PERILAKU ORGANISASI
(ORGANIZATIONAL
BEHAVIOUR)
DR. MIRA VERANITA., M.SI
1. Organization & Organization Behavior
2. Diversity Organization
3. Attitude and Job Satisfaction
4. Emotion, Personality, dan Value
5. Perception and Decision Making
6. Motivation
7. Foundation of Group and Team Work
8. Communication
9. Leadership Process, Power and Politics
10.Foundation of Organization Structure
11.Organization Culture
12.Human Resources Policies and Practices
13.Organizational Change
14.Stress Management, Conflict, and Negotiation
Referensi :
1. Stephen P. Robbins. 2013. Organizational Behavior 15th
edition. Pearson Education Inc. London
2. Fred Luthans. 2011. Organizational Behavior 11th
edition. Mc Graw Hill Companies.
3. Stephen P Robbins,. 2007. Perilaku Organisasi. Edisi
Kesepuluh.Molan, Benyamin (penerjemah). Jakarta:
Prenhallindo.
4. Gibson, J.L., Ivancevich, J.M., Donnelly, J.H. 1996.
Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses, Terjemahan
Nunuk Adiarni. Editor Lyndon Saputra. Jakarta: Penerbit
Binarupa Aksara
ORGANISASI
adalah wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang
sebelumnya tidak dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri.
Robbins
Organisasi : merupakan unit sosial yang dengan sengaja diatur, terdiri
atas dua orang atau lebih yang berfungsi secara relatif terus menerut
untuk mencapai sasaran atau serangkaian sasaran bersama.
Victor A. Thompson
Organisasi adalah suatu integrasi dari sejumlah spesialis-
spesialis yang bekerjasama sangat rasional dan impersonal
untuk mencapai tujuan spesifik yang telah diumumkan
sebelumnya
Chester Barnard
Suatu Organisasi suatu sistem dari aktivita-aktivita
orang yang dikordinasikan secara sadar atau kekuatan-
kekuatan yang terdiri dari 2 orang atau lebih
Karakteristik Organisasi :
 Max Weber :
◦ Organisasi Merupakan tata hubungan sosial
◦ Organisasi mempunyai batasan-batasan tertentu
◦ Organisasi kumpulan tata aturan
◦ Organisasi merupakan kerangka hubungan
berstruktur dimana ada wewenang, tanggung jawab,
dan pembagian kerja
◦ Adanya sistem Insentif ( Richard Scott )
◦ Adanya Penggantian Kepegawaian (Amitai Etzioni)
 Orang-orang didalam organisasi
◦ Kumpulan orang-orang untuk melasanakan kegiatan
bersasaran
◦ Kegiatan yang dicapai lewat kesadaran,kesengajaan, dan
kordinasi
◦ Organisasi memerlukan komunikasihasrat sebagian
anggotanya untuk mengambil bagian dalam pencapaian
tujuan bersama anggota-anggotanya lainnya (Chester I
Barnard)
Jadi organisasi dirumuskan tergantung perspektif/ konstek tertentu yang
merumuskan
Kesimpulan Umum :
Organisasi sebagai kolektifitas orang-orang yang bekerjasama secara sadar dan
sengaja untuk mencapai tujuan tertentu, Kolektifitas itu berstruktur, berbatas, dan
beridentitas yang dapat dibedakan dengan kolektifitas-kolektifitas yang lainnya
 Organisasi dalam arti dinamis
FUNGSI MANAJEMEN
PERENCANAAN
penentuan sasaran organisasi,
penetapan strategi keseluruhan untuk
mencapai sasaran, dan pengembangan
hirarki rencana menyeluruh untuk
memadukan dan mengkoordinasikan
kegiatan-kegiatan
PENGORGANISASIAN
mencakup penetapan tugas-
tugas apa yang harus dilakukan,
siapa yang harus melakukan,
bagaimana tugas-tugas itu
dikelompokkan, siapa melapor
kepada siapa, dan dimana
keputusan yang harus diambil.
