• Miftah Maulana
• M. Aziz Fikri
• Ratih Rahmawati
• Siti Nurrochmah
• Tiara Sri Rahayu
• Tika Nafisah
• Yuda Prayogo
Pendidikan Manajemen Perkantoran A
MANAJEMEN
BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling
2. Perencanaan Program Bimbingan dan Konseling
3. Strategi Implementasi Program
1. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling adalah upaya pengembangan
seluruh aspek kepribadian siswa, sebagai langkah pekerjaan
masalah, dan menyelesaikan masalah-masalah yang
dihadapi.
Layanan dasar bimbingan dan konseling adalah layanan
bimbingan untuk seluruh siswa dalam pengembangan
perilaku efektif.
Jadi didalam suatu manajemen bimbingan dan konseling
terdapat sebuah perencanaan, pelaksanaan, evaluasi,
analisis, dan tindak lanjut agar pelayanan bimbingan dan
konseling berjalan secara kondusif dan efektif.
BACK
2. Perencanaan Program Bimbingan dan
Konseling.
Perencanaan program bimbingan dan konseling
merupakan perancanaan program yang dilakukan secara
sistematis, terorganisir dan terorganisasi dalam
perencanaan tersebut.
Tujuan perencanaan program adalah agar konselor atau
pembimbing menjadi lebih terarah, efektif dan efisien dalam
melakukan tugasnya.
Penyusunan program bimbingan dan konseling di
sekolah dimulai dari kegiatan mengidentifikasi aspek –
aspek yang yang dijadikan bahan masukan bagi
penyusunan program tersebut, yaitu meliputi :
1. Asesmen lingkungan
2. Asesmen kebutuhan
Program bimbingan dan konseling memiliki struktur
pengembangan program berbasis tugas – tugas
perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasi
oleh peserta didik. Program ini bersifat fleksibel yang
disesuaikan dengan kondisi peserta didik.
1. Rasional
Rumusan ini menyangkut konsep dasar yang
digunakan, kaitan bimbingan dan konseling dengan
pembelajaran kurikulum, dampak perkembangan iptek
dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat
(termasuk peserta didik), dan hal lain yang dianggap
relevan.
2. Visi dan Misi
Bimbingan dan konseling sebagai ilmu dan juga
profesi haruslah mampu memberikan sumbangan yang
berarti bagi dunia pendidikan. Layanan konseling
dilakukan untuk meningkatkan harkat dan martabat
manusia dengan cara memfasilitasi perkembangan
individu.
3. Deskripsi kebutuhan
Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas –
tugas perkembangan, yakni standar Kompetensi
Kemandirian yang disepakati bersama.
4. Tujuan
a) Rumusan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk
perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah
memperoleh pelayanan dan bimbingan dan konseling.
b) Penyadaran, untuk membangun pengetahuan dan
pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar
kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasi.
c) Akomodasi, untuk membangun pemaknaan,
internalisasi, dan menjadikan perilaku atau kompetensi
baru sebagai dari kemampuan dirinya.
d) Tindakan, yaitu mendorong peserta didik untuk
mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam
tindakan nyata sehari – hari.
5. Komponen Program
Menurut Depdiknas (2007, p. 207) program
bimbingan dan konseling mengandung empat
komponen pelayanan :
(1) Komponen Pelayanan Dasar,
(2) Komponen Pelayanan Responsif,
(3) Komponen Perencanaan Individual,
(4) Komponen Dukungan Sistem (manajemen).
6. Rencana Operasional (Action Plan)
Rencana kegitan (asction plan) diperlukan untuk
menjamin peluncuran program bimbingan dan
konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan
efesien.
7. Pengembangan Tema/topik
Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan
yang sudah diidentifikasi yang terkait dengan tugas –
tugas perkembangan. Tema secara spesifik dirumuskan
dalam bentuk materi untuk setiap komponen program.
8. Pengembangan Satuan Pelayanan
Dikembangkan secara bertahap sesuai dengan
tema/topik.
9. Evaluasi
Evaluasi sebisa mungkin atas dasar tujuan yang ingin
dicapai. Sejauh mngkin perlu dirumuskan pula evaluasi
program yang berfokus kepada keterlaksaan program
sebagai bentuk akuntabilitas bimbingan
dan konseling.
10. Anggaran
Rencana anggaran untuk mendukung implementasi
program dinyatakan secara cermat, rasional, dan realistik.
