Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
MAKALAHKETERAMPILAN BERBAHASAMakalah ini diajukan untuk Memenuhi TugasMata Kuliah: Bahasa IndonesiaDosen: Indrya Mulyaning...
BAB IPEMBAHASANA. Keterampilan Membaca1. Pengertian Keterampilan MembacaKeterampilan membaca adalah aktifitas yang komplek...
menjadi terganggu karena setiap kata dipahami satu persatu. Hal itulah yang menghambatpemahaman seseorang.Seorang pembaca ...
b. Minimnya pemahaman yang diperolehSolusi untuk mengatasinya:1) Mengenal bacaan sebelum proses membaca2) Menggunakan tekn...
g. JenuhSolusi untuk mengatasinya:1) Melihat kondisi kita sebelum membaca2) Menumbuhkan minat baca3) Mencari buku bacaan y...
2. Tujuan BerbicaraSetiap kegiatan berbicara yang dilakukan manusia selalu mempunyai maksud dantujuan. Menurut Tarigan (19...
e. Kenyaringan suaraf. Kelancarang. Relevansi dan penalaranh. Penguasaan topik4. Faktor Penghambat Kegiatan BerbicaraAda k...
5) Banyak bertanyac. GagapSolusi:1) Terapi bicara dan ada keinginan untuk sembuh2) Banyak bersosialisasi dengan lingkungan...
3) Konsultasi dengan orang yang terampil berbicarah. Pelafalan, intonasi, jeda dan lain-lainSolusi:1) Latihan berbicara2) ...
3. Unsur-unsur MenyimakKegiatan menyimak merupakan kegiatan yang cukup kompleks karena sangatbergantung kepada berbagai un...
Pendapat lain menurut Tarigan (1994:62), komponen/faktor-fantor penting dalammenyimak adalah sebagai berikut.a. Membedakan...
5. Ciri-Ciri Penyimak IdealMenurut Djago Tarigan mengidentifikasi ciri-ciri menyimak ideal sebagai berikut:a. Berkonsentra...
c. Menyimak dengan KritisYang dimaksudkan dengan menyimak kritis ialah aktivitas menyimak yang parapenyimaknya tidak dapat...
menumbuhkan kratifitas untuk menulis hasil simakan yang diperoleh. Dan dituangkandalam suatu karya tulis, baik itu cerpen,...
f. Situasi dan KondisiSolusi:1) Perhatikan penerangan ruangan2) Menjaga ketenangan ruangan3) Siapkan dan gunakan peralatan...
c. Mempersuasi pembacad. Menghasilkan karya tulis3. Jenis TulisanBerdasarkan tujuan menulis, tulisan dibedakan menjadi lim...
DAFTAR PUSTAKAArishta. 2011. Keterampilan Menyimak. http://aristhaserenade.blogspot.com/p/keterampilan-menyimak.html diund...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Keterampilan Berbahasa

10,926 views

Published on

Published in: Education

Keterampilan Berbahasa

  1. 1. MAKALAHKETERAMPILAN BERBAHASAMakalah ini diajukan untuk Memenuhi TugasMata Kuliah: Bahasa IndonesiaDosen: Indrya Mulyaningsih, M.Pd.Disusun Oleh :NasifahNIM: 14121520520Tarbiyah/Matematika-C/Semester IIINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)SYEKH NURJATI CIREBON2013
  2. 2. BAB IPEMBAHASANA. Keterampilan Membaca1. Pengertian Keterampilan MembacaKeterampilan membaca adalah aktifitas yang kompleks yang melibatkan berbagaifaktor yang datangnya dari dalam diri pembaca dan faktor luar. Selain itu, keterampilanmembaca juga dapat dikatakan sebagai jenis kemampuan manusia sebagai produk belajardari lingkungan, dan bukan kemampuan yang bersifat instingtif, atau naluri yang dibawasejak lahir. Oleh karena itu, proses membaca yang dilakukan oleh seorang dewasa (dapatmembaca) merupakan usaha mengolah dan menghasilkan sesuatu melalui penggunaanmodal tertentu.Membaca adalah proses produksi yang menghasilkan pengetahuan, pengalaman, dansikap-sikap baru. Untuk memperlancar proses membaca, seorang pembaca harus memikimodal: 1). Pengetahuan dan pengalaman, 2). Kemampuan berbahasa (kebahasaan), 3).Pengetahuan tentang tekhnik membaca, 4). Tujuan membaca.2. Tujuan MembacaSecara garis besar tujuan membaca itu sangat luas sifatnya karena setiap situasimembaca mempunyai tujuan tersendiri yang bersifat spesifik. Namun, secara umum adapenggolongan membaca tentang tujuan membaca yang telah dikemukakan oleh ahlimembaca Waples (1967). Dalam eksperimennya ia menemukan