1.Teori-teori Belajar
2.Prinsip-Prinsip Belajar
1.pengertian
2. Beberapa Aktivitas yang
termasukbelajar
3.Jenis-jenis aktivitas belajar
• Dalam The Guidance of Learning Activities W.H
Burton (1984) mengemukakan bahwa belajar adalah
proses perubahan tingkah laku pada diri individu
karena adanya interaksi antara individu dengan
individu dan individu dengan lingkungannya sehingga
mereka lebih mampu berinteraksi dengan
lingkungannya.
• Ernest R. Hilgard dalam Introduction to Psychology
mendefinisikan belajar sebagai suatu proses
perubahan kegiatan, reaksi terhadap lingkungan.
• H.C Witherington dalam Educational Psychology
menjelaskan pengertian belajar sebagai suatu
perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri
sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa kecakapan
sikap, kebiasaan kepribadian atau suatu pengertian.
• Gage Barlinger mendefinisikan belajar sebagai suatu
proses di mana suatu organisme berubah perilakunya
sebagai akibat dari pengalaman.
Berikut ini dikemukakan beberapa definisi menurut para ahli:
Menurut James O. Wittaker, belajar dapat didefinisikan
sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau
diubah melalui latihan dan pengalaman.
“Learning may be defined as the process by which
behavior originates or is altered through training or
experience.”
Dengan demikian, perubahan-perubahan tingkah laku
akibat pertumbuhan fisik atau kematangan, kelelahan,
penyakit, atau pengaruh obat-obatan adalah tidak
termasuk sebagai belajar.
Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di
atas, dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang
berjudul “Educational Psychology” sebagai berikut:
“Learning is shown by change in behavior as result of
expe-rience.” (Cronbach, 1954:p.47). ( Belajar adalah
proses dimana tingkah laku (dalam artian luas) di
timbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan).
Menurut pengertian psikologi, belajar merupakan suatu proses
perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari
interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Teori-
Teori
Belajar
Teori
Gestalt
Teori
belajar
menurut J.
Bruner
Teori belajar
dari Piaget.Teori dari R.
Gagne
Purposeful
Learning
Teori ini dikemukakan oleh Koffka
dan Kohler dari Jerman, yang
sekarang menjadi tenar di seluruh
dunia. Hukum yang berlaku pada
pengamatan adalah sama dengan
hukum dalam belajar:
• Gestalt mempunyai sesuatu yang
melebihi jumlah unsur-unsurnya,
• Gestalt timbul lebih dahulu
daripada bagian-bagiannya.
• Jadi dalam belajar yang penting
adalah adanya penyesuaian
pertama yaitu memperoleh
respon yang tepat untuk
memecahkan problem yang
dihadapi. Belajar yang penting
bukan mengulangi hal-hal yang
harus dipelajari, tetapi mengerti
dan memperoleh insight
(wawasan).
Prinsip belajar menurut
teori Gestalt
• Belajar berdasarkan
keseluruhan
• Belajar adalah suatu
proses perkembangan
• Siswa sebagai organisme
keseluruhan
• Terjadi transfer
• Belajar adalah
reorganisasi pengalaman
• Belajar harus dengan
insight
• Belajar lebih berhasil
bila berhubungan dengan
minat, keinginan dan
tujuan siswa.
• Belajar berlangsung
terus-menerus
J. BRUNER
– Kata Bruner belajar tidak untuk mengubah tingkah
laku seseorang tetapi untuk mengubah kurikulum
sekolah menjadi sedemikian rupa sehingga siswa
dapat belajar lebih banyak dan mudah.
– Di dalam proses belajar bruner mementingkan
partisipasi aktif dari tiap siswa, dan mengenal
dengan baik adanya perbedaan kemampuan. Untuk
meningkatkan proses belajar perlu lingkungan yang
dinamakan “Discovery lerning Eksplorasi”, ialah
lingkungan di mana siswa dapat melakukan
eksplorasi, penemuan-penemuan baru yang belum
dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang
sudah diketahui
Pandangan Piaget mengenai perkembangan anak-anak
sebagai berikut:
• Anak Mempunyai struktur mental yang bersedia dengan
orang dewasa. Mereka bukan merupakan orang dewasa
dalam bentuk kecil, mereka mempunyai cara yang khas
untuk menyatakan kenyataan dan untuk menghayati dunia
sekitarnya. Maka memerlukan pelayanan tersendiri dalam
belajar.