KEPEMIMPINAN
tugas manajemen untuk mengarahkan
dan mengkoordinasikan orang-orang dalam
organisasi. Tugas lain adalah memotivasi,
mengarahkan kegiatan lain, memilih saluran
komunikasi yang tepat, dan menyelesaikan konflik
antar anggota.
PENGENDALIAN
untuk menjamin segalanya berjalan
sesuai dengan rencana, manajemen harus
memantau kinerja organisasi. Jika terjadi
penyimpangan maka tugas manajemen untuk
mengembalikan organisasi ke jalurnya.
PERAN MANAJEMEN
Akhir tahun 1960-an Henry Mintzberg melakukan penelitian untuk menentukan apa yang
dilakukan manajer pada tugas-tugasnya.
PERAN INTERPERSONAL
 Semua manajer dituntut menjalankan tugasnya yang
sifatnya seremonial dan simbolik
 Semua manajer mempunyai peran kepemimpinan
 Semua manajer mempunyai peran penghubung
PERAN INFORMASIONAL
 Manajer mengumpulkan informasi dari organisasi di luar lembaga
mereka, mempelajari apa yang direncanakan oleh pesaing.
Mintzberg menyebut sebagai peran pemantau.
 Semua manajer mempunyai peran penyebar
 Semua manajer mempunyai peran juru bicara
PERAN PENGAMBIL KEPUTUSAN
Mintzberg mengidentifikasi empat peran yang terkait dengan
pengambil keputusan:
 peran kewirausahaan
 sebagai penyelesai masalalh
 sebagai pengalokasi sumber daya
 sebagai peran perunding
PERILAKU ORGANISASI (Gibson, 1996)
merupakan bidang studi yang mencakup teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin guna
mempelajari persepsi individu, nilai-nilai, kapasitas pembelajar individu, dan tindakan-tindakan saat
bekerja dalam kelompok dan di dalam organisasi secara keseluruhan; menganalisis akibat
lingkungan eksternal terhadap organisasi dan sumber dayanya, misi, sasaran dan strategi.
DEFINISI PERILAKU ORGANISASI
1. PO adalah cara berpikir. Perilaku berada pada diri individu,
kelompok dan tingkat organisasi.
2. PO adalah multidisiplin; yang menggunakan prinsip, model,
teori, dan metode-metode dari disiplin lain.
3. Terdapat suatu orientasi kemanusiaan yang jelas dalam
perilaku organisasi.
4. PO berorientasi pada kinerja. Mengapa rendah atau tinggi?
5. Lingkungan eksternal terlihat memberikan dampak
signifikan terhadap perilaku organisasi.
6. Bidang PO sangat tergantung dari disiplin yang dikenal,
metode ilmiah menjadi penting dalam mempelajari variabel
dan keterkaitan.
Sudut pandang lingkungan eksternal adalah merupakan suatu
variabel yang mempunyai dimensi-dimensi yang sangat banyak dan
bervariasi, dilihat dari karakteristik teknologi dan perilaku
masyarakat.
Variabel lingkungan eksternal ini merupakan unsur yang paling kuat
yang dapat mempengaruhi organisasi, baik dari segi tuntutan
perubahan terhadap organisasi, maupun terhadap tuntutan
perubahan permintaan konsumen atas hasil (output) dari organisasi.
Pada umumnya dimensi-dimensi ini sangat dipengaruhi
dimensi lingkungan ekternal yang dibawa oleh karyawan
sebagai anggota organisasi atau pengaruh pelanggan
organisasi terhadap karyawan, sehingga terjadi perubahan
di dalam organisasi.
Tuntutan perubahan lingkungan internal organisasi apabila
tidak diantisipasi dapat mengakibatkan organisasi tidak
kreatif, yang kemudian akan kalah dalam persaingan di
antara sesama organisasi.
