“PENCUCIAN BATUBARA DENGAN
JIG, PENCUCIAN BATUBARA SPIRAL
DAN MEJA GOYANG”
MKP PENCUCIAN BATUBARA
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
2014
KELOMPOK 5
1. MICHAEL OKTAVIANUS DWI PUTRA DBD 111 0091
2. SUNARYO DBD 111 0086
3. YUDHA OKTA PRAWIRA DBD 111 0089
4. SYLVESTER SARAGIH DBD 111 0105
5. SLAMET RIADI DBD 111 0095
6. ERLAN TUMIMOMOR DBD 111 0104
7. MUHAMMAD SYARIF DBD 111 0087
8. SUSANTO DBD 111 0106
9. FAJAR CHRISTOMY DBD 111 0094
10. JIMIE DBD 111 0099
11. AGUSVINA OVINDA DBD 111 0085
12. ANGGA GIRI AJI DBD 111 0096
13. MARIA FRANSISKA TARIGAN DBD 111 0097
14. HENDRIK SIHOMBING DBD 111 0093
15. JHONI CANDRA DBD 111 0092
CONTENT :
 PROSES PENCUCIAN BATUBARA DENGAN
JIG
 PROSES PENCUCIAN BATUBARA DENGAN
MEJA GOYANG (SHAKING TABLE)
 PROSES PENCUCIAN BATUBARA DENGAN
SPIRAL
Pencucian Batubara
suatu usaha untuk mengolah / mencuci
batubara kotor yang berasal dari
penambangan menjadi batubara bersih agar
dapat memenuhi persyaratan – persyaratan
konsumen, misalnya batubara untuk kokas
(coking coal) atau bahan bakar untuk
pembangkit listrik tenaga uap, ketel uap
(steam boiler) industri semen atau industri –
industri kecil lainnya dalam bentuk batubara
uap (steaming coal / thermal coal).
DIAGRAM ALIR PENCUCIAN
BATUBARA
PENCUCIAN BATUBARA
DENGAN JIG
merupakan salah satu alat
pemisahan yang berdasarkan
perbedaan berat jenis, bekerja
secara mekanis yang
menggunakan adanya perbedaan
kemampuan menerobos dari
butiran yang akan dipisahkan
terhadap suatu lapisan pemisah
(bed).
Jig
Secara umum jig merupakan suatu tangki
terbuka yang berisi air dengan saringan
horizontal terletak pada bagian atasnya
dimana terdapat lapisan pemisah.
Jig biasanya digunakan untuk memperoleh
logam-logam berat seperti : emas, bijih
besi. Dan juga untuk pencucian batubara.
ALAT JIG
Proses pencucian batubara
dengan Jig, merupakan
proses pencucian batubara
dengan prinsip memisahkan
mineral dari perbedaan berat
jenis oleh gerakan relative,
karena itu Jig termasuk
kedalam Metode Gravity
Concentration.
GRAVITY CONCENTRATION
 Metode Gravity Concentration memisahkan
mineral dari perbedaan berat jenis oleh gerakan
relative sebagai respon dari gravitasi dan satu
atau beberapa gaya lainnya.
 Partikel-partikel yang mempunyai berat jenis yang
lebih besar akan jatuh dengan kecepatan yang
lebih cepat daripada partikel-partikel yang kecil.
PRINSIP KERJA PROSES
JIGGING
 Apabila terjadi pulsion, maka bed akan terdorong
naik. Sehingga lapisan bed akan merenggang karena
adanya tekanan. Kesempatan ini akan dimanfaatkan
oleh mineral berat untuk menerobos bed masuk ke
tangki sebagai konsentrat sedangkan mineral ringan
akan terbawa oleh aliran horizontal diatas
permukaan bed dan akan terbuang sebagai tailing.
 Pada saat terjadi suction, bed menutup kembali
sehingga mineral berat berukuran besar dan mineral
ringan berukuran besar tidak berpeluang masuk ke
tangki. Jadi mineral berat berukuran besar akan
mengendap diatas bed untuk menunggu kesempatan
pulsion berikutnya, sedangkan mineral ringan
berukuran besar akan terbawa aliran arus horizontal.
