Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 1
Bab 13
Akuntansi
untuk
Perubahan Harga
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 2
• Menjelaskan pengertian perubahan harga dan jenisnya.
• Menunjukkan implikasi perubahan harga terhadap rerangka
akuntansi pokok.
• Menyebut dan menjelaskan masalah akuntansi yang berkaitan
dengan perubahan harga.
• Menjelaskan dan memberi contoh berbagai model untuk
mengatasi implikasi perubahan harga.
• Menunjukkan kelemahan dan keunggulan berbagai model
akuntansi perubahan harga.
• Menjelaskan perkembangan standar akuntansi perubahan harga
di Amerika dan kemungkinan penerapannya di Indonesia.
Tujuan Pembelajaran
Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk:
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 3
Perubahan Harga
Perbedaan jumlah rupiah yang dapat digunakan untuk
memperoleh barang yang sama pada waktu berbeda.
Pada umumnya, harga barang-barang cenderung
menaik sehingga diperlukan lebih banyak jumlah
rupiah untuk membeli barang yang sama di waktu
kemudian.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 4
Masalah Akuntansi
Rerangka akuntansi pokok dilandasi asumsi bahwa
daya beli uang stabil sepanjang masa atau manfaat
ekonomik barang tidak berubah.
Bila perubahan harga cukup mencolok, akuntansi
menghadapi masalah:
1. Penilaian
2. Unit pengukur
3. Pemertahanan kapital
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 5
Cara Mengatasi Masalah
Penilaian
Unit pengukur
Pemertahanan
kapital
Akuntansi kos sekarang, current cost
accounting, current value accounting,
exit price accounting
Akuntansi daya beli konstan, constant
dollar accounting, inflation accounting,
stabilized accounting, constant
purchasing power accounting, GPLA
Kombinasi keduanya, hybrid
accounting, current cost/constant dollar
accounting
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 6
Perubahan Harga
Perbedaan jumlah rupiah yang dapat digunakan untuk
memperoleh barang yang sama pada waktu berbeda.
Pada umumnya, harga barang-barang cenderung
menaik sehingga diperlukan lebih banyak jumlah
rupiah untuk membeli barang yang sama di waktu
kemudian.
Bila perubahan mencolok, masalah relevansi
terpengaruh.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 7
Konsekuensi Perubahan Harga
Kos historis tetap terandalkan tetapi keberpautannya
dengan keputusan menjadi berkurang.
Angka penjumlahan dalam akuntansi menjadi kurang
bermakna karena merupakan penjumlahan unit
pengukur yang berbeda. Analogi dengan “Adding
oranges and apples”
Perlu upaya untuk tetap mempertahankan
keterandalan tetapi keberpautan juga harus dicapai.
Lihat kembali Gambar 4.11.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 8
Harga umum
Harga spesifik
Harga relatif
Perubahan karena inflasi atau daya beli.
Terjadi perubahan meskipun manfaat
atau daya tukar barang sama.
Perubahan karena persepsi terhadap
manfaat barang atau perubahan
teknologi. Terjadi perubahan meskipun
tidak terjadi perubahan daya beli.
Perubahan harga spesifik setelah
pengaruh perubahan daya beli
dipisahkan atau diperhitungkan.
Jenis Perubahan Harga
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 9
Pos-pos Moneter dan Nonmoneter
Pembedaan dalam rangka akuntansi perubahan harga.
Berbeda dengan lancar dan taklancar. Pos moneter
tidak sama dengan pos lancar.
Pos moneter berkaitan dengan untung/rugi daya beli.
Pos nonmoneter berkaitan dengan untung/rugi
penahanan.
Lihat Gambar 13.1 untuk contoh pos.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 10
Makna Perubahan Harga Umum
Barang A B C D E
Harga dulu
Nominal Rp2.200 Rp4.000 Rp6.000 Rp12.000 Rp 8.500
Persen 100% 100% 100% 100% 100%
Harga sekarang
Nominal Rp3.522 Rp6.400 Rp9.600 Rp19.200 Rp13.600
Persen 160% 160% 160% 160% 160%
Perubahan
Nominal Rp1.320 Rp2.400 Rp3.600 Rp 7.200 Rp 5.100
Persen 60% 60% 60% 60% 60%
Untuk menghomogenuskan unit pengukur diperlukan indeks harga umum
(general price index) dan tahun dasar (base year). Lihat Gambar 13.3
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 11
Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Umum
Pembelian fasilitas fisis pada waktu yang berbeda-beda
mengakibatkan penjumlahan kos menghasilkan angka yang
kurang bermakna.
