KUIS STRATEGI BELAJAR TEKNIK ELEKTRO
UBAIDILLAH
1804487/ PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO A
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan belajar!
Jawab : menurut Sudjana (1989 : 28), belajar merupakan proses melihat, mengamati, dan
memahami sesuatu. Sedangkan belajar menurut Gagne (1984), adalah suatu proses
perubahan perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Menurut Sadirman (2011: 26-28),
secara umum ada tiga tujuan belajar, yaitu:
1) Untuk Memperoleh Pengetahuan.
Hasil dari kegiatan belajar dapat ditandai dengan meningkatnya kemampuan berfikir
seseorang. Jadi, selain memiliki pengetahuan baru, proses belajar juga akan membuat
kemampuan berfikir seseorang menjadi lebih baik.
2) Menanamkan Konsep dan Keterampilan.
Dalam hal ini, keterampilan jasmani adalah kemampuan individu dalam penampilan
dan gerakan yang dapat diamati. Keterampilan ini berhubungan dengan hal teknis atau
pengulangan.
3) Membentuk Sikap.
Kegiatan belajar juga dapat membentuk sikap seseorang. Dalam hal ini, pembentukan
sikap mental peserta didik akan sangat berhubungan dengan penanaman nilai-nilai
sehingga menumbuhkan kesadaran di dalam dirinya.
2. Esensi belajar adalah terjadinya proses perubahan. Jelaskan perubahan yang seperti apa
yang dimaksud pada pertanyaan ini!
Jawab : perubahan perilaku sebagai hasil belajar diklarifikasikan menjadi tiga domain
yaitu :
1) Kognitif
Kognitif meliputi perilaku daya cipta, yaitu berkaitan dengan kemampuan intelektual
manusia, antara lain : kemampuan mengingat (knowledge), memahami
(comprehension), menerapkan (application), menganalisis (analysis), dan
mengevaluasi (evaluation).
2) Afektif
afektif adalah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. afektif mencakup watak
perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan
bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki
kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada
peserta didik dalam berbagai tingkah laku.
3) Psikomotorik
sikomotor merupakan yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan
bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar
psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif
(memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk
kecenderungan-kecenderungan berperilaku). psikomotor adalah berhubungan dengan
aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya
3. Jelaskan yang dimaksud pembelajaran!
Jawab : pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan oleh seorang guru atau
pendidik untuk membelajarkan siswa yang belajar dengan memanfaatkan lingkungan
sebagai sumber belajar untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Menurut Gagne dan Briggs (1979 : 41) pembelajaran adalah suatu system yang bertujuan
untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang,
disusun sedemikian rupauntuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar
siswa yang bersifat internal. Sedangkan definisi pembelajaran menurut Zaenal Aqib
(2002 : 41) adalah suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur – unsur manusiawi,
materil, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai
tujuan pembelajaran serta mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan
masyarakat sehari – hari dengan mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi
belajar bagi peserta didik. Dengan arti lain bahwa pembelajaran merupakan usaha sadar
dari guru untuk membuat siswa belajar sebagai hasil perubahan tingkah laku pada diri
siswa yang belajar dengan mendapatkan kemampuan baru yang berlaku dalam waktu
yang relative lama karena adanya usaha.
4. Jelaskan prinsip - prinsip dalam belajar!
Jawab :
1) Proses
Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berfikir dan merasakan.
Seorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaannya aktif. Aktivitas pikiran
perasaan itu sendiri tidak dapat diamati orang lain akan tetapi dirasakan oleh yang
bersangkutan. Guru tidak dapat melihat aktivitas pikiran dan perasaan siswa. Guru
melihat dari kegiatan siswa sebagai aktivitas pikiran dan perasaan siswa, sebagai
contoh siswa bertanya , menanggapi, menjawab pertanyaan, memecahkan persoalan,
melaporkan hasil kerja, membuat rangkuman. Itu semua gejala yang tampak dari
aktivitas mental dan emosional siswa.
2) Perubahan perilaku
Hasil belajar akan tampak pada perubahan perilaku individu yang belajar. Seseorang
yang belajar akan mengalami perubahan perilaku sebagai akibat kegiatan belajarnya,
pengetahuan, dan keterampilannya berambah, dan penguasaan nilai – nilai dan sikap
bertambah pula. Menurut para ahli psikologi tidak semua perubahan perilaku sebagai
hasil belajar. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar di klasifikasikan menjadi tiga
domain yaitu : (1) kognitif, (2) Afektif, dan (3) Psikomotorik
3) Pengalaman
Belajar adalah mengalami, dalam arti bahwa belajar terjadi karena individu
berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan social.
Lingkungan fisik adalah lingkungan disekitar individu baik dalam bentuk alam sekitar
(natural) maupun dalam bentuk ciptaan manusia (cultural). Lingkungan pembelajaran
yang baik ialah lingkungan yang merangsang dan menantang siswa untuk belajar.
Guru yang mengajar tanpa menggunakan alat tentu kurang merangsang / menantang
siswa untuk belajar apalagi bagi siswa SD yang perkembangan intelektualnya masih
membutuhkan alat peraga. Semua lingkungan yang diperlukan untuk belajar siswa ini
akan menjadi bahan belajar dan pembelajaran yang efektif.
5. Jelaskan prinsip - prinsip dalam pembelajaran!
Jawab :
1) Perhatian dan Motivasi
Perhatian mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar. Menurut Gage dan
Berliner dalam Dimyati dan Mudjiono (2009:42), dari kajian teori belajar pengolahan
informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar.
Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai
dengan kebutuhannya.
Motivasi dapat bersifat internal, artinya datang dari dirinya sendiri, dapat juga bersifat
eksternal yakni dari orang lain, guru, teman, orang tua dan sebagainya. Motivasi
dibedakan atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Motif Intrinsik adalah tenaga
pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Contoh, seorang siswa yang
dengan sungguh-sungguh mempelajari mata pelajaran di sekolah karena ingin
memiliki pengetahuan yang dipelajarinya. Sedangkan Motif Ekstrinsik adalah tenaga
pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi penyertanya.
Contoh, siswa belajar bersungguh-sungguh bukan disebabkan ingin memiliki
pengetahuan yang dipelajarinya melainkan didorong oleh keinginan naik kelas atau
mendapat ijazah.
2) Keaktifan
Menurut Thomas M. Risk dalam Zakiah Daradjat, “teaching is theguidance of
learning experiences.” Mengajar adalah proses membimbing pengalaman belajar.
