Return yang diharapkan dan 
risiko portofolio
PENGERTIAN RETURN & RISIKO 
• Tujuan investor dalam berinvestasi adalah memaksimalkan return,tanpa 
melupakan faktor risiko investasi yang harus dihadapinya. Return 
merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan 
juga merupakan imbas atas keberanian investor menanggung risiko atas 
investasi yang dilakukannya. sumber-sumber return investasi terdiri dari 
dua komponen utama yaitu: Yield dan capital gain (loss). Yield merupakan 
komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang 
diperoleh secara periodik dari suatu investasi, sedangkan capita gain (loss) 
sebagai komponen kedua return merupakan kenaikan (penurunan) harga 
suatu surat berharga (bisa saham maupun surat hutang jngka panjang) 
yang bisa memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor. Dalam kata 
lain, capital gain (loss) bisa juga diartiakn sebagai perubahan harga 
sekuritas.
Return total = yiled + capital gain 
(loss) 
• Seperti yang telah dijelaskan diatas, disamping 
memperhitungkan return, investor juga perlu 
mempertimbangkan tingkat risiko suatu investasi 
sebagai dasar pembuatan keputusan investasi. Risiko 
merupakan kemungkinan perbadaab antara return 
aktual yang yang diterima dengan return yang 
diharapkan. Semakin besar kemungkinan 
perbedaannya, berarti semakin besar risiko investasi 
tsb.
Ada beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi 
besarnya risiko suatu investasi.sumber-sumber tsb 
antara lain: 
1. Risiko suku bunga 
2. Risiko pasar 
3. Risiko inflasi 
4. Risiko bisnis 
5. Risiko finansial 
6. Risiko likuiditas 
7. Risiko negara (country risk)
ESTIMASI RETURN DAN RISIKO 
SEKURITAS 
• Mengetahui secara pasti beberapa return yang akan 
diperoleh dari suatu investasi di masa datang adalah 
pekerjaan yang sulit, bahkan mustahil. Return 
investasi hanya bisa diperkirakan melalui 
pengestimasian. Return investasi di masa yang akan 
datang adalah return yang diharapkan dan sangat 
mungkin berlainan dengan return aktual yang 
diterima.
MENGHITUNG RETURN YANG 
DIHARAPKAN 
• Untuk mengestimasi return sekuritas sebagai aset 
tunggal (stand-alone risk), investor harus 
memperhitungkan setiap kemungkinan terwujudnya 
tingkat return tertentu atau yang lebih dikenal dengan 
probabilitas kejadian. Sedangkan hasil dari perkiraan 
return yang akan terjadi dan probabilitasnya disebut 
sebagai distribusi probabilitas. Estimasi return suatu 
sekuritas dilakukan dengan menghitung return yang 
diharapkan atas sekuritas tersebut.
Penghitungan return yang diharapkan bisa dilakukan dengan menghitung 
rata-rata dari semua return yang mungkin terjadi, dan setiap return yang 
mungkin terjadi terlebih dahulu sudah diberi bobot berdasarkan probabilitas 
kejadiannya. Secara matematis, rumus untuk menghitung return yang 
diharapkan dari suatu sekuritas bisa dituliskan dalam persamaan berikut: 
n 
  i 
i pr R R E  
i 
 
1 
Ket : 
E(R) = Return yang diharapkan dari sekuritas 
Ri = Return ke-I yang mungkin terjadi 
Pri = probabilitas kejadian return ke-I 
n = banyaknya return yang mungkin terjadi
Contoh perhitungan return yang diharapkan dari suatu sekuritas ABC 
berdasarkan skenario kondisi ekonomi seperti dalam tabel dibawah ini: 
Kondisi ekonomi probabilitas Return 
Ekonomi kuat 0,30 0,20 
Ekonomi sedang 0,40 0,15 
resensi 0,30 0,10 
E  R    0,30  0,20    0,40  0,15   
 0,30  0,10 
 
