BELAJAR & PEMBELAJARAN
 PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
 IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
DALAM PEMBELAJARAN
DISUSUN OLEH :
 DIAR KURNIAWATI 201312500543
 IDAH HARYATI 201312500525
 SARI INDAH GARINI 201312500571
 TRIA RIZKI AMALIA 201312500573
 YOGI AGUSTIAN 201312500581
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Indraprasta PGRI
JAKARTA
PENGERTIAN PRINSIP
Prinsip dapat diartikan menjadi beberapa makna
yaitu:
 Sesuatu yang dipegang sebagai panutan yang
utama (Badudu&Zein, 2001:1089).
 Sesuatu yang menjadi dasar dari pokok berpikir,
berpijak dsb (Syah Djanilus, 1993)
 Sesuatu kebenaran yang kebenarannya sudah
terbukti dengan sendirinya (Dardiri, 1996)
Pengertian Prinsip Belajar
Prinsip Belajar adalah landasan berpikir,
landasan berpijak, dan sumber motivasi
agar Proses Belajar dan Pembelajaran
dapat berjalan dengan baik antara pendidik
dengan peserta didik.
PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
1. Prinsip Perhatian dan Motivasi
Perhatian
Perhatian ialah pemusatan energi psikis (fikiran
dan perasaan) terhadap suatu objek. Makin
terpusat perhatian pada pelajaran, proses belajar
makin baik dan hasilnya akan makin baik pula.
Oleh karena itu guru harus selalu berusaha
supaya perhatian peserta didik terpusat pada
pelajaran
Motivasi
Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan
mengarahkan aktivitas seseorang. Motivasi
berhubungan erat dengan emosi, minat, dan
kebutuhan anak didik.
Motivasi ada dua macam yakni :
• Motivasi intrinsik
• Motivasi eksentrik
Implikasi Prinsip Perhatian & Motivasi bagi Guru dan
Siswa :
1. Belajar dengan penuh perhatian pada pelajaran yang
sedang dipelajari, proses dan hasilnya akan lebih baik.
2. Menumbuhkan dan meningkatkan perhatian peserta
didik terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan
berbagai cara, mengaitkan pelajaran dengan
pengalaman, kebutuhan, cita-cita, bakat atau minat
peserta didik dan menciptakan situasi pembelajaran yang
tidak monoton.
3. Merancang atau menyiapkan bahan ajar yang menarik.
4. Mengkondisikan proses belajar aktif.
2. Prinsip Transfer dan Retensi
Transfer merupakan suatu proses dimana
sesuatu yang pernah dipelajari dapat
mempengaruhi proses dalam mempelajari
sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer
berarti pengaitan pengetahuan yang sudah
dipelajari dengan pengetahuan yang baru
dipelajari.
Terdapat beberapa bentuk transfer, yaitu
transfer positif, transfer negatif dan transfer nol.
Implikasi Prinsip Transfer & Retensi bagi Guru dan
Siswa :
Implikasi bagi siswa :
1. Tujuan belajar dan daya ingat dapat memperkuat retensi
2. Materi yang bermakna bagi siswa dapat diserap dengan
baik
3. Transfer hasil belajar dalam situasi baru dapat lebih
mudah bila hubungan yang bermanfaat dalam situasi
khusus dan dalam situasi yang dibuat agak sama
4. Pembelajaran diakhiri dengan pembuatan generalisasi
atau kesimpulan.
Implikasi bagi guru :
1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menerapkan kemampuannya dalam memecahkan
permasalahan sehari-hari.
2. Menunjukkan hubungan antara konsep yang dipelajari
dengan konsep lain.
3. Menggunakan berbagai media pembelajaran sehingga
siswa dapat lebih mudah memahami materi yang
dibahas.
Implikasi bagi Guru :
1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menerapkan kemampuannya dalam memecahkan
permasalahan sehari-hari.
2. Menunjukkan hubungan antara konsep yang dipelajari
dengan konsep lain.
3. Menggunakan berbagai media pembelajaran sehingga
siswa dapat lebih mudah memahami materi yang
dibahas.
