KETERAMPILAN
 BERBICARA
Hakekat Berbicara
Berbicara merupakan kegiatan yang
 menghasilkan bahasa dan berfungsi untuk
   berkomunikasi.
Berbicara merupakan salah satu
 keterampilan dalam berbahasa.
Menurut Tarigan (1989), berbicara adalah
 kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi
 artikulasi atau kata-kata/lambang bunyi
 untuk mengekspresikan, menyatakan
 serta menyampaikan pikiran, gagasan dan
 perasaan.
Berbicara dapat diartikan suatu
 penyampaian maksud (ide, pikiran, isi
 hati) seseorang kepada orang lain dengan
 menggunakan bahasa lisan sehingga
 maksud tersebut dapat dapat dipahami
 oleh orang lain (Depdikbud 1985:7)
Berbicara pada hakekatnya merupakan
 suatu proses berkomunikasi sebab di
 dalamnya terjadi pemindahan pesan dari
 suatu sumber ke tempat lain.
Proses tersebut digambar sebagai berikut:
 .                         Chanel / saluran



     Simbol / lambang


     Massage / pesan
                                                     Komunikasi / receiver
     Komunikasi / sender




                           Umpan balik / feed back
Berbicara sebagai salah satu bentuk
 komunikasi akan mudah dipahami dengan
 cara membandingkan diagram komunikasi
 dengan peristiwa berbahasa
 (Tarigan 1989: 12)
Pembicara                    Penyimak

Maksud                       Pemahaman
(Pra-ucap)                   (Pasca-ucap)

Penyandian                   Pembacaan sandi
(encoding)                   (decoding)

Fonasi                       Audisi
(Pengucapan)                 (Pendengaran)

               Transisi
               (Peralihan)
Berbicara merupakan bentuk perilaku
 manusia yang memanfaatkan faktor-faktor
 fisik, psikologis, neurologis, semantik dan
 linguistik.
Pada saat berbicara seseorang
 memanfaatkan faktor fisik yaitu alat ucap
 untuk menghasilkan bunyi bahasa.
Faktor psikologis memberikan andil yang
 cukup besar terhadap kelancaran
 berbicara.
Stabilitas emosi sangat berpengaruh
  terhadap keutuhan bahan pembicaraan.
Berbicara juga tidak terlepas dari faktor
  neurologis yaitu jaringan saraf yang
  menghubungkan otak kecil dengan mulut,
  telinga serta organ tubuh lainnya dalam
  aktivitas berbicara.
Faktor semantik yang berhubungan dengan
  makna dan faktor linguistik yang berkaitan
  dengan struktur bahasa dalam berbicara.
Berbicara merupakan tuntutan kebutuhan
 manusia sebagai makhluk sosial agar
 mereka dapat berkomunikasi dengan
 sesamanya.
Kemampuan berbicara yang baik sangat
 dibutuhkan dalam berbagai jabatan dalam
 pemerintahan, swasta maupun
 pendidikan.
Seorang pemimpin perlu menguasai
 keterampilan berbicara agar dapat
 menggerakkan masyarakat untuk
