PEMBUATAN PUPUK
NPK
1. Aji Putra Perkasa (I 0516004)
2. Kevin Ikhwan M. (I 0516025)
3. Ahmad Jihad (I 0517004)
Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat
yang mengandung unsur hara utama Nitrogen, Fosfor, dan Kalium
Keunggulan NPK
1. Mudah larut dalam air, pupuk Phonska Plus mudah larut dalam air sehingga lebih mudah dan memudahkan petani dalam
mengaplikasikannya. Pupuk NPK Phonska Plus dapat diaplikasikan dengan cara ditabur maupun dikocorkan.
2. Pupuk NPK Phonska Plus mengandung unsur hara makro primer yang merupakan unsur hara penting bagi tanaman
3. Mengandung unsur Nitrogen yang bermanfaat untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman pada batang, daun, dan akar.
4. Mengandung unsur Phospor dalam bentuk P2O5 yang berperan dalam pembentukan bunga dan buah sehingga dapat meningkatkan
hasil panen
5. Mengandung unsur Kalium dalam bentuk K2O yang bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan tanaman dari serangan
hama/penyakit dan kekeringan
6. Mengandung unsur hara makro sekunder berupa Sulfur (S) yang berperan dalam meningkatkan kualitas dan daya simpan hasil panen
7. Diperkaya dengan unsur hara mikro Zink (Zn), merupakan unsur hara mikro esensial yang dapat memaksimalkan pemanfaatan unsur
hara N, P, K dan S.
8. Kandungan unsur Zink (Zn) bermanfaat mendukung pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji atau buah, dan memperkuat daya
tahan tanaman terhadap hama atau penyakit.dalam membentuk daun, batang, akar, bunga dan buah
9. Unsur Zink (Zn) bermanfaat dalam membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama maupun penyakit.
10. Kandungan unsur hara Zink (Zn) adalah jawaban dan solusi dari permasalahan defisiensi (kekurangan) unsur zink pada tanah dan
defisiensi nutrisi Zink pada manusia.
11. Pupuk NPK Phonska Plus mampu meningkatkan kualitas, kuantitas dan bobot hasil panen.
Produsen Pupuk NPK di Indonesia
■ PT. Pupuk Iskandar Muda
■ PT. Petrokimia Gresik
■ PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri)
■ PT. Pupuk KalimantanTimur
Bahan Baku
1. Urea
Urea adalah senyawa organik yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan
rumus CON₂H₄ atau (NH₂)₂CO. Urea juga dikenal dengan nama carbamide yang terutama digunakan
di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering dipakai adalah carbamide resin, isourea, carbonyl
diamide dan carbonyldiamine.
■ Rumus: CH4N2O
■ Massa molar: 60,06 g/mol
■ Kelarutan dalam air: 1079 g/L (20 °C); 1670 g/L (40 °C); 2510 g/L (60 °C); 4000 g/L (80 °C)
■ Nomor CAS: 57-13-6
■ Rumus kimia: CH4N2O
■ Titik nyala: Tak ternyalakan
■ Kelarutan: 500 g/L glycerol 50g/L ethanol; 4 g/L acetonitrile
Bahan Baku
2. Tanah Liat (Clay)
Tanah liat atau lempung adalah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang
dari 4 mikrometer. Lempung mengandung leburan silika dan/atau aluminium yang halus. Unsur-unsur
ini, silikon, oksigen, dan aluminum adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi
■ Mempunyai sifat liat atau lengket
■ Mempunyai sifat yang sulit menyerap air
■ Tanah dapat terpecah menjadi butiran- butiran sangat halus saat keadaan kering
■ Tanahnya berwarna hitam terang atau hitam keabu- abuan
■ tidak plastis
■ daya lebur tinggi,
■ daya susut kecil.
■ bersifat tahan api.