3. Prinsip Keaktifan
Kecenderungan psikologi dewasa ini menganggap
bahwa anak adalah makhluk yang aktif. Anak
mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu,
mempunyai kemampuan dan aspirasinya sendiri.
Implikasi Prinsip Keaktifan bagi Guru dan Siswa :
Implikasi bagi siswa:
1. Mencari sumber informasi yang dibutuhkan,
2. Menganalisis hasil percobaan,
3. Ingin tahu hasil dari suatu reaksi kimia,
4. membuat karya tulis, membuat klipping, dan perilaku
sejenis lainnya.
Implikasi bagi guru:
1. Memberikan kesempatan melakukan pengamatan,
penyelidikan atau inkuiri dan eksperimen.
2. Memberikan tugas individual dan kelompok melalui
kontrol guru.
3. Menggunakan multi metode dan multi media di dalam
pembelajaran.
4. Prinsip Keterlibatan Langsung
Menurut Edgar Dale, dalam penggolongan
pengalaman belajar yang dituangkan dalam
kerucut pengalamannya, mengemukakan bahwa
belajar yang paling baik adalah belajar dari
pengalaman langsung.
Implikasi Prinsip Keterlibatan Langsung bagi Guru
dan siswa :
Implikasi bagi siswa :
1. Siswa dituntut keterlibatan langsung dalam kegiatan
pembelajaran dan agar tidak segan-segan mengerjakan
tugas belajar yang diberikan. Sehingga secara logis
menyebabkan mereka memperoleh pengalaman yang
diharapkan dapat mewujudkan belajar siswa.
2. Siswa harus terdorong aktif untuk mengalami sendiri
dalam melakukan aktifitas pembelajaran (diskusi
laporan; melakukan percobaan reaksi kimia)
Implikasi Bagi Guru :
1. Merancang kegiatan pembelajaran yang lebih banyak
pada pembelajaran individual dan kelompok kecil
2. Mementingkan eksperimen langsung oleh siswa
dibandingkan demonstrasi
3. Menggunakan media yang langsung digunakan siswa
4. Melibatkan siswa merangkum atau menyimpulkan
informasi pesan pembelajaran, dan lain-lain
5. Memberikan tugas-tugas praktik
5. Prinsip Pengulangan
Prinsip belajar yang menekankan perlunya
pengulangan barang kali yang paling tua adalah yang
dikemukakan oleh teori psikologi daya. Menurut teori
ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada
manusia yang terdiri atas daya mengamat,
menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan,
berfikir, dan sebagainya. Dengan mengadakan
pengulangan maka daya-daya tersebut akan
berkembang.
Teori-teori terhadap prinsip belajar pengulangan :
1. Teori psikologi daya
2. Teori psikologi asosiasi (connecsionisme)
3. Psikologi conditioning
Implikasi Prinsip Pengulangan bagi Guru dan siswa :
Implikasi bagi siswa:
1. Mengerjakan latihan-latihan yang berulang untuk satu
macam permasalahan. Dengan kesadaran ini, diharapkan
siswa tidak merasa bosan dalam melakukan pengulangan.
Implikasi bagi guru:
1. Memilah pembelajaran yang berisi pesan yang
membutuhkan pengulangan.
2. Merancang kegiatan pengulangan.
3. Mengembangkan soal-soal latihan.
4. Mengimplementasikan kegiatan-kegiatan pengulangan
yang bervariasi.
5. Mengembangkan alat evaluasi kegiatan pengulangan
6. Prinsip Tantangan
Teori medan (field theory) dari Kurt Lewin
mengemukakan bahwa siswa dalam situsi belajar
berada dalam suatu medan atau lapangan
psikologis. Dalam situasi belajar siswa
menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai,
tetapi selalu terdapat hambatan yaitu
mempelajari bahan belajar, maka timbullah motif
untuk mengatasi hambatan itu.
