MODUL 3 SKENARIO 2 PENYAKIT JANTUNG BAWAAN
KELOMPOK 7 A
BLOK KARDIOVASKULAR
Pembimbing: dr. Irmayanti
NAMA-NAMA KELOMPOK 7A
Sity Rahma Darman
Nirma Rahayu HS
Muh. Iqbal Djamaluddin
Jurianah Semme
Andi Muh. Syukur
Fadel Maulana Al Qadri A.
Fierda Eka Pratiwi
Yusprasi Kasim
Wa Ian Maryati
Muhammad Husrang
Ainil Maksura
Nurhasanah Wahab
Andi Najmiah Hafsah
SKENARIO 2
Seorang anak laki-laki 4 tahun datang dengan
keluhan sering terlihat sesak dan mudah capek bila
bermain. Hal ini sudah dialami sejak bayi. Anak tidak
pernah terlihat biru. Anak sering menderita batuk-pilek
berulang dan berkeringat banyak. Pada pemeriksaan
fisis ditemukan: perawakan kecil dan kurus. Sianosis (-).
Nadi dan tekanan darah normal. Pemeriksaan toraks:
terlihat voussure cardiac (+). Aktivitas ventrikel kiri dan
kanan meningkat. Thrill teraba di LSB 4. BJ: 1 dan 2
terdengar mengeras. Terdengar bising pansistol derajat
4/6, p.m. di LSB 4 menyebar ke RSB, aksiler, dan
suprasternal. Arteri femoralis teraba normal. Tidak
terdapat jari tabuh.
KATA SULIT
•PERUBAHAN WARNA KULIT DAN MEMBRAN MUKOSA MENJADI
KEBIRUAN KARENA MENINGKATNYA HEMOGLOBIN
TERDEOKSIGENASI DALAM DARAH YANG MASUK KE JARINGAN.
SIANOSIS
•PENONJOLAN SETEMPAT YANG LEBAR DI DAERAH PRECORDIUM
DI ANTARA STERNUM DAN APEKS CORDIS, KADANG-KADANG
MEMPERLIHATKAN PULSASI JANTUNG.
VOUSSURE
CARDIAC
•VIBRASI YANG BERFREKUENSI RENDAH YANG DIHUBUNGKAN
DENGAN BISING JANTUNG YANG KERAS.THRILL
•TIMBUL SEBAGAI AKIBAT ALIRAN BALIK YANG MELALUI BAGIAN
JANTUNG YANG MASIH TERBUKA SAAT FASE SISTOL.
BISING
PANSISTOL
•TERJADI OBLITERASI SUDUT ANTARA KUKU DAN LIPATAN KULIT,
KONVEKSITAS KUKU MENJADI BERLEBIHAN DAN TERJADI
PELEBARAN DAN PENEBALAN FALANGS TERMINAL JARI
TANGAN MAUPUN JARI KAKI.
JARI TABUH
KATA KUNCI
• Seorang anak laki-laki 4 tahun.
• Sering terlihat sesak dan mudah capek bila bermain,
sudah dialami sejak bayi.
• Anak tidak pernah terlihat biru.
• Anak sering menderita batuk-pilek berulang dan
berkeringat banyak.
• Pada pemeriksaan fisis ditemukan: perawakan kecil
dan kurus.
• Sianosis (-).
• Nadi dan tekanan darah normal.
• Pemeriksaan toraks: terlihat voussure cardiac (+).
KATA KUNCI (Lanjutan)
• Aktivitas ventrikel kiri dan kanan meningkat.
• Thrill teraba di LSB 4.
• BJ: 1 dan 2 terdengar mengeras.
• Terdengar bising pansistol derajat 4/6, p.m.
di LSB 4 menyebar ke RSB, aksiler, dan
suprasternal.
• Arteri femoralis teraba normal.
• Tidak terdapat jari tabuh.
PERTANYAAN
1. Bagaimana sirkulasi janin?
2. Jelaskan mengapa:
 Batuk dan pilek berulang.
 Berkeringat banyak, sesak, dan mudah capek bila
bermain.
 Terlihat voussure cardiac (+), aktivitas ventrikel kiri dan
kanan meningkat, thrill teraba di LSB 4, BJ: 1 dan 2
terdengar mengeras, terdengar bising pansistol derajat
4/6, p.m. di LSB 4 menyebar ke RSB, aksiler, dan
suprasternal.
