Pendahuluan: Siklus Biogeokimiadan Mikroba
Tanah
Siklus Biogeokimiawi
Siklus biogeokimia adalah jalur sirkulasi unsur-unsur
utama dalam materi hidup, yang meliputi aspek biologis,
kimia, dan geologi. Siklus ini melibatkan pergerakan zat-zat
kimia melalui kompartemen abiotik dan biotik di Bumi.
Mikroba tanah : pemain kunci
Mikroorganisme merupakan komponen penting dari
biosfer Bumi, yang memainkan peran penting dalam
mengatur siklus biogeokimia. Mereka adalah komunitas
alami yang memiliki banyak sisi yang bertanggung jawab
untuk melaksanakan proses ekosistem yang signifikan,
yang memengaruhi produktivitas primer pada tanaman.
3.
Siklus Nutrisi Mikroba:Sumber
dan Ketersediaannya
Proses kunci
Mikroorganisme tanah memfasilitasi reaksi redoks dan mendaur ulang
unsur hara dan biomassa. Mereka mengatur beberapa proses fisiologis,
termasuk fotosintesis, respirasi, dan fiksasi nitrogen, yang secara erat
menghubungkan siklus karbon, nitrogen, fosfor, dan sulfur.
Tranduksi energi
Mikroba tanah menggunakan aliran elektron selama oksidasi karbon untuk
mereduksi CO2 menjadi metana, sulfat menjadi sulfida, atau nitrat menjadi
gas N2. Proses ini membantu mereka menghasilkan energi untuk
perkembangbiakan dan meningkatkan biomassa dan kesuburan tanaman.
4.
Diagram skematik siklusbiogeokimia yang saling terkait erat dengan kontribusi aktif mikroba tanah. Anak panah
menunjukkan perpindahan unsur-unsur di antara berbagai kompartemen ekosistem.
5.
Peran Mikroba dalamSiklus
Biogeokimiawi: Carbon Cycle
1 Fiksasi Karbon
Mikroba fototrofik dan kemoautotrofik berperan penting dalam mentransfer
karbon atmosfer ke tanah melalui asimilasi CO2. Proses ini penting untuk
pertumbuhan tanaman dan organisme lainnya.
2 Mineralisasi Karbon
Mikroba tanah berpartisipasi dalam transfer karbon antar kompartemen
lingkungan dan memanfaatkan berbagai bentuk karbon sebagai sumber
energi selama reproduksinya. Karbon yang terikat dari tanah dikembalikan ke
atmosfer melalui mineralisasi bahan organik.
3 Metanogenesis
Pada tanah anoksik, CO2 direduksi menjadi metana (metanogenesis) oleh
archaea hidrogenotrofik (metanogen). Proses ini berkontribusi terhadap emisi
gas rumah kaca.
6.
Siklus Karbon: DekomposisiBiomassa
Tumbuhan
Dekomposisi selulosa
Selulosa, komponen struktural utama dinding sel
tumbuhan, diurai oleh berbagai spesies jamur dan bakteri.
Spesies jamur seperti Aspergillus, Chaetomium, Fomes,
Fusarium, Merulius, Myrothecium, Penicillium, Pleurotus,
Rhizoctonia, Trichoderma, dan Verticillium memainkan peran
penting dalam proses ini.
Dekomposisi Hemiselulosa
Hemiselulosa, biopolimer paling melimpah kedua di
dinding sel tanaman, diurai oleh mikroba tanah melalui
enzim ekstraseluler hemiselulase. Beberapa spesies jamur
Aspergillus, Chaetomium, Fusarium, Humicola, Penicillium,
and Trichoderma dan termasuk bakteri tanah Actinomyces,
Bacillus, Cytophaga, Erwinia, Pseudomonas, Streptomyces, and
Vibrio terlibat dalam proses ini.
7.
Siklus Karbon: Dekomposisi
Lignin
Lignin,komponen ketiga terbanyak pada dinding sel tumbuhan,
memberikan kekakuan pada tumbuhan dan sangat tahan terhadap
degradasi mikroba. Namun, beberapa spesies jamur Aspergillus,
Clavaria, Fusarium, Lenzites, Penicillium, and Polyporus dan termasuk
spesies bakteri Flavabacterium, Micrococcus, Nocardia, Pseudomonas,
Streptomyces, and Xanthomonas terlibat dalam dekomposisi lignin.
