Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
KETERAMPILANKETERAMPILANBERBICARABERBICARA
Hakekat BerbicaraHakekat BerbicaraBerbicara merupakan perbuatanBerbicara merupakan perbuatanmenghasilkan bahasa untukmengh...
Menurut Tarigan (1989), berbicara adalahMenurut Tarigan (1989), berbicara adalahkemampuan mengucapkan bunyi-bunyikemampuan...
Berbicara pada hakekatnya merupakanBerbicara pada hakekatnya merupakansuatu proses berkomunikasi sebab disuatu proses berk...
Proses tersebut digambar sebagai berikut:Proses tersebut digambar sebagai berikut:.. Chanel / saluranSimbol / lambangMassa...
Berbicara sebagai salah satu bentukBerbicara sebagai salah satu bentukkomunikasi akan mudah dipahami dengankomunikasi akan...
PembicaraPembicara PenyimakPenyimakMaksudMaksud PemahamanPemahaman(Pra-ucap)(Pra-ucap) (Pasca-ucap)(Pasca-ucap)PenyandianP...
Berbicara merupakan bentuk perilakuBerbicara merupakan bentuk perilakumanusia yang memanfaatkan faktor-faktormanusia yang ...
Stabilitas emosi sangat berpengaruhStabilitas emosi sangat berpengaruhterhadap keutuhan bahan pembicaraan.terhadap keutuha...
Berbicara merupakan tuntutan kebutuhanBerbicara merupakan tuntutan kebutuhanmanusia sebagai makhluk sosial agarmanusia seb...
Seorang pemimpin perlu menguasaiSeorang pemimpin perlu menguasaiketerampilan berbicara agar dapatketerampilan berbicara ag...
Perbedaan ragam lisan dan ragam tulisPerbedaan ragam lisan dan ragam tulisBahasa ragam lisan dan ragam tulis agakBahasa ra...
Perbedaannya ada 2 macam :Perbedaannya ada 2 macam :1.1. Berhubungan dengan peristiwanyaBerhubungan dengan peristiwanyaa. ...
b. Pada ragam tulis fungsi subyekb. Pada ragam tulis fungsi subyekpredikat dan obyek serta hubungan antarpredikat dan obye...
Orang yang halus rasa bahasanya sadarOrang yang halus rasa bahasanya sadarbahwa kalimat tulis berlainan denganbahwa kalima...
2. Berkaitan dengan upaya yang digunakan2. Berkaitan dengan upaya yang digunakandalam ragam lisan perlu diketahui tentangd...
Elemen Dasar BerbicaraElemen Dasar BerbicaraElemen dasar berbicara yang secaraElemen dasar berbicara yang secarafundamenta...
1.1. SumberSumberSumberSumber : pusat pemerolehan pesan: pusat pemerolehan pesanpembicaraan.pembicaraan.Pembicara berupa s...
3.3. SaluranSaluranSaluranSaluran :: kondisi yang menghubungkankondisi yang menghubungkanantara pembicara dengan lawan bic...
4. Penerimaan4. PenerimaanPenerimaanPenerimaan : pemahan terhadap kode dan: pemahan terhadap kode danpenemuan pesan yang t...
Model BerbicaraModel BerbicaraModel bicara ada 2 macamModel bicara ada 2 macam ::a.Model berbicara searaha.Model berbicara...
DiagramDiagrama.a. Model searahModel searahSumber(source)Penerima(receiver)Saluran(channel)encodingdecoding
b. Model dua arahb. Model dua arahSumber(source)Penerima(receiver)Saluran(channel)decodingencodingdecodingencoding
Sikap Mental PembicaraSikap Mental PembicaraSikap mental pembicara adalah unsurSikap mental pembicara adalah unsurkejiwaan...
a.a. Rasa komunikasiRasa komunikasiunsur rasa komunikasi adalahunsur rasa komunikasi adalah1. rasa keakraban1. rasa keakra...
b. Rasa humorb. Rasa humorhumor adalah penumbuhan suasana segarhumor adalah penumbuhan suasana segardalam berbicara yang t...
c. Rasa kepemimpinanc. Rasa kepemimpinanRasa kepemimpinan adalah rasa percaya diriRasa kepemimpinan adalah rasa percaya di...
d. Rasa percaya dirid. Rasa percaya diriRasa percaya diri adalah rasa hormat, rasaRasa percaya diri adalah rasa hormat, ra...
