BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Mikroorganisme, dalam lingkungan alamiahnya jarang terdapat sebagai biakan murni. 
Berbagai spesimen tanah atau air boleh jadi mengandung bermacam-macam spesies 
cendawan, protozoa, algae, bakteri dan virus. Baik secara langsung maupun tak langsung, 
bahan buangan dari manusia dan hewan, jasad mereka, serta jaringan tumbuh-tumbuhan 
dibuang atau dikubur dalam tanah. Setelah beberapa lama, bahan-bahan tersebut berubah 
menjadi komponen organik dan beberapa komponen anorganik tanah. Perubahan-perubahan 
ini dilakukan oleh mikroorganisme yaitu perubahan bahan organik menjadi substansi yang 
menyediakan nutrient bagi dunia tumbuhan. Tanpa aktivitas mikroba maka segala kehidupan 
di bumi ini lambat laun akan terhambat. 
Maka, perubahan organik dan anorganik di dalam tanah adalah dilakukan oleh 
mikroorganisme yang dikenal sebagai mikroba di tanah. 
B. Tujuan 
Tujuan pembuatan makalah selain dari syarat penawaran Mata Kuliah Mikrobiologi Lanjut, 
antara lain adalah : 
1. Untuk mengetahui dinamika populasi mikroba tanah. 
2. Mengetahui peranan mikroorganisme tanah 
3. Mengidentifikasi spesies-spesies mikroba yang berinteraksi di tanah.
BAB II 
PEMBAHASAN 
A. Keadaan Lingkungan Tanah 
Tanah dapat dipandang sebagai permukaan lahan di atas bumi yang menyediakan substreat 
bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ciri-ciri lingkungan tanah bervariasi menurut 
letak dan iklimnya. Tanah juga memiliki kedalaman, sifat-sifat fisik, komposisi kimiawi dan 
asal yang berbeda-beda. Ada lima kategori utama unsur tanah, yaitu: partikel, mineral, bahan 
organik, air, gas dan jasad hidup. 
B. Flora Mikroba 
Tanah Hanya ada beberapa lingkungan di bumi ini yang mengandung sedemikian banyak 
macam ragam mikroorganisme seperti yang terkandung dalam tanah subur. Bakteri, 
cendawan, algae, protozoa dan virus secara bersama-sama membentuk kumpulan 
mikroorganisme yang dapat mencapai jumlah total sampai bermilyar-milyar organisme per 
gram tanah. 
Tabel : Perbandingan jumlah berbagai kelompok mikroorganisme di Rizosper (daerah 
perakaran) gandum musim semi dan di tanah kontrol (tanpa sistem perakaran tanaman). 
Mikroorganisme Tanah Rizosper Tanah Kotrol 
Bakteri 1.200 x 106 53 x 106 
Aktinomisetes 46 x 106 7 x 106 
Cendawan 12 x 105 1 x 105 
Protozoa 24 x 102 10 x 102 
Algae 5 x 103 27 x 103 
Kelompok Bakteri : 
Pelaku amonikikasi 500 x 106 4 x 106 4 
Anaerob penghasil gas 39 x 10 3 x 104 
Anaerob 12 x 106 6 x 106 6 
Pelaku denitrifikasi 126 x 10 1 x 105 
Pelaku dekomposisi selulose aerobik 7 x 105 1 x 105 3 
Pelaku dekomposisi selulose anaerobic 9 x 10 3 x 103 3 
Pembentuk spora 930 x 10 515 x 103 
Tipe-tipe radiobakteri 17 x 106 1 x 104
Azotobakter < 1.000 < 1.000 
Sumber: dari T.R.G. Gray, and S.T. Williams, Soil Microorganisms, Hafner Publishing 
Company, New York, 1971 
Keanekaragaman yang luas flora mikroba tersebut merupakan masalah di dalam setiap usaha 
untuk menghitung populasi total mikroorganisme yang hidup dalam suatu contoh tanah. 
Metode-metode biakan di laboratorium hanya akan menampakkan tipetipe fisiologis dan 
nutrisional yang dapat tumbuh di dalam lingkungan yang disediakan di laboratorium. 
