KEPEMIMPINAN
(LEADERSHIP)
Dr. Mira Veranita., M.Si
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
APA ITU PEMIMPIN?
Pemimpin adalah orang yang mendorong
dan menggerakan orang lain agar mau
bekerja sama mencapai tujuan yang telah
ditentukan.
APA ITU KEPEMIMPINAN?
• Kepemimpinan adalah proses saling
mempengaruhi antara pemimpin dan pengikut
untuk mencapai tujuan organisasi.
• Kepemimpinan merupakan kemampuan
untuk mempengaruhi dan mengerakkan orang
lain guna mencapai tujuan tertentu disebut
HAL-HAL YANG HARUS DIMILIKI
SEORANG PEMIMPIN
1. Memotivasi diri
2. Kemampuan berbicara dimuka umum
3. Pemahaman teknik/alat kendali mutu
4. Kemampuan memecahkan masalah dengan system
5. Transfer pengetahuan kepada bawahan
6. Memotivasi bawahan
7. Mengenali karakteristik bawahan
8. Keinginan mengetahui perkembangan
9. Keinginan melakukan perubahan/perbaikan
10. Sikap mental
11. Citra diri
TUGAS PEMIMPIN
1. Mengantarkan atau mengarahkan.
2. Mengetuai.
3. Mempelopori atau merintis.
4. Memberi petunjuk, nasehat dan petuah.
5. Memberi bimbingan.
6. Membina untuk meningkatkan pengetahuan dan
ketrampilan anggotanya.
7. Menggerakkan.
CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG EFEKTIF
1) Memiliki Pengetahuan luas
2) Sehat jasmani dan rohani
3) Memiliki Kemampuan mengendalikan emosi
4) Kemampuan analisa yang tinggi
5) Memiliki antusiasme yang tinggi
6) Objektif dalam memperlakukan bawahan
7) Memiliki Kemampuan berkomunikasi
8) Memiliki Kemampuan menyatakan pendapat
9) Tidak cepat putus asa
10)Berani mengambil keputusan
11)Memiliki rasa percaya diri
MODEL ATAU GAYA KEPEMIMPINAN
OTORITER
Adalah gaya
pemimpin yang
“otokritik” artinya
sangat
memaksakan dan
mendesak
kekuasaannya
kepada bawahan.
LAISSEZ FAIRE
Adalah
pemimpin
pepmimpin
yang bersikap
tengah antara
memaksakan
kehendak dan
memberi
kelonggaran
kepada
bawahan
DEMOKRATIS
Adalah
pemimpin yang
memberikan
kebebasan
kepada
bawahan.
SITUASIONAL
Adalah pemimpin
yang bersikap
lebih melihat pada
situasinya. Kapan
harus bersikap
memaksa dan
kapan harus
moderat, serta
pada situasi apa
pemimpin harus
memberi
kebebasan
kepada bawahan
CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN
OTORITER
• Selalu memerintah
• Tidak mau menerima saran dari
bawahan
• Tanpa musyawarah
• Hanya Mementingkan diri
sendiri dan kelompok
• Memberikan tugas mendadak
• Memaksakan kehendak
• Setiap keputusannya tidak
dapat dibantah
• Kekuasaan mutlak ada pada
pimpinan
• Hubungan dengan bawahan
kurang harmonis
• Senang dengan sanjungan
• Tanpa kenal ampun atas
kesalahan bawahan
• Kurang percaya pada anak
buah
• Kurang memberi dorongan
semangat kerja bawahan
• Kurang mawas diri
• Selalu tertutup
• Suka mengancam
• Kurang menghiraukan usulan
bawahan
• Ada rasa bangga bila
bawahannya takut
• Tidak suka bawahannya maju
dan berkembang
• Kurang adanya rasa
kekeluargaan
CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN
LAISSEZ FAIRE
• Pemimpin bersikap pasif
• Semua target diberikan kepada
bawahan
• Tidak tegas
• Kurang memperhatikan
kekurangan dan kelebihan
bawahan
• Percaya kepada bawahan
• Pelaksanaan pekerjaan tidak
terkendali
• Mudah dibohongi bawahan
• Pemimpin kurang kreatif
• Kurang mawas diri
• Perencanaan dan tujuan kurang
jelas
• Bawahan merasa sebagai orang
yang berkuasa
• Kurang memberikan dorongan
pada bawahan
• Rasa tanggungjawab kurang
• Kurang berwibawa
• Menjungjung tinggi hak asasi
• Menghargai pendapat bawahan
• Kurang bermusyawarah
CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN
DEMOKRATIS
• Adil dan bijaksana
• Memiliki rasa Tenggang rasa
• Suka bermusyawarah