Sudut pandang lingkungan internal menyangkut
variabel perilaku anggota organisasi atau karyawan,
kondisi tempat kerja, fasilitas, dan aturan-aturan yang
berlaku di dalam organisasi.
Pada umumnya dimensi-dimensi ini sangat dipengaruhi
dimensi lingkungan ekternal yang dibawa oleh karyawan
sebagai anggota organisasi atau pengaruh pelanggan
organisasi terhadap karyawan, sehingga terjadi perubahan
di dalam organisasi.
Tuntutan perubahan lingkungan internal organisasi apabila
tidak diantisipasi dapat mengakibatkan organisasi tidak
kreatif, yang kemudian akan kalah dalam persaingan di
antara sesama organisasi.
Sudut pandang lingkungan internal menyangkut
variabel perilaku anggota organisasi atau karyawan,
kondisi tempat kerja, fasilitas, dan aturan-aturan yang
berlaku di dalam organisasi.
Karakteristik yang menjadi pusat perhatian pertama yaitu; orang
perorangan, kelompok, serta organisasi yang terus-menerus
dianalisis agar setiap perubahan dapat diikuti dengan
pengembangan atas perubahan tersebut.
Sifat interdisipliner merupakan karakteristik yang didalami
dengan menggunakan ilmu perilaku, seperti ilmu psikologi,
ilmu sosial kemasyarakatan, dan antropologi budaya.
Orientasi manusia adalah karakteristik yang merupakan
pendekatan terhadap perilaku manusia di dalam mendalami
pengertian sikap dan persepsi, yang dapat berlaku di dalam
struktur dan proses pengorganisasian.
Sikap secara kognitif akan membawa manusia bertingkah laku
akan sesuai tingkatan pengetahuan dan pengalamannya.
Tujuannya adalah membuat pendekatan antarsesama
orang yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan
organisasi di dalam kebersamaan.
Orientasi hasil karya adalah karakteristik yang merupakan
pendekatan berkelanjutan (continously improvement)
untuk memperoleh ide dan kreativitas di dalam
menciptakan temuan dan kinerja organisasi secara
efektif.
Karakteristik lingkungan luar, yang merupakan dimensi-
dimensi yang pada umumnya merupakan dimensi yang
tidak selalu dapat diduga (uncertainty dimention), dan
merupakan kekuatan luar yang menghambat efektivitas
organisasi apabila tidak dapat di deteksi secara dini.
Karakteristik penggunaan metode-metode ilmiah sangat
disarankan supaya pendekatan metode yang dilakukan
dapat diyakinkan secara ilmiah, kebiasaan penggunaan
metode ilmiah ini akan menambah pengalaman orang di
dalam mengelola organisasi.
Orientasi penerapan merupakan karakteristik yang terbentuk
bagi seorang praktisi berupa kognisi, afeksi dan konasi, apabila
seseorang manajer memecahkan suatu persoalan (problem
solving) yang berkaitan dengan permasalahan kelompok dan
keorganisasian
Pembelajaran
Motivasi
Kepribadian
Persepsi
Pelatihan
Keefektifan kepemimpinan
Kepuasan kerja
Pengambilan keputusan individu
Penilaian kinerja
Pengukuran sikap
Seleksi karyawan
Desain kerja
Stress kerja
PSIKOLOGI INDIVIDU
PSIKOLOGI
SOSIAL
KELOMPOK
Perubahan perilaku
Perubahan sikap
Komunikasi
Proses kelompok
Pengambilan keputusan kelompok
ILMU-ILMU YANG MENDUKUNG
ORGANIZATIONAL BEHAVIOUR:
DINAMIKA KELOMPOK
TIM KERJA
KOMUNIKASI
KEKUASAAN
KONFLIK
PERILAKU ANTAR KELOMPOK
SOSIOLOGI