Perhitungan return juga dikenal perhitungan rata – rata aritmatika 
0,15 
 
(arithmetic mean) dan rata – rata geometrik (geometric mean) digunakan dalam 
perhitungan periode tertentu, misal return suatu aset selama 5 tahun. 
Metode arithmetic adalah untuk menghitung nilai rata – rata X̄(X bar), 
metode geometric bisa dituliskan sebagai berikut : 
n 
X 
 
 x 
Contoh: misalnya suatu aset ABC selama 5 tahun memberikan return 
berturut-turut seperti dalam tabel dibawah ini: 
Tahun Return (%) Return relatif (1+return) 
1995 15,25 1,1525 
1996 20,35 1,2035 
1997 -17,50 0,8250 
1998 -10,75 0,8925 
1999 15,40 1,1540 
Perhitungan return berdasarkan metode arithmetic mean : 
 15,25  20,35    17,50     10,75   
15,40 
 
  
4,55% 
22,75 
5 
5 
 
  
 
X 
 
X
Hasil perhitungan metode arithmetic mean diatas adalah nilai rata-rata return selama 5 
tahun. Akan tetapi metode arithmetic mean kadangkala bisa menyesatkan terutama jika 
pola distribusi return selama satu periode mengalami presentasi perubahan yang sangat 
fluktuatif. Oleh karena itu, ada suatu metode lain yang disebut sebagai metode geometric 
mean, yang bisa menggambarkan secara lebih akurat “nilai rata-rata yang sebenarnya” dari 
suatu distribusi return selama suatu periode tertentu. Rumus untuk menghitung 
geometrick mean adalah sbb: 
1 
1 1 ......1  1 
1 1     n  
n G R R R 
      
      
  
1,0334 1 0,334 3,34% 
G        
1 0,1525 1 0,2035 1 01750 1 01075 1 0,1540 1 
  
1,1525 1,2035 0,8250 0,8925 1,1540 1 
  
1,1786 5 
1 
1 
5 
1 
5 
1 
   
Investor harus mampu menghitung risiko dari suatu investasi. Untuk 
menghitung besarnya risiko total yang dikaitkan dengan return yang diharapkan 
dari suatu investasi, bisa kita lakukan dengan menghitung varians dan standar 
deviansi return investasi bersangkutan. Varians maupun standar deviansi 
merupakan ukuran besarnya penyebab varian random diantara rata-ratanya: 
semakin besar penyebarannya, semakin besar varians atau standar deviasi 
investasi tsb. 
• Untuk menghitung varians maupun standar deviansi 
(merupakan akar kuadrat varians), kita harus menghitung 
terlebih dahulu distribusi return yang diharapkan dengan 
menggunakan persamaan. Secara matematis, rumus untuk 
menghitung varians dan standar deviansi, bisa dituliskan sbb: 
Varians Return = 
Dan 
Standar deviasi= 
   i i R E R pr 2 2    
  1 
2 
2   
Perhitungan varians dan standar deviansi saham DEF 
(1) 
Return 
(Ri) 
(2) 
Probabilitas 
(PrI) 
(3) 
(1) X (2) 
(4) 
Ri – E(R) 
(5) 
[(Ri-E(R)]2 
(6) 
[(Ri-E(R)2pri 
0.07 0.2 0.014 -0.010 0.0001 0.00002 
0.01 0.2 0.002 -0.070 0.0049 0.00098 
0.08 0.3 0.024 0.000 0.0000 0.00000 
0.10 0.1 0.010 0.020 0.0004 0.00004 
0.15 0.1 0.030 0.070 0.0049 0.00098 
0.1 E(R)=0.080 Varians=0.00202 
Standar deviasi =     2  1 
2 
 0.00202 1 
2 
 0.0449  
4.49%
Ukuran resiko relatif yang bisa di pakai adalah koefisien bervariasi. Rumus 
untuk menghitung koefisien variasi adalah : 
Koefisien variasi = standar deviasi return 
return yang diharapkan 
1  
  R E 
Koefisian variasi = 0.0449 
0.080 
= 0.56125 

