PENGUJIAN HIPOTESIS
SELAMAT DATANG
Hipotesis :
• Merupakan suatu asumsi atau anggapan yang bisa
benar atau bisa salah mengenai sesuatu hal, dan dibuat
untuk menjelaskan sesuatu hal tersebut sehingga
memerlukan pengecekan lebih lanjut.
• Asumsi atau anggapan itu seringkali dipakai sebagai
dasar dalam memutuskan atau menetapkan sesuatu
dalam rangka menyusun perencanaan atau
kepentingan lainnya baik dalam bidang ekonomi, bisnis,
pendidikan, dll.
• Bila hipotesis ini dikaitkan dengan parameter
populasi, maka hipotesis ini disebut hipotesis
statistik.
• Hipotesis statistik adalah suatu asumsi atau
anggapan atau pernyataan yang mungkin
benar atau mungkin salah mengenai
parameter satu populasi atau lebih.
Pengujian statistik :
• adalah suatu prosedur yang
didasarkan kepada bukti sampel dan
teori probabilita yang dipakai untuk
menentukan apakah hipotesis yang
bersangkutan merupakan pernyataan
yang wajar dan oleh karenanya tidak
ditolak, atau hipotesis tersebut tidak
wajar dan oleh karena itu harus
ditolak.
Prosedur lima langkah untuk menguji suatu
hipotesis :
Rumuskan hipotesis nol dan hipotesis
alternatif
Pilih suatu taraf nyata
Tentukan Uji Statistik
Buat aturan pengambilan keputusan
Ambillah sampel, ambil keputusan
Tidak menolak H0 Menolak H0
atau
Langkah 5
Langkah 1
Langkah 2
Langkah 3
Langkah 4
Langkah 1 : Rumuskan hipotesis nol dan hipotesis
alternatif.
• Langkah pertama adalah merumuskan
hipotesis yang akan diuji. Hipotesis ini disebut
Hipotesis nol disebut H0 (dibaca H nol).
• Hipotesis alternatif menggambarkan apa yang
akan anda simpulkan jika menolak hipotesis
nol. Hipotesis alternatif ditulis H1 (dibaca H
satu).
Langkah 2 : Taraf nyata
• Taraf nyata diberi tanda  (alpha), disebut juga tingkat resiko karena
menggambarkan resiko yang harus dipikul bila menolak hipotesis nol
padahal hipotesis nol sebetulnya benar.
• Tidak ada satu taraf nyata yang diterapkan untuk semua penelitian yang
menyangkut penarikan sampel. Kita harus mengambil suatu keputusan
untuk memakai taraf 0,05 (disebut taraf 5 persen), taraf 0,01, atau taraf
yang lain antara 0 dan 1.
• Pada umumnya pada proyek penelitian menggunakan taraf 0,05,
sedangkan untuk pengendalian mutu dipilih 0,01, dan untuk
pengumpulan jajak pendapat ilmu-ilmu sosial dipakai 0,10
Langkah 3 : Uji statistik
• Merupakan suatu nilai yang ditentukan berdasar
informasi dari sampel, dan akan digunakan
untuk menentukan apakah akan menerima atau
menolak hipotesis.
• Ada bermacam-macam uji statistik, di sini kita
akan menggunakan uji statistik seperti z,
student-t, F, dan 2 (Kai-kuadrat).
Langkah 4 : Aturan pengambilan keputusan
• Aturan pengambilan keputusan merupakan pernyataan mengenai
kondisi di mana hipotesis nol ditolak dan kondisi di mana hipotesis
nol tidak ditolak.
• Gambar berikut menggambarkan daerah penolakan untuk suatu
uji taraf nyata :
Probabilitas 0,05Probabilitas 0,95
1,645
Tidak menolak H0
Daerah Penolakan
Nilai Kritis
Distribusi Sampling bagi Statistik z
Perhatikan dalam gambar di atas bahwa :
– Daerah di mana hipotesis nol tidak ditolak mencakup daerah
di sebelah kiri 1,645.
– Daerah penolakan adalah di sebelah kanan dari 1,645.
– Diterapkan suatu uji satu arah.
– Taraf nyata 0,05 dipilih.
– Nilai 1,645 memisahkan daerah-daerah dimana hipotesis nol
ditolak dan di mana hipotesis nol tidak ditolak.