KELOMPOK
TEORI ORGANISASI FORMAL
BIROKRASI
TEKNOLOGI ORGANISASI
PERUBAHAN ORGANISASI
BUDAYA ORGANISASI SISTEM
ORGANISASI
NILAI KOMPARATIF
SIKAP KOMPARATIF
ANALISIS LINTAS BUDAYA
ANTROPOLOGI
BUDAYA ORGANISASI
LINGKUNGAN ORGANISASI
KONFLIK
POLITIK INTRAORGANISASI
KEKUASAAN
ILMU POLITIK
Perkembangan Perilaku
Organisasi
Tahun 1950
Foundation for Research on Human Behavior
Tujuan & sasaran ini adalah memajukan dan menyokong
riset ilmu perilaku dalam dunia bisnis, pemerintahan,
dan beberapa jenis organisasi lainnya
Tahun 1980
Para pakar seperti Gibson, Ivancevich, Osborn, Jennifer dan Gareth, Kanicki
dan Angelo, Robbins, Luthans, Davis, dsb menganggap pendekatan ilmiah
bagi para manajer praktisi dan para guru menerima banyak praktek dan
prinsip yang mendahului mereka tanpa meneliti kebenarannya scr ilmiah
3 pendekatan penting yang digunakan:
1. Sejarah masyarakat dan lembaga lainnya
2. Pengalaman para praktisi ahli
3. Ilmu pengetahuan
Konsep Dasar Perilaku
Organisasi
Hakikat Orang
Perbedaan-perbedaan individu
Bahwa masing-masing orang adalah berbeda satu dari yang lain secara
typical yang disebut hukum perbedaan-perbedaan individu (law of
individual differences)
Manusia seutuhnya (a whole person)
Suatu organisasi yang mempekerjakan orang sebenarnya adalah
mempekerjakan manusia seutuhnya. Kemampuan orang melekat pada
ke-diri-annya sebagai manusia, sehingga tidak memandang manusia
sebagai pekerja secara terpotong-potong.
Perilaku yang termotivasi
Dalam kasus kebutuhan, orang dimotivasi tidak dengan apa yang kita
pikirkan mereka seharusnya punyai, tetapi dengan apa yang mereka
inginkan. Kenyataan ini menggerakkan manajemen dengan dua cara
yang mendasar untuk memotivasi orang.
Nilai seseorang (martabat manusia)
Konsep ini menegaskan bahwa orang-orang seharusnya diperlakukan
secara berbeda dengan faktor-faktor produksi lainnya. Orang ingin
diperlakukan dengan hormat dan seharusnya diperlakukan dengan cara
ini.
Hakikat Organisasi
Sistem Sosial
Keberadaan suatu sistem sosial menyatakan secara tidak langsung bahwa
lingkungan organisasi bersifat dinamis. Semua bagian dari sistem itu
adalah saling bergantung dan saling mempengaruhi. Ide mengenai sistem
sosial memberikan kerangka kerja untuk menganalisis isu perilaku
keorganisasian.
Saling Adanya Kepentingan
"Organisasi membutuhkan orang, dan orang juga membutuhkan
organisasi". Organisasi mempunyai tujuan yang dimaksudkan untuk
memberikan kesejahteraannya bagi anggotanya. Organisasi didirikan
berdasarkan adanya saling kepentingan di antara anggotanya.
Saling adanya kepentingan di antara organisasi dan anggotanya membuat
usaha bersama (individu dan kelompok) untuk memecahkan masalah
organisasi. Usaha semacam itu dilakukan karena orang merasa bahwa
tujuan dalam organisasi diperhatikan, maka mereka merasa terdorong
untuk membantu mencapai tujuan organisasi, baik secara toleransi
maupun atas kewenangan yang menjadi tanggung jawabnya.
Manfaat Organisasi didirikan
Ada empat persyaratan pokok untuk
membuat suatu organisasi.
1. Orang harus mempunyai kebutuhan
atau tujuan yang mereka tidak dapat
memenuhi sendiri.