3. Menjauhkan pada rasa rendah diri3. Menjauhkan pada rasa rendah diri4. Berusaha menyayangi diri sendiri seperti4. Berusa...
Batasan dan tujuan berbicaraBatasan dan tujuan berbicaraBerbiacar adalah suatu keterampilanBerbiacar adalah suatu keteramp...
Berbicara adalah kemampuan mengucapkanBerbicara adalah kemampuan mengucapkanbunyi-bunyi artikulasi / kata-kata untukbunyi-...
Berbicara merupakan suatu alat untukBerbicara merupakan suatu alat untukmengkomunikasikan gagasan / ide-idemengkomunikasik...
Tujuan berbicaraTujuan berbicaraTujuan utama berbicara adalah untukTujuan utama berbicara adalah untukberkomunikasi pembic...
Tujuan lain berbicara adalahTujuan lain berbicara adalah1.1. Memberitahu / melaporkan (to inform)Memberitahu / melaporkan ...
Prinsip dasar berbicaraPrinsip dasar berbicaraa.a. Membutuhkan paling sedikti dua orangMembutuhkan paling sedikti dua oran...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Keterampilan Berbicara

1,347 views

Published on

Pertemuan 4

Published in: Education
  • Be the first to like this

Keterampilan Berbicara

  1. 1. KETERAMPILANKETERAMPILANBERBICARABERBICARA
  2. 2. Hakekat BerbicaraHakekat BerbicaraBerbicara merupakan perbuatanBerbicara merupakan perbuatanmenghasilkan bahasa untukmenghasilkan bahasa untukberkomunikasi sebagai salah satuberkomunikasi sebagai salah satuketerampilan dasar dalam berbahasa.keterampilan dasar dalam berbahasa.
  3. 3. Menurut Tarigan (1989), berbicara adalahMenurut Tarigan (1989), berbicara adalahkemampuan mengucapkan bunyi-bunyikemampuan mengucapkan bunyi-bunyiartikulasi atau kata-kata / lambang bunyiartikulasi atau kata-kata / lambang bunyiuntuk mengekspresikan, menyatakanuntuk mengekspresikan, menyatakanserta menyampaikan pikiran, gagasan danserta menyampaikan pikiran, gagasan danperasaan.perasaan.Berbicara dapat diartikan suatuBerbicara dapat diartikan suatupenyampaian maksud (ide, pikiran, isipenyampaian maksud (ide, pikiran, isihati) seseorang kepada orang lain denganhati) seseorang kepada orang lain denganmenggunakan bahasa lisan sehinggamenggunakan bahasa lisan sehinggamaksud tersebut dapat dapat dipahamimaksud tersebut dapat dapat dipahamioleh orang lain (Depdikbud 1985:7)oleh orang lain (Depdikbud 1985:7)
  4. 4. Berbicara pada hakekatnya merupakanBerbicara pada hakekatnya merupakansuatu proses berkomunikasi sebab disuatu proses berkomunikasi sebab didalamnya terjadi pemindahan pesan daridalamnya terjadi pemindahan pesan darisuatu sumber ke tempat lain.suatu sumber ke tempat lain.