Lanjutan……. 
Rumus untuk menghitung varians portofolio sebagai berikut : 
 
i 
2 
1 
n 
  
p 
Contoh : misal risiko setiap sekuritas sebesar 0.20, maka risiko portofolio akan 
menurun terus jika semakin banyak jumlah sekuritas yang dimasukan 
dalam portofolio. Misalnya, jika kita memasukan 100 saham dalam 
portofolio tersebut maka risiko portofolio akan berkurang dari 0.20 
menjadi 0.02. 
0.02 
0.20 
1   p  
100 
2
DIVERSIFIKASI 
diversifikasi dalam pernyataan tersebut dapat bermakna 
bahwa investor perlu membentuk portofolio sedemikian rupa 
hingga risiko dapat diminimalkan tanpa mengurangi return yang 
diharapkan. 
koefisien korelasi adalah suatu ukuran statistik yang 
menunjukkan pergerakan bersama relatif (relative 
comovements) antara dua variabel. Ukuran tersebut 
dilambangkan dengan (ρi,j) dan berjarak (berkorelasi) antara 
+1.0 sampai -1.0, dimana : 
Jika ρi,j = +1.0; berarti korelasi positif sempurna 
Jika ρi,j = -1.0; berarti korelasi negatif sempurna 
Jika ρi,j = 0.0; berarti tidak ada korelasi
lanjutan 
Kovarians adalah ukuran absolut yang menunjukkan sejauh mana dua 
variabel mempunyai kecenderungan untuk bergerak secara bersama – 
sama. 
Secara matematis, rumus untuk menghitung kovarians dua buah sekuritas A 
dan B adalah : 
     i 
m 
AB A i A B i B pr R E R R E R  
, ,  
   
i 
 
1 
Ket : 
σAB = kovarians antara sekuritas A dan B 
RA,i = return sekuritas A dan i 
E(RA) = nilaiyang diharapkan dari return sekuritas A 
M = jumlah hasil sekuritas yang mungkin teerjadi pada periode 
Tertentu 
Pri = probabilitas kejadian return ke-i
Estimasi return dan risiko portofolio 
• Mengestimasi return dan risiko portofolio 
brarti menghitung return yang diharapkan dan 
risiko suatu aset individual yng 
dikombinasikan dalam suatu portofolio aset. 
Keunikannya adalah bahwa untuk menghitung 
risiko suatu portofolio kita tidak boleh hanya 
menjumlahkan seluruh resiko aset – aset 
individual yang dalam portofolio 
bersangkutan.
Menghitung return yang diharapkan 
dari portofolio 
Return yang diharapkan dari suatu portofolio bisa diestimasikan 
dengan cara menghitung rata – rata tertimbang dari return yang 
diharapkan dari masing – masing aset individual yang ada dalam 
portofolio. 
rumus 
n 
     
p i i E R WE R 
 
 
i 
1 
Ket : 
E(Rp) = return yang diharapka dari portofolio 
Wi= bobot portofolio sekuritas ke- I 
E(Ri) = return yang diharapka dari sekuritas ke- I 
N = jumlah sekuritas – sekuritas yang ada dalam 
portofolio
Contoh….. 
Sebuah portopolio terdiri dari 3 jenis saham ABC, 
DEF dan GHI menawarkan return yang diharapkan 
masing – masing sebesar 15%, 20%, dan 25%. 
Misalnya, presentase dana yang diinvestasikan pada 
sham ABC sebesar 40%, saham DEF 30% dan GHI 
30%, maka return yang diharapkan dari portopolio 
tersebut adalah : 
E(Rp) = 0.4(0.15)+0.3(0.2)+0.3(0.25) 
= 0.195 atau 19.5%
Menghitung standar deviasi return 
kedua sekuritas tersebut 
      2 
Ket : 
σp = Standar Deviasi Portofolio 
WA = Bobot Portofolio Pada Aset A 
ρA,B = Koefisien Korelasi A Dan B 
1 
2 2 2 2 2 
p A A B B A B AB A B   W  W   W W   
Contoh…. 
Portofolio yang terdiri dari saham A dan B masing – masing 
menawarkan return sebesar 10% dan 25%; serta standar deviasi 
masing – masing sebesar 30% dan 60%. Alokasi dana investor 
pada kedua aset tersebut masing – masng sebesar 50% untuk 
setiap aset. Standar deviasi portofolio tersebut dihitung dengan 
menggunakan rumus 4.11. diatas: 
     