Pengalaman tersebut diperoleh apabila peserta didik mempunyai keaktifan untuk
bereaksi terhadap lingkungannya. Apabila seorang anak ingin memecahkan suatu
persoalan dia harus dapat berpikir sistematis atau menurut langkah-langkah tertentu,
termasuk ketika dia menginginkan suatu keterampilan tentunya harus pula dapat
menggerakkan otot-ototnya untuk mencapainya
Prinsip aktivitas di atas menurut pandangan psikologis bahwa segala pengetahuan
harus diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman sendiri. Jiwa memiliki energi
sendiri dan dapat menjadi aktif karena didorong oleh kebutuhan-kebutuhan. Jadi,
dalam pembelajaran yang mengolah dan mencerna adalah peserta didik sesuai dengan
kemauan, kemampuan, bakat dan latar belakang masing-masing, guru hanya
merangsang keaktifan peserta didik dengan menyajikan bahan pelajaran.
3) Keterlibatan Langsung
Prinsip keterlibatan langsung merupakan hal yang penting dalam pembelajaran.
Pembelajaran sebagai aktivitas mengajar dan belajar, maka guru harus terlibat
langsung begitu juga peserta didik. Prinsip keterlibatan langsung ini mencakup
keterlibatan langsung secara fisik maupun non fisik. Prinsip ini diarahkan agar peserta
didik merasa dirinya penting dan berharga dalam kelas sehingga dia bisa menikmati
jalannya pembelajaran..
4) Pengulangan
Dalam pembelajaran masih sangat dibtuhkan pengulangan - pengulangan atau latihan
– latihan. Hubungan stimiulus dan respons akan bertambah erat kalau sering dipakai
dan akan berkurang bahkan hilang sama sekali jika jarang atau tidak pernah
digunakan. Oleh karena itu, perlu banyak latihan, pengulangan dan pembiasaan.
(Belajar dan Pembelajaran,hal.43).
5) Proses Individual
Nasution dalam Ahmad Rohani menyarankan empat cara untuk menyesuaikan
pelajaran dengan kesanggupan individual :
1) Pengajaran individual, peserta didik menerima tugas yang diselesaikan menurut
kecepatan masing – masing.
2) Tugas tambahan, peserta didik yang pandai mendapat tugas tambahan, diluar
tugas umum bagi seluruh kelas sehingga hubungan kelas selalu terpelihara.
3) Pengajaran proyek, peserta didik mengajarkan sesuatu yang sesuai dengan minat
serta kesanggupannya.
4) Pengelompokan menurut kesanggupan, kelas dibagi dalam beberapa kelompok
yang terdiri atas peserta didik yang mempunyai kesanggupan yang sama.
Perbedaan individual harus menjadi perhatian bagi para guru dalam empersiapkan
pembelajaran dalam kelasnya. Karena perbedaan individual merupakan suatu prinsip
dalam pembelajaran yang tidak boleh dikesampingkan demi keberhasilan dalam
proses pembelajaran. (Pengelolaan Pengajaran, hal.17).
6) Tantangan
Agar pada diri peserta didik timbul motif yang kuat untuk mengatasi hambatan
dengan baik, maka materi pembelajaran juga harus menantang sehingga peserta didik
bergairah untuk mengatasinya. Hal ini sejalan dengan prinsip pembelajaran dengan
salah satu prinsip konsep contextual teaching and learning yaitu inkuiri. Di mana
dijelaskan bahwa inkuiri merupakan proses pembelajaran yang berdasarkan pada
pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Jadi, peserta didik
akan bersungguh-sungguh dalam menemukan masalahnya terlebih dahulu kemudian
menemukan sendiri jalan keluarnya.. (Belajar dan Pembelajaran,hal.48).
7) Balikan dan Penguatan
Format sajian berupa Tanya jawab, eksperimen, diskusi, metode penemuan
sebagainya merupakan cara pembelajaran yang memungkinkan terjadinya balikan dan
penguatan. Balikan yang diperoleh peserta didik setelah belajar dengan menggunakan
metode – metode akan menarik yang membuat peserta didik terdorong untuk belajar
lebih bersemangat. (Ibid,hal.49)
6. Jelaskan ciri – ciri dalam pembelajaran!
Jawab :
Dalam bukunya Dr. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa terdapat tiga ciri khas yang
berisi dalam sistem pembelajaran, yakni:
1) Rencana
Rencana adalah penataan ketenagaan pendidik, material, serta prosedur yang menjadi
unsur – unsur dalam sistem pembelajaran di suatu rencana khusus.
2) Kesalingketergantungan (interdependence)
Saling ketergantungan disini adalah unsur – unsur sistem pembelajaran yang selaras
dalam suatu keseluruhan. Setiap unsur sifatnya esensial dan masing – masingnya
memberikan sumbangsih pada sistem pemebelajaran.
3) Tujuan
Sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Ciri ini
menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem
pemerintahan, semuanya memiliki tujuan.
7. Jelaskan perbedaan fungsi pembelajaran sebagai system dan sebagai proses!
Jawaban :
Pembelajaran sebagai sistem adalah cara atau perbuatan yang membuat seseorang dapat
belajar melalui komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mecapai suatu
hasil yang diharapkan yang sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
Pembelajaran sebagai proses merupakan upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat
siswa belajar, meliputi : Persiapan, Melaksanakan kegiatan pembelajaran,
Menindaklanjuti pembelajaran.
8. Jelaskan peristiwa yang terjadi dalam proses pembelajaran!
Jawab :
Proses pembelajaran meliputi kegiatan dari membuka sampai menutup pelajaran, sebagai
berikut:
1) Kegiatan awal, yaitu : melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan
bila dianggap perlu memberikan pre-test;
2) Kegiatan inti, yaitu kegiatan utama yang dilakukan guru dalam memberikan
pengalaman belajar, melalui berbagai strategi dan metode yang dianggap sesuai
dengan tujuan dan materi yang akan disampaikan;
3) Kegiatan akhir, yaitu menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan pemberian tugas atau
pekerjaan rumah bila dianggap perlu.
9. Proses pembelajaran itu memerlukan seni, keahlian, dan ilmu. Jelaskan pernyataan ini!
Jawab :
Dalam proses pembelajaran, pendidik diharapkan menguasai isi materi pembelajaran
secara memadai serta piawai dalam cara penyampaian isi materi pembelajaran agar para
peserta didik dapat dengan efektif menguasai materi pembelajaran. Pendidikan dapat
dipelajari melalui ilmu pendidikan, namun demikian pendidikan juga merupakan seni.
Alasannya adalah bahwa praktek pendidikan melibatkan perasaan dan nilai yang
sebenarnya di luar daerah ilmu. Seni mendidik itu merupakan (1) keterampilan jenius
yang hanya dimiliki beberapa orang, (2) mereka tidak dapat menjelaskan secara sistematis
bagaimana mereka mempraktekan keterampilan itu. Pendidikan adalah aplikasi ilmu
sekaligus pula adalah seni.
10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran! Berikan contohnya!