  5. 5. Proses tersebut digambar sebagai berikut:Proses tersebut digambar sebagai berikut:.. Chanel / saluranSimbol / lambangMassage / pesanKomunikasi / senderUmpan balik / feedbackKomunikasi / receiver
  6. 6. Berbicara sebagai salah satu bentukBerbicara sebagai salah satu bentukkomunikasi akan mudah dipahami dengankomunikasi akan mudah dipahami dengancara membandingkan diagram komunikasicara membandingkan diagram komunikasidengan peristiwa berbahasadengan peristiwa berbahasa(Tarigan 1989: 12)(Tarigan 1989: 12)
  7. 7. PembicaraPembicara PenyimakPenyimakMaksudMaksud PemahamanPemahaman(Pra-ucap)(Pra-ucap) (Pasca-ucap)(Pasca-ucap)PenyandianPenyandian Pembacaan sandiPembacaan sandi(encoding)(encoding) (decoding)(decoding)FonasiFonasi AudisiAudisi(Pengucapan)(Pengucapan) (Pendengaran)(Pendengaran)TransisiTransisi(Peralihan)(Peralihan)
  8. 8. Berbicara merupakan bentuk perilakuBerbicara merupakan bentuk perilakumanusia yang memanfaatkan faktor-faktormanusia yang memanfaatkan faktor-faktorfisik, psikologis, neurologis, semantik danfisik, psikologis, neurologis, semantik danlinguistik.linguistik.Pada saat berbicara seseorangPada saat berbicara seseorangmemanfaatkan faktor fisik yaitu alat ucapmemanfaatkan faktor fisik yaitu alat ucapuntuk menghasilkan bunyi bahasa.untuk menghasilkan bunyi bahasa.Faktor psikologis memberikan andil yangFaktor psikologis memberikan andil yangcukup besar terhadap kelancarancukup besar terhadap kelancaranberbicara.berbicara.
  9. 9. Stabilitas emosi sangat berpengaruhStabilitas emosi sangat berpengaruhterhadap keutuhan bahan pembicaraan.terhadap keutuhan bahan pembicaraan.Berbicara juga tidak terlepas dari faktorBerbicara juga tidak terlepas dari faktorneurologis yaitu jaringan saraf yangneurologis yaitu jaringan saraf yangmenghubungkan otak kecil dengan mulut,menghubungkan otak kecil dengan mulut,telinga serta organ tubuh lainnya dalamtelinga serta organ tubuh lainnya dalamaktivitas berbicara.aktivitas berbicara.Faktor semantik yang berhubungan denganFaktor semantik yang berhubungan denganmakna dan faktor linguistik yang berkaitanmakna dan faktor linguistik yang berkaitandengan struktur bahasa dalam berbicara.dengan struktur bahasa dalam berbicara.
  10. 10. Berbicara merupakan tuntutan kebutuhanBerbicara merupakan tuntutan kebutuhanmanusia sebagai makhluk sosial agarmanusia sebagai makhluk sosial agarmereka dapat berkomunikasi denganmereka dapat berkomunikasi dengansesamanya.sesamanya.Kemampuan berbicara yang baik sangatKemampuan berbicara yang baik sangatdibutuhkan dalam berbagai jabatan dalamdibutuhkan dalam berbagai jabatan dalampemerintahan, swasta maupunpemerintahan, swasta maupunpendidikan.pendidikan.
  11. 11. Seorang pemimpin perlu menguasaiSeorang pemimpin perlu menguasaiketerampilan berbicara agar dapatketerampilan berbicara agar dapatmenggerakkan masyarakat untukmenggerakkan masyarakat untukberpartisipasi terhadap programberpartisipasi terhadap programpembangunan.pembangunan.Pemikiran seorang pendidik dituntutPemikiran seorang pendidik dituntutmenguasai keterampilan berbicara agarmenguasai keterampilan berbicara agardapat menyampaikan informasi dengandapat menyampaikan informasi denganbaik kepada siswanya.baik kepada siswanya.