 berpartisipasi terhadap program
 pembangunan.
Pemikiran seorang pendidik dituntut
 menguasai keterampilan berbicara agar
 dapat menyampaikan informasi dengan
 baik kepada siswanya.
Perbedaan ragam lisan dan ragam tulis
Bahasa ragam lisan dan ragam tulis agak
 berbeda.
Ragam lisan dimiliki oleh masyarakat
 bahasa sedang ragam tulis tidak mesti
 dimiliki oleh masyrakat bahasa.
Perbedaannya ada 2 macam :
1. Berhubungan dengan peristiwanya
   a. Jika digunakan ragam tulis, partisipasi
   tidak saling berhadapan akibatnya
   bahasa yang digunakan harus lebih
   terang dan jelas sebab berbagai sarana
   pendukungnya yang digunakan dalam
   ragam tulis tidak digunakan (isyarat,
   pandangan, anggukkan)
b. Pada ragam tulis fungsi subyek
predikat dan obyek serta hubungan antar
fungsi itu harus nyata.
   c. Pada ragam lisan partisipasi pada
umumnya bertatap muka sehingga
kelengkapan fungsi tersebut kadang
terabaikan.
Orang yang halus rasa bahasanya sadar
 bahwa kalimat tulis berlainan dengan
 ragam lisan sepatutnya mereka berhati-
 hati dan berusaha agar kalimat yang
 ditulisnya ringkas dan lengkap.
2. Berkaitan dengan upaya yang digunakan
  dalam ragam lisan perlu diketahui tentang
  tinggi rendahnya, panjang-pendeknya,
  dan intonasi kalimat.
Semua tidak terlambang dalam tata tulis
  maupun ejaan.
Ragam lisan pembicara dapat memberikan
  tekanan / memberikan jeda pada bagian
  tertentu agar maksud ujaran / ucapannya
  dapat dipahami.
Elemen Dasar Berbicara
Elemen dasar berbicara yang secara
   fundamental dapat mewujudkan
   terjadinya bahasa lisan.
Elemen tersebut adalah
1. Sumber
2. Pesan
3. Saluran
4. Penerimaan
1. Sumber
   Sumber : pusat pemerolehan pesan
   pembicaraan.
   Pembicara berupa sumber, jika isi
   pembicaraan tersebut berasal dari hati nurani
   pembicara itu sendiri.
2. Pesan
   Pesan : maksud yang terkandung di dalam
   kode yang telah disampaikan pembicara.
   Pesan tersebut berupa kode-kode verbal
   maupun kode non verbal.
3. Saluran
   Saluran : kondisi yang menghubungkan
   antara pembicara dengan lawan bicara
   yang berperan sebagai alat komunikasi
   atau alat bantu komunikasi.
Saluran dapat berupa : media fisik maupun
   non fisik (hardware maupun software)
4. Penerimaan
     Penerimaan : pemahan terhadap kode dan
    penemuan pesan yang terkandung dalam
    penampilan bicara.
Pemahaman kode adalah :
a. Penanggapan bunyi ujaran / ucapan
b. Pemahaman maksud gerak anggota badan
    dan mimik
c. Penafsiran isi pembicaraan
Penerimaan dianggap baik jika antara pembicara
    dan lawan bicara tidak mengalami salah
    komunikasi (salah tangkap, salah tanggap,
    salah paham)
Model Berbicara

