KINEMATIKA GERAK
Drs. Agus Purnomo
aguspurnomosite.blogspot.com
Kinematika
• Mempelajari tentang gerak benda
tanpa memperhitungkan penyebab
gerak atau perubahan gerak.
• Asumsi bendanya sebagai benda titik
yaitu ukuran, bentuk, rotasi dan
getarannya diabaikan tetapi
massanya tidak(Sarojo, 2002)
• Pengertian dasar dari kinematika
benda titik adalah pengertian lintasan
hasil pengamatan gerak
• Keadaan gerak ditentukan oleh data
dari posisi (letak) pada setiap saat
Gerak yang Dipelajari
• Gerak 1 dimensi  lintasan berbentuk
garis lurus
Gerak lurus beraturan (GLB)
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
Gerak lurus berubah tidak beraturan
• Gerak 2 dimensi  lintasan berada dalam
sebuah bidang datar
Gerak melingkar
Gerak parabola
• Gerak 3 dimensi  lintasan berada dalam
ruang (tidak dibahas)
GERAK LURUS
3.1
PENDAHULUAN
 Suatu benda dikatakan bergerak bila kedudukannya
selalu berubah terhadap suatu acuan
 Ilmu yang mempelajari gerak tanpa mempersoalkan
penyebabnya disebut Kinematika
 Untuk menghindari terjadinya kerumitan gerakan benda
dapat didekati dengan analogi gerak partikel (benda titik)
 Gerak lurus disebut juga sebagai gerak satu dimensi
3.2
Besaran Fisika dalam Studi
Kinematika
• Perpindahan (displacement)
• Kecepatan (velocity)
• Percepatan (accelaration)
3.3
Perubahan kedudukan benda dalam selang waktu tertentu (tergantung sistem
koordinat).
Catatan:
Jarak Skalar
Panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh benda
o B
A
perpindahan
X1 X2
X = X2 – X1
A B
5 m
5 m
Contoh :
Benda bergerak dari A ke B (5 m) dan
kembali lagi ke A
Perpindahan (X) = 0
Jarak = 5 m + 5 m = 10 m
PERPINDAHAN, KECEPATAN DAN PERCEPATAN
1. Perpindahan  Vektor
Bila benda memerlukan waktu t untuk mengalami perpindahan X, maka :
t
x
t1 t2
x
x1
x2 Lintasan
t
B. Kecepatan Sesaat
Kecepatan rata-rata apabila selang waktu mendekati nol (kecepatan pada
suatu saat tertentu).
3.4
Vrata-rata = kemiringan garis yang menghubungkan X1 dan X2
Kecepatan Rata-rata =
Perpindahan
Waktu yang diperlukan
2. Kecepatan Vektor
A. Kecepatan Rata-rata
dt
dx
t
X
V
t
sesaat
=


=

 0
lim
t
X
t
t
X
X
V rata
rata


=
-
-
=
-
1
2
1
2
3.5
Catatan :
Kelajuan Skalar
Bila benda memerlukan waktu t untuk menempuh jarak X maka :
A. Percepatan Rata-rata
Perubahan kecepatan per satuan waktu.
B. Percepatan Sesaat
Perubahan kecepatan pada suatu saat tertentu
(percepatan rata-rata apabila selang waktu mendekati nol).
Kelajuan Rata-rata =
Jarak total yang ditempuh
Waktu yang diperlukan
3. Percepatan
t
V
t
t
V
V
a rata
rata


=
-
-
=
-
1
2
1
2
t
V
a
t 

=

 0
lim 2
2
dt
x
d
dt
dV
a =
=
t
X
V =
3.3 GERAK LURUS BERATURAN (GLB)
Gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap
X = x0 + vt
0
x0
x
t
V = Konstan
0
V = konstan
v
t
3.6
Posisi Kecepatan
Catatan : Percepatan (a) = 0
GERAK LURUS BERATURAN
11
GLB = geral lurus beraturan adalah gerak
benda yang memiliki lintasan berupa garis
lurus dengan kecepatan tetap (baik besar
maupun arahnya)
t
S
v = vt
S = vt
X
X 
= 0
Dimana X0 = posisi awal benda
3.7
3.4 GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)
Gerak lurus yang percepatannya tidak berubah (tetap)
terhadap waktu  dipercepat beraturan
Percepatan
0
a = konstan
a
t
a = Konstan
x
t
x = x0 + v0t + ½ at2
Posisi
v
t
v = v0 + at
Kecepatan
13
GLBB = gerak lurus berubah beraturan
adalah gerak benda yang memiliki lintasan
berupa garis dengan percepatan tetap.