bahwa tujuan membacaitu meliputi beberapa hal yang pada hakikatnya tujuan membaca adalah modal utamamembaca. Tujuan yang jelas akan memberikan motivasi yang intrinsik yang besar bagiseseorang. Seseorang yang sadar sepenuhnya akan tujuan membaca akan dapatmengarahkan sasaran daya pikir kritis dalam mengolah bahan bacaan sehinggamemperoleh kepuasan dalam membaca.3. Efektifitas MembacaEfektif, artinya peningkatan membaca itu harus diikuti pula oleh peningkatanpemahaman terhadap bacaan. Pembaca yang efektif dan kritis tahu tentang apa yang perludigalinya dari bahan bacaan secara cepat, mengabaikan unsur-unsur yang kurang penting,serta membuang hal-hal yang tidak diperlukan. Seorang pembaca yang buruk melakukantindakannya dan memahaminya secara terputus. Jadi, pemahaman terhadap bacaan
  3. 3. menjadi terganggu karena setiap kata dipahami satu persatu. Hal itulah yang menghambatpemahaman seseorang.Seorang pembaca efektif melihat setiap baris bacaan hanya pada satu-satuan pikiranyang ada. Biasanya berupa frase-frase, klausa-klausa, atau kata-kata kunci. Jadi bagianbacaan yang dilihat semakin sedikit. Akibatnya, perpindahan mata akan semakin cepat,dan pada akhirnya kecepatan membaca dapat ditingkatkan. Ia tidak memahami kata demikata sesuai dengan makna aslinya (dalam kamus), tetapi melihat makna kita sesuai dengankonteks kalimatnya. Dengan demikian, pemahaman juga dapat ditingkatkan.4. Pengetahuan tentang Teknis MembacaKeterampilan ini berkaitan dengan keseluruhan aktifitas membaca sehingga dapatmencakup makna proses membaca sebagai aktifitas mengolah kata yang terkandung dalambahan bacaan, kreatifitas, membaca, sampai pada aktifitas membaca cepat.Secara garis besar, pengetahuan tentang teknik membaca itu meliputi:a. Pengetahuan tentang aspek-aspek keterampilan membaca1) Keterampilan mengenali kata2) Keterampilan mengenali tanda baca3) Keterampilan memahami makna tersurat4) Keterampilan membaca kritis5) Kemampuan membaca kreatifb. Pengetahuan tentang teknik membaca cepatc. Pengetahuan tentang membaca telaah ilmiah5. Masalah Umum dalam MembacaAda beberapa masalah dan hambatan yang umum terjadi pada setiap orang, masalahtersebut antara lain:a. Rendahnya tingkat kecepatan membacaSolusi untuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya:1) Banyak berlatih membaca2) Hidari menggunakan telunjuk ketika sedang membasca3) Membaca dengan tidak bersuara4) Tidak mengulang kata dalam bacaan5) Harus memperhatikan posisi membaca6) Mengetahui dan menggunakan teknik membaca
  4. 4. b. Minimnya pemahaman yang diperolehSolusi untuk mengatasinya:1) Mengenal bacaan sebelum proses membaca2) Menggunakan teknik membaca3) Membaca berulang-ulang4) Memperhatikan jeda dan tanda baca5) Membaca dengan situasi dan kondisi yang nyamanc. Kurangnya minat baca/malasSolusi untuk mengatasinya:1) Menumbuhkan motivasi/tekad yang kuat2) Memulai dengan membaca buku-buku yangh menarik3) Membiasakan membaca/meluangkan waktu untuk membaca4) Membaca sambil berimajinasi5) Mencari lingkungan yang mendukung untuk membaca6) Menjadikan membaca sebagai kebutuhand. Kurang konsentrasiSolusi untuk mengatasinya:1) Membaca dalam suasana yang tenang2) Fokus terhadap bacaan3) Adanya minat baca4) Kondisi lingkungan yang mendukunge. MengantukSolusi untuk mengatasinya:1) Pola tidur teratur2) Minum air putih yang cukup3) Mengatur pola hidup sehat4) Menyentuh air/berwuduf. Istilah asingSolusi untuk mengatasinya:1) Membaca berulang istilah asing tersebut2) Mencari pengertian istilah asing dalam kamus3) Banyak membaca buku referensi mengenai istilah asing