BACK
3. Strategi Implementasi Program
Strategi pelaksanaan program umtuk masing-masing
komponen pelayanan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Pelayanan Dasar
Menurut Gybers dan Henderson (Henderson, 2006,
p. 22) Kurikulum bimbingan ini diperuntukkan kepada
seluruh peserta didik yang diharapkan dapat memfasilitasi
peningkatan keterampilan sesuai dengan tahap
perkembangan peserta didik.
a. Bimbingan Klasikal
b. Pelayanan Orientasi
c. Pelayanan Informasi
d. Bimbingan Kelompok
e. Pelayanan Pengumpulan Data
2. Responsif
Pelayanan responsif merupakan pelayanan bantuan
kepada mereka yang memerlukan pertolongan dengan
segera, sebab jika tidak segera dibantu akan mengalami
gangguan dalam tugas-tugas perkembangan.
a. Konseling Individual dan Kelompok
b. Referal (Rujukan atau Alih Tangan
c. Kolaborasi dengan :
a) Guru mata pelajaran atau wali kelas
b) OrangTua
c) Pihak-pihak terkait di luar sekolah
d. Konsultasi
e. Bimbingan Teman Sebaya
f. Konferensi Kasus
g. Kunjungan Rumah
3. Perencanaan Individual
Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan
kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan
melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan
masa depan.
4. Dukungan Sistem
Menurut Gysber dan Henderson (Henderson, 2006)
dukungan system merupakan komponen pelayanan dan
kegiatan manajemen, kata kerja infastruktur dan
pengembangan kemampuan professional konselor secara
berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan
bantuan kepada para konseli atau memfasislitasi
kelancaran kelangsungan konseli.
Komponen pelayanan Dukungan Sistem :
a. Pengembangan Profesi
Konselor secara terus menerus berusaha “meng-update”
pengetahuan dan keterampilannya malalui
(1) in-service training,
(2) aktif dalam organisasi profesi,
(3) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti seminar dan
workshop (lokakarya),
(4) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi atau
(pascasarjana).
b. Manajemen Program
Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling
tidak mungkin akan terselenggara dan tercapai bila tidak
memiliki suatu system pengelolaan (manajemen) yang
bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan
terarah.
c. Riset dan Pengembangan
Kegiatan riset merupakan aktivitas konselor yang
berhubungan dengan pengembangan professional secara
berkelanjutan, meliputi :
1. Merancang, melaksanakan dan penelitian dalam
bimbingan dan konseling
2. Merancang, melaksanakan dan mengevaluasi
aktivitas pengembangan diri konselor professional
sesuai standar kompetensi.
3. Mengembangkan kesadaran komitmen terhadap
etika profesional.
4. Berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan
bimbingan dan konseling.
Terimakasih

MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING

  • 1.
    • Miftah Maulana •M. Aziz Fikri • Ratih Rahmawati • Siti Nurrochmah • Tiara Sri Rahayu • Tika Nafisah • Yuda Prayogo Pendidikan Manajemen Perkantoran A
  • 2.
  • 3.
    1. Kerangka KerjaUtuh Bimbingan dan Konseling 2. Perencanaan Program Bimbingan dan Konseling 3. Strategi Implementasi Program
  • 4.
    1. Kerangka KerjaUtuh Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan Konseling adalah upaya pengembangan seluruh aspek kepribadian siswa, sebagai langkah pekerjaan masalah, dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi. Layanan dasar bimbingan dan konseling adalah layanan bimbingan untuk seluruh siswa dalam pengembangan perilaku efektif.
  • 6.
    Jadi didalam suatumanajemen bimbingan dan konseling terdapat sebuah perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis, dan tindak lanjut agar pelayanan bimbingan dan konseling berjalan secara kondusif dan efektif. BACK
  • 7.
    2. Perencanaan ProgramBimbingan dan Konseling. Perencanaan program bimbingan dan konseling merupakan perancanaan program yang dilakukan secara sistematis, terorganisir dan terorganisasi dalam perencanaan tersebut. Tujuan perencanaan program adalah agar konselor atau pembimbing menjadi lebih terarah, efektif dan efisien dalam melakukan tugasnya.
  • 8.