JIG PADA SAAT PULSION
JIG PADA SAAT SUCTION
TIPE – TIPE JIG
 Hartz Jig  tipe alat jig dimana gerakan – gerakan
seperti tekanan dan hisapan
disebabkan oleh piston yang
bergerak vertikal ( naik – turun ). Pada umumnya
alat ini dipakai sebagai cleaner (
pembersih ).
 Denver jig  Untuk Pemisahan logam-logam berat
 Baum Jig  Untuk memisahkan partikel partikel
ringan seperti batubara.
CARA KERJA JIG
1. Umpan masuk ke saringan.
Pemisahan partikel yang
berdasarkan perbedaan berat
jenis dibantu dengan pulsed
water yaitu pergerakan air akibat
tekanan dan hisapan secara
berfluktuatif
2. Partikel-partikel ringan terbawa
arus ke atas dan terbuang
sebagai tailings
3. Partikel-partikel berat terus
menembus penyaringan
(ragging) karena specific gravity-
nya yang besar ke arah bawah
Lanjutan…..
TAHAPAN PEMISAHAN :
1. Differential Initial Acceleration
 dipengaruhi oleh berat jenis dan tahanan fluida
2. Hindered Settling
 gerakan partikel yang satu mempengaruhi partikel yang lain
3. Consolidation Trickling
pemisahan antara partikel terjadi akibat pengaruh pulsed water
atau stroke. Terdapat bed yang merupakan screen dinamis , yang
memberikan kesempatan partikel untuk lolos (ukuran kecil & berat)
dan tertahan (ukuran besar & ringan)
JIG
JIGGING ACTION
Rumus dari pergerakan partikel yang berada di
cairan kental
m = massa butir dari mineral
dx/dt = percepatan
g = percepatan gravitasi
m’ = massa yang terpindah oleh fluida
D = tahanan fluida terhadap
perpindahan partikel
JIG
Jadi dapat disimpulkan :
 Percepatan tidak tergantung pada ukuran feed.
 Percepatan tergantung pada berat jenis partikel feed
dan fluida yang dipakai.
 Ukuran dapat mempengaruhi pemisahan partikel.
 Untuk memisahkan partikel yang kecil berat dengan
partikel yang besar ringan, maka dilakukan siklus
jigging yang pendek.
CLICK ME PLEASE 
PENCUCIAN BATUBARA
DENGAN MEJA GOYANG (Shaking
Table)
MEJA GOYANG (SHAKING
TABLE)
sumber :
mineraltambang.com
PENGERTIAN
merupakan pemisahan material
dengan cara mengalirkan aliran
fluida yang tipis pada suatu meja
yang bergoyang, dengan
menggunakan media aliran tipis
dari air (Flowing Film
Concentration).
Tablin
g
PRINSIP
 Prinsip Kerja Shaking Table adalah berdasarkan
perbedaan berat dan ukuran partikel terhadap gaya
gesek akibat aliran air tipis. Partikel dengan diameter
yang sama akan memiliki gaya dorong yang sama
besar. Sedangkan apabila specific Gravity nya
berbeda maka gaya gesek pada partikel berat akan
lebih besar daripada partikel ringan. Karena pengaruh
gaya dari aliran, maka partikel ringan akan terdorong /
terbawa lebih cepat dari partikel berat searah aliran.
 Karena gerakan relative Horizontal dari motor maka
partikel berat akan bergerak lebih cepat daripada
material ringan dengan arah horizontal. Untuk itu
perlu dipasang riffle (penghalang) untuk membentuk
turbulensi dalam aliran sehingga partikel ringan diberi
kesempatan berada diatas dan partikel berat relative
dibawah.
SHAKING TABLE
Prinsip Kerja
 Air mengalir pada permukaan,
terjadi gesekan antara keduanya
sehingga kecepatan air pada
bagian atas akan lebih besar
daripada di dasar, semakin dekat
ke permukaan, kecepatan alir
semakin cepat.
 Partikel berukuran kecil cenderung
terhambat geraknya akibat gaya
gesekan tersebut.
 Partikel dengan specific gravity
tinggi akan bergerak lebih lambat
daripada specific gravity kecil.
 Akibat aliran air, partikel dapat
dipisahkan berdasarkan ukuran
dan kepadatannya.
