Garis Besar Pembahasan
1. PENGERTIAN PENGENDALIAN INTERN (ScoPE)
2. HUBUNGAN PENGENDALIAN INTERN DENGAN
RUANG LINGKUP PEMERIKSAAN EVALUASI ATAS
3 BAGAIMANA MELAKUKAN PEMAHAMAN DAN
PENGENDALIAN INTERN
4. KETERBATASAN PENGENDALIAN INTERN ENTITAS
1.PENGERTIAN PENGENDALIAN
INTERN
• pengendalian intern adalah sistem pengendalian
intern, sistem pengawasan intern dan struktur
pengendalian intern. dan definisi lainnya seperti :
• 1. Definisi Internal Control menurut COSO yang
dikutip oleh Hayes(2014:234)
• 2. Definisi Internal Control menurut IFAC yang dikutip
oleh Hayes
• 3. AICFA yang di kutip oleh kontraktor (2002: 205)
• 4. Menurut SA 315 (LAPI, 315:4)
1. Definisi Internal Control menurut COSO yang
dikutip oleh Hayes(2014:234)
• Suatu proses, yang dilakukan oleh dewan direksi,
manajemen dan personil lainnya yang dirancang
untuk memberikan keyakinan memadai mengenai
pencapaian tujuan dalam kategori berikut:
efektivitas dan efisiensi operasi, keandalan
pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum
dan peraturan yang berlaku dan pengamanan aset
terhadap akuisisi, penggunaan atau disposisi yang
tidak sah
Komponen Internal Control menurut COSO:
1.Control Environment (Kontrol Lingkungan)
2.Risk Assessment (resiko dalam tugas)
3.Control Activities/Control Procedures Information
and Communication (Kegiatan Pengendalian /
Prosedur Pengendalian Informasi dan Komunikasi)
4.Monitoring (Pemantauan)
2. Definisi Internal Control menurut IFAC yang
dikutip oleh Hayes
• Proses yang dirancang, diimplementasikan dan
dipelihara oleh mereka yang bertanggung jawab
atas tata kelola, manajemen dan personil lainnya
untuk memberikan keyakinan memadai mengenai
pencapaian tujuan entitas berkenaan dengan
keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan
efisiensi operasi, dan kepatuhan terhadap hukum
dan peraturan yang berlaku.
3. AICFA yang di kutip oleh kontraktor (2002:
205)
Proses yang dilakukan oleh dewan direksi entiti, manajemen,
dan personil lainnya yang dirancang untuk memberikan
keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan di kategori
berikut:
1.Kontrol Operasi-berkaitan dengan penggunaan sumber daya
entitas secara efektif dan efisien
2.Kontrol pelaporan keuangan-berkaitan dengan penyusunan
laporan keuangan yang dapat diterbitkan, dan
3.Kontrol Kepatuhan yang berkaitan dengan entitas sesuai
dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku
4. Menurut SA 315 (LAPI, 315:4)
Proses yang dirancang, diimplementasikan, dan
dipelihara oleh pihak yang bertang jawab atas tata
kelola, manajemen, dan personel lain untuk
menyediakan keyakinan memadai tentang barang
tujuan suatu entitas yang berhubungan dengan
kejelasan laporan keuangan, efisiensi dan efisiensi,
dan perhatian terhadap Perundang undangan
Pengendalian intern terdiri atas lima
komponen Menurut SA 315(IAPI,315:2)
1. Lingkungan pengendalian
2. Penaksiran resiko
3. Aktivitas pengendalian
4. Informasi dan komunikasipkomunikasi
5. Pemantauan
1.Lingkungan Pengendalian
• Pengendalian mempengaruhi ingkungan pengendalian
menetapkan corak suatu organisasi dan kesadaran
pengendalian orang-orangnya. Lingkungan
pengendalian merupakan dasar untuk semua
komponen pengendalian intern yang lain, menyediakan
disiplin dan struktur Lingkungan pengendalian
mencakup hal-hal berikut ini:
1. Integritas dan nilai etika
2. Komitmen terhadap kompetensi
3. Partisipasi dewan komisaris atau komite audit
4. struktur organisasi
5. Pemberian wewenang dan tanggung jawab
6. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
2.Penaksiran Resiko
• Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup
peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat
terjadi dan secara negatif mempengaruhi kemampuan
entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan
melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi
manajemen dalam laporan keuangan. Risiko dapat timbul
atau berubah karena keadaan berikut ini:
1. Perubahan dalam lingkungan operasi
2. Personel baru
3. Sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki
4. Teknologi baru
5. Lini produk, produk, atau aktivitas baru
6. Restrukturisasi korporasi
7. Operasi luar negeri
8. Standar akuntansi baru
3. Aktifitas Pengendali
• Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang
membantu memastikan bahwa arahan manajemen
dilaksanakan. Aktivitas tersebut membantu memastikan
bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi
risiko dalam pencapaian tujuan entitas, sudah dilaksanakan.
