TES DIAGNOSTIK
FUNGSI KARAK-TERISTIK POSISI LANGKAH PENGERTIAN PELAKSANAAN TES DIAGNOSTIK
Tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan tindak lanjut berupa perlakuan yang tepat dan sesuai dengan kelemahan/masalah yang dimiliki siswa.  PENGERTIAN TES DIAGNOSTIK
GURU DOKTER DIAGNOSIS TERAPI TES  DIAGNOS TIK T INDAK LANJUT ANALOGI DOKTER DAN GURU
Fungsi Tes Diagnostik mengidentifikasi masalah  atau kesulitan yang dialami siswa  merencanakan tindak lanjut  berupa upaya-upaya  pemecahan  sesuai masalah atau kesulitan  yang telah teridentifikasi
KARAKTERISTIK TES DIAGNOSTIK D irancang untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa, karena itu format dan respons yang dijaring harus memiliki fungsi diagnostik D ikembangkan berdasar analisis terhadap sumber-sumber kesalahan atau kesulitan
KARAKTERISTIK TES DIAGNOSTIK M enggunakan soal-soal bentuk  supply response  sehingga mampu menangkap informasi secara lengkap Bila mengunakan bentuk selected response harus disertakan penjelasan mengapa memilih jawaban tertentu sehingga dapat meminimalisir jawaban tebakan, dan dapat ditentukan  “penyakit”  dan  cara “mengobatinya”   D isertai rancangan tindak lanjut (pengobatan) sesuai dengan kesulitan (penyakit) yang teridentifikasi.
POSISI TES DIAGNOSTIK TES FORMATIF Untuk memantau kemajuan belajar Apakah siswa mencapai hasil belajar yang diharapkan? Melanjutkan pembelajaran ke kompetensi dasar berikutnya TES DIAGNOSTIK TIPE B MEMBERIKAN  UMPAN BALIK TES DIAGNOSTIK  TIPE A Tindak lanjut Memberikan remedial secara individu maupun kelompok TIDAK YA
LANGKAH-LANGKAH  PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK   Mengidentifikasi kompetensi dasar yang belum tercapai ketuntasannya. Menentukan kemungkinan sumber masalah Menentukan  bentuk dan jumlah soal yang sesuai Menyusun kisi-kisi soal Menulis soal Mereviu soal  Menyusun kriteria penilaian
Pelaksanaan Tes Diagnostik 1 2 3 Tes Diagnostik 1   Dilakukan u ntuk mengetahui apakah siswa telah mempunyai pengetahuan prasyarat  . Tes Diagnostik 2 Dilakukan saat siswa s udah mulai masuk pada materi pelajaran tertentu. Dilakukan untuk mengetahui bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang menimbulkan masalah bagi siswa Tes Diagnostik 3 Dilakukan saat  siswa akan mengakhiri pelajaran tetapi masih tersedia waktu untuk memberikan perlakuan atau remidial seandainya ditemukan permasalahan atau kesulitan-kesulitan belajar .
CONTOH KISI-KISI TES DIAGNOSTIK Pilihan Ganda Disajikan dua benda dengan massa berbeda dijatuhkan dari ketinggian yang sama, siswa dapat membandingkan waktu yang dibutuhkan kedua benda tersebut untuk sampai di tanah   Terjadi miskonsepsi karena pengaruh  in tuisi  Gerak jatuh bebas Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan  dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 1. Bentuk & No. Soal   Indikator Soal Kemungkinan Sumber Masalah Materi Kompetensi Dasar No
CONTOH SOAL TES DIAGNOSTIK   Soal  Dua buah benda A dan B  dan C  memiliki massa berbeda, benda A lebih berat dibandingkan benda B.  B lebih berat dari pada C  Bila ke tiga  benda tersebut dijatuhkan secara bersamaan dari ketinggian yang sama, maka:  a.  benda A jatuh lebih dulu b.  benda B jatuh lebih dulu c. benda C jatuh lebih dulu d. benda A  ,  B  dan C jatuh secara bersamaan Alasan memilih jawaban di atas: ___________ ____________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________
INTERPRETASI   Ketidakmampuan menjawab soal ini dengan benar umumnya karena pemahaman siswa tentang gerak jatuh dipengaruhi oleh  intuisi. Secara intuitif, semakin berat suatu benda semakin cepat mencapai tanah, sehingga siswa yang pemahamannya belum kokoh akan memilih option a) benda A jatuh lebih dulu. Padahal secara empiris dan analitis, untuk gerak jatuh bebas berlaku formula  Dari formula ini terlihat bahwa waktu jatuh ( t ) hanya dipengaruhi oleh ketinggian ( h ) dan percepatan gravitasi ( g ), tidak dipengaruhi oleh massa atau berat. Siswa yang tidak dapat menjawab soal ini berarti mengalami miskonsepsi.
TINDAK LANJUT   Pengalaman empirik menunjukkan bahwa miskonsepsi seperti pada   soal di atas tidak efektif bila diatasi hanya melalui pemberian   informasi atau penjelasan.  Karena itu, ada dua hal yang bisa dilakukan: Siswa yang mengalami miskonsepsi diajak melakukan pengamatan secara  langsung melalui kegiatan eksperimen , misalnya menggunakan kelereng  dan uang logam .  Dilatihkan soal-soal pemecahan masalah yang menerapkan persamaan .  Pelatihan lebih ditekankan pada pemahaman fisis bahwa waktu jatuh ( t )  hanya dipengaruhi oleh ketinggian ( h ) dan percepatan gravitasi ( g ).
Selesai

TEST DIAGNOSTIK

  • 1.
  • 2.