 Semakin besar jangkauan ukuran
SHAKING TABLE
Alat ini Terdiri dari :
1. dek yang sedikit condong (A) yang mana
masukan terdiri sekitar 25% padatan, dialirkan di
kotak masukan dan didistribusikan sepanjang C
2. air cucian didistribusikan sepanjang seiring pada
pencuci D. meja bergetar secara longitudinal,
melalui mekanisme B, menggunakan gerakan
lambat maju dan pengembalian cepat, yang
menyebabkan partikel mineral bergerak secara
"menjalar" di sepanjang geladak parallel ke arah
gerakan.
SHAKING TABLE
Cara Kerja
 Pada meja terdapat jalur-jalur yang mempunyai arah
menyeberangi meja secara melintang.
 Ketika meja diberi goncangan, partikel ringan dan
padat akan terhambat lajunya akibat friksi sehingga
tidak mudah jatuh dan sampai ke ujung meja,
sedangkan partikel besar dan ringan akan jatuh ke
bagian bawah.
SHAKING TABLE
Wilfley Concentrating Tables
CLICK ME PLEASE 
PENCUCIAN BATUBARA
DENGAN SPIRAL
PROSES PENCUCIAN BATUBARA
DENGAN SPIRAL
 Spiral merupakan salah satu teknik atau
metode konsentrasi berat jenis (gravity
concentration) yang murah dari segi harga
dan cukup efektif apabila digunakan. Mulanya
alat ini digunakan pada proses pengolahan
material pasir yang mengandung mineral rutil,
zirkon, dan iliminiet. Alat ini juga digunakan
pada proses pencucian batubara, yang
biasanya digunakan untuk membersihkan
material yang berukuran 0,2 mm hingga 1
mm.
SPIRAL
 Spiral bertahun-tahun digunakan untuk berbagai
aplikasi dalam pemrosesan mineral, khususnya
dalam penanganan tumpukan pasir mineral berat,
seperti ilmenite, rutile, zircon, dan dalam
pencucian batubara.
 Humphreys spiral adalah spiral pertama yang
diperkenalkan pada tahun 1943.
 Berat input antara 15 dan 45% berat padatan dan
dengan ukuran 3mm sampai 75µm dimasukkan
dari atas spiral dan mengalir ke bawah spiral.
 Berbentuk parit-parit yang berkelok – kelok (
spiral ) ke bawah.
 Di tengah-tengah parit ini terdapat saluran pipa
yang berupa pipa tempat penampungan
konsentrat.
 Pada spiral ini juga memerlukan adanya air
sebagai media pemisah konsentrat.
HUMPREY SPIRAL
Humprey spiral merupakan alat penetrasi
pemisahan mineral berat dan mineral ringan
yang berbentuk spiral yang menggunakan
gaya sentrifugal dan air sebagai media
konsentrasi. Metode pemisahan ini termasuk
kedalam “gravity concentration”. Humprey
Spiral juga merupakan kegiatan pemisahan
antara concentrate dan tailing dengan
menggunakan aliran air horisontal
Bagian-Bagian Utama Dari Humprey
Spiral
PRINSIP KERJA
 Secara prinsip, humprey spiral menggunakan
gaya gerak serta dibantu aliran air untuk
memisahkan konsentrat dengan tailing.
Dimana material yang mempunyai berat jenis
lebih besar akan berada pada bagian dalam
aliran serta material yang mempunyai berat
jenis ringan akan berada pada bagian luar
aliran, sedangkan biasanya material yang
berada di tengah-tengah aliran itu merupakan
material yang memiliki berat yang sedang.
 Maka dengan ini humprey spiral tersebut
PRODUK HASIL SPIRAL
 Concentrate
Concentrate merupakan mineral-mineral
berharga yang terkumpul dan memiliki kadar
yang tinggi dan bernilai ekonomis.
PRODUK HASIL SPIRAL
 Middling
Middling merupakan bahan pertengahan atau
campuran antara concentrate dan tailing
PRODUK HASIL SPIRAL
 Tailing
Tailing merupakan bahan atau mineral yang tidak
berharga (mineral pengikut atau gangue mineral).