  
  2 
    
 
0.5 0.3 (0.5) (0.6) 2(0.5)(0.5)( (0.3)(0.6) 
p A B 
   
0.0225 0.09 (0.09)( 
1 
2 
1 
2 
1 
0.1125 0.09( ) 
, 
, ) 
, ) 
2 2 2 2 
A B 
A B 
 
 
 
Dari hasil perhitunga tahap I tersebut, kita bisa menetukan 
besarnya risiko portofolio saham A dan B. sebelumnya kita 
tentukan dahulu koefisien korelasi saham A dan B. berikut ini 
beberapa skenario koefisien korrelasi saham A dan B beserta 
hasil perhitunga standar deviasinya: 
ρA,B [0.1125+0.09(ρA,B)]1/2 ρp 
+1.0 
[0.1125+0.09(1.0)]1/2 
+0.5 
[0.1125+0.09(0.5)]1/2 
+0.2 
[0.1125+0.09(0.2)]1/2 
0 
[0.1125+0.09(0)]1/2 
-0.2 
[0.1125+0.09(-0.2)]1/2 
-0.5 
[0.1125+0.09(-0.5)]1/2 
-1.0 
[0.1125+0.09(-1.0)]1/2 
45.0% 
39.8% 
36.1% 
33.5% 
30.7% 
25.9% 
15.0%
Secara sistematis menghitugn risiko n-sekuritas adalah : 
2 2 2    
Ket : 
n 
n 
n 
  
 
P i i i j ij W WW 
j 
1  1  
1 
i 
i  
j 
  
i 
= varians return portofolio 
= varians return sekuritas I 
= kovarians antara return sekuritas i dan j 
= bobot atau porsi yang diinvestasikan pada sekuritas I 
= tanda penjumlahan ganda, berarti angka n2 akan ditambahkan secara 
bersamaan (semua nilai pasangan i dan j yang mungkin dipasangkan) 
2 
P  
2 
i  
ij  
W 
i n 
n 
  
i 
 1 j  
1 
 
 
n 
Jika dari pembagian persamaan 4.12. , kita asumsikan 
 
 
 
 
 
2 2  
i i W 
1 
 
i 
bahwa bobot portofolio sama untuk setiap sekuritas, maka porsi dana yang diinvestasikan (w) 
akan menjadi : 
P i WW 
j ij 
n 
i 
n 
j 
  
 
1 1 
2 
2 
1 
 
  
P i WW    
1 1 
 
 
 
  
j ij i j 
n 
i 
n 
j 
 
 
 n 
1 1  
2 
2 
  
 
  
  
 
 
   