  12. 12. Perbedaan ragam lisan dan ragam tulisPerbedaan ragam lisan dan ragam tulisBahasa ragam lisan dan ragam tulis agakBahasa ragam lisan dan ragam tulis agakberbeda.berbeda.Ragam lisan dimiliki oleh masyarakatRagam lisan dimiliki oleh masyarakatbahasa sedang ragam tulis tidak mestibahasa sedang ragam tulis tidak mestidimiliki oleh masyrakat bahasa.dimiliki oleh masyrakat bahasa.
  13. 13. Perbedaannya ada 2 macam :Perbedaannya ada 2 macam :1.1. Berhubungan dengan peristiwanyaBerhubungan dengan peristiwanyaa. Jika digunakan ragam tulis, partisipasia. Jika digunakan ragam tulis, partisipasitidak saling berhadapan akibatnyatidak saling berhadapan akibatnyabahasa yang digunakan harus lebihbahasa yang digunakan harus lebihterang dan jelas sebab berbagai saranaterang dan jelas sebab berbagai saranapendukungnya yang digunakan dalampendukungnya yang digunakan dalamragam tulis tidak digunakan (isyarat,ragam tulis tidak digunakan (isyarat,pandangan, anggukkan)pandangan, anggukkan)
  14. 14. b. Pada ragam tulis fungsi subyekb. Pada ragam tulis fungsi subyekpredikat dan obyek serta hubungan antarpredikat dan obyek serta hubungan antarfungsi itu harus nyata.fungsi itu harus nyata.c. Pada ragam lisan partisipasi padac. Pada ragam lisan partisipasi padaumumnya bertatap muka sehinggaumumnya bertatap muka sehinggakelengkapan fungsi tersebut kadangkelengkapan fungsi tersebut kadangterabaikan.terabaikan.
  15. 15. Orang yang halus rasa bahasanya sadarOrang yang halus rasa bahasanya sadarbahwa kalimat tulis berlainan denganbahwa kalimat tulis berlainan denganragam lisan sepatutnya mereka berhati-ragam lisan sepatutnya mereka berhati-hati dan berusaha agar kalimat yanghati dan berusaha agar kalimat yangditulisnya ringkas dan lengkap.ditulisnya ringkas dan lengkap.
  16. 16. 2. Berkaitan dengan upaya yang digunakan2. Berkaitan dengan upaya yang digunakandalam ragam lisan perlu diketahui tentangdalam ragam lisan perlu diketahui tentangtinggi rendahnya, panjang-pendeknya,tinggi rendahnya, panjang-pendeknya,dan intonasi kalimat.dan intonasi kalimat.Semua tidak terlambang dalam tata tulisSemua tidak terlambang dalam tata tulismaupun ejaan.maupun ejaan.Ragam lisan pembicara dapat memberikanRagam lisan pembicara dapat memberikantekanan / memberikan jeda pada bagiantekanan / memberikan jeda pada bagiantertentu agar maksud ujaran / ucapannyatertentu agar maksud ujaran / ucapannyadapat dipahami.dapat dipahami.
  17. 17. Elemen Dasar BerbicaraElemen Dasar BerbicaraElemen dasar berbicara yang secaraElemen dasar berbicara yang secarafundamental dapat mewujudkanfundamental dapat mewujudkanterjadinya bahasa lisan.terjadinya bahasa lisan.Elemen tersebut adalahElemen tersebut adalah1.1. SumberSumber2.2. PesanPesan3.3. SaluranSaluran4.4. penerimaanpenerimaan
  18. 18. 1.1. SumberSumberSumberSumber : pusat pemerolehan pesan: pusat pemerolehan pesanpembicaraan.pembicaraan.Pembicara berupa sumber, jika isiPembicara berupa sumber, jika isipembicaraan tersebut berasal dari hati nuranipembicaraan tersebut berasal dari hati nuranipembicara itu sendiri.pembicara itu sendiri.2.2. PesanPesanPesan : maksud yang terkandung di dalamPesan : maksud yang terkandung di dalamkode yang telah disampaikan pembicara.kode yang telah disampaikan pembicara.Pesan tersebut berupa kode-kode verbalPesan tersebut berupa kode-kode verbalmaupun kode non verbal.maupun kode non verbal.