– Nilai 1,645 dinamakan nilai kritis.
Langkah 5 : Mengambil keputusan
• Langkah terakhir dalam uji statistik
adalah mengambil keputusan untuk
menolak atau tidak menolak hipotesis
nol.
• Keputusan menolak hipotesis nol karena
nilai uji statistik terletak di daerah
penolakan.
• Perlu juga diperhatikan bahwa keputusan
untuk menolak atau tidak adalah keputusan
yang diambil oleh peneliti yang sedang
melakukan penelitian.
• Hasil ini merupakan rekomendasi berdasarkan
bukti-bukti sampel yang dapat diberikan
peneliti kepada manajer puncak sebagai
pembuat keputusan, tetapi keputusan akhir
biasanya tetap diambil oleh manajer puncak
tersebut.
Uji Satu Arah dan Uji Dua Arah
Uji satu arah :
• Bila hipotesis nol H0 :  = 0 dilawan dengan
hipotesis alternatif H1 :  > 0 atau H1 :  < 0
• Uji satu arah ditandai dengan adanya satu daerah
penolakan hipotesis nol yang bergantung pada nilai
kritis tertentu.
• Nilai kritis diperoleh dari tabel untuk nilai  yang
telah dipilih sebelumnya.
Uji dua arah
• Bila hipotesis nol H0 :  = 0 dilawan dengan hipotesis
alternatif H1 :   0 .
• Uji dua arah ditandai dengan adanya dua daerah
penolakan hipotesis nol yang juga bergantung pada
nilai kritis tertentu.
• Nilai kritis ini diperoleh dari tabel untuk nilai /2 yang
telah dipilih sebelumnya.
Dalam uji normalitas biasanya
menggunakan uji Liliefors, uji
Kolmogorov-Smirnov, uji Anderson
Darling, dan uji Shapiro-Wilks. Tapi
dalam pembahsan kali ini hanya dibahas
tentang uji Normalitas yang
menggunakan uji Liliefors
1. Menstandardisasi data sempel
2. Menentukan peluang bilangan baku
Ditentukann dengan menggunakan daftar
distribusi normal
3. Menentukan proporsi bilangan baku
4. Menentukan selisih dengan
kemudian tentukan nilai mutlaknya
5. Ambil nilai yang paling besar dari selisih yang
sudah dimutlakkan, harga terbesar itulah yang
menjadi
6. Bandingkan dengan nilai sesuai
dengan taraf signifikan dan banyak datanya .
Jika maka data tersebut
berdistribusi normal, dan jika
maka data tersebut tidak berdistribusi normal.
Contoh…
Diberikan data hasil ulangan matematika 40
orang siswa sebagai berikut:
6, 7, 8, 7, 8, 6, 6, 6, 7, 9, 6, 6, 8, 6, 7, 8, 6, 6, 7,
6, 7, 7, 7, 6, 8, 7, 7, 8, 7, 7, 8, 7, 5, 7, 7, 9, 8, 5,
5, 7.
Apakah data hasil ulangan tersebut
berdistribusi normal?
1. Merumuskan formula hipotesis
Ho : Data berdistribusi normal
H1 : Data tidak berdistribusi normal
2. Menentukan taraf nyata (a)
Untuk mendapatkan nilai chi-square table
dk = k – 3
dk = Derajat kebebasan
k = banyak kelas interval
3. Menentukan Nilai Uji Statistik
Keterangan :
Oi = frekuensi hasil pengamatan pada klasifikasi
ke-i
Ei = Frekuensi yang diharapkan pada klasifikasi
ke-i
4. Menentukan Kriteria Pengujian Hipotesis
5. Memberikan kesimpulan
CONTOH…
Hasil pengumpulan data mahasiswa yang
mendapat nilai ujian kalkulus I, yang
diambil secara acak sebanyak 64. Dicatat
dalam daftar distribusi frekuensi. Hasilnya
sebagai berikut :
Ujilah apakah data tersebut berdistribusi normal
atau tidak dengan a = 0,05 ?