Bahan Baku
3. Diamonium fosfat
■ Rumus: (NH4)2HPO4
■ Massa molar: 132,06 g/mol
■ Kepadatan: 1,62 g/cm³
■ Kelarutan dalam air: 57.5 g/100 mL (10°C); 106.7 g/100 mL (100°C)
■ Kelarutan: insoluble in Alkohol, Aseton and liquid ammonia
■ Titik lebur: 155°C (311°F; 428 K) decomposes
4. Potassium Chloride
■ Rumus: KCl
■ Massa molar: 74,5513 g/mol
■ Titik lebur: 770°C
■ Kepadatan: 1,98 g/cm³
■ Titik didih: 1.420°C
■ larut dalam gliserol, senyawa alkali sedikit larut dalam alkohol, tidak larut dalam eter
■ Kelarutan dalam air: 21.74% (0 °C), 25.39% (20 °C), 36.05% (100 °C)
BahanTambahan
1. Asam Fosfat
Asam fosfat merupakan asam mineral yang memiliki rumus kimia H₃PO₄. Asam ortofosfat
mengacu pada asam fosfat, yang merupakan nama IUPAC untuk senyawa ini. Awalan orto
digunakan untuk membedakan asam ini dari asam fosfat yang terkait, yang disebut asam
polifosfat
■ Rumus: H3PO4
■ Nama IUPAC: Phosphoric acid
■ Massa molar: 97,994 g/mol
■ Kepadatan: 1,88 g/cm³
■ Titik didih: 158°C
■ Larut dalam: Air, Alkohol
BahanTambahan
2. Asam Sulfat
Asam sulfat, H₂SO₄, merupakan asam mineral yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua
perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk
utama industri kimia. Produksi dunia asam sulfat pada tahun 2001 adalah 165 juta ton,
dengan nilai perdagangan seharga US$8 juta. Wikipedia
■ Rumus: H2SO4
■ Nama IUPAC: Sulfuric acid
■ Massa molar: 98,079 g/mol
■ Kepadatan: 1,84 g/cm³
■ Titik didih: 337°C
■ Titik lebur: 10°C
BahanTambahan
3, Ammonia
Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH₃. Biasanya senyawa ini didapati berupa
gas dengan bau tajam yang khas. Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi
keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak
kesehatan. Wikipedia
■ Rumus: NH3
■ Nama IUPAC: Azane
■ Bentuk molekul: piramida segitiga
■ Senyawa lain: Hidrazin; Asam hidrazoat; Hidroksilamina; kloroamina
■ Bahaya utama: berbahaya, kaustik, korosif
■ Rumus molekul: NH3
DiagramAlir Proses
ZA, Urea, KCl,
Filler/Spillage/Offspec.
PRENEUTRALIZER
GRANULATOR
DRYER
SCREEN
CRUSHER
COOLER
COATER
PRODUK NPK (PHONSKA, KEBOMAS)
Asam sulfat Amoniak
SCRUBBING
SYSTEM
Over Size
Under Size
On Size
Udara Bersih
Asam fosfat
Recycled
Material
Coating agent :
- Coating powder
- Pigmen
- Coating liquid
- Air
- Asam fosfat
- Asam sulfat
Cairan scrubbing
Keterangan:
Aliran utama
Aliran gas
POLISHING SCREEN
Under Size (terikut)
Seeding insitu
Debu dari siklon
DEDUSTING
SYSTEM
FURNACE
- Udara
- Batu bara
Granulator
Amoniak
Asam sulfat
Dryer
ZA
Urea
KCl
Filler/offspec
/
spillage
Screen
Crusher
Cooler
Coater
PRODUK
(PHONSKA,KEBOMAS)
Under
Size
Over
Size
On Size
 Asam
Fosfat
 Asam Sulfat
 Amoniak
Preneutralizer
Tank
Coating
agent
Polishing
Screen
Under
Size
Recycle conveyor
Udara
amoniak
amoniak
Asam
Fosfat dedusting
system
Air
Asam
sulfat
 Udara
 Gas alam/
solar
Furnace
Prescrubber
Dryer
scrubber
Dedusting
scrubber Tail Gas
scrubber
Granulator
scrubber
Tahapan proses pada pembuatan pupuk PHONSKA (NPK)
1. pertama-tama dilakukan pencampuran bahan baku cair pada tangki Pneutralizer, Asam
fosfat (PA) mula-mula mengalami reaksi netralisasi menghasilkan slurry monommonium
fosfat. Reaksi netralisasi selanjutnya pada preneutralizer adalah reaksi netralisasi asam sulfat
(SA) dengan hasil reaksi berupa slurry ammonium sulfat (ZA).Slurry MAP (monoamonium
fosfat)dan amonium sulfat dari preneutralizer R-303, didistribusikan ke granulator M-361
diatas lapisan padatan yang terdiri dari material recycle dan bahan baku padat (Urea, ZA,
dan KCI ) yang diumpankan.
