Lesson Study (Jepang)
Hariyatunnisa Ahmad
Lesson Study
Lesson study adalah proses pengembangan
profesi inti yang dipraktikkan guru-guru di Jepang
agar secara berkelanjutan dapat memperbaiki mutu
pengalaman belajar siswa dalam proses
pembelajaran yang mereka fasilitasi.
Lesson study atau kenkyuu jugyou [研究授業]
di jepang dimulai pada awal tahun 1900an.
Ada beberapa cara yang dilakukan pada lesson
study, namun pada prinsipnya adalah
pembelajaran yang dilaksanakan di kelas
bersama siswa.
Guru-guru Jepang menyelenggarakan lesson
study dalam berbagai bentuk dan cara. Lesson
study dilaksanakan sebagai bagian dari
pengembangan profesi berbasis sekolah yang
dikenal dengan nama Konaikenshu.
Di Jepang kegiatan lesson study dilaksanakan menurut
wilayah (seperti, kecamatan, kabupaten, dsb.), kelompok
guru (misalnya, kelompok guru mata pelajaran di
sekolah dan kelompok guru MGMP).
Lesson study juga menjadi bagian dari pendidikan
guru di tahun pertama mereka bertugas, serta sebagai
bagian dari asosiasi maupun institusi pendidikan.
Lesson study bisa dilaksanakan pada
semua bidang studi. Di Jepang, lesson study
umumnya dilaksanakan pada mata pelajaran
matematika dan sains.
Lesson study pada bidang studi
matematika dan sains menggunakan
pendekatan problem solving.
Bagaimana tahapan lesson study?
Plan
Mengidentifikasi kesenjangan antara kenyataan kemampuan
belajar dan pemahaman siswa dengan harapan guru terhadap
kemampuan siswa, berdasarkan pada data yang ada dan
refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas.
Selain itu, guru-guru mendiskusikan bagaimana mereka akan
dapat menutup kesenjangan kinerja siswa itu. Melalui kegiatan
ini, guru-guru di Jepang mengembangkan research theme dan
memanfaatkannya sebagai fokus upaya perbaikan dalam
pelaksanaan kegiatan lesson study.
Do
Guru melaksanakan pembelajaran lesson study di kelasnya
sementara guru yang lain menjadi pengamat. Guru-guru dari
luar kelompok perencana juga diundang agar dapat
memberikan saran-saran yang bermanfaat bagi perbaikan
pelaksanaan pembelajaran.
Selama pengamatan, pengamat diperkenankan untuk merekam
baik dengan kamera maupun perekam suara, membuat catatan
pengamatan dan menyalin hasil kerja siswa.
See
Sesi debriefing ini dimulai dengan refleksi terhadap
pelaksanaan lesson study oleh guru yang melaksanakan
pembelajaran. Guru tersebut berbagi pandangan tentang proses
belajar siswa, kesulitan-kesulitan yang dihadapinya,
keputusan-keputusan yang diambil yang menyimpang dari
rencana semula, dan isu-isu penting lain yang ingin
didiskusikannya bersama para peserta diskusi.
Sekolah Dasar Tsuta di Hiroshima, Jepang
memilih research theme-nya,
“Meningkatkan kemampuan berfikir mandiri
siswa, menemukan, dan belajar antar sesama
siswa saat mereka sedang fokus dalam
pemecahan masalah dalam pelajaran
matematika.”
Untuk menetapkan research theme, sekolah
mengadakan pertemuan guru dua kali. Semua
kelompok guru dari berbagai kelas berbagi
pandangan mereka tentang kondisi kemampuan
belajar siswa, kelemahan siswa dalam belajar
dan harapan mereka terhadap siswa.
Untuk mencapai tujuan besar ini, guru-guru
biasanya menetapkan serangkaian sub-tujuan, satu
sub-tujuan setiap tahunnya, sambil menjaga
research theme sebagai tujuan utama.
Tahun pertama mungkin difokuskan pada
peningkatan kecakapan pemahaman siswa dalam
permasalahan kosakata. Tahun ke dua bisa fokus
pada kecakapan berpresentasi dan menyimak,
sedangkan tahun ke tiga untuk pengembangan
kecakapan berdiskusi.
Pendekatan step-by-step dalam pencapaian sub-
tujuan ini dimaksudkan agar research theme dapat
tercapai secara utuh.
Lesson Study Open
HouseSesekali, sekolah-sekolah di Jepang
membuka diri untuk umum guna
memperlihatkan prestasi mereka dalam
pelaksanaan lesson study. Tujuan lesson
study open house adalah untuk berbagi
capaian lesson study suatu sekolah dengan
sekolah-sekolah lain dan berdiskusi dengan
tamu undangan untuk belajar dari mereka.
Sekolah tuan rumah biasanya membuat
booklet berisi RPP lesson study disertai
brosur yang memberi gambaran tentang
keadaan sekolah serta hasil karya dari
pelaksanaan lesson study.
Lesson study memperkuat peran guru sebagai peneliti di
dalam kelas. Guru membuat hipotesis (misalnya, jika
kami mengajar dengan cara tertentu, anak-anak akan
belajar) dan mengujinya di dalam kelas bersama
siswanya. Kemudian guru mengumpul-kan data ketika
melakukan pengamatan terhadap siswa selama
berlangsungnya pelajaran dan menentukan apakah
hipotesis itu terbukti atau tidak di kelas.