  5. 5. g. JenuhSolusi untuk mengatasinya:1) Melihat kondisi kita sebelum membaca2) Menumbuhkan minat baca3) Mencari buku bacaan yang bergambar4) Mencari judul yang menarik5) Menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar6. Tipe-tipe Pembaca yang tidak EfisienTipe-tipe pembaca yang tidak efisien diantaranya yaitu:a. Membaca dengan memvokalkan apa yang dibacanyab. Membaca sambil bergerakc. Membaca sambil tiduran (berbaring)d. Membaca tidak konsentrasi7. Pandangan yang Salah dalam MembacaDalam keterampilan membaca, ada beberapa pandangan yang salah dalam kegiatanmembaca, diantaranya yaitu:a. Pandangan yang menganggap bahwa membaca hanya merupakan kegiatan reseptifb. Membaca hanya sebagai proses mengingatc. Membaca hanya bila perlu sajaB. Keterampilan Berbicara1. Pengertian Keterampilan BerbicaraMenurut Nurgiyantoro (1995:276) berbicara adalah aktivitas berbahasa kedua yangdilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah aktivitas mendengarkan.Berdasarkan bunyi-bunyi yang didengar itu, kemudian manusia belajar untukmengucapkan dan akhirnya terampil berbicara. Berbicara diartikan sebagai kemampuanmengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakandan menyampaikan pikiran, gagasan,serta perasaan (Tarigan, 1983:14). Berdasarkanpendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa berbicara diartikan sebagai suatu alat untukmengkombinasikan gagasan-gagasan yang disusun serta mengembangkan sesuai dengankebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.
  6. 6. 2. Tujuan BerbicaraSetiap kegiatan berbicara yang dilakukan manusia selalu mempunyai maksud dantujuan. Menurut Tarigan (1983:15) tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi.Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif, maka sebaiknya sang pembicaramemahami makna segala sesuatu yang ingin dikombinasikan, dia harus mampumengevaluasi efek komunikasi terhadap pendengarnya, dan dia harus mengetahui prinsip-prinsip yang mendasari segala sesuatu situasi pembicaraan, baik secara umum maupunperorangan.Menurut Djago, dkk (1997:37) tujuan pembicaraan biasanya dapat dibedakan ataslima golongan yaitu:a. Menghiburb. Menginformasikanc. Menstimulasid. Meyakinkane. Menggerakkan.Berdasarkan uraian di `atas maka dapat disimpulkan bahwa seseorang melakukankegiatan berbicara selain untuk berkomunikasi juga bertujuan untuk mempengaruh oranglain dengana maksud apa yang dibicarakan dapat diterima oleh lawan bicaranya denganbaik.3. Faktor-faktor Penunjang Kegiatan BerbicaraFaktor penunjang pada kegiatan berbicara adalah faktor kebahasaan (linguistik) danfaktor non kabahasaan (non linguistik).Faktor kebahasaan, meliputi:a. Ketepatan ucapanb. Penempatan tekanan nada, sendi atau durasi yang sesuaic. Pilihan katad. Ketepatan penggunaan kalimat serta tata bahasanyae. Ketepatan sasaran pembicaraanSedangkan faktor non kebahasaan, meliputi:a. Sikap yang wajar, tenang dan tidak kakub. Pendangan harus diarahkan ke lawan bicarac. Kesediaan menghargai orang laind. Gerak-gerik dan mimik yang tepat
  7. 7. e. Kenyaringan suaraf. Kelancarang. Relevansi dan penalaranh. Penguasaan topik4. Faktor Penghambat Kegiatan BerbicaraAda kalanya proses komunikasi mengalami gangguan yang mengakibatkan pesanyang diterima oleh pendengar tidak sama dengan apa yang dimaksudkan oleh pembicara.Tiga faktor penyebab gangguan dalam kegiatan berbicara, yaitu:a. Faktor fisik, yaitu faktor yang ada pada partisipan sendiri dan faktor yang berasal dariluar partisipan.b. Faktor media, yaitu faktor linguitisk dan faktor nonlinguistik, misalnya lagu, irama,tekanan, ucapan, isyarat gerak bagian tubuh, danc. Faktor psikologis, kondisi kejiwaan partisipan komunikasi, misalnya dalam keadaanmarah, menangis, dan sakit.5. Permasalahan dalan Keterampilan BerbicaraBerikut ini permasalahan-permasalahan yang biasa muncul dalam berbicara dansolusi untuk mengatasinya:a. Kurang percaya diriSolusi:1) Adanya motivasi baik dari diri sendiri maupun dari luar2) Menanamkan sikap optimis3) Menguasai materi4) Banyak latihan berbicara5) Menguasai audiens6) Memaksimalkan penampilan7) Menyiapkan mentalb. Kurangnya penguasaan materiSolusi:1) Harus memperbamyak membaca2) Mempelajari dan mengulang materi3) Bersikap tenang4) Fokus