• Tidak mementingkan diri sendiri
• Selalu mawas diri
• Tidak sombong
• Lapang dada dan terbuka
• Mau menerima usulan atau
pendapat bawahan
• Selalu menerima kritik dari
bawahan
• Menciptakan suasana
kekeluargaan
• Menghargai pendapat bawahan
• Mau membimbing bawahan
• Percaya pada bawahan
• Tidak ada jarak dengan bawahan
• Mendorong bawahan untuk
mencapai hasil baik
• Komunikatif dengan bawahan
• Partisipatif dengan bawahan
• Mengetahui kekurangan dan
kelebihan bawahan
• Memberi kesempatan
mengembangkan karir bawahan
• Pendapat terfokus pada hasil
musyawarah
CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN
SITUASIONAL
• Supel / luwes
• Berwawasan luas
• Mempunyai tujuan yang jelas
• Bersikap terbuka
• Mudah menyesuaikan
dengan lingkungan
• Mampu menggerakan
bawahan
• Bersikap keras pada saat
tertentu
• Berprinsip dan konsisten
terhadap suatu masalah
• Ada komunikasi baik satu
arah/dua arah
• Memberi kesempatan
bawahan untuk
mengutarakan pendapat
• Mengutamakan kepentingan
bersama
• Mempunyai ketegasan dalam
situasi dan kondisi tertentu
• Mau menerima saran dan
kritik dari bawahan
• Mengutamakan suatu
kekeluargaan
DELAPAN WATAK
PEMIMPIN JAWA :
ASTABRATHA
ASTABRATHA
Sebagai etnis terbesar di Indonesia, masyara-
kat Jawa memiliki konsep tersendiri tentang
bagaimana kepemimpinan yang seharusnya.
Konsep yang disebut ASTABRATHA itu
menilai pemimpin antara lain harus memiliki
sifat ambeg adil parama arta atau watak adil
merata tanpa pilih kasih (Ki Kasidi
Hadiprayitno, 2004)
Filosofi Jawa kebanyakan berasal dari hasil
be-lajar dari alam. Alam bisa memberi
kehidupan dan ketenteraman bagi berbagai
mahluk, me-ngapa manusia tidak belajar /
meniru dari alam?
Secara rinci konsep ini terurai dalam delapan
(asta) watak: bumi, api, air, angin, angkasa,
matahari, bulan, dan bintang.
BUMI
Watak bumi yang harus
dimiliki seorang pemimpin
ialah mendorong dirinya untuk
selalu memberi kepada
sesama. Ini berdasarkan
analog bahwa bumi merupa-
kan tempat untuk tumbuh
berbagai tum-buhan yang
berbuah dan berguna bagi
umat manusia dan hewan.
GENI / API
Pemimpin harus memiliki sifat API. Api adalah energi, bukan
materi. Api sanggup membakar materi apa saja menjadi
musnah. Namun, api juga bisa me-matangkan apa saja.
Pemimpin memotivasi dan memberi semangat.
Api dalam konteks ini bukan dalam pengertian destruktif,
melainkan konstruktif.
Semangat api yang konstruktif yang harus di-miliki
pemimpin, antara lain, adalah kesang-gupan atau
keberanian untuk membakar atau melenyapkan hal-hal
yang menghambat dinamika kehidupan, misalnya
angkara murka, rakus, keji, korup, merusak dan lainnya.
AIR ATAU BANYU
Air menggambarkan watak pemimpin yang harus selalu
mengalir dinamis dan memiliki watak rendah hati, andhap
asor dan santun. Tidak sombong. Tidak arogan.
Sifat mengalir juga bisa diartikan bahwa pemim-pin harus
mampu mendistribusikan kekuasaan-nya agar tidak
menumpuk / menggumpal yang merangsang untuk korupsi.
Selain itu, seperti air yang selalu menunjukkan permukaan
yang rata, pemimpin harus adil dalam menjalankan kebi-
jakan terkait hajat hidup orang banyak.
ANGIN
watak angin atau udara, watak yang memberikan hak hidup
kepada masyarakat. Hak hidup antara lain meliputi hak untuk
mendapat-kan kehidupan yang layak (sandang, pangan,
papan, dan kesehatan) , mengembangkan diri, mendapatkan
sumber kehidupan (pekerjaan), berpendapat dan berserikat
(demokrasi), dan mengembangkan kebudayaan.
SURYA ATAU
MATAHARI
adalah watak pe-mimpin yang harus mampu menjadi penerang
kehidupan sekaligus menjadi pemberi energi kehidupan
masyarakat.
