SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR
DUA VARIABEL (SPtLDV)
SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR
DUA VARIABEL (SPtLDV)
Oleh :
Santhi Rosalia Lestari
Magister Pendidikan Matematika
Universitas Sriwijaya
2016
Oleh :
Santhi Rosalia Lestari
Magister Pendidikan Matematika
Universitas Sriwijaya
2016
MATERIMATERI CONTOHCONTOH LATIHANLATIHAN
Melukis Daerah Himpunan
Penyelesaian (DHP)
Melukis Daerah Himpunan
Penyelesaian (DHP)
Kelas : X SMA
Kelompok : Matematika Peminatan
Ruang Lingkup : Aljabar
KI / KD : 3 / 3.2
Materi Pembelajaran : SPtLDV
Submateri : Melukis DHP dari
SPtLDV
Langkah-Langkah Melukis
Daerah Himpunan
Penyelesaian (DHP)
Langkah-Langkah Melukis
Daerah Himpunan
Penyelesaian (DHP)
1. Menentukan titik potong pada
tiap sumbu
2. Melukis garis pembatas
3. Menentukan DHP
Catatan :
Pada media pembelajaran ini, DHP
yang ditunjuk adalah daerah bersih.
1. Menentukan titik potong pada
tiap sumbu
2. Melukis garis pembatas
3. Menentukan DHP
Catatan :
Pada media pembelajaran ini, DHP
yang ditunjuk adalah daerah bersih.
1. Menentukan titik potong
pada tiap sumbu
1. Menentukan titik potong
pada tiap sumbu
Untuk mendapatkan titik potong pada
sumbu x, substitusikan y = 0 ke persamaan
garis yang diketahui.
Dan untuk mendapatkan titik potong pada
sumbu y, substitusikan x = 0 ke persamaan
garis yang diketahui.
Untuk mendapatkan titik potong pada
sumbu x, substitusikan y = 0 ke persamaan
garis yang diketahui.
Dan untuk mendapatkan titik potong pada
sumbu y, substitusikan x = 0 ke persamaan
garis yang diketahui.
2. Melukis garis pembatas2. Melukis garis pembatas
Hubungkan kedua titik potong pada
sumbu x dan sumbu y yang didapat (dari
langkah 1)
Hubungkan kedua titik potong pada
sumbu x dan sumbu y yang didapat (dari
langkah 1)
3. Menentukan Daerah
Himpunan Penyelesaian (DHP)
3. Menentukan Daerah
Himpunan Penyelesaian (DHP)
Pada media ini, DHP adalah daerah bersih.
Maka, yang diarsir adalah yang BUKAN
daerah penyelesaian.
Jika pertidaksamaan mengandung ≥, maka
yang diarsir adalah daerah sebelah kiri
atau bawah. Dan jika pertidaksamaan
mengandung ≤, maka yang diarsir adalah
daerah sebelah kanan atau atas.
Pada media ini, DHP adalah daerah bersih.
Maka, yang diarsir adalah yang BUKAN
daerah penyelesaian.
Jika pertidaksamaan mengandung ≥, maka
yang diarsir adalah daerah sebelah kiri
atau bawah. Dan jika pertidaksamaan
mengandung ≤, maka yang diarsir adalah
daerah sebelah kanan atau atas.