Aktivitas pengendalian mempunyai berbagai tujuan dan
diterapkan di berbagai tingkat organisasi dan fungsi.
Umumnya aktivitas pengendalian yang mungkin relevan
dengan audit dapat digolongkan sebagai kebijakan dan
prosedur yang berkaitan dengan hal-hal berikut ini:
1. Review terhadap kinerja
2. Pengolahan informasi
3. Pengendalian phisik
4. Pemisahan tugas
4. Informasi dan Komunikasi
sistem informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan
keuangan, yang meliputi :
• sistem akuntansi, terdiri atas metode dan catatan yang
dibangun untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan
melaporkan transaksi entitas (baik peristiwa maupun
kondisi) dan untuk memelihara akuntabilitas bagi aset,
utang, dan ekuitas yang bersangkutan. Kualitas informasi
yang dihasilkan dari sistem tersebut berdampak terhadap
kemampuan manajemen untuk membuat keputusan
semestinya dalam mengendalikan aktivitas entitas dan
menyiapkan laporan keuangan yang andal.
• Komunikasi mencakup penyediaan suatu pemahaman
tentang peran dan tanggung jawab individual berkaitan
dengan pengendalian intern terhadap pelaporan keuangan.
• Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai
tentang s informasi yang relevan dengan pelaporan
keuangan untuk memahami:
1. Golongan transaksi dalam operasi entitas yang
signifikan bagi laporan keuangan
2. Bagaimana transaksi tersebut dimulai.
3. Catatan akuntansi, informasi pendukung, dan akun
tertentu dalam laporan keuangan yang tercakup dalam
pengolahan dan pelaporan transaksi.
4. Pengolahan akuntansi yang dicakup sejak saat
transaksi dimulai sampai dengan dimasukkan ke dalam
laporan keuangan, termasuk alat elektronik (seperti
komputer dan electronic data interchange yang
digunakan untuk mengirim, memproses, memelihara
dan mengakses informasi.
5. Pemantauan
• Pemantauan adalah proses penentuan kualitas kinerja
pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan ini
mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian
tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi Proses
ini dilaksanakan melalui kegiatan yang bertang secara
terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan
berbagai kombinasi dari keduanya. Di berbagai entitas,
intern atau personel yang melakukan pekeraan
memberikan kontnbusi dalam memantau aktivitas
entitas. Aktivitas pemantauan dapat mencakup
penggunaan informasi dari komunikasi dengan pihak
luar seperti keluhan customers dan komentar dari
badan pengatur yang dapat memberikan petunjuk
tentang masalah atau bidang yang memerlukan
perbaikan.
• Konrath (2002: 205), mengutip AlCPA Professional
Standards, mendefinisikan internal control sebagai
berikut:
• Proses dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen, dan
personil badan yang dirancang untuk memberikan kepastian
yang memadai mengenai pencapaian obyektif pada
peraturan daerah Pengendalian:
1. Operasi yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya entitas
secara sah dan efisien
2. Kontrol pelaporan keuangan yang berkaitan dengan persiapan
roliable laporan keuangan yang diterbitkan, dan
3. Kontrol Kepatuhan yang berkaitan dengan entitas Kepatuhan
dengan hukum dan rogulasi yang berlaku, Standar
Profesional AICPA, soperti yang disampaikan oleh
Konrath (2001: 205, 206) mengidentifikasikan lima
komponen pengendalian internal yaitu:
1. pengendalian lingkungan,
2. penilaian risiko
3. informasi dan komunikasi,
4. aktivitas pengendalian dan pemantauan.