SPIRAL
Cara Kerja
 Pemisahan pada spiral
menggunakan prinsip
pemisahan berdasarkan
berat jenis. Pada parit spiral
terjadi pemisahan partikel,
partikel berat akan berada
dibawah dan keluar melalui
pipa penampung
sedangkan partikel ringan
berada diatas dan terbawa
arus air sampai kedasar
spiral.
 Pemisahan ini
memanfaatkan gaya
sentrifugal karena
perputaran air, sehingga
partikel ringan akan
GAYA-GAYA YANG BERPENGARUH
DALAM PROSES OPERASI
 Gaya dorong air
Gaya Dorong atau Prinsip Archimedes Sebagai gaya dorong (Fd)
dimaksudkan berat yang "hilang", yang dialami sebuah benda bila benda
tersebut diletakkan di atas air. Besar suatu gaya dorong adalah sama
besarnya dengan jumlah suatu cairan yang ditekan oleh benda tersebut.
Atau dengan kata lain, gaya dorong tergantung dari massa jenis cairan
tersebut dan volumenya, sedangkan gaya tekan ke bawah oleh benda di
air juga tergantung massa jenis benda tersebut serta volumenya.
Dimana arah gaya dorong ke atas, sedangkan berat benda (G) yang
menekan cairan ke bawah sesuai arah gravitasi. Percepatan (a) yang
dilakukan cairan yang ditekan sama besarnya dengan percepatan gravitasi
(g), sehingga yang memainkan peranan apakah suatu benda mengapung,
melayang, atau tenggelam adalah massa jenis benda dan zat cair serta
volume benda dan zat cair.
Lanjutan
Sesuai hukum Archimedes maka dapat
dikatakan ada 3 hal yang dapat terjadi:
 Mengapung bila G< Fd, massa jenis benda tersebut
< massa jenis cairan.
 Melayang bila G=Fd, massa jenis benda tersebut =
massa jenis cairan.
 Tenggelam bila G>Fd, massa jenis benda tersebut >
massa jenis cairan.
 Gaya Gesek
Gaya gesekan adalah gaya yang timbul akibat
persentuhan langsung antara dua permukaan benda,
arah gaya gesekan berlawanan dengan
kecenderungan arah gerak benda. Besarnya gaya
gesekan ditentukan oleh kehalusan atau kekasaran
permukaan benda yang bersentuhan.
Dalam operasi ini gaya gesek akan sebandng dengan
selisih beratjenis partikel dengan berat jenis fluida,
sehingga partikel yang berat jenisnya besar akan
memiliki gaya gesek yang besar pula untuk volume
yang sama.
GAYA-GAYA YANG BERPENGARUH
DALAM PROSES OPERASI
 Gaya Gravitasi
Setiap mineral dalam operasi ini aka
memperoleh percepatan gravitasi yang sama.
Mineral dengan volume yang sama tetapi
massa nya berbeda, maka mineral yang
memiliki massa yang lebih besar akan
mendapat gaya yang besar.
GAYA-GAYA YANG BERPENGARUH
DALAM PROSES OPERASI
 Gaya Sentrifugal
Gaya ini arahnya ke bagian luar dari suatu
area yang berputar, sehingga akan
memberikan pengaruh-pengaruh kepada
mineral ringan untuk terlempar ke luar dan
terkumpul sebagai tailing.
GAYA-GAYA YANG BERPENGARUH
DALAM PROSES OPERASI
GAYA SENTRIFUGAL PADA SPIRAL
Keuntungan
 Perawatan yang mudah.
 Ongkos perawatan rendah.
 Biaya pengolahan material secara keseluruhan yang
relatif murah (biaya rendah).
 Dapat memisahkan mineral berharga dengan mineral
tidak berharga dalam jumlah yang besar, kadar
konsentrat yang diperoleh bisa mencapai 80%.
 Memerlukan ruang atau luasan sebagai tempat
peletakan (lantai) yang relatif tidak luas.
Kekurangan
 Ukuran feed yang perbolehkan terbatas,
biasanya ukuran feed antara 14 dan 400
mesh, tetapi bijih besi bisa di atas 10 sampai
10 mesh.