    Penyusunan program bimbingandan konseling di sekolah dimulai dari kegiatan mengidentifikasi aspek – aspek yang yang dijadikan bahan masukan bagi penyusunan program tersebut, yaitu meliputi : 1. Asesmen lingkungan 2. Asesmen kebutuhan
  • 9.
    Program bimbingan dankonseling memiliki struktur pengembangan program berbasis tugas – tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasi oleh peserta didik. Program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik. 1. Rasional Rumusan ini menyangkut konsep dasar yang digunakan, kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran kurikulum, dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk peserta didik), dan hal lain yang dianggap relevan.
  • 10.
    2. Visi danMisi Bimbingan dan konseling sebagai ilmu dan juga profesi haruslah mampu memberikan sumbangan yang berarti bagi dunia pendidikan. Layanan konseling dilakukan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia dengan cara memfasilitasi perkembangan individu. 3. Deskripsi kebutuhan Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas – tugas perkembangan, yakni standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama.
  • 11.
    4. Tujuan a) Rumusantujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan dan bimbingan dan konseling. b) Penyadaran, untuk membangun pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasi. c) Akomodasi, untuk membangun pemaknaan, internalisasi, dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai dari kemampuan dirinya. d) Tindakan, yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari – hari.
  • 12.
    5. Komponen Program MenurutDepdiknas (2007, p. 207) program bimbingan dan konseling mengandung empat komponen pelayanan : (1) Komponen Pelayanan Dasar, (2) Komponen Pelayanan Responsif, (3) Komponen Perencanaan Individual, (4) Komponen Dukungan Sistem (manajemen). 6. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegitan (asction plan) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien.
  • 13.
    7. Pengembangan Tema/topik Temaini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasi yang terkait dengan tugas – tugas perkembangan. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. 8. Pengembangan Satuan Pelayanan Dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik.
  • 14.
    9. Evaluasi Evaluasi sebisamungkin atas dasar tujuan yang ingin dicapai. Sejauh mngkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksaan program sebagai bentuk akuntabilitas bimbingan dan konseling. 10. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat, rasional, dan realistik. BACK
  • 15.
    3. Strategi ImplementasiProgram Strategi pelaksanaan program umtuk masing-masing komponen pelayanan dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Pelayanan Dasar Menurut Gybers dan Henderson (Henderson, 2006, p. 22) Kurikulum bimbingan ini diperuntukkan kepada seluruh peserta didik yang diharapkan dapat memfasilitasi peningkatan keterampilan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. a. Bimbingan Klasikal b. Pelayanan Orientasi c. Pelayanan Informasi d. Bimbingan Kelompok e. Pelayanan Pengumpulan Data
  • 16.
    2. Responsif Pelayanan responsifmerupakan pelayanan bantuan kepada mereka yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu akan mengalami gangguan dalam tugas-tugas perkembangan. a. Konseling Individual dan Kelompok b. Referal (Rujukan atau Alih Tangan c. Kolaborasi dengan : a) Guru mata pelajaran atau wali kelas b) OrangTua c) Pihak-pihak terkait di luar sekolah d. Konsultasi e. Bimbingan Teman Sebaya f. Konferensi Kasus g. Kunjungan Rumah
  • 17.
    3. Perencanaan Individual Perencanaanindividual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan. 4. Dukungan Sistem Menurut Gysber dan Henderson (Henderson, 2006) dukungan system merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, kata kerja infastruktur dan pengembangan kemampuan professional konselor secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada para konseli atau memfasislitasi kelancaran kelangsungan konseli.
  • 18.
    Komponen pelayanan DukunganSistem : a. Pengembangan Profesi Konselor secara terus menerus berusaha “meng-update” pengetahuan dan keterampilannya malalui (1) in-service training, (2) aktif dalam organisasi profesi, (3) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti seminar dan workshop (lokakarya), (4) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi atau (pascasarjana). b. Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki suatu system pengelolaan (manajemen) yang bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah.
  • 19.
    c. Riset danPengembangan Kegiatan riset merupakan aktivitas konselor yang berhubungan dengan pengembangan professional secara berkelanjutan, meliputi : 1. Merancang, melaksanakan dan penelitian dalam bimbingan dan konseling 2. Merancang, melaksanakan dan mengevaluasi aktivitas pengembangan diri konselor professional sesuai standar kompetensi. 3. Mengembangkan kesadaran komitmen terhadap etika profesional. 4. Berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan bimbingan dan konseling.
  • 20.