Struktur gambar
2. HUBUNGAN PENGENDALIAN INTERN
DENGAN RUANGLINGKUP (SCOPE)
PEMERIKSAAN
Jika pengendalian internsuatu satuan usaha lemah, maka kemungkinan
terjadinya kesalahan, ketidakakuratan ataupun kecurangan dalam
perusahaan sangat besar. Bagi akuntan publik, hal tersebut menumbulkan
risiko yang besar, dalam arti risiko untuk memberikan opini tidak sesuai
dengan kenyataan, jika auditor kuranghati-hati dalam melakukan
pemeriksaandantidak cukup banyak mengumpulkan bukti-bukti yang
mendukung pendapat yang diberikannya. Untuk mencegah kemungkinan
tersebut, jika dari hasil pemahaman dan evaluasi atas pengendalian intern
perusahaan, auditor menyimpulkan bahwa pengendalian intern tidak
berjalan efektif, maka auditor harus memperluas scope pemeriksaannya
pada waktu melakukan substantive test. Misalnya:
1. Pada waktu mengirim konfirmasi piutang, jumlah konfirmasi yang
dikirimkan harus lebih banyak.
2. Pada waktu melakukan obse stock tes atas perhitungan fisik
persediaan kopname, harus lebih banyak.
• Sebaliknya jika auditor menyimpulkan bahwa pengendalian intern
berjalan efektif, maka scope pemeriksaan pada waktu melakukan
substantive test bisa dipersempit.
3. BAGAIMANA MELAKUKAN
PEMAHAMAN DAN EVALUASI ATAS
PENGENDALIAN INTERN
Auditor harus mendokumentasikan pemahamannya tentang
komponen pengendalian intern entitas yang diperoleh untuk
merencanakan audit.
Bentuk dan isi dokumentasi dipengaruhi oleh ukuran dan
kompleksitas entitas, serta sifat pengendalianintern entitas.
Sebagai contoh, dokumentasi pemahaman tentang
pengendalian intern entitas yang besar dan kompleks dapat
mencakup bagan alir(flowchart) ,kuesioner, atau tabel
keputusan.
Namun, untuk entitas yang kecil, dokumentasi dalam bentuk
memorandum sudah memadai. Umumnya, semakin kompleks
pengendalian intern dan semakin luas prosedur yang
dilaksanakan, seharusnya semakin luas dokumentasi yang
dilakukan oleh auditor.
Pemahaman dan evaluasi atas pengendalian intern
merupakan bagian yang sangat penting dalam
proses pemeriksaan oleh akuntan publik.
• Karena baik buruknya pengendalian intern akan
memberikan pengaruh yang besar terhadap:
1. keamanan aset perusahaan
2. dapat dipercayai atau tidaknya laporan keuangan
perusahaan
3. lama atau cepatnya proses pemeriksaan akuntan
4. tinggi rendahnya audit fee
5. jenis opini yang akan diberikan akuntan publik
Cara melakukan pemahaman dan
evaluasi atas pengendalian intern
Tiga cara yang bisa digunakan akuntan
publik
1. Internal Control Questionnaires
2. Flow Chart
3. Narrative
1. Intemal Control Questionnaires
Cara ini banyak digunakan oleh Kantor Akuntan Publik
(KAP), karena dianggap lebih sederhana dan praktis.
• Biasanya KAP sudah memiliki satu set ICQ yang
standar, y bisa digunakan untuk memahami dan
mengevaluasi pengendalian intern diberbagai jenis
perusahaan.
• Pertanyaan-pertanyaan lco diminta untuk dijawab Ya
(Y), Tidak (TD, atau Tidak Relevan (TR).
• Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah disusun dengan
baik, maka jawaban "Ya" akan menunjukkan ciri intermal
control yang baik, "Tidak" akan menunjukkan ciri internal
control yang lemah, "Tidak Relevan" berarti pertanyaan
tersebut tidak relevan untuk perusahaan tersebut.
ICQ (Internal Control Quality) biasanya
dikelompokkan sebagai berikut :
• Umum
• Biasanya pertanyaan menyangkut struktur organisasi, pembagian tugas dan tanggung jawab, akta pendirian dan pertanyaan
umum lainnya mengona koadaan porusahaan.
• Akuntansi
• Pertanyaan-pertanyaan menyangkut keadaan pombukuan perusahaan, misalnya apakah proses pombukuan dilakukan
secara manual atau computerizod jumlah dan kualifikasi tenaga di bagian akuntansi dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan
monyangkut sistem dan prosedur yang terdapat di perusahaan dalam siklus pemjualan (kredit dan tunai), utang dan
pengeluaran kas.