BULAN / CANDRA
Sebagaimana bulan yang memiliki kelembutan yang
menenteram-kan, pemimpin yang bijak selalu memberikan rasa
tenteram dan menjadi sinar dalam kege-lapan. Ia harus mampu
memimpin dengan berbagai kearifan sekaligus visioner (memiliki
pandangan jauh ke depan), bukan memimpin dengan gaya
seorang tiran (otoriter) dan berfi-kiran dangkal.
BINTANG /KARTIKA
Sebagaimana bin-tang menjadi panduan para musafir dan
nela-yan, pemimpin harus mampu menjadi orientasi
(panutan) sekaligus mampu menyelami perasaan
masyarakat.
LANGIT / ANGKASA
Seorang pemimpin mesti memiliki watak langit atau angkasa.
De-ngan watak ini pemimpin pun harus memiliki keluasan
hati, perasaan, dan pikiran dalam menghadapi berbagai
persoalan bangsa dan negara. Tidak sempit pandangan,
emosional, temperamental, gegabah, melainkan harus jembar
hati-pikiran, sabar dan bening dalam memberi pelayanan
kepada masyarakat.
Bukankah inti atau substansi pemimpin adalah pelayanan ?
Pemimpin yang berwatak juragan adalah penguasa yang
serba minta dilayani dan selalu menguasai fihak yang
dipimpin.
Watak itu dapat dipelajari; Pemimpin harus belajar memiliki
watak yang dimiliki alam sekitar kita yang memberi
kehidupan, kesem-patan, keberdayaan, dan kenyamanan.
KEPEMIMPINAN?
Proses mempengaruhi orang lain
untuk mendukung pencapaian
tujuan organisasi yang relevan
4 CIRI PEMIMPIN
EFEKTIF :
1. Mereka mampu memberikan arahan dan arti
bagi orang-orang yang mereka pimpin
2. Mereka menumbuhkan kepercayaan
3. Mereka mendorong tindakan dan
pengambilan resiko
4. Mereka memberikan harapan
TEORI SIFAT (TRAIT ) TENTANG KEPEMIMPINAN :
USAHA IDENTIFIKASI KARAKTER KHUSUS YANG
DIMILIKI OLEH SEORANG PEMIMPIN
INTELEGENSI KEPRIBADIAN KEMAMPUAN
✓ Pertimbangan
✓ Ketegasan mengambil
keputusan
✓ Pengetahuan
✓ Kefasihan berbicara
✓ Kemampuan
beradaptasi
✓ Kesiagaan
✓ Kreativitas
✓ Integritas pribadi
✓ Kepercayaan diri
✓ Kontrol dan
keseimbangan emosi
✓ Mandiri (tidak
konformis)
✓ Kemampuan
menumbuhkan
kerjasama
✓ Mampu bekerja sama
✓ Kepopuleran dan
gengsi
✓ Mudah bergaul
(kemampuan
interpersonal)
✓ Partisipasi sosial
✓ Taktik Diplomasi
PENDEKATAN PERILAKU DALAM
KEPEMIMPINAN :
1. Kepemimpinan yang terfokus pada
pekerjaan
( job centered ) :
berfokus pada penyelesaian pekerjaan dan
menerapkan supervisi yang ketat sehingga
melakukan pekerjaan dengan menggunakan
prosedur spesifik
2. Kepemimpinan yang berfokus pada
karyawan
( employee centered ) :
berfokus pada bawahannya yang melakukan
tugas dan membudidayakan pendelegasian
pengambilan keputusan dan membimbing
pegawai memenuhi kebutuhan dengan cara
membentuk lingkungan yang suportif
STUDI OHIO UNIV TENTANG GAYA
KEPEMIMPINAN
PENDEKATAN SITUASIONAL
Suatu pendekatan terhadap
kepemimpinan dimana pemimpin
memahami perilakunya, sifat-sifat
bawahan dan situasi sebelum
menggunakan gaya kepemimpinan
tertentu.
Pendekatan ini
mensyaratkan pemimpin
untuk memiliki
keterampilan diagnostik
perilaku manusia
1. MODEL KONTINGENSI -
FIEDLER
Gaya kepemimpinan diukur dengan Least Preferred Co Worker Scale
(LPC) → mengukur tingkat perasaan positif atau negatif yang dimiliki
seseorang terhadap orang lain yang paling dipilih untuk kerjasama.