Kecepatan :
Jarak
at
v
vt 
= 0
2
2
1
0 at
t
v
S 
=
aS
v
vt 2
2
0
2

=
GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN
 Merupakan contoh dari gerak lurus berubah beraturan
 Percepatan yang digunakan untuk benda jatuh bebas adalah
percepatan gravitasi (biasanya g = 9,8 m/det2)
 Sumbu koordinat yang dipakai adalah sumbu y
3.8
 Hati-hati mengambil acuan
 Arah ke atas positif (+)
 Arah ke bawah negatif (-)
3.5 GERAK JATUH BEBAS
v2 = v0
2 - 2g (y – y0)
y = y0 + vot – ½ gt2
v = v0 - gt
1. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 27 km/jam, kemudian mobil dipercepat
dengan percepatan 2 m/s2.
Hitunglah kecepatan mobil dan jarak yang ditempuhnya selama 5 detik setelah percepatan
tersebut.
Jawab :
Vo = 27 km/jam = 27000 m /3600s = 7,5 m/s
Xo = 0, a = 2 m/s2, t = 5 s
- Kecepatan mobil
V = Vo +at
= 7,5 + 2,5
= 17,5 m/s
- Jarak yang ditempuh mobil
X = Xo + Vo.t + 1/2a.t 2
= 62,5 m
V = 17,5 m/s
Xo = 0 X = 62,5 m
Vo = 7,5 m/s
Contoh Soal
3.9
• Percepatan bola ketika meninggalkan pemain adalah
a = -g.
• Kecepatan pada ketinggian maksimum adalah V = 0
Jawab :
t = (V-Vo)/g = (0 - 12) / (-9,8) = 1.2 s
V = Vo + gt
Waktu untuk mencapai ketinggian maksimum :
Ketinggian maksimum yang dicapai :
2 . Seorang pemain baseball melempar bola sepanjang sumbu Y dengan kecepatan
awal 12 m/s. Berapa waktu yang dibutuhkan bola untuk mencapai ketinggian
maksimum dan berapa ketinggian maksimum yang dapat dicapai bola tersebut?
Y=0
Y = 7,3 m
( )
( ) m
3
,
7
=
m/s
9.8
-
2
m/s
12
-
0
=
a
2
v
-
v
=
y 2
2
2
o
4.0
R
VP
P
Q
R
S
T
VQ
VR
VS
VT
Pada Gerak melingkar vektor (arah)
kecepatannya merupakan garis
singgung pada busur lingkaran
lintasannya. Vektor kecepatannya
berubah-ubah tetapi lajunya tetap.
Gerak melingkar dengan laju tetap
disebut .
Jumlah putaran tiap satuan waktu disebut
frekwensi ( f ) dengan satuan hertz (Hz) atau
RPM atau PPM. Hubungan atara Period
dengan frewensi dirumuskan :
f = 1/T
Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu
kali berputar disebut periode atau waktu edar (
T ) dengan satuan sekon atau detik
LAJU LINIER
V = S/t
S = panjang busur lingkaran
t = waktu tempuh
Untuk satu putaran S = 2pR
dan t = T
V = atau V =
V = laju linier ( m/s)
R = jari-jari lingkaran ( m )
T = period ( sekon )
f = frekwensi (Hz)
2pR
T
2pR.f
Gerak Melingkar Beraturan
LAJU LINIER
a
v
KECEPATAN SUDUT ( w )
q = w .t
q = lintasan sudut ( rad )
w = kecepatan sudut (rad/sekon = rad/s)
2 p = w .T
Untuk 1 periode
w =
2 p
T
w .= 2 p . f
KECEPATAN SUDUT ( w ) DENGAN
KECEPATAN LINIER ( V )
2p R
V =
T
V =
w
R
a
v Pada gerak melingkar beraturan benda
bergerak dengan lintasan berbentuk
lingkaran dengan jari-jari R. Selama
bergerak kecepatan (v) dan percepatan (a)
tetap tetapi arahnya berubah-berubah
ubah. Arah kecepatan selalu menyinggung
bidang lingkaran dan percepatan selalu
menuju ke pusat lingkaran sehingga
disebut percepatan sentripetal
Percepatan sentripetal dirumuskan
v2
a =
R
a = = w2 . R
w2 . R2
R
a =
4p2 .