ContohContoh
Lukislah DHP dari SPtLDV berikut :Lukislah DHP dari SPtLDV berikut :
0
0
1234
22
≥
≥
≤+
≤−
y
x
yx
xy
Melukis garis 2y – x = 2Melukis garis 2y – x = 2
Titik potong pada sumbu x, maka y = 0
2.0 – x = 2
- x = 2
x = -2 (-2,0)
Titik potong pada sumbu y, maka x = 0
2y – 0 = 2
2y = 2
y = 1 (0,1)
Melukis garis 2y – x = -2Melukis garis 2y – x = -2
22yy –– xx == --22
Melukis garis 4x + 3y = 12Melukis garis 4x + 3y = 12
Titik potong pada sumbu x, maka y = 0
4x + 3.0 = 12
4x = 12
x = 3 (3,0)
Titik potong pada sumbu y, maka x = 0
4.0 + 3y = 12
3y = 12
y = 4 (0,4)
Melukis garis 4x + 3y = 12Melukis garis 4x + 3y = 12
22yy –– xx == --22
4x+3y=12
Menentukan DHP dari :
2y – x ≥ -2 ; 4x + 3y ≤ 12 ; x ≥ 0 ; y ≥ 0
Menentukan DHP dari :
2y – x ≥ -2 ; 4x + 3y ≤ 12 ; x ≥ 0 ; y ≥ 0
2y – x = -2
4x+3y=12
Kita akan memulai untuk :Kita akan memulai untuk :
LATIHANLATIHAN
1. ) DHP dari -2x – 5y ≤ 10 adalah ….1. ) DHP dari -2x – 5y ≤ 10 adalah ….
A B
C D
2. ) DHP dari SPtLDV : x ≥ -3 ; y ≤ 1 adalah ….2. ) DHP dari SPtLDV : x ≥ -3 ; y ≤ 1 adalah ….
A B
C D
3. ) DHP dari SPtLDV : 2x – 7y ≥ -14 ; -4x
- 3y ≥ 12 ; x ≤ 0 ; y ≤ 0 adalah ….
3. ) DHP dari SPtLDV : 2x – 7y ≥ -14 ; -4x
- 3y ≥ 12 ; x ≤ 0 ; y ≤ 0 adalah ….
A B
C D
4. ) DHP dari SPtLDV : 3x + y ≥ 3; -3x +
5y ≤ -15 ; x ≤ 0 ; y ≥ 0 adalah ….
4. ) DHP dari SPtLDV : 3x + y ≥ 3; -3x +
5y ≤ -15 ; x ≤ 0 ; y ≥ 0 adalah ….
A B
C D
Klik untuk memeriksa hasil latihan
PERIKSAPERIKSA
Ulangi
Latihan
Ulangi
Latihan KUNCIKUNCI
Kunci jawaban latihan
1. B
2. A
3. D
4. C

Powerpoint SPtLDV

  • 1.
    SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUAVARIABEL (SPtLDV) SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPtLDV) Oleh : Santhi Rosalia Lestari Magister Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya 2016 Oleh : Santhi Rosalia Lestari Magister Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya 2016 MATERIMATERI CONTOHCONTOH LATIHANLATIHAN
  • 2.
    Melukis Daerah Himpunan Penyelesaian(DHP) Melukis Daerah Himpunan Penyelesaian (DHP) Kelas : X SMA Kelompok : Matematika Peminatan Ruang Lingkup : Aljabar KI / KD : 3 / 3.2 Materi Pembelajaran : SPtLDV Submateri : Melukis DHP dari SPtLDV
  • 3.
    Langkah-Langkah Melukis Daerah Himpunan Penyelesaian(DHP) Langkah-Langkah Melukis Daerah Himpunan Penyelesaian (DHP) 1. Menentukan titik potong pada tiap sumbu 2. Melukis garis pembatas 3. Menentukan DHP Catatan : Pada media pembelajaran ini, DHP yang ditunjuk adalah daerah bersih. 1. Menentukan titik potong pada tiap sumbu 2. Melukis garis pembatas 3. Menentukan DHP Catatan : Pada media pembelajaran ini, DHP yang ditunjuk adalah daerah bersih.
  • 4.
    1. Menentukan titikpotong pada tiap sumbu 1. Menentukan titik potong pada tiap sumbu Untuk mendapatkan titik potong pada sumbu x, substitusikan y = 0 ke persamaan garis yang diketahui. Dan untuk mendapatkan titik potong pada sumbu y, substitusikan x = 0 ke persamaan garis yang diketahui. Untuk mendapatkan titik potong pada sumbu x, substitusikan y = 0 ke persamaan garis yang diketahui. Dan untuk mendapatkan titik potong pada sumbu y, substitusikan x = 0 ke persamaan garis yang diketahui.
  • 5.