Kos
Aset Indeks Nominal Awal Tengah Akhir
Mesin 1 120 Rp30.000.000 KRp30.000.000 KRp37.500.000 KRp40.000.000
150
Mesin 2 160 40.000.000 KRp30.000.000 KRp37.500.000 KRp40.000.000
Saldo Rp70.000.000 KRp60.000.000 KRp75.000.000 KRp80.000.000
Kos dalam Daya Beli
Saldo atas dasar daya beli berbeda dengan angka nominal.
Perbedaan makin nyata kalau indeks harga makin berbeda.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 12
Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Umum
Penahanan pos moneter menimbulkan untung atau rugi daya beli.
Penahanan aset moneter:
Penundaan pelunasan utang moneter:
Daya beli kas awal yang ditahan: 160/100 X Rp1.000.000 KRp1.600.000
Daya beli kas yang dipegang akhir tahun: 160/200 X Rp1.000.000 KRp 800.000
Rugi daya beli menahan aset moneter KRp 800.000
Daya beli utang yang ditunda: 160/100 X Rp1.500.000 KRp2.400.000
Daya beli pelunasan saat pelunasan: 160/160 X Rp1.500.000 KRp1.500.000
Untung daya beli penundaan pelunasan utang moneter KRp 900.000
Untung atau rugi daya beli tersembunyi dalam statemen laba-rugi kos historis.
Lihat interpretasi makna untung atau rugi daya beli di halaman 631.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 13
Makna Perubahan Harga Spesifik
Barang A B C D E
Harga dulu
Nominal Rp2.200 Rp4.000 Rp6.000 Rp12.000 Rp 8.500
Persen 100% 100% 100% 100% 100%
Harga sekarang
Nominal Rp2.750 Rp4.000 Rp8.400 Rp12.000 Rp 8.500
Persen 125% 100% 140% 100% 100%
Perubahan
Nominal Rp 550 Rp 0 Rp2.400 Rp 0 Rp 0
Persen 25% 0% 40% 0% 0%
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 14
Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Spesifik
Menimbulkan untung/rugi penahanan baik terrealisasi maupun
belum yang tidak tampak dalam statemen laba-rugi kos historis.
Lihat interpretasi makna untung atau rugi penahanan di halaman 633-634.
Kos Historis Kos Sekarang
Penjualan Rp2.500.000 Rp2.500.000
Kos barang terjual 1.500.000 2.100.000
Laba kos historis (operasi) Rp1.000.000
Laba kos sekarang (operasi) Rp 400.000
Untung penahanan terrealisasi 600.000
Laba terrealisasi Rp1.000.000
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 15
Makna Perubahan Harga Relatif
Barang
Harga dulu
Nominal Rp2.200 Rp4.000 Rp6.000 Rp12.000 Rp 8.500
Persen 100% 100% 100% 100% 100%
Harga sekarang
Nominal Rp2.420 Rp4.400 Rp8.400 Rp13.200 Rp 9.350
Persen 110% 110% 140% 110% 110%
Perubahan
Nominal Rp 220 Rp 400 Rp2.400 Rp1.200 Rp 850
Persen 10% 10% 40% 10% 10%
Perubahan relatif
Nominal Rp 0 Rp 0 Rp1.800 Rp 0 Rp 0
Persen 0% 0% 30% 0% 0%
E
A B C D
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 16
Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Relatif
Pos
Nonmoneter
Moneter
Penahanan real
Penahanan moneter
Untung/rugi penahanan moneter
(monetary holding gains/losses)
Untung/rugi penahanan real
(real holding gains/losses)
Untung/rugi daya beli
(purchasing power gains/losses)
Terrefleksi dalam Model 4
Penahanan moneter tidak terrefleksi dalam contoh-contoh model
karena informasi aset atau kewajiban jangka panjang tidak disertakan.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 17
Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Relatif
Terhadap Pos Nonmoneter (hlm. 636)
Untung
penahanan
moneter
Untung
penahanan
real
Kos sekarang Rp60.000
Rp50.000
Kos historis
Kos dalam
daya beli Rp56.000
Rp4.000
Rp6.000
Rp1.600
Rp2.400
Rp2.400
Rp3.600
Terrealisasi Praterrealisasi
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 18
Akuntansi Daya Beli Konstan
Mengatasi perubahan harga akibat perubahan daya beli.