NH3(l) + H3PO4  NH4H2PO4 + Q
NH3(l) + NH4H2PO4  (NH4)2HPO4 + Q
NH3 + H2SO4  (NH4)2SO4 + Q
2. Granulasi
Alat utamanya adalah granulator yang berfungsi untuk membuat granul phonska akibat
terjadinya reaksi kimia dan fisis antara bahan baku yang berbeda-beda karakteristiknya
dan senyawa P2O5 selalu berasal dari asam fosfat. Semua bahan baku dan daur ulang
diumpankan ke granulator. Asam sulfat diumpankan juga ke granulator pada lapisan padatan
yang beraksi dengan sebagian amoniak cair.
3. Pengeringan
Alat utamanya adalah dryer untuk mengeringkan produk dengan kadar air 1-1,5%
dengan media udara panas suhu 150-170oC aliran searah. Udara keluar dryer
mengandung amoniak dan uap air yang akan dibawa ke dryer scrubber, sedangkan
debu produk dipisahkan di cyclone untuk dikembalikan ke granulator.
4. Pemilahan dan Penghancuran Produk
Produk dari dryer dikirim ke double deck screen untuk dipilah-pilah sesuai dengan
ukurannya. Produk oversize didaur ulang ke dalam pug mill. Produk yang onsize ukuran 2-
4 mm min 90% dicurahkan ke regulator bin.
5. Perlakuan Produk Akhir
Produk onsize diumpankan ke polishing screen untuk memisahkan produk halus dengan
suhu 70-90oC. Selanjutnya produk masuk fluid bed cooler untuk mencapai suhu <45oC.
Produk ini kemudian diumpankan ke coater untuk
pelapisan produk dengan coating agent agar tidak
menggumpal, yang selanjutnya dikirim ke gudang produk dengan spesifikasi bentuk
granul 2-4 mm 90%, kadar air 1,5% max.
6. Penyerapan Gas
Peralatan menggunakan srubber 4 tahap untuk membersihkan gas buang dan menangkap
unsur hara sebagai daur ulang. Pada pencucian tahap pertama digunakan granulator pre
scrubber untuk menangkap gas dari granulator. Pencucian tahap kedua berupa 2 ventury
scrubber yang fungsinya mencuci gas dari dryer cyclone, granulator, dan dedusting sistem.
Tahap pencucian ketiga berupa gas scrubber yang fungsinya mencuci gas dari dua sistem
scrubber sebelumnya. Tahap pencucian keempat berupa Tower Scrubber untuk
menangkap gas buang yang lolos dari 3 sistem scrubber di atas.

Produksi Pupuk NPK

  • 1.
    PEMBUATAN PUPUK NPK 1. AjiPutra Perkasa (I 0516004) 2. Kevin Ikhwan M. (I 0516025) 3. Ahmad Jihad (I 0517004)
  • 2.
    Pupuk NPK adalahpupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur hara utama Nitrogen, Fosfor, dan Kalium
  • 3.
    Keunggulan NPK 1. Mudahlarut dalam air, pupuk Phonska Plus mudah larut dalam air sehingga lebih mudah dan memudahkan petani dalam mengaplikasikannya. Pupuk NPK Phonska Plus dapat diaplikasikan dengan cara ditabur maupun dikocorkan. 2. Pupuk NPK Phonska Plus mengandung unsur hara makro primer yang merupakan unsur hara penting bagi tanaman 3. Mengandung unsur Nitrogen yang bermanfaat untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman pada batang, daun, dan akar. 4. Mengandung unsur Phospor dalam bentuk P2O5 yang berperan dalam pembentukan bunga dan buah sehingga dapat meningkatkan hasil panen 5. Mengandung unsur Kalium dalam bentuk K2O yang bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan tanaman dari serangan hama/penyakit dan kekeringan 6. Mengandung unsur hara makro sekunder berupa Sulfur (S) yang berperan dalam meningkatkan kualitas dan daya simpan hasil panen 7. Diperkaya dengan unsur hara mikro Zink (Zn), merupakan unsur hara mikro esensial yang dapat memaksimalkan pemanfaatan unsur hara N, P, K dan S. 8. Kandungan unsur Zink (Zn) bermanfaat mendukung pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji atau buah, dan memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama atau penyakit.dalam membentuk daun, batang, akar, bunga dan buah 9. Unsur Zink (Zn) bermanfaat dalam membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama maupun penyakit. 10. Kandungan unsur hara Zink (Zn) adalah jawaban dan solusi dari permasalahan defisiensi (kekurangan) unsur zink pada tanah dan defisiensi nutrisi Zink pada manusia. 11. Pupuk NPK Phonska Plus mampu meningkatkan kualitas, kuantitas dan bobot hasil panen.
