Manajemen
Kinerja
  Jurusan Manajemen Dakwah
             Fakultas Dakwah
   IAIN Sunan Ampel Surabaya
Manajemen Kinerja (1)
• Manajemen Kinerja = Performance
  Management
• Proses untuk memastikan bahwa
  aktivitas pegawai dan hasil yang
  dicapai telah sesuai dengan tujuan
  organisasi
Manajemen Kinerja (2)
• Performance Appraisal (Penilaian
  Kinerja)
  o Proses mendapatkan informasi
    menyeluruh tentang nilai kinerja
    seorang pegawai
• Performance Feedback
  o Proses memberikan informasi kepada
    pegawai tentang hasil penilaian yang
    berkenaan dengan efektivitas kinerja
    mereka
Performance / Kinerja
• “Jika kamu tidak bisa
  mendefinisikan kinerja, maka kamu
  akan kesulitan untuk mengukur atau
  me-manage-nya” (Armstrong dan
  Baron: 1998)
• Kinerja: Rencana yang diinginkan vs
  Hasil konkrit
Proses Kinerja
Elemen Manajemen Kinerja
• Visi organisasi yang diketahui semua
  pegawai
• Penentuan tujuan kinerja
• Penggunaan penilaian formal
• Menghubungkan evaluasi kinerja
  dengan pengembangan pegawai
Kegunaan Manajemen Kinerja
• Kepentingan strategi organisasi
  (Strategic)
• Kepentingan pengembangan SDM
  (Developmental)
• Kepentingan administrasi
  kepegawaian (Administrative)
Tujuan Penilaian Kinerja
Discrimination   • Kinerja yang baik vs tidak baik


                 • Menentukan siapa yang berhak
   Reward          diberi imbalan


                 • Membangun kekuatan SDM dan
Development        mengurangi kelemahan SDM


                 • Mengkomunikasikan hasil
  Feedback         penilaian kepada pegawai
Kriteria Penilaian Kinerja
•   Selaras dengan strategi organisasi
•   Validitas
•   Reliabilitas
•   Acceptabilitas
•   Spesifikasi
Proses Penilaian Kinerja
• Menentukan standard kinerja yang
  dibuat saat proses perencanaan dan
  tertera dalam job description
• Mengkomunikasikan harapan
  organisasi dan individu
• Menilai kinerja
• Membandingkan kinerja dengan
  standard
• Mendiskusikan hasil penilaian
Siapa yang menilai?
•   Supervisor
•   Rekan sejawat
•   Evaluasi diri sendiri
•   Sub-ordinate
•   Evaluasi dari berbagai sumber
Sumber Error Penilaian Kinerja
•   Validitas
•   Reliabilitas
•   Sikap manajemen
•   Rater errors
•   Hallo effect
•   Central tendency
•   Leniency/Strictness bias
•   Prejudice
•   Recency effect
•   Relationship effect
•   Kriteria kinerja yang subjektif
Metode Penilaian Kinerja
•   Ranking
•   Grading
•   Graphic scales
•   Critical incidents
•   Behaviourally anchored rating scales
•   Behaviour observation scales
•   Essay description
•   Management by objectives (MBO)
•   Assesment centres
•   Workplace surveillance
Statis dan Dinamis
• Penilaian kinerja harus menekankan
  pertumbuhan dan pengembangan
  pegawai serta membuat tujuan baru;
  tidak sekedar hanya menilai kinerja
• Penilaian kinerja yang statis hanya
  memikirkan kondisi masa lalu saja.
• Manajer perlu menghindari sikap
  ‘terlalu menekankan’ aspek negatif
  dari kinerja pegawai.
Catatan Penilaian Kinerja
• Menentukan tujuan
• Mendefinisikan level kinerja
• Mendiskusikan hasil penilaian
• Identifikasi kebutuhan pelatihan dan
  pengembangan
• Identifikasi pegawai yang berpotensi
  rendah dan tinggi
• Memberikan imbalan atas hasil
  penilaian
Diskusi Hasil Penilaian
• Manajer harus punya pengetahuan
  tentang pekerjaan dan kinerja
  pegawai yang bersangkutan.
• Dukungan manajer terhadap pegawai.
• Keterlibatan manajer dalam diskusi
  hasil penilaian kinerja.
Karakteristik Proses Performance
            Feedback yang Efektif
• Timbal balik (feedback) yang sering
  muncul
• Konteks feedback
• Self-ratings
• Partisipasi dalam diskusi
• Pemahaman kinerja
• Fokus pada pemecahan masalah
• Fokus feedback atas perilaku atau hasil
• Meminimalisir kritisisme
• Menentukan tujuan baru
Hukum Legal
• Dokumentasi untuk perlindungan
  hukum
• Jangan menutup-nutupi kegagalan
  kinerja
• Tanggung jawab manajer terhadap
  pegawai dengan kinerja yang buruk
• Peringatan dahulu sebelum pemecatan
• Peluang yang adil dan sama buat semua
  pegawai
• Pemberhentian kepegawaian
Perlu diingat ...!
• Penilaian kinerja adalah program
  manajemen, bukan hanya sekedar
  tanggung jawab departemen SDM
• Manajer SDM harus memastikan bahwa
  pegawai mengerti strategi bisnis
  organisasi dan keterkaitannya dengan
  kinerja
• Harus ada persepsi kesetaraan dan
  keadilan terhadap proses penilaian atas
  semua karyawan