Implikasi Prinsip Tantangan bagi Guru dan Siswa :
Implikasi bagi siswa :
1. tuntutan yang dimiliki dan kesadaran pada diri siswa akan
adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh,
memproses, dan mengolah pesan.
2. Memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala
permasalahan yang dihadapi.
3. Bentuk-bentuk perilaku: melakukan eksperimen, mencari
tahu pemecahan masalah.
Implikasi bagi guru:
1. Merancang dan mengelola kegiatan inkuiri dan
eksperimen.
2. Memberikan tugas-tugas pemecahan masalah kepada
siswa.
3. Mendorong siswa untuk membuat kesimpulan pada
setiap sesi pembelajaran.
7. Prinsip Balikan dan Penguatan
Prinsip belajar yang berkaitan dengan teori
belajar operant conditioning dari B.F. Skinner.
yang diperkuatkan tentang responsnya. Namun
dorongan belajar menurut B.F.Skinner tidak saja
oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga
yang tidak menyenangkan. (Gage dan Berline,
1984:272).
Implikasi Prinsip Balikan dan Penguatan bagi Guru
dan Siswa :
Implikasi bagi siswa:
1. Bentuk-bentuk perilaku dalam memperoleh penguatan:
segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban,
menerima kenyataan terhadap nilai yang di capai dan
yang lainnya.
Implikasi bagi guru:
1. memberikan balikan dan penguatan secara tepat, baik
tenik, waktu maupun bentuknya.
2. memberikan kepada siswa jawaban yang benar.
3. mengoreksi dan membahas pekerjaan siswa.
4. memberikan lembar jawaban atau kerja siswa.
8. Prinsip Perbedaan Individual
Siswa merupakan individual yang unik artinya
tidak ada dua orang yang sama persis, tiap siswa
memiliki perbedaan satu dengan yang lain.
Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis,
kepribadian, sifat-sifatnya.
Perbedaan individu ini berpengaruh pada cara
dan hasil belajar siswa. Karenanya, perbedaan
individu perlu di perhatikan oleh guru dalam
upaya pembelajaran.
Implikasi Prinsip Perbedaan Individual bagi Guru dan
Siswa :
Implikasi bagi siswa :
1. menentukan tempat duduk dikelas,
2. menyusun jadwal belajar,
3. adanya perilaku fisik dan psikis yang berbeda.
4. memahami minat dan bakat
Implikasi bagi guru:
1. Para siswa harus dapat dibantu untuk memahami
kekuatan dan kelemahan dirinya dan untuk selanjutnya
mendapat perlakuan dan layanan kegiatan belajar yang
mereka butuhkan.
2. Para siswa harus terus didorong memahami potensi
dirinya dan untuk selanjutnya mampu merencanakan dan
melaksanakan kegiatan.
3. Variasi layanan, tugas, bahan dan metode yang selaras
dengan minat, tujuan, dan latar belakang mereka.
4. Mengajak siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam
proses belajar.
Prinsip Belajar Kognitif
1. Perhatian harus dipusatkan pada aspek-aspek lingkungan yang
relevan sebelum proses belajar kognitif terjadi.
2. Hasil belajar kognitif akan bervariasi sesuai dengan taraf dan jenis
perbedaan individual yang ada.
3. Bentuk-bentuk kesiapan perbendaharaan kata atau kemampuan
membaca, kecakapan dan pengalaman berpengaruh langsung
terhadap proses belajar kognitif.
4. Pengalaman belajar harus diorganisasikan ke dalam satuan-satuan
unit-unit yang sesuai.
5. Bila menyajikan konsep, kebermaknaan dalam konsep amatlah
penting. Perilaku mencari, penerapan, pendefinisian resmi dan
penilaian sangat diperlukan untuk menguji bahwa suatu konsep
benar-benar bermakna.
6. Dalam pemecahan masalah, para siswa harus dibantu untuk
mendefinisikan dan membatasi lingkup masalah, menemukan
informasi yang sesuai, menafsirkan dan menganalisis masalah dan
memungkinkan tumbuhnya kemampuan berpikir yang multi
dimensional (divergent thinking).