3. Apakah penyakit yang diderita mempengaruhi
pertumbuhan anak?
4. Jelaskan langkah-langkah diagnosis!
5. Jelaskan Differential Diagnosisnya!
SIRKULASI JANIN
Patomekanisme Berkeringat Banyak
Stimulasi
Saraf Simpatis
Aktivitas
Jantung
Meningkat
Kerja Ginjal
Terhambat,
Ekskresi
melalui Ginjal
Tidak
Maksimal
Berkeringat
Banyak dan
Mudah Capek
PATOMEKANISME BATUK, SESAK, DAN PILEK BERULANG
Volum Darah
Ventrikel Kanan
Meningkat
Volum Darah di
Paru-Paru
meningkat
Bendungan di
Paru-Paru
Sesak, Batuk,
Dan Pilek
Berulang
PERTUMBUHAN ANAK TERHAMBAT
ASUPAN KALORI
YANG TIDAK
ADEKUAT
PENGARUH
HORMON
PERTUMBUHAN
MALABSORPSI
Pada palpasi pasien dapat ditemukan adanya
gerakan jantung menyentuh dinding dada
terutama jika terdapat aktifitas yang
meningkat atau pembesaran ventrikel atau
juga ketidak teraturan kontraksi ventrikel.
• Terabanya thrill disebabkan oleh dua faktor yaitu
adanya getaran dari bising jantung itu sendiri
maupun getaran yang berasal dari bising nafas.
• Adanya bising pansistolic 4/6 pm dari LBS
melebar ke RBS, axiller dan suprasternal
khususnya pada penderita VSD disebabkan
adanya aliran pirau yang biasanya disertai
takipneu yang terjadi pada fase ejeksi dimana
terjadi aliran dari ventrikel kiri ke ventrikel kanan.
• Terjadinya penonjolan pada bagian hemitoraks
ki, hamper selalu terdapat pada kelainan
jantung bawaan atau kelainan jantung karena
demam reumatik, terutama berkaitan dengan
aktifitas berlebihan jantung pada masa
pertumbuhan anak. Sehingga kemungkinan
terjadinya penonjolan lebih besar karena pada
masa pertumbuhan tersebut dinding dada
pada anak belum berkembang betul.
Pada penyakit jantung bawaan dimana terjadi defek
diantara ruangan jantung, mengakibatkan hipertensi
pada salah satu atau lebih di ruangan jantung tersebut.
Pada penyakit VSD khususnya, dimana terjadi
hipertensi pulmonal yang disebabkan karena pirau dari
ventrikel kiri menyebabkan peningkatan bunyi jantung
kedua (S2). Sementara bunyi jantung pertama (S1)
mengeras disebabkan oleh hipertensi pada ventrikel
kanan yang akan merangsang penutupan katup
trikuspidalis lebih keras sehingga tidak terjadi aliran
balik dari vebtrikel kanan ke atrium kanan
LANGKAH-LANGKAH DIAGNOSIS
Anamnesis
RIWAYAT PENDERITA
• Data pribadi meliputi:
– Nama
– Umur
– Jenis Kelamin
– Pekerjaan
– Alamat
• Tanggal Pemeriksaan
• Keluhan utama
• Riwayat penyakit sekarang
• Riwayat penyakit lainnya
• Riwayat sebelum sakit:
– Riwayat penyakit dahulu
– Riwayat trauma
– Riwayat pengobatan
– Riwayat operasi
• Riwayat sistem tubuh lainnya
• Riwayat keluarga
• Latar belakang sosial dan pekerjaan
LANGKAH-LANGKAH DIAGNOSIS (lanjutan)
PEMERIKSAAN FISIS
Inspeksi
• Voussure Cardiac, ictus.
Palpasi
• Lokalisasi punctum maksimum, frekuensi dan
kualitas pulsasi, thrill.
Perkusi
• Batas-batas jantung.
Auskultasi
• Bunyi jantung, bising jantung, gesekan pericard.
LANGKAH-LANGKAH DIAGNOSIS (lanjutan)
PEMERIKSAAN penunjang
Elektrokardiografi
Radiologi (Foto
Rontgen Dada)
Ekokardiografi
MRI (Magnetic
Resonance
Imaging)
Kateterisasi
Radioisotop
dengan
Radioangiografi
Angiografi
JENIS PENYAKIT DEFINISI
Defek Sekat Ventikel
Keadaan dimana terjadi defek pada bagian septum
antar atrium sehingga terjadi komunikasi langsung
antara atrium kiri dan kanan. Klasifikasi:
Perimembranosus, muskular, Double commited
suarterial ventricular septal defect.