Aspek teoretis:
1. Pemilihan indeks harga dan tahun dasar
2. Pro dan kontra
3. Daya beli sebagai jenis kapital
4. Status terhadap statemen keuangan dasar
Dicontohkan dalam Model 2.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 19
Pemilihan Indeks Konversi
Lihat Gambar 13.7
FASB menyarankan penggunaan indeks harga konsumer perkotaan rata-rata
(Consumer Price Index for All Urban Consumer)
• Indeks awal tidak intuitif.
• Indeks akhir mengharuskan pos-pos operasi
dikonversi.
• Indeks rata-rata (tengah) menghasilkan rupiah
konversian pos-pos operasi yang mendekati rupiah
nominal bila transaksi terjadi secara merata
sepanjang tahun.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 20
Akuntansi Kos Sekarang
Mengatasi perubahan harga akibat perubahan daya tukar
barang (dicontohkan dalam Model 3).
Aspek teoretis:
1. Dasar pengukuran
2. Bagaimana kapital dipertahankan
3. Sumber dan teknik pengukuran kos sekarang
4. Pro dan kontra
5. Pemecahan laba menjadi komponen operasi
dan komponen penahanan
6. Status terhadap statemen keuangan dasar
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 21
Akuntansi Kos Sekarang
Dasar pengukuran:
1. Kos pengganti
2. Nilai jual sekarang
3. Nilai terrealisasi harapan
Konsep terkait:
1. Jumlah rupiah terperoleh kembali (PSAK No. 48, pasal 05)
2. Nilai penggunaan (PSAK No. 48, pasal 05)
3. Nilai pasar sekarang
4. Nilai sekarang aliran kas masa datang
5. Margin pembelian (lihat Gambar 13.8)
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 22
Teknik Pengukuran Kos Sekarang
1. Pengindeksan
2. Penghargaan langsung
3. Pengkosan unit
4. Penghargaan fungsional
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 23
Akuntansi Hibrida
Menggabungkan keunggulan akuntansi daya beli dan
akuntansi kos sekarang.
Lihat Gambar 13.9 untuk perbedaan.
Disebut akuntansi kos sekarang daya beli konstan
(current cost/constant purchasing power accounting).
Dicontohkan dalam Model 4.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 24
SFAS No. 33
SFAS No. 82
SFAS No. 89
Pelaporan berbasis kos sekarang dan
daya beli konstan diwajibkan untuk
perusahaan yang memenuhi kriteria.
Hanya pelaporan berbasis kos sekarang
diwajibkan.
Pelaporan pengaruh perubahan harga
hanya bersifat anjuran.
Standar Akuntansi Perubahan Harga di AS
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 25
Contoh Penyajian Pengaruh Perubahan Harga versi SFAS No. 33
Format Statemen
I
Rp4.000.000
2.600.000
Rp1.400.000
Rp 480.000
76.000
295.400
Rp 851.400
Rp 548.600
Penjualan
Kos barang terjual (Skedul 1)
Laba kotor
Biaya operasi (taktermasuk depresiasi)
Depresiasi (Skedul 2)
Taksiran Pajak Penghasilan
Laba dari operasi berlanjut
Rugi daya beli (Skedul 3)
III
Rp4.000.000
2.656.781
Rp1.343.219
Rp 480.000
107.889
295.400
Rp 883.289
Rp 459.930
Rp (32.570)
II
Rp4.000.000
2.652.026
Rp1.347.974
Rp 480.000
103.570
295.400
Rp 878.970
Rp 469.004
Rp (32.570)
Pengaruh kenaikan harga spesifik sediaan dan fasilitas fisis yang ditahan selama
tahun berjalan (Skedul 4 dan 5)
Pengaruh kenaikan tingkat harga umum (Skedul 4 dan 5)
Kelebihan pengaruh kenaikan tingkat harga umum di atas kenaikan harga spesifik
Rp 126.924
(194.820)
Rp (67.896)
I Dilaporkan dalam statemen keuangan utama.