  8. 8. 5) Banyak bertanyac. GagapSolusi:1) Terapi bicara dan ada keinginan untuk sembuh2) Banyak bersosialisasi dengan lingkungan3) Perbanyak kosakata4) Percaya diri5) Penguasaan situasi dan kondisi6) Penguasaan materi yang akan disampaikand. Kurangnya penguasaan kosakataSolusi:1) Serimg membaca2) Sering berkomunikasi3) Mempraktekan kata-kata4) Aktif berorganisasie. Hilangnya ide/blankSolusi:1) Perbanyak membaca2) Berlatih berbicara3) Rileks dan fokus4) Gunakan bahasa yang sesuai dengan kondisi5) Memahami materif. Kurang sesuai dengan temaSolusi:1) Memperluas pengetahuan dengan banyak membaca2) Memahami tema3) Membuat konsep mengenai apa yang akan disampaikan4) Menentukan tujuan khusus pembicaraan yang sesuai dengan tena5) Menguasai materi6) Bila diperlukan, membawa konsep materi yang akan dibicarakang. Tidak terbiasaSolusi:1) Banyak latikan2) Memperbanyak kosakata
  9. 9. 3) Konsultasi dengan orang yang terampil berbicarah. Pelafalan, intonasi, jeda dan lain-lainSolusi:1) Latihan berbicara2) Penekanan pada kata-kata tertentu3) Memberikan penjelasan4) Koreksi diriC. Keterampilan Menyimak1. Pengertian MenyimakMenyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak(panduan bahasa dan sastra Indonesia, Natasasmita Hanapi, Drs.; 1995: 18)Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar danbunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalambahan simakan.(Djago Tarigan; 1991: 4).Proses menyimak memerlukan perhatian serius dari siswa. Ia berbeda denganmendengar atau mendengarkan. Menurut pendapat Tarigan (1994:27), “Pada kegiatanmendengar mungkin si pendengar tidak memahami apa yang didengar. Pada kegiatanmendengarkan sudah ada unsur kesengajaan, tetapi belum diikuti unsur pemahamankarena itu belum menjadi tujuan.” Kegiatan menyimak mencakup mendengar,mendengarkan, dan disertai usaha untuk memahami bahan simakan. Oleh karena itu dalamkegiatan menyimak ada unsur kesengajaan, perhatian dan pemahaman, yang merupakanunsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Penilaiannya pun selalu terdapat dalamperistiwa menyimak, bahkan melebihi unsur perhatian.2. Tujuan MenyimakTujuan utama menyimak adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide sertagagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan. Dengan demikian tujuanmenyimak dapat dijabarkan sebagai berikut:a. Menyimak memperoleh fakta atau mendapatkan faktab. Untuk menganalisis faktac. Untuk mengevaluasi faktad. Untuk mendapatkan inspirasie. Untuk mendapatkan hiburan atau menghibur diri
  10. 10. 3. Unsur-unsur MenyimakKegiatan menyimak merupakan kegiatan yang cukup kompleks karena sangatbergantung kepada berbagai unsur yang mendukung. Yang dimaksudkan dengan unsurdasar ialah unsur pokok yang menyebabkan timbulnya komunikasi dalam menyimak.Setiap unsur merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan unsur yang lain.Unsur-unsur dasar menyimak :a. PembicaraYang dimaksudkan dengan pembicara ialah orang yang menyampaikan pesan yangberupa informasi yang dibutuhkan oleh penyimak. Dalam komunikasi lisan, pembicaraialah narasumber pembawa pesan, sedang lawan bicara ialah orang yang menerimapesan (penyimak).b. PenyimakPenyimak yang baik ialah penyimak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yangbanyak dan luas. Jika penyimak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyakdan luas, ia dapat melakukan kegiatan menyimak dengan baik. Selain itu, penyimakyang baik ialah penyimak yang dapat melakukan kegiatan menyimak dengan intensif.Penyimak seperti itu akan selalu mendapatkan pesan pembicara secara tepat. Hal ituakan lebih sempurna jika ia ditunjang oleh, pengetahuan dan pengalamannya. Kamidjan(2001:6) rnenyatakan bahwa penyimak yang baik ialah penyimak yang memiliki duasikap, yaitu sikap dan sikap kooperatif.c. Bahan simakanBahan simakan merupakan unsur terpenting dalam komunikasi lisan, terutama dalammenyimak. Yang dimaksudkan dengan bahan simakan ialah pesan yang disampaikanpembicara kepada penyimak. Bahan simakan itu dapat berupa konsep, gagasan, atauinformasi. Jika pembicara tidak dapat menyampaikan bahan simakan dengan baik,pesan itu tidak dapat diserap oleh penyimak yang mengakibatkan terjadinya kegagalandalam komunikasi.4. Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan MenyimakMenurut pendapat Rost (1991:108) bahwa faktor-faktor yang penting dalamketerampilan menyimak dalam kelas adalah siswa menuliskan butir-butir penting bahansimakan terutama yang berhubungan dengan bahan simakan.
  11. 11. Pendapat lain menurut Tarigan (1994:62), komponen/faktor-fantor penting dalammenyimak adalah sebagai berikut.a. Membedakan antar bunyi fonemis.b. Mengingat kembali kata-kata.c. Mengidentifikasi tata bahasa dari sekelompok kata.d. Mengidentifikasi bagian-bagian pragmatik, eskpresi, dan seperangkat penggunaan yangberfungsi sebagai unit sementara mencari arti/makna.e. Menghubungkan tanda-tanda linguistik ke tanda-tanda para linguistik (intonasi) dan kenonlinguistik (situasi yang sesuai dengan objek supaya terbangun makna, menggunakanpengetahuan awal (yang kita tahu tentang isi dan bentuk dan konteks yang telah siapdikatakan untuk memperkirakan dan kemudian menjelaskan makna.f. Mengulang kata-kata penting dan ide-ide penting.Selain itu, masih ada beberapa faktor penting dalam keterampilan menyimak, di antaranya:a. Unsur PembicaraPembicara haruslah menguasai materi, penuh percaya diri, berbicara sistematis dankontak dengan penyimak juga harus bergaya menarik / bervariasi.b. Unsur MateriUnsur yang diberikan haruslah aktual, bermanfaat, sistematis dan seimbang. Materiyang disusun pun sebaiknya memperhatikan tingkat perkembangan siswa. Tema materiyang dipergunakan sebaiknya bervariatif. Dengan demikian, siswa tidak akan jenuhbelajar dan pembelajaran menyimak menjadi menyenangkan.c. Unsur Penyimak / Siswa1) Kondisi siswa dalam keadaan baik2) Siswa harus berkonsentrasi3) Adanya minat siswa dalam menyimak4) Penyimak harus berpengalaman luasd. Unsur Situasi1) Waktu penyimakan2) Saran unsur pendukung3) Suasana lingkungan
  12. 12. 5. Ciri-Ciri Penyimak IdealMenurut Djago Tarigan mengidentifikasi ciri-ciri menyimak ideal sebagai berikut:a. BerkonsentrasiArtinya penyimak harus betul-betul memusatkan perhatian kepada materi yang disimab. Penyimak harus bermotivasiArtinya mempunyai tujuan tertentu sehingga untuk menyimak kuatc. Penyimak harus menyimak secara menyeluruhArtinya penyimak harus menyimak materi secara utuh dan padud. Penyimak harus menghargai pembicarae. Penyimak yang baik harus selektif, artinya harus memilih bagian-bagian yang intif. Penyimak harus sungguh-sungguhg. Penyimak tidak mudah terganggh. Penyimak harus cepat menyesuaikan dirii. Penyimak harus kenal arah pembicaraanj. Penyimak harus kontak dengan pembicaraKontak dengan pembicarak. Merangkuml. Menilaim.Merespon6. Teknik Menyimak Yang EfektifUntuk dapat menyimak dengan baik, perlu mengetahui syarat menyimak efektif.Adapun syarat tersebut ialah:a. Menyimak dengan BerkonsentrasiYang dimaksud dengan menyimak berkonsentrasi ialah memusatkan pikiran perasaan,dan perhatian terhadap bahan simakan yang disampaikan pembicara.b. Menelaah Materi SimakanUntuk menelaah materi simakan, penyimak dapat melakukan hal-hal berikut ini:1) Mencari arah dan tujuan pembicaraan2) Mencoba membuat penggalan-penggalan pembicaraan dari awal sampai akhir3) Menemukan tema sentral (pokok pembicaraan)4) Mengamati dan memahami alat peraga (media) sebagai penegas materi simakan5) Memperhatikan rangkuman (jika pembicara membuat rangkuman) yangdisampaikan pembicara.
