SlideShare a Scribd company logo
PENDAHULUAN
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
✎ Dalam mikrobiologi, medium/media adalah suatu
bahan yang terdiri atas campuran nutrisi atau zat-
zat hara (nutrien) yang digunakan untuk
menumbuhkan mikroorganisme di atas atau di
dalamnya (Waluyo, 2010).
✎Setiap media memiliki komposisi tertentu (sumber
nutrisi) berupa karbohidrat, mineral, dan buffer
yang berfungsi untuk mendapatkan enzim tertentu
dari bakteri tertentu juga.
✎Terdapat 3 jenis media berdasarkan ada
tidaknya zat pemadat (agar dan gelatin), antara
lain :
1. Media padat
2. Media semi padat
3. Media cair
âž PENDAHULUAN
Media Cair
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
✎ Pada percobaan ini, media yang digunakan adalah jenis media cair. Media cair
merupakan media yang banyak digunakan untuk memperbanyak atau pembiakan bakteri
dalam jumlah besar.
✎ Media cair ini nantinya akan dibuat dalam bentuk media inokulum dan media fermentasi.
Kedua media tersebut memiliki komposisi yang sama, hanya saja medium inokulum
merupakan medium adaptasi sebelum dibiakkan dalam media yang lebih besar (media
fermentasi).
Untuk mengetahui cara
membuat media dan
inokulasi bakteri dan jamur
dalam jumlah besar
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148
dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
Media yang baik memiliki beberapa syarat, antara lain :
Mengandung semua unsur hara yang diperlukan untuk
pertumbuhan dan pengembangbiakan mikroba
Mempunyai tekanan osmotik, tegangan permukaan,
dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba
Steril (sebelum ditanami, mikroba tidak ditumbuhi oleh
mikroba lain yang tidak diharapkan)
âś”
âś”
âś”
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
JENIS-JENIS MEDIA
Media
padat
Media
semi padat
Media
cair
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
Media ini mengandung tepung agar
sebanyak 12-15%.
Berdasarkan bentuk dan wadahnya,
media padat dibedakan menjadi 3 jenis :
â—Ź Media tegak
menggunakan tabung reaksi yang ditegakkan
sebagai wadahnya
â—Ź Media miring
menggunakan tabung reaksi yang dimiringkan
â—Ź Media lempeng
menggunakan cawan petri sebagai wadahnya
Media padat
JENIS-JENIS MEDIA
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
Media semi padat
Media semi padat mengandung tepung agar sebanyak ± 0,3 – 0,4% sehingga
media menjadi lebih kenyal, tidak padat, dan tidak begitu cair.
Media ini digunakan untuk pertumbuhan mikroba yang banyak memerlukan
kandungan air dan hidup anaerob atau fakulkatif.
JENIS-JENIS MEDIA
Media cair adalah media yang berbentuk
cair karena tidak ada penambahan
zat pemadat.
Media ini dapat digunakan untuk berbagai
tujuan antara lain pembiakan mikroba
dalam jumlah besar, penelaahan, dan
berbagai uji.
Media cair
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
Inokulasi adalah kegiatan pemindahan
mikroorganisme, baik berupa bakteri maupun jamur
dari sumber asalanya ke medium baru yang telah
dibuat dengan ketelitian dan aseptis.
Jarum inokulasi digunakan sebagai alat untuk
menginokulasi mikoba atau jamur, biasanya terbuat
dari nikrom atau platinum.
Untuk bakteri
Untuk jamur
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
Media Inokulum : Media adaptasi sebelum dibiakkan
Media Fermentasi : Media produksi
Volume media inokulum Volume media fermentasi
lebih kecil dari
Keduanya memiliki komposisi bahan yang sama,
hanya volumenya yang berbeda
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
Alat :
Bahan :
• Neraca analitik
• Spatula besi
• Erlenmayer
• Gelas ukur
• Pengaduk gelas
• Botol semprot
• Pipet tetes
• Hot plate
• Autoklaf
• LAF (Laminar Air Flow)
• Tabung reaksi
• Gelas kimia
• Bunsen
• Jarum inokulasi
• Shaker
• Mikropipet
• Akuades
• Sampel pati
• Ekstrak yeast
• Glukosa
• Urea
• Selulosa
• Pepton
• KCl
• MgSO4.7H2O
• CaCl2.5H2O
• KH2PO4
• (NH4)SO4,
• Kain kasa
• Kapas
• Alumunium foil
• Kertas
• Karet
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
No Nama bahan Jumlah kuantitatif
1 Sampel pati 0,5 %
2 Ekstrak yeast 0,5 %
3 MgSO4.7H2O 0,02 %
4 CaCl2.5H2O 0,01 %
5 KH2PO4 0,05 %
Media inokulum dan fermentasi Bacillus
JUMLAH KUANTITATIF BAHAN
YANG DIBUTUHKAN per 100 mL
No Nama bahan Jumlah kuantitatif No Nama Bahan Jumlah kuantitatif
1 Urea 0,03 % 6 KH2PO4 0,2 %
2 Ekstrak yeast 0,2 % 7 (NH4)SO4 0,14 %
3 KCl 0,03 % 8 Pepton 0,2 %
4 MgSO4.7H2O 0,02 % 9 Glukosa 0,05 %
5 CaCl2.5H2O 0,03 % 10 Selulosa 0,1 %
Media inokulum dan fermentasi Aspergillus
Catatan :
Karena mikroorganisme yang digunakan dalam percobaan ini adalah jenis