Jawab :
Menurut Soekamto, dkk (dalam Nurulwati,2000:10) mengemukakan maksud dari model
pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis
dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan
berfungsi sebagai pedoman bagi para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar
mengajar. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur
sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
pembelajaran tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan
para guru dalam merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar. Contoh, jenis
model pembelajaran Examples Non Examples contoh dapat dari kasus atau gambar yang
relevan. Contoh : Portofolio, Tugas Mandiri, Tim Quiz, Proyek, Penilaian diri dan teman,
Tebak kata, Magang (cooperative study)
11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendekatan pembelajaran! Berikan contohnya!
Jawab :
Pengertian pendekatan pembelajaran menurut Nuryanu (2012:92) adalah sebuah
perspektif akan teori yang berperan sebagai landasan dalam memilih metode dan teknik
pembelajaran. Proses ini digunakan para guru dalam mempersiapkan hingga menyajikan
bahan pelajaran yang akan di ajarkan pada siswa. Singkatnya, pendekatan pembelajaran
adalah sebuah perspektif akan teori yang berperan sebagai landasan dalam memilih
metode dan teknik pembelajaran. Contoh : (1) Pendekatan Konstruktivisme, Dalam
pendekatan tersebut siswa-siswi diberdayakan melalui pengetahuan yang mereka miliki.
Mereka akan saling berbagi strategi berpikir secara kritis tentang proses memecahkan
masalah. dan (2) Pendekatan Pemecahan Masalah, Saat proses pembelajaran di dalam
kelas, guru menghadapkan siswa dalam sebuah masalah terlebih dahulu lalu menugaskan
siswa agar mampu mencari solusi untuk mengupayakan proses pemecahan masalah
tersebut.
12. Jelaskan apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran! Berikan contohnya!
Jawab :
Menurut Suparman (1997:157) Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan
kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, dan
waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditentukan. Menurut Alim Sumarno (2011) Strategi pembelajaran dapat
diartikan sebagai kegiatan yang dipilih oleh pembelajar atau instruktur dalam proses
pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan fasilitas kepada pebelajar menuju
kepada tercapainya tujuan pembelajaran tertentu yang telah ditetapkan.
Hal ini dikarenakan siswa memiliki perbedaan dalam hal kemampuan, motivasi untuk
belajar, keadaan latar belakang sosio budaya dan tingkat ekonominya. Keadaan ini sangat
berpengaruh terhadap kegiatan dan hasil belajar siswa untuk mengembangkan
pengetahuan keterampilan dan sikapnya. Contoh metode, teknik dan alat yang menjadi
bagian di dalam pelaksanaan sesuatu strategi pembelajaran diantaranya adalah ceramah,
diskusi, demonstrasi, debat, simulasi, laboratorium, pengalaman lapangan, brainstorming,
simposium, bermain peran, LCD, video-tape, karya wisata, penggunaan nara sumber dan
lain sebagainya.
13. Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran! Berikan contohnya!
Jawab :
Metode pembelajaran adalah suatu metode yang merujuk pada cara yang akan digunakan
oleh pendidik untuk mencapai tujuan dari kegiatan belajar mengajar, agar sesuai dengan
tujuan yang diharapkan. Merujuk pada pengertian metode pembelajaran ini, maka jelas
bahwa metode pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam mencapai
tujuan dari proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, setiap pendidik wajib menguasai
segala pengetahuan tentang metode pembelajaran dan menemukan apa saja jenis metode
pembelajaran yang cocok untuk diterapkan untuk tujuan pelajaran yang mereka ampu.
Memang tidak mudah untuk mewujudkannya, karena sebelum menemukan metode
pembelajaran yang terbaik untuk peserta didiknya, pendidik perlu memperhatikan
beberapa hal, termasuk karakteristik peserta didik.
Contoh dari metode pembelajaran diantaranya: (1) metode pembelajaran role play
(bermain peran) (2) metode pembelajaran billboard ranking, yakni digunakan untuk
membahas tentang pelajaran yang berhubungan dengan hikmah-hikmah.
14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan teknik pembelajaran! Berikan contohnya!
Jawab :
Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (2005: 1158) teknik adalah metode atau sistem
mengerjakan sesuatu, cara membuat atau seni melakukan sesuatu. Gerlach dan Ely
(Hamzah B Uno, 2009: 2) mengartikan teknik sebagai jalan, alat, atau media yang
digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kearah tujuan yang ingin
dicapai. Dengan kata lain Teknik merupakan suatu alat yang digunakan oleh guru untuk
menyampaikan bahan-bahan pengajaran yang telah dipilih untuk peserta didik. Teknik
yang dipilih haruslah sesuai dengan pelajaran yang digunakan dan seirama dengan
pendekatan yang digunakan.
Contoh teknik pembelajaran yaitu: ceramah, diskusi, tenya jawab, inquiri, dan lain lain;
15. Buatlah matrik perbedaan antara model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik
pembelajaran!
Jawab :
Berikut matrik perbedaannya:
No. Keterangan Perbedaan
1 Model
Pembelajaran
Model pembelajaran hakikatnya adalah sebuah bentuk
pembelajaran yang tergambarkan dari awal sampai akhir
pembelajaran yang dikemas secara khas oleh seorang pendidik.
Dengan kata lain, model pembelajaran adalah bingkai atau bungkus
dari pengaplikasian suatu metode, pendekatan dan teknik
pembelajaran. Namun demikian, terkadang penggunaan istilah
model pembelajaran sering disamakan dengan strategi
pembelajaran
2 Pendekatan
Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran merupakan sudut pandang atau titik tolak
guru terhadap proses berlangsungnya pembelajaran, yang merujuk
terhadap pandangan akan terjadinya sebuah proses yang sifatnya
masih sangat general atau umum, didalamnya mewadahi,
menguatkan, menginsiprasi dan melatari metode dalam suatu
pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Dilihat dari jenisnya, pendekatan pembelajaran terbagi menjadi dua
jenis pendekatan, yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi
pada peserta didik dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi
pada pendidik.
3 Strategi
Pembelajaran
Dilihat dari jenisnya, strategi pembelajaran bisa dikelompokkan ke
dalam dua bagian, yaitu exposition-discovery learning dan group-
individual learning. Sedangkan jika ditinjau dari cara pengolahan
dan penyajiannya, strategi pembelajaran bisa dibedakan menjadi 2
macam, yaitu strategi pembelajaran induktif dan strategi
pembelajaran deduktif.
4 Metode
Pembelajaran
Metode pembelajaran bisa diartikan sebagai sebuah cara yang
dipergunakan dalam pengimplementasian rencana yang telah
disusun dalam suatu kegiatan nyata untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Ada beberapa metode pembelajaran yang bisa
dipergunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran,
yaitu metode ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi,
laboratorium, pengalaman lapangan, brainstorming, debat dan lain
sebagainya.
5 Teknik
Pembelajaran
Teknik pembelajaran bisa diartikan sebagai sebuah cara yang
dilakukan seorang guru dalam mengimplementasikan metode
pembelajaran secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode
ceramah di sebuah kelas dengan jumlah peserta didik yang terbatas
tentunya secara teknis harus berbeda dengan penggunaan metode
ceramah di kelas dengan jumlah peserta didik yang banyak.