• Siklus Penjualan-Piutang-Penerimaan Kas
• Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistem dan prosedur yang terdapat di perusahaan dalam siklus pembelian Kredit dan
tunai), utang dan pengeluaran kas.
• Persediaan
• Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistemdan prosedur penyimpanan dan pengawasan fisik persediaan, sistem
pencatatan dan metode penilaian persediaan dan stock opname.
• Surat Berharga (Securities)
• Pertanyaan-pertanyaan menyangkut surat berharga. otorosasi untuk pembelian dan penjualan surat berharga dan
penilaiannya.
• Aset Tetap
• Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistem dan prosedurpenambahan dan pengurangan aset tetap, pencatatan dan
penilaian aset tetap dan lain-lain.
• Gaji dan Upah
• Pertanyaan-pertanyaan menyangkut kebijakan personala (humanresouroesdevelopmen0 serta sistem dan prosedur
pembayaran gaji dan upah.
Yang perlu di perhatikan dalam
mengAudit :
1. Auditor harus menanyakan langsung pertanyaan-
pertanyaan diICQ kepada staf klien dan kemudian
mengisi sendiri jawabannya, jangan sekedar
menyerahkan ICQ kepada klien untuk diisi.
2. Untuk repeat engagement (penugasan yang
berikutnya) ICQtersebut harus dimutakhirkan
berdasarkan hasil tanya jawab dengan klien.
3. Ada kecenderungan bahwa klien akan memberikan
jawaban seakan-akan pengendalian intern sangat
baik.
• Kerena itu auditor harus melakukan compliance test
untuk membuktikan efektivitas dari pengendalian
intern klien.
Contoh Form ICQ umum
Contoh Form ICQ umum
2. Bagan Arus (Flow Chart)
Flow Chart menggambarkan arus dokumen dalam sistem dan prosedur di suatu unit usaha.
Misalnya dalam flow Chart :
• untuk sistem dan prosedur pembelian,
• utang dan
• pengeluaran kas,
digambarkan arus dokumen mulai dari permintaan pembelian (puchase requisition), order pembelian
purchase orden sampai dengan pelunasan utang yang berasal dari pembelian tersebut.
Untuk auditor yang terlatih baik, penggunaan flow chart lebih disukai,
karena auditor bisa lebih cepat melihat apa saja kelemahan-kelemahan dan kebaikan-kebaikan dari
suatu sistem dan prosedur Untuk penugasan tahun-tahun berikutnya.
auditor harus selalu memutakhirkan (mengupdate) flow chart tersebut untuk mengetahui apakah
terdapat perubahan-perubahan dalam sistem dan prosedur perusahaan.
Setelah flow chart dibuat, auditor harus melakukan walk through, yaitu mengambil dua atau tiga
dokumen untuk mengetes apakah prosedur yang dijalankan sesuai dengan apa yang digambarkan dalam
flowchart.
Misalnya ambil satu set dokumen untuk pelunasan utang yang berasal dari pembelian persediaan secara
kredit. Periksa apakah semua dokumen (purchase requistion, purchase order, receiving report, supplier
invoice dan cash payment voucher sudah diproses sesuai dengan prosedur yang digambarkan dalam flow
chart pembelian, utang dan pengeluran kas.
Contoh flow chart untuk prosedur
pembelian, utang dan pengeluaran
kas bisa dilihat di Bawah ini
3. Narative
• Dalam hal ini auditor menceritakan dalam bentuk
memo, sistem dan prosedur akuntansi yang berlaku
di perusahaan, misalnya prosedur pengeluaran kas.
Cara ini biasa digunakan untuk klien kecil yang
pembukuannya sederhana.
Contoh bentuk narrative untuk prosedur
pengeluaran kas dan bank bisa dilihat di
Bawah ini :
4. KETERBATASAN PENGENDALIAN
INTERN ENTITAS
Terlepas dari bagaimana bagusnya desain dan operasinya, pengendalian
interm hanya dapat memberikan keyakinan memadai bagi manajemen
dan dewan komisaris berkaitan dengan pencapaian tujuan pengendalian
intermentitas.
Kemungkinan pencapaian tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan bawaan
yang melekat dalam pengendalian intern.