  19. 19. 3.3. SaluranSaluranSaluranSaluran :: kondisi yang menghubungkankondisi yang menghubungkanantara pembicara dengan lawan bicaraantara pembicara dengan lawan bicarayang berperan sebagai alat komunikasiyang berperan sebagai alat komunikasiatau alat bantu komunikasi.atau alat bantu komunikasi.Saluran dapat berupaSaluran dapat berupa :: media fisik maupunmedia fisik maupunnon fisiknon fisik (hardware maupun software)(hardware maupun software)
  20. 20. 4. Penerimaan4. PenerimaanPenerimaanPenerimaan : pemahan terhadap kode dan: pemahan terhadap kode danpenemuan pesan yang terkandung dalampenemuan pesan yang terkandung dalampenampilan bicara.penampilan bicara.Pemahaman kode adalah :Pemahaman kode adalah :a.a. Penanggapan bunyi ujaran / ucapanPenanggapan bunyi ujaran / ucapanb.b. Pemahaman maksud gerak anggota badanPemahaman maksud gerak anggota badandan mimikdan mimikc.c. Penafsiran isi pembicaraanPenafsiran isi pembicaraanPenerimaan dianggap baik jika antara pembicaraPenerimaan dianggap baik jika antara pembicaradan lawan bicara tidak mengalami salahdan lawan bicara tidak mengalami salahkomunikasi (salah tangkap, salah tanggap,komunikasi (salah tangkap, salah tanggap,salah paham)salah paham)
  21. 21. Model BerbicaraModel BerbicaraModel bicara ada 2 macamModel bicara ada 2 macam ::a.Model berbicara searaha.Model berbicara searahb. Model berbicara dua arahb. Model berbicara dua arah
  22. 22. DiagramDiagrama.a. Model searahModel searahSumber(source)Penerima(receiver)Saluran(channel)encodingdecoding
  23. 23. b. Model dua arahb. Model dua arahSumber(source)Penerima(receiver)Saluran(channel)decodingencodingdecodingencoding
  24. 24. Sikap Mental PembicaraSikap Mental PembicaraSikap mental pembicara adalah unsurSikap mental pembicara adalah unsurkejiwaan pembicara yang mempengaruhikejiwaan pembicara yang mempengaruhibaik buruknya kegiatan berbicara.baik buruknya kegiatan berbicara.Unsur tersebut adalahUnsur tersebut adalaha.a. Rasa komunikasiRasa komunikasib.b. Rasa humorRasa humorc.c. Rasa kepemimpinanRasa kepemimpinand.d. Rasa percaya diriRasa percaya diri
  25. 25. a.a. Rasa komunikasiRasa komunikasiunsur rasa komunikasi adalahunsur rasa komunikasi adalah1. rasa keakraban1. rasa keakraban2. kemampuan menyesuaikan diri2. kemampuan menyesuaikan diri3. sikap tepaslira atau tahu diri3. sikap tepaslira atau tahu diri4. daya ingat yang baik4. daya ingat yang baikRasa komunikasi adalah pemilihan rasa akrabRasa komunikasi adalah pemilihan rasa akrabdengan orang lain yang tumbuh dari adanyadengan orang lain yang tumbuh dari adanyakemampuan menempatkan diri,kemampuan menempatkan diri,menyesuaikan diri serta daya ingat baikmenyesuaikan diri serta daya ingat baikterhadap bahan pembicaraan.terhadap bahan pembicaraan.