JAWAB:
1. Menentukan mean
2. Menentukan Simpangan baku
3. Membuat daftar distribusi frekuensi yang
diharapkan
(2). Mencari nilai Z-score untuk batas kelas
interval
(3). Mencari luas 0 – Z dari tabel kurva
normal
(4). Mencari luas tiap kelas interval
(5). Mencari frekuensi yang diharapkan (Ei)
Tabel frekuensi yang diharapkan dan
pengamatan
4. Merumuskan formulasi hipotesis
Ho : Data berdistribusi normal
H1 : Data tidak berdistribusi normal
5. Menentukan taraf nyata dan chi-kuadrat tabel
6. Menentukan kriteria pengujian
7. Mencari Chi-kuadrat hitung
Karena chi-kuadrat hitung = 3,67 < 9,49
= chi-kuadrat, maka Ho gagal ditolak
Jadi, data tersebut berdistribusi normal
untuk taraf nyata 5%
Pembahasan uji homogenitas yang
akan dikaji secara mendalam pada
kali ini yaitu Uji F
• Homogenitas variansi pada populasi diuji melalui sampel
acak
• Apabila hanya terdapat dua populasi maka kita dapat
menggunakan metoda uji perbandingan atau selisih dua
variansi
• Apabila terdapat lebih dari dua populasi, Uji homoginitas
yang dipakai adalah uji homogenitas Bartlett atau Uji
Cochran.
• Untuk mengetahui apakah dua kelompok distribusi data
memiliki varians yang homogin ataukah heterogin
• Uji homogenitas yang akan dikaji secara mendalam pada
modul ini adalah uji F.
Hipotesis statistik yang akan diuji
Prosedur Penggunaan Uji F
1. Ujilah pemenuhan asumsi kenormalan dari
kedua gugus sampel tersebut.
2. Hitunglah nilai variansi (ragam) dari masing-
masing gugus sampel yaitu dan ,
dengan
adalah nilai variansi dari gugus pertama
adalah nilai variansi dari gugus kedua
3. Hitunglah nilai statistik F (F-hitung)
Rumus
S1² >>> varians yang lebih besar
F =
S2² >>> varians yang lebih kecil
4. Bandingkan F-hitung tersebut dengan nilai F-
tabel pada taraf signifikansi /2, derajat
kebebasan pertama v= n-1 dan derajat
kebebasan kedua v=n-1 atau yang biasa ditulis
F(/2)(v1.v2) dan nilai F tabel pada taraf
signifikansi (1-/2)
5. Kriteria pengujian ini adalah
Apabila nilai F(1-/2)(v1.v2) < F-hitung <
F(/2)(v1.v2), maka H0 diterima yang berarti
kedua gugus sampel homogen
Parameter yang digunakan pada analisis
satistikanya merupakan nilai rata-rata (𝜇) dari
dua perlakuan.
PENGERTIAN
Salah satu analisis data yang sering dilakukan
dalam penelitian yang ingin mengetahui
permasalahan perbandingan dua perlakuan atau
pengaruh dari suatu perlakuan yang
dibandingkan dengan unit kontrol.
Langkah-langkah Pengujian Hipotesis
pada Uji Beda Rataan
1. Tentukan hipotetis statistika
2. Pilih taraf keberartian 𝛼
3. Pilih uji statistik, lalu cari daerah kritisnya
4. Hitung nilai statistik
5. Menyimpulkan tentang penerimaan atau
penolakan Ho (sesuai dengan kriteria
pengujiannya).
a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak
b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima
Rumus
• Varians populasi diketahui:
Contoh 11:
SMA X menerapkan suatu metode pembelajaran baru untuk
dapat meningkatkan nilai UAN 50 orang siswanya. Setelah nilai
UAN keluar, sekolah tersebut bahwa metode baru tersebut
akan berhasil mendongkrak nilai rata-rata UAN siswanya
diatas nilai rata-rata UAN tahun lalu yaitu 70 dan simpangan
bakunya 10. Apabila ternyata nilai rata-rata 50 orang siswa
tersebut adalah 78 apakah hipotesis sekolah tersebut
signifikan pada taraf 0,05?
• Varians populasi tidak diketahui, Ukuran
sampel sama dan Varians diasumsikan sama
Contoh 12:
• Varians populasi tidak diketahui, Ukuran
sampel sama/berbeda, Varians diasumsikan
sama
Contoh 13
• Varians populasi tidak diketahui, Ukuran sampel
sama/berbeda, Varians diasumsikan berbeda
Contoh: latihan no. 4
• Pengamatan yang dipasangkan
Contoh : 14
Pengujian hipotesis

Pengujian hipotesis

  • 2.