jamur Aspergillus, maka digunakan estimasi jumlah kuantitatif bahan pada tabel
yang kedua (warna hijau)
SKEMA UMUM DIAGRAM ALIR PERCOBAAN
Pembuatan
media inokulum &
media fermentasi
Media inokulum &
media fermentasi
yang sudah dibuat
kemudian disterilisasi
Kedua media kemudian
dibiarkan di atas shaker
selama 24 jam
Dalam keadaan aseptis,
media inokulum yang telah
di-shaker 24 jam, diambil
volumenya sebanyak 2%,
dimasukkan ke media
fermentasi
Media inokulum ditanami
biakan jamur dalam
keadaan aseptis.
Sementara, media
fermentasi tetap pada
kondisi steril
Media fermentasi
dibiarkan di atas shaker
selama 72 jam
HASIL
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
Bahan-bahan media inokulum dan fermentasi Bacillus
Untuk prosedur pembuatan media inokulum
dan fermentasi Bacillus
- dimbang dengan teliti
- dimasukkan dalam wadah (erlenmayer)
- dilarutkan dalam akuades sampai tanda batas 200 mL
- dipanaskan di atas hot plate hingga homogen
- dibagi dua volumenya dengan perbandingan 1 : 3 (misalnya, 50 mL untuk media inokulum dan 150 mL untuk
media fermentasi) dengan menuangkan sejumlah salah satu volume ke wadah (erlenmayer) yang baru
- ditutup dengan sumbat kapas dan aluminium foil
- disterilisasi dalam autoklaf selama ± 15 menit pada suhu 121°C, tekanan 1 atm
- diangkat, didinginkan sebentar
Media inokulum
Media fermentasi
Media inokulum & media fermentasi
- dibiarkan tetap
dalam keadaan steril
- di-shaker selama 24 jam
- diambil media inokulum sebanyak 2% (dari total volume media fermentasi) dalam keadaan aseptis
(dilakukan dalam LAF menggunakan mikropipet) dan dimasukkan dalam media fermentasi
- di-shaker kembali selama 72 jam
HASIL (untuk dilakukan uji selanjutnya)
- ditanami bakteri Bacillus subtilis ITBCCB148 dalam
keadaan aseptis (dilakukan dalam LAF)
Bahan-bahan media inokulum dan fermentasi Aspergillus
Untuk prosedur pembuatan media inokulum
dan fermentasi Asperigillus
- dimbang dengan teliti
- dimasukkan dalam wadah (erlenmayer)
- dilarutkan dalam akuades sampai tanda batas 200 mL
- dipanaskan di atas hot plate hingga homogen
- dibagi dua volumenya dengan perbandingan 1 : 3 (misalnya, 50 mL untuk media inokulum dan 150 mL untuk
media fermentasi) dengan menuangkan sejumlah salah satu volume ke wadah (erlenmayer) yang baru
- ditutup dengan sumbat kapas dan aluminium foil
- disterilisasi dalam autoklaf selama ± 15 menit pada suhu 121°C, tekanan 1 atm
- diangkat, didinginkan sebentar
Media inokulum
- ditanami jamur Aspergillus fumigatus dalam keadaan
aseptis (dilakukan dalam LAF)
Media fermentasi
Media inokulum & media fermentasi
- dibiarkan tetap
dalam keadaan steril
- di-shaker selama 24 jam
- diambil media inokulum sebanyak 2% (dari total volume media fermentasi) dalam keadaan aseptis
(dilakukan dalam LAF menggunakan mikropipet) dan dimasukkan dalam media fermentasi
- di-shaker kembali selama 72 jam
HASIL (untuk dilakukan uji selanjutnya)
Data pengamatan &
pembahasan
Data pengamatan &
pembahasan
Data pengamatan &
pembahasan
Data pengamatan &
pembahasan
Data pengamatan & pembahasan
Data pengamatan & pembahasan
Data pengamatan & pembahasan
Contoh hasil fermentasi pada media
MSM (Mineral Salt Medium)
Contoh hasil inokulasi pada media NB
(Nutrient Broth)
Contoh hasil media fermentasi
Contoh video prosedur
http://youtu.be/xwXT1NUevO0
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
• Preparation of culture media
https://www.youtube.com/watch?v=fzk_-O2SDos
• Media Prep
https://www.youtube.com/watch?v=cneascR3OEc&feature=youtu.be
• Basic Techniques in Microbiology - Liquid media Cultures
https://www.youtube.com/watch?v=rydQVvo8rM0
• Basic Techniques in Microbiology - Glass pipettes
https://www.youtube.com/watch?v=d6KuOQQC1KU&list=PL7OOsYZ23Ao8VogvziVkduwNGi
_ceULJR&index=5
• How to pipette correctly – a short step-by-step introduction into proper pipetting
https://www.youtube.com/watch?v=QGX490kuKjg
• How to Use a Micropipette
https://www.youtube.com/watch?v=Jfqafjt4q6U
Referensi video lainnya
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
DAFTAR PUSTAKA
Waluyo, L. 2010. Teknik dan Metode Dasar Mikrobiologi.
UPT Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.
Malang.
Yandri, A.S. dkk. 2018. Buku Panduan Praktikum Teknik
Penelitian dan Rekayasa Biokimia. Laboratorium
Biokimia FMIPA Unila. Lampung.
Yusdiani, D. dkk. 2016. Bakteriologi Bidang Keahlian
Kesehatan untuk SMK/MAK. ECG. Jakarta.
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II
PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger
Responsi Daring
Praktikum Biokimia II

