Dokumen ini membahas teori modernisasi yang berkembang setelah Perang Dunia II, di mana Amerika Serikat berusaha memodernisasi negara-negara dunia ketiga sebagai upaya untuk memperluas pengaruhnya. Teori ini, termasuk pandangan para pemikir seperti Walt Rostow dan Neil Smelser, menyatakan bahwa peralihan ke modernitas memerlukan perubahan kultural dan struktural, tetapi kritik muncul karena ketidakmampuannya menjelaskan proses pembangunan yang sebenarnya dan cenderung etnosentris. Sebagai tanggapan, postmodernisme muncul sebagai kritik terhadap modernisasi, dengan fokus pada revisi paradigma yang lebih inklusif dan pluralistik.