16. Jelaskan factor – factor penentu dalam pemilihan strategi pembelajaran!
Jawab :
Faktor – faktor penentu dalam pemilihan strategi pembelajaran diantaranya:
1) Tujuan Pembelajaran atau Kompetensi Siswa
Tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai siswa merupakan faktor
utama yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar. Ada beberapa
tingkatan dalam tujuan pembelajaran, tujuan yang paling tinggi yaitu Tujuan
Pendidikan Nasional (TPN), kemudian dijabarkan pada Tujuan Satuan Pendidikan
(institusional), Tujuan Bidang Studi/Mata Pelajaran, dan Tujuan Pembelajaran
(Instruksional).
2) Karakteristik Bahan Pelajaran/Materi Pelajaran
Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode mengajar adalah
karakteristik bahan pelajaran yang memiliki aspek-aspek yang harus dipenuhi.
3) Waktu yang Digunakan
Pemilihan metode mengajar juga harus memperhatikan alokasi waktu yang tersedia
dalam jam pelajaran, ada beberapa metode mengajar yang dianggap relatif banyak
menggunakan waktu, seperti metode pemecahan masalah, dan inkuiri. Penggunaan
metode ini kurang tepat jika digunakan pada jam pelajaran yang alokasi waktunya
relatif singkat sehingga penguasaan materi tidak akan optimal demikian pula dengan
pembentukan kemampuan siswa.
4) Faktor Siswa (Peserta Didik)
Faktor siswa merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam
pemilihan metode mengajar, selain faktor-faktor yang telah dikemukakan di atas.
Aspek yang berkaitan dengan faktor siswa terutama pada aspek kesegaran mental
(faktor antusias dan kelelahan), jumlah siswa dan kemampuan siswa
5) Fasilitas, Media, dan Sumber Belajar
Supaya memperoleh basil belajar yang optimal maka setiap peristiwa pembelajaran
harus dirancang secara sistematis dan sistemik. Prinsip-prinsip belajar yang dijadikan
landasan dalam pembelajaran diantaranya adalah ketersediaan fasilitas, media, dan
sumber belajar. Guru tidak akan memilih metode mengajar yang memungkinkan
menggunakan fasilitas atau alat belajar yang beragam jika di sekolahnya tidak
memiliki fasilitas dan alai belajar yang lengkap.
17. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari proses pengolahan pesan!
Jawab :
1) Strategi pembelajaran deduktif
Pembelajaran deduktif merupakan imbangan yang sangat dekat bagi model
pembelajaran induktif. Keduanya dirancang untuk mengajarkan knsep dan
generalisasi, mengandalkan contoh dan bergantung pada keterlibatan guru secara aktif
dalan membimbing siswa. Perbedaan terletak pada urutan kejadian selama
pembelajaran, keterampilan berpikir, cara memotivasi dan waktu yang diperlukan
serta biasanya pada pembelajaran pendekatan deduktif seorang guru harus lebih aktif
daripada siswanya. Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, Tanya jawab
dan simulasi.
2) Stategi pembelajaran induktif
Strategi pembelajaran induktif menurut Hilda Taba adalah pola dan urutan tingkah
laku guru untuk menampung semua variable-variabel pembelajaran secara sadar dan
sistematis (Suprihadi, 1993: 93).
18. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari pihak pengolah pesan!
Jawab :
1) Strategi Pembelajaran Ekspositorik
Adalah strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara
verbal seorang guru/instruktur kepada sekelompok peserta latih dengan maksud agar
peserta latih dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
2) Strategi pembelajaran heuristic
Heuristik berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein, yang berarti “Saya Menemukan”
strategi ini berkembang menjadi sebuah strategi pembelajaran yang menekankan pada
aktivitas siswa dalam memahami materi pembelajaran dengan menjadikan “heuriskein
(saya menemukan)” sebagai acuan. Strategi ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran
haruslah dapat menstimulus siswa agar aktif dalam proses pembelajaran, seperti
memahami materi pelajaran, bisa merumuskan masalah, menetapkan hipotesis, mencari
data/fakta, memecahkan masalah dan mempresentasikannya(Dimyati & Mudjiono).
19. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari pertimbangan pengaturan guru.
Jawab :
1) Strategi pembelajaran seorang guru/instruktur
yaitu guru mengajar sejumlah siswa.
2) Strategi pembelajaran beregu
Yaitu pembelajaran yang dilaksanakan oleh dua guru atau lebih guru untuk sejumlah
siswa.
20. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari pertimabangan jumlah siswa!
Jawab:
1) strategi pembelajaran klasikal: adalah model pembelajaran yang kita lihat sehari –
hari. Pada model ini guru mengajar sejumlah peserta didik, biasanya antara 30 sampai
dengan 40 orang peserta didik di dalam sebuah ruangan. biasa dilakukan di SD.
2) strategi pembelajaran kelompok kecil, yakni suatu model pembelajaran yang
mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok
mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan
jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda
serta memperhatikan kesetaraan jender.
3) strategi pembelajaran individual: yakni siswa belajar secara perseorangan sehingga
siswa dapat maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Model Pembelajaran
Individual menawarkan solusi terhadap masalah peserta didik yang beraneka ragam
tersebut. Pembelajaran individual memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk menentukan sendiri tempat, waktu, kapan dirinya merasa siap untuk menempuh
ulangan atau ujian.
21. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari interaksi guru dan siswa!
Jawab :
Berdasarkan interaksi antara guru dengan siswa, ada dua strategi pembelajaran, yaitu
strategi pembelajaran tatap muka dan strategi pembelajaran melalui media.
1) Strategi belajar mengajar tatap muka
Berdasarkan makna belajar dan pembelajaran di atas maka dapat diasumsikan bahwa
pembelajaran tatap muka merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk
mendukung proses belajar peserta didik secara tatap muka, dengan memperhitungkan
kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian
eksternal yang berlangsung di dalam peserta didik yang dapat diketahui atau
diprediksi selama proses tatap muka.
2) Strategi belajar mengajar melalui media
Strategi pengajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara
mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, serta waktu
yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditentukan. Dalam menentukan strategi pengajaran dengan memadukan
teknologi dan media, dalam pembelajaran tentunya harus mempertimbangkan
berbagai faktor karena mengingat penggunaan teknologi dan media yang berpengaruh
memungkinkan kecepatan transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik.
Selain itu, akan mempengaruhi hasil belajar siswa, usia siswa dan juga kenyamanan
menerapkan strategi yang digunakan. Maka bagi pendidik harus selektif pada
pilihannya dan menggunakan berbagai pendekatan yang membantu peserta didik
untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan. Syaiful Bhari (2005:126)
mengemukakan beberapa strategi pengajaran dengan memadukan teknologi dan
media yang dapat dilakukan pada aktivitas pembelajaran, diantaranya dengan
presentasi, demonstrasi, latihan dan praktik, tutorial, diskusi, belajar kooperatif,
permainan, simulasi, penemuan dan penyelesaian masalah.
DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Z. (2002). Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan Cendekia.
Briggs, L. (1979). Principles ot instructional Design. New York: USA.
Dedi Supriawan, A. B. (1990). Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-
IKIP Bandung.
Herdian, S. M. (2012, Maret 17). MODEL, METODE, STRATEGI, PENDEKATAN DAN
TEKNIK PEMBELAJARAN. Retrieved from Herdian, S.Pd, M.Pd.:
https://herdy07.wordpress.com/2012/03/17/model-metode-strategi-pendekatan-dan-
teknik-pembelajaran/
Mukhidin. (2019). Kurikulum Pembelajaran Vokasional. Bandung: Gapura Press.
Nasution, S. (2003). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta:
Bumi Aksara, Jakarta.
Senjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Tryastyana, I. G. (2011, 12 12). Strategi Pembelajaran. Retrieved from The Bali Buzz:
http://rah-toem.blogspot.com/2011/12/strategi-pembelajaran.html

Kuis spte

  • 1.
    KUIS STRATEGI BELAJARTEKNIK ELEKTRO UBAIDILLAH 1804487/ PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO A 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan belajar! Jawab : menurut Sudjana (1989 : 28), belajar merupakan proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu. Sedangkan belajar menurut Gagne (1984), adalah suatu proses perubahan perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Menurut Sadirman (2011: 26-28), secara umum ada tiga tujuan belajar, yaitu: 1) Untuk Memperoleh Pengetahuan. Hasil dari kegiatan belajar dapat ditandai dengan meningkatnya kemampuan berfikir seseorang. Jadi, selain memiliki pengetahuan baru, proses belajar juga akan membuat kemampuan berfikir seseorang menjadi lebih baik. 2) Menanamkan Konsep dan Keterampilan. Dalam hal ini, keterampilan jasmani adalah kemampuan individu dalam penampilan dan gerakan yang dapat diamati. Keterampilan ini berhubungan dengan hal teknis atau pengulangan. 3) Membentuk Sikap. Kegiatan belajar juga dapat membentuk sikap seseorang. Dalam hal ini, pembentukan sikap mental peserta didik akan sangat berhubungan dengan penanaman nilai-nilai sehingga menumbuhkan kesadaran di dalam dirinya. 2. Esensi belajar adalah terjadinya proses perubahan. Jelaskan perubahan yang seperti apa yang dimaksud pada pertanyaan ini! Jawab : perubahan perilaku sebagai hasil belajar diklarifikasikan menjadi tiga domain yaitu : 1) Kognitif Kognitif meliputi perilaku daya cipta, yaitu berkaitan dengan kemampuan intelektual manusia, antara lain : kemampuan mengingat (knowledge), memahami (comprehension), menerapkan (application), menganalisis (analysis), dan mengevaluasi (evaluation). 2) Afektif afektif adalah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. 3) Psikomotorik sikomotor merupakan yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk
  • 2.
    kecenderungan-kecenderungan berperilaku). psikomotoradalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya 3. Jelaskan yang dimaksud pembelajaran! Jawab : pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan oleh seorang guru atau pendidik untuk membelajarkan siswa yang belajar dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Menurut Gagne dan Briggs (1979 : 41) pembelajaran adalah suatu system yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupauntuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Sedangkan definisi pembelajaran menurut Zaenal Aqib (2002 : 41) adalah suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur – unsur manusiawi, materil, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran serta mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan masyarakat sehari – hari dengan mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. Dengan arti lain bahwa pembelajaran merupakan usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar sebagai hasil perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar dengan mendapatkan kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama karena adanya usaha. 4. Jelaskan prinsip - prinsip dalam belajar! Jawab : 1) Proses Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berfikir dan merasakan. Seorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaannya aktif. Aktivitas pikiran perasaan itu sendiri tidak dapat diamati orang lain akan tetapi dirasakan oleh yang bersangkutan. Guru tidak dapat melihat aktivitas pikiran dan perasaan siswa. Guru melihat dari kegiatan siswa sebagai aktivitas pikiran dan perasaan siswa, sebagai contoh siswa bertanya , menanggapi, menjawab pertanyaan, memecahkan persoalan, melaporkan hasil kerja, membuat rangkuman. Itu semua gejala yang tampak dari aktivitas mental dan emosional siswa. 2) Perubahan perilaku Hasil belajar akan tampak pada perubahan perilaku individu yang belajar. Seseorang yang belajar akan mengalami perubahan perilaku sebagai akibat kegiatan belajarnya, pengetahuan, dan keterampilannya berambah, dan penguasaan nilai – nilai dan sikap bertambah pula. Menurut para ahli psikologi tidak semua perubahan perilaku sebagai hasil belajar. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar di klasifikasikan menjadi tiga domain yaitu : (1) kognitif, (2) Afektif, dan (3) Psikomotorik 3) Pengalaman Belajar adalah mengalami, dalam arti bahwa belajar terjadi karena individu berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan social. Lingkungan fisik adalah lingkungan disekitar individu baik dalam bentuk alam sekitar (natural) maupun dalam bentuk ciptaan manusia (cultural). Lingkungan pembelajaran yang baik ialah lingkungan yang merangsang dan menantang siswa untuk belajar. Guru yang mengajar tanpa menggunakan alat tentu kurang merangsang / menantang
  • 3.