Prinsip Belajar Afektif
1. Sikap dan nilai tidak hanya diperoleh dari proses pembelajaran langsung,
akan tetapi sering diperoleh melalui proses identifikasi dari orang lain.
2. Sikap lebih mudah dibentuk karena pengalaman yang menyenangkan.
3. Nilai-nilai yang ada pada diri individu dipengaruhi oleh standar perilaku
kelompok.
4. Bagaimana para siswa menyesuaikan diri dan memberi reaksi terhadap
situasi akan memberi dampak dan pengaruh terhadap proses belajar
afektif.
5. Dalam banyak kesempatan nilai-nilai penting yang diperoleh pada masa
kanak-kanak akan tetap melekat sepanjang hayat.
6. Proses belajar di sekolah dan kesehatan mental memiliki hubungan yng
erat.
7. Model interaksi guru dan siswa yang positif dalam proses pembelajaran di
kelas, dapat memberikan kontribusi bagi tumbuhnya sikap positif di
kalangan siswa.
8. Para siswa dapat dibantu agar lebih matang dengan cara memberikan
dorongan bagi mereka untuk lebih mengenal dan memahami sikap,
peranan serta emosi.
Prinsip Belajar Psikomotorik
1. Perkembangan psikomotorik anak, sebagian berlangsung secara
beraturan dan sebagian diantaranya tidak beraturan.
2. Di dalam tugas suatu kelompok akan menunjukkan variasi kemampuan
dasar psikomotorik.
3. Struktur ragawi dan sistem syaraf individu membantu menentukan
taraf penampilan psikomorik.
4. Melalui aktivitas bermain dan aktivitas informal lainnya para siswa
akan memperoleh kemampuan mengontrol gerakannya secara lebih
baik.
5. Seirama dengan kematangan fisik dan mental, kemampuan belajar
untuk memadukan dan memperluas gerakan motorik akan lebih dapat
diperkuat.
6. Faktor-faktor lingkungan memberikan pengaruh terhadap bentuk dan
cakupan penampilan psikomotor individu.
7. Penjelasan yang baik, demonstrasi dan partisipasi aktif siswa dapat
menambah efisiensi belajar psikomotorik.
8. Latihan yang cukup yang diberikan dalam rentang waktu tertentu
dapat memperkuat proses belajar psikomotorik.
9. Tugas-tugas psikomotorik yang terlalu sukar bagi siswa dapat
menimbulkan keputusasaan dan kelelahan yang lebih cepat.
SEMOGA BERMANFAAT

TERIMA KASIH

Prinsip-Prinsip Belajar & Implikasinya

  • 1.
    BELAJAR & PEMBELAJARAN PRINSIP-PRINSIP BELAJAR  IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN
  • 2.
    DISUSUN OLEH : DIAR KURNIAWATI 201312500543  IDAH HARYATI 201312500525  SARI INDAH GARINI 201312500571  TRIA RIZKI AMALIA 201312500573  YOGI AGUSTIAN 201312500581 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta PGRI JAKARTA
  • 3.
    PENGERTIAN PRINSIP Prinsip dapatdiartikan menjadi beberapa makna yaitu:  Sesuatu yang dipegang sebagai panutan yang utama (Badudu&Zein, 2001:1089).  Sesuatu yang menjadi dasar dari pokok berpikir, berpijak dsb (Syah Djanilus, 1993)  Sesuatu kebenaran yang kebenarannya sudah terbukti dengan sendirinya (Dardiri, 1996)
  • 4.
    Pengertian Prinsip Belajar PrinsipBelajar adalah landasan berpikir, landasan berpijak, dan sumber motivasi agar Proses Belajar dan Pembelajaran dapat berjalan dengan baik antara pendidik dengan peserta didik.
  • 5.
    PRINSIP-PRINSIP BELAJAR 1. PrinsipPerhatian dan Motivasi Perhatian Perhatian ialah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu objek. Makin terpusat perhatian pada pelajaran, proses belajar makin baik dan hasilnya akan makin baik pula. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha supaya perhatian peserta didik terpusat pada pelajaran
  • 6.