II Disesuaikan terhadap perubahan tingkat harga umum.
III Disesuaiakan terhadap perubahan harga spesifik.
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 26
Contoh Penyajian Pengaruh Perubahan Harga versi SFAS No. 33
Format Rekonsiliasi
Rugi daya beli (Skedul 3)
Pengaruh kenaikan harga spesifik sediaan dan fasilitas fisis yang ditahan selama
tahun berjalan (Skedul 4 dan 5)
Pengaruh kenaikan tingkat harga umum (Skedul 4 dan 5)
Kelebihan pengaruh kenaikan tingkat harga umum di atas kenaikan harga spesifik
Rp (32.570)
Rp 126.924
(194.820)
Rp (67.896)
Laba dari operasi berlanjut
Penyesuaian untuk merevisi kos akibat perubahan harga umum:
Kos barang terjual
Depresiasi
Laba dari operasi berlanjut disesuaikan terhadap pengaruh
perubahan tingkat harga umum
Penyesuaian untuk merefleksi perubahan harga relatif:
Kos barang terjual
Depresiasi
Laba dari operasi berlanjut disesuaikan terhadap pengaruh
perubahan harga spesifik
Rp(52.026)
(27.570)
Rp (4.755)
(4.319)
Rp548.000
(79.596)
Rp469.004
(9.074)
Rp459.930
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 27
Model Akuntansi Perubahan Harga
Suatu model akuntansi perubahan harga ditentukan oleh
kombinasi tiga faktor:
1. Dasar penilaian
• Kos historis
• Kos sekarang
• Nilai keluaran
2. Skala pengukuran
• Nominal versus daya beli
3. Jenis kapital
• Finansial versus fisis
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 28
Berbagai Kemungkinan Model
Skala Pengukuran
Dasar Pengukuran
Jenis Kapital
Nilai keluaran
Kos sekarang
Kos historis
Fisis
Finansial
Nominal Daya beli
2
1
4
3
8
7
12
6
10
11
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 29
Model 1: Kos historis
Penjualan 870 X 22.500 Rp 19.575.000
Kos barang terjual (MPKP):
350 X 6.100 = Rp 2.135.000
520 X 6.300 = 3.276.000 5.411.000
Laba kotor penjualan Rp 14.164.000
Biaya operasi
Depresiasi mesin lama Rp 1.800.000
Depresiasi mesin baru 1.464.000
Lain-lain 7.564.000 10.828.000
Laba bersih Rp 3.336.000
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 30
Model 2: Daya beli konstan
Penjualan Rp 19.575.000 X 127 / 127 KRp 19.575.000
Kos barang terjual:
2.135.000 X 127 / 122
= KRp 2.222.500
3.276.000 X 127 / 126 3.302.000 5.524.500
Laba kotor penjualan KRp 14.050.500
Biaya operasi:
Depresiasi mesin lama 1.800.000 X 127 / 100
= KRp 2.286.000
Depresiasi mesin baru 1.464.000 X 127 / 122 1.524.000
Lain-lain 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000 11.374.000
Laba sebelum rugi daya beli KRp 2.676.500
Rugi daya beli (lihat Hitungan di bawah) 1.279.500
Laba dalam daya beli konstan KRp 1.397.000
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 31
Aset moneter bersih:
K a s 28.180.000
Piutang usaha 21.600.000
49.780.000
Utang usaha 14.400.000
Saldo awal 35.380.000 X 127 / 122 = KRp 36.830.000
Penambahan:
Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 = 19.575.000
Total 54.955.000 KRp 56.405.000
Pengurangan:
Pembelian perlengkapan 14.640.000 X 127 / 122 = 15.240.000
Bembelian sediaan 2.135.000 X 127 / 122 = 2.222.500
3.276.000 X 127 / 126 = 3.302.000
5.760.000 X 127 / 128 = 5.715.000
Biaya 7.564.000 X 127 / 127 = 7.564.000
Penggunaan total 33.375.000 KRp 34.043.500
Saldo akhir 21.580.000 KRp 22.361.500
Saldo akhir dalam daya beli rata-rata
21.580.000 X 127 / 130 = 21.082.000
Rugi daya beli KRp 1.279.500
Model 2: Untung/rugi daya beli
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 32
Model 3: Kos sekarang
Penjualan SRp 19.575.000
Kos barang terjual 870 X 6.350 5.524.500
Laba kotor penjualan SRp 14.050.500