    siswa untuk belajarapalagi bagi siswa SD yang perkembangan intelektualnya masih membutuhkan alat peraga. Semua lingkungan yang diperlukan untuk belajar siswa ini akan menjadi bahan belajar dan pembelajaran yang efektif. 5. Jelaskan prinsip - prinsip dalam pembelajaran! Jawab : 1) Perhatian dan Motivasi Perhatian mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar. Menurut Gage dan Berliner dalam Dimyati dan Mudjiono (2009:42), dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Motivasi dapat bersifat internal, artinya datang dari dirinya sendiri, dapat juga bersifat eksternal yakni dari orang lain, guru, teman, orang tua dan sebagainya. Motivasi dibedakan atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Motif Intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Contoh, seorang siswa yang dengan sungguh-sungguh mempelajari mata pelajaran di sekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya. Sedangkan Motif Ekstrinsik adalah tenaga pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi penyertanya. Contoh, siswa belajar bersungguh-sungguh bukan disebabkan ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya melainkan didorong oleh keinginan naik kelas atau mendapat ijazah. 2) Keaktifan Menurut Thomas M. Risk dalam Zakiah Daradjat, “teaching is theguidance of learning experiences.” Mengajar adalah proses membimbing pengalaman belajar. Pengalaman tersebut diperoleh apabila peserta didik mempunyai keaktifan untuk bereaksi terhadap lingkungannya. Apabila seorang anak ingin memecahkan suatu persoalan dia harus dapat berpikir sistematis atau menurut langkah-langkah tertentu, termasuk ketika dia menginginkan suatu keterampilan tentunya harus pula dapat menggerakkan otot-ototnya untuk mencapainya Prinsip aktivitas di atas menurut pandangan psikologis bahwa segala pengetahuan harus diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman sendiri. Jiwa memiliki energi sendiri dan dapat menjadi aktif karena didorong oleh kebutuhan-kebutuhan. Jadi, dalam pembelajaran yang mengolah dan mencerna adalah peserta didik sesuai dengan kemauan, kemampuan, bakat dan latar belakang masing-masing, guru hanya merangsang keaktifan peserta didik dengan menyajikan bahan pelajaran. 3) Keterlibatan Langsung Prinsip keterlibatan langsung merupakan hal yang penting dalam pembelajaran. Pembelajaran sebagai aktivitas mengajar dan belajar, maka guru harus terlibat langsung begitu juga peserta didik. Prinsip keterlibatan langsung ini mencakup keterlibatan langsung secara fisik maupun non fisik. Prinsip ini diarahkan agar peserta didik merasa dirinya penting dan berharga dalam kelas sehingga dia bisa menikmati jalannya pembelajaran.. 4) Pengulangan
  • 4.
    Dalam pembelajaran masihsangat dibtuhkan pengulangan - pengulangan atau latihan – latihan. Hubungan stimiulus dan respons akan bertambah erat kalau sering dipakai dan akan berkurang bahkan hilang sama sekali jika jarang atau tidak pernah digunakan. Oleh karena itu, perlu banyak latihan, pengulangan dan pembiasaan. (Belajar dan Pembelajaran,hal.43). 5) Proses Individual Nasution dalam Ahmad Rohani menyarankan empat cara untuk menyesuaikan pelajaran dengan kesanggupan individual : 1) Pengajaran individual, peserta didik menerima tugas yang diselesaikan menurut kecepatan masing – masing. 2) Tugas tambahan, peserta didik yang pandai mendapat tugas tambahan, diluar tugas umum bagi seluruh kelas sehingga hubungan kelas selalu terpelihara. 3) Pengajaran proyek, peserta didik mengajarkan sesuatu yang sesuai dengan minat serta kesanggupannya. 4) Pengelompokan menurut kesanggupan, kelas dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri atas peserta didik yang mempunyai kesanggupan yang sama. Perbedaan individual harus menjadi perhatian bagi para guru dalam empersiapkan pembelajaran dalam kelasnya. Karena perbedaan individual merupakan suatu prinsip dalam pembelajaran yang tidak boleh dikesampingkan demi keberhasilan dalam proses pembelajaran. (Pengelolaan Pengajaran, hal.17). 6) Tantangan Agar pada diri peserta didik timbul motif yang kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik, maka materi pembelajaran juga harus menantang sehingga peserta didik bergairah untuk mengatasinya. Hal ini sejalan dengan prinsip pembelajaran dengan salah satu prinsip konsep contextual teaching and learning yaitu inkuiri. Di mana dijelaskan bahwa inkuiri merupakan proses pembelajaran yang berdasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Jadi, peserta didik akan bersungguh-sungguh dalam menemukan masalahnya terlebih dahulu kemudian menemukan sendiri jalan keluarnya.. (Belajar dan Pembelajaran,hal.48). 7) Balikan dan Penguatan Format sajian berupa Tanya jawab, eksperimen, diskusi, metode penemuan sebagainya merupakan cara pembelajaran yang memungkinkan terjadinya balikan dan penguatan. Balikan yang diperoleh peserta didik setelah belajar dengan menggunakan metode – metode akan menarik yang membuat peserta didik terdorong untuk belajar lebih bersemangat. (Ibid,hal.49) 6. Jelaskan ciri – ciri dalam pembelajaran! Jawab : Dalam bukunya Dr. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa terdapat tiga ciri khas yang berisi dalam sistem pembelajaran, yakni: 1) Rencana Rencana adalah penataan ketenagaan pendidik, material, serta prosedur yang menjadi unsur – unsur dalam sistem pembelajaran di suatu rencana khusus. 2) Kesalingketergantungan (interdependence)
  • 5.
    Saling ketergantungan disiniadalah unsur – unsur sistem pembelajaran yang selaras dalam suatu keseluruhan. Setiap unsur sifatnya esensial dan masing – masingnya memberikan sumbangsih pada sistem pemebelajaran. 3) Tujuan Sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem pemerintahan, semuanya memiliki tujuan. 7. Jelaskan perbedaan fungsi pembelajaran sebagai system dan sebagai proses! Jawaban : Pembelajaran sebagai sistem adalah cara atau perbuatan yang membuat seseorang dapat belajar melalui komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mecapai suatu hasil yang diharapkan yang sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Pembelajaran sebagai proses merupakan upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar, meliputi : Persiapan, Melaksanakan kegiatan pembelajaran, Menindaklanjuti pembelajaran. 8. Jelaskan peristiwa yang terjadi dalam proses pembelajaran! Jawab : Proses pembelajaran meliputi kegiatan dari membuka sampai menutup pelajaran, sebagai berikut: 1) Kegiatan awal, yaitu : melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan bila dianggap perlu memberikan pre-test; 2) Kegiatan inti, yaitu kegiatan utama yang dilakukan guru dalam memberikan pengalaman belajar, melalui berbagai strategi dan metode yang dianggap sesuai dengan tujuan dan materi yang akan disampaikan; 3) Kegiatan akhir, yaitu menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan pemberian tugas atau pekerjaan rumah bila dianggap perlu. 9. Proses pembelajaran itu memerlukan seni, keahlian, dan ilmu. Jelaskan pernyataan ini! Jawab : Dalam proses pembelajaran, pendidik diharapkan menguasai isi materi pembelajaran secara memadai serta piawai dalam cara penyampaian isi materi pembelajaran agar para peserta didik dapat dengan efektif menguasai materi pembelajaran. Pendidikan dapat dipelajari melalui ilmu pendidikan, namun demikian pendidikan juga merupakan seni. Alasannya adalah bahwa praktek pendidikan melibatkan perasaan dan nilai yang sebenarnya di luar daerah ilmu. Seni mendidik itu merupakan (1) keterampilan jenius yang hanya dimiliki beberapa orang, (2) mereka tidak dapat menjelaskan secara sistematis bagaimana mereka mempraktekan keterampilan itu. Pendidikan adalah aplikasi ilmu sekaligus pula adalah seni. 10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran! Berikan contohnya! Jawab : Menurut Soekamto, dkk (dalam Nurulwati,2000:10) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis
  • 6.