Manajemen Kinerja

  • 1.
    Manajemen Kinerja JurusanManajemen Dakwah Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya
  • 2.
    Manajemen Kinerja (1) •Manajemen Kinerja = Performance Management • Proses untuk memastikan bahwa aktivitas pegawai dan hasil yang dicapai telah sesuai dengan tujuan organisasi
  • 3.
    Manajemen Kinerja (2) •Performance Appraisal (Penilaian Kinerja) o Proses mendapatkan informasi menyeluruh tentang nilai kinerja seorang pegawai • Performance Feedback o Proses memberikan informasi kepada pegawai tentang hasil penilaian yang berkenaan dengan efektivitas kinerja mereka
  • 4.
    Performance / Kinerja •“Jika kamu tidak bisa mendefinisikan kinerja, maka kamu akan kesulitan untuk mengukur atau me-manage-nya” (Armstrong dan Baron: 1998) • Kinerja: Rencana yang diinginkan vs Hasil konkrit
  • 5.
  • 6.
    Elemen Manajemen Kinerja •Visi organisasi yang diketahui semua pegawai • Penentuan tujuan kinerja • Penggunaan penilaian formal • Menghubungkan evaluasi kinerja dengan pengembangan pegawai
  • 7.
    Kegunaan Manajemen Kinerja •Kepentingan strategi organisasi (Strategic) • Kepentingan pengembangan SDM (Developmental) • Kepentingan administrasi kepegawaian (Administrative)
  • 8.
    Tujuan Penilaian Kinerja Discrimination • Kinerja yang baik vs tidak baik • Menentukan siapa yang berhak Reward diberi imbalan • Membangun kekuatan SDM dan Development mengurangi kelemahan SDM • Mengkomunikasikan hasil Feedback penilaian kepada pegawai
  • 9.
    Kriteria Penilaian Kinerja • Selaras dengan strategi organisasi • Validitas • Reliabilitas • Acceptabilitas • Spesifikasi
  • 10.
    Proses Penilaian Kinerja •Menentukan standard kinerja yang dibuat saat proses perencanaan dan tertera dalam job description • Mengkomunikasikan harapan organisasi dan individu • Menilai kinerja • Membandingkan kinerja dengan standard • Mendiskusikan hasil penilaian
  • 11.
    Siapa yang menilai? • Supervisor • Rekan sejawat • Evaluasi diri sendiri • Sub-ordinate • Evaluasi dari berbagai sumber
  • 12.
    Sumber Error PenilaianKinerja • Validitas • Reliabilitas • Sikap manajemen • Rater errors • Hallo effect • Central tendency • Leniency/Strictness bias • Prejudice • Recency effect • Relationship effect • Kriteria kinerja yang subjektif
  • 13.
    Metode Penilaian Kinerja • Ranking • Grading • Graphic scales • Critical incidents • Behaviourally anchored rating scales • Behaviour observation scales • Essay description • Management by objectives (MBO) • Assesment centres • Workplace surveillance
  • 14.
    Statis dan Dinamis •Penilaian kinerja harus menekankan pertumbuhan dan pengembangan pegawai serta membuat tujuan baru; tidak sekedar hanya menilai kinerja • Penilaian kinerja yang statis hanya memikirkan kondisi masa lalu saja. • Manajer perlu menghindari sikap ‘terlalu menekankan’ aspek negatif dari kinerja pegawai.
  • 15.
    Catatan Penilaian Kinerja •Menentukan tujuan • Mendefinisikan level kinerja • Mendiskusikan hasil penilaian • Identifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan • Identifikasi pegawai yang berpotensi rendah dan tinggi • Memberikan imbalan atas hasil penilaian
  • 16.
    Diskusi Hasil Penilaian •Manajer harus punya pengetahuan tentang pekerjaan dan kinerja pegawai yang bersangkutan. • Dukungan manajer terhadap pegawai. • Keterlibatan manajer dalam diskusi hasil penilaian kinerja.
  • 17.
    Karakteristik Proses Performance Feedback yang Efektif • Timbal balik (feedback) yang sering muncul • Konteks feedback • Self-ratings • Partisipasi dalam diskusi • Pemahaman kinerja • Fokus pada pemecahan masalah • Fokus feedback atas perilaku atau hasil • Meminimalisir kritisisme • Menentukan tujuan baru
  • 18.
    Hukum Legal • Dokumentasiuntuk perlindungan hukum • Jangan menutup-nutupi kegagalan kinerja • Tanggung jawab manajer terhadap pegawai dengan kinerja yang buruk • Peringatan dahulu sebelum pemecatan • Peluang yang adil dan sama buat semua pegawai • Pemberhentian kepegawaian
  • 19.
    Perlu diingat ...! •Penilaian kinerja adalah program manajemen, bukan hanya sekedar tanggung jawab departemen SDM • Manajer SDM harus memastikan bahwa pegawai mengerti strategi bisnis organisasi dan keterkaitannya dengan kinerja • Harus ada persepsi kesetaraan dan keadilan terhadap proses penilaian atas semua karyawan