KURVA STANDAR dan LARUTAN
STANDAR



by:
Restu Hidayat
(091710101100)
Kurva Standar
   Kurva standar merupakan kurva yang
  dibuat dari sederetan larutan standart
  yang masih dalam batas linieritas
  sehingga dapat diregresilinierkan.
  Fungsi :
  Biasanya digunakan untuk menunjukkan
  besarnya konsentrasi larutan sampel dari
  hasil pengukuran sehingga konsetrasi
  sampel larutan bisa diperoleh dengan
  mudah melalui kurva standart
 Kurva standart menunjukkan hubungan
  antara konsentrasi larutan ( sumbu-x)
  dengan absorbansi larutan (sumbu-y).
 Dari kurva standart akan dihasilkan suatu
  persamaan yang diregresilinierkan , yaitu
  persamaan y = mx + c, dengan m :
  kemiringan garis, dan c: konstanta
LARUTAN STANDAR


 Larutan standar merupaka suatu larutan yang
  telah diketahui konsentrasinya.
 Fungsi:
  digunakan pada analisis volumetrik
Kurva Standard dan Larutan
 Standar

Pada umumnya, Kurva standard dan
Larutan standard digunakan dalam
Standarisasi dan Kalibrasi pada alat
ataupun larutan dalam analisis kimia.
KALIBRASI

  Merupakan proses verifikasi bahwa suatu
  akurasi alat ukur sesuai dengan
  rancangannya.


Metode Kalibrasi

A.Kurva Kalibrasi (Kurva Baku)

B.Metode Adisi Standard

C.Metode Standard Internal
A. KURVA KALIBRASI




 Sejumlah larutan baku dengan dengan variasi konsentrasi disiapkan, kemudian
 diukur menggunakan instrumen, dan respon instrumen dicatat.
 1.   Penyiapan Kurva Kalibrasi
Gunakan metode regresi linier untuk
menghitung persamaan fitting y = mx + b
2. Interpretasi Kurva Kalibrasi

Gunakan persamaan fitting y = mx + b untuk menghitung konsentrasi sampel
                                   m = 0.0236 & b = -0.00881
                                       y = 0.0236x – 0.00881


                                              Sehingga:
                                             x = (y – b)/m
                                     x = (y + 0.00881)/0.0236


                                                  dan:
                       x (konsentrasi sampel) = (0.875+0.00881)/0.0236
                                                 = 37.4
B. METODE ADISI STANDARD
• Digunakan untuk analit dalam matriks yang kompleks, yg
  mengakibatkan terjadinya interferensi dalam respon instrumen (RI).
                   Contoh: darah, sedimen, serum, dll.
• Sering disebut juga metode SPIKING.
• Metode:
1. Siapkan beberapa aliquot identik, Vx, dari sampel.
2. Tambahkan sejumlah volume tertentu secara bervariasi, Vs,
   larutan baku yang telah diketahui konsentrasinya, cs, pada tiap
   aliquot.
3. Encerkan (add-kan) masing2 larutan hingga volume tertentu, Vt
4. Ukurlah dengan instrumen untuk mendapatkan respon
   instrumen, S
5. Hitung konsentrasi sampel, cx, dengan persamaan berikut:




       S =sinyal atau respon instrumen
        k = konstanta proporsionalitas
       Vs = volume standard yg ditambahkan
        cs = konsentrasi standard
       Vx = volume aliquot sampel
        cx = konsentrasi sample
       Vt = volume total pengenceran
Plot respon instrumen (S) vs volume standard
(Vs)
Untuk menghitung Konsentrasi Sampel,
gunakan kombinasi rumus :
Contoh: Metode Adisi Standard
Arsenik in suatu sampel biologi ditetapkan dengan metode adisi
standard.
10 mL aliquot sample dipipet ke dalam 5 buah labu takar 100
mL. Variasi volume dari standard 22.1 ppm ditambahkan ke
dalam 4 labu takar, masing2 diencerkan hingga batas.
Absorbansi masing2 larutan ditentukan. Hitunglah Konsentrasi
sampel !
Penggunaan Adisi Standard untuk
menghitung konsentrasi sampel



1) Buat 2 larutan yg mengandung aliquot sampel yg sama, tambahkan
   standar pada salah satu larutan. Encerkan hingga batas (100 mL)
2) Ukurlah respon instrumennya (absorbansi) pada kedua larutan.
3) Hitung konsentrasi sampel dengan persamaan berikut:
Dimana:
 S1 = respon instrumen
     sampel
 S2 = respon instrumen
     sampel + spike