More Related Content

What's hot

Pertumbuhan mikroba
Pertumbuhan mikrobaPertumbuhan mikroba
Pertumbuhan mikroba
Srimaria Revi
 
Kerusakan mikrobiologis pada makanan
Kerusakan mikrobiologis pada makananKerusakan mikrobiologis pada makanan
Kerusakan mikrobiologis pada makanan
Agnescia Sera
 
3 bakteri thermofil, mesofil dan psikrofil
3 bakteri thermofil, mesofil dan psikrofil3 bakteri thermofil, mesofil dan psikrofil
3 bakteri thermofil, mesofil dan psikrofil
iinmashar
 
Hba1c
Hba1cHba1c
Hba1c
Afiahfiah
 
Product Polishing by Muhamad Imam Khairy
Product Polishing by Muhamad Imam KhairyProduct Polishing by Muhamad Imam Khairy
Product Polishing by Muhamad Imam Khairy
Muhamad Imam Khairy
 
Fermentasi
FermentasiFermentasi
Fermentasi
Basyrowi Arby
 
Food spoilage
Food spoilageFood spoilage
Food spoilage
SaijjalSuri
 
Mikrobiologi - pertumbuhan mikroba
Mikrobiologi - pertumbuhan mikrobaMikrobiologi - pertumbuhan mikroba
Mikrobiologi - pertumbuhan mikroba
Yusuf Ahmad
 
Manajemen Laboratorium - DENAH BIOSAFETY
Manajemen Laboratorium - DENAH BIOSAFETYManajemen Laboratorium - DENAH BIOSAFETY
Manajemen Laboratorium - DENAH BIOSAFETY
Riskymessyana99
 
Media BGLB - LB _ Telurit Agar
Media BGLB - LB _ Telurit AgarMedia BGLB - LB _ Telurit Agar
Media BGLB - LB _ Telurit Agar
ă‚·ă‚şă‚« čż‘ćťľ
 
Makalah pengawetan ikan dengan metode penggaraman
Makalah pengawetan ikan dengan metode penggaramanMakalah pengawetan ikan dengan metode penggaraman
Makalah pengawetan ikan dengan metode penggaraman
Abd Taj Khalwatiyah
 
Bakers yeast preparation
Bakers yeast preparationBakers yeast preparation
Bakers yeast preparation
siva ni
 
Biokimia - HORMON
Biokimia - HORMONBiokimia - HORMON
Bakteri Staphylococcus aureus
Bakteri Staphylococcus aureusBakteri Staphylococcus aureus
6. Karotenoid
6. Karotenoid6. Karotenoid
ITP UNS SEMESTER 2 Ekologi mikroorganisme pengaruh faktor abiotik dan faktor ...
ITP UNS SEMESTER 2 Ekologi mikroorganisme pengaruh faktor abiotik dan faktor ...ITP UNS SEMESTER 2 Ekologi mikroorganisme pengaruh faktor abiotik dan faktor ...
ITP UNS SEMESTER 2 Ekologi mikroorganisme pengaruh faktor abiotik dan faktor ...
Fransiska Puteri
 
Pertumbuhan bakteri semester 2 THP UB
Pertumbuhan bakteri semester 2 THP UBPertumbuhan bakteri semester 2 THP UB
Pertumbuhan bakteri semester 2 THP UB
Muhammad Luthfan
 