Biaya operasi:
Depresiasi:
Perlengkapan lama
10% X ( 20.740.000 + 22.100.000 ) / 2 = 2.142.000
Perlengkapan baru
10% X ( 14.640.000 + 17.290.000 ) / 2 = 1.596.500
Lain-lain 7.564.000 11.302.500
Laba operasi SRp 2.748.000
Untung penahanan terrealisasi:
Atas sediaan barang terjual (Hitungan 1) SRp 113.500
Atas depresiasi perlengkapan (Hitungan 2) 474.500 588.000
Laba terrealisasi SRp 3.336.000
Untung penahanan belum terrealisasi:
Atas sediaan barang akhir (Hitungan 3) SRp 90.000
Atas perlengkapan lama (Hitungan 4) 678.000
Atas perlengkapan baru (Hitungan 5) 2.385.000 3.153.000
Laba kos sekarang nominal SRp 6.489.000
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 33
Model 4: Kos sekarang/daya beli konstan
Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 KSRp 19.575.000
Kos barang terjual: 5.524.500 X 127 / 127 5.524.500
Laba kotor penjualan KSRp 14.050.500
Biaya operasi:
Depresiasi mesin lama 2.142.000 X 127 / 127 = KSRp 2.142.000
Depresiasi mesin baru 1.596.500 X 127 / 127 1.596.500
Lain-lain 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000 11.302.500
Laba operasi KSRp 2.748.000
Untung penahanan terrealisasi:
Atas sediaan barang terjual (Hitungan 1) KSRp 0
Atas depresiasi perlengkapan (Hitungan 2) (71.500) (71.500)
Laba terrealisasi sebelum untung/rugi daya beli KSRp 2.676.500
Rugi Daya Beli (lihat dalam Model 2) 1.279.500
Laba terrealisasi setelah untung/rugi daya beli KSRp 1.397.000
Untung (rugi) penahanan belum terrealisasi:
Atas sediaan barang akhir (Hitungan 3) KSRp 0
Atas perlengkapan lama (Hitungan 4) 127.000
Atas perlengkapan baru (Hitungan 5) 1.485.900 1.612.900
Laba bersih kos sekarang/daya beli konstan KSRp 3.009.900
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 34
Model 5: Kos sekarang/fisis
Penjualan SRp 19.575.000
Kos barang terjual 870 X 6.350 5.524.500
Laba kotor penjualan SRp 14.050.500
Biaya operasi:
Depresiasi:
Perlengkapan lama
10% X ( 20.740.000 + 22.100.000 ) / 2 = SRp 2.142.000
Perlengkapan baru
10% X ( 14.640.000 + 17.290.000 ) / 2 = 1.596.500
Lain-lain 7.564.000 11.302.500
Laba tersedia untuk dividen SRp 2.748.000
Penyesuaian untuk mempertahankan kapital fisis (lihat hitungan dalam Model 3):
Sediaan barang:
Perubahan harga terrealisasi melalui penjualan SRp 113.500
Perubahaan harga melekat pada sediaan akhir 90.000 SRp 203.500
Perlengkapan:
Perubahan harga terrealisasi melalui depresiasi SRp 474.500
Melekat pada perlengkapan lama 678.000
Melekat pada perlengkapan baru 2.385.000 3.537.500
Jumlah untuk mempertahankan kapital fisis SRp 3.741.000
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 35
Model 6: Kos sekarang/daya beli konstan/fisis
Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 KSRp 19.575.000
Kos barang terjual: 5.524.500 X 127 / 127 5.524.500
Laba kotor penjualan KSRp 14.050.500
Biaya operasi:
Depresiasi mesin lama 2.142.000 X 127 / 127 = KSRp 2.142.000
Depresiasi mesin baru 1.596.500 X 127 / 127 1.596.500
Lain-lain 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000 11.302.500
Laba operasi sebelum rugi daya beli KSRp 2.748.000
Rugi daya beli (lihat hitungan dalam Model 2) 1.279.500
Laba operasi bersih (tersedia untuk dividen) KSRp 1.468.500
Penyesuaian untuk mempertahankan kapital fisis (lihat hitungan dalam Model 4):
Sediaan barang:
Perubahan harga terrealisasi melalui penjualan KSRp 0
Perubahaan harga melekat pada sediaan akhir 0 KSRp 0
Perlengkapan:
Perubahan harga terrealisasi melalui depresiasi KSRp (71.500)
Melekat pada perlengkapan lama 127.000