  
i 
n 
i 
2 
i 
 
i n n n 1 1
Return Yang Diharapkan dan Risiko Portofolio

Return Yang Diharapkan dan Risiko Portofolio

  • 1.
    Return yang diharapkandan risiko portofolio
  • 2.
    PENGERTIAN RETURN &RISIKO • Tujuan investor dalam berinvestasi adalah memaksimalkan return,tanpa melupakan faktor risiko investasi yang harus dihadapinya. Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbas atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya. sumber-sumber return investasi terdiri dari dua komponen utama yaitu: Yield dan capital gain (loss). Yield merupakan komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang diperoleh secara periodik dari suatu investasi, sedangkan capita gain (loss) sebagai komponen kedua return merupakan kenaikan (penurunan) harga suatu surat berharga (bisa saham maupun surat hutang jngka panjang) yang bisa memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor. Dalam kata lain, capital gain (loss) bisa juga diartiakn sebagai perubahan harga sekuritas.
  • 3.
    Return total =yiled + capital gain (loss) • Seperti yang telah dijelaskan diatas, disamping memperhitungkan return, investor juga perlu mempertimbangkan tingkat risiko suatu investasi sebagai dasar pembuatan keputusan investasi. Risiko merupakan kemungkinan perbadaab antara return aktual yang yang diterima dengan return yang diharapkan. Semakin besar kemungkinan perbedaannya, berarti semakin besar risiko investasi tsb.
  • 4.
    Ada beberapa sumberrisiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi.sumber-sumber tsb antara lain: 1. Risiko suku bunga 2. Risiko pasar 3. Risiko inflasi 4. Risiko bisnis 5. Risiko finansial 6. Risiko likuiditas 7. Risiko negara (country risk)
  • 5.
    ESTIMASI RETURN DANRISIKO SEKURITAS • Mengetahui secara pasti beberapa return yang akan diperoleh dari suatu investasi di masa datang adalah pekerjaan yang sulit, bahkan mustahil. Return investasi hanya bisa diperkirakan melalui pengestimasian. Return investasi di masa yang akan datang adalah return yang diharapkan dan sangat mungkin berlainan dengan return aktual yang diterima.
  • 6.
    MENGHITUNG RETURN YANG DIHARAPKAN • Untuk mengestimasi return sekuritas sebagai aset tunggal (stand-alone risk), investor harus memperhitungkan setiap kemungkinan terwujudnya tingkat return tertentu atau yang lebih dikenal dengan probabilitas kejadian. Sedangkan hasil dari perkiraan return yang akan terjadi dan probabilitasnya disebut sebagai distribusi probabilitas. Estimasi return suatu sekuritas dilakukan dengan menghitung return yang diharapkan atas sekuritas tersebut.
  • 7.
    Penghitungan return yangdiharapkan bisa dilakukan dengan menghitung rata-rata dari semua return yang mungkin terjadi, dan setiap return yang mungkin terjadi terlebih dahulu sudah diberi bobot berdasarkan probabilitas kejadiannya. Secara matematis, rumus untuk menghitung return yang diharapkan dari suatu sekuritas bisa dituliskan dalam persamaan berikut: n   i i pr R R E  i  1 Ket : E(R) = Return yang diharapkan dari sekuritas Ri = Return ke-I yang mungkin terjadi Pri = probabilitas kejadian return ke-I n = banyaknya return yang mungkin terjadi
  • 8.
    Contoh perhitungan returnyang diharapkan dari suatu sekuritas ABC berdasarkan skenario kondisi ekonomi seperti dalam tabel dibawah ini: Kondisi ekonomi probabilitas Return Ekonomi kuat 0,30 0,20 Ekonomi sedang 0,40 0,15 resensi 0,30 0,10 E  R    0,30  0,20    0,40  0,15    0,30  0,10  Perhitungan return juga dikenal perhitungan rata – rata aritmatika 0,15  (arithmetic mean) dan rata – rata geometrik (geometric mean) digunakan dalam perhitungan periode tertentu, misal return suatu aset selama 5 tahun. Metode arithmetic adalah untuk menghitung nilai rata – rata X̄(X bar), metode geometric bisa dituliskan sebagai berikut : n X   x 