PERAN DAN KARAKTERISTIK MIKROBIA YANG PENTING DALAM PANGAN
PERAN DAN KARAKTERISTIK MIKROBIA YANG PENTING DALAM PANGANPERAN DAN KARAKTERISTIK MIKROBIA YANG PENTING DALAM PANGAN
PERAN DAN KARAKTERISTIK MIKROBIA YANG PENTING DALAM PANGAN
Klara Tri Meiyana
 
Bioplastics
BioplasticsBioplastics
Bioplastics
SreyaKJ
 
Buku perawatan alat_lab_kimia
Buku perawatan alat_lab_kimiaBuku perawatan alat_lab_kimia
Buku perawatan alat_lab_kimia
Renol Doang
 

What's hot (20)

Pertumbuhan mikroba
Pertumbuhan mikrobaPertumbuhan mikroba
Pertumbuhan mikroba
 
Kerusakan mikrobiologis pada makanan
Kerusakan mikrobiologis pada makananKerusakan mikrobiologis pada makanan
Kerusakan mikrobiologis pada makanan
 
3 bakteri thermofil, mesofil dan psikrofil
3 bakteri thermofil, mesofil dan psikrofil3 bakteri thermofil, mesofil dan psikrofil
3 bakteri thermofil, mesofil dan psikrofil
 
Hba1c
Hba1cHba1c
Hba1c
 
Product Polishing by Muhamad Imam Khairy
Product Polishing by Muhamad Imam KhairyProduct Polishing by Muhamad Imam Khairy
Product Polishing by Muhamad Imam Khairy
 
Fermentasi
FermentasiFermentasi
Fermentasi
 
Food spoilage
Food spoilageFood spoilage
Food spoilage
 
Mikrobiologi - pertumbuhan mikroba
Mikrobiologi - pertumbuhan mikrobaMikrobiologi - pertumbuhan mikroba
Mikrobiologi - pertumbuhan mikroba
 
Manajemen Laboratorium - DENAH BIOSAFETY
Manajemen Laboratorium - DENAH BIOSAFETYManajemen Laboratorium - DENAH BIOSAFETY
Manajemen Laboratorium - DENAH BIOSAFETY
 
Media BGLB - LB _ Telurit Agar
Media BGLB - LB _ Telurit AgarMedia BGLB - LB _ Telurit Agar
Media BGLB - LB _ Telurit Agar
 
Makalah pengawetan ikan dengan metode penggaraman
Makalah pengawetan ikan dengan metode penggaramanMakalah pengawetan ikan dengan metode penggaraman
Makalah pengawetan ikan dengan metode penggaraman
 
Bakers yeast preparation
Bakers yeast preparationBakers yeast preparation
Bakers yeast preparation
 
Biokimia - HORMON
Biokimia - HORMONBiokimia - HORMON
Biokimia - HORMON
 
Bakteri Staphylococcus aureus
Bakteri Staphylococcus aureusBakteri Staphylococcus aureus
Bakteri Staphylococcus aureus
 
6. Karotenoid
6. Karotenoid6. Karotenoid
6. Karotenoid
 
ITP UNS SEMESTER 2 Ekologi mikroorganisme pengaruh faktor abiotik dan faktor ...
ITP UNS SEMESTER 2 Ekologi mikroorganisme pengaruh faktor abiotik dan faktor ...ITP UNS SEMESTER 2 Ekologi mikroorganisme pengaruh faktor abiotik dan faktor ...
ITP UNS SEMESTER 2 Ekologi mikroorganisme pengaruh faktor abiotik dan faktor ...
 
Pertumbuhan bakteri semester 2 THP UB
Pertumbuhan bakteri semester 2 THP UBPertumbuhan bakteri semester 2 THP UB
Pertumbuhan bakteri semester 2 THP UB
 
PERAN DAN KARAKTERISTIK MIKROBIA YANG PENTING DALAM PANGAN
PERAN DAN KARAKTERISTIK MIKROBIA YANG PENTING DALAM PANGANPERAN DAN KARAKTERISTIK MIKROBIA YANG PENTING DALAM PANGAN
PERAN DAN KARAKTERISTIK MIKROBIA YANG PENTING DALAM PANGAN
 
Bioplastics
BioplasticsBioplastics
Bioplastics
 
Buku perawatan alat_lab_kimia
Buku perawatan alat_lab_kimiaBuku perawatan alat_lab_kimia
Buku perawatan alat_lab_kimia
 

Similar to PEMBUATAN MEDIA CAIR & INOKULASI BAKTERI Bacillus Subtilis ITBCCB148 DAN JAMUR Aspergillus Niger

Mikrobiologi dan Akuatik (PEMBUATAN MEDIA)
Mikrobiologi dan Akuatik (PEMBUATAN MEDIA)Mikrobiologi dan Akuatik (PEMBUATAN MEDIA)
Mikrobiologi dan Akuatik (PEMBUATAN MEDIA)
L. Novia Wisudyaningrum
 