  26. 26. b. Rasa humorb. Rasa humorhumor adalah penumbuhan suasana segarhumor adalah penumbuhan suasana segardalam berbicara yang timbul karenadalam berbicara yang timbul karenakecerdasan akal kelucuan rasa simpatik dankecerdasan akal kelucuan rasa simpatik dantoleransi terhadap lawan bicara.toleransi terhadap lawan bicara.Manfaat humorManfaat humora.a. Menumbuhkan suasan segar dalam bicaraMenumbuhkan suasan segar dalam bicarab.b. Membuat pendengar tidak cepat bosanMembuat pendengar tidak cepat bosanc.c. Mengurangi / menghilangkan kelelahanMengurangi / menghilangkan kelelahand.d. Menumbuhkan rasa akrab antara pembicaraMenumbuhkan rasa akrab antara pembicaradengan pendengardengan pendengar
  27. 27. c. Rasa kepemimpinanc. Rasa kepemimpinanRasa kepemimpinan adalah rasa percaya diriRasa kepemimpinan adalah rasa percaya diridari pembicara bahwa dirinya mampudari pembicara bahwa dirinya mampumengatur, menguasai dan menjalin suasanamengatur, menguasai dan menjalin suasanaakrab dengan pendengarnya, sehingga iaakrab dengan pendengarnya, sehingga iamampu menyampaikan gagasan-gagasanmampu menyampaikan gagasan-gagasansecara tepat dan menarik.secara tepat dan menarik.Unsur-unsur yang berperanUnsur-unsur yang berperan1.1. Rasa percaya diriRasa percaya diri2.2. Keterlibatan batin dengan pendengarnyaKeterlibatan batin dengan pendengarnya3.3. Mampu mengatur dan menguasai diriMampu mengatur dan menguasai diri4.4. Rasa hormat dan rasa memiliki seperti diriRasa hormat dan rasa memiliki seperti dirisendirisendiri
  28. 28. d. Rasa percaya dirid. Rasa percaya diriRasa percaya diri adalah rasa hormat, rasaRasa percaya diri adalah rasa hormat, rasakepercayaan pada diri sendiri yangkepercayaan pada diri sendiri yangmembebaskan pembicara dari rasa takutmembebaskan pembicara dari rasa takutmaupun perasaan was-was.maupun perasaan was-was.Unsur-unsur yang berperanUnsur-unsur yang berperan1.1. Kesadaran bahwa manusia sebenarnya adaKesadaran bahwa manusia sebenarnya adadalam kesamaan dan perbedaandalam kesamaan dan perbedaan2.2. Setiap orang tentu memiliki kelemahan danSetiap orang tentu memiliki kelemahan dankelebihankelebihan
  29. 29. 3. Menjauhkan pada rasa rendah diri3. Menjauhkan pada rasa rendah diri4. Berusaha menyayangi diri sendiri seperti4. Berusaha menyayangi diri sendiri sepertirasa sayang yang diberikan pada orangrasa sayang yang diberikan pada oranglain.lain.5. Berusaha membentuk pandangan hidup5. Berusaha membentuk pandangan hidupyang jelas serta tujuan hidup yang pastiyang jelas serta tujuan hidup yang pasti
  30. 30. Batasan dan tujuan berbicaraBatasan dan tujuan berbicaraBerbiacar adalah suatu keterampilanBerbiacar adalah suatu keterampilanberbahasa yang berkembang padaberbahasa yang berkembang padakehidupan anak yang hanya didahuluikehidupan anak yang hanya didahuluidengan keterampilan menyimak.dengan keterampilan menyimak.Berbicara erat sekali hubungannya denganBerbicara erat sekali hubungannya denganperkembangan kosa kata yang diperolehperkembangan kosa kata yang diperolehanak melalui kegiatan menyimak dananak melalui kegiatan menyimak danmembacamembaca
  31. 31. Berbicara adalah kemampuan mengucapkanBerbicara adalah kemampuan mengucapkanbunyi-bunyi artikulasi / kata-kata untukbunyi-bunyi artikulasi / kata-kata untukmengekspresikan, menyampaikan gagasan,mengekspresikan, menyampaikan gagasan,pikiran dan perasaan seseorang kepadapikiran dan perasaan seseorang kepadaorang lainorang lainBerbicara merupakan suatu sistem tanda-Berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (andible) dantanda yang dapat didengar (andible) danyang kelihatan (visible) yang memanfaatkanyang kelihatan (visible) yang memanfaatkansejumlah ototdan jaringan otot manusia demisejumlah ototdan jaringan otot manusia demimaksud dan tujuan dalam mencapai tujuanmaksud dan tujuan dalam mencapai tujuanyang berupa ide / gagasan yangyang berupa ide / gagasan yangdikombinasikan.dikombinasikan.