  13. 13. c. Menyimak dengan KritisYang dimaksudkan dengan menyimak kritis ialah aktivitas menyimak yang parapenyimaknya tidak dapat langsung menerima gagasan yang disampaikan pembicarasehingga mereka meminta argumentasi pembicara.d. Membuat CatatanKegiatan menyimak yang baik ialah kegiatan menyimak yang diikuti dengan kegiatanmencatat. Yang perlu dicatat dalam kegiatan menyimak ialah hal-hal yang dianggappenting bagi penyimak. Catatan itu merupakan langkah awal dalam memahami bahansimakan.7. Hubungan Keterampilan Menyimak dengan Keterampilan Berbahasa LainnyaSehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar yaitu:menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Keempat keterampilan tersebut salingterkait antara yang satu dengan yang lainnya.a. Hubungan menyimak dan berbicaraMenyimak dan berbicara merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung.Menyimak bersifat reseftif, sedangkan berbicara bersifat produktif. Kegiatan menyimakdidahului oleh kegiatan berbicara. Kegiaatan berbicara dan menyimak salingmelengkapi dan berpadu menjadi komunikasi lisan, seperti dalam bercakap-cakap,diskusi, telponan, tanya jawab dll. Tidak ada gunanya orang berbicara bila tidak adaorang yang menyimak, tidak mungkin orang menyimak bila tidak ada orang yangberbicara.b. Hubungan menyimak dan membacaMenyimak dan membaca sama-sama merupakan keterampilan berbahasa yang bersifatresesif. Menyimak berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkanmembaca merupakan aktifitas berbahasa ragam tulis. Penyimak maupun pembacamelakukan aktivitas pengidentifikasian terhadap unsur-unsur bahasa yang berupa suara(menyimak), maupun berupa tulisan (membaca) yang selanjutnya diikuti dengan prosesdecoding guna guna memperoleh pesan yang berupa konsep, ide, atau informasi.c. Hubungan menyimak dan menulisMenulis dan menyimak merupakan aktifitas berbahasa, dimana keterampilan menyimakbersifat reseptif, dan menulis adalah bersifat produktif. Antara menyimak dan menulismemiliki hubungan yang erat dari menyimak suatu ujaran atau informasi dapat
  14. 14. menumbuhkan kratifitas untuk menulis hasil simakan yang diperoleh. Dan dituangkandalam suatu karya tulis, baik itu cerpen, puisi , prosa, dan lain-lain.8. Permasalahan dalam MenyimakBerikut ini permasalahan-permasalahan yang biasa timbul dalam menyimak dansolusi untuk mengatasinya:a. KonsentrasiSolusi:1) Menjaga pikiran agar tetap focus2) Memiliki motivasi yang kuatb. PendengaranSolusi:1) Bersikap tenang dan tidak ribut/gaduh2) Diamc. PemahamanSolusi:1) Siapkan kondisi sebaik mungkin2) Pusatkan perhatian dan pahami3) Catatlah apabila ada bagian yang dianggap penting4) Buatlah rangkuman sendirid. Daya IngatSolusi:1) Memiliki motivasi dalam diri2) Membuat catatan kecile. MotivasiSolusi:1) Membiasakan mendengarkan berbagai informasi2) Fokus3) Melatih pendengaran terhadap bunyi atau suara4) Biasakanlah mencari makna kata dan kata asing yang belum dimengerti5) Menjaga semangat6) Ingatlah selalu tujuan kita