  • 3.
    Hipotesis : • Merupakansuatu asumsi atau anggapan yang bisa benar atau bisa salah mengenai sesuatu hal, dan dibuat untuk menjelaskan sesuatu hal tersebut sehingga memerlukan pengecekan lebih lanjut. • Asumsi atau anggapan itu seringkali dipakai sebagai dasar dalam memutuskan atau menetapkan sesuatu dalam rangka menyusun perencanaan atau kepentingan lainnya baik dalam bidang ekonomi, bisnis, pendidikan, dll.
  • 4.
    • Bila hipotesisini dikaitkan dengan parameter populasi, maka hipotesis ini disebut hipotesis statistik. • Hipotesis statistik adalah suatu asumsi atau anggapan atau pernyataan yang mungkin benar atau mungkin salah mengenai parameter satu populasi atau lebih.
  • 5.
    Pengujian statistik : •adalah suatu prosedur yang didasarkan kepada bukti sampel dan teori probabilita yang dipakai untuk menentukan apakah hipotesis yang bersangkutan merupakan pernyataan yang wajar dan oleh karenanya tidak ditolak, atau hipotesis tersebut tidak wajar dan oleh karena itu harus ditolak.
  • 6.
    Prosedur lima langkahuntuk menguji suatu hipotesis : Rumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternatif Pilih suatu taraf nyata Tentukan Uji Statistik Buat aturan pengambilan keputusan Ambillah sampel, ambil keputusan Tidak menolak H0 Menolak H0 atau Langkah 5 Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4
  • 7.
    Langkah 1 :Rumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternatif. • Langkah pertama adalah merumuskan hipotesis yang akan diuji. Hipotesis ini disebut Hipotesis nol disebut H0 (dibaca H nol). • Hipotesis alternatif menggambarkan apa yang akan anda simpulkan jika menolak hipotesis nol. Hipotesis alternatif ditulis H1 (dibaca H satu).
  • 8.
    Langkah 2 :Taraf nyata • Taraf nyata diberi tanda  (alpha), disebut juga tingkat resiko karena menggambarkan resiko yang harus dipikul bila menolak hipotesis nol padahal hipotesis nol sebetulnya benar. • Tidak ada satu taraf nyata yang diterapkan untuk semua penelitian yang menyangkut penarikan sampel. Kita harus mengambil suatu keputusan untuk memakai taraf 0,05 (disebut taraf 5 persen), taraf 0,01, atau taraf yang lain antara 0 dan 1. • Pada umumnya pada proyek penelitian menggunakan taraf 0,05, sedangkan untuk pengendalian mutu dipilih 0,01, dan untuk pengumpulan jajak pendapat ilmu-ilmu sosial dipakai 0,10
  • 9.
    Langkah 3 :Uji statistik • Merupakan suatu nilai yang ditentukan berdasar informasi dari sampel, dan akan digunakan untuk menentukan apakah akan menerima atau menolak hipotesis. • Ada bermacam-macam uji statistik, di sini kita akan menggunakan uji statistik seperti z, student-t, F, dan 2 (Kai-kuadrat).
  • 10.
    Langkah 4 :Aturan pengambilan keputusan • Aturan pengambilan keputusan merupakan pernyataan mengenai kondisi di mana hipotesis nol ditolak dan kondisi di mana hipotesis nol tidak ditolak. • Gambar berikut menggambarkan daerah penolakan untuk suatu uji taraf nyata : Probabilitas 0,05Probabilitas 0,95 1,645 Tidak menolak H0 Daerah Penolakan Nilai Kritis Distribusi Sampling bagi Statistik z
  • 11.
    Perhatikan dalam gambardi atas bahwa : – Daerah di mana hipotesis nol tidak ditolak mencakup daerah di sebelah kiri 1,645. – Daerah penolakan adalah di sebelah kanan dari 1,645. – Diterapkan suatu uji satu arah. – Taraf nyata 0,05 dipilih. – Nilai 1,645 memisahkan daerah-daerah dimana hipotesis nol ditolak dan di mana hipotesis nol tidak ditolak. – Nilai 1,645 dinamakan nilai kritis.
  • 12.