    dalam mengorganisasikan pengalamanbelajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar. Contoh, jenis model pembelajaran Examples Non Examples contoh dapat dari kasus atau gambar yang relevan. Contoh : Portofolio, Tugas Mandiri, Tim Quiz, Proyek, Penilaian diri dan teman, Tebak kata, Magang (cooperative study) 11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendekatan pembelajaran! Berikan contohnya! Jawab : Pengertian pendekatan pembelajaran menurut Nuryanu (2012:92) adalah sebuah perspektif akan teori yang berperan sebagai landasan dalam memilih metode dan teknik pembelajaran. Proses ini digunakan para guru dalam mempersiapkan hingga menyajikan bahan pelajaran yang akan di ajarkan pada siswa. Singkatnya, pendekatan pembelajaran adalah sebuah perspektif akan teori yang berperan sebagai landasan dalam memilih metode dan teknik pembelajaran. Contoh : (1) Pendekatan Konstruktivisme, Dalam pendekatan tersebut siswa-siswi diberdayakan melalui pengetahuan yang mereka miliki. Mereka akan saling berbagi strategi berpikir secara kritis tentang proses memecahkan masalah. dan (2) Pendekatan Pemecahan Masalah, Saat proses pembelajaran di dalam kelas, guru menghadapkan siswa dalam sebuah masalah terlebih dahulu lalu menugaskan siswa agar mampu mencari solusi untuk mengupayakan proses pemecahan masalah tersebut. 12. Jelaskan apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran! Berikan contohnya! Jawab : Menurut Suparman (1997:157) Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, dan waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Menurut Alim Sumarno (2011) Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang dipilih oleh pembelajar atau instruktur dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan fasilitas kepada pebelajar menuju kepada tercapainya tujuan pembelajaran tertentu yang telah ditetapkan. Hal ini dikarenakan siswa memiliki perbedaan dalam hal kemampuan, motivasi untuk belajar, keadaan latar belakang sosio budaya dan tingkat ekonominya. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan dan hasil belajar siswa untuk mengembangkan pengetahuan keterampilan dan sikapnya. Contoh metode, teknik dan alat yang menjadi bagian di dalam pelaksanaan sesuatu strategi pembelajaran diantaranya adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, debat, simulasi, laboratorium, pengalaman lapangan, brainstorming, simposium, bermain peran, LCD, video-tape, karya wisata, penggunaan nara sumber dan lain sebagainya. 13. Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran! Berikan contohnya! Jawab :
  • 7.
    Metode pembelajaran adalahsuatu metode yang merujuk pada cara yang akan digunakan oleh pendidik untuk mencapai tujuan dari kegiatan belajar mengajar, agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Merujuk pada pengertian metode pembelajaran ini, maka jelas bahwa metode pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan dari proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, setiap pendidik wajib menguasai segala pengetahuan tentang metode pembelajaran dan menemukan apa saja jenis metode pembelajaran yang cocok untuk diterapkan untuk tujuan pelajaran yang mereka ampu. Memang tidak mudah untuk mewujudkannya, karena sebelum menemukan metode pembelajaran yang terbaik untuk peserta didiknya, pendidik perlu memperhatikan beberapa hal, termasuk karakteristik peserta didik. Contoh dari metode pembelajaran diantaranya: (1) metode pembelajaran role play (bermain peran) (2) metode pembelajaran billboard ranking, yakni digunakan untuk membahas tentang pelajaran yang berhubungan dengan hikmah-hikmah. 14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan teknik pembelajaran! Berikan contohnya! Jawab : Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (2005: 1158) teknik adalah metode atau sistem mengerjakan sesuatu, cara membuat atau seni melakukan sesuatu. Gerlach dan Ely (Hamzah B Uno, 2009: 2) mengartikan teknik sebagai jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kearah tujuan yang ingin dicapai. Dengan kata lain Teknik merupakan suatu alat yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan bahan-bahan pengajaran yang telah dipilih untuk peserta didik. Teknik yang dipilih haruslah sesuai dengan pelajaran yang digunakan dan seirama dengan pendekatan yang digunakan. Contoh teknik pembelajaran yaitu: ceramah, diskusi, tenya jawab, inquiri, dan lain lain; 15. Buatlah matrik perbedaan antara model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran! Jawab : Berikut matrik perbedaannya: No. Keterangan Perbedaan 1 Model Pembelajaran Model pembelajaran hakikatnya adalah sebuah bentuk pembelajaran yang tergambarkan dari awal sampai akhir pembelajaran yang dikemas secara khas oleh seorang pendidik. Dengan kata lain, model pembelajaran adalah bingkai atau bungkus dari pengaplikasian suatu metode, pendekatan dan teknik pembelajaran. Namun demikian, terkadang penggunaan istilah model pembelajaran sering disamakan dengan strategi pembelajaran 2 Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran merupakan sudut pandang atau titik tolak guru terhadap proses berlangsungnya pembelajaran, yang merujuk terhadap pandangan akan terjadinya sebuah proses yang sifatnya masih sangat general atau umum, didalamnya mewadahi, menguatkan, menginsiprasi dan melatari metode dalam suatu pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari jenisnya, pendekatan pembelajaran terbagi menjadi dua jenis pendekatan, yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi
  • 8.
    pada pendidik. 3 Strategi Pembelajaran Dilihatdari jenisnya, strategi pembelajaran bisa dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu exposition-discovery learning dan group- individual learning. Sedangkan jika ditinjau dari cara pengolahan dan penyajiannya, strategi pembelajaran bisa dibedakan menjadi 2 macam, yaitu strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. 4 Metode Pembelajaran Metode pembelajaran bisa diartikan sebagai sebuah cara yang dipergunakan dalam pengimplementasian rencana yang telah disusun dalam suatu kegiatan nyata untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada beberapa metode pembelajaran yang bisa dipergunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, yaitu metode ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, laboratorium, pengalaman lapangan, brainstorming, debat dan lain sebagainya. 5 Teknik Pembelajaran Teknik pembelajaran bisa diartikan sebagai sebuah cara yang dilakukan seorang guru dalam mengimplementasikan metode pembelajaran secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah di sebuah kelas dengan jumlah peserta didik yang terbatas tentunya secara teknis harus berbeda dengan penggunaan metode ceramah di kelas dengan jumlah peserta didik yang banyak. 16. Jelaskan factor – factor penentu dalam pemilihan strategi pembelajaran! Jawab : Faktor – faktor penentu dalam pemilihan strategi pembelajaran diantaranya: 1) Tujuan Pembelajaran atau Kompetensi Siswa Tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai siswa merupakan faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar. Ada beberapa tingkatan dalam tujuan pembelajaran, tujuan yang paling tinggi yaitu Tujuan Pendidikan Nasional (TPN), kemudian dijabarkan pada Tujuan Satuan Pendidikan (institusional), Tujuan Bidang Studi/Mata Pelajaran, dan Tujuan Pembelajaran (Instruksional). 2) Karakteristik Bahan Pelajaran/Materi Pelajaran Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode mengajar adalah karakteristik bahan pelajaran yang memiliki aspek-aspek yang harus dipenuhi. 3) Waktu yang Digunakan Pemilihan metode mengajar juga harus memperhatikan alokasi waktu yang tersedia dalam jam pelajaran, ada beberapa metode mengajar yang dianggap relatif banyak menggunakan waktu, seperti metode pemecahan masalah, dan inkuiri. Penggunaan metode ini kurang tepat jika digunakan pada jam pelajaran yang alokasi waktunya relatif singkat sehingga penguasaan materi tidak akan optimal demikian pula dengan pembentukan kemampuan siswa. 4) Faktor Siswa (Peserta Didik) Faktor siswa merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar, selain faktor-faktor yang telah dikemukakan di atas.