• Perkembangan mental pada anak melalui tahap-tahap
tertentu, menurut suatu urusan yang sama bagi semua anak.
• Walupun berlangsungnya tahap-tahap perkembangan itu
melalui suatu urutan tertentu, tetapi jangka waktu untuk
berlatih dari satu tahap ke tahap yang lain tidaklah selalu
sama pada setiap anak.
• Perkembangan mental anak dipengaruhi oleh 4 faktor:
• Kemasakan
• Pengalaman
• Interaksi sosial
• Equllibration (proses dari ketiga faktor di atas bersama-
sama untuk membangun dan memperbaiki struktur mental).
Terhadap masalah belajar Gagne
memberikan dua definisi, yaitu:
• Belajar ialah suatu proses untuk
memperoleh motivasi dalam
pengetahuan,keterampilan,
kebiasaan, dan tingkah laku
• Belajar adalah penguasaan
pengetahuan atau keterampilan yang
diperoleh dari intruksi.
Purposeful Learning
Purposeful Learning adalah belajar
yang dilakukan dengan sadar untuk
mencapai tujuan dan yang:
• Dilakukan siswa sendiri tanpa
perintah atau bimbingan orang lain
• Dilakukan siswa dengan bimbingan
orang lain di dalam situasi belajar-
mengajar di sekolah
Prinsip-Prinsip Belajar
A. Berdasarkan persyaratan
yang diperlukan untuk
belajar
B. Sesuai hakikat belajar
C. Sesuai materi/bahan yang
harus dipelajari
D. Syarat keberhasilan belajar
Berdasarkan persyaratan yang
diperlukan untuk belajar
• Dalam belajar siswa harus diusahakan
partisipasi aktif, meningkatkan minat dan
membimbing untuk mencapai tujuan
intruksional.
• Belajar harus dapat menimbulkan
reinforcement dan motivasi yang kuat pada
siswa untuk mencapai tujuan intruksional
• Belajar perlu lingkungan yang menantang di
mana anak dapat mengembangkan
kemampuannya bereksplorasi dan belajar
dengan efektif.
• Belajar perlu ada interaksi siswa dengan
lingkunganya
Sesuai hakikat belajar
• Belajar itu proses continue,maka
harus tahap demi tahap menurut
perkembanganya
• Belajar adalah proses organisasi,
adaptasi, eksplorasi, dan discovery
• Belajar adalah proses kotinguitas
9hubungan anatara pengertian yang
satu dengan pengertian yang lain)
sehingga mendapatkan pengertian
yang diharapkan. Stimulus yang
diberikan menimbulkan respon yang
diharapkan.
Sesuai materi/bahan yang harus
dipelajari
• Belajar bersifat
keseluruhan dan materi itu
harus memiliki struktur,
penyajian sederhana,
sehingga siswa mudah
menangkap pengertiannya.
• Belajar harus dapat
mengembangkan
kemampuan tertentu
sesuai dengan tujuan
instruksional yang harus
dicapainya.
Syarat keberhasilan belajar
• Belajar memerlukan
sarana yang cukup,
sehingga siswa dapat
belajar dengan tenang.
• Repetisi, dalam proses
belajar perlu ulangan
berkali-kali agar
pengertian/keterampilan/si
kap itu mendalam pada
siswa.
Pengertian Aktivitas Belajar
Aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang
dilakukan dalam proses interaksi ( guru dan siswa dalam
rangka mencapai tujuan belajar).Aktivitas belajar
merupakan aktivitas yang bersifat fisik maupun mental.
Dalam proses belajar kedua aktivitas itu harus saling
berkaitan. Dua aktivitas (Psikis dan Fisik) memang
harus dipandang sebagai hubungan yang erat J.Piaget,
pakar psikologi keturunan Swiss berpendapat: “ Seorang
anak berpikir sepanjang ia berbuat, tanpa berbuat, anak
tidak berpikir. Agar ia berpikir sendiri (aktif) ia harus
diberi kesempatan untuk berbuat sendiri.” Berpikir pada
taraf verbal baru timbul setelah individu berpikir pada
taraf perbuatan. Disini berlaku prinsip learning by doing
learning by experience.