Defek Sekat Atrium
Kelainan jantung dimana terjadi defek sekat
antarventrikel pada berbagai lokasi. Klasifikasi: DSA
sekundum, DSA dengan defek sinus venosus
superior, DSA primum.
Duktus Arteriosus Paten
Suatu kelainan dimana vaskular yang
menghubungkan arteri pulmonal dan aorta pada
fase fetal tetap paten sampai lahir. Klasifikasi: silent,
kecil, moderat , dan besar .
Stenosis Pulmonal
Keadaan dimana katup pulmonal kaku sehingga
tidak membuka sempurna saat diastol, dapat
disebabkan oleh kelainan kongenital maupun
didapat.
JENIS PENYAKIT GEJALA KLINIS
Defek Sekat Ventikel
Tergantung ukuran defek dan umur saat ditemukan,
pada DSV kecil: bising pansistolik. DSV besar: Dispnu,
gangguan pertumbuhan.
Defek Sekat Atrium
Sesak nafas, sering capek, infeksi nafas berulang,
berdebar-debar.
Duktus Arteriosus Paten
Shunt duktus kecil: bising, shunt duktus besar: gejala
gagal jantung kongestif/hipertensi pulmonal, bising
tidak khas. Gradasi: silent, kecil, moderat
(pembesaran atrium dan ventrikel kiri, hipertensi
pulmonal), besar (jari tabuh).
Stenosis Pulmonal
Ringan: biasanya tanpa keluhan, bising sistolik. Berat:
kadang tanpa keluhan, dyspnoe d’ effort, rasa lelah
yang berlebihan, gagal jantung kanan, sinkop, nyeri
dada, sindrom Noonan (badan pendek, dada seperti
perisai, leher berselaput), sianosis, DSA, thrill sistolik,
teraba impuls ventrikel kanan di parasternal, bising
sistolik, suara jantung kedua pecah.
JENIS PENYAKIT HEMODINAMIK / Patofisiologi
Defek Sekat Ventikel
Terjadi aliran darah dari ventrikel kiri ke ventrikel
kanan, terjadi percampuran darah arteri dan vena
tanpa sianosis.
Defek Sekat Atrium
Akibat yang timbul karena adanya defek septum
atrium sangat tergantung dari besar dan lamanya
pirau serta resistensi vaskular paru. Arah aliran dari
atrium kiri dan kanan akan menuju ventrikel kanan
sehingga terjadi beban volume berlebihan di atrium
dan ventrikel kanan sementara volume di atrium dan
ventrikel kiri tetap / menurun.
Duktus Arteriosus Paten
Tergantung dari beberapa faktor yaitu resistensi
pembuluh darah paru, derajat prematuritas, dan
kemampuan fungsional ventrikel kiri yang
mengalami beban volume.
Stenosis Pulmonal
Terjadi perbedaan tekanan fase sistolik antara ruang
ventrikel kanan dan arteri pulmonalis. Gangguan
hemodinamik biasnya baru terjadi jika obstruksi
katup pulmonal mencapai 60 % atau lebih.
Defek Sekat Ventikel
Defek Sekat Atrium
Duktus Arteriosus Paten
Stenosis Pulmonal
Klasifikasi defek sekat ventrikel
• Ukuran defek < 1/3 annulus aorta, terjadi
gradien yang signifikan antara ventrikel kiri dan
kanan (> 64 mmHg), berbagai variasi aliran dari
kiri ke kanan, tekanan sistol ventrikel kanan dan
resistensi pulmonanl normal.
DSV kecil (‘maladie
de Roger’),
• Gradien berkisar 36 mmHg, besar defek sekitar
½ annulus aorta, awalnya derajat aliran dari kiri
ke kanan bersifat sedang berat, resistensi
vaskular paru meningkat, tekanan sistolik
ventrikel kanan meningkat, ukuran atrium dan
ventrikel kiri membesar.