 Diperlukan suplay air yang cukup atau
sirkulasi air dan pengolahannya yang
digunakan pada proses pemisahan mineral
sebagai medium wash water.
 Kurang seragam dalam memasukkan mineral
bisa berakibat langsung pada efisiensi
produksi dan pemurnian, khususnya pada
CLICK ME PLEASE 
SEKIAN
&
TERIMA KASIH

Presentation washing plant kel. 5 Pencucian batubara dengan jig, pencucian batubara dengan spiral dan meja goyang.

  • 1.
    “PENCUCIAN BATUBARA DENGAN JIG,PENCUCIAN BATUBARA SPIRAL DAN MEJA GOYANG” MKP PENCUCIAN BATUBARA KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN 2014
  • 2.
    KELOMPOK 5 1. MICHAELOKTAVIANUS DWI PUTRA DBD 111 0091 2. SUNARYO DBD 111 0086 3. YUDHA OKTA PRAWIRA DBD 111 0089 4. SYLVESTER SARAGIH DBD 111 0105 5. SLAMET RIADI DBD 111 0095 6. ERLAN TUMIMOMOR DBD 111 0104 7. MUHAMMAD SYARIF DBD 111 0087 8. SUSANTO DBD 111 0106 9. FAJAR CHRISTOMY DBD 111 0094 10. JIMIE DBD 111 0099 11. AGUSVINA OVINDA DBD 111 0085 12. ANGGA GIRI AJI DBD 111 0096 13. MARIA FRANSISKA TARIGAN DBD 111 0097 14. HENDRIK SIHOMBING DBD 111 0093 15. JHONI CANDRA DBD 111 0092
  • 3.
    CONTENT :  PROSESPENCUCIAN BATUBARA DENGAN JIG  PROSES PENCUCIAN BATUBARA DENGAN MEJA GOYANG (SHAKING TABLE)  PROSES PENCUCIAN BATUBARA DENGAN SPIRAL
  • 4.
    Pencucian Batubara suatu usahauntuk mengolah / mencuci batubara kotor yang berasal dari penambangan menjadi batubara bersih agar dapat memenuhi persyaratan – persyaratan konsumen, misalnya batubara untuk kokas (coking coal) atau bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga uap, ketel uap (steam boiler) industri semen atau industri – industri kecil lainnya dalam bentuk batubara uap (steaming coal / thermal coal).
  • 5.
  • 6.
  • 7.
    merupakan salah satualat pemisahan yang berdasarkan perbedaan berat jenis, bekerja secara mekanis yang menggunakan adanya perbedaan kemampuan menerobos dari butiran yang akan dipisahkan terhadap suatu lapisan pemisah (bed). Jig Secara umum jig merupakan suatu tangki terbuka yang berisi air dengan saringan horizontal terletak pada bagian atasnya dimana terdapat lapisan pemisah. Jig biasanya digunakan untuk memperoleh logam-logam berat seperti : emas, bijih besi. Dan juga untuk pencucian batubara.
  • 8.
  • 9.
    Proses pencucian batubara denganJig, merupakan proses pencucian batubara dengan prinsip memisahkan mineral dari perbedaan berat jenis oleh gerakan relative, karena itu Jig termasuk kedalam Metode Gravity Concentration.
  • 10.
    GRAVITY CONCENTRATION  MetodeGravity Concentration memisahkan mineral dari perbedaan berat jenis oleh gerakan relative sebagai respon dari gravitasi dan satu atau beberapa gaya lainnya.  Partikel-partikel yang mempunyai berat jenis yang lebih besar akan jatuh dengan kecepatan yang lebih cepat daripada partikel-partikel yang kecil.
  • 11.