Model Lesson Study di Jepang

Model Lesson Study di Jepang

  • 1.
  • 2.
    Lesson Study Lesson studyadalah proses pengembangan profesi inti yang dipraktikkan guru-guru di Jepang agar secara berkelanjutan dapat memperbaiki mutu pengalaman belajar siswa dalam proses pembelajaran yang mereka fasilitasi.
  • 3.
    Lesson study ataukenkyuu jugyou [研究授業] di jepang dimulai pada awal tahun 1900an. Ada beberapa cara yang dilakukan pada lesson study, namun pada prinsipnya adalah pembelajaran yang dilaksanakan di kelas bersama siswa. Guru-guru Jepang menyelenggarakan lesson study dalam berbagai bentuk dan cara. Lesson study dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan profesi berbasis sekolah yang dikenal dengan nama Konaikenshu.
  • 4.
    Di Jepang kegiatanlesson study dilaksanakan menurut wilayah (seperti, kecamatan, kabupaten, dsb.), kelompok guru (misalnya, kelompok guru mata pelajaran di sekolah dan kelompok guru MGMP). Lesson study juga menjadi bagian dari pendidikan guru di tahun pertama mereka bertugas, serta sebagai bagian dari asosiasi maupun institusi pendidikan.
  • 5.
    Lesson study bisadilaksanakan pada semua bidang studi. Di Jepang, lesson study umumnya dilaksanakan pada mata pelajaran matematika dan sains. Lesson study pada bidang studi matematika dan sains menggunakan pendekatan problem solving.
  • 6.
  • 8.
    Plan Mengidentifikasi kesenjangan antarakenyataan kemampuan belajar dan pemahaman siswa dengan harapan guru terhadap kemampuan siswa, berdasarkan pada data yang ada dan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Selain itu, guru-guru mendiskusikan bagaimana mereka akan dapat menutup kesenjangan kinerja siswa itu. Melalui kegiatan ini, guru-guru di Jepang mengembangkan research theme dan memanfaatkannya sebagai fokus upaya perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan lesson study.
  • 9.
    Do Guru melaksanakan pembelajaranlesson study di kelasnya sementara guru yang lain menjadi pengamat. Guru-guru dari luar kelompok perencana juga diundang agar dapat memberikan saran-saran yang bermanfaat bagi perbaikan pelaksanaan pembelajaran. Selama pengamatan, pengamat diperkenankan untuk merekam baik dengan kamera maupun perekam suara, membuat catatan pengamatan dan menyalin hasil kerja siswa.
  • 10.
    See Sesi debriefing inidimulai dengan refleksi terhadap pelaksanaan lesson study oleh guru yang melaksanakan pembelajaran. Guru tersebut berbagi pandangan tentang proses belajar siswa, kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, keputusan-keputusan yang diambil yang menyimpang dari rencana semula, dan isu-isu penting lain yang ingin didiskusikannya bersama para peserta diskusi.
  • 11.
    Sekolah Dasar Tsutadi Hiroshima, Jepang memilih research theme-nya, “Meningkatkan kemampuan berfikir mandiri siswa, menemukan, dan belajar antar sesama siswa saat mereka sedang fokus dalam pemecahan masalah dalam pelajaran matematika.” Untuk menetapkan research theme, sekolah mengadakan pertemuan guru dua kali. Semua kelompok guru dari berbagai kelas berbagi pandangan mereka tentang kondisi kemampuan belajar siswa, kelemahan siswa dalam belajar dan harapan mereka terhadap siswa.
  • 12.
    Untuk mencapai tujuanbesar ini, guru-guru biasanya menetapkan serangkaian sub-tujuan, satu sub-tujuan setiap tahunnya, sambil menjaga research theme sebagai tujuan utama. Tahun pertama mungkin difokuskan pada peningkatan kecakapan pemahaman siswa dalam permasalahan kosakata. Tahun ke dua bisa fokus pada kecakapan berpresentasi dan menyimak, sedangkan tahun ke tiga untuk pengembangan kecakapan berdiskusi. Pendekatan step-by-step dalam pencapaian sub- tujuan ini dimaksudkan agar research theme dapat tercapai secara utuh.
  • 13.
    Lesson Study Open HouseSesekali,sekolah-sekolah di Jepang membuka diri untuk umum guna memperlihatkan prestasi mereka dalam pelaksanaan lesson study. Tujuan lesson study open house adalah untuk berbagi capaian lesson study suatu sekolah dengan sekolah-sekolah lain dan berdiskusi dengan tamu undangan untuk belajar dari mereka. Sekolah tuan rumah biasanya membuat booklet berisi RPP lesson study disertai brosur yang memberi gambaran tentang keadaan sekolah serta hasil karya dari pelaksanaan lesson study.
  • 14.
    Lesson study memperkuatperan guru sebagai peneliti di dalam kelas. Guru membuat hipotesis (misalnya, jika kami mengajar dengan cara tertentu, anak-anak akan belajar) dan mengujinya di dalam kelas bersama siswanya. Kemudian guru mengumpul-kan data ketika melakukan pengamatan terhadap siswa selama berlangsungnya pelajaran dan menentukan apakah hipotesis itu terbukti atau tidak di kelas.