Faktor yang diukur :
✓ Hubungan pemimpin dan pengikut : menunjukkan tingkat kepercayaan
dan hormat pada atasan
✓Struktur tugas : Sejauhmana tugas yang dilakukan pengikut terstruktur
✓Kekuatan Posisi : kekuatan yang dimiliki oleh posisi pemimpin
Berorientasi tugas Berorientasi hubungan Berorientasi tugas
RANGKUMAN VARIABEL
SITUASIONAL FIEDLER DAN GAYA
KEPEMIMPINAN YANG SESUAI :
2. MODEL KEPEMIMPINAN
VROOM - JAGO
Model kepemimpinan yang menetapkan prosedur pengambilan
keputusan yang efektif dalam situasi tertentu
Keefektifan keputusan dipengaruhi :
✓ Kualitas Keputusan : Sejauhmana keputusan mempengaruhi
kinerja
✓ Komitmen bawahan : seberapa penting bawahan berkomitmen
atau menerima keputusan untuk diimplementasikan
GAYA KEPUTUSAN VROOM-JAGO
ATURAN DASAR VROOM-JAGO
PANDUAN UNTUK MENINGKATKAN
KUALITAS KEPUTUSAN :
1. Hidari menggunakan A I ketika : Pemimpin tidak memiliki informasi cukup
2. Hindari menggunakan GII ketika :
a. Bawahan tidak memahami target yang sama dengan target perusahaan
b. Bawahan tidak memiliki informasi yang dibutuhkan
3. Hindari menggunakan AII dan CI ketika :
a. Pemimpin tidak memiliki informasi yang dibutuhkan
b. Masalah yang dihadapi tidak terstruktur
4. Gunakan GII ketika :
a. Pemimpin tidak memilki informasi yang dibutuhkan
b. Bawahan memahami dan memiliki target yang sama dengan organisasi
c. Ada konflik di antara bawahan mengenai solusi yang akan dipilih
3. MODEL KEPEMIMPINAN JALUR-
TUJUAN
( PATH-GOAL LEADERSHIP MODEL)
Pentingnya pengaruh pemimpin
terhadap persepsi bawahanmengenai
tujuan kerja, tujuan pengembangan diri,
dan jalur pencapaian tujuan
Dasarnya : teori motivasi Ekspektasi
Klarifikasi jalur : Usaha pemimpin
memperjelas perilaku yang paling
mungkin menghasilkan pencapaian
tujuan
4. MODEL KEPEMIMPINAN
SITUASIONAL HERSEY-BLANCHARD
Mengembangkan hasil penelitian Ohio State
University, ada 4 gaya kepemimpinan :
✓ Telling : Pemimpin menetapkan peran yang
diperlukan untuk melakukan suatu tugas
✓ Selling : Pemimpin memberikan instruksi
tersturuktur tapi bertindak sebagai supporter
✓ Participating : Pemimpin dan pengikutnya sama-
sama memutuskan bagaimana cara terbaik
menyelesaikan tugas yang berkualitas
✓ Delegating : Pemimpin tidak banyak memberikan
arahan yang jelas dan spesifik kepada bawahan
ISU, KONSEP DAN PERSPEKTIF
LAIN TENTANG KEPEMIMPINAN
1. Kepemimpinan
Kharismatik
Pemimpin yang mewujudkan
atmosfir motivasi atas dasar
komitmen dan identitas emosional
pada visi, filosofi, dan gaya mereka
dalam diri bawahannya
2. Kepemimpinan
Transaksional
Kepemimpinan yang membantu bawahannya
mengidentifikasi apa yang harus dilakukan
untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Menggunakan konsep path-Goal
3. Kepemimpinan
Transformasional
Kepemimpinan yang memotivasi para
pengikutnya untuk bekerja mencapai sebuah
tujuan, bukan untuk kepentingan pribadi,
kepentingan jangka pendek, dan untuk
mencapai prestasi dan aktualisasi diri
4. Pendekatan Leader-Member
Exchange ( Pertukaran antara
pemimpin dan Anggota)
✓Pendekatan yang mengenali tidak adanya konsistensi
perilakupemimpin kepada bawahannya
✓Pemimpin membina ikatan dan hubungan pribadi terhadap
masing-masing bawahan
✓ Coaching dan pelatihan menjadi interaksi yang digunakan
untuk membantu pegawai meningkatkan pemahamannya
terhadap pekerjaan dan peningkatan kinerja
5. KEPEMIMPINAN MULTIKULTURAL
7 faktor yang berkaitan dengan keefektifan kepemimpinan :
1) Kemauan untuk peka ( memahami perasaan orang lain)
2) Kepekaan sebenarnya ( pemahaman terhadap diri sendiri dan
orang lain)
3) Kepatuhan ( Pada aturan dan otoritas)
4) Kepercayaan pada orang lain ( Dalam pemecahan masalah)
5) Lebih memilih pengambilan keputusan kelompok
6) Perhatian terhadap hubungan interpersonal
7) Hubungan yang kooperatif pada rekan
TUGAS
Diskusikan Bersama kelompok, lalu berikan penjelasan :
1. Menurut Saudara bagaimana Kepemimpinan Bangsa
yang paling cocok dengan situasi dan kondisi negara kita
pada saat ini?