8.
Peran Mikroba dalamSiklus Biogeokimia: Siklus
Nitrogen
Fiksasi Nitrogen
Fiksasi nitrogen biologis (BNF) adalah
proses konversi nitrogen atmosfer (N2)
menjadi amonia (NH3) yang dapat
dengan mudah dimetabolisme oleh
sebagian besar organisme hidup. Amonia
mudah diserap dalam bahan organik
tanah, sehingga tidak mudah tercuci oleh
air hujan, sehingga meningkatkan
kesuburan tanah.
Nitrifikasi
Nitrifikasi adalah konversi amonia
menjadi nitrat yang dimediasi oleh
bakteri nitrifikasi. Mikroba memperoleh
energi dengan mengoksidasi amonia dan
menggunakan CO2 sebagai sumber
karbon. Kelompok bakteri
kemolitoautotrofik, bakteri pengoksidasi
amonia (AOB), dan bakteri pengoksidasi
nitrit (NOB) menjalankan proses
nitrifikasi.
Denitrifikasi
Denitrifikasi adalah proses konversi NO3
menjadi gas N2, yang melibatkan
produksi NO2 sebagai langkah perantara.
Denitrifikasi dilakukan oleh bakteri
denitrifikasi dalam kondisi anaerobik.
9.
Fiksasi Nitrogen: Jenisyang Berbeda
1 Heterotroph Hidup Bebas
Bakteri heterotrofik tanah hidup
bebas, termasuk Azotobacter,
Clostridium, Klebsiella, dan
Bacillus, memainkan peran
penting dalam fiksasi N2 tanpa
interaksi langsung dengan
tanaman.
2 Fiksasi N2 Asosiatif
Bakteri pengikat N2 asosiatif
termasuk Azospirillum yang
membentuk asosiasi erat
dengan berbagai tanaman
budidaya dari keluarga Poaceae.
Efisiensi fiksasi N2 ditentukan
oleh suhu tanah, tekanan parsial
O2 di lingkungan rizosfer,
aksesibilitas bakteri terhadap
fotosintesis inang mereka,
efisiensi enzim nitrogenase, dan
daya saing bakteri.
3 Fiksasi N2 Simbiotik
Fiksasi N2 simbiotik adalah
interaksi mutualisme antara
mikroba tanah dengan tanaman
inang. Mikroba bergantung pada
tanaman inang untuk
mendapatkan gula fotosintesis
dan menyediakan N2 untuk
tanaman inang mereka.
10.
Peran Mikroba dalamSiklus Biogeokimia: Siklus
Sulfur dan Fosfor
Siklus Sulfur
Sulfur adalah salah satu komponen penting dari beberapa
vitamin, kofaktor, dan asam amino. Mikroorganisme,
terutama prokariotik, memainkan peran kunci dalam siklus
sulfur dengan mengubah sulfur teroksidasi (SO4) menjadi
bentuk tereduksi (H2S).
Siklus Fosfor
Fosfor adalah komponen penting dari asam nukleat (DNA
dan RNA), lipid (fosfolipid) dan molekul penyimpan energi
(ATP), serta lipid (lemak dan minyak). Fosfor ditemukan
dalam berbagai bentuk senyawa, termasuk fosfat (PO4 3-)
di lingkungan.
11.
Siklus Sulfur
• Dibutuhkanuntuk pembentukan molekul-molekul penting organisme seperti protein, vitamin, dan juga berperan
sebagai kofaktor pada enzim.
• Mikroba proakariot yaitu yang bersifat fotosintetik dan kemosintetik berperan dalam siklus ini.
Mikroba yang berperan dalam proses oksidasi yakni Thiobacillus dan reduksi yakni Desulfovibrio pada siklus sulfur.
Proses siklus sulfur :
• Mineralisasi sulfur organik (SO4) menjadi hidrogen sulfida (H2S)
• Oksidasi sulfur —> mengubah sulfida, hidrogen sulfida menjadi sulfat (SO4)
• Reduksi Sulfat —> mengubah sulfat (SO4) menjadi hidrogen sulfida (H2S)
• Penggabungan sulfida ke dalam senyawa organik
12.