Bab 4. pembuatan media dan sterilisasi
Bab 4. pembuatan media dan sterilisasiBab 4. pembuatan media dan sterilisasi
Bab 4. pembuatan media dan sterilisasi
NurKholidah3
 
Menganalisis pembuatan media padat .pptx
Menganalisis pembuatan media padat .pptxMenganalisis pembuatan media padat .pptx
Menganalisis pembuatan media padat .pptx
ssuser1784de
 
aldin praktikum 3
aldin praktikum 3aldin praktikum 3
aldin praktikum 3
aldin15
 
PPT_Pengenalan_Alat_alat_Laboraturium_Mi.pptx
PPT_Pengenalan_Alat_alat_Laboraturium_Mi.pptxPPT_Pengenalan_Alat_alat_Laboraturium_Mi.pptx
PPT_Pengenalan_Alat_alat_Laboraturium_Mi.pptx
Ettim Yoga
 
Pembuatan Media Agar
Pembuatan Media AgarPembuatan Media Agar
Pembuatan Media Agardinmaul
 
makalah probiotik
makalah probiotikmakalah probiotik
makalah probiotik
say ahmad
 
Laporan Resmi Pembuatan Media I
Laporan Resmi Pembuatan Media ILaporan Resmi Pembuatan Media I
Laporan Resmi Pembuatan Media I
Salsabila Azzahra
 
Laporan Mikrobiologi - Teknik Pembuatan Medium
Laporan Mikrobiologi -  Teknik Pembuatan MediumLaporan Mikrobiologi -  Teknik Pembuatan Medium
Laporan Mikrobiologi - Teknik Pembuatan Medium
Rukmana Suharta
 
Laporan Sementara Pembuatan Media I
Laporan Sementara Pembuatan Media ILaporan Sementara Pembuatan Media I
Laporan Sementara Pembuatan Media I
Salsabila Azzahra
 
PROPOSAL PPT.pptx
PROPOSAL PPT.pptxPROPOSAL PPT.pptx
PROPOSAL PPT.pptx
FotoBuattrejo
 
Tugas individu praktikum 1 kegiatan 2 (mikrobiologi 2 teknik kerja aseptik)
Tugas individu praktikum 1 kegiatan 2 (mikrobiologi 2 teknik kerja aseptik)Tugas individu praktikum 1 kegiatan 2 (mikrobiologi 2 teknik kerja aseptik)
Tugas individu praktikum 1 kegiatan 2 (mikrobiologi 2 teknik kerja aseptik)
inkeilham
 
Praktek Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)
Praktek Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)Praktek Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)
Praktek Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)
Putri Nadhilah
 
LAPORAN PKL - Teknik kultur Pakan alami Slide.pptx
LAPORAN PKL - Teknik kultur Pakan alami Slide.pptxLAPORAN PKL - Teknik kultur Pakan alami Slide.pptx
LAPORAN PKL - Teknik kultur Pakan alami Slide.pptx
KhilalAdit
 
peremajaan
peremajaanperemajaan
peremajaan
ZulfikarHadissabil
 
KEANEKARAGAMAN BENTHOS DAN NEKTON PADA HUTAN MANGROVE DI DESA PULAU SEMBILAN ...
KEANEKARAGAMAN BENTHOS DAN NEKTON PADA HUTAN MANGROVE DI DESA PULAU SEMBILAN ...KEANEKARAGAMAN BENTHOS DAN NEKTON PADA HUTAN MANGROVE DI DESA PULAU SEMBILAN ...
KEANEKARAGAMAN BENTHOS DAN NEKTON PADA HUTAN MANGROVE DI DESA PULAU SEMBILAN ...
Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat
 
Laporan praktikum media
Laporan praktikum mediaLaporan praktikum media
Laporan praktikum media
Tidar University
 
Lap3 pembuatan tempe
Lap3  pembuatan tempeLap3  pembuatan tempe
Lap3 pembuatan tempe
Reenha Trisnawati
 
Biokimia fermentasi
Biokimia fermentasiBiokimia fermentasi
Biokimia fermentasi
Muhammad Zammi
 
Sterilisasi dalam fermentasi - fpk unair
Sterilisasi dalam fermentasi - fpk unairSterilisasi dalam fermentasi - fpk unair
Sterilisasi dalam fermentasi - fpk unairrozi rozi
 

Similar to PEMBUATAN MEDIA CAIR & INOKULASI BAKTERI Bacillus Subtilis ITBCCB148 DAN JAMUR Aspergillus Niger (20)

Mikrobiologi dan Akuatik (PEMBUATAN MEDIA)
Mikrobiologi dan Akuatik (PEMBUATAN MEDIA)Mikrobiologi dan Akuatik (PEMBUATAN MEDIA)
Mikrobiologi dan Akuatik (PEMBUATAN MEDIA)
 