  • 9.
    Contoh: misalnya suatuaset ABC selama 5 tahun memberikan return berturut-turut seperti dalam tabel dibawah ini: Tahun Return (%) Return relatif (1+return) 1995 15,25 1,1525 1996 20,35 1,2035 1997 -17,50 0,8250 1998 -10,75 0,8925 1999 15,40 1,1540 Perhitungan return berdasarkan metode arithmetic mean :  15,25  20,35    17,50     10,75   15,40    4,55% 22,75 5 5     X  X
  • 10.
    Hasil perhitungan metodearithmetic mean diatas adalah nilai rata-rata return selama 5 tahun. Akan tetapi metode arithmetic mean kadangkala bisa menyesatkan terutama jika pola distribusi return selama satu periode mengalami presentasi perubahan yang sangat fluktuatif. Oleh karena itu, ada suatu metode lain yang disebut sebagai metode geometric mean, yang bisa menggambarkan secara lebih akurat “nilai rata-rata yang sebenarnya” dari suatu distribusi return selama suatu periode tertentu. Rumus untuk menghitung geometrick mean adalah sbb: 1 1 1 ......1  1 1 1     n  n G R R R               1,0334 1 0,334 3,34% G        1 0,1525 1 0,2035 1 01750 1 01075 1 0,1540 1   1,1525 1,2035 0,8250 0,8925 1,1540 1   1,1786 5 1 1 5 1 5 1    
  • 11.
    Investor harus mampumenghitung risiko dari suatu investasi. Untuk menghitung besarnya risiko total yang dikaitkan dengan return yang diharapkan dari suatu investasi, bisa kita lakukan dengan menghitung varians dan standar deviansi return investasi bersangkutan. Varians maupun standar deviansi merupakan ukuran besarnya penyebab varian random diantara rata-ratanya: semakin besar penyebarannya, semakin besar varians atau standar deviasi investasi tsb. • Untuk menghitung varians maupun standar deviansi (merupakan akar kuadrat varians), kita harus menghitung terlebih dahulu distribusi return yang diharapkan dengan menggunakan persamaan. Secara matematis, rumus untuk menghitung varians dan standar deviansi, bisa dituliskan sbb: Varians Return = Dan Standar deviasi=    i i R E R pr 2 2      1 2 2   
  • 12.
    Perhitungan varians danstandar deviansi saham DEF (1) Return (Ri) (2) Probabilitas (PrI) (3) (1) X (2) (4) Ri – E(R) (5) [(Ri-E(R)]2 (6) [(Ri-E(R)2pri 0.07 0.2 0.014 -0.010 0.0001 0.00002 0.01 0.2 0.002 -0.070 0.0049 0.00098 0.08 0.3 0.024 0.000 0.0000 0.00000 0.10 0.1 0.010 0.020 0.0004 0.00004 0.15 0.1 0.030 0.070 0.0049 0.00098 0.1 E(R)=0.080 Varians=0.00202 Standar deviasi =     2  1 2  0.00202 1 2  0.0449  4.49%
  • 13.
    Ukuran resiko relatifyang bisa di pakai adalah koefisien bervariasi. Rumus untuk menghitung koefisien variasi adalah : Koefisien variasi = standar deviasi return return yang diharapkan 1    R E Koefisian variasi = 0.0449 0.080 = 0.56125 
  • 14.
    Lanjutan……. Rumus untukmenghitung varians portofolio sebagai berikut :  i 2 1 n   p Contoh : misal risiko setiap sekuritas sebesar 0.20, maka risiko portofolio akan menurun terus jika semakin banyak jumlah sekuritas yang dimasukan dalam portofolio. Misalnya, jika kita memasukan 100 saham dalam portofolio tersebut maka risiko portofolio akan berkurang dari 0.20 menjadi 0.02. 0.02 0.20 1   p  100 2
  • 15.
    DIVERSIFIKASI diversifikasi dalampernyataan tersebut dapat bermakna bahwa investor perlu membentuk portofolio sedemikian rupa hingga risiko dapat diminimalkan tanpa mengurangi return yang diharapkan. koefisien korelasi adalah suatu ukuran statistik yang menunjukkan pergerakan bersama relatif (relative comovements) antara dua variabel. Ukuran tersebut dilambangkan dengan (ρi,j) dan berjarak (berkorelasi) antara +1.0 sampai -1.0, dimana : Jika ρi,j = +1.0; berarti korelasi positif sempurna Jika ρi,j = -1.0; berarti korelasi negatif sempurna Jika ρi,j = 0.0; berarti tidak ada korelasi
  • 16.
