KESIAPAN GURU 
MENGAJAR 
MULYONO
KESIAPAN MENGAJAR GURU 
 Untuk mencapai suatu pekerjaan, seseorang perlu memiliki kesiapan akan segala sesuatu yang 
diperlukan dalam pelaksaan tugas tersebut, baik kesiapan fisik, kesiapan mental maupun 
kesiapan secara segi kognitif. 
 Hal ini berlaku juga bagi seorang guru yang berperan sebagai pemberi pelajaran kepada siswa 
dalam proses belajar mengajar harus selalu membekali diri dengan persiapan sebelum 
mengajar. 
 Kesiapan dalam kamus psikologi diartikan suatu titik kematangan untuk menerima atau 
mempraktekan tingkah laku tertentu (Dali Gulo : 1983).
 Suharsimi Arikunto (2001: 54), memberikan arti terhadap kesiapan dari seorang guru bahwa kesiapan 
adalah suatu kompetensi sehingga seseorang yang mempunyai kompetensi berarti seseorang tersebut 
memiliki kesiapan yang cukup untuk berbuat sesuatu. 
 Sebagai contoh, seorang calon guru dikatakan mempunyai kesiapan mengajar praktik kelistrikan otomotif 
jika guru tersebut mempunyai cukup pengetahuan tentang cara pengukuran dan perawatan komponen-komponen 
kelistrikan otomotif.
TIGA HAL POKOK PELAKSANAAN STRATEGI MENGAJAR 
 Tahap mengajar (merencanakan rencana belajar), 
 Menggunakan atau pendekatan mengajar (alat peraga) dan 
 Tahap ketiga prinsip mengajar (persiapan mental).
 Mempersiapkan diri sebelum mengajar menurut tiga aspek tersebut akan membuat pengajar 
siap serta penuh percaya diri untuk memasuki ruangan kelas, karena pengajar tersebut telah 
mengetahui cara yang akan digunakan untuk menjelaskan bahan pelajaran. 
 Hal ini sejalan dengan pendapat Siti Nuryati (2005) dalam penelitiannya yang berkaitan dengan 
kesiapan pembelajaran community college menyatakan bahwa kesiapan mengajar adalah 
potensi yang dimana potensi tersebut dimiliki oleh guru.
 Potensi-potensi tesebut pada dasarnya sama dengan yang dikemukakan oleh Nana Sudjana 
(1999). 
 Persiapan yang baik sangat perlu untuk mendapatkan atau memperoleh hasil yang maksimal. 
 Ketiga tahapan tersebut harus ditempuh pada setiap saat melak-sanakan pengajaran. 
 Satu tahap ditinggalkan, sebenarnya tidak dapat dikatakan proses pengajaran.
KONSEP PERSIAPAN DALAM MELAKSANAKAN PROSES BELAJAR 
MENGAJAR 
Konsep yang sangat baik, namun implementasi dalam 
proses persiapan ini memerlukan waktu yang cukup 
panjang. 
Perubahan zaman dan perubahan teknologi pendidikan 
menuntut perubahan pola pikir, sikap serta nilai-nilai 
dari setiap individu yang ikut di dalamnya.
KESIAPAN MENGAJAR 
Strategi mengajar yang merupakan tindakan guru 
melaksanakan rencana mengajar. 
 Usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel 
pengajaran (tujuan, bahan metode dan alat serta 
evaluasi) agar dapat mempengaruhi para siswa 
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
PENGERTIAN KESIAPAN MENGAJAR 
 Suatu titik kematangan atau keadaan yang diperlukan untuk melakukan sesuatu kegiatan 
mengorganisasi lingkungan dengan baik yang menetapkan guru sebagai fasilitator untuk 
membantu siswa agar dapat belajar dan kegiatan tersebut terikat oleh suatu tujuan tertentu. 
 Tindakan nyata dari guru atau praktik guru melaksanakan pengajaran melalui cara tertentu 
yang dinilai lebih efektif dan efisien.
STRATEGI MENGAJAR 
 Politik atau taktik yang digunakan guru dalam melaksanakan praktik mengajar. 
 Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki guru adalah kemampuan dalam 
merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar . 
 Kemampuan ini dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar.
 Belajar dan mengajar terjadi pada saat berlangsungnya interaksi antara guru dengan siswa 
untuk mencapai tujuan pengajaran. 
 Sebagai proses, belajar dan mengajar memerlukan perencanaan yang seksama, yakni 
mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan, bahan pengajaran, kegiatan belajar-mengajar, metode 
dan alat bantu mengajar serta penilaian evaluasi. 
 Pada tahap berikutnya adalah tindakan atau praktik mengajar.
4 HAL YANG HARUS DIKUASAI OLEH GURU 
a) Menguasai bahan belajar. 
b) Kemampuan mendiagnosa tingkah laku siswa. 
c) Kemampuan melaksanakan proses pengajaran. 
d) Kemampuan mengukur hasil belajar siswa.
KOMPETENSI GURU DAPAT MENJADI TIGA BIDANG 
(1. KOMPETENSI BIDANG KOGNITIF/KEMAMPUAN INTELEKTUAL) 
 Seperti penguasaan materi pelajaran, 
 Pengetahuan mengenai belajar dan tingkah laku individu, 
 Pengetahuan tentang bimbingan penyuluhan, 
 Pengetahuan tentang administrasi kelas, 
 Pengetahuan tentang cara menilai hasil belajar siswa, 
 Pengetahuan tentang kemasyarakatan serta pengetahuan umum lainnya.
KOMPETENSI BIDANG SIKAP 
 Artinya kesiapan dan kesediaan guru terhadap berbagai hal yang berkenaan dengan tugas dan 
profesinya. 
 Misalkan sikap menghargai yang pekerjaannya. 
 Mencintai dan memiliki perasaan senang terhadap mata pelajaran yang dibinanya. 
 Sikap toleransi terhadap sesama teman profesinya, memiliki kemauan yang keras untuk 
meningkatkan hasil pekerjaannya.
KOMPETENSI PERILAKU/PERFORMANCE 
 Artinya guru dalam berbagai keterampilan/berperilaku, seperti keterampilan mengajar, 
membimbing, menilai, menggunakan alat bantu pengajaran, bergaul atau berkomunikasi 
dengan siswa, keterampilan menumbuhkan semangat belajar para siswa, keterampilan 
menyusun persiapan / perencaan mengajar, keterampilan melaksanakan adaministrasi kelas 
dan lain-lain. 
 Perbedaan dengan kompetensi kognitif terletak dalam sifatnya. Kalau kompetensi kognitif 
berkenaan perilaku yang diutamakan adalah praktik/ keterampilan.
 Penjelasan seorang guru harus mampu memfokuskan perhatian dan membuat tertarik pada 
demonstrasi. 
 Setelah itu mengemukakan tujuan demonstrasi/peragaan, menunjukan butir-butir 
keselamatan kerja. 
 Demonstrasi/ peragaan yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah jangan sampai salah 
dalam memberikan peragaan, karena akan menimbulkan pengaruh negatif. Asimilasi, setelah 
siswa melihat, menerima, mengerti apa yang diperagakan, maka siswa mencoba praktik.
PERSYARATAN MEJADI GURU 
 Undang undang no 14 tahun 2005 pasal 8 mengatakan bahwa guru wajib memiliki 
kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, 
serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 
 Kesiapan guru mengajar praktik dapat disimpulkan suatu proses belajar mengajar 
dimana materi yang akan diberikan, membimbing siswa dan mengatasi hambatan 
selama pembelajaran praktik berlangsung telah dikuasai guru sehingga siswa dapat 
belajar dan kegiatan tersebut terkait oleh suatu tujuan.
 Untuk mengukur kualifikasi guru, kesiapan materi yang akan diberikan, kesiapan perencaan 
pembelajaran dan kemampuan menggunakan media/alat praktik yang digunakan selama 
praktik berlangsung.
TUGAS GURU 
1) selalu mengawasi hasil praktik siswa, 
2) menguji siswa bila hasilnya baik, 
3) memberikan konsep yang benar dan yang salah. 