  • 9.
    Aspek yang berkaitandengan faktor siswa terutama pada aspek kesegaran mental (faktor antusias dan kelelahan), jumlah siswa dan kemampuan siswa 5) Fasilitas, Media, dan Sumber Belajar Supaya memperoleh basil belajar yang optimal maka setiap peristiwa pembelajaran harus dirancang secara sistematis dan sistemik. Prinsip-prinsip belajar yang dijadikan landasan dalam pembelajaran diantaranya adalah ketersediaan fasilitas, media, dan sumber belajar. Guru tidak akan memilih metode mengajar yang memungkinkan menggunakan fasilitas atau alat belajar yang beragam jika di sekolahnya tidak memiliki fasilitas dan alai belajar yang lengkap. 17. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari proses pengolahan pesan! Jawab : 1) Strategi pembelajaran deduktif Pembelajaran deduktif merupakan imbangan yang sangat dekat bagi model pembelajaran induktif. Keduanya dirancang untuk mengajarkan knsep dan generalisasi, mengandalkan contoh dan bergantung pada keterlibatan guru secara aktif dalan membimbing siswa. Perbedaan terletak pada urutan kejadian selama pembelajaran, keterampilan berpikir, cara memotivasi dan waktu yang diperlukan serta biasanya pada pembelajaran pendekatan deduktif seorang guru harus lebih aktif daripada siswanya. Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, Tanya jawab dan simulasi. 2) Stategi pembelajaran induktif Strategi pembelajaran induktif menurut Hilda Taba adalah pola dan urutan tingkah laku guru untuk menampung semua variable-variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis (Suprihadi, 1993: 93). 18. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari pihak pengolah pesan! Jawab : 1) Strategi Pembelajaran Ekspositorik Adalah strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal seorang guru/instruktur kepada sekelompok peserta latih dengan maksud agar peserta latih dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. 2) Strategi pembelajaran heuristic Heuristik berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein, yang berarti “Saya Menemukan” strategi ini berkembang menjadi sebuah strategi pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa dalam memahami materi pembelajaran dengan menjadikan “heuriskein (saya menemukan)” sebagai acuan. Strategi ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran haruslah dapat menstimulus siswa agar aktif dalam proses pembelajaran, seperti memahami materi pelajaran, bisa merumuskan masalah, menetapkan hipotesis, mencari data/fakta, memecahkan masalah dan mempresentasikannya(Dimyati & Mudjiono). 19. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari pertimbangan pengaturan guru.
  • 10.
    Jawab : 1) Strategipembelajaran seorang guru/instruktur yaitu guru mengajar sejumlah siswa. 2) Strategi pembelajaran beregu Yaitu pembelajaran yang dilaksanakan oleh dua guru atau lebih guru untuk sejumlah siswa. 20. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari pertimabangan jumlah siswa! Jawab: 1) strategi pembelajaran klasikal: adalah model pembelajaran yang kita lihat sehari – hari. Pada model ini guru mengajar sejumlah peserta didik, biasanya antara 30 sampai dengan 40 orang peserta didik di dalam sebuah ruangan. biasa dilakukan di SD. 2) strategi pembelajaran kelompok kecil, yakni suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. 3) strategi pembelajaran individual: yakni siswa belajar secara perseorangan sehingga siswa dapat maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Model Pembelajaran Individual menawarkan solusi terhadap masalah peserta didik yang beraneka ragam tersebut. Pembelajaran individual memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan sendiri tempat, waktu, kapan dirinya merasa siap untuk menempuh ulangan atau ujian. 21. Jelaskan jenis – jenis strategi pembelajaran ditinjau dari interaksi guru dan siswa! Jawab : Berdasarkan interaksi antara guru dengan siswa, ada dua strategi pembelajaran, yaitu strategi pembelajaran tatap muka dan strategi pembelajaran melalui media. 1) Strategi belajar mengajar tatap muka Berdasarkan makna belajar dan pembelajaran di atas maka dapat diasumsikan bahwa pembelajaran tatap muka merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik secara tatap muka, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian eksternal yang berlangsung di dalam peserta didik yang dapat diketahui atau diprediksi selama proses tatap muka. 2) Strategi belajar mengajar melalui media Strategi pengajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dalam menentukan strategi pengajaran dengan memadukan teknologi dan media, dalam pembelajaran tentunya harus mempertimbangkan berbagai faktor karena mengingat penggunaan teknologi dan media yang berpengaruh memungkinkan kecepatan transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Selain itu, akan mempengaruhi hasil belajar siswa, usia siswa dan juga kenyamanan menerapkan strategi yang digunakan. Maka bagi pendidik harus selektif pada pilihannya dan menggunakan berbagai pendekatan yang membantu peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan. Syaiful Bhari (2005:126) mengemukakan beberapa strategi pengajaran dengan memadukan teknologi dan
  • 11.
    media yang dapatdilakukan pada aktivitas pembelajaran, diantaranya dengan presentasi, demonstrasi, latihan dan praktik, tutorial, diskusi, belajar kooperatif, permainan, simulasi, penemuan dan penyelesaian masalah.
  • 12.
    DAFTAR PUSTAKA Aqib, Z.(2002). Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan Cendekia. Briggs, L. (1979). Principles ot instructional Design. New York: USA. Dedi Supriawan, A. B. (1990). Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK- IKIP Bandung. Herdian, S. M. (2012, Maret 17). MODEL, METODE, STRATEGI, PENDEKATAN DAN TEKNIK PEMBELAJARAN. Retrieved from Herdian, S.Pd, M.Pd.: https://herdy07.wordpress.com/2012/03/17/model-metode-strategi-pendekatan-dan- teknik-pembelajaran/ Mukhidin. (2019). Kurikulum Pembelajaran Vokasional. Bandung: Gapura Press. Nasution, S. (2003). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara, Jakarta. Senjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Tryastyana, I. G. (2011, 12 12). Strategi Pembelajaran. Retrieved from The Bali Buzz: http://rah-toem.blogspot.com/2011/12/strategi-pembelajaran.html