Hal ini mencakup kenyataan bahwa pertimbangan manusia dalam
pengambilan keputusan dapat salah dan bahwa pengendalian intern dapat
rusak karena kegagalan yang bersifat manusiawi tersebut, seperti
kekeliruan atau kesalahan yang sifatnya sederhana.
Disamping itu pengendalian dapat tidak efektif karena adanya kolusi di
antara dua orang atau lebih atau manajemen mengesampingkan
pengendalian intern.
Pengendalian intern entitas Faktor lain yang membatasi pengendalian
intem adalah biaya tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari
pengendalian tersebut. Meskipun hubungan manfaat-biaya merupakan
kriteria utama yang harus dipertimbangkan dalam pendesainan laporan.

Pengendalian internal perusahaan bab 5 auditing

  • 1.
    Garis Besar Pembahasan 1.PENGERTIAN PENGENDALIAN INTERN (ScoPE) 2. HUBUNGAN PENGENDALIAN INTERN DENGAN RUANG LINGKUP PEMERIKSAAN EVALUASI ATAS 3 BAGAIMANA MELAKUKAN PEMAHAMAN DAN PENGENDALIAN INTERN 4. KETERBATASAN PENGENDALIAN INTERN ENTITAS
  • 2.
    1.PENGERTIAN PENGENDALIAN INTERN • pengendalianintern adalah sistem pengendalian intern, sistem pengawasan intern dan struktur pengendalian intern. dan definisi lainnya seperti : • 1. Definisi Internal Control menurut COSO yang dikutip oleh Hayes(2014:234) • 2. Definisi Internal Control menurut IFAC yang dikutip oleh Hayes • 3. AICFA yang di kutip oleh kontraktor (2002: 205) • 4. Menurut SA 315 (LAPI, 315:4)
  • 3.
    1. Definisi InternalControl menurut COSO yang dikutip oleh Hayes(2014:234) • Suatu proses, yang dilakukan oleh dewan direksi, manajemen dan personil lainnya yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan dalam kategori berikut: efektivitas dan efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku dan pengamanan aset terhadap akuisisi, penggunaan atau disposisi yang tidak sah
  • 4.
    Komponen Internal Controlmenurut COSO: 1.Control Environment (Kontrol Lingkungan) 2.Risk Assessment (resiko dalam tugas) 3.Control Activities/Control Procedures Information and Communication (Kegiatan Pengendalian / Prosedur Pengendalian Informasi dan Komunikasi) 4.Monitoring (Pemantauan)
  • 5.
    2. Definisi InternalControl menurut IFAC yang dikutip oleh Hayes • Proses yang dirancang, diimplementasikan dan dipelihara oleh mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola, manajemen dan personil lainnya untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan entitas berkenaan dengan keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
  • 6.
    3. AICFA yangdi kutip oleh kontraktor (2002: 205) Proses yang dilakukan oleh dewan direksi entiti, manajemen, dan personil lainnya yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan di kategori berikut: 1.Kontrol Operasi-berkaitan dengan penggunaan sumber daya entitas secara efektif dan efisien 2.Kontrol pelaporan keuangan-berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang dapat diterbitkan, dan 3.Kontrol Kepatuhan yang berkaitan dengan entitas sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku
  • 7.
    4. Menurut SA315 (LAPI, 315:4) Proses yang dirancang, diimplementasikan, dan dipelihara oleh pihak yang bertang jawab atas tata kelola, manajemen, dan personel lain untuk menyediakan keyakinan memadai tentang barang tujuan suatu entitas yang berhubungan dengan kejelasan laporan keuangan, efisiensi dan efisiensi, dan perhatian terhadap Perundang undangan
  • 8.
    Pengendalian intern terdiriatas lima komponen Menurut SA 315(IAPI,315:2) 1. Lingkungan pengendalian 2. Penaksiran resiko 3. Aktivitas pengendalian 4. Informasi dan komunikasipkomunikasi 5. Pemantauan
  • 9.
    1.Lingkungan Pengendalian • Pengendalianmempengaruhi ingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi dan kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern yang lain, menyediakan disiplin dan struktur Lingkungan pengendalian mencakup hal-hal berikut ini: 1. Integritas dan nilai etika 2. Komitmen terhadap kompetensi 3. Partisipasi dewan komisaris atau komite audit 4. struktur organisasi 5. Pemberian wewenang dan tanggung jawab 6. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
  • 10.