    2. Melukis garispembatas2. Melukis garis pembatas Hubungkan kedua titik potong pada sumbu x dan sumbu y yang didapat (dari langkah 1) Hubungkan kedua titik potong pada sumbu x dan sumbu y yang didapat (dari langkah 1)
  • 6.
    3. Menentukan Daerah HimpunanPenyelesaian (DHP) 3. Menentukan Daerah Himpunan Penyelesaian (DHP) Pada media ini, DHP adalah daerah bersih. Maka, yang diarsir adalah yang BUKAN daerah penyelesaian. Jika pertidaksamaan mengandung ≥, maka yang diarsir adalah daerah sebelah kiri atau bawah. Dan jika pertidaksamaan mengandung ≤, maka yang diarsir adalah daerah sebelah kanan atau atas. Pada media ini, DHP adalah daerah bersih. Maka, yang diarsir adalah yang BUKAN daerah penyelesaian. Jika pertidaksamaan mengandung ≥, maka yang diarsir adalah daerah sebelah kiri atau bawah. Dan jika pertidaksamaan mengandung ≤, maka yang diarsir adalah daerah sebelah kanan atau atas.
  • 7.
    ContohContoh Lukislah DHP dariSPtLDV berikut :Lukislah DHP dari SPtLDV berikut : 0 0 1234 22 ≥ ≥ ≤+ ≤− y x yx xy
  • 8.
    Melukis garis 2y– x = 2Melukis garis 2y – x = 2 Titik potong pada sumbu x, maka y = 0 2.0 – x = 2 - x = 2 x = -2 (-2,0) Titik potong pada sumbu y, maka x = 0 2y – 0 = 2 2y = 2 y = 1 (0,1)
  • 9.
    Melukis garis 2y– x = -2Melukis garis 2y – x = -2 22yy –– xx == --22
  • 10.
    Melukis garis 4x+ 3y = 12Melukis garis 4x + 3y = 12 Titik potong pada sumbu x, maka y = 0 4x + 3.0 = 12 4x = 12 x = 3 (3,0) Titik potong pada sumbu y, maka x = 0 4.0 + 3y = 12 3y = 12 y = 4 (0,4)
  • 11.
    Melukis garis 4x+ 3y = 12Melukis garis 4x + 3y = 12 22yy –– xx == --22 4x+3y=12
  • 12.
    Menentukan DHP dari: 2y – x ≥ -2 ; 4x + 3y ≤ 12 ; x ≥ 0 ; y ≥ 0 Menentukan DHP dari : 2y – x ≥ -2 ; 4x + 3y ≤ 12 ; x ≥ 0 ; y ≥ 0 2y – x = -2 4x+3y=12
  • 13.
    Kita akan memulaiuntuk :Kita akan memulai untuk : LATIHANLATIHAN
  • 14.
    1. ) DHPdari -2x – 5y ≤ 10 adalah ….1. ) DHP dari -2x – 5y ≤ 10 adalah …. A B C D
  • 15.
    2. ) DHPdari SPtLDV : x ≥ -3 ; y ≤ 1 adalah ….2. ) DHP dari SPtLDV : x ≥ -3 ; y ≤ 1 adalah …. A B C D
  • 16.
    3. ) DHPdari SPtLDV : 2x – 7y ≥ -14 ; -4x - 3y ≥ 12 ; x ≤ 0 ; y ≤ 0 adalah …. 3. ) DHP dari SPtLDV : 2x – 7y ≥ -14 ; -4x - 3y ≥ 12 ; x ≤ 0 ; y ≤ 0 adalah …. A B C D
  • 17.
    4. ) DHPdari SPtLDV : 3x + y ≥ 3; -3x + 5y ≤ -15 ; x ≤ 0 ; y ≥ 0 adalah …. 4. ) DHP dari SPtLDV : 3x + y ≥ 3; -3x + 5y ≤ -15 ; x ≤ 0 ; y ≥ 0 adalah …. A B C D
  • 18.
    Klik untuk memeriksahasil latihan PERIKSAPERIKSA Ulangi Latihan Ulangi Latihan KUNCIKUNCI
  • 19.
    Kunci jawaban latihan 1.B 2. A 3. D 4. C