Misalnya, bila ada suatu contoh tanah dinokulasikan pada agar nutrien tidak akan tumbuh 
ialah termofil obligat, disamping psikrofil, anaerob, dan autotrof. Protozoa tidak akan 
tumbuh, dan hanya beberapa algae dan cendawan akan tumbuh. Hal ini berarti bahwa bila 
suatu contoh tanah dibiakkan di laboratorium, maka suatu prosedur pembiakan tertentu hanya 
akan memungkinkan tumbuhnya sebagian kecil saja dari populasi total mikroorganisme. 
Salah satu cara untuk mengembangkan pengertian yang lebih baik mengenai luasnya 
keragaman kehidupan mikrobe di dalam tanah ialah dengan menilai peranan yang dimainkan 
oleh berbagai kelompok mikrobe di dalam mewujudkan terjadinya perubahan-perubahan 
kimiawi di dalam tanah. 
C. Peranan Mikroba Tanah 
Seperti pada halaman sebelumnya dikatakan bahwa mikroorganisme terdapat pada tanah 
yang subur. Mengapa sampai mikroorganisme berperan dalam menentukan tanah yang 
subur? Alasannya adalah karena: 1. Mikroorganisme berperan dalam siklus energi 
2. Mikroorganisme berperan dalam siklus hara 
3. Mikroorganisme berperan dalam pembentukan agregat tanah 
4. Menentukan kesehatan tanah (suppressive/conducive) Tanah dikatakan subur bila 
mempunyai kandungan dan keragaman biologi yang tinggi 
Table 1. Maximum number and biomass (live weight) of soil organisms in a highly fertile 
grassland soil 
Kind of organism Abundance (no/m2) Biomass 
(g/m2) 
Bacteria 3 x 10¹4 300 
Fungi 400 
Protozoa 5 x 108 38
Nematodes 107 12 
Earthworms and related forms 105 123 
Mites 2 x 105 3 
Springtails 5 x 104 5 
Other invertebrates (snails, millipedes, etc) 210³ 6 
From: B.N. Richards (1974) Introduction to the Soil Ecosystem 
Organisme (mikroorganisme) tanah penting dalam kesuburan tanah karena : 
1. Siklus Energi 
• Sumber energi utama adalah matahari yang diubah oleh tanaman melalui proses fotosintesis 
menjadi bahan organik 
• Beberapa mikroorganisme mampu melakukan fotosintesis (menangkap energi matahari: 
algae) 
• Sumber energi yang lain adalah basil oksidasi-reduksi mineral anorganik: S dan Fe 
• Energi dalam bahan organik dimanfaatkan oleh organisme/mikroorganisme 
 Organisme dekomposer: milipede dil. 
 Mikroorganisme dekomposer: jamur dan bakteri 
• Mikroorganisme yang tumbuh di rhizosfer memanfaatkan energi dalam eksudat akar: 
bakteri Azotobacter 
2. Siklus Hara 
Mikroorganisme mempunyai peran yang sangat penting dalam siklus hara karena: 
1) Ukurannya yang kecil sehingga mempunyai rasio permukaan:volume yang sangat besar => 
memungkinkan pertukaran material (hara) dari sel ke lingkungannya dengan sangat cepat. 
2) Reproduksi yang sangat cepat (dalam hitungan menit) 
3) Distribusi keberadaan yang sangat luas 
Macam-macam siklus ham penting 
a. Siklus Nitrogen 
• Pool N terbesar di udara sebagai gas N2 
• N menjadi tersedia melalui proses fiksasi (kimia maupun mikrobio logis) (nitrogen fixer: 
rhizobium dll) 
• N organik (dalam jaringan makhluk hidup - bentuk protein, asam amino dan asam nukleat) 
menjadi N anorganik melalui proses mineralisasi NH4+ == (ammonium) MO dekomposer
• NH4+ mengalami Nitrifikasi oleh Nitrosomonas, Nitrosococcus dan Nitrosovibrio 
• NO2- menjadi NO3+ oleh Nitrobacter dan Nitrococcus NO3- mengalami Denitrifikasi 
menjadi 
• NO2- oleh Pseudomonas, Bacillus dan Alcaligenes N anorganik dapat diasimilasi oleh 
mikroorganisme == Imobilisasi 
b. Siklus Sulfur 
• Oksidasi sulfur menjadi sulfat oleh Thiobacillus, Arthrobacter dan Bacillus 
2H2S + O2 → 2S + 2H2O 
2S + 2H2O + 3O2 → 2SO42- + 4H+ 
S2O32- + H2O + 2O2 → 2SO42- + 2H+ 
• Reduksi Sulfat menjadi sulfida (S2-) oleh Desulphovibrio desulphuricans 2SO42- + 4H2 → 
S2- + 4H2O 
c. Siklus Fosfor 
• Fosfor di alam dalam bentuk terikat sebagai Ca-fosfat, Fe- atau Al-fosfat, fitat atau protein 
• Mikroorganisme (Bacillus, Pseudomonas, Xanthomonas, Aerobacter aerogenes) dapat 
melarutkan P menjadi tersedia bagi tanaman. 