Nanang Hanafiah menjelaskan bahwa aktivitas belajar
dapat memberikan nilai tambah (added value) bagi peserta
didik, berupa hal-hal berikut ini:
• Peserta didik memiliki kesadaran (awareness) untuk belajar
sebagai wujud adanya motivasi internal untuk belajar sejati.
• Peserta didik mencari pengalaman dan langsung mengalami
sendiri, yang dapat memberikan dampak terhadap
pembentukan pribadi yang integral
• Peserta didik belajar dengan menurut minat dan
kemampuannya.
• Menumbuh kembangkan sikap disiplin dan suasana belajar
yang demokratis di kalangan peserta didik.
• Pembelajaran dilaksanakan secara konkret sehingga dapat
menumbuh kembangkan pemahaman dan berfikir kritis
serta menghindarkan terjadinya verbalisme.
• Menumbuh kembangkan sikap kooperatif dikalangan
peserta didik sehingga sekolah menjadi hidup, sejalan dan
serasi dengan kehidupan di masyarakat di sekitarnya
1. Gambaran tentang set Belajar
Suatu set adalah arah atau sikap terhadap pekerjaan. Di
dalam suatu set terdapat berbagai alternatif objek atau materi.
Terhadap beberapa alternatif objek atau materi set ditolak atau
dihindari, sedangkan beberapa objek atau materi yang lainnya
dipilih sebagai set yang akan direalisasikan dalam belajar. Apabila
tidak ada set belajar maka tidak akan banyak yang diperoleh dari
belajar.
Manfaat dari set belajar adalah membuat si pelajar
mempunyai kepekaan terhadap ketepatan berbagai alternative
tindakan mencapai tujuan.set belajar mengarahkan perhatian hal-hal
yang relavan dengan kebutuhan dan motivasi si belajar serta
menemukan tujuan atau alternatif tindakan yang paling baik.
1.Gambaran tentang set Belajar
2. Aktivitas yang termasukBelajar
2. Aktivitas yang termasukBelajar
1. Mendengarkan
2. Memandang
3. Meraba, mencium, dan mencicipi/mencecap
4. Menulis atau mencatat
5. Membaca
6. Membuat ikhtisar atau ringkasan, dan menggarisbawahi
7. Mengamati tabel-tabel, diagram-diagram, dan Bagan-
Bagan
8. Menyusun Paper atau kertas Kerja
9. Mengingat
10. Berpikir
11. Latihan atau Praktek.
Paul B. Diedrich yang dikutip dalam Nanang hanafiah
dan Cucu suhana menyatakan, aktivitas belajar dibagi
ke dalam delapan kelompok, yaitu sebagai berikut:
A. Visual Activities
B. Oral Activities
C. Listening Activities
D. Writing Activities,
E. Drawing Activities
F. Motor Activities,
G. Mental Activities
H. Emotional
Activities,
Belajar

Belajar

  • 2.
    1.Teori-teori Belajar 2.Prinsip-Prinsip Belajar 1.pengertian 2.Beberapa Aktivitas yang termasukbelajar 3.Jenis-jenis aktivitas belajar
  • 3.
    • Dalam TheGuidance of Learning Activities W.H Burton (1984) mengemukakan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. • Ernest R. Hilgard dalam Introduction to Psychology mendefinisikan belajar sebagai suatu proses perubahan kegiatan, reaksi terhadap lingkungan. • H.C Witherington dalam Educational Psychology menjelaskan pengertian belajar sebagai suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa kecakapan sikap, kebiasaan kepribadian atau suatu pengertian. • Gage Barlinger mendefinisikan belajar sebagai suatu proses di mana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman.
  • 4.
    Berikut ini dikemukakanbeberapa definisi menurut para ahli: Menurut James O. Wittaker, belajar dapat didefinisikan sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman. “Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience.” Dengan demikian, perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan, kelelahan, penyakit, atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas, dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul “Educational Psychology” sebagai berikut: “Learning is shown by change in behavior as result of expe-rience.” (Cronbach, 1954:p.47). ( Belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam artian luas) di timbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan).