Siklus Sulfur
• Dibutuhkanuntuk pembentukan molekul-molekul penting
organisme seperti protein, vitamin, dan juga berperan sebagai
kofaktor pada enzim.
• Mikroba proakariot yaitu yang bersifat fotosintetik dan kemosintetik
berperan dalam siklus ini.
Mikroba yang berperan dalam proses oksidasi yakni Thiobacillus dan
reduksi yakni Desulfovibrio pada siklus sulfur.
Proses siklus sulfur :
• Mineralisasi sulfur organik (SO4) menjadi hidrogen sulfida (H2S)
• Oksidasi sulfur —> mengubah sulfida, hidrogen sulfida menjadi
sulfat (SO4)
• Reduksi Sulfat —> mengubah sulfat (SO4) menjadi hidrogen sulfida
(H2S)
• Penggabungan sulfida ke dalam senyawa organik
13.
Siklus Sulfur
• Sulfuradalah elemen yang paling melimpah di alam semesta dan biomassa mikroba, karena merupakan komponen
penting dari beberapa vitamin, kofaktor, dan asam amino.
• Mikroorganisme, terutama prokariota, memainkan peran penting dalam siklus sulfur dengan mengubah sulfur
teroksidasi (SO4) menjadi bentuk tereduksi (H2S).
• Makhluk hidup mengasimilasi sulfur dalam bentuk SO42 dan dapat mereduksi menjadi sulfida. Selama proses
dekomposisi, mikroba menghilangkan gugus sulfida dari protein untuk menggunakannya sebagai sumber S. Mikroba
pengoksidasi sulfur dapat menahan lingkungan ekstrem.
• Mikroba termofilik sering ditemukan di mata air panas vulkanik kaya H2S dan ventilasi termal laut dalam. Mikroba
tertentu bersifat asidofilik karena mereka mengasami lingkungan dengan produksi asam sulfat. Oksidasi H2S menjadi S
dimediasi oleh bakteri sulfur hijau dan ungu anoksigenik yang menggunakan H2S sebagai sumber elektron untuk
fotofosforilasi siklik. Oksidasi S menjadi SO42 dimediasi oleh bakteri sulfur dan archaea tak berwarna yang
menggunakan H2S dan sumber energi S.
14.
Siklus Fosfor
• Fosformerupakan salah satu unsur hara utama bagi organisme hidup karena merupakan komponen penting dari asam
nukleat (DNA dan RNA), lipid (fosfolipid) dan molekul energi penyimpanan (ATP), dan lipid (lemak dan minyak).
• Fosfor ditemukan dalam berbagai bentuk senyawa, termasuk fosfat (PO43) di lingkungan.
• Fosfor terjadi dalam bentuk anorganik dan organik pada organisme hidup.
• Makhluk hidup memerlukan fosfor dalam bentuk organik untuk kebutuhan hdiupnya.
• Ketersediaan sumber P di alam dikendalikan oleh sejumlah mikroorganisme dan fungsi yang dimediasi mikroba seperti
oleh mineralisasi dan aktivitas pelarutan
15.
• Sumber fosfor—> organisme mati, pupuk fosfor,
atau pelapukan bebatuan.
• Fosfor diubah oleh mikroba dari bentuk inorganik
(P) —> organik (PO4)
• Proses disebut imobilisasi.
• Sebaliknya disebut mineralisasi
16.
Penutup dan ProspekMasa
Depan
Mikroba tanah merupakan kontributor dominan bagi siklus biogeokimia
dan kemampuan biokonversi yang dimediasi mikroba untuk
meningkatkan layanan ekologis guna mendukung kesuburan tanah dan
mendorong pertumbuhan tanaman. Pengembangan potensial
teknologi molekuler berthroughput tinggi dan studi fisiologis dari
inokulan dan isolat mikroba di berbagai habitat berpotensi untuk
mengatasi fungsi yang dimediasi mikroba dan dalam mengenali peran
mikroorganisme dalam siklus biogeokimia global. Aktivitas mikroba
tanah yang dioptimalkan dan studi masa depan dalam arah ini dapat
memastikan produktivitas pertanian berkelanjutan dengan
menyediakan layanan ekosistem yang berharga oleh mikroorganisme.