R
T2
a = 4p2 .f2 .R
Benda yang bergerak melingkar beraturan mengalami
percepatan yang arahnya menuju ke pusat lingkaran,
besarnya sebanding dengan jari-jari lintasan dan
berbanding terbalik dengan kwadrat periodnya.
FS
Sebuah benda diikat dengan tali kemudian
diputar. Benda bergerak melingkar beraturan
dengan lintasan berbentuk lingkaran dengan
jari-jari R. Gerak benda ditahan oleh tali. Hal ini
berarti tali memberi gaya pada benda . Gaya ini
berasal dari gaya berat benda yang digantung .
Arah gaya sama dengan arah benang yaitu ke
pusat lingkaran dan disebut gaya sentripetal.
Menurut Hukum II Newton jika gaya
menimbulkan percepatan yang besarnya
sebanding dengan besar gaya yaitu :
FS = m.a
= m.(V2/R)
FS =
T = tegangan tali ( N )
FS = Gaya sentrifugal ( N )
m = massa benda ( kg )
a = percepatan sentripetal ( m/s2 )
R = jari-jari (m)
m .
4p2 .
R
T2
Sebuah benda bergerak melingkar
beraturan dengan jari-jari lintasan 50 cm
dan melakukan 6 putaran selama 3 menit.
Hitunglah :
a.Period putaran
b.Frekwensi putaran
c.Kecepatan sudut
d.Kecepatan linier
a
v
Penyelesaian :
Diketahui :
R = 50 cm = 0,5 m
n = 6 putaran
t = 3 menit
Ditanyakan :
a. T = ?
b. f = ?
c. w = ?
d. v = ?
Jawab :
a. T = t/n = 3/6 = ½ menit = 30 sekon
b. f = 1/T = 1/30 Hz
c. w = 2p . f = 2p . 1/30 = 1/15 p rad/s
d. v = w .R = 1/15p . 0,5 = 1/30 p m/s
Sebuah benda massanya 0,25 kg,
diikat pada ujung tali yang
panjangnya 0,5 m dan diputar
mendatar dengan 2 putaran tiap
sekon. Hitunglah :
a. Laju linier benda
b. Percepatan sentripetal benda
c. Gaya sentripetal pada benda
Penyelesaian :
Diketahui :
m = 0,25 kg ; R = 0,5 m ; f = 2 Hzt
Ditanyakan :
a. v = ?
b. aS = ?
c. FS = ?
Jawab :
a. v = 2p .R .f = 2p x 0,5 x 2 = 2p m/s
b. aS = = = 8 p2 m/s2
c. FS = m . aS = 0,25 x 8p2 = 2 p2 N
v2
R
(2p)2
0,5
as
Fs
v
Tiga roda A, B, dan C dirangkai seperti pada gambar. Masing-masing
berjari-jari 6 cm, 4 cm dan 8 cm. Roda A dan B dihubungkan dengan
rantai dan roda C seporos dengan roda B. Jika roda A berputar 2
putaran tiap detik, tentukan kecepatan linier roda C.
Penyelesaian :
Diketahui :
RA = 6 cm
RB = 4 cm
RC = 8 cm
fA = 2 Hz
Ditanyakan : vC = ?