Penilaian pada tahap ini siswa perlu diberikan skema penilaian yang jelas agar siswa mengetahui 
kelemahannya dan kemajuannya, serta agar siswa mengetahui keterampilan mana yang harus lebih 
ditekuni.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN MENGAJAR 
GURU 
 Penelitian yang pernah dilakukan oleh Prihastuti E (2007) tentang kesipan kerja guru 
melaksanakan program life skill, menyebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi dalam 
kesiapan kerja dari seorang guru adalah motivasi. 
 Motivasi yang dimaksud adalah motivasi untuk meningkatkan pengalaman dari guru tersebut. 
 Pengalaman tersebut berupa mengikuti sebuah pelatihan dan penataran yang mana semakin 
banyak diperoleh melalui lamanya mengajar.
PENGALAMAN KERJA GURU 
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa pengalaman adalah 
guru yang baik. 
Orang akan banyak belajar dari pengalaman yang telah 
dialaminya, akan menjadi sesuatu yang janggal jika orang 
telah berpengalaman akan mengulangi suatu yang telah 
dilaksanakan kalau tidak menguntungkan.
 Untuk mencapai kualitas yang baik sesuai dengan harapan guru memerlukan pengalaman-pengalaman 
dalam waktu yang sangat panjang. 
 Lamanya waktu guru mengisinya dengan pengalaman dalam mengajar adalah disebut 
pengalaman mengajar. 
 Pengalaman mengajar adalah masa kerja dalam setahun. Pengalaman mengajar adalah 
lamanya guru mengajarkan pelajaran. 
 Seorang guru yang banyak pengalaman dalam mengajar akan mudah dalam melaksanakan 
kegiatan belajar mengajar akan lebih berkualitas.
PENGAJAR BERKUALITAS 
1) Dapat menjangkau tiga kemampuan hasil belajar, baik kognitif, 
afektif maupun psikomotorik. 
2) Sesuai dengan tujuan instruksional. 
3) Terjadi proses belajar pada siswa.
1) Terjadi perubahan tingkah laku yang positif. 
2) Untuk menjangkau kualitas mengajar yang baik diperlukan 
pengalaman mengajar yang lama. 
3) Pengalaman mengajar menunjukkan pada lamanya guru 
mengajar pada bidang yang diajarkan.
MASA KERJA SEORANG GURU 
 Dapat menggambarkan pengalaman mengajar tentunya berkaitan dengan kemampuan 
menguasai teknologi pengajaran. 
 Seorang guru yang dapat menganalisis masalah, mencari alternatif pemecahan masalah yang 
berkaitan dengan kegiatan proses belajar mengajar.
KEUNTUNGAN GURU BANYAK PENGALAMAN MENGAJAR 
 Mampu menyusun persiapan mengajar dengan cepat dan tepat. 
 Mudah beradaptasi dengan siswa dalam mengajar. 
 Responsif terhadap masalah-masalah pengajaran terutama yang berkaitan dengan proses 
belajar mengajar. 
 Fleksibel dalam menggunakan media pengajaran 
 Mudah memacu siswa untuk berprestasi.
 Pengalaman mengajar seorang guru berhubungan dengan kesiapan mengajar. 
 Makin banyak pengalaman mengajar akan semakin siap mengajarnya. 
 Seorang guru yang banyak pengalaman mengajarnya akan mampu mengatasi kesulitan-kesulitan 
yang timbul dalam dunia pengajaran. 
 Guru yang mempunyai pengalaman mengajar cukup lama akan mampu meningkatkan mutu 
pengajaran, sehingga pengajaran akan semakin terkontrol dan terkendali.
 Pengalaman mengajar mempunyai pengaruh terhadap kesiapan mengajar seorang guru. 
 Dalam rangka meningkatkan mutu lulusan SMK agar dapat bekerja di dalam dunia industri 
diperlukan peran serta dari seorang guru. 
 Guru yang diikutkan dalam hal ini adalah guru yang mau melakukan persiapan pengajaran.
 Guru yang yang siap untuk melakukan proses mengajar adalah guru yang profesional. 