DSV moderat
dengan restriksi
• Tekanan sistol ventrikel kiri dan kanan sama,
terjadi aliran dari kanan ke kiri (fisiologi
Eisenmenger).DSV besar non
restriktif
JENIS PENYAKIT PENATALAKSANAAN
Defek Sekat Ventikel
Pemberian antibiotik profilaksi, DSV menyebabkan
gagal jantung kongestif: digoksin, diuretik. Ada
hipertensi pulmonal: kateterisasi. Penutupan DSV:
alat payung dari kateter jantung .
Defek Sekat Atrium
Penutupan DSA: alat payung-ganda yang dimasukkan
dengan kateter jantung. Antibiotik profilaksis.
Duktus Arteriosus Paten
Intervensi dengan kateter, operasi dianjurkan pada
DAP yang besar. Profilaksis antibiotik.
Stenosis Pulmonal
Pasien yang membutuhkan tidakan operasi:
antibiotik profilaksis. SP berat dengan gagal jantung
kanan: valvulotomi. Pasien tidak memungkinkan
operasi: digitalis. Pemberian diuretika secara hati-
hati. Obstruksi: dilatasi balon perkutan katup
pulmonal.
DAFTAR PUSTAKA
1. Ghanie ali. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid II edisi V. interna publishing : Jakarta
pusat. Hal 1779-1790
2. Gray. Huon H dkk. 2003. Lecture Note kardiologi edisi 4. Erlangga: Jakarta. hal. 1-7
3. Gray. Huon H dkk. 2003. Lecture Note kardiologi edisi 4. Erlangga: Jakarta. hal. 8-29
4. Gray. Huon H dkk. 2003. Lecture Note kardiologi edisi 4. Erlangga: Jakarta. hal. 258-270
5. Lauralee Sherwood dkk. 2002. Fisiologi manusia dari sel ke system edisi 6. Penerbit Buku
Kedokteran EGC : Jakarta. hal 713
6. Guyton Hall. 2002. Buku Ajar KARDIOLOGI. Penerbit EGC :Jakarta. hal 27-28 dan 232
7. Tim penyusun. 2009. Buku Penuntun Instruktur Clinical Skill Lab Sistem Kardiovascular.
Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia: Makassar. Hal 3-15
8. Sanusi, Harsinen. 2007. Ilmu Diagnostik Fisik Interna. Makassar: Aesculapius
9. Dorland, William Alexander Newman. 2012. Kamus Kedokteran Dorland. Jakarta: EGC.
10. http://www.heartcenter.co.id/list-artikel/74-nutrisianak.html
Kelompok 7a Penyakit Jantung Bawaan

Kelompok 7a Penyakit Jantung Bawaan

  • 1.
    MODUL 3 SKENARIO2 PENYAKIT JANTUNG BAWAAN KELOMPOK 7 A BLOK KARDIOVASKULAR Pembimbing: dr. Irmayanti
  • 2.
    NAMA-NAMA KELOMPOK 7A SityRahma Darman Nirma Rahayu HS Muh. Iqbal Djamaluddin Jurianah Semme Andi Muh. Syukur Fadel Maulana Al Qadri A. Fierda Eka Pratiwi Yusprasi Kasim Wa Ian Maryati Muhammad Husrang Ainil Maksura Nurhasanah Wahab Andi Najmiah Hafsah
  • 3.
    SKENARIO 2 Seorang anaklaki-laki 4 tahun datang dengan keluhan sering terlihat sesak dan mudah capek bila bermain. Hal ini sudah dialami sejak bayi. Anak tidak pernah terlihat biru. Anak sering menderita batuk-pilek berulang dan berkeringat banyak. Pada pemeriksaan fisis ditemukan: perawakan kecil dan kurus. Sianosis (-). Nadi dan tekanan darah normal. Pemeriksaan toraks: terlihat voussure cardiac (+). Aktivitas ventrikel kiri dan kanan meningkat. Thrill teraba di LSB 4. BJ: 1 dan 2 terdengar mengeras. Terdengar bising pansistol derajat 4/6, p.m. di LSB 4 menyebar ke RSB, aksiler, dan suprasternal. Arteri femoralis teraba normal. Tidak terdapat jari tabuh.
  • 4.