    lanjutan Kovarians adalahukuran absolut yang menunjukkan sejauh mana dua variabel mempunyai kecenderungan untuk bergerak secara bersama – sama. Secara matematis, rumus untuk menghitung kovarians dua buah sekuritas A dan B adalah :      i m AB A i A B i B pr R E R R E R  , ,     i  1 Ket : σAB = kovarians antara sekuritas A dan B RA,i = return sekuritas A dan i E(RA) = nilaiyang diharapkan dari return sekuritas A M = jumlah hasil sekuritas yang mungkin teerjadi pada periode Tertentu Pri = probabilitas kejadian return ke-i
  • 17.
    Estimasi return danrisiko portofolio • Mengestimasi return dan risiko portofolio brarti menghitung return yang diharapkan dan risiko suatu aset individual yng dikombinasikan dalam suatu portofolio aset. Keunikannya adalah bahwa untuk menghitung risiko suatu portofolio kita tidak boleh hanya menjumlahkan seluruh resiko aset – aset individual yang dalam portofolio bersangkutan.
  • 18.
    Menghitung return yangdiharapkan dari portofolio Return yang diharapkan dari suatu portofolio bisa diestimasikan dengan cara menghitung rata – rata tertimbang dari return yang diharapkan dari masing – masing aset individual yang ada dalam portofolio. rumus n      p i i E R WE R   i 1 Ket : E(Rp) = return yang diharapka dari portofolio Wi= bobot portofolio sekuritas ke- I E(Ri) = return yang diharapka dari sekuritas ke- I N = jumlah sekuritas – sekuritas yang ada dalam portofolio
  • 19.
    Contoh….. Sebuah portopolioterdiri dari 3 jenis saham ABC, DEF dan GHI menawarkan return yang diharapkan masing – masing sebesar 15%, 20%, dan 25%. Misalnya, presentase dana yang diinvestasikan pada sham ABC sebesar 40%, saham DEF 30% dan GHI 30%, maka return yang diharapkan dari portopolio tersebut adalah : E(Rp) = 0.4(0.15)+0.3(0.2)+0.3(0.25) = 0.195 atau 19.5%
  • 20.
    Menghitung standar deviasireturn kedua sekuritas tersebut       2 Ket : σp = Standar Deviasi Portofolio WA = Bobot Portofolio Pada Aset A ρA,B = Koefisien Korelasi A Dan B 1 2 2 2 2 2 p A A B B A B AB A B   W  W   W W   
  • 21.
    Contoh…. Portofolio yangterdiri dari saham A dan B masing – masing menawarkan return sebesar 10% dan 25%; serta standar deviasi masing – masing sebesar 30% dan 60%. Alokasi dana investor pada kedua aset tersebut masing – masng sebesar 50% untuk setiap aset. Standar deviasi portofolio tersebut dihitung dengan menggunakan rumus 4.11. diatas:          2      0.5 0.3 (0.5) (0.6) 2(0.5)(0.5)( (0.3)(0.6) p A B    0.0225 0.09 (0.09)( 1 2 1 2 1 0.1125 0.09( ) , , ) , ) 2 2 2 2 A B A B    
  • 22.
    Dari hasil perhitungatahap I tersebut, kita bisa menetukan besarnya risiko portofolio saham A dan B. sebelumnya kita tentukan dahulu koefisien korelasi saham A dan B. berikut ini beberapa skenario koefisien korrelasi saham A dan B beserta hasil perhitunga standar deviasinya: ρA,B [0.1125+0.09(ρA,B)]1/2 ρp +1.0 [0.1125+0.09(1.0)]1/2 +0.5 [0.1125+0.09(0.5)]1/2 +0.2 [0.1125+0.09(0.2)]1/2 0 [0.1125+0.09(0)]1/2 -0.2 [0.1125+0.09(-0.2)]1/2 -0.5 [0.1125+0.09(-0.5)]1/2 -1.0 [0.1125+0.09(-1.0)]1/2 45.0% 39.8% 36.1% 33.5% 30.7% 25.9% 15.0%
  • 23.
    Secara sistematis menghitugnrisiko n-sekuritas adalah : 2 2 2    Ket : n n n    P i i i j ij W WW j 1  1  1 i i  j   i = varians return portofolio = varians return sekuritas I = kovarians antara return sekuritas i dan j = bobot atau porsi yang diinvestasikan pada sekuritas I = tanda penjumlahan ganda, berarti angka n2 akan ditambahkan secara bersamaan (semua nilai pasangan i dan j yang mungkin dipasangkan) 2 P  2 i  ij  W i n n   i  1 j  1   n Jika dari pembagian persamaan 4.12. , kita asumsikan      2 2  i i W 1  i bahwa bobot portofolio sama untuk setiap sekuritas, maka porsi dana yang diinvestasikan (w) akan menjadi : P i WW j ij n i n j    1 1 2 2 1    P i WW    1 1      j ij i j n i n j    n 1 1  2 2               i n i 2 i  i n n n 1 1