2. Mereka harus memiliki sesuatu yang
dapat disumbangkan ke dalam
organisasi.
3. Adanya suatu tempat di mana mereka
berkumpul.
4. Keterkaitan antara orang, sesuatu yang
disumbangkan, dan tempat di mana
organisasi itu akan dibentuk.

PERT.2 PERILAKU ORGANISASI

  • 1.
  • 2.
    1. Organization &Organization Behavior 2. Diversity Organization 3. Attitude and Job Satisfaction 4. Emotion, Personality, dan Value 5. Perception and Decision Making 6. Motivation 7. Foundation of Group and Team Work 8. Communication 9. Leadership Process, Power and Politics 10.Foundation of Organization Structure 11.Organization Culture 12.Human Resources Policies and Practices 13.Organizational Change 14.Stress Management, Conflict, and Negotiation
  • 3.
    Referensi : 1. StephenP. Robbins. 2013. Organizational Behavior 15th edition. Pearson Education Inc. London 2. Fred Luthans. 2011. Organizational Behavior 11th edition. Mc Graw Hill Companies. 3. Stephen P Robbins,. 2007. Perilaku Organisasi. Edisi Kesepuluh.Molan, Benyamin (penerjemah). Jakarta: Prenhallindo. 4. Gibson, J.L., Ivancevich, J.M., Donnelly, J.H. 1996. Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses, Terjemahan Nunuk Adiarni. Editor Lyndon Saputra. Jakarta: Penerbit Binarupa Aksara
  • 4.
    ORGANISASI adalah wadah yangmemungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri. Robbins Organisasi : merupakan unit sosial yang dengan sengaja diatur, terdiri atas dua orang atau lebih yang berfungsi secara relatif terus menerut untuk mencapai sasaran atau serangkaian sasaran bersama. Victor A. Thompson Organisasi adalah suatu integrasi dari sejumlah spesialis- spesialis yang bekerjasama sangat rasional dan impersonal untuk mencapai tujuan spesifik yang telah diumumkan sebelumnya Chester Barnard Suatu Organisasi suatu sistem dari aktivita-aktivita orang yang dikordinasikan secara sadar atau kekuatan- kekuatan yang terdiri dari 2 orang atau lebih
  • 5.
    Karakteristik Organisasi : Max Weber : ◦ Organisasi Merupakan tata hubungan sosial ◦ Organisasi mempunyai batasan-batasan tertentu ◦ Organisasi kumpulan tata aturan ◦ Organisasi merupakan kerangka hubungan berstruktur dimana ada wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja ◦ Adanya sistem Insentif ( Richard Scott ) ◦ Adanya Penggantian Kepegawaian (Amitai Etzioni)
  • 6.
     Orang-orang didalamorganisasi ◦ Kumpulan orang-orang untuk melasanakan kegiatan bersasaran ◦ Kegiatan yang dicapai lewat kesadaran,kesengajaan, dan kordinasi ◦ Organisasi memerlukan komunikasihasrat sebagian anggotanya untuk mengambil bagian dalam pencapaian tujuan bersama anggota-anggotanya lainnya (Chester I Barnard) Jadi organisasi dirumuskan tergantung perspektif/ konstek tertentu yang merumuskan Kesimpulan Umum : Organisasi sebagai kolektifitas orang-orang yang bekerjasama secara sadar dan sengaja untuk mencapai tujuan tertentu, Kolektifitas itu berstruktur, berbatas, dan beridentitas yang dapat dibedakan dengan kolektifitas-kolektifitas yang lainnya  Organisasi dalam arti dinamis
  • 7.