3. Pembentukan agregat tanah 
• Organisme tanah menghasilkan polimer organik (misal humic dan fulvic bahan acids) yang 
mengikat partikel lempung menjadi mikro agregat 
• Pembentukan mikroagregat menjadi makro agregat dimediasi oleh organik dan berbagai 
jenis mikro dan makroorganisme (bakteri, jamur-terutama jamur VAM, algae, cacing, semut, 
serangga dsb.) 
4. Kesehatan Tanah 
• Tanah suppressive terhadap patogen tular tanah umumnya mempunyai total 
mikroorganisme yang lebih besar dan tanah yang kondusif 
• Kompetisi nutrisi 
• Amuba memakan jamur 
• Populasi Pseudomonas spp (antagonistic bakteria) atau Trichoderma tinggi.
D. Dinamika Populasi 
Setiap spesies mikroorganisme akan tumbuh dengan baik di dalam lingkungannya hanya 
selama kondisinya menguntungkan bagi pertumbuhannya dan untuk mempertahankan 
dirinya, sama halnya dengan mikroba-mikroba yang ada di dalam tanah. Begitu terjadi 
perubahan fisik atau kimiawi, seperti habisnya nutrien atau terjadinya perubahan radikal 
dalam hal suhu atau pH, yang membuat kondisi bagi pertumbuhan spesies lain lebih 
menguntungkan, maka organisme yang telah teradaptasi dengan baik di dalam keadaan tanah 
terdahulu terpaksa menyerahkan tempatnya kepada organisme yang dapat beradaptasi dengan 
baik di dalam kondisi yang baru itu. Dengan demikian faktor-faktor lingkungan memiliki 
pengaruh selektif, artinya memilih populasi mikrobe.
BAB III 
PENUTUP 
A. Kesimpulan 
Kesimpulan yang penyusun tarik dari isi makalah ini antara lain : 
1) Mikroorganisme memegang peranan penting dalam aktivitas perombakan di dalam tanah 
karena tanpa aktivitas mikroba maka segala kehidupan di bumi ini lambat laun akan 
terhambat. Selain itu, mikroba juga berperan dalam siklus energi, siklus hara, pembentukan 
agregat tanah, dll. 
2) a. Nitrosmonas, Nitrosococcus dan Nitrosovibrio (Nutrifikasi) NH4+ 
b . Nitrobacter dan Nitrococcus (merubah NO2- → NO3-) 
c. Rhizobium (Fiksasi Nitrogen) 
d. Pseudomonas, Bacillus dan Alcaligenes (Denetrifikasi NO3- → NO2-) 
e. Desulphovibrio desulphuricans (Reduksi Sulfat → Sulfida), f. dan lain-lainnya. 
3) Jika setiap mikroorganisme mampu untuk beradaptasi dengan baik terhadap perubahan 
lingkungan (tanah) maka populasinya bisa lestari atau tetap bertahan hidup. Jikalau tidak 
maka populasinya diganti dengan mikroba lainnya. Perubahan lingkungan itu bisa saja 
perubahan fisik maupun kimiawi. 
B. Saran 
Pencarian referensi sangat penting dalam menyusun makalah, maka pemanfaatan teknologi 
juga harus dilibatkan seperti media internet. Selain itu, penyusun sarankan agar dalam 
pembuatan makalah usahakan semua anggota kelompok ikut terlibat sehingga bila waktunya 
presentase, masing-masing anggota bisa mempertanggung jawabkan isi makalahnya.