    PRINSIP KERJA PROSES JIGGING Apabila terjadi pulsion, maka bed akan terdorong naik. Sehingga lapisan bed akan merenggang karena adanya tekanan. Kesempatan ini akan dimanfaatkan oleh mineral berat untuk menerobos bed masuk ke tangki sebagai konsentrat sedangkan mineral ringan akan terbawa oleh aliran horizontal diatas permukaan bed dan akan terbuang sebagai tailing.  Pada saat terjadi suction, bed menutup kembali sehingga mineral berat berukuran besar dan mineral ringan berukuran besar tidak berpeluang masuk ke tangki. Jadi mineral berat berukuran besar akan mengendap diatas bed untuk menunggu kesempatan pulsion berikutnya, sedangkan mineral ringan berukuran besar akan terbawa aliran arus horizontal.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    TIPE – TIPEJIG  Hartz Jig  tipe alat jig dimana gerakan – gerakan seperti tekanan dan hisapan disebabkan oleh piston yang bergerak vertikal ( naik – turun ). Pada umumnya alat ini dipakai sebagai cleaner ( pembersih ).  Denver jig  Untuk Pemisahan logam-logam berat  Baum Jig  Untuk memisahkan partikel partikel ringan seperti batubara.
  • 15.
    CARA KERJA JIG 1.Umpan masuk ke saringan. Pemisahan partikel yang berdasarkan perbedaan berat jenis dibantu dengan pulsed water yaitu pergerakan air akibat tekanan dan hisapan secara berfluktuatif 2. Partikel-partikel ringan terbawa arus ke atas dan terbuang sebagai tailings 3. Partikel-partikel berat terus menembus penyaringan (ragging) karena specific gravity- nya yang besar ke arah bawah
  • 16.
    Lanjutan….. TAHAPAN PEMISAHAN : 1.Differential Initial Acceleration  dipengaruhi oleh berat jenis dan tahanan fluida 2. Hindered Settling  gerakan partikel yang satu mempengaruhi partikel yang lain 3. Consolidation Trickling pemisahan antara partikel terjadi akibat pengaruh pulsed water atau stroke. Terdapat bed yang merupakan screen dinamis , yang memberikan kesempatan partikel untuk lolos (ukuran kecil & berat) dan tertahan (ukuran besar & ringan)
  • 17.
    JIG JIGGING ACTION Rumus daripergerakan partikel yang berada di cairan kental m = massa butir dari mineral dx/dt = percepatan g = percepatan gravitasi m’ = massa yang terpindah oleh fluida D = tahanan fluida terhadap perpindahan partikel
  • 18.
    JIG Jadi dapat disimpulkan:  Percepatan tidak tergantung pada ukuran feed.  Percepatan tergantung pada berat jenis partikel feed dan fluida yang dipakai.  Ukuran dapat mempengaruhi pemisahan partikel.  Untuk memisahkan partikel yang kecil berat dengan partikel yang besar ringan, maka dilakukan siklus jigging yang pendek.
  • 19.
  • 20.
    PENCUCIAN BATUBARA DENGAN MEJAGOYANG (Shaking Table)
  • 21.
  • 22.
    PENGERTIAN merupakan pemisahan material dengancara mengalirkan aliran fluida yang tipis pada suatu meja yang bergoyang, dengan menggunakan media aliran tipis dari air (Flowing Film Concentration). Tablin g
  • 23.
    PRINSIP  Prinsip KerjaShaking Table adalah berdasarkan perbedaan berat dan ukuran partikel terhadap gaya gesek akibat aliran air tipis. Partikel dengan diameter yang sama akan memiliki gaya dorong yang sama besar. Sedangkan apabila specific Gravity nya berbeda maka gaya gesek pada partikel berat akan lebih besar daripada partikel ringan. Karena pengaruh gaya dari aliran, maka partikel ringan akan terdorong / terbawa lebih cepat dari partikel berat searah aliran.  Karena gerakan relative Horizontal dari motor maka partikel berat akan bergerak lebih cepat daripada material ringan dengan arah horizontal. Untuk itu perlu dipasang riffle (penghalang) untuk membentuk turbulensi dalam aliran sehingga partikel ringan diberi kesempatan berada diatas dan partikel berat relative dibawah.
  • 24.
    SHAKING TABLE Prinsip Kerja Air mengalir pada permukaan, terjadi gesekan antara keduanya sehingga kecepatan air pada bagian atas akan lebih besar daripada di dasar, semakin dekat ke permukaan, kecepatan alir semakin cepat.  Partikel berukuran kecil cenderung terhambat geraknya akibat gaya gesekan tersebut.  Partikel dengan specific gravity tinggi akan bergerak lebih lambat daripada specific gravity kecil.  Akibat aliran air, partikel dapat dipisahkan berdasarkan ukuran dan kepadatannya.  Semakin besar jangkauan ukuran
  • 25.