Bab 4. pembuatan media dan sterilisasi
Bab 4. pembuatan media dan sterilisasiBab 4. pembuatan media dan sterilisasi
Bab 4. pembuatan media dan sterilisasi
 
Menganalisis pembuatan media padat .pptx
Menganalisis pembuatan media padat .pptxMenganalisis pembuatan media padat .pptx
Menganalisis pembuatan media padat .pptx
 
aldin praktikum 3
aldin praktikum 3aldin praktikum 3
aldin praktikum 3
 
PPT_Pengenalan_Alat_alat_Laboraturium_Mi.pptx
PPT_Pengenalan_Alat_alat_Laboraturium_Mi.pptxPPT_Pengenalan_Alat_alat_Laboraturium_Mi.pptx
PPT_Pengenalan_Alat_alat_Laboraturium_Mi.pptx
 
Pembuatan Media Agar
Pembuatan Media AgarPembuatan Media Agar
Pembuatan Media Agar
 
makalah probiotik
makalah probiotikmakalah probiotik
makalah probiotik
 
Laporan Resmi Pembuatan Media I
Laporan Resmi Pembuatan Media ILaporan Resmi Pembuatan Media I
Laporan Resmi Pembuatan Media I
 
Laporan Mikrobiologi - Teknik Pembuatan Medium
Laporan Mikrobiologi -  Teknik Pembuatan MediumLaporan Mikrobiologi -  Teknik Pembuatan Medium
Laporan Mikrobiologi - Teknik Pembuatan Medium
 
Laporan Sementara Pembuatan Media I
Laporan Sementara Pembuatan Media ILaporan Sementara Pembuatan Media I
Laporan Sementara Pembuatan Media I
 
PROPOSAL PPT.pptx
PROPOSAL PPT.pptxPROPOSAL PPT.pptx
PROPOSAL PPT.pptx
 
Tugas individu praktikum 1 kegiatan 2 (mikrobiologi 2 teknik kerja aseptik)
Tugas individu praktikum 1 kegiatan 2 (mikrobiologi 2 teknik kerja aseptik)Tugas individu praktikum 1 kegiatan 2 (mikrobiologi 2 teknik kerja aseptik)
Tugas individu praktikum 1 kegiatan 2 (mikrobiologi 2 teknik kerja aseptik)
 
Praktek Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)
Praktek Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)Praktek Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)
Praktek Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)
 
LAPORAN PKL - Teknik kultur Pakan alami Slide.pptx
LAPORAN PKL - Teknik kultur Pakan alami Slide.pptxLAPORAN PKL - Teknik kultur Pakan alami Slide.pptx
LAPORAN PKL - Teknik kultur Pakan alami Slide.pptx
 
peremajaan
peremajaanperemajaan
peremajaan
 
KEANEKARAGAMAN BENTHOS DAN NEKTON PADA HUTAN MANGROVE DI DESA PULAU SEMBILAN ...
KEANEKARAGAMAN BENTHOS DAN NEKTON PADA HUTAN MANGROVE DI DESA PULAU SEMBILAN ...KEANEKARAGAMAN BENTHOS DAN NEKTON PADA HUTAN MANGROVE DI DESA PULAU SEMBILAN ...
KEANEKARAGAMAN BENTHOS DAN NEKTON PADA HUTAN MANGROVE DI DESA PULAU SEMBILAN ...
 
Laporan praktikum media
Laporan praktikum mediaLaporan praktikum media
Laporan praktikum media
 
Lap3 pembuatan tempe
Lap3  pembuatan tempeLap3  pembuatan tempe
Lap3 pembuatan tempe
 
Biokimia fermentasi
Biokimia fermentasiBiokimia fermentasi
Biokimia fermentasi
 
Sterilisasi dalam fermentasi - fpk unair
Sterilisasi dalam fermentasi - fpk unairSterilisasi dalam fermentasi - fpk unair
Sterilisasi dalam fermentasi - fpk unair
 

PEMBUATAN MEDIA CAIR & INOKULASI BAKTERI Bacillus Subtilis ITBCCB148 DAN JAMUR Aspergillus Niger