    2.Penaksiran Resiko • Risikoyang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negatif mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. Risiko dapat timbul atau berubah karena keadaan berikut ini: 1. Perubahan dalam lingkungan operasi 2. Personel baru 3. Sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki 4. Teknologi baru 5. Lini produk, produk, atau aktivitas baru 6. Restrukturisasi korporasi 7. Operasi luar negeri 8. Standar akuntansi baru
  • 11.
    3. Aktifitas Pengendali •Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu memastikan bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas tersebut membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas, sudah dilaksanakan. Aktivitas pengendalian mempunyai berbagai tujuan dan diterapkan di berbagai tingkat organisasi dan fungsi. Umumnya aktivitas pengendalian yang mungkin relevan dengan audit dapat digolongkan sebagai kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan hal-hal berikut ini: 1. Review terhadap kinerja 2. Pengolahan informasi 3. Pengendalian phisik 4. Pemisahan tugas
  • 12.
    4. Informasi danKomunikasi sistem informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan, yang meliputi : • sistem akuntansi, terdiri atas metode dan catatan yang dibangun untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan transaksi entitas (baik peristiwa maupun kondisi) dan untuk memelihara akuntabilitas bagi aset, utang, dan ekuitas yang bersangkutan. Kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut berdampak terhadap kemampuan manajemen untuk membuat keputusan semestinya dalam mengendalikan aktivitas entitas dan menyiapkan laporan keuangan yang andal. • Komunikasi mencakup penyediaan suatu pemahaman tentang peran dan tanggung jawab individual berkaitan dengan pengendalian intern terhadap pelaporan keuangan.
  • 13.
    • Auditor harusmemperoleh pengetahuan memadai tentang s informasi yang relevan dengan pelaporan keuangan untuk memahami: 1. Golongan transaksi dalam operasi entitas yang signifikan bagi laporan keuangan 2. Bagaimana transaksi tersebut dimulai. 3. Catatan akuntansi, informasi pendukung, dan akun tertentu dalam laporan keuangan yang tercakup dalam pengolahan dan pelaporan transaksi. 4. Pengolahan akuntansi yang dicakup sejak saat transaksi dimulai sampai dengan dimasukkan ke dalam laporan keuangan, termasuk alat elektronik (seperti komputer dan electronic data interchange yang digunakan untuk mengirim, memproses, memelihara dan mengakses informasi.
  • 14.
    5. Pemantauan • Pemantauanadalah proses penentuan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan ini mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan yang bertang secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya. Di berbagai entitas, intern atau personel yang melakukan pekeraan memberikan kontnbusi dalam memantau aktivitas entitas. Aktivitas pemantauan dapat mencakup penggunaan informasi dari komunikasi dengan pihak luar seperti keluhan customers dan komentar dari badan pengatur yang dapat memberikan petunjuk tentang masalah atau bidang yang memerlukan perbaikan.
  • 15.
    • Konrath (2002:205), mengutip AlCPA Professional Standards, mendefinisikan internal control sebagai berikut: • Proses dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen, dan personil badan yang dirancang untuk memberikan kepastian yang memadai mengenai pencapaian obyektif pada peraturan daerah Pengendalian: 1. Operasi yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya entitas secara sah dan efisien 2. Kontrol pelaporan keuangan yang berkaitan dengan persiapan roliable laporan keuangan yang diterbitkan, dan 3. Kontrol Kepatuhan yang berkaitan dengan entitas Kepatuhan dengan hukum dan rogulasi yang berlaku, Standar
  • 16.
    Profesional AICPA, sopertiyang disampaikan oleh Konrath (2001: 205, 206) mengidentifikasikan lima komponen pengendalian internal yaitu: 1. pengendalian lingkungan, 2. penilaian risiko 3. informasi dan komunikasi, 4. aktivitas pengendalian dan pemantauan.
  • 17.
  • 18.