Jawab :
Roda A: vA = 2p . RA. fA
= 2p x 6 x 2 = 24 p cm/s
Roda B : vB = vA
wB . RB = vA
wB = vA/ RB = 24 p / 4 = 6 p rad/s
Roda C : wC= wB = 6 p rad/s
vC = wC x RC = 6 p x 8 = 48 p cm/s
C
B
A
wB = wC
vA = vB
aguspurnomosite.blogspot.com
Kinematika Gerak

Kinematika Gerak

  • 1.
    KINEMATIKA GERAK Drs. AgusPurnomo aguspurnomosite.blogspot.com
  • 2.
    Kinematika • Mempelajari tentanggerak benda tanpa memperhitungkan penyebab gerak atau perubahan gerak. • Asumsi bendanya sebagai benda titik yaitu ukuran, bentuk, rotasi dan getarannya diabaikan tetapi massanya tidak(Sarojo, 2002) • Pengertian dasar dari kinematika benda titik adalah pengertian lintasan hasil pengamatan gerak • Keadaan gerak ditentukan oleh data dari posisi (letak) pada setiap saat
  • 3.
    Gerak yang Dipelajari •Gerak 1 dimensi  lintasan berbentuk garis lurus Gerak lurus beraturan (GLB) Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) Gerak lurus berubah tidak beraturan • Gerak 2 dimensi  lintasan berada dalam sebuah bidang datar Gerak melingkar Gerak parabola • Gerak 3 dimensi  lintasan berada dalam ruang (tidak dibahas)
  • 4.
  • 5.
    PENDAHULUAN  Suatu bendadikatakan bergerak bila kedudukannya selalu berubah terhadap suatu acuan  Ilmu yang mempelajari gerak tanpa mempersoalkan penyebabnya disebut Kinematika  Untuk menghindari terjadinya kerumitan gerakan benda dapat didekati dengan analogi gerak partikel (benda titik)  Gerak lurus disebut juga sebagai gerak satu dimensi 3.2
  • 6.
    Besaran Fisika dalamStudi Kinematika • Perpindahan (displacement) • Kecepatan (velocity) • Percepatan (accelaration)
  • 7.
    3.3 Perubahan kedudukan bendadalam selang waktu tertentu (tergantung sistem koordinat). Catatan: Jarak Skalar Panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh benda o B A perpindahan X1 X2 X = X2 – X1 A B 5 m 5 m Contoh : Benda bergerak dari A ke B (5 m) dan kembali lagi ke A Perpindahan (X) = 0 Jarak = 5 m + 5 m = 10 m PERPINDAHAN, KECEPATAN DAN PERCEPATAN 1. Perpindahan  Vektor
  • 8.
    Bila benda memerlukanwaktu t untuk mengalami perpindahan X, maka : t x t1 t2 x x1 x2 Lintasan t B. Kecepatan Sesaat Kecepatan rata-rata apabila selang waktu mendekati nol (kecepatan pada suatu saat tertentu). 3.4 Vrata-rata = kemiringan garis yang menghubungkan X1 dan X2 Kecepatan Rata-rata = Perpindahan Waktu yang diperlukan 2. Kecepatan Vektor A. Kecepatan Rata-rata dt dx t X V t sesaat =   =   0 lim t X t t X X V rata rata   = - - = - 1 2 1 2
  • 9.
    3.5 Catatan : Kelajuan Skalar Bilabenda memerlukan waktu t untuk menempuh jarak X maka : A. Percepatan Rata-rata Perubahan kecepatan per satuan waktu. B. Percepatan Sesaat Perubahan kecepatan pada suatu saat tertentu (percepatan rata-rata apabila selang waktu mendekati nol). Kelajuan Rata-rata = Jarak total yang ditempuh Waktu yang diperlukan 3. Percepatan t V t t V V a rata rata   = - - = - 1 2 1 2 t V a t   =   0 lim 2 2 dt x d dt dV a = = t X V =
  • 10.
    3.3 GERAK LURUSBERATURAN (GLB) Gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap X = x0 + vt 0 x0 x t V = Konstan 0 V = konstan v t 3.6 Posisi Kecepatan Catatan : Percepatan (a) = 0
  • 11.
    GERAK LURUS BERATURAN 11 GLB= geral lurus beraturan adalah gerak benda yang memiliki lintasan berupa garis lurus dengan kecepatan tetap (baik besar maupun arahnya) t S v = vt S = vt X X  = 0 Dimana X0 = posisi awal benda
  • 12.