    Langkah 5 :Mengambil keputusan • Langkah terakhir dalam uji statistik adalah mengambil keputusan untuk menolak atau tidak menolak hipotesis nol. • Keputusan menolak hipotesis nol karena nilai uji statistik terletak di daerah penolakan.
  • 13.
    • Perlu jugadiperhatikan bahwa keputusan untuk menolak atau tidak adalah keputusan yang diambil oleh peneliti yang sedang melakukan penelitian. • Hasil ini merupakan rekomendasi berdasarkan bukti-bukti sampel yang dapat diberikan peneliti kepada manajer puncak sebagai pembuat keputusan, tetapi keputusan akhir biasanya tetap diambil oleh manajer puncak tersebut.
  • 14.
    Uji Satu Arahdan Uji Dua Arah Uji satu arah : • Bila hipotesis nol H0 :  = 0 dilawan dengan hipotesis alternatif H1 :  > 0 atau H1 :  < 0 • Uji satu arah ditandai dengan adanya satu daerah penolakan hipotesis nol yang bergantung pada nilai kritis tertentu. • Nilai kritis diperoleh dari tabel untuk nilai  yang telah dipilih sebelumnya.
  • 15.
    Uji dua arah •Bila hipotesis nol H0 :  = 0 dilawan dengan hipotesis alternatif H1 :   0 . • Uji dua arah ditandai dengan adanya dua daerah penolakan hipotesis nol yang juga bergantung pada nilai kritis tertentu. • Nilai kritis ini diperoleh dari tabel untuk nilai /2 yang telah dipilih sebelumnya.
  • 16.
    Dalam uji normalitasbiasanya menggunakan uji Liliefors, uji Kolmogorov-Smirnov, uji Anderson Darling, dan uji Shapiro-Wilks. Tapi dalam pembahsan kali ini hanya dibahas tentang uji Normalitas yang menggunakan uji Liliefors
  • 17.
    1. Menstandardisasi datasempel 2. Menentukan peluang bilangan baku Ditentukann dengan menggunakan daftar distribusi normal
  • 18.
    3. Menentukan proporsibilangan baku 4. Menentukan selisih dengan kemudian tentukan nilai mutlaknya 5. Ambil nilai yang paling besar dari selisih yang sudah dimutlakkan, harga terbesar itulah yang menjadi
  • 19.
    6. Bandingkan dengannilai sesuai dengan taraf signifikan dan banyak datanya . Jika maka data tersebut berdistribusi normal, dan jika maka data tersebut tidak berdistribusi normal.
  • 20.
    Contoh… Diberikan data hasilulangan matematika 40 orang siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 7, 8, 6, 6, 6, 7, 9, 6, 6, 8, 6, 7, 8, 6, 6, 7, 6, 7, 7, 7, 6, 8, 7, 7, 8, 7, 7, 8, 7, 5, 7, 7, 9, 8, 5, 5, 7. Apakah data hasil ulangan tersebut berdistribusi normal?
  • 21.
    1. Merumuskan formulahipotesis Ho : Data berdistribusi normal H1 : Data tidak berdistribusi normal 2. Menentukan taraf nyata (a) Untuk mendapatkan nilai chi-square table dk = k – 3 dk = Derajat kebebasan k = banyak kelas interval
  • 22.
    3. Menentukan NilaiUji Statistik Keterangan : Oi = frekuensi hasil pengamatan pada klasifikasi ke-i Ei = Frekuensi yang diharapkan pada klasifikasi ke-i
  • 23.
    4. Menentukan KriteriaPengujian Hipotesis
  • 24.
  • 25.
    CONTOH… Hasil pengumpulan datamahasiswa yang mendapat nilai ujian kalkulus I, yang diambil secara acak sebanyak 64. Dicatat dalam daftar distribusi frekuensi. Hasilnya sebagai berikut :
  • 26.
    Ujilah apakah datatersebut berdistribusi normal atau tidak dengan a = 0,05 ?
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    3. Membuat daftardistribusi frekuensi yang diharapkan
  • 30.
    (2). Mencari nilaiZ-score untuk batas kelas interval
  • 31.
    (3). Mencari luas0 – Z dari tabel kurva normal
  • 32.
    (4). Mencari luastiap kelas interval
  • 33.
    (5). Mencari frekuensiyang diharapkan (Ei)
  • 34.
    Tabel frekuensi yangdiharapkan dan pengamatan
  • 35.