  32. 32. Berbicara merupakan suatu alat untukBerbicara merupakan suatu alat untukmengkomunikasikan gagasan / ide-idemengkomunikasikan gagasan / ide-ideyang disusun serta dikembangkan sesuaiyang disusun serta dikembangkan sesuaidengan kebutuhan sang pendengar /dengan kebutuhan sang pendengar /penyimak.penyimak.Berbicara merupakan instrumen yangBerbicara merupakan instrumen yangmengungkapkan kepada penyimak secaramengungkapkan kepada penyimak secaralangsung apakah si pembicara memahamilangsung apakah si pembicara memahami/ tidak bahan pembicaraan pada saat dia/ tidak bahan pembicaraan pada saat diamengkomunikasikan gagasan-gagasan /mengkomunikasikan gagasan-gagasan /ide-ide kepada si penyimak / pendengar.ide-ide kepada si penyimak / pendengar.
  33. 33. Tujuan berbicaraTujuan berbicaraTujuan utama berbicara adalah untukTujuan utama berbicara adalah untukberkomunikasi pembicara perluberkomunikasi pembicara perlumemahami makna segala sesuatu yangmemahami makna segala sesuatu yangingin dikomunikasikan terhadap paraingin dikomunikasikan terhadap parapendengar dan harus mengetahui prinsip-pendengar dan harus mengetahui prinsip-prinsip mendasar segala situasiprinsip mendasar segala situasipembicaraan, baik secara umum maupunpembicaraan, baik secara umum maupunperorangan.perorangan.
  34. 34. Tujuan lain berbicara adalahTujuan lain berbicara adalah1.1. Memberitahu / melaporkan (to inform)Memberitahu / melaporkan (to inform)2.2. Menjamu / menghibur (to entertain)Menjamu / menghibur (to entertain)3.3. Membujuk / mengajak / meyakinkanMembujuk / mengajak / meyakinkan(to persuade)(to persuade)
  35. 35. Prinsip dasar berbicaraPrinsip dasar berbicaraa.a. Membutuhkan paling sedikti dua orangMembutuhkan paling sedikti dua orangb.b. Mempergunakan suatu sandi linguistikMempergunakan suatu sandi linguistikc.c. Memerima / mengakui suatu daerah referensi umumMemerima / mengakui suatu daerah referensi umumd.d. Merupakan suatu pertukaran antara partisipanMerupakan suatu pertukaran antara partisipane.e. Menghubungkan setiap pembicara dengan lainnyaMenghubungkan setiap pembicara dengan lainnyadengan segeradengan segeraf.f. Berhubungan atau berkaitan dengan masa kiniBerhubungan atau berkaitan dengan masa kinig.g. Hanya melibatkan perlengkapan yang berhubunganHanya melibatkan perlengkapan yang berhubungandengan suara / bunyi bahasa dan pendengarandengan suara / bunyi bahasa dan pendengaranh.h. Tidak pandang bulu menghadapi sertaTidak pandang bulu menghadapi sertamemperlakukan apa yang nyata dan apa yangmemperlakukan apa yang nyata dan apa yangditerima sebagai dalil.diterima sebagai dalil.

×