    3.7 3.4 GERAK LURUSBERUBAH BERATURAN (GLBB) Gerak lurus yang percepatannya tidak berubah (tetap) terhadap waktu  dipercepat beraturan Percepatan 0 a = konstan a t a = Konstan x t x = x0 + v0t + ½ at2 Posisi v t v = v0 + at Kecepatan
  • 13.
    13 GLBB = geraklurus berubah beraturan adalah gerak benda yang memiliki lintasan berupa garis dengan percepatan tetap. Kecepatan : Jarak at v vt  = 0 2 2 1 0 at t v S  = aS v vt 2 2 0 2  = GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN
  • 14.
     Merupakan contohdari gerak lurus berubah beraturan  Percepatan yang digunakan untuk benda jatuh bebas adalah percepatan gravitasi (biasanya g = 9,8 m/det2)  Sumbu koordinat yang dipakai adalah sumbu y 3.8  Hati-hati mengambil acuan  Arah ke atas positif (+)  Arah ke bawah negatif (-) 3.5 GERAK JATUH BEBAS v2 = v0 2 - 2g (y – y0) y = y0 + vot – ½ gt2 v = v0 - gt
  • 15.
    1. Sebuah mobilbergerak dengan kecepatan 27 km/jam, kemudian mobil dipercepat dengan percepatan 2 m/s2. Hitunglah kecepatan mobil dan jarak yang ditempuhnya selama 5 detik setelah percepatan tersebut. Jawab : Vo = 27 km/jam = 27000 m /3600s = 7,5 m/s Xo = 0, a = 2 m/s2, t = 5 s - Kecepatan mobil V = Vo +at = 7,5 + 2,5 = 17,5 m/s - Jarak yang ditempuh mobil X = Xo + Vo.t + 1/2a.t 2 = 62,5 m V = 17,5 m/s Xo = 0 X = 62,5 m Vo = 7,5 m/s Contoh Soal 3.9
  • 16.
    • Percepatan bolaketika meninggalkan pemain adalah a = -g. • Kecepatan pada ketinggian maksimum adalah V = 0 Jawab : t = (V-Vo)/g = (0 - 12) / (-9,8) = 1.2 s V = Vo + gt Waktu untuk mencapai ketinggian maksimum : Ketinggian maksimum yang dicapai : 2 . Seorang pemain baseball melempar bola sepanjang sumbu Y dengan kecepatan awal 12 m/s. Berapa waktu yang dibutuhkan bola untuk mencapai ketinggian maksimum dan berapa ketinggian maksimum yang dapat dicapai bola tersebut? Y=0 Y = 7,3 m ( ) ( ) m 3 , 7 = m/s 9.8 - 2 m/s 12 - 0 = a 2 v - v = y 2 2 2 o 4.0
  • 18.
    R VP P Q R S T VQ VR VS VT Pada Gerak melingkarvektor (arah) kecepatannya merupakan garis singgung pada busur lingkaran lintasannya. Vektor kecepatannya berubah-ubah tetapi lajunya tetap. Gerak melingkar dengan laju tetap disebut . Jumlah putaran tiap satuan waktu disebut frekwensi ( f ) dengan satuan hertz (Hz) atau RPM atau PPM. Hubungan atara Period dengan frewensi dirumuskan : f = 1/T Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali berputar disebut periode atau waktu edar ( T ) dengan satuan sekon atau detik LAJU LINIER V = S/t S = panjang busur lingkaran t = waktu tempuh Untuk satu putaran S = 2pR dan t = T V = atau V = V = laju linier ( m/s) R = jari-jari lingkaran ( m ) T = period ( sekon ) f = frekwensi (Hz) 2pR T 2pR.f Gerak Melingkar Beraturan LAJU LINIER
  • 19.
    a v KECEPATAN SUDUT (w ) q = w .t q = lintasan sudut ( rad ) w = kecepatan sudut (rad/sekon = rad/s) 2 p = w .T Untuk 1 periode w = 2 p T w .= 2 p . f KECEPATAN SUDUT ( w ) DENGAN KECEPATAN LINIER ( V ) 2p R V = T V = w R
  • 20.