 Guru-guru SMK dituntut untuk memperluas wawasan dan pengalaman sesuai dengan kenyataan 
yang ada dilapangan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan baik di sekolah maupun industri. 
 Adanya pengalaman kerja yang tinggi akan berdampak bahwa guru SMK semakin siap untuk 
melaksanakan pembelajaran.
Thank You

Kesiapan guru mengajar

  • 1.
  • 2.
    KESIAPAN MENGAJAR GURU  Untuk mencapai suatu pekerjaan, seseorang perlu memiliki kesiapan akan segala sesuatu yang diperlukan dalam pelaksaan tugas tersebut, baik kesiapan fisik, kesiapan mental maupun kesiapan secara segi kognitif.  Hal ini berlaku juga bagi seorang guru yang berperan sebagai pemberi pelajaran kepada siswa dalam proses belajar mengajar harus selalu membekali diri dengan persiapan sebelum mengajar.  Kesiapan dalam kamus psikologi diartikan suatu titik kematangan untuk menerima atau mempraktekan tingkah laku tertentu (Dali Gulo : 1983).
  • 3.
     Suharsimi Arikunto(2001: 54), memberikan arti terhadap kesiapan dari seorang guru bahwa kesiapan adalah suatu kompetensi sehingga seseorang yang mempunyai kompetensi berarti seseorang tersebut memiliki kesiapan yang cukup untuk berbuat sesuatu.  Sebagai contoh, seorang calon guru dikatakan mempunyai kesiapan mengajar praktik kelistrikan otomotif jika guru tersebut mempunyai cukup pengetahuan tentang cara pengukuran dan perawatan komponen-komponen kelistrikan otomotif.
  • 4.
    TIGA HAL POKOKPELAKSANAAN STRATEGI MENGAJAR  Tahap mengajar (merencanakan rencana belajar),  Menggunakan atau pendekatan mengajar (alat peraga) dan  Tahap ketiga prinsip mengajar (persiapan mental).
  • 5.
     Mempersiapkan dirisebelum mengajar menurut tiga aspek tersebut akan membuat pengajar siap serta penuh percaya diri untuk memasuki ruangan kelas, karena pengajar tersebut telah mengetahui cara yang akan digunakan untuk menjelaskan bahan pelajaran.  Hal ini sejalan dengan pendapat Siti Nuryati (2005) dalam penelitiannya yang berkaitan dengan kesiapan pembelajaran community college menyatakan bahwa kesiapan mengajar adalah potensi yang dimana potensi tersebut dimiliki oleh guru.
  • 6.
     Potensi-potensi tesebutpada dasarnya sama dengan yang dikemukakan oleh Nana Sudjana (1999).  Persiapan yang baik sangat perlu untuk mendapatkan atau memperoleh hasil yang maksimal.  Ketiga tahapan tersebut harus ditempuh pada setiap saat melak-sanakan pengajaran.  Satu tahap ditinggalkan, sebenarnya tidak dapat dikatakan proses pengajaran.
  • 7.
    KONSEP PERSIAPAN DALAMMELAKSANAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Konsep yang sangat baik, namun implementasi dalam proses persiapan ini memerlukan waktu yang cukup panjang. Perubahan zaman dan perubahan teknologi pendidikan menuntut perubahan pola pikir, sikap serta nilai-nilai dari setiap individu yang ikut di dalamnya.
  • 8.
    KESIAPAN MENGAJAR Strategimengajar yang merupakan tindakan guru melaksanakan rencana mengajar.  Usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel pengajaran (tujuan, bahan metode dan alat serta evaluasi) agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • 9.
    PENGERTIAN KESIAPAN MENGAJAR  Suatu titik kematangan atau keadaan yang diperlukan untuk melakukan sesuatu kegiatan mengorganisasi lingkungan dengan baik yang menetapkan guru sebagai fasilitator untuk membantu siswa agar dapat belajar dan kegiatan tersebut terikat oleh suatu tujuan tertentu.  Tindakan nyata dari guru atau praktik guru melaksanakan pengajaran melalui cara tertentu yang dinilai lebih efektif dan efisien.
  • 10.