    KATA SULIT •PERUBAHAN WARNAKULIT DAN MEMBRAN MUKOSA MENJADI KEBIRUAN KARENA MENINGKATNYA HEMOGLOBIN TERDEOKSIGENASI DALAM DARAH YANG MASUK KE JARINGAN. SIANOSIS •PENONJOLAN SETEMPAT YANG LEBAR DI DAERAH PRECORDIUM DI ANTARA STERNUM DAN APEKS CORDIS, KADANG-KADANG MEMPERLIHATKAN PULSASI JANTUNG. VOUSSURE CARDIAC •VIBRASI YANG BERFREKUENSI RENDAH YANG DIHUBUNGKAN DENGAN BISING JANTUNG YANG KERAS.THRILL •TIMBUL SEBAGAI AKIBAT ALIRAN BALIK YANG MELALUI BAGIAN JANTUNG YANG MASIH TERBUKA SAAT FASE SISTOL. BISING PANSISTOL •TERJADI OBLITERASI SUDUT ANTARA KUKU DAN LIPATAN KULIT, KONVEKSITAS KUKU MENJADI BERLEBIHAN DAN TERJADI PELEBARAN DAN PENEBALAN FALANGS TERMINAL JARI TANGAN MAUPUN JARI KAKI. JARI TABUH
  • 5.
    KATA KUNCI • Seoranganak laki-laki 4 tahun. • Sering terlihat sesak dan mudah capek bila bermain, sudah dialami sejak bayi. • Anak tidak pernah terlihat biru. • Anak sering menderita batuk-pilek berulang dan berkeringat banyak. • Pada pemeriksaan fisis ditemukan: perawakan kecil dan kurus. • Sianosis (-). • Nadi dan tekanan darah normal. • Pemeriksaan toraks: terlihat voussure cardiac (+).
  • 6.
    KATA KUNCI (Lanjutan) •Aktivitas ventrikel kiri dan kanan meningkat. • Thrill teraba di LSB 4. • BJ: 1 dan 2 terdengar mengeras. • Terdengar bising pansistol derajat 4/6, p.m. di LSB 4 menyebar ke RSB, aksiler, dan suprasternal. • Arteri femoralis teraba normal. • Tidak terdapat jari tabuh.
  • 7.
    PERTANYAAN 1. Bagaimana sirkulasijanin? 2. Jelaskan mengapa:  Batuk dan pilek berulang.  Berkeringat banyak, sesak, dan mudah capek bila bermain.  Terlihat voussure cardiac (+), aktivitas ventrikel kiri dan kanan meningkat, thrill teraba di LSB 4, BJ: 1 dan 2 terdengar mengeras, terdengar bising pansistol derajat 4/6, p.m. di LSB 4 menyebar ke RSB, aksiler, dan suprasternal. 3. Apakah penyakit yang diderita mempengaruhi pertumbuhan anak? 4. Jelaskan langkah-langkah diagnosis! 5. Jelaskan Differential Diagnosisnya!
  • 8.
  • 9.
    Patomekanisme Berkeringat Banyak Stimulasi SarafSimpatis Aktivitas Jantung Meningkat Kerja Ginjal Terhambat, Ekskresi melalui Ginjal Tidak Maksimal Berkeringat Banyak dan Mudah Capek
  • 10.
    PATOMEKANISME BATUK, SESAK,DAN PILEK BERULANG Volum Darah Ventrikel Kanan Meningkat Volum Darah di Paru-Paru meningkat Bendungan di Paru-Paru Sesak, Batuk, Dan Pilek Berulang
  • 11.
    PERTUMBUHAN ANAK TERHAMBAT ASUPANKALORI YANG TIDAK ADEKUAT PENGARUH HORMON PERTUMBUHAN MALABSORPSI
  • 12.
    Pada palpasi pasiendapat ditemukan adanya gerakan jantung menyentuh dinding dada terutama jika terdapat aktifitas yang meningkat atau pembesaran ventrikel atau juga ketidak teraturan kontraksi ventrikel.
  • 13.
    • Terabanya thrilldisebabkan oleh dua faktor yaitu adanya getaran dari bising jantung itu sendiri maupun getaran yang berasal dari bising nafas. • Adanya bising pansistolic 4/6 pm dari LBS melebar ke RBS, axiller dan suprasternal khususnya pada penderita VSD disebabkan adanya aliran pirau yang biasanya disertai takipneu yang terjadi pada fase ejeksi dimana terjadi aliran dari ventrikel kiri ke ventrikel kanan.
  • 14.