    FUNGSI MANAJEMEN PERENCANAAN penentuan sasaranorganisasi, penetapan strategi keseluruhan untuk mencapai sasaran, dan pengembangan hirarki rencana menyeluruh untuk memadukan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan PENGORGANISASIAN mencakup penetapan tugas- tugas apa yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan, bagaimana tugas-tugas itu dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, dan dimana keputusan yang harus diambil. KEPEMIMPINAN tugas manajemen untuk mengarahkan dan mengkoordinasikan orang-orang dalam organisasi. Tugas lain adalah memotivasi, mengarahkan kegiatan lain, memilih saluran komunikasi yang tepat, dan menyelesaikan konflik antar anggota. PENGENDALIAN untuk menjamin segalanya berjalan sesuai dengan rencana, manajemen harus memantau kinerja organisasi. Jika terjadi penyimpangan maka tugas manajemen untuk mengembalikan organisasi ke jalurnya.
  • 8.
    PERAN MANAJEMEN Akhir tahun1960-an Henry Mintzberg melakukan penelitian untuk menentukan apa yang dilakukan manajer pada tugas-tugasnya. PERAN INTERPERSONAL  Semua manajer dituntut menjalankan tugasnya yang sifatnya seremonial dan simbolik  Semua manajer mempunyai peran kepemimpinan  Semua manajer mempunyai peran penghubung PERAN INFORMASIONAL  Manajer mengumpulkan informasi dari organisasi di luar lembaga mereka, mempelajari apa yang direncanakan oleh pesaing. Mintzberg menyebut sebagai peran pemantau.  Semua manajer mempunyai peran penyebar  Semua manajer mempunyai peran juru bicara PERAN PENGAMBIL KEPUTUSAN Mintzberg mengidentifikasi empat peran yang terkait dengan pengambil keputusan:  peran kewirausahaan  sebagai penyelesai masalalh  sebagai pengalokasi sumber daya  sebagai peran perunding
  • 9.
    PERILAKU ORGANISASI (Gibson,1996) merupakan bidang studi yang mencakup teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin guna mempelajari persepsi individu, nilai-nilai, kapasitas pembelajar individu, dan tindakan-tindakan saat bekerja dalam kelompok dan di dalam organisasi secara keseluruhan; menganalisis akibat lingkungan eksternal terhadap organisasi dan sumber dayanya, misi, sasaran dan strategi. DEFINISI PERILAKU ORGANISASI 1. PO adalah cara berpikir. Perilaku berada pada diri individu, kelompok dan tingkat organisasi. 2. PO adalah multidisiplin; yang menggunakan prinsip, model, teori, dan metode-metode dari disiplin lain. 3. Terdapat suatu orientasi kemanusiaan yang jelas dalam perilaku organisasi. 4. PO berorientasi pada kinerja. Mengapa rendah atau tinggi? 5. Lingkungan eksternal terlihat memberikan dampak signifikan terhadap perilaku organisasi. 6. Bidang PO sangat tergantung dari disiplin yang dikenal, metode ilmiah menjadi penting dalam mempelajari variabel dan keterkaitan.
  • 10.
    Sudut pandang lingkunganeksternal adalah merupakan suatu variabel yang mempunyai dimensi-dimensi yang sangat banyak dan bervariasi, dilihat dari karakteristik teknologi dan perilaku masyarakat. Variabel lingkungan eksternal ini merupakan unsur yang paling kuat yang dapat mempengaruhi organisasi, baik dari segi tuntutan perubahan terhadap organisasi, maupun terhadap tuntutan perubahan permintaan konsumen atas hasil (output) dari organisasi.
  • 11.
    Pada umumnya dimensi-dimensiini sangat dipengaruhi dimensi lingkungan ekternal yang dibawa oleh karyawan sebagai anggota organisasi atau pengaruh pelanggan organisasi terhadap karyawan, sehingga terjadi perubahan di dalam organisasi. Tuntutan perubahan lingkungan internal organisasi apabila tidak diantisipasi dapat mengakibatkan organisasi tidak kreatif, yang kemudian akan kalah dalam persaingan di antara sesama organisasi. Sudut pandang lingkungan internal menyangkut variabel perilaku anggota organisasi atau karyawan, kondisi tempat kerja, fasilitas, dan aturan-aturan yang berlaku di dalam organisasi.