Melekat pada perlengkapan baru 1.485.900 1.541.400
Jumlah untuk mempertahankan kapital fisis KSRp 1.541.400
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 36
Model 7: Harga jual sekarang
Penjualan 870 X 22.500 JRp 19.575.000
Kos historis barang terjual, MPKP 350 X 6.100 Rp 2.135.000
520 X 6.300 3.276.000 5.411.000
Laba kotor penjualan (terrealisasi) JRp 14.164.000
Biaya operasi 7.564.000
Aliran dana masuk JRp 6.600.000
Perubahan harga sediaan (margin pembelian)
Awal: 0
Akhir: Harga jual 900 X 25.025 JRp 22.522.500
Kos historis 900 X 6.400 Rp 5.760.000 16.762.500
Perubahan harga keluaran perlengkapan (Hitungan 5 dalam Model 3):
Perlengkapan lama
Harga jual akhir JRp 15.470.000
Harga jual awal 16.592.000
Kenaikan (penurunan) harga JRp (1.122.000)
Perlengkapan baru
Harga jual akhir JRp 15.561.000
Harga jual awal 14.640.000
Kenaikan (penurunan) harga JRp 921.000
Perubahan harga keluaran perlengkapan (201.000)
Laba bersih JRp 23.161.500
Format 1
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 37
Penjualan 870 X 22.500 JRp 19.575.000
Pembelian barang 350 X 6.100 Rp 2.135.000
520 X 6.300 3.276.000
900 X 6.400 5.760.000
Rp 11.171.000
Biaya operasi 7.564.000 18.735.000
Aliran kas berasal dari operasi JRp 840.000
Aliran kas masuk harapan
Dari sediaan akhir 900 X 25.025 JRp 22.522.500
Penurunan nilai/harga aset fisis (lihat Format 1) (201.000) 22.321.500
Laba harga jual sekarang JRp 23.161.500
Model 7: Harga jual sekarang Format 2
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 38
Model 8: Harga jual sekarang/daya beli konstan
Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 KIRp 19.575.000
Kos barang terjual 2.135.000 X 127 / 122 KJRp 2.222.500
3.276.000 X 127 / 126 3.302.000 5.524.500
Laba kotor penjualan (terrealisasi) KJRp 14.050.500
Perubahan harga sediaan akhir:
Harga jual sekarang 22.522.500 X 127 / 130 KJRp 22.002.750
Kos historis 5.760.000 X 127 / 128 5.715.000 16.287.750
Laba kotor setelah penyesuaian harga sediaan KJRp 30.338.250
Perubahan harga keluaran perlengkapan:
Perlengkapan lama
Harga jual akhir 15.470.000 X 127 / 130 KJRp 15.113.000
Harga jual awal 16.592.000 X 127 / 122 17.272.000
Kenaikan (penurunan) harga JRp (2.159.000)
Perlengkapan baru
Harga jual akhir 15.561.000 X 127 / 130 KJRp 15.201.900
Harga jual awal 14.640.000 X 127 / 122 15.240.000
Kenaikan (penurunan) harga JRp (38.100)
Perubahan harga keluaran perlengkapan (2.197.100)
Laba setelah penyesuaian fasilitas fisis KJRp 28.141.150
Biaya operasi 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000
Laba sebelum rugi daya beli KJRp 20.577.150
Rugi daya beli (dari Model 2) KRp 1.279.500
Laba bersih dalam daya beli konstan KJRp 19.297.650
Format 1
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 39
Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 KJRp 19.575.000
Pembelian barang 2.135.000 X 127 / 122 KJRp 2.222.500
3.276.000 X 127 / 126 3.302.000
5.760.000 X 127 / 128 5.715.000
Rp 11.239.500
Biaya operasi 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000 18.803.500
Aliran kas berasal dari operasi KJRp 771.500
Aliran kas masuk harapan
Dari sediaan akhir 22.522.500 X 127 / 130 = KJRp 22.002.750
Penurunan nilai/harga aset fisis (lihat Format 1) (2.197.100) 19.805.650
Laba sebelum rugi daya beli KJRp 20.577.150
Rugi daya beli (lihat Model 2) 1.279.500
Laba bersih dalam daya beli konstan KJRp 19.297.650
Model 8: Harga jual sekarang/daya beli konstan Format 2
Suwardjono
Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
8/5/2022 Transi 40
Ini? … Ah, masih jauh!