    STRATEGI MENGAJAR Politik atau taktik yang digunakan guru dalam melaksanakan praktik mengajar.  Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki guru adalah kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar .  Kemampuan ini dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar.
  • 11.
     Belajar danmengajar terjadi pada saat berlangsungnya interaksi antara guru dengan siswa untuk mencapai tujuan pengajaran.  Sebagai proses, belajar dan mengajar memerlukan perencanaan yang seksama, yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan, bahan pengajaran, kegiatan belajar-mengajar, metode dan alat bantu mengajar serta penilaian evaluasi.  Pada tahap berikutnya adalah tindakan atau praktik mengajar.
  • 12.
    4 HAL YANGHARUS DIKUASAI OLEH GURU a) Menguasai bahan belajar. b) Kemampuan mendiagnosa tingkah laku siswa. c) Kemampuan melaksanakan proses pengajaran. d) Kemampuan mengukur hasil belajar siswa.
  • 13.
    KOMPETENSI GURU DAPATMENJADI TIGA BIDANG (1. KOMPETENSI BIDANG KOGNITIF/KEMAMPUAN INTELEKTUAL)  Seperti penguasaan materi pelajaran,  Pengetahuan mengenai belajar dan tingkah laku individu,  Pengetahuan tentang bimbingan penyuluhan,  Pengetahuan tentang administrasi kelas,  Pengetahuan tentang cara menilai hasil belajar siswa,  Pengetahuan tentang kemasyarakatan serta pengetahuan umum lainnya.
  • 14.
    KOMPETENSI BIDANG SIKAP  Artinya kesiapan dan kesediaan guru terhadap berbagai hal yang berkenaan dengan tugas dan profesinya.  Misalkan sikap menghargai yang pekerjaannya.  Mencintai dan memiliki perasaan senang terhadap mata pelajaran yang dibinanya.  Sikap toleransi terhadap sesama teman profesinya, memiliki kemauan yang keras untuk meningkatkan hasil pekerjaannya.
  • 15.
    KOMPETENSI PERILAKU/PERFORMANCE Artinya guru dalam berbagai keterampilan/berperilaku, seperti keterampilan mengajar, membimbing, menilai, menggunakan alat bantu pengajaran, bergaul atau berkomunikasi dengan siswa, keterampilan menumbuhkan semangat belajar para siswa, keterampilan menyusun persiapan / perencaan mengajar, keterampilan melaksanakan adaministrasi kelas dan lain-lain.  Perbedaan dengan kompetensi kognitif terletak dalam sifatnya. Kalau kompetensi kognitif berkenaan perilaku yang diutamakan adalah praktik/ keterampilan.
  • 16.
     Penjelasan seorangguru harus mampu memfokuskan perhatian dan membuat tertarik pada demonstrasi.  Setelah itu mengemukakan tujuan demonstrasi/peragaan, menunjukan butir-butir keselamatan kerja.  Demonstrasi/ peragaan yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah jangan sampai salah dalam memberikan peragaan, karena akan menimbulkan pengaruh negatif. Asimilasi, setelah siswa melihat, menerima, mengerti apa yang diperagakan, maka siswa mencoba praktik.
  • 17.
    PERSYARATAN MEJADI GURU  Undang undang no 14 tahun 2005 pasal 8 mengatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.  Kesiapan guru mengajar praktik dapat disimpulkan suatu proses belajar mengajar dimana materi yang akan diberikan, membimbing siswa dan mengatasi hambatan selama pembelajaran praktik berlangsung telah dikuasai guru sehingga siswa dapat belajar dan kegiatan tersebut terkait oleh suatu tujuan.
  • 18.
     Untuk mengukurkualifikasi guru, kesiapan materi yang akan diberikan, kesiapan perencaan pembelajaran dan kemampuan menggunakan media/alat praktik yang digunakan selama praktik berlangsung.
  • 19.
    TUGAS GURU 1)selalu mengawasi hasil praktik siswa, 2) menguji siswa bila hasilnya baik, 3) memberikan konsep yang benar dan yang salah. Penilaian pada tahap ini siswa perlu diberikan skema penilaian yang jelas agar siswa mengetahui kelemahannya dan kemajuannya, serta agar siswa mengetahui keterampilan mana yang harus lebih ditekuni.