  • 4.
    Produsen Pupuk NPKdi Indonesia ■ PT. Pupuk Iskandar Muda ■ PT. Petrokimia Gresik ■ PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) ■ PT. Pupuk KalimantanTimur
  • 5.
    Bahan Baku 1. Urea Ureaadalah senyawa organik yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON₂H₄ atau (NH₂)₂CO. Urea juga dikenal dengan nama carbamide yang terutama digunakan di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering dipakai adalah carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dan carbonyldiamine. ■ Rumus: CH4N2O ■ Massa molar: 60,06 g/mol ■ Kelarutan dalam air: 1079 g/L (20 °C); 1670 g/L (40 °C); 2510 g/L (60 °C); 4000 g/L (80 °C) ■ Nomor CAS: 57-13-6 ■ Rumus kimia: CH4N2O ■ Titik nyala: Tak ternyalakan ■ Kelarutan: 500 g/L glycerol 50g/L ethanol; 4 g/L acetonitrile
  • 6.
    Bahan Baku 2. TanahLiat (Clay) Tanah liat atau lempung adalah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4 mikrometer. Lempung mengandung leburan silika dan/atau aluminium yang halus. Unsur-unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminum adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi ■ Mempunyai sifat liat atau lengket ■ Mempunyai sifat yang sulit menyerap air ■ Tanah dapat terpecah menjadi butiran- butiran sangat halus saat keadaan kering ■ Tanahnya berwarna hitam terang atau hitam keabu- abuan ■ tidak plastis ■ daya lebur tinggi, ■ daya susut kecil. ■ bersifat tahan api.
  • 7.
    Bahan Baku 3. Diamoniumfosfat ■ Rumus: (NH4)2HPO4 ■ Massa molar: 132,06 g/mol ■ Kepadatan: 1,62 g/cm³ ■ Kelarutan dalam air: 57.5 g/100 mL (10°C); 106.7 g/100 mL (100°C) ■ Kelarutan: insoluble in Alkohol, Aseton and liquid ammonia ■ Titik lebur: 155°C (311°F; 428 K) decomposes 4. Potassium Chloride ■ Rumus: KCl ■ Massa molar: 74,5513 g/mol ■ Titik lebur: 770°C ■ Kepadatan: 1,98 g/cm³ ■ Titik didih: 1.420°C ■ larut dalam gliserol, senyawa alkali sedikit larut dalam alkohol, tidak larut dalam eter ■ Kelarutan dalam air: 21.74% (0 °C), 25.39% (20 °C), 36.05% (100 °C)
  • 8.
    BahanTambahan 1. Asam Fosfat Asamfosfat merupakan asam mineral yang memiliki rumus kimia H₃PO₄. Asam ortofosfat mengacu pada asam fosfat, yang merupakan nama IUPAC untuk senyawa ini. Awalan orto digunakan untuk membedakan asam ini dari asam fosfat yang terkait, yang disebut asam polifosfat ■ Rumus: H3PO4 ■ Nama IUPAC: Phosphoric acid ■ Massa molar: 97,994 g/mol ■ Kepadatan: 1,88 g/cm³ ■ Titik didih: 158°C ■ Larut dalam: Air, Alkohol
  • 9.
    BahanTambahan 2. Asam Sulfat Asamsulfat, H₂SO₄, merupakan asam mineral yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Produksi dunia asam sulfat pada tahun 2001 adalah 165 juta ton, dengan nilai perdagangan seharga US$8 juta. Wikipedia ■ Rumus: H2SO4 ■ Nama IUPAC: Sulfuric acid ■ Massa molar: 98,079 g/mol ■ Kepadatan: 1,84 g/cm³ ■ Titik didih: 337°C ■ Titik lebur: 10°C
  • 10.
    BahanTambahan 3, Ammonia Amonia adalahsenyawa kimia dengan rumus NH₃. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas. Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan. Wikipedia ■ Rumus: NH3 ■ Nama IUPAC: Azane ■ Bentuk molekul: piramida segitiga ■ Senyawa lain: Hidrazin; Asam hidrazoat; Hidroksilamina; kloroamina ■ Bahaya utama: berbahaya, kaustik, korosif ■ Rumus molekul: NH3
  • 11.