DAFTAR PUSTAKA 
• Pelezar dan Chan, 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Jakarta: UI Press. 
• http://google.co.id., 2009. Mikroorganisme Tanah. G@n@Z.com: Ambon. 
• Artikel Sinly Evan Putra., 2008. Humus, Material Organik Penyubur Tanah.

Makalah mikroganisme

  • 1.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mikroorganisme, dalam lingkungan alamiahnya jarang terdapat sebagai biakan murni. Berbagai spesimen tanah atau air boleh jadi mengandung bermacam-macam spesies cendawan, protozoa, algae, bakteri dan virus. Baik secara langsung maupun tak langsung, bahan buangan dari manusia dan hewan, jasad mereka, serta jaringan tumbuh-tumbuhan dibuang atau dikubur dalam tanah. Setelah beberapa lama, bahan-bahan tersebut berubah menjadi komponen organik dan beberapa komponen anorganik tanah. Perubahan-perubahan ini dilakukan oleh mikroorganisme yaitu perubahan bahan organik menjadi substansi yang menyediakan nutrient bagi dunia tumbuhan. Tanpa aktivitas mikroba maka segala kehidupan di bumi ini lambat laun akan terhambat. Maka, perubahan organik dan anorganik di dalam tanah adalah dilakukan oleh mikroorganisme yang dikenal sebagai mikroba di tanah. B. Tujuan Tujuan pembuatan makalah selain dari syarat penawaran Mata Kuliah Mikrobiologi Lanjut, antara lain adalah : 1. Untuk mengetahui dinamika populasi mikroba tanah. 2. Mengetahui peranan mikroorganisme tanah 3. Mengidentifikasi spesies-spesies mikroba yang berinteraksi di tanah.
  • 2.
    BAB II PEMBAHASAN A. Keadaan Lingkungan Tanah Tanah dapat dipandang sebagai permukaan lahan di atas bumi yang menyediakan substreat bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ciri-ciri lingkungan tanah bervariasi menurut letak dan iklimnya. Tanah juga memiliki kedalaman, sifat-sifat fisik, komposisi kimiawi dan asal yang berbeda-beda. Ada lima kategori utama unsur tanah, yaitu: partikel, mineral, bahan organik, air, gas dan jasad hidup. B. Flora Mikroba Tanah Hanya ada beberapa lingkungan di bumi ini yang mengandung sedemikian banyak macam ragam mikroorganisme seperti yang terkandung dalam tanah subur. Bakteri, cendawan, algae, protozoa dan virus secara bersama-sama membentuk kumpulan mikroorganisme yang dapat mencapai jumlah total sampai bermilyar-milyar organisme per gram tanah. Tabel : Perbandingan jumlah berbagai kelompok mikroorganisme di Rizosper (daerah perakaran) gandum musim semi dan di tanah kontrol (tanpa sistem perakaran tanaman). Mikroorganisme Tanah Rizosper Tanah Kotrol Bakteri 1.200 x 106 53 x 106 Aktinomisetes 46 x 106 7 x 106 Cendawan 12 x 105 1 x 105 Protozoa 24 x 102 10 x 102 Algae 5 x 103 27 x 103 Kelompok Bakteri : Pelaku amonikikasi 500 x 106 4 x 106 4 Anaerob penghasil gas 39 x 10 3 x 104 Anaerob 12 x 106 6 x 106 6 Pelaku denitrifikasi 126 x 10 1 x 105 Pelaku dekomposisi selulose aerobik 7 x 105 1 x 105 3 Pelaku dekomposisi selulose anaerobic 9 x 10 3 x 103 3 Pembentuk spora 930 x 10 515 x 103 Tipe-tipe radiobakteri 17 x 106 1 x 104
  • 3.