    Motivasi Motivasi adalah tenagayang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Motivasi berhubungan erat dengan emosi, minat, dan kebutuhan anak didik. Motivasi ada dua macam yakni : • Motivasi intrinsik • Motivasi eksentrik
  • 7.
    Implikasi Prinsip Perhatian& Motivasi bagi Guru dan Siswa : 1. Belajar dengan penuh perhatian pada pelajaran yang sedang dipelajari, proses dan hasilnya akan lebih baik. 2. Menumbuhkan dan meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara, mengaitkan pelajaran dengan pengalaman, kebutuhan, cita-cita, bakat atau minat peserta didik dan menciptakan situasi pembelajaran yang tidak monoton. 3. Merancang atau menyiapkan bahan ajar yang menarik. 4. Mengkondisikan proses belajar aktif.
  • 8.
    2. Prinsip Transferdan Retensi Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat mempengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Terdapat beberapa bentuk transfer, yaitu transfer positif, transfer negatif dan transfer nol.
  • 9.
    Implikasi Prinsip Transfer& Retensi bagi Guru dan Siswa : Implikasi bagi siswa : 1. Tujuan belajar dan daya ingat dapat memperkuat retensi 2. Materi yang bermakna bagi siswa dapat diserap dengan baik 3. Transfer hasil belajar dalam situasi baru dapat lebih mudah bila hubungan yang bermanfaat dalam situasi khusus dan dalam situasi yang dibuat agak sama 4. Pembelajaran diakhiri dengan pembuatan generalisasi atau kesimpulan.
  • 10.
    Implikasi bagi guru: 1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan kemampuannya dalam memecahkan permasalahan sehari-hari. 2. Menunjukkan hubungan antara konsep yang dipelajari dengan konsep lain. 3. Menggunakan berbagai media pembelajaran sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi yang dibahas.
  • 11.
    Implikasi bagi Guru: 1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan kemampuannya dalam memecahkan permasalahan sehari-hari. 2. Menunjukkan hubungan antara konsep yang dipelajari dengan konsep lain. 3. Menggunakan berbagai media pembelajaran sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi yang dibahas.
  • 12.
    3. Prinsip Keaktifan Kecenderunganpsikologi dewasa ini menganggap bahwa anak adalah makhluk yang aktif. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu, mempunyai kemampuan dan aspirasinya sendiri.
  • 13.
    Implikasi Prinsip Keaktifanbagi Guru dan Siswa : Implikasi bagi siswa: 1. Mencari sumber informasi yang dibutuhkan, 2. Menganalisis hasil percobaan, 3. Ingin tahu hasil dari suatu reaksi kimia, 4. membuat karya tulis, membuat klipping, dan perilaku sejenis lainnya.
  • 14.
    Implikasi bagi guru: 1.Memberikan kesempatan melakukan pengamatan, penyelidikan atau inkuiri dan eksperimen. 2. Memberikan tugas individual dan kelompok melalui kontrol guru. 3. Menggunakan multi metode dan multi media di dalam pembelajaran.
  • 15.
    4. Prinsip KeterlibatanLangsung Menurut Edgar Dale, dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerucut pengalamannya, mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar dari pengalaman langsung.
  • 16.
    Implikasi Prinsip KeterlibatanLangsung bagi Guru dan siswa : Implikasi bagi siswa : 1. Siswa dituntut keterlibatan langsung dalam kegiatan pembelajaran dan agar tidak segan-segan mengerjakan tugas belajar yang diberikan. Sehingga secara logis menyebabkan mereka memperoleh pengalaman yang diharapkan dapat mewujudkan belajar siswa. 2. Siswa harus terdorong aktif untuk mengalami sendiri dalam melakukan aktifitas pembelajaran (diskusi laporan; melakukan percobaan reaksi kimia)
  • 17.