  • 13.
    Pada umumnya dimensi-dimensiini sangat dipengaruhi dimensi lingkungan ekternal yang dibawa oleh karyawan sebagai anggota organisasi atau pengaruh pelanggan organisasi terhadap karyawan, sehingga terjadi perubahan di dalam organisasi. Tuntutan perubahan lingkungan internal organisasi apabila tidak diantisipasi dapat mengakibatkan organisasi tidak kreatif, yang kemudian akan kalah dalam persaingan di antara sesama organisasi. Sudut pandang lingkungan internal menyangkut variabel perilaku anggota organisasi atau karyawan, kondisi tempat kerja, fasilitas, dan aturan-aturan yang berlaku di dalam organisasi.
  • 14.
    Karakteristik yang menjadipusat perhatian pertama yaitu; orang perorangan, kelompok, serta organisasi yang terus-menerus dianalisis agar setiap perubahan dapat diikuti dengan pengembangan atas perubahan tersebut. Sifat interdisipliner merupakan karakteristik yang didalami dengan menggunakan ilmu perilaku, seperti ilmu psikologi, ilmu sosial kemasyarakatan, dan antropologi budaya. Orientasi manusia adalah karakteristik yang merupakan pendekatan terhadap perilaku manusia di dalam mendalami pengertian sikap dan persepsi, yang dapat berlaku di dalam struktur dan proses pengorganisasian. Sikap secara kognitif akan membawa manusia bertingkah laku akan sesuai tingkatan pengetahuan dan pengalamannya. Tujuannya adalah membuat pendekatan antarsesama orang yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan organisasi di dalam kebersamaan.
  • 15.
    Orientasi hasil karyaadalah karakteristik yang merupakan pendekatan berkelanjutan (continously improvement) untuk memperoleh ide dan kreativitas di dalam menciptakan temuan dan kinerja organisasi secara efektif. Karakteristik lingkungan luar, yang merupakan dimensi- dimensi yang pada umumnya merupakan dimensi yang tidak selalu dapat diduga (uncertainty dimention), dan merupakan kekuatan luar yang menghambat efektivitas organisasi apabila tidak dapat di deteksi secara dini. Karakteristik penggunaan metode-metode ilmiah sangat disarankan supaya pendekatan metode yang dilakukan dapat diyakinkan secara ilmiah, kebiasaan penggunaan metode ilmiah ini akan menambah pengalaman orang di dalam mengelola organisasi. Orientasi penerapan merupakan karakteristik yang terbentuk bagi seorang praktisi berupa kognisi, afeksi dan konasi, apabila seseorang manajer memecahkan suatu persoalan (problem solving) yang berkaitan dengan permasalahan kelompok dan keorganisasian
  • 16.
    Pembelajaran Motivasi Kepribadian Persepsi Pelatihan Keefektifan kepemimpinan Kepuasan kerja Pengambilankeputusan individu Penilaian kinerja Pengukuran sikap Seleksi karyawan Desain kerja Stress kerja PSIKOLOGI INDIVIDU PSIKOLOGI SOSIAL KELOMPOK Perubahan perilaku Perubahan sikap Komunikasi Proses kelompok Pengambilan keputusan kelompok ILMU-ILMU YANG MENDUKUNG ORGANIZATIONAL BEHAVIOUR:
  • 17.
    DINAMIKA KELOMPOK TIM KERJA KOMUNIKASI KEKUASAAN KONFLIK PERILAKUANTAR KELOMPOK SOSIOLOGI KELOMPOK TEORI ORGANISASI FORMAL BIROKRASI TEKNOLOGI ORGANISASI PERUBAHAN ORGANISASI BUDAYA ORGANISASI SISTEM ORGANISASI NILAI KOMPARATIF SIKAP KOMPARATIF ANALISIS LINTAS BUDAYA ANTROPOLOGI BUDAYA ORGANISASI LINGKUNGAN ORGANISASI KONFLIK POLITIK INTRAORGANISASI KEKUASAAN ILMU POLITIK
  • 18.