    Azotobakter < 1.000< 1.000 Sumber: dari T.R.G. Gray, and S.T. Williams, Soil Microorganisms, Hafner Publishing Company, New York, 1971 Keanekaragaman yang luas flora mikroba tersebut merupakan masalah di dalam setiap usaha untuk menghitung populasi total mikroorganisme yang hidup dalam suatu contoh tanah. Metode-metode biakan di laboratorium hanya akan menampakkan tipetipe fisiologis dan nutrisional yang dapat tumbuh di dalam lingkungan yang disediakan di laboratorium. Misalnya, bila ada suatu contoh tanah dinokulasikan pada agar nutrien tidak akan tumbuh ialah termofil obligat, disamping psikrofil, anaerob, dan autotrof. Protozoa tidak akan tumbuh, dan hanya beberapa algae dan cendawan akan tumbuh. Hal ini berarti bahwa bila suatu contoh tanah dibiakkan di laboratorium, maka suatu prosedur pembiakan tertentu hanya akan memungkinkan tumbuhnya sebagian kecil saja dari populasi total mikroorganisme. Salah satu cara untuk mengembangkan pengertian yang lebih baik mengenai luasnya keragaman kehidupan mikrobe di dalam tanah ialah dengan menilai peranan yang dimainkan oleh berbagai kelompok mikrobe di dalam mewujudkan terjadinya perubahan-perubahan kimiawi di dalam tanah. C. Peranan Mikroba Tanah Seperti pada halaman sebelumnya dikatakan bahwa mikroorganisme terdapat pada tanah yang subur. Mengapa sampai mikroorganisme berperan dalam menentukan tanah yang subur? Alasannya adalah karena: 1. Mikroorganisme berperan dalam siklus energi 2. Mikroorganisme berperan dalam siklus hara 3. Mikroorganisme berperan dalam pembentukan agregat tanah 4. Menentukan kesehatan tanah (suppressive/conducive) Tanah dikatakan subur bila mempunyai kandungan dan keragaman biologi yang tinggi Table 1. Maximum number and biomass (live weight) of soil organisms in a highly fertile grassland soil Kind of organism Abundance (no/m2) Biomass (g/m2) Bacteria 3 x 10¹4 300 Fungi 400 Protozoa 5 x 108 38
  • 4.
    Nematodes 107 12 Earthworms and related forms 105 123 Mites 2 x 105 3 Springtails 5 x 104 5 Other invertebrates (snails, millipedes, etc) 210³ 6 From: B.N. Richards (1974) Introduction to the Soil Ecosystem Organisme (mikroorganisme) tanah penting dalam kesuburan tanah karena : 1. Siklus Energi • Sumber energi utama adalah matahari yang diubah oleh tanaman melalui proses fotosintesis menjadi bahan organik • Beberapa mikroorganisme mampu melakukan fotosintesis (menangkap energi matahari: algae) • Sumber energi yang lain adalah basil oksidasi-reduksi mineral anorganik: S dan Fe • Energi dalam bahan organik dimanfaatkan oleh organisme/mikroorganisme  Organisme dekomposer: milipede dil.  Mikroorganisme dekomposer: jamur dan bakteri • Mikroorganisme yang tumbuh di rhizosfer memanfaatkan energi dalam eksudat akar: bakteri Azotobacter 2. Siklus Hara Mikroorganisme mempunyai peran yang sangat penting dalam siklus hara karena: 1) Ukurannya yang kecil sehingga mempunyai rasio permukaan:volume yang sangat besar => memungkinkan pertukaran material (hara) dari sel ke lingkungannya dengan sangat cepat. 2) Reproduksi yang sangat cepat (dalam hitungan menit) 3) Distribusi keberadaan yang sangat luas Macam-macam siklus ham penting a. Siklus Nitrogen • Pool N terbesar di udara sebagai gas N2 • N menjadi tersedia melalui proses fiksasi (kimia maupun mikrobio logis) (nitrogen fixer: rhizobium dll) • N organik (dalam jaringan makhluk hidup - bentuk protein, asam amino dan asam nukleat) menjadi N anorganik melalui proses mineralisasi NH4+ == (ammonium) MO dekomposer
  • 5.