    Implikasi Bagi Guru: 1. Merancang kegiatan pembelajaran yang lebih banyak pada pembelajaran individual dan kelompok kecil 2. Mementingkan eksperimen langsung oleh siswa dibandingkan demonstrasi 3. Menggunakan media yang langsung digunakan siswa 4. Melibatkan siswa merangkum atau menyimpulkan informasi pesan pembelajaran, dan lain-lain 5. Memberikan tugas-tugas praktik
  • 18.
    5. Prinsip Pengulangan Prinsipbelajar yang menekankan perlunya pengulangan barang kali yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh teori psikologi daya. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berfikir, dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang.
  • 19.
    Teori-teori terhadap prinsipbelajar pengulangan : 1. Teori psikologi daya 2. Teori psikologi asosiasi (connecsionisme) 3. Psikologi conditioning
  • 20.
    Implikasi Prinsip Pengulanganbagi Guru dan siswa : Implikasi bagi siswa: 1. Mengerjakan latihan-latihan yang berulang untuk satu macam permasalahan. Dengan kesadaran ini, diharapkan siswa tidak merasa bosan dalam melakukan pengulangan. Implikasi bagi guru: 1. Memilah pembelajaran yang berisi pesan yang membutuhkan pengulangan. 2. Merancang kegiatan pengulangan. 3. Mengembangkan soal-soal latihan. 4. Mengimplementasikan kegiatan-kegiatan pengulangan yang bervariasi. 5. Mengembangkan alat evaluasi kegiatan pengulangan
  • 21.
    6. Prinsip Tantangan Teorimedan (field theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa siswa dalam situsi belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan yaitu mempelajari bahan belajar, maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu.
  • 22.
    Implikasi Prinsip Tantanganbagi Guru dan Siswa : Implikasi bagi siswa : 1. tuntutan yang dimiliki dan kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh, memproses, dan mengolah pesan. 2. Memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapi. 3. Bentuk-bentuk perilaku: melakukan eksperimen, mencari tahu pemecahan masalah.
  • 23.
    Implikasi bagi guru: 1.Merancang dan mengelola kegiatan inkuiri dan eksperimen. 2. Memberikan tugas-tugas pemecahan masalah kepada siswa. 3. Mendorong siswa untuk membuat kesimpulan pada setiap sesi pembelajaran.
  • 24.
    7. Prinsip Balikandan Penguatan Prinsip belajar yang berkaitan dengan teori belajar operant conditioning dari B.F. Skinner. yang diperkuatkan tentang responsnya. Namun dorongan belajar menurut B.F.Skinner tidak saja oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga yang tidak menyenangkan. (Gage dan Berline, 1984:272).
  • 25.
    Implikasi Prinsip Balikandan Penguatan bagi Guru dan Siswa : Implikasi bagi siswa: 1. Bentuk-bentuk perilaku dalam memperoleh penguatan: segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban, menerima kenyataan terhadap nilai yang di capai dan yang lainnya. Implikasi bagi guru: 1. memberikan balikan dan penguatan secara tepat, baik tenik, waktu maupun bentuknya. 2. memberikan kepada siswa jawaban yang benar. 3. mengoreksi dan membahas pekerjaan siswa. 4. memberikan lembar jawaban atau kerja siswa.
  • 26.
    8. Prinsip PerbedaanIndividual Siswa merupakan individual yang unik artinya tidak ada dua orang yang sama persis, tiap siswa memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis, kepribadian, sifat-sifatnya. Perbedaan individu ini berpengaruh pada cara dan hasil belajar siswa. Karenanya, perbedaan individu perlu di perhatikan oleh guru dalam upaya pembelajaran.
  • 27.
    Implikasi Prinsip PerbedaanIndividual bagi Guru dan Siswa : Implikasi bagi siswa : 1. menentukan tempat duduk dikelas, 2. menyusun jadwal belajar, 3. adanya perilaku fisik dan psikis yang berbeda. 4. memahami minat dan bakat
  • 28.