Slide-ACC-308-Slide-TAK-13 (3).ppt

  • 1.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 1 Bab 13 Akuntansi untuk Perubahan Harga
  • 2.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 2 • Menjelaskan pengertian perubahan harga dan jenisnya. • Menunjukkan implikasi perubahan harga terhadap rerangka akuntansi pokok. • Menyebut dan menjelaskan masalah akuntansi yang berkaitan dengan perubahan harga. • Menjelaskan dan memberi contoh berbagai model untuk mengatasi implikasi perubahan harga. • Menunjukkan kelemahan dan keunggulan berbagai model akuntansi perubahan harga. • Menjelaskan perkembangan standar akuntansi perubahan harga di Amerika dan kemungkinan penerapannya di Indonesia. Tujuan Pembelajaran Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk:
  • 3.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 3 Perubahan Harga Perbedaan jumlah rupiah yang dapat digunakan untuk memperoleh barang yang sama pada waktu berbeda. Pada umumnya, harga barang-barang cenderung menaik sehingga diperlukan lebih banyak jumlah rupiah untuk membeli barang yang sama di waktu kemudian.
  • 4.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 4 Masalah Akuntansi Rerangka akuntansi pokok dilandasi asumsi bahwa daya beli uang stabil sepanjang masa atau manfaat ekonomik barang tidak berubah. Bila perubahan harga cukup mencolok, akuntansi menghadapi masalah: 1. Penilaian 2. Unit pengukur 3. Pemertahanan kapital
  • 5.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 5 Cara Mengatasi Masalah Penilaian Unit pengukur Pemertahanan kapital Akuntansi kos sekarang, current cost accounting, current value accounting, exit price accounting Akuntansi daya beli konstan, constant dollar accounting, inflation accounting, stabilized accounting, constant purchasing power accounting, GPLA Kombinasi keduanya, hybrid accounting, current cost/constant dollar accounting
  • 6.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 6 Perubahan Harga Perbedaan jumlah rupiah yang dapat digunakan untuk memperoleh barang yang sama pada waktu berbeda. Pada umumnya, harga barang-barang cenderung menaik sehingga diperlukan lebih banyak jumlah rupiah untuk membeli barang yang sama di waktu kemudian. Bila perubahan mencolok, masalah relevansi terpengaruh.
  • 7.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 7 Konsekuensi Perubahan Harga Kos historis tetap terandalkan tetapi keberpautannya dengan keputusan menjadi berkurang. Angka penjumlahan dalam akuntansi menjadi kurang bermakna karena merupakan penjumlahan unit pengukur yang berbeda. Analogi dengan “Adding oranges and apples” Perlu upaya untuk tetap mempertahankan keterandalan tetapi keberpautan juga harus dicapai. Lihat kembali Gambar 4.11.
  • 8.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 8 Harga umum Harga spesifik Harga relatif Perubahan karena inflasi atau daya beli. Terjadi perubahan meskipun manfaat atau daya tukar barang sama. Perubahan karena persepsi terhadap manfaat barang atau perubahan teknologi. Terjadi perubahan meskipun tidak terjadi perubahan daya beli. Perubahan harga spesifik setelah pengaruh perubahan daya beli dipisahkan atau diperhitungkan. Jenis Perubahan Harga
  • 9.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 9 Pos-pos Moneter dan Nonmoneter Pembedaan dalam rangka akuntansi perubahan harga. Berbeda dengan lancar dan taklancar. Pos moneter tidak sama dengan pos lancar. Pos moneter berkaitan dengan untung/rugi daya beli. Pos nonmoneter berkaitan dengan untung/rugi penahanan. Lihat Gambar 13.1 untuk contoh pos.