    • NH4+ mengalamiNitrifikasi oleh Nitrosomonas, Nitrosococcus dan Nitrosovibrio • NO2- menjadi NO3+ oleh Nitrobacter dan Nitrococcus NO3- mengalami Denitrifikasi menjadi • NO2- oleh Pseudomonas, Bacillus dan Alcaligenes N anorganik dapat diasimilasi oleh mikroorganisme == Imobilisasi b. Siklus Sulfur • Oksidasi sulfur menjadi sulfat oleh Thiobacillus, Arthrobacter dan Bacillus 2H2S + O2 → 2S + 2H2O 2S + 2H2O + 3O2 → 2SO42- + 4H+ S2O32- + H2O + 2O2 → 2SO42- + 2H+ • Reduksi Sulfat menjadi sulfida (S2-) oleh Desulphovibrio desulphuricans 2SO42- + 4H2 → S2- + 4H2O c. Siklus Fosfor • Fosfor di alam dalam bentuk terikat sebagai Ca-fosfat, Fe- atau Al-fosfat, fitat atau protein • Mikroorganisme (Bacillus, Pseudomonas, Xanthomonas, Aerobacter aerogenes) dapat melarutkan P menjadi tersedia bagi tanaman. 3. Pembentukan agregat tanah • Organisme tanah menghasilkan polimer organik (misal humic dan fulvic bahan acids) yang mengikat partikel lempung menjadi mikro agregat • Pembentukan mikroagregat menjadi makro agregat dimediasi oleh organik dan berbagai jenis mikro dan makroorganisme (bakteri, jamur-terutama jamur VAM, algae, cacing, semut, serangga dsb.) 4. Kesehatan Tanah • Tanah suppressive terhadap patogen tular tanah umumnya mempunyai total mikroorganisme yang lebih besar dan tanah yang kondusif • Kompetisi nutrisi • Amuba memakan jamur • Populasi Pseudomonas spp (antagonistic bakteria) atau Trichoderma tinggi.
  • 6.
    D. Dinamika Populasi Setiap spesies mikroorganisme akan tumbuh dengan baik di dalam lingkungannya hanya selama kondisinya menguntungkan bagi pertumbuhannya dan untuk mempertahankan dirinya, sama halnya dengan mikroba-mikroba yang ada di dalam tanah. Begitu terjadi perubahan fisik atau kimiawi, seperti habisnya nutrien atau terjadinya perubahan radikal dalam hal suhu atau pH, yang membuat kondisi bagi pertumbuhan spesies lain lebih menguntungkan, maka organisme yang telah teradaptasi dengan baik di dalam keadaan tanah terdahulu terpaksa menyerahkan tempatnya kepada organisme yang dapat beradaptasi dengan baik di dalam kondisi yang baru itu. Dengan demikian faktor-faktor lingkungan memiliki pengaruh selektif, artinya memilih populasi mikrobe.
  • 7.
    BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Kesimpulan yang penyusun tarik dari isi makalah ini antara lain : 1) Mikroorganisme memegang peranan penting dalam aktivitas perombakan di dalam tanah karena tanpa aktivitas mikroba maka segala kehidupan di bumi ini lambat laun akan terhambat. Selain itu, mikroba juga berperan dalam siklus energi, siklus hara, pembentukan agregat tanah, dll. 2) a. Nitrosmonas, Nitrosococcus dan Nitrosovibrio (Nutrifikasi) NH4+ b . Nitrobacter dan Nitrococcus (merubah NO2- → NO3-) c. Rhizobium (Fiksasi Nitrogen) d. Pseudomonas, Bacillus dan Alcaligenes (Denetrifikasi NO3- → NO2-) e. Desulphovibrio desulphuricans (Reduksi Sulfat → Sulfida), f. dan lain-lainnya. 3) Jika setiap mikroorganisme mampu untuk beradaptasi dengan baik terhadap perubahan lingkungan (tanah) maka populasinya bisa lestari atau tetap bertahan hidup. Jikalau tidak maka populasinya diganti dengan mikroba lainnya. Perubahan lingkungan itu bisa saja perubahan fisik maupun kimiawi. B. Saran Pencarian referensi sangat penting dalam menyusun makalah, maka pemanfaatan teknologi juga harus dilibatkan seperti media internet. Selain itu, penyusun sarankan agar dalam pembuatan makalah usahakan semua anggota kelompok ikut terlibat sehingga bila waktunya presentase, masing-masing anggota bisa mempertanggung jawabkan isi makalahnya.
  • 8.
    DAFTAR PUSTAKA •Pelezar dan Chan, 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Jakarta: UI Press. • http://google.co.id., 2009. Mikroorganisme Tanah. G@n@Z.com: Ambon. • Artikel Sinly Evan Putra., 2008. Humus, Material Organik Penyubur Tanah.