    SHAKING TABLE Alat iniTerdiri dari : 1. dek yang sedikit condong (A) yang mana masukan terdiri sekitar 25% padatan, dialirkan di kotak masukan dan didistribusikan sepanjang C 2. air cucian didistribusikan sepanjang seiring pada pencuci D. meja bergetar secara longitudinal, melalui mekanisme B, menggunakan gerakan lambat maju dan pengembalian cepat, yang menyebabkan partikel mineral bergerak secara "menjalar" di sepanjang geladak parallel ke arah gerakan.
  • 26.
    SHAKING TABLE Cara Kerja Pada meja terdapat jalur-jalur yang mempunyai arah menyeberangi meja secara melintang.  Ketika meja diberi goncangan, partikel ringan dan padat akan terhambat lajunya akibat friksi sehingga tidak mudah jatuh dan sampai ke ujung meja, sedangkan partikel besar dan ringan akan jatuh ke bagian bawah.
  • 27.
  • 28.
  • 29.
  • 31.
    PROSES PENCUCIAN BATUBARA DENGANSPIRAL  Spiral merupakan salah satu teknik atau metode konsentrasi berat jenis (gravity concentration) yang murah dari segi harga dan cukup efektif apabila digunakan. Mulanya alat ini digunakan pada proses pengolahan material pasir yang mengandung mineral rutil, zirkon, dan iliminiet. Alat ini juga digunakan pada proses pencucian batubara, yang biasanya digunakan untuk membersihkan material yang berukuran 0,2 mm hingga 1 mm.
  • 32.
    SPIRAL  Spiral bertahun-tahundigunakan untuk berbagai aplikasi dalam pemrosesan mineral, khususnya dalam penanganan tumpukan pasir mineral berat, seperti ilmenite, rutile, zircon, dan dalam pencucian batubara.  Humphreys spiral adalah spiral pertama yang diperkenalkan pada tahun 1943.  Berat input antara 15 dan 45% berat padatan dan dengan ukuran 3mm sampai 75µm dimasukkan dari atas spiral dan mengalir ke bawah spiral.  Berbentuk parit-parit yang berkelok – kelok ( spiral ) ke bawah.  Di tengah-tengah parit ini terdapat saluran pipa yang berupa pipa tempat penampungan konsentrat.  Pada spiral ini juga memerlukan adanya air sebagai media pemisah konsentrat.
  • 33.
    HUMPREY SPIRAL Humprey spiralmerupakan alat penetrasi pemisahan mineral berat dan mineral ringan yang berbentuk spiral yang menggunakan gaya sentrifugal dan air sebagai media konsentrasi. Metode pemisahan ini termasuk kedalam “gravity concentration”. Humprey Spiral juga merupakan kegiatan pemisahan antara concentrate dan tailing dengan menggunakan aliran air horisontal
  • 34.
  • 35.
    PRINSIP KERJA  Secaraprinsip, humprey spiral menggunakan gaya gerak serta dibantu aliran air untuk memisahkan konsentrat dengan tailing. Dimana material yang mempunyai berat jenis lebih besar akan berada pada bagian dalam aliran serta material yang mempunyai berat jenis ringan akan berada pada bagian luar aliran, sedangkan biasanya material yang berada di tengah-tengah aliran itu merupakan material yang memiliki berat yang sedang.  Maka dengan ini humprey spiral tersebut
  • 36.
    PRODUK HASIL SPIRAL Concentrate Concentrate merupakan mineral-mineral berharga yang terkumpul dan memiliki kadar yang tinggi dan bernilai ekonomis.
  • 37.
    PRODUK HASIL SPIRAL Middling Middling merupakan bahan pertengahan atau campuran antara concentrate dan tailing
  • 38.
    PRODUK HASIL SPIRAL Tailing Tailing merupakan bahan atau mineral yang tidak berharga (mineral pengikut atau gangue mineral).
  • 39.