2. Model kepemimpinan mana yang paling baik dan
menguntungkan bagi organisasi? Berikan alasannya.
3. Jelaskan satu filsafat kepemimpinan lain yang Saudara
ketahui selain yang sudah dijelaskan di perkuliahan hari
ini?
Hasil diskusi kelompok akan dibahas pada pertemuan
berikutnya.
KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)

  • 1.
    KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) Dr. Mira Veranita.,M.Si Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
  • 2.
    APA ITU PEMIMPIN? Pemimpinadalah orang yang mendorong dan menggerakan orang lain agar mau bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  • 3.
    APA ITU KEPEMIMPINAN? •Kepemimpinan adalah proses saling mempengaruhi antara pemimpin dan pengikut untuk mencapai tujuan organisasi. • Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi dan mengerakkan orang lain guna mencapai tujuan tertentu disebut
  • 4.
    HAL-HAL YANG HARUSDIMILIKI SEORANG PEMIMPIN 1. Memotivasi diri 2. Kemampuan berbicara dimuka umum 3. Pemahaman teknik/alat kendali mutu 4. Kemampuan memecahkan masalah dengan system 5. Transfer pengetahuan kepada bawahan 6. Memotivasi bawahan 7. Mengenali karakteristik bawahan 8. Keinginan mengetahui perkembangan 9. Keinginan melakukan perubahan/perbaikan 10. Sikap mental 11. Citra diri
  • 5.
    TUGAS PEMIMPIN 1. Mengantarkanatau mengarahkan. 2. Mengetuai. 3. Mempelopori atau merintis. 4. Memberi petunjuk, nasehat dan petuah. 5. Memberi bimbingan. 6. Membina untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggotanya. 7. Menggerakkan.
  • 6.
    CIRI-CIRI PEMIMPIN YANGEFEKTIF 1) Memiliki Pengetahuan luas 2) Sehat jasmani dan rohani 3) Memiliki Kemampuan mengendalikan emosi 4) Kemampuan analisa yang tinggi 5) Memiliki antusiasme yang tinggi 6) Objektif dalam memperlakukan bawahan 7) Memiliki Kemampuan berkomunikasi 8) Memiliki Kemampuan menyatakan pendapat 9) Tidak cepat putus asa 10)Berani mengambil keputusan 11)Memiliki rasa percaya diri
  • 7.
    MODEL ATAU GAYAKEPEMIMPINAN OTORITER Adalah gaya pemimpin yang “otokritik” artinya sangat memaksakan dan mendesak kekuasaannya kepada bawahan. LAISSEZ FAIRE Adalah pemimpin pepmimpin yang bersikap tengah antara memaksakan kehendak dan memberi kelonggaran kepada bawahan DEMOKRATIS Adalah pemimpin yang memberikan kebebasan kepada bawahan. SITUASIONAL Adalah pemimpin yang bersikap lebih melihat pada situasinya. Kapan harus bersikap memaksa dan kapan harus moderat, serta pada situasi apa pemimpin harus memberi kebebasan kepada bawahan
  • 8.
    CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER •Selalu memerintah • Tidak mau menerima saran dari bawahan • Tanpa musyawarah • Hanya Mementingkan diri sendiri dan kelompok • Memberikan tugas mendadak • Memaksakan kehendak • Setiap keputusannya tidak dapat dibantah • Kekuasaan mutlak ada pada pimpinan • Hubungan dengan bawahan kurang harmonis • Senang dengan sanjungan • Tanpa kenal ampun atas kesalahan bawahan • Kurang percaya pada anak buah • Kurang memberi dorongan semangat kerja bawahan • Kurang mawas diri • Selalu tertutup • Suka mengancam • Kurang menghiraukan usulan bawahan • Ada rasa bangga bila bawahannya takut • Tidak suka bawahannya maju dan berkembang • Kurang adanya rasa kekeluargaan
  • 9.
    CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN LAISSEZFAIRE • Pemimpin bersikap pasif • Semua target diberikan kepada bawahan • Tidak tegas • Kurang memperhatikan kekurangan dan kelebihan bawahan • Percaya kepada bawahan • Pelaksanaan pekerjaan tidak terkendali • Mudah dibohongi bawahan • Pemimpin kurang kreatif • Kurang mawas diri • Perencanaan dan tujuan kurang jelas • Bawahan merasa sebagai orang yang berkuasa • Kurang memberikan dorongan pada bawahan • Rasa tanggungjawab kurang • Kurang berwibawa • Menjungjung tinggi hak asasi • Menghargai pendapat bawahan • Kurang bermusyawarah
  • 10.
    CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS •Adil dan bijaksana • Memiliki rasa Tenggang rasa • Suka bermusyawarah • Tidak mementingkan diri sendiri • Selalu mawas diri • Tidak sombong • Lapang dada dan terbuka • Mau menerima usulan atau pendapat bawahan • Selalu menerima kritik dari bawahan • Menciptakan suasana kekeluargaan • Menghargai pendapat bawahan • Mau membimbing bawahan • Percaya pada bawahan • Tidak ada jarak dengan bawahan • Mendorong bawahan untuk mencapai hasil baik • Komunikatif dengan bawahan • Partisipatif dengan bawahan • Mengetahui kekurangan dan kelebihan bawahan • Memberi kesempatan mengembangkan karir bawahan • Pendapat terfokus pada hasil musyawarah
  • 11.
    CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN SITUASIONAL • Supel/ luwes • Berwawasan luas • Mempunyai tujuan yang jelas • Bersikap terbuka • Mudah menyesuaikan dengan lingkungan • Mampu menggerakan bawahan • Bersikap keras pada saat tertentu • Berprinsip dan konsisten terhadap suatu masalah • Ada komunikasi baik satu arah/dua arah • Memberi kesempatan bawahan untuk mengutarakan pendapat • Mengutamakan kepentingan bersama • Mempunyai ketegasan dalam situasi dan kondisi tertentu • Mau menerima saran dan kritik dari bawahan • Mengutamakan suatu kekeluargaan
  • 12.
  • 13.
    ASTABRATHA Sebagai etnis terbesardi Indonesia, masyara- kat Jawa memiliki konsep tersendiri tentang bagaimana kepemimpinan yang seharusnya. Konsep yang disebut ASTABRATHA itu menilai pemimpin antara lain harus memiliki sifat ambeg adil parama arta atau watak adil merata tanpa pilih kasih (Ki Kasidi Hadiprayitno, 2004) Filosofi Jawa kebanyakan berasal dari hasil be-lajar dari alam. Alam bisa memberi kehidupan dan ketenteraman bagi berbagai mahluk, me-ngapa manusia tidak belajar / meniru dari alam? Secara rinci konsep ini terurai dalam delapan (asta) watak: bumi, api, air, angin, angkasa, matahari, bulan, dan bintang.
  • 14.
    BUMI Watak bumi yangharus dimiliki seorang pemimpin ialah mendorong dirinya untuk selalu memberi kepada sesama. Ini berdasarkan analog bahwa bumi merupa- kan tempat untuk tumbuh berbagai tum-buhan yang berbuah dan berguna bagi umat manusia dan hewan.
  • 15.
    GENI / API Pemimpinharus memiliki sifat API. Api adalah energi, bukan materi. Api sanggup membakar materi apa saja menjadi musnah. Namun, api juga bisa me-matangkan apa saja. Pemimpin memotivasi dan memberi semangat. Api dalam konteks ini bukan dalam pengertian destruktif, melainkan konstruktif. Semangat api yang konstruktif yang harus di-miliki pemimpin, antara lain, adalah kesang-gupan atau keberanian untuk membakar atau melenyapkan hal-hal yang menghambat dinamika kehidupan, misalnya angkara murka, rakus, keji, korup, merusak dan lainnya.
  • 16.
    AIR ATAU BANYU Airmenggambarkan watak pemimpin yang harus selalu mengalir dinamis dan memiliki watak rendah hati, andhap asor dan santun. Tidak sombong. Tidak arogan. Sifat mengalir juga bisa diartikan bahwa pemim-pin harus mampu mendistribusikan kekuasaan-nya agar tidak menumpuk / menggumpal yang merangsang untuk korupsi. Selain itu, seperti air yang selalu menunjukkan permukaan yang rata, pemimpin harus adil dalam menjalankan kebi- jakan terkait hajat hidup orang banyak.
  • 17.
    ANGIN watak angin atauudara, watak yang memberikan hak hidup kepada masyarakat. Hak hidup antara lain meliputi hak untuk mendapat-kan kehidupan yang layak (sandang, pangan, papan, dan kesehatan) , mengembangkan diri, mendapatkan sumber kehidupan (pekerjaan), berpendapat dan berserikat (demokrasi), dan mengembangkan kebudayaan.
  • 18.
    SURYA ATAU MATAHARI adalah watakpe-mimpin yang harus mampu menjadi penerang kehidupan sekaligus menjadi pemberi energi kehidupan masyarakat.
  • 19.
    BULAN / CANDRA Sebagaimanabulan yang memiliki kelembutan yang menenteram-kan, pemimpin yang bijak selalu memberikan rasa tenteram dan menjadi sinar dalam kege-lapan. Ia harus mampu memimpin dengan berbagai kearifan sekaligus visioner (memiliki pandangan jauh ke depan), bukan memimpin dengan gaya seorang tiran (otoriter) dan berfi-kiran dangkal.