  • 5.
    Menurut pengertian psikologi,belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Teori- Teori Belajar Teori Gestalt Teori belajar menurut J. Bruner Teori belajar dari Piaget.Teori dari R. Gagne Purposeful Learning
  • 6.
    Teori ini dikemukakanoleh Koffka dan Kohler dari Jerman, yang sekarang menjadi tenar di seluruh dunia. Hukum yang berlaku pada pengamatan adalah sama dengan hukum dalam belajar: • Gestalt mempunyai sesuatu yang melebihi jumlah unsur-unsurnya, • Gestalt timbul lebih dahulu daripada bagian-bagiannya. • Jadi dalam belajar yang penting adalah adanya penyesuaian pertama yaitu memperoleh respon yang tepat untuk memecahkan problem yang dihadapi. Belajar yang penting bukan mengulangi hal-hal yang harus dipelajari, tetapi mengerti dan memperoleh insight (wawasan). Prinsip belajar menurut teori Gestalt • Belajar berdasarkan keseluruhan • Belajar adalah suatu proses perkembangan • Siswa sebagai organisme keseluruhan • Terjadi transfer • Belajar adalah reorganisasi pengalaman • Belajar harus dengan insight • Belajar lebih berhasil bila berhubungan dengan minat, keinginan dan tujuan siswa. • Belajar berlangsung terus-menerus
  • 7.
    J. BRUNER – KataBruner belajar tidak untuk mengubah tingkah laku seseorang tetapi untuk mengubah kurikulum sekolah menjadi sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar lebih banyak dan mudah. – Di dalam proses belajar bruner mementingkan partisipasi aktif dari tiap siswa, dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan. Untuk meningkatkan proses belajar perlu lingkungan yang dinamakan “Discovery lerning Eksplorasi”, ialah lingkungan di mana siswa dapat melakukan eksplorasi, penemuan-penemuan baru yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui
  • 8.
    Pandangan Piaget mengenaiperkembangan anak-anak sebagai berikut: • Anak Mempunyai struktur mental yang bersedia dengan orang dewasa. Mereka bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil, mereka mempunyai cara yang khas untuk menyatakan kenyataan dan untuk menghayati dunia sekitarnya. Maka memerlukan pelayanan tersendiri dalam belajar. • Perkembangan mental pada anak melalui tahap-tahap tertentu, menurut suatu urusan yang sama bagi semua anak. • Walupun berlangsungnya tahap-tahap perkembangan itu melalui suatu urutan tertentu, tetapi jangka waktu untuk berlatih dari satu tahap ke tahap yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak. • Perkembangan mental anak dipengaruhi oleh 4 faktor: • Kemasakan • Pengalaman • Interaksi sosial • Equllibration (proses dari ketiga faktor di atas bersama- sama untuk membangun dan memperbaiki struktur mental).
  • 10.
    Terhadap masalah belajarGagne memberikan dua definisi, yaitu: • Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan,keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku • Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari intruksi.
  • 11.
    Purposeful Learning Purposeful Learningadalah belajar yang dilakukan dengan sadar untuk mencapai tujuan dan yang: • Dilakukan siswa sendiri tanpa perintah atau bimbingan orang lain • Dilakukan siswa dengan bimbingan orang lain di dalam situasi belajar- mengajar di sekolah
  • 12.
    Prinsip-Prinsip Belajar A. Berdasarkanpersyaratan yang diperlukan untuk belajar B. Sesuai hakikat belajar C. Sesuai materi/bahan yang harus dipelajari D. Syarat keberhasilan belajar
  • 13.
    Berdasarkan persyaratan yang diperlukanuntuk belajar • Dalam belajar siswa harus diusahakan partisipasi aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan intruksional. • Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan intruksional • Belajar perlu lingkungan yang menantang di mana anak dapat mengembangkan kemampuannya bereksplorasi dan belajar dengan efektif. • Belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkunganya
  • 14.
    Sesuai hakikat belajar •Belajar itu proses continue,maka harus tahap demi tahap menurut perkembanganya • Belajar adalah proses organisasi, adaptasi, eksplorasi, dan discovery • Belajar adalah proses kotinguitas 9hubungan anatara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain) sehingga mendapatkan pengertian yang diharapkan. Stimulus yang diberikan menimbulkan respon yang diharapkan.