  • 20.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIKESIAPAN MENGAJAR GURU  Penelitian yang pernah dilakukan oleh Prihastuti E (2007) tentang kesipan kerja guru melaksanakan program life skill, menyebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi dalam kesiapan kerja dari seorang guru adalah motivasi.  Motivasi yang dimaksud adalah motivasi untuk meningkatkan pengalaman dari guru tersebut.  Pengalaman tersebut berupa mengikuti sebuah pelatihan dan penataran yang mana semakin banyak diperoleh melalui lamanya mengajar.
  • 21.
    PENGALAMAN KERJA GURU Ada ungkapan yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang baik. Orang akan banyak belajar dari pengalaman yang telah dialaminya, akan menjadi sesuatu yang janggal jika orang telah berpengalaman akan mengulangi suatu yang telah dilaksanakan kalau tidak menguntungkan.
  • 22.
     Untuk mencapaikualitas yang baik sesuai dengan harapan guru memerlukan pengalaman-pengalaman dalam waktu yang sangat panjang.  Lamanya waktu guru mengisinya dengan pengalaman dalam mengajar adalah disebut pengalaman mengajar.  Pengalaman mengajar adalah masa kerja dalam setahun. Pengalaman mengajar adalah lamanya guru mengajarkan pelajaran.  Seorang guru yang banyak pengalaman dalam mengajar akan mudah dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar akan lebih berkualitas.
  • 23.
    PENGAJAR BERKUALITAS 1)Dapat menjangkau tiga kemampuan hasil belajar, baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. 2) Sesuai dengan tujuan instruksional. 3) Terjadi proses belajar pada siswa.
  • 24.
    1) Terjadi perubahantingkah laku yang positif. 2) Untuk menjangkau kualitas mengajar yang baik diperlukan pengalaman mengajar yang lama. 3) Pengalaman mengajar menunjukkan pada lamanya guru mengajar pada bidang yang diajarkan.
  • 25.
    MASA KERJA SEORANGGURU  Dapat menggambarkan pengalaman mengajar tentunya berkaitan dengan kemampuan menguasai teknologi pengajaran.  Seorang guru yang dapat menganalisis masalah, mencari alternatif pemecahan masalah yang berkaitan dengan kegiatan proses belajar mengajar.
  • 26.
    KEUNTUNGAN GURU BANYAKPENGALAMAN MENGAJAR  Mampu menyusun persiapan mengajar dengan cepat dan tepat.  Mudah beradaptasi dengan siswa dalam mengajar.  Responsif terhadap masalah-masalah pengajaran terutama yang berkaitan dengan proses belajar mengajar.  Fleksibel dalam menggunakan media pengajaran  Mudah memacu siswa untuk berprestasi.
  • 27.
     Pengalaman mengajarseorang guru berhubungan dengan kesiapan mengajar.  Makin banyak pengalaman mengajar akan semakin siap mengajarnya.  Seorang guru yang banyak pengalaman mengajarnya akan mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang timbul dalam dunia pengajaran.  Guru yang mempunyai pengalaman mengajar cukup lama akan mampu meningkatkan mutu pengajaran, sehingga pengajaran akan semakin terkontrol dan terkendali.
  • 28.
     Pengalaman mengajarmempunyai pengaruh terhadap kesiapan mengajar seorang guru.  Dalam rangka meningkatkan mutu lulusan SMK agar dapat bekerja di dalam dunia industri diperlukan peran serta dari seorang guru.  Guru yang diikutkan dalam hal ini adalah guru yang mau melakukan persiapan pengajaran.
  • 29.
     Guru yangyang siap untuk melakukan proses mengajar adalah guru yang profesional.  Guru-guru SMK dituntut untuk memperluas wawasan dan pengalaman sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan baik di sekolah maupun industri.  Adanya pengalaman kerja yang tinggi akan berdampak bahwa guru SMK semakin siap untuk melaksanakan pembelajaran.
  • 30.