    DiagramAlir Proses ZA, Urea,KCl, Filler/Spillage/Offspec. PRENEUTRALIZER GRANULATOR DRYER SCREEN CRUSHER COOLER COATER PRODUK NPK (PHONSKA, KEBOMAS) Asam sulfat Amoniak SCRUBBING SYSTEM Over Size Under Size On Size Udara Bersih Asam fosfat Recycled Material Coating agent : - Coating powder - Pigmen - Coating liquid - Air - Asam fosfat - Asam sulfat Cairan scrubbing Keterangan: Aliran utama Aliran gas POLISHING SCREEN Under Size (terikut) Seeding insitu Debu dari siklon DEDUSTING SYSTEM FURNACE - Udara - Batu bara
  • 12.
    Granulator Amoniak Asam sulfat Dryer ZA Urea KCl Filler/offspec / spillage Screen Crusher Cooler Coater PRODUK (PHONSKA,KEBOMAS) Under Size Over Size On Size Asam Fosfat  Asam Sulfat  Amoniak Preneutralizer Tank Coating agent Polishing Screen Under Size Recycle conveyor Udara amoniak amoniak Asam Fosfat dedusting system Air Asam sulfat  Udara  Gas alam/ solar Furnace Prescrubber Dryer scrubber Dedusting scrubber Tail Gas scrubber Granulator scrubber
  • 13.
    Tahapan proses padapembuatan pupuk PHONSKA (NPK) 1. pertama-tama dilakukan pencampuran bahan baku cair pada tangki Pneutralizer, Asam fosfat (PA) mula-mula mengalami reaksi netralisasi menghasilkan slurry monommonium fosfat. Reaksi netralisasi selanjutnya pada preneutralizer adalah reaksi netralisasi asam sulfat (SA) dengan hasil reaksi berupa slurry ammonium sulfat (ZA).Slurry MAP (monoamonium fosfat)dan amonium sulfat dari preneutralizer R-303, didistribusikan ke granulator M-361 diatas lapisan padatan yang terdiri dari material recycle dan bahan baku padat (Urea, ZA, dan KCI ) yang diumpankan. NH3(l) + H3PO4  NH4H2PO4 + Q NH3(l) + NH4H2PO4  (NH4)2HPO4 + Q NH3 + H2SO4  (NH4)2SO4 + Q
  • 14.
    2. Granulasi Alat utamanyaadalah granulator yang berfungsi untuk membuat granul phonska akibat terjadinya reaksi kimia dan fisis antara bahan baku yang berbeda-beda karakteristiknya dan senyawa P2O5 selalu berasal dari asam fosfat. Semua bahan baku dan daur ulang diumpankan ke granulator. Asam sulfat diumpankan juga ke granulator pada lapisan padatan yang beraksi dengan sebagian amoniak cair. 3. Pengeringan Alat utamanya adalah dryer untuk mengeringkan produk dengan kadar air 1-1,5% dengan media udara panas suhu 150-170oC aliran searah. Udara keluar dryer mengandung amoniak dan uap air yang akan dibawa ke dryer scrubber, sedangkan debu produk dipisahkan di cyclone untuk dikembalikan ke granulator. 4. Pemilahan dan Penghancuran Produk Produk dari dryer dikirim ke double deck screen untuk dipilah-pilah sesuai dengan ukurannya. Produk oversize didaur ulang ke dalam pug mill. Produk yang onsize ukuran 2- 4 mm min 90% dicurahkan ke regulator bin.
  • 15.
    5. Perlakuan ProdukAkhir Produk onsize diumpankan ke polishing screen untuk memisahkan produk halus dengan suhu 70-90oC. Selanjutnya produk masuk fluid bed cooler untuk mencapai suhu <45oC. Produk ini kemudian diumpankan ke coater untuk pelapisan produk dengan coating agent agar tidak menggumpal, yang selanjutnya dikirim ke gudang produk dengan spesifikasi bentuk granul 2-4 mm 90%, kadar air 1,5% max. 6. Penyerapan Gas Peralatan menggunakan srubber 4 tahap untuk membersihkan gas buang dan menangkap unsur hara sebagai daur ulang. Pada pencucian tahap pertama digunakan granulator pre scrubber untuk menangkap gas dari granulator. Pencucian tahap kedua berupa 2 ventury scrubber yang fungsinya mencuci gas dari dryer cyclone, granulator, dan dedusting sistem. Tahap pencucian ketiga berupa gas scrubber yang fungsinya mencuci gas dari dua sistem scrubber sebelumnya. Tahap pencucian keempat berupa Tower Scrubber untuk menangkap gas buang yang lolos dari 3 sistem scrubber di atas.