  • 1.
  • 2. PENDAHULUAN PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II ✎ Dalam mikrobiologi, medium/media adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi atau zat- zat hara (nutrien) yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di atas atau di dalamnya (Waluyo, 2010). ✎Setiap media memiliki komposisi tertentu (sumber nutrisi) berupa karbohidrat, mineral, dan buffer yang berfungsi untuk mendapatkan enzim tertentu dari bakteri tertentu juga. ✎Terdapat 3 jenis media berdasarkan ada tidaknya zat pemadat (agar dan gelatin), antara lain : 1. Media padat 2. Media semi padat 3. Media cair
  • 3. âž PENDAHULUAN Media Cair PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II ✎ Pada percobaan ini, media yang digunakan adalah jenis media cair. Media cair merupakan media yang banyak digunakan untuk memperbanyak atau pembiakan bakteri dalam jumlah besar. ✎ Media cair ini nantinya akan dibuat dalam bentuk media inokulum dan media fermentasi. Kedua media tersebut memiliki komposisi yang sama, hanya saja medium inokulum merupakan medium adaptasi sebelum dibiakkan dalam media yang lebih besar (media fermentasi).
  • 4. Untuk mengetahui cara membuat media dan inokulasi bakteri dan jamur dalam jumlah besar PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 5. Media yang baik memiliki beberapa syarat, antara lain : Mengandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pengembangbiakan mikroba Mempunyai tekanan osmotik, tegangan permukaan, dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba Steril (sebelum ditanami, mikroba tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan) âś” âś” âś” PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 6. JENIS-JENIS MEDIA Media padat Media semi padat Media cair PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 7. Media ini mengandung tepung agar sebanyak 12-15%. Berdasarkan bentuk dan wadahnya, media padat dibedakan menjadi 3 jenis : â—Ź Media tegak menggunakan tabung reaksi yang ditegakkan sebagai wadahnya â—Ź Media miring menggunakan tabung reaksi yang dimiringkan â—Ź Media lempeng menggunakan cawan petri sebagai wadahnya Media padat JENIS-JENIS MEDIA PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 8. Media semi padat Media semi padat mengandung tepung agar sebanyak ± 0,3 – 0,4% sehingga media menjadi lebih kenyal, tidak padat, dan tidak begitu cair. Media ini digunakan untuk pertumbuhan mikroba yang banyak memerlukan kandungan air dan hidup anaerob atau fakulkatif. JENIS-JENIS MEDIA Media cair adalah media yang berbentuk cair karena tidak ada penambahan zat pemadat. Media ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan antara lain pembiakan mikroba dalam jumlah besar, penelaahan, dan berbagai uji. Media cair PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 9. Inokulasi adalah kegiatan pemindahan mikroorganisme, baik berupa bakteri maupun jamur dari sumber asalanya ke medium baru yang telah dibuat dengan ketelitian dan aseptis. Jarum inokulasi digunakan sebagai alat untuk menginokulasi mikoba atau jamur, biasanya terbuat dari nikrom atau platinum. Untuk bakteri Untuk jamur PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 10. Media Inokulum : Media adaptasi sebelum dibiakkan Media Fermentasi : Media produksi Volume media inokulum Volume media fermentasi lebih kecil dari Keduanya memiliki komposisi bahan yang sama, hanya volumenya yang berbeda PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 11. Alat : Bahan : • Neraca analitik • Spatula besi • Erlenmayer • Gelas ukur • Pengaduk gelas • Botol semprot • Pipet tetes • Hot plate • Autoklaf • LAF (Laminar Air Flow) • Tabung reaksi • Gelas kimia • Bunsen • Jarum inokulasi • Shaker • Mikropipet • Akuades • Sampel pati • Ekstrak yeast • Glukosa • Urea • Selulosa • Pepton • KCl • MgSO4.7H2O • CaCl2.5H2O • KH2PO4 • (NH4)SO4, • Kain kasa • Kapas • Alumunium foil • Kertas • Karet PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 12. No Nama bahan Jumlah kuantitatif 1 Sampel pati 0,5 % 2 Ekstrak yeast 0,5 % 3 MgSO4.7H2O 0,02 % 4 CaCl2.5H2O 0,01 % 5 KH2PO4 0,05 % Media inokulum dan fermentasi Bacillus JUMLAH KUANTITATIF BAHAN YANG DIBUTUHKAN per 100 mL No Nama bahan Jumlah kuantitatif No Nama Bahan Jumlah kuantitatif 1 Urea 0,03 % 6 KH2PO4 0,2 % 2 Ekstrak yeast 0,2 % 7 (NH4)SO4 0,14 % 3 KCl 0,03 % 8 Pepton 0,2 % 4 MgSO4.7H2O 0,02 % 9 Glukosa 0,05 % 5 CaCl2.5H2O 0,03 % 10 Selulosa 0,1 % Media inokulum dan fermentasi Aspergillus Catatan : Karena mikroorganisme yang digunakan dalam percobaan ini adalah jenis jamur Aspergillus, maka digunakan estimasi jumlah kuantitatif bahan pada tabel yang kedua (warna hijau)