Kurva standar dan larutan standar

  • 1.
    KURVA STANDAR danLARUTAN STANDAR by: Restu Hidayat (091710101100)
  • 2.
    Kurva Standar  Kurva standar merupakan kurva yang dibuat dari sederetan larutan standart yang masih dalam batas linieritas sehingga dapat diregresilinierkan. Fungsi : Biasanya digunakan untuk menunjukkan besarnya konsentrasi larutan sampel dari hasil pengukuran sehingga konsetrasi sampel larutan bisa diperoleh dengan mudah melalui kurva standart
  • 3.
     Kurva standartmenunjukkan hubungan antara konsentrasi larutan ( sumbu-x) dengan absorbansi larutan (sumbu-y).  Dari kurva standart akan dihasilkan suatu persamaan yang diregresilinierkan , yaitu persamaan y = mx + c, dengan m : kemiringan garis, dan c: konstanta
  • 4.
    LARUTAN STANDAR  Larutanstandar merupaka suatu larutan yang telah diketahui konsentrasinya.  Fungsi: digunakan pada analisis volumetrik
  • 5.
    Kurva Standard danLarutan Standar Pada umumnya, Kurva standard dan Larutan standard digunakan dalam Standarisasi dan Kalibrasi pada alat ataupun larutan dalam analisis kimia.
  • 6.
    KALIBRASI Merupakanproses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Metode Kalibrasi A.Kurva Kalibrasi (Kurva Baku) B.Metode Adisi Standard C.Metode Standard Internal
  • 7.
    A. KURVA KALIBRASI Sejumlah larutan baku dengan dengan variasi konsentrasi disiapkan, kemudian diukur menggunakan instrumen, dan respon instrumen dicatat. 1. Penyiapan Kurva Kalibrasi
  • 9.
    Gunakan metode regresilinier untuk menghitung persamaan fitting y = mx + b
  • 12.
    2. Interpretasi KurvaKalibrasi Gunakan persamaan fitting y = mx + b untuk menghitung konsentrasi sampel m = 0.0236 & b = -0.00881 y = 0.0236x – 0.00881 Sehingga: x = (y – b)/m x = (y + 0.00881)/0.0236 dan: x (konsentrasi sampel) = (0.875+0.00881)/0.0236 = 37.4
  • 13.
    B. METODE ADISISTANDARD • Digunakan untuk analit dalam matriks yang kompleks, yg mengakibatkan terjadinya interferensi dalam respon instrumen (RI).  Contoh: darah, sedimen, serum, dll. • Sering disebut juga metode SPIKING. • Metode: 1. Siapkan beberapa aliquot identik, Vx, dari sampel. 2. Tambahkan sejumlah volume tertentu secara bervariasi, Vs, larutan baku yang telah diketahui konsentrasinya, cs, pada tiap aliquot. 3. Encerkan (add-kan) masing2 larutan hingga volume tertentu, Vt 4. Ukurlah dengan instrumen untuk mendapatkan respon instrumen, S
  • 14.
    5. Hitung konsentrasisampel, cx, dengan persamaan berikut: S =sinyal atau respon instrumen k = konstanta proporsionalitas Vs = volume standard yg ditambahkan cs = konsentrasi standard Vx = volume aliquot sampel cx = konsentrasi sample Vt = volume total pengenceran
  • 15.
    Plot respon instrumen(S) vs volume standard (Vs)
  • 16.
    Untuk menghitung KonsentrasiSampel, gunakan kombinasi rumus :
  • 17.
    Contoh: Metode AdisiStandard Arsenik in suatu sampel biologi ditetapkan dengan metode adisi standard. 10 mL aliquot sample dipipet ke dalam 5 buah labu takar 100 mL. Variasi volume dari standard 22.1 ppm ditambahkan ke dalam 4 labu takar, masing2 diencerkan hingga batas. Absorbansi masing2 larutan ditentukan. Hitunglah Konsentrasi sampel !
  • 19.
    Penggunaan Adisi Standarduntuk menghitung konsentrasi sampel 1) Buat 2 larutan yg mengandung aliquot sampel yg sama, tambahkan standar pada salah satu larutan. Encerkan hingga batas (100 mL) 2) Ukurlah respon instrumennya (absorbansi) pada kedua larutan. 3) Hitung konsentrasi sampel dengan persamaan berikut:
  • 20.
    Dimana: S1 =respon instrumen sampel S2 = respon instrumen sampel + spike