  15. 15. f. Situasi dan KondisiSolusi:1) Perhatikan penerangan ruangan2) Menjaga ketenangan ruangan3) Siapkan dan gunakan peralatan yang mendukung4) Mental harus stabil5) Bahasa / Kosa Kata6) Mencari kosakata baru yang belum dipahami7) Memperbanyak membancaD. Keterampilan Menulis1. PengertianMenulis berarti menyampaikan pikiran, perasaan, atau pertimbangan melalui tulisan.Alatnya adalah bahasa yang terdiri atas kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, dan wacana.Menurut Akhadiah dkk (1998:1.3) menulis adalah suatu aktivitas bahasa yangmenggunakan tulisan sebagai mediumnya. Sebagai salah satu bentuk komunikasi verbal(bahasa), menulis juga dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesandengan menggunakan tulisan sebagai mediumnya.Menulis pada hakikatnya adalah suatu proses berpikir yang teratur, sehingga apayang ditulis mudah dipahami pembaca. Sebuah tulisan dikatakan baik apabila memilikiciri-ciri, antara lain bermakna, jelas, bulat dan utuh, ekonomis, dan meme-nuhi kaidahgramatika.Kemampuan menulis adalah kemampuan seseorang untuk menuangkan buahpikiran, ide, gagasan, dengan mempergunakan rangkaian bahasa tulis yang baik dan benar.Kemampuan menulis seseorang akan menjadi baik apabila dia juga memiliki kemampuanuntuk menemukan masalah yang akan ditulis, kepekaan terhadap kondisi pembaca,kemampuan menyusun perencanaan penelitian, kemampuan menggunakan bahasaindonesia, kemampuan memuali menulis, dan kemam-puan memeriksa karangan sendiri.2. Tujuan MenulisKegiatan menulis dilakukan dengan berbagai tujuan. Menulis mempunyai empattujuan, yaitu:a. Mengekpresikan dirib. Memberikan informasi kepada pembaca
  16. 16. c. Mempersuasi pembacad. Menghasilkan karya tulis3. Jenis TulisanBerdasarkan tujuan menulis, tulisan dibedakan menjadi lima jenis diantaranyasebagai berikut :a. Narasi yakni karangan/tulisan ekspositoris maupun imajinatif yang secara spesifikmenyampaikan informasi tertentu berupa perbuatan/tindakan yang terjadi dalam suaturangkaian waktu.b. Deskripsi yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentangsituasi dan kondisi suatu lingkungan (kebendaan ataupun kemanusiaan).Penyampaiannya dilakukan secara objektif, apa adanya, dan terperinci.c. Ekposisi yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentangsesuatu hal (faktual maupun konseptual). Penyampaiannya dilakukan de-ngan tujuanmenjelaskan, menerangkan, dan menguraikan sesuatu hal sehingga pengetahuanpendengar/pembaca menjadi bertambah.d. Argumentatif yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan infor-masitentang sesuatu hal (faktual maupun konseptual). Penyampaiannya dilaku-kan dengantujuan mempengaruhi, memperjelas, dan meyakinkan.e. Persuasif yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentangsesuatu hal (faktual maupun konseptual). Penyampaiannya dilakukan dengan tujuanmempengaruhi, meyakinkan, dan mengajak.
  17. 17. DAFTAR PUSTAKAArishta. 2011. Keterampilan Menyimak. http://aristhaserenade.blogspot.com/p/keterampilan-menyimak.html diunduh 26 Maret 2013.Ar-Rasyid, Rudini Adz-Dzikri Harunnilah. 2012. Makalah Keterampilan Berbahasa. http://harunnilah.blogspot.com/2012/11/makalah-keterampilan-berbahasa_30.htmldiunduh 26 Maret 2013.Aziz. 2012. Hubungan Antar Aspek Keterampilan Berbahasa. http://a21zcr7.blogspot.com/2012/09/hubungan-antar-aspek-keterampilan.html diunduh 26 Maret 2013.Sadewa, Alif. 2012. Makalah Keterampilan Berbahasa: Berbicara. http://the-ladunni.blogspot.com/2012/06/makalah-keterampilan-berbahasa.html diunduh 26 Maret2013.Sukmawan, Gumilar. 2013. Keterampilan Berbahasa. http://gumilarsukmawan.blogspot.com/2013/01/keterampilan-berbahasa.html diunduh 25 Februari 2013.

×