan atau mengganti gaya hidup yang lama Menarik diri dari aktivitas-aktivitas yang bersifat kompetitif terlebih dengan kaum muda Perasaan bersalah karena tidak menyumbangkan tenaga lagi bagi masyarakat Pendapatan yang berkurang, mengurangi mobilitas Merasa terisolir karena kurang kontak sosial sehingga berpengaruh pada penyesuaian pribadi dan sosialnya.