    • Terjadinya penonjolanpada bagian hemitoraks ki, hamper selalu terdapat pada kelainan jantung bawaan atau kelainan jantung karena demam reumatik, terutama berkaitan dengan aktifitas berlebihan jantung pada masa pertumbuhan anak. Sehingga kemungkinan terjadinya penonjolan lebih besar karena pada masa pertumbuhan tersebut dinding dada pada anak belum berkembang betul.
  • 15.
    Pada penyakit jantungbawaan dimana terjadi defek diantara ruangan jantung, mengakibatkan hipertensi pada salah satu atau lebih di ruangan jantung tersebut. Pada penyakit VSD khususnya, dimana terjadi hipertensi pulmonal yang disebabkan karena pirau dari ventrikel kiri menyebabkan peningkatan bunyi jantung kedua (S2). Sementara bunyi jantung pertama (S1) mengeras disebabkan oleh hipertensi pada ventrikel kanan yang akan merangsang penutupan katup trikuspidalis lebih keras sehingga tidak terjadi aliran balik dari vebtrikel kanan ke atrium kanan
  • 16.
    LANGKAH-LANGKAH DIAGNOSIS Anamnesis RIWAYAT PENDERITA •Data pribadi meliputi: – Nama – Umur – Jenis Kelamin – Pekerjaan – Alamat • Tanggal Pemeriksaan • Keluhan utama • Riwayat penyakit sekarang • Riwayat penyakit lainnya • Riwayat sebelum sakit: – Riwayat penyakit dahulu – Riwayat trauma – Riwayat pengobatan – Riwayat operasi • Riwayat sistem tubuh lainnya • Riwayat keluarga • Latar belakang sosial dan pekerjaan
  • 17.
    LANGKAH-LANGKAH DIAGNOSIS (lanjutan) PEMERIKSAANFISIS Inspeksi • Voussure Cardiac, ictus. Palpasi • Lokalisasi punctum maksimum, frekuensi dan kualitas pulsasi, thrill. Perkusi • Batas-batas jantung. Auskultasi • Bunyi jantung, bising jantung, gesekan pericard.
  • 18.
    LANGKAH-LANGKAH DIAGNOSIS (lanjutan) PEMERIKSAANpenunjang Elektrokardiografi Radiologi (Foto Rontgen Dada) Ekokardiografi MRI (Magnetic Resonance Imaging) Kateterisasi Radioisotop dengan Radioangiografi Angiografi
  • 19.
    JENIS PENYAKIT DEFINISI DefekSekat Ventikel Keadaan dimana terjadi defek pada bagian septum antar atrium sehingga terjadi komunikasi langsung antara atrium kiri dan kanan. Klasifikasi: Perimembranosus, muskular, Double commited suarterial ventricular septal defect. Defek Sekat Atrium Kelainan jantung dimana terjadi defek sekat antarventrikel pada berbagai lokasi. Klasifikasi: DSA sekundum, DSA dengan defek sinus venosus superior, DSA primum. Duktus Arteriosus Paten Suatu kelainan dimana vaskular yang menghubungkan arteri pulmonal dan aorta pada fase fetal tetap paten sampai lahir. Klasifikasi: silent, kecil, moderat , dan besar . Stenosis Pulmonal Keadaan dimana katup pulmonal kaku sehingga tidak membuka sempurna saat diastol, dapat disebabkan oleh kelainan kongenital maupun didapat.
  • 20.
    JENIS PENYAKIT GEJALAKLINIS Defek Sekat Ventikel Tergantung ukuran defek dan umur saat ditemukan, pada DSV kecil: bising pansistolik. DSV besar: Dispnu, gangguan pertumbuhan. Defek Sekat Atrium Sesak nafas, sering capek, infeksi nafas berulang, berdebar-debar. Duktus Arteriosus Paten Shunt duktus kecil: bising, shunt duktus besar: gejala gagal jantung kongestif/hipertensi pulmonal, bising tidak khas. Gradasi: silent, kecil, moderat (pembesaran atrium dan ventrikel kiri, hipertensi pulmonal), besar (jari tabuh). Stenosis Pulmonal Ringan: biasanya tanpa keluhan, bising sistolik. Berat: kadang tanpa keluhan, dyspnoe d’ effort, rasa lelah yang berlebihan, gagal jantung kanan, sinkop, nyeri dada, sindrom Noonan (badan pendek, dada seperti perisai, leher berselaput), sianosis, DSA, thrill sistolik, teraba impuls ventrikel kanan di parasternal, bising sistolik, suara jantung kedua pecah.