    2. HUBUNGAN PENGENDALIANINTERN DENGAN RUANGLINGKUP (SCOPE) PEMERIKSAAN Jika pengendalian internsuatu satuan usaha lemah, maka kemungkinan terjadinya kesalahan, ketidakakuratan ataupun kecurangan dalam perusahaan sangat besar. Bagi akuntan publik, hal tersebut menumbulkan risiko yang besar, dalam arti risiko untuk memberikan opini tidak sesuai dengan kenyataan, jika auditor kuranghati-hati dalam melakukan pemeriksaandantidak cukup banyak mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung pendapat yang diberikannya. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, jika dari hasil pemahaman dan evaluasi atas pengendalian intern perusahaan, auditor menyimpulkan bahwa pengendalian intern tidak berjalan efektif, maka auditor harus memperluas scope pemeriksaannya pada waktu melakukan substantive test. Misalnya: 1. Pada waktu mengirim konfirmasi piutang, jumlah konfirmasi yang dikirimkan harus lebih banyak. 2. Pada waktu melakukan obse stock tes atas perhitungan fisik persediaan kopname, harus lebih banyak. • Sebaliknya jika auditor menyimpulkan bahwa pengendalian intern berjalan efektif, maka scope pemeriksaan pada waktu melakukan substantive test bisa dipersempit.
  • 19.
    3. BAGAIMANA MELAKUKAN PEMAHAMANDAN EVALUASI ATAS PENGENDALIAN INTERN Auditor harus mendokumentasikan pemahamannya tentang komponen pengendalian intern entitas yang diperoleh untuk merencanakan audit. Bentuk dan isi dokumentasi dipengaruhi oleh ukuran dan kompleksitas entitas, serta sifat pengendalianintern entitas. Sebagai contoh, dokumentasi pemahaman tentang pengendalian intern entitas yang besar dan kompleks dapat mencakup bagan alir(flowchart) ,kuesioner, atau tabel keputusan. Namun, untuk entitas yang kecil, dokumentasi dalam bentuk memorandum sudah memadai. Umumnya, semakin kompleks pengendalian intern dan semakin luas prosedur yang dilaksanakan, seharusnya semakin luas dokumentasi yang dilakukan oleh auditor.
  • 20.
    Pemahaman dan evaluasiatas pengendalian intern merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pemeriksaan oleh akuntan publik. • Karena baik buruknya pengendalian intern akan memberikan pengaruh yang besar terhadap: 1. keamanan aset perusahaan 2. dapat dipercayai atau tidaknya laporan keuangan perusahaan 3. lama atau cepatnya proses pemeriksaan akuntan 4. tinggi rendahnya audit fee 5. jenis opini yang akan diberikan akuntan publik
  • 21.
    Cara melakukan pemahamandan evaluasi atas pengendalian intern
  • 22.
    Tiga cara yangbisa digunakan akuntan publik 1. Internal Control Questionnaires 2. Flow Chart 3. Narrative
  • 23.
    1. Intemal ControlQuestionnaires Cara ini banyak digunakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), karena dianggap lebih sederhana dan praktis. • Biasanya KAP sudah memiliki satu set ICQ yang standar, y bisa digunakan untuk memahami dan mengevaluasi pengendalian intern diberbagai jenis perusahaan. • Pertanyaan-pertanyaan lco diminta untuk dijawab Ya (Y), Tidak (TD, atau Tidak Relevan (TR). • Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah disusun dengan baik, maka jawaban "Ya" akan menunjukkan ciri intermal control yang baik, "Tidak" akan menunjukkan ciri internal control yang lemah, "Tidak Relevan" berarti pertanyaan tersebut tidak relevan untuk perusahaan tersebut.
  • 24.
    ICQ (Internal ControlQuality) biasanya dikelompokkan sebagai berikut : • Umum • Biasanya pertanyaan menyangkut struktur organisasi, pembagian tugas dan tanggung jawab, akta pendirian dan pertanyaan umum lainnya mengona koadaan porusahaan. • Akuntansi • Pertanyaan-pertanyaan menyangkut keadaan pombukuan perusahaan, misalnya apakah proses pombukuan dilakukan secara manual atau computerizod jumlah dan kualifikasi tenaga di bagian akuntansi dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan monyangkut sistem dan prosedur yang terdapat di perusahaan dalam siklus pemjualan (kredit dan tunai), utang dan pengeluaran kas. • Siklus Penjualan-Piutang-Penerimaan Kas • Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistem dan prosedur yang terdapat di perusahaan dalam siklus pembelian Kredit dan tunai), utang dan pengeluaran kas. • Persediaan • Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistemdan prosedur penyimpanan dan pengawasan fisik persediaan, sistem pencatatan dan metode penilaian persediaan dan stock opname. • Surat Berharga (Securities) • Pertanyaan-pertanyaan menyangkut surat berharga. otorosasi untuk pembelian dan penjualan surat berharga dan penilaiannya. • Aset Tetap • Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistem dan prosedurpenambahan dan pengurangan aset tetap, pencatatan dan penilaian aset tetap dan lain-lain. • Gaji dan Upah • Pertanyaan-pertanyaan menyangkut kebijakan personala (humanresouroesdevelopmen0 serta sistem dan prosedur pembayaran gaji dan upah.