  • 20.
    BINTANG /KARTIKA Sebagaimana bin-tangmenjadi panduan para musafir dan nela-yan, pemimpin harus mampu menjadi orientasi (panutan) sekaligus mampu menyelami perasaan masyarakat.
  • 21.
    LANGIT / ANGKASA Seorangpemimpin mesti memiliki watak langit atau angkasa. De-ngan watak ini pemimpin pun harus memiliki keluasan hati, perasaan, dan pikiran dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa dan negara. Tidak sempit pandangan, emosional, temperamental, gegabah, melainkan harus jembar hati-pikiran, sabar dan bening dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.
  • 22.
    Bukankah inti atausubstansi pemimpin adalah pelayanan ? Pemimpin yang berwatak juragan adalah penguasa yang serba minta dilayani dan selalu menguasai fihak yang dipimpin. Watak itu dapat dipelajari; Pemimpin harus belajar memiliki watak yang dimiliki alam sekitar kita yang memberi kehidupan, kesem-patan, keberdayaan, dan kenyamanan.
  • 23.
    KEPEMIMPINAN? Proses mempengaruhi oranglain untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi yang relevan
  • 24.
    4 CIRI PEMIMPIN EFEKTIF: 1. Mereka mampu memberikan arahan dan arti bagi orang-orang yang mereka pimpin 2. Mereka menumbuhkan kepercayaan 3. Mereka mendorong tindakan dan pengambilan resiko 4. Mereka memberikan harapan
  • 25.
    TEORI SIFAT (TRAIT) TENTANG KEPEMIMPINAN : USAHA IDENTIFIKASI KARAKTER KHUSUS YANG DIMILIKI OLEH SEORANG PEMIMPIN INTELEGENSI KEPRIBADIAN KEMAMPUAN ✓ Pertimbangan ✓ Ketegasan mengambil keputusan ✓ Pengetahuan ✓ Kefasihan berbicara ✓ Kemampuan beradaptasi ✓ Kesiagaan ✓ Kreativitas ✓ Integritas pribadi ✓ Kepercayaan diri ✓ Kontrol dan keseimbangan emosi ✓ Mandiri (tidak konformis) ✓ Kemampuan menumbuhkan kerjasama ✓ Mampu bekerja sama ✓ Kepopuleran dan gengsi ✓ Mudah bergaul (kemampuan interpersonal) ✓ Partisipasi sosial ✓ Taktik Diplomasi
  • 26.
    PENDEKATAN PERILAKU DALAM KEPEMIMPINAN: 1. Kepemimpinan yang terfokus pada pekerjaan ( job centered ) : berfokus pada penyelesaian pekerjaan dan menerapkan supervisi yang ketat sehingga melakukan pekerjaan dengan menggunakan prosedur spesifik
  • 27.
    2. Kepemimpinan yangberfokus pada karyawan ( employee centered ) : berfokus pada bawahannya yang melakukan tugas dan membudidayakan pendelegasian pengambilan keputusan dan membimbing pegawai memenuhi kebutuhan dengan cara membentuk lingkungan yang suportif
  • 28.
    STUDI OHIO UNIVTENTANG GAYA KEPEMIMPINAN
  • 29.
    PENDEKATAN SITUASIONAL Suatu pendekatanterhadap kepemimpinan dimana pemimpin memahami perilakunya, sifat-sifat bawahan dan situasi sebelum menggunakan gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan ini mensyaratkan pemimpin untuk memiliki keterampilan diagnostik perilaku manusia
  • 30.
    1. MODEL KONTINGENSI- FIEDLER Gaya kepemimpinan diukur dengan Least Preferred Co Worker Scale (LPC) → mengukur tingkat perasaan positif atau negatif yang dimiliki seseorang terhadap orang lain yang paling dipilih untuk kerjasama. Faktor yang diukur : ✓ Hubungan pemimpin dan pengikut : menunjukkan tingkat kepercayaan dan hormat pada atasan ✓Struktur tugas : Sejauhmana tugas yang dilakukan pengikut terstruktur ✓Kekuatan Posisi : kekuatan yang dimiliki oleh posisi pemimpin
  • 31.
    Berorientasi tugas Berorientasihubungan Berorientasi tugas RANGKUMAN VARIABEL SITUASIONAL FIEDLER DAN GAYA KEPEMIMPINAN YANG SESUAI :
  • 32.
