Dokumen tersebut membahas tentang trigonometri, yang mencakup definisi radian dan derajat, perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku, hubungan antara derajat dan radian, grafik fungsi trigonometri, dan sudut-sudut berelasi.
TRIGONOMETRI
Di susun oleh:
Muhammad Nafi’udin Arif
TMT 1 D
2.
Ukuran sudut dalamradian
Perbandingan tidak bergantung B
kepada panjang jari-jari lingkaran, tetapi r r
bergantung kepada besar AOB. Bilangan yang
1 radian A
diperoleh dari perhitungan O r
merupakan ukuran AOB. Bilangan itu
dinamakan ukuran radian dari AOB. Pada
gambar disamping panjang busur AB = jari-jari
OA, sehingga =1. Jadi, ukuran radian
AOB = 1 radian
3.
Perbandingan trigonometri pada
segitiga siku-siku
Perbandingan dasar
trigonometri
P
Y= sisi di depan sudut
r y
X=sisi di samping sudut
a°
r= sisi miring O x
Q
4.
Hubungan ukuran derajatdengan
ukuran radian
Dalam ukuran derajat:
AOB = 180°
Dalam ukuran radian:
A O B
AOB =
Jadi, AOB = 180° = π rad.
berdasarkan uraian diatas diperoleh hubungan
ukuran derajat dengan ukuran radian yaitu:
Dengam mengambil nilai π = 3,14, maka 1° =
0,0174 rad dan 1 rad = 57,3248°.
Grafik fungsi trigonometri
1.Grafik fungsi sinus (f(x)=sin x)
a. y=sin x ; x dalam satuan derajat b. y=sin x ; xdalam satuan radian
8.
2. Grafik fungsicosinus (f(x)=cos x)
X (derajat)
45 90 135 180 225 270 315 360
X (radian)
π 2π
Cos x
1 1
9.
Sudut sudut berelasi
Padatabel di samping diperlihatkan letak
suatu sudut, jika sudut lancip (di kuadran I).
N Sudut dalam Letak sudut
Sudut-sudut yang berelasi atau berhubungan dalam
adalah sudut dengan sudut-sudut (90°± ), o derajat radian
kuadran
(180°± )(270°± ), (360°± ), dan ̶ atau 1 90°- I
sudut dengan sudut-sudut ( ± ), (π± ), 2 180°- II
( ± ),(2π± ), dan ̶ . 3 90°+ II
Sudut dengan sudut (90 - ) atau ( - ) 4 180°+ III
dinamakan berpenyiku sesamanya, 5 270°- III
Sedangkan sudut dengan sudut 6 360°- IV
(180 - ) atau (π- ) 7 270°+ IV
dinamakan berpelurus sesamanya.