Model bicara ada 2 macam :
a.Model berbicara searah
b. Model berbicara dua arah
Diagram
a.    Model searah
                                       decoding

     Sumber                Saluran                Penerima

     (source)              (channel)              (receiver)

                encoding
b. Model dua arah



                decoding               decoding

     Sumber                Saluran                Penerima
     (source)              (channel)              (receiver)

                encoding               encoding
Sikap Mental Pembicara
Sikap mental pembicara adalah unsur
   kejiwaan pembicara yang mempengaruhi
   baik buruknya kegiatan berbicara.
Unsur tersebut adalah
a. Rasa komunikasi
b. Rasa humor
c. Rasa kepemimpinan
d. Rasa percaya diri
a.Rasa komunikasi
  unsur rasa komunikasi adalah
  1. rasa keakraban
  2. kemampuan menyesuaikan diri
  3. sikap tepaslira atau tahu diri
  4. daya ingat yang baik
Rasa komunikasi adalah pemilihan rasa akrab
  dengan orang lain yang tumbuh dari adanya
  kemampuan menempatkan diri,
  menyesuaikan diri serta daya ingat baik
  terhadap bahan pembicaraan.
b. Rasa humor
    Humor adalah penumbuhan suasana segar
    dalam berbicara yang timbul karena
    kecerdasan akal kelucuan rasa simpatik dan
    toleransi terhadap lawan bicara.
Manfaat humor
a. Menumbuhkan suasan segar dalam bicara
b. Membuat pendengar tidak cepat bosan
c. Mengurangi / menghilangkan kelelahan
d. Menumbuhkan rasa akrab antara pembicara
    dengan pendengar
c. Rasa kepemimpinan
    Rasa kepemimpinan adalah rasa percaya diri
    dari pembicara bahwa dirinya mampu
    mengatur, menguasai dan menjalin suasana
    akrab dengan pendengarnya, sehingga ia
    mampu menyampaikan gagasan-gagasan
    secara tepat dan menarik.
Unsur-unsur yang berperan
1. Rasa percaya diri
2. Keterlibatan batin dengan pendengarnya
3. Mampu mengatur dan menguasai diri
4. Rasa hormat dan rasa memiliki seperti diri
    sendiri
d. Rasa percaya diri
     Rasa percaya diri adalah rasa hormat, rasa
    kepercayaan pada diri sendiri yang
    membebaskan pembicara dari rasa takut
    maupun perasaan was-was.
Unsur-unsur yang berperan
1. Kesadaran bahwa manusia sebenarnya ada
    dalam kesamaan dan perbedaan
2. Setiap orang tentu memiliki kelemahan dan
    kelebihan
3. Menjauhkan pada rasa rendah diri
4. Berusaha menyayangi diri sendiri seperti
    rasa sayang yang diberikan pada orang
    lain.
5. Berusaha membentuk pandangan hidup
    yang jelas serta tujuan hidup yang pasti
Batasan dan tujuan berbicara
Berbicara adalah suatu keterampilan
 berbahasa yang berkembang pada
 kehidupan anak yang hanya didahului
 dengan keterampilan menyimak.
Berbicara erat sekali hubungannya dengan
 perkembangan kosa kata yang diperoleh
 anak melalui kegiatan menyimak dan
 membaca
Berbicara adalah kemampuan mengucapkan
 bunyi-bunyi artikulasi / kata-kata untuk
 mengekspresikan, menyampaikan gagasan,
 pikiran dan perasaan seseorang kepada
 orang lain
Berbicara merupakan suatu sistem tanda-
 tanda yang dapat didengar (andible) dan
 yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan
 sejumlah otot dan jaringan otot manusia
 demi maksud dan tujuan dalam mencapai
 tujuan yang berupa ide/gagasan yang
 dikombinasikan.
Berbicara merupakan suatu alat untuk
 mengkomunikasikan gagasan/idie-idie
 yang disusun serta dikembangkan sesuai
 dengan kebutuhan sang pendengar/
 penyimak.
Berbicara merupakan instrumen yang
 mengungkapkan kepada penyimak secara
 langsung apakah si pembicara memahami
  /tidak bahan pembicaraan pada saat dia
 mengkomunikasikan gagasan-gagasan/
 idie-idie kepada si penyimak/pendengar.
Tujuan berbicara
Tujuan utama berbicara adalah untuk
 berkomunikasi.
Pembicara perlu memahami makna segala
 sesuatu yang ingin dikomunikasikan
 terhadap para pendengar dan harus
 mengetahui prinsip-prinsip mendasar
 segala situasi pembicaraan, baik secara
 umum maupun perorangan.
Tujuan lain berbicara adalah
1. Memberitahu/melaporkan (to inform)
2. Menjamu/menghibur (to entertain)
3. Membujuk/mengajak/meyakinkan
   (to persuade)
Prinsip dasar berbicara
a.   Membutuhkan paling sedikti dua orang
b.   Mempergunakan suatu sandi linguistik
c.   Memerima/mengakui suatu daerah referensi umum
d.   Merupakan suatu pertukaran antara partisipan
e.   Menghubungkan setiap pembicara dengan lainnya
     dengan segera
f.   Berhubungan atau berkaitan dengan masa kini
g.   Hanya melibatkan perlengkapan yang berhubungan
     dengan suara/bunyi bahasa dan pendengaran
h.   Tidak pandang bulu menghadapi serta
     memperlakukan apa yang nyata dan apa yang
     diterima sebagai dalil.