    Perkembangan Perilaku Organisasi Tahun 1950 Foundationfor Research on Human Behavior Tujuan & sasaran ini adalah memajukan dan menyokong riset ilmu perilaku dalam dunia bisnis, pemerintahan, dan beberapa jenis organisasi lainnya Tahun 1980 Para pakar seperti Gibson, Ivancevich, Osborn, Jennifer dan Gareth, Kanicki dan Angelo, Robbins, Luthans, Davis, dsb menganggap pendekatan ilmiah bagi para manajer praktisi dan para guru menerima banyak praktek dan prinsip yang mendahului mereka tanpa meneliti kebenarannya scr ilmiah 3 pendekatan penting yang digunakan: 1. Sejarah masyarakat dan lembaga lainnya 2. Pengalaman para praktisi ahli 3. Ilmu pengetahuan
  • 19.
  • 20.
    Hakikat Orang Perbedaan-perbedaan individu Bahwamasing-masing orang adalah berbeda satu dari yang lain secara typical yang disebut hukum perbedaan-perbedaan individu (law of individual differences) Manusia seutuhnya (a whole person) Suatu organisasi yang mempekerjakan orang sebenarnya adalah mempekerjakan manusia seutuhnya. Kemampuan orang melekat pada ke-diri-annya sebagai manusia, sehingga tidak memandang manusia sebagai pekerja secara terpotong-potong. Perilaku yang termotivasi Dalam kasus kebutuhan, orang dimotivasi tidak dengan apa yang kita pikirkan mereka seharusnya punyai, tetapi dengan apa yang mereka inginkan. Kenyataan ini menggerakkan manajemen dengan dua cara yang mendasar untuk memotivasi orang. Nilai seseorang (martabat manusia) Konsep ini menegaskan bahwa orang-orang seharusnya diperlakukan secara berbeda dengan faktor-faktor produksi lainnya. Orang ingin diperlakukan dengan hormat dan seharusnya diperlakukan dengan cara ini.
  • 21.
    Hakikat Organisasi Sistem Sosial Keberadaansuatu sistem sosial menyatakan secara tidak langsung bahwa lingkungan organisasi bersifat dinamis. Semua bagian dari sistem itu adalah saling bergantung dan saling mempengaruhi. Ide mengenai sistem sosial memberikan kerangka kerja untuk menganalisis isu perilaku keorganisasian. Saling Adanya Kepentingan "Organisasi membutuhkan orang, dan orang juga membutuhkan organisasi". Organisasi mempunyai tujuan yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraannya bagi anggotanya. Organisasi didirikan berdasarkan adanya saling kepentingan di antara anggotanya. Saling adanya kepentingan di antara organisasi dan anggotanya membuat usaha bersama (individu dan kelompok) untuk memecahkan masalah organisasi. Usaha semacam itu dilakukan karena orang merasa bahwa tujuan dalam organisasi diperhatikan, maka mereka merasa terdorong untuk membantu mencapai tujuan organisasi, baik secara toleransi maupun atas kewenangan yang menjadi tanggung jawabnya.
  • 22.
    Manfaat Organisasi didirikan Adaempat persyaratan pokok untuk membuat suatu organisasi. 1. Orang harus mempunyai kebutuhan atau tujuan yang mereka tidak dapat memenuhi sendiri. 2. Mereka harus memiliki sesuatu yang dapat disumbangkan ke dalam organisasi. 3. Adanya suatu tempat di mana mereka berkumpul. 4. Keterkaitan antara orang, sesuatu yang disumbangkan, dan tempat di mana organisasi itu akan dibentuk.