  • 13. SKEMA UMUM DIAGRAM ALIR PERCOBAAN Pembuatan media inokulum & media fermentasi Media inokulum & media fermentasi yang sudah dibuat kemudian disterilisasi Kedua media kemudian dibiarkan di atas shaker selama 24 jam Dalam keadaan aseptis, media inokulum yang telah di-shaker 24 jam, diambil volumenya sebanyak 2%, dimasukkan ke media fermentasi Media inokulum ditanami biakan jamur dalam keadaan aseptis. Sementara, media fermentasi tetap pada kondisi steril Media fermentasi dibiarkan di atas shaker selama 72 jam HASIL PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 14. Bahan-bahan media inokulum dan fermentasi Bacillus Untuk prosedur pembuatan media inokulum dan fermentasi Bacillus - dimbang dengan teliti - dimasukkan dalam wadah (erlenmayer) - dilarutkan dalam akuades sampai tanda batas 200 mL - dipanaskan di atas hot plate hingga homogen - dibagi dua volumenya dengan perbandingan 1 : 3 (misalnya, 50 mL untuk media inokulum dan 150 mL untuk media fermentasi) dengan menuangkan sejumlah salah satu volume ke wadah (erlenmayer) yang baru - ditutup dengan sumbat kapas dan aluminium foil - disterilisasi dalam autoklaf selama ± 15 menit pada suhu 121°C, tekanan 1 atm - diangkat, didinginkan sebentar Media inokulum Media fermentasi Media inokulum & media fermentasi - dibiarkan tetap dalam keadaan steril - di-shaker selama 24 jam - diambil media inokulum sebanyak 2% (dari total volume media fermentasi) dalam keadaan aseptis (dilakukan dalam LAF menggunakan mikropipet) dan dimasukkan dalam media fermentasi - di-shaker kembali selama 72 jam HASIL (untuk dilakukan uji selanjutnya) - ditanami bakteri Bacillus subtilis ITBCCB148 dalam keadaan aseptis (dilakukan dalam LAF)
  • 15. Bahan-bahan media inokulum dan fermentasi Aspergillus Untuk prosedur pembuatan media inokulum dan fermentasi Asperigillus - dimbang dengan teliti - dimasukkan dalam wadah (erlenmayer) - dilarutkan dalam akuades sampai tanda batas 200 mL - dipanaskan di atas hot plate hingga homogen - dibagi dua volumenya dengan perbandingan 1 : 3 (misalnya, 50 mL untuk media inokulum dan 150 mL untuk media fermentasi) dengan menuangkan sejumlah salah satu volume ke wadah (erlenmayer) yang baru - ditutup dengan sumbat kapas dan aluminium foil - disterilisasi dalam autoklaf selama ± 15 menit pada suhu 121°C, tekanan 1 atm - diangkat, didinginkan sebentar Media inokulum - ditanami jamur Aspergillus fumigatus dalam keadaan aseptis (dilakukan dalam LAF) Media fermentasi Media inokulum & media fermentasi - dibiarkan tetap dalam keadaan steril - di-shaker selama 24 jam - diambil media inokulum sebanyak 2% (dari total volume media fermentasi) dalam keadaan aseptis (dilakukan dalam LAF menggunakan mikropipet) dan dimasukkan dalam media fermentasi - di-shaker kembali selama 72 jam HASIL (untuk dilakukan uji selanjutnya)
  • 20. Data pengamatan & pembahasan
  • 21. Data pengamatan & pembahasan
  • 22. Data pengamatan & pembahasan Contoh hasil fermentasi pada media MSM (Mineral Salt Medium) Contoh hasil inokulasi pada media NB (Nutrient Broth) Contoh hasil media fermentasi
  • 23. Contoh video prosedur http://youtu.be/xwXT1NUevO0 PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 24. • Preparation of culture media https://www.youtube.com/watch?v=fzk_-O2SDos • Media Prep https://www.youtube.com/watch?v=cneascR3OEc&feature=youtu.be • Basic Techniques in Microbiology - Liquid media Cultures https://www.youtube.com/watch?v=rydQVvo8rM0 • Basic Techniques in Microbiology - Glass pipettes https://www.youtube.com/watch?v=d6KuOQQC1KU&list=PL7OOsYZ23Ao8VogvziVkduwNGi _ceULJR&index=5 • How to pipette correctly – a short step-by-step introduction into proper pipetting https://www.youtube.com/watch?v=QGX490kuKjg • How to Use a Micropipette https://www.youtube.com/watch?v=Jfqafjt4q6U Referensi video lainnya PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 25. DAFTAR PUSTAKA Waluyo, L. 2010. Teknik dan Metode Dasar Mikrobiologi. UPT Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang. Malang. Yandri, A.S. dkk. 2018. Buku Panduan Praktikum Teknik Penelitian dan Rekayasa Biokimia. Laboratorium Biokimia FMIPA Unila. Lampung. Yusdiani, D. dkk. 2016. Bakteriologi Bidang Keahlian Kesehatan untuk SMK/MAK. ECG. Jakarta. PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II
  • 26. PEMBUATAN MEDIA CAIR DAN INOKULASI BAKTERI Bacillus subtilis ITBCCB148 dan JAMUR Aspergillus niger Responsi Daring Praktikum Biokimia II