    SPIRAL Cara Kerja  Pemisahanpada spiral menggunakan prinsip pemisahan berdasarkan berat jenis. Pada parit spiral terjadi pemisahan partikel, partikel berat akan berada dibawah dan keluar melalui pipa penampung sedangkan partikel ringan berada diatas dan terbawa arus air sampai kedasar spiral.  Pemisahan ini memanfaatkan gaya sentrifugal karena perputaran air, sehingga partikel ringan akan
  • 40.
    GAYA-GAYA YANG BERPENGARUH DALAMPROSES OPERASI  Gaya dorong air Gaya Dorong atau Prinsip Archimedes Sebagai gaya dorong (Fd) dimaksudkan berat yang "hilang", yang dialami sebuah benda bila benda tersebut diletakkan di atas air. Besar suatu gaya dorong adalah sama besarnya dengan jumlah suatu cairan yang ditekan oleh benda tersebut. Atau dengan kata lain, gaya dorong tergantung dari massa jenis cairan tersebut dan volumenya, sedangkan gaya tekan ke bawah oleh benda di air juga tergantung massa jenis benda tersebut serta volumenya. Dimana arah gaya dorong ke atas, sedangkan berat benda (G) yang menekan cairan ke bawah sesuai arah gravitasi. Percepatan (a) yang dilakukan cairan yang ditekan sama besarnya dengan percepatan gravitasi (g), sehingga yang memainkan peranan apakah suatu benda mengapung, melayang, atau tenggelam adalah massa jenis benda dan zat cair serta volume benda dan zat cair.
  • 41.
    Lanjutan Sesuai hukum Archimedesmaka dapat dikatakan ada 3 hal yang dapat terjadi:  Mengapung bila G< Fd, massa jenis benda tersebut < massa jenis cairan.  Melayang bila G=Fd, massa jenis benda tersebut = massa jenis cairan.  Tenggelam bila G>Fd, massa jenis benda tersebut > massa jenis cairan.
  • 42.
     Gaya Gesek Gayagesekan adalah gaya yang timbul akibat persentuhan langsung antara dua permukaan benda, arah gaya gesekan berlawanan dengan kecenderungan arah gerak benda. Besarnya gaya gesekan ditentukan oleh kehalusan atau kekasaran permukaan benda yang bersentuhan. Dalam operasi ini gaya gesek akan sebandng dengan selisih beratjenis partikel dengan berat jenis fluida, sehingga partikel yang berat jenisnya besar akan memiliki gaya gesek yang besar pula untuk volume yang sama. GAYA-GAYA YANG BERPENGARUH DALAM PROSES OPERASI
  • 43.
     Gaya Gravitasi Setiapmineral dalam operasi ini aka memperoleh percepatan gravitasi yang sama. Mineral dengan volume yang sama tetapi massa nya berbeda, maka mineral yang memiliki massa yang lebih besar akan mendapat gaya yang besar. GAYA-GAYA YANG BERPENGARUH DALAM PROSES OPERASI
  • 44.
     Gaya Sentrifugal Gayaini arahnya ke bagian luar dari suatu area yang berputar, sehingga akan memberikan pengaruh-pengaruh kepada mineral ringan untuk terlempar ke luar dan terkumpul sebagai tailing. GAYA-GAYA YANG BERPENGARUH DALAM PROSES OPERASI
  • 45.
  • 46.
    Keuntungan  Perawatan yangmudah.  Ongkos perawatan rendah.  Biaya pengolahan material secara keseluruhan yang relatif murah (biaya rendah).  Dapat memisahkan mineral berharga dengan mineral tidak berharga dalam jumlah yang besar, kadar konsentrat yang diperoleh bisa mencapai 80%.  Memerlukan ruang atau luasan sebagai tempat peletakan (lantai) yang relatif tidak luas.
  • 47.
    Kekurangan  Ukuran feedyang perbolehkan terbatas, biasanya ukuran feed antara 14 dan 400 mesh, tetapi bijih besi bisa di atas 10 sampai 10 mesh.  Diperlukan suplay air yang cukup atau sirkulasi air dan pengolahannya yang digunakan pada proses pemisahan mineral sebagai medium wash water.  Kurang seragam dalam memasukkan mineral bisa berakibat langsung pada efisiensi produksi dan pemurnian, khususnya pada
  • 48.
  • 49.