  • 25.
    Yang perlu diperhatikan dalam mengAudit : 1. Auditor harus menanyakan langsung pertanyaan- pertanyaan diICQ kepada staf klien dan kemudian mengisi sendiri jawabannya, jangan sekedar menyerahkan ICQ kepada klien untuk diisi. 2. Untuk repeat engagement (penugasan yang berikutnya) ICQtersebut harus dimutakhirkan berdasarkan hasil tanya jawab dengan klien. 3. Ada kecenderungan bahwa klien akan memberikan jawaban seakan-akan pengendalian intern sangat baik. • Kerena itu auditor harus melakukan compliance test untuk membuktikan efektivitas dari pengendalian intern klien.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
    2. Bagan Arus(Flow Chart) Flow Chart menggambarkan arus dokumen dalam sistem dan prosedur di suatu unit usaha. Misalnya dalam flow Chart : • untuk sistem dan prosedur pembelian, • utang dan • pengeluaran kas, digambarkan arus dokumen mulai dari permintaan pembelian (puchase requisition), order pembelian purchase orden sampai dengan pelunasan utang yang berasal dari pembelian tersebut. Untuk auditor yang terlatih baik, penggunaan flow chart lebih disukai, karena auditor bisa lebih cepat melihat apa saja kelemahan-kelemahan dan kebaikan-kebaikan dari suatu sistem dan prosedur Untuk penugasan tahun-tahun berikutnya. auditor harus selalu memutakhirkan (mengupdate) flow chart tersebut untuk mengetahui apakah terdapat perubahan-perubahan dalam sistem dan prosedur perusahaan. Setelah flow chart dibuat, auditor harus melakukan walk through, yaitu mengambil dua atau tiga dokumen untuk mengetes apakah prosedur yang dijalankan sesuai dengan apa yang digambarkan dalam flowchart. Misalnya ambil satu set dokumen untuk pelunasan utang yang berasal dari pembelian persediaan secara kredit. Periksa apakah semua dokumen (purchase requistion, purchase order, receiving report, supplier invoice dan cash payment voucher sudah diproses sesuai dengan prosedur yang digambarkan dalam flow chart pembelian, utang dan pengeluran kas.
  • 29.
    Contoh flow chartuntuk prosedur pembelian, utang dan pengeluaran kas bisa dilihat di Bawah ini
  • 30.
    3. Narative • Dalamhal ini auditor menceritakan dalam bentuk memo, sistem dan prosedur akuntansi yang berlaku di perusahaan, misalnya prosedur pengeluaran kas. Cara ini biasa digunakan untuk klien kecil yang pembukuannya sederhana.
  • 31.
    Contoh bentuk narrativeuntuk prosedur pengeluaran kas dan bank bisa dilihat di Bawah ini :
  • 32.
    4. KETERBATASAN PENGENDALIAN INTERNENTITAS Terlepas dari bagaimana bagusnya desain dan operasinya, pengendalian interm hanya dapat memberikan keyakinan memadai bagi manajemen dan dewan komisaris berkaitan dengan pencapaian tujuan pengendalian intermentitas. Kemungkinan pencapaian tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan bawaan yang melekat dalam pengendalian intern. Hal ini mencakup kenyataan bahwa pertimbangan manusia dalam pengambilan keputusan dapat salah dan bahwa pengendalian intern dapat rusak karena kegagalan yang bersifat manusiawi tersebut, seperti kekeliruan atau kesalahan yang sifatnya sederhana. Disamping itu pengendalian dapat tidak efektif karena adanya kolusi di antara dua orang atau lebih atau manajemen mengesampingkan pengendalian intern. Pengendalian intern entitas Faktor lain yang membatasi pengendalian intem adalah biaya tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari pengendalian tersebut. Meskipun hubungan manfaat-biaya merupakan kriteria utama yang harus dipertimbangkan dalam pendesainan laporan.