    a v Pada gerakmelingkar beraturan benda bergerak dengan lintasan berbentuk lingkaran dengan jari-jari R. Selama bergerak kecepatan (v) dan percepatan (a) tetap tetapi arahnya berubah-berubah ubah. Arah kecepatan selalu menyinggung bidang lingkaran dan percepatan selalu menuju ke pusat lingkaran sehingga disebut percepatan sentripetal Percepatan sentripetal dirumuskan v2 a = R a = = w2 . R w2 . R2 R a = 4p2 . R T2 a = 4p2 .f2 .R Benda yang bergerak melingkar beraturan mengalami percepatan yang arahnya menuju ke pusat lingkaran, besarnya sebanding dengan jari-jari lintasan dan berbanding terbalik dengan kwadrat periodnya.
  • 21.
    FS Sebuah benda diikatdengan tali kemudian diputar. Benda bergerak melingkar beraturan dengan lintasan berbentuk lingkaran dengan jari-jari R. Gerak benda ditahan oleh tali. Hal ini berarti tali memberi gaya pada benda . Gaya ini berasal dari gaya berat benda yang digantung . Arah gaya sama dengan arah benang yaitu ke pusat lingkaran dan disebut gaya sentripetal. Menurut Hukum II Newton jika gaya menimbulkan percepatan yang besarnya sebanding dengan besar gaya yaitu : FS = m.a = m.(V2/R) FS = T = tegangan tali ( N ) FS = Gaya sentrifugal ( N ) m = massa benda ( kg ) a = percepatan sentripetal ( m/s2 ) R = jari-jari (m) m . 4p2 . R T2
  • 22.
    Sebuah benda bergerakmelingkar beraturan dengan jari-jari lintasan 50 cm dan melakukan 6 putaran selama 3 menit. Hitunglah : a.Period putaran b.Frekwensi putaran c.Kecepatan sudut d.Kecepatan linier a v Penyelesaian : Diketahui : R = 50 cm = 0,5 m n = 6 putaran t = 3 menit Ditanyakan : a. T = ? b. f = ? c. w = ? d. v = ? Jawab : a. T = t/n = 3/6 = ½ menit = 30 sekon b. f = 1/T = 1/30 Hz c. w = 2p . f = 2p . 1/30 = 1/15 p rad/s d. v = w .R = 1/15p . 0,5 = 1/30 p m/s
  • 23.
    Sebuah benda massanya0,25 kg, diikat pada ujung tali yang panjangnya 0,5 m dan diputar mendatar dengan 2 putaran tiap sekon. Hitunglah : a. Laju linier benda b. Percepatan sentripetal benda c. Gaya sentripetal pada benda Penyelesaian : Diketahui : m = 0,25 kg ; R = 0,5 m ; f = 2 Hzt Ditanyakan : a. v = ? b. aS = ? c. FS = ? Jawab : a. v = 2p .R .f = 2p x 0,5 x 2 = 2p m/s b. aS = = = 8 p2 m/s2 c. FS = m . aS = 0,25 x 8p2 = 2 p2 N v2 R (2p)2 0,5 as Fs v
  • 24.
    Tiga roda A,B, dan C dirangkai seperti pada gambar. Masing-masing berjari-jari 6 cm, 4 cm dan 8 cm. Roda A dan B dihubungkan dengan rantai dan roda C seporos dengan roda B. Jika roda A berputar 2 putaran tiap detik, tentukan kecepatan linier roda C. Penyelesaian : Diketahui : RA = 6 cm RB = 4 cm RC = 8 cm fA = 2 Hz Ditanyakan : vC = ? Jawab : Roda A: vA = 2p . RA. fA = 2p x 6 x 2 = 24 p cm/s Roda B : vB = vA wB . RB = vA wB = vA/ RB = 24 p / 4 = 6 p rad/s Roda C : wC= wB = 6 p rad/s vC = wC x RC = 6 p x 8 = 48 p cm/s C B A wB = wC vA = vB
  • 25.