Pertemuan 4

  • 1.
  • 2.
    Hakekat Berbicara Berbicara merupakankegiatan yang menghasilkan bahasa dan berfungsi untuk berkomunikasi. Berbicara merupakan salah satu keterampilan dalam berbahasa.
  • 3.
    Menurut Tarigan (1989),berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata/lambang bunyi untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Berbicara dapat diartikan suatu penyampaian maksud (ide, pikiran, isi hati) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga maksud tersebut dapat dapat dipahami oleh orang lain (Depdikbud 1985:7)
  • 4.
    Berbicara pada hakekatnyamerupakan suatu proses berkomunikasi sebab di dalamnya terjadi pemindahan pesan dari suatu sumber ke tempat lain.
  • 5.
    Proses tersebut digambarsebagai berikut: . Chanel / saluran Simbol / lambang Massage / pesan Komunikasi / receiver Komunikasi / sender Umpan balik / feed back
  • 6.
    Berbicara sebagai salahsatu bentuk komunikasi akan mudah dipahami dengan cara membandingkan diagram komunikasi dengan peristiwa berbahasa (Tarigan 1989: 12)
  • 7.
    Pembicara Penyimak Maksud Pemahaman (Pra-ucap) (Pasca-ucap) Penyandian Pembacaan sandi (encoding) (decoding) Fonasi Audisi (Pengucapan) (Pendengaran) Transisi (Peralihan)
  • 8.
    Berbicara merupakan bentukperilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis, semantik dan linguistik. Pada saat berbicara seseorang memanfaatkan faktor fisik yaitu alat ucap untuk menghasilkan bunyi bahasa. Faktor psikologis memberikan andil yang cukup besar terhadap kelancaran berbicara.
  • 9.
    Stabilitas emosi sangatberpengaruh terhadap keutuhan bahan pembicaraan. Berbicara juga tidak terlepas dari faktor neurologis yaitu jaringan saraf yang menghubungkan otak kecil dengan mulut, telinga serta organ tubuh lainnya dalam aktivitas berbicara. Faktor semantik yang berhubungan dengan makna dan faktor linguistik yang berkaitan dengan struktur bahasa dalam berbicara.
  • 10.
    Berbicara merupakan tuntutankebutuhan manusia sebagai makhluk sosial agar mereka dapat berkomunikasi dengan sesamanya. Kemampuan berbicara yang baik sangat dibutuhkan dalam berbagai jabatan dalam pemerintahan, swasta maupun pendidikan.
  • 11.
    Seorang pemimpin perlumenguasai keterampilan berbicara agar dapat menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi terhadap program pembangunan. Pemikiran seorang pendidik dituntut menguasai keterampilan berbicara agar dapat menyampaikan informasi dengan baik kepada siswanya.
  • 12.
    Perbedaan ragam lisandan ragam tulis Bahasa ragam lisan dan ragam tulis agak berbeda. Ragam lisan dimiliki oleh masyarakat bahasa sedang ragam tulis tidak mesti dimiliki oleh masyrakat bahasa.
  • 13.
    Perbedaannya ada 2macam : 1. Berhubungan dengan peristiwanya a. Jika digunakan ragam tulis, partisipasi tidak saling berhadapan akibatnya bahasa yang digunakan harus lebih terang dan jelas sebab berbagai sarana pendukungnya yang digunakan dalam ragam tulis tidak digunakan (isyarat, pandangan, anggukkan)
  • 14.
    b. Pada ragamtulis fungsi subyek predikat dan obyek serta hubungan antar fungsi itu harus nyata. c. Pada ragam lisan partisipasi pada umumnya bertatap muka sehingga kelengkapan fungsi tersebut kadang terabaikan.
  • 15.
    Orang yang halusrasa bahasanya sadar bahwa kalimat tulis berlainan dengan ragam lisan sepatutnya mereka berhati- hati dan berusaha agar kalimat yang ditulisnya ringkas dan lengkap.
  • 16.
    2. Berkaitan denganupaya yang digunakan dalam ragam lisan perlu diketahui tentang tinggi rendahnya, panjang-pendeknya, dan intonasi kalimat. Semua tidak terlambang dalam tata tulis maupun ejaan. Ragam lisan pembicara dapat memberikan tekanan / memberikan jeda pada bagian tertentu agar maksud ujaran / ucapannya dapat dipahami.
  • 17.
    Elemen Dasar Berbicara Elemendasar berbicara yang secara fundamental dapat mewujudkan terjadinya bahasa lisan. Elemen tersebut adalah 1. Sumber 2. Pesan 3. Saluran 4. Penerimaan
  • 18.
    1. Sumber Sumber : pusat pemerolehan pesan pembicaraan. Pembicara berupa sumber, jika isi pembicaraan tersebut berasal dari hati nurani pembicara itu sendiri. 2. Pesan Pesan : maksud yang terkandung di dalam kode yang telah disampaikan pembicara. Pesan tersebut berupa kode-kode verbal maupun kode non verbal.
  • 19.
    3. Saluran Saluran : kondisi yang menghubungkan antara pembicara dengan lawan bicara yang berperan sebagai alat komunikasi atau alat bantu komunikasi. Saluran dapat berupa : media fisik maupun non fisik (hardware maupun software)
  • 20.