  • 15.
    Sesuai materi/bahan yangharus dipelajari • Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur, penyajian sederhana, sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya. • Belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan tujuan instruksional yang harus dicapainya. Syarat keberhasilan belajar • Belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga siswa dapat belajar dengan tenang. • Repetisi, dalam proses belajar perlu ulangan berkali-kali agar pengertian/keterampilan/si kap itu mendalam pada siswa.
  • 16.
    Pengertian Aktivitas Belajar Aktivitasbelajar adalah segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi ( guru dan siswa dalam rangka mencapai tujuan belajar).Aktivitas belajar merupakan aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam proses belajar kedua aktivitas itu harus saling berkaitan. Dua aktivitas (Psikis dan Fisik) memang harus dipandang sebagai hubungan yang erat J.Piaget, pakar psikologi keturunan Swiss berpendapat: “ Seorang anak berpikir sepanjang ia berbuat, tanpa berbuat, anak tidak berpikir. Agar ia berpikir sendiri (aktif) ia harus diberi kesempatan untuk berbuat sendiri.” Berpikir pada taraf verbal baru timbul setelah individu berpikir pada taraf perbuatan. Disini berlaku prinsip learning by doing learning by experience.
  • 17.
    Nanang Hanafiah menjelaskanbahwa aktivitas belajar dapat memberikan nilai tambah (added value) bagi peserta didik, berupa hal-hal berikut ini: • Peserta didik memiliki kesadaran (awareness) untuk belajar sebagai wujud adanya motivasi internal untuk belajar sejati. • Peserta didik mencari pengalaman dan langsung mengalami sendiri, yang dapat memberikan dampak terhadap pembentukan pribadi yang integral • Peserta didik belajar dengan menurut minat dan kemampuannya. • Menumbuh kembangkan sikap disiplin dan suasana belajar yang demokratis di kalangan peserta didik. • Pembelajaran dilaksanakan secara konkret sehingga dapat menumbuh kembangkan pemahaman dan berfikir kritis serta menghindarkan terjadinya verbalisme. • Menumbuh kembangkan sikap kooperatif dikalangan peserta didik sehingga sekolah menjadi hidup, sejalan dan serasi dengan kehidupan di masyarakat di sekitarnya
  • 18.
    1. Gambaran tentangset Belajar Suatu set adalah arah atau sikap terhadap pekerjaan. Di dalam suatu set terdapat berbagai alternatif objek atau materi. Terhadap beberapa alternatif objek atau materi set ditolak atau dihindari, sedangkan beberapa objek atau materi yang lainnya dipilih sebagai set yang akan direalisasikan dalam belajar. Apabila tidak ada set belajar maka tidak akan banyak yang diperoleh dari belajar. Manfaat dari set belajar adalah membuat si pelajar mempunyai kepekaan terhadap ketepatan berbagai alternative tindakan mencapai tujuan.set belajar mengarahkan perhatian hal-hal yang relavan dengan kebutuhan dan motivasi si belajar serta menemukan tujuan atau alternatif tindakan yang paling baik. 1.Gambaran tentang set Belajar 2. Aktivitas yang termasukBelajar
  • 19.
    2. Aktivitas yangtermasukBelajar 1. Mendengarkan 2. Memandang 3. Meraba, mencium, dan mencicipi/mencecap 4. Menulis atau mencatat 5. Membaca 6. Membuat ikhtisar atau ringkasan, dan menggarisbawahi 7. Mengamati tabel-tabel, diagram-diagram, dan Bagan- Bagan 8. Menyusun Paper atau kertas Kerja 9. Mengingat 10. Berpikir 11. Latihan atau Praktek.
  • 20.
    Paul B. Diedrichyang dikutip dalam Nanang hanafiah dan Cucu suhana menyatakan, aktivitas belajar dibagi ke dalam delapan kelompok, yaitu sebagai berikut: A. Visual Activities B. Oral Activities C. Listening Activities D. Writing Activities, E. Drawing Activities F. Motor Activities, G. Mental Activities H. Emotional Activities,