  • 21.
    JENIS PENYAKIT HEMODINAMIK/ Patofisiologi Defek Sekat Ventikel Terjadi aliran darah dari ventrikel kiri ke ventrikel kanan, terjadi percampuran darah arteri dan vena tanpa sianosis. Defek Sekat Atrium Akibat yang timbul karena adanya defek septum atrium sangat tergantung dari besar dan lamanya pirau serta resistensi vaskular paru. Arah aliran dari atrium kiri dan kanan akan menuju ventrikel kanan sehingga terjadi beban volume berlebihan di atrium dan ventrikel kanan sementara volume di atrium dan ventrikel kiri tetap / menurun. Duktus Arteriosus Paten Tergantung dari beberapa faktor yaitu resistensi pembuluh darah paru, derajat prematuritas, dan kemampuan fungsional ventrikel kiri yang mengalami beban volume. Stenosis Pulmonal Terjadi perbedaan tekanan fase sistolik antara ruang ventrikel kanan dan arteri pulmonalis. Gangguan hemodinamik biasnya baru terjadi jika obstruksi katup pulmonal mencapai 60 % atau lebih.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    Klasifikasi defek sekatventrikel • Ukuran defek < 1/3 annulus aorta, terjadi gradien yang signifikan antara ventrikel kiri dan kanan (> 64 mmHg), berbagai variasi aliran dari kiri ke kanan, tekanan sistol ventrikel kanan dan resistensi pulmonanl normal. DSV kecil (‘maladie de Roger’), • Gradien berkisar 36 mmHg, besar defek sekitar ½ annulus aorta, awalnya derajat aliran dari kiri ke kanan bersifat sedang berat, resistensi vaskular paru meningkat, tekanan sistolik ventrikel kanan meningkat, ukuran atrium dan ventrikel kiri membesar. DSV moderat dengan restriksi • Tekanan sistol ventrikel kiri dan kanan sama, terjadi aliran dari kanan ke kiri (fisiologi Eisenmenger).DSV besar non restriktif
  • 27.
    JENIS PENYAKIT PENATALAKSANAAN DefekSekat Ventikel Pemberian antibiotik profilaksi, DSV menyebabkan gagal jantung kongestif: digoksin, diuretik. Ada hipertensi pulmonal: kateterisasi. Penutupan DSV: alat payung dari kateter jantung . Defek Sekat Atrium Penutupan DSA: alat payung-ganda yang dimasukkan dengan kateter jantung. Antibiotik profilaksis. Duktus Arteriosus Paten Intervensi dengan kateter, operasi dianjurkan pada DAP yang besar. Profilaksis antibiotik. Stenosis Pulmonal Pasien yang membutuhkan tidakan operasi: antibiotik profilaksis. SP berat dengan gagal jantung kanan: valvulotomi. Pasien tidak memungkinkan operasi: digitalis. Pemberian diuretika secara hati- hati. Obstruksi: dilatasi balon perkutan katup pulmonal.
  • 28.
    DAFTAR PUSTAKA 1. Ghanieali. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid II edisi V. interna publishing : Jakarta pusat. Hal 1779-1790 2. Gray. Huon H dkk. 2003. Lecture Note kardiologi edisi 4. Erlangga: Jakarta. hal. 1-7 3. Gray. Huon H dkk. 2003. Lecture Note kardiologi edisi 4. Erlangga: Jakarta. hal. 8-29 4. Gray. Huon H dkk. 2003. Lecture Note kardiologi edisi 4. Erlangga: Jakarta. hal. 258-270 5. Lauralee Sherwood dkk. 2002. Fisiologi manusia dari sel ke system edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta. hal 713 6. Guyton Hall. 2002. Buku Ajar KARDIOLOGI. Penerbit EGC :Jakarta. hal 27-28 dan 232 7. Tim penyusun. 2009. Buku Penuntun Instruktur Clinical Skill Lab Sistem Kardiovascular. Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia: Makassar. Hal 3-15 8. Sanusi, Harsinen. 2007. Ilmu Diagnostik Fisik Interna. Makassar: Aesculapius 9. Dorland, William Alexander Newman. 2012. Kamus Kedokteran Dorland. Jakarta: EGC. 10. http://www.heartcenter.co.id/list-artikel/74-nutrisianak.html