Teori kritis berfokus pada penggabungan teori dan praktik untuk mengubah masyarakat dengan mengungkap kepentingan-kepentingan yang bersaing dan mendukung kelompok marjinal. Didasarkan oleh gagasan Karl Marx, teori ini menolak skeptisisme dan mengaitkan nalar dengan kehidupan sosial, serta menekankan pentingnya metode reflektif untuk kritik terhadap tatanan sosial yang ada. Berbagai cabang teori kritis, termasuk Marxisme, Sekolah Frankfurt, postmodernisme, kajian budaya, dan feminisme, berupaya mendorong keadilan dan kebebasan dalam masyarakat.