    4. Merumuskan formulasihipotesis Ho : Data berdistribusi normal H1 : Data tidak berdistribusi normal 5. Menentukan taraf nyata dan chi-kuadrat tabel
  • 36.
    6. Menentukan kriteriapengujian 7. Mencari Chi-kuadrat hitung
  • 37.
    Karena chi-kuadrat hitung= 3,67 < 9,49 = chi-kuadrat, maka Ho gagal ditolak Jadi, data tersebut berdistribusi normal untuk taraf nyata 5%
  • 38.
    Pembahasan uji homogenitasyang akan dikaji secara mendalam pada kali ini yaitu Uji F
  • 39.
    • Homogenitas variansipada populasi diuji melalui sampel acak • Apabila hanya terdapat dua populasi maka kita dapat menggunakan metoda uji perbandingan atau selisih dua variansi • Apabila terdapat lebih dari dua populasi, Uji homoginitas yang dipakai adalah uji homogenitas Bartlett atau Uji Cochran. • Untuk mengetahui apakah dua kelompok distribusi data memiliki varians yang homogin ataukah heterogin • Uji homogenitas yang akan dikaji secara mendalam pada modul ini adalah uji F.
  • 40.
  • 41.
    Prosedur Penggunaan UjiF 1. Ujilah pemenuhan asumsi kenormalan dari kedua gugus sampel tersebut. 2. Hitunglah nilai variansi (ragam) dari masing- masing gugus sampel yaitu dan , dengan adalah nilai variansi dari gugus pertama adalah nilai variansi dari gugus kedua
  • 42.
    3. Hitunglah nilaistatistik F (F-hitung) Rumus S1² >>> varians yang lebih besar F = S2² >>> varians yang lebih kecil
  • 43.
    4. Bandingkan F-hitungtersebut dengan nilai F- tabel pada taraf signifikansi /2, derajat kebebasan pertama v= n-1 dan derajat kebebasan kedua v=n-1 atau yang biasa ditulis F(/2)(v1.v2) dan nilai F tabel pada taraf signifikansi (1-/2)
  • 44.
    5. Kriteria pengujianini adalah Apabila nilai F(1-/2)(v1.v2) < F-hitung < F(/2)(v1.v2), maka H0 diterima yang berarti kedua gugus sampel homogen
  • 46.
    Parameter yang digunakanpada analisis satistikanya merupakan nilai rata-rata (𝜇) dari dua perlakuan.
  • 47.
    PENGERTIAN Salah satu analisisdata yang sering dilakukan dalam penelitian yang ingin mengetahui permasalahan perbandingan dua perlakuan atau pengaruh dari suatu perlakuan yang dibandingkan dengan unit kontrol.
  • 48.
    Langkah-langkah Pengujian Hipotesis padaUji Beda Rataan 1. Tentukan hipotetis statistika 2. Pilih taraf keberartian 𝛼 3. Pilih uji statistik, lalu cari daerah kritisnya 4. Hitung nilai statistik 5. Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan Ho (sesuai dengan kriteria pengujiannya). a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima
  • 49.
    Rumus • Varians populasidiketahui: Contoh 11: SMA X menerapkan suatu metode pembelajaran baru untuk dapat meningkatkan nilai UAN 50 orang siswanya. Setelah nilai UAN keluar, sekolah tersebut bahwa metode baru tersebut akan berhasil mendongkrak nilai rata-rata UAN siswanya diatas nilai rata-rata UAN tahun lalu yaitu 70 dan simpangan bakunya 10. Apabila ternyata nilai rata-rata 50 orang siswa tersebut adalah 78 apakah hipotesis sekolah tersebut signifikan pada taraf 0,05?
  • 50.
    • Varians populasitidak diketahui, Ukuran sampel sama dan Varians diasumsikan sama Contoh 12:
  • 51.
    • Varians populasitidak diketahui, Ukuran sampel sama/berbeda, Varians diasumsikan sama Contoh 13
  • 52.
    • Varians populasitidak diketahui, Ukuran sampel sama/berbeda, Varians diasumsikan berbeda Contoh: latihan no. 4
  • 53.
    • Pengamatan yangdipasangkan Contoh : 14

Editor's Notes

  • #31 Mencari nilai Z-score untuk batas kelas interval