    2. MODEL KEPEMIMPINAN VROOM- JAGO Model kepemimpinan yang menetapkan prosedur pengambilan keputusan yang efektif dalam situasi tertentu Keefektifan keputusan dipengaruhi : ✓ Kualitas Keputusan : Sejauhmana keputusan mempengaruhi kinerja ✓ Komitmen bawahan : seberapa penting bawahan berkomitmen atau menerima keputusan untuk diimplementasikan
  • 33.
  • 34.
    ATURAN DASAR VROOM-JAGO PANDUANUNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KEPUTUSAN : 1. Hidari menggunakan A I ketika : Pemimpin tidak memiliki informasi cukup 2. Hindari menggunakan GII ketika : a. Bawahan tidak memahami target yang sama dengan target perusahaan b. Bawahan tidak memiliki informasi yang dibutuhkan 3. Hindari menggunakan AII dan CI ketika : a. Pemimpin tidak memiliki informasi yang dibutuhkan b. Masalah yang dihadapi tidak terstruktur 4. Gunakan GII ketika : a. Pemimpin tidak memilki informasi yang dibutuhkan b. Bawahan memahami dan memiliki target yang sama dengan organisasi c. Ada konflik di antara bawahan mengenai solusi yang akan dipilih
  • 35.
    3. MODEL KEPEMIMPINANJALUR- TUJUAN ( PATH-GOAL LEADERSHIP MODEL) Pentingnya pengaruh pemimpin terhadap persepsi bawahanmengenai tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalur pencapaian tujuan Dasarnya : teori motivasi Ekspektasi Klarifikasi jalur : Usaha pemimpin memperjelas perilaku yang paling mungkin menghasilkan pencapaian tujuan
  • 37.
    4. MODEL KEPEMIMPINAN SITUASIONALHERSEY-BLANCHARD Mengembangkan hasil penelitian Ohio State University, ada 4 gaya kepemimpinan : ✓ Telling : Pemimpin menetapkan peran yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas ✓ Selling : Pemimpin memberikan instruksi tersturuktur tapi bertindak sebagai supporter ✓ Participating : Pemimpin dan pengikutnya sama- sama memutuskan bagaimana cara terbaik menyelesaikan tugas yang berkualitas ✓ Delegating : Pemimpin tidak banyak memberikan arahan yang jelas dan spesifik kepada bawahan
  • 39.
    ISU, KONSEP DANPERSPEKTIF LAIN TENTANG KEPEMIMPINAN 1. Kepemimpinan Kharismatik Pemimpin yang mewujudkan atmosfir motivasi atas dasar komitmen dan identitas emosional pada visi, filosofi, dan gaya mereka dalam diri bawahannya
  • 40.
    2. Kepemimpinan Transaksional Kepemimpinan yangmembantu bawahannya mengidentifikasi apa yang harus dilakukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Menggunakan konsep path-Goal 3. Kepemimpinan Transformasional Kepemimpinan yang memotivasi para pengikutnya untuk bekerja mencapai sebuah tujuan, bukan untuk kepentingan pribadi, kepentingan jangka pendek, dan untuk mencapai prestasi dan aktualisasi diri
  • 41.
    4. Pendekatan Leader-Member Exchange( Pertukaran antara pemimpin dan Anggota) ✓Pendekatan yang mengenali tidak adanya konsistensi perilakupemimpin kepada bawahannya ✓Pemimpin membina ikatan dan hubungan pribadi terhadap masing-masing bawahan ✓ Coaching dan pelatihan menjadi interaksi yang digunakan untuk membantu pegawai meningkatkan pemahamannya terhadap pekerjaan dan peningkatan kinerja
  • 42.
    5. KEPEMIMPINAN MULTIKULTURAL 7faktor yang berkaitan dengan keefektifan kepemimpinan : 1) Kemauan untuk peka ( memahami perasaan orang lain) 2) Kepekaan sebenarnya ( pemahaman terhadap diri sendiri dan orang lain) 3) Kepatuhan ( Pada aturan dan otoritas) 4) Kepercayaan pada orang lain ( Dalam pemecahan masalah) 5) Lebih memilih pengambilan keputusan kelompok 6) Perhatian terhadap hubungan interpersonal 7) Hubungan yang kooperatif pada rekan
  • 43.
    TUGAS Diskusikan Bersama kelompok,lalu berikan penjelasan : 1. Menurut Saudara bagaimana Kepemimpinan Bangsa yang paling cocok dengan situasi dan kondisi negara kita pada saat ini? 2. Model kepemimpinan mana yang paling baik dan menguntungkan bagi organisasi? Berikan alasannya. 3. Jelaskan satu filsafat kepemimpinan lain yang Saudara ketahui selain yang sudah dijelaskan di perkuliahan hari ini? Hasil diskusi kelompok akan dibahas pada pertemuan berikutnya.