    4. Penerimaan Penerimaan : pemahan terhadap kode dan penemuan pesan yang terkandung dalam penampilan bicara. Pemahaman kode adalah : a. Penanggapan bunyi ujaran / ucapan b. Pemahaman maksud gerak anggota badan dan mimik c. Penafsiran isi pembicaraan Penerimaan dianggap baik jika antara pembicara dan lawan bicara tidak mengalami salah komunikasi (salah tangkap, salah tanggap, salah paham)
  • 21.
    Model Berbicara Model bicaraada 2 macam : a.Model berbicara searah b. Model berbicara dua arah
  • 22.
    Diagram a. Model searah decoding Sumber Saluran Penerima (source) (channel) (receiver) encoding
  • 23.
    b. Model duaarah decoding decoding Sumber Saluran Penerima (source) (channel) (receiver) encoding encoding
  • 24.
    Sikap Mental Pembicara Sikapmental pembicara adalah unsur kejiwaan pembicara yang mempengaruhi baik buruknya kegiatan berbicara. Unsur tersebut adalah a. Rasa komunikasi b. Rasa humor c. Rasa kepemimpinan d. Rasa percaya diri
  • 25.
    a.Rasa komunikasi unsur rasa komunikasi adalah 1. rasa keakraban 2. kemampuan menyesuaikan diri 3. sikap tepaslira atau tahu diri 4. daya ingat yang baik Rasa komunikasi adalah pemilihan rasa akrab dengan orang lain yang tumbuh dari adanya kemampuan menempatkan diri, menyesuaikan diri serta daya ingat baik terhadap bahan pembicaraan.
  • 26.
    b. Rasa humor Humor adalah penumbuhan suasana segar dalam berbicara yang timbul karena kecerdasan akal kelucuan rasa simpatik dan toleransi terhadap lawan bicara. Manfaat humor a. Menumbuhkan suasan segar dalam bicara b. Membuat pendengar tidak cepat bosan c. Mengurangi / menghilangkan kelelahan d. Menumbuhkan rasa akrab antara pembicara dengan pendengar
  • 27.
    c. Rasa kepemimpinan Rasa kepemimpinan adalah rasa percaya diri dari pembicara bahwa dirinya mampu mengatur, menguasai dan menjalin suasana akrab dengan pendengarnya, sehingga ia mampu menyampaikan gagasan-gagasan secara tepat dan menarik. Unsur-unsur yang berperan 1. Rasa percaya diri 2. Keterlibatan batin dengan pendengarnya 3. Mampu mengatur dan menguasai diri 4. Rasa hormat dan rasa memiliki seperti diri sendiri
  • 28.
    d. Rasa percayadiri Rasa percaya diri adalah rasa hormat, rasa kepercayaan pada diri sendiri yang membebaskan pembicara dari rasa takut maupun perasaan was-was. Unsur-unsur yang berperan 1. Kesadaran bahwa manusia sebenarnya ada dalam kesamaan dan perbedaan 2. Setiap orang tentu memiliki kelemahan dan kelebihan
  • 29.
    3. Menjauhkan padarasa rendah diri 4. Berusaha menyayangi diri sendiri seperti rasa sayang yang diberikan pada orang lain. 5. Berusaha membentuk pandangan hidup yang jelas serta tujuan hidup yang pasti
  • 30.
    Batasan dan tujuanberbicara Berbicara adalah suatu keterampilan berbahasa yang berkembang pada kehidupan anak yang hanya didahului dengan keterampilan menyimak. Berbicara erat sekali hubungannya dengan perkembangan kosa kata yang diperoleh anak melalui kegiatan menyimak dan membaca
  • 31.
    Berbicara adalah kemampuanmengucapkan bunyi-bunyi artikulasi / kata-kata untuk mengekspresikan, menyampaikan gagasan, pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain Berbicara merupakan suatu sistem tanda- tanda yang dapat didengar (andible) dan yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot manusia demi maksud dan tujuan dalam mencapai tujuan yang berupa ide/gagasan yang dikombinasikan.
  • 32.
    Berbicara merupakan suatualat untuk mengkomunikasikan gagasan/idie-idie yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sang pendengar/ penyimak. Berbicara merupakan instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak secara langsung apakah si pembicara memahami /tidak bahan pembicaraan pada saat dia mengkomunikasikan gagasan-gagasan/ idie-idie kepada si penyimak/pendengar.
  • 33.
    Tujuan berbicara Tujuan utamaberbicara adalah untuk berkomunikasi. Pembicara perlu memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan terhadap para pendengar dan harus mengetahui prinsip-prinsip mendasar segala situasi pembicaraan, baik secara umum maupun perorangan.
  • 34.
    Tujuan lain berbicaraadalah 1. Memberitahu/melaporkan (to inform) 2. Menjamu/menghibur (to entertain) 3. Membujuk/mengajak/meyakinkan (to persuade)
  • 35.
    Prinsip dasar berbicara a. Membutuhkan paling sedikti dua orang b. Mempergunakan suatu sandi linguistik c. Memerima/mengakui suatu daerah referensi umum d. Merupakan suatu pertukaran antara partisipan e. Menghubungkan setiap pembicara dengan lainnya dengan segera f. Berhubungan atau berkaitan dengan masa kini g. Hanya melibatkan perlengkapan yang berhubungan dengan suara/bunyi bahasa dan pendengaran h. Tidak pandang bulu menghadapi serta memperlakukan apa yang nyata dan apa yang diterima sebagai dalil.