    Implikasi bagi guru: 1.Para siswa harus dapat dibantu untuk memahami kekuatan dan kelemahan dirinya dan untuk selanjutnya mendapat perlakuan dan layanan kegiatan belajar yang mereka butuhkan. 2. Para siswa harus terus didorong memahami potensi dirinya dan untuk selanjutnya mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan. 3. Variasi layanan, tugas, bahan dan metode yang selaras dengan minat, tujuan, dan latar belakang mereka. 4. Mengajak siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses belajar.
  • 29.
    Prinsip Belajar Kognitif 1.Perhatian harus dipusatkan pada aspek-aspek lingkungan yang relevan sebelum proses belajar kognitif terjadi. 2. Hasil belajar kognitif akan bervariasi sesuai dengan taraf dan jenis perbedaan individual yang ada. 3. Bentuk-bentuk kesiapan perbendaharaan kata atau kemampuan membaca, kecakapan dan pengalaman berpengaruh langsung terhadap proses belajar kognitif. 4. Pengalaman belajar harus diorganisasikan ke dalam satuan-satuan unit-unit yang sesuai. 5. Bila menyajikan konsep, kebermaknaan dalam konsep amatlah penting. Perilaku mencari, penerapan, pendefinisian resmi dan penilaian sangat diperlukan untuk menguji bahwa suatu konsep benar-benar bermakna. 6. Dalam pemecahan masalah, para siswa harus dibantu untuk mendefinisikan dan membatasi lingkup masalah, menemukan informasi yang sesuai, menafsirkan dan menganalisis masalah dan memungkinkan tumbuhnya kemampuan berpikir yang multi dimensional (divergent thinking).
  • 30.
    Prinsip Belajar Afektif 1.Sikap dan nilai tidak hanya diperoleh dari proses pembelajaran langsung, akan tetapi sering diperoleh melalui proses identifikasi dari orang lain. 2. Sikap lebih mudah dibentuk karena pengalaman yang menyenangkan. 3. Nilai-nilai yang ada pada diri individu dipengaruhi oleh standar perilaku kelompok. 4. Bagaimana para siswa menyesuaikan diri dan memberi reaksi terhadap situasi akan memberi dampak dan pengaruh terhadap proses belajar afektif. 5. Dalam banyak kesempatan nilai-nilai penting yang diperoleh pada masa kanak-kanak akan tetap melekat sepanjang hayat. 6. Proses belajar di sekolah dan kesehatan mental memiliki hubungan yng erat. 7. Model interaksi guru dan siswa yang positif dalam proses pembelajaran di kelas, dapat memberikan kontribusi bagi tumbuhnya sikap positif di kalangan siswa. 8. Para siswa dapat dibantu agar lebih matang dengan cara memberikan dorongan bagi mereka untuk lebih mengenal dan memahami sikap, peranan serta emosi.
  • 31.
    Prinsip Belajar Psikomotorik 1.Perkembangan psikomotorik anak, sebagian berlangsung secara beraturan dan sebagian diantaranya tidak beraturan. 2. Di dalam tugas suatu kelompok akan menunjukkan variasi kemampuan dasar psikomotorik. 3. Struktur ragawi dan sistem syaraf individu membantu menentukan taraf penampilan psikomorik. 4. Melalui aktivitas bermain dan aktivitas informal lainnya para siswa akan memperoleh kemampuan mengontrol gerakannya secara lebih baik. 5. Seirama dengan kematangan fisik dan mental, kemampuan belajar untuk memadukan dan memperluas gerakan motorik akan lebih dapat diperkuat. 6. Faktor-faktor lingkungan memberikan pengaruh terhadap bentuk dan cakupan penampilan psikomotor individu. 7. Penjelasan yang baik, demonstrasi dan partisipasi aktif siswa dapat menambah efisiensi belajar psikomotorik. 8. Latihan yang cukup yang diberikan dalam rentang waktu tertentu dapat memperkuat proses belajar psikomotorik. 9. Tugas-tugas psikomotorik yang terlalu sukar bagi siswa dapat menimbulkan keputusasaan dan kelelahan yang lebih cepat.
  • 32.