    FUNGSI KARAK-TERISTIK POSISILANGKAH PENGERTIAN PELAKSANAAN TES DIAGNOSTIK
  • 3.
    Tes yang digunakanuntuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan tindak lanjut berupa perlakuan yang tepat dan sesuai dengan kelemahan/masalah yang dimiliki siswa. PENGERTIAN TES DIAGNOSTIK
  • 4.
    GURU DOKTER DIAGNOSISTERAPI TES DIAGNOS TIK T INDAK LANJUT ANALOGI DOKTER DAN GURU
  • 5.
    Fungsi Tes Diagnostikmengidentifikasi masalah atau kesulitan yang dialami siswa merencanakan tindak lanjut berupa upaya-upaya pemecahan sesuai masalah atau kesulitan yang telah teridentifikasi
  • 6.
    KARAKTERISTIK TES DIAGNOSTIKD irancang untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa, karena itu format dan respons yang dijaring harus memiliki fungsi diagnostik D ikembangkan berdasar analisis terhadap sumber-sumber kesalahan atau kesulitan
  • 7.
    KARAKTERISTIK TES DIAGNOSTIKM enggunakan soal-soal bentuk supply response sehingga mampu menangkap informasi secara lengkap Bila mengunakan bentuk selected response harus disertakan penjelasan mengapa memilih jawaban tertentu sehingga dapat meminimalisir jawaban tebakan, dan dapat ditentukan “penyakit” dan cara “mengobatinya” D isertai rancangan tindak lanjut (pengobatan) sesuai dengan kesulitan (penyakit) yang teridentifikasi.
  • 8.
    POSISI TES DIAGNOSTIKTES FORMATIF Untuk memantau kemajuan belajar Apakah siswa mencapai hasil belajar yang diharapkan? Melanjutkan pembelajaran ke kompetensi dasar berikutnya TES DIAGNOSTIK TIPE B MEMBERIKAN UMPAN BALIK TES DIAGNOSTIK TIPE A Tindak lanjut Memberikan remedial secara individu maupun kelompok TIDAK YA
  • 9.
    LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGANTES DIAGNOSTIK Mengidentifikasi kompetensi dasar yang belum tercapai ketuntasannya. Menentukan kemungkinan sumber masalah Menentukan bentuk dan jumlah soal yang sesuai Menyusun kisi-kisi soal Menulis soal Mereviu soal Menyusun kriteria penilaian
  • 10.
    Pelaksanaan Tes Diagnostik1 2 3 Tes Diagnostik 1 Dilakukan u ntuk mengetahui apakah siswa telah mempunyai pengetahuan prasyarat . Tes Diagnostik 2 Dilakukan saat siswa s udah mulai masuk pada materi pelajaran tertentu. Dilakukan untuk mengetahui bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang menimbulkan masalah bagi siswa Tes Diagnostik 3 Dilakukan saat siswa akan mengakhiri pelajaran tetapi masih tersedia waktu untuk memberikan perlakuan atau remidial seandainya ditemukan permasalahan atau kesulitan-kesulitan belajar .
  • 11.
    CONTOH KISI-KISI TESDIAGNOSTIK Pilihan Ganda Disajikan dua benda dengan massa berbeda dijatuhkan dari ketinggian yang sama, siswa dapat membandingkan waktu yang dibutuhkan kedua benda tersebut untuk sampai di tanah Terjadi miskonsepsi karena pengaruh in tuisi Gerak jatuh bebas Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 1. Bentuk & No. Soal Indikator Soal Kemungkinan Sumber Masalah Materi Kompetensi Dasar No
  • 12.
    CONTOH SOAL TESDIAGNOSTIK Soal Dua buah benda A dan B dan C memiliki massa berbeda, benda A lebih berat dibandingkan benda B. B lebih berat dari pada C Bila ke tiga benda tersebut dijatuhkan secara bersamaan dari ketinggian yang sama, maka: a. benda A jatuh lebih dulu b. benda B jatuh lebih dulu c. benda C jatuh lebih dulu d. benda A , B dan C jatuh secara bersamaan Alasan memilih jawaban di atas: ___________ ____________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________
  • 13.
    INTERPRETASI Ketidakmampuan menjawab soal ini dengan benar umumnya karena pemahaman siswa tentang gerak jatuh dipengaruhi oleh intuisi. Secara intuitif, semakin berat suatu benda semakin cepat mencapai tanah, sehingga siswa yang pemahamannya belum kokoh akan memilih option a) benda A jatuh lebih dulu. Padahal secara empiris dan analitis, untuk gerak jatuh bebas berlaku formula Dari formula ini terlihat bahwa waktu jatuh ( t ) hanya dipengaruhi oleh ketinggian ( h ) dan percepatan gravitasi ( g ), tidak dipengaruhi oleh massa atau berat. Siswa yang tidak dapat menjawab soal ini berarti mengalami miskonsepsi.
  • 14.
    TINDAK LANJUT Pengalaman empirik menunjukkan bahwa miskonsepsi seperti pada soal di atas tidak efektif bila diatasi hanya melalui pemberian informasi atau penjelasan. Karena itu, ada dua hal yang bisa dilakukan: Siswa yang mengalami miskonsepsi diajak melakukan pengamatan secara langsung melalui kegiatan eksperimen , misalnya menggunakan kelereng dan uang logam . Dilatihkan soal-soal pemecahan masalah yang menerapkan persamaan . Pelatihan lebih ditekankan pada pemahaman fisis bahwa waktu jatuh ( t ) hanya dipengaruhi oleh ketinggian ( h ) dan percepatan gravitasi ( g ).
  • 15.