  • 10.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 10 Makna Perubahan Harga Umum Barang A B C D E Harga dulu Nominal Rp2.200 Rp4.000 Rp6.000 Rp12.000 Rp 8.500 Persen 100% 100% 100% 100% 100% Harga sekarang Nominal Rp3.522 Rp6.400 Rp9.600 Rp19.200 Rp13.600 Persen 160% 160% 160% 160% 160% Perubahan Nominal Rp1.320 Rp2.400 Rp3.600 Rp 7.200 Rp 5.100 Persen 60% 60% 60% 60% 60% Untuk menghomogenuskan unit pengukur diperlukan indeks harga umum (general price index) dan tahun dasar (base year). Lihat Gambar 13.3
  • 11.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 11 Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Umum Pembelian fasilitas fisis pada waktu yang berbeda-beda mengakibatkan penjumlahan kos menghasilkan angka yang kurang bermakna. Kos Aset Indeks Nominal Awal Tengah Akhir Mesin 1 120 Rp30.000.000 KRp30.000.000 KRp37.500.000 KRp40.000.000 150 Mesin 2 160 40.000.000 KRp30.000.000 KRp37.500.000 KRp40.000.000 Saldo Rp70.000.000 KRp60.000.000 KRp75.000.000 KRp80.000.000 Kos dalam Daya Beli Saldo atas dasar daya beli berbeda dengan angka nominal. Perbedaan makin nyata kalau indeks harga makin berbeda.
  • 12.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 12 Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Umum Penahanan pos moneter menimbulkan untung atau rugi daya beli. Penahanan aset moneter: Penundaan pelunasan utang moneter: Daya beli kas awal yang ditahan: 160/100 X Rp1.000.000 KRp1.600.000 Daya beli kas yang dipegang akhir tahun: 160/200 X Rp1.000.000 KRp 800.000 Rugi daya beli menahan aset moneter KRp 800.000 Daya beli utang yang ditunda: 160/100 X Rp1.500.000 KRp2.400.000 Daya beli pelunasan saat pelunasan: 160/160 X Rp1.500.000 KRp1.500.000 Untung daya beli penundaan pelunasan utang moneter KRp 900.000 Untung atau rugi daya beli tersembunyi dalam statemen laba-rugi kos historis. Lihat interpretasi makna untung atau rugi daya beli di halaman 631.
  • 13.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 13 Makna Perubahan Harga Spesifik Barang A B C D E Harga dulu Nominal Rp2.200 Rp4.000 Rp6.000 Rp12.000 Rp 8.500 Persen 100% 100% 100% 100% 100% Harga sekarang Nominal Rp2.750 Rp4.000 Rp8.400 Rp12.000 Rp 8.500 Persen 125% 100% 140% 100% 100% Perubahan Nominal Rp 550 Rp 0 Rp2.400 Rp 0 Rp 0 Persen 25% 0% 40% 0% 0%
  • 14.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 14 Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Spesifik Menimbulkan untung/rugi penahanan baik terrealisasi maupun belum yang tidak tampak dalam statemen laba-rugi kos historis. Lihat interpretasi makna untung atau rugi penahanan di halaman 633-634. Kos Historis Kos Sekarang Penjualan Rp2.500.000 Rp2.500.000 Kos barang terjual 1.500.000 2.100.000 Laba kos historis (operasi) Rp1.000.000 Laba kos sekarang (operasi) Rp 400.000 Untung penahanan terrealisasi 600.000 Laba terrealisasi Rp1.000.000
  • 15.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 15 Makna Perubahan Harga Relatif Barang Harga dulu Nominal Rp2.200 Rp4.000 Rp6.000 Rp12.000 Rp 8.500 Persen 100% 100% 100% 100% 100% Harga sekarang Nominal Rp2.420 Rp4.400 Rp8.400 Rp13.200 Rp 9.350 Persen 110% 110% 140% 110% 110% Perubahan Nominal Rp 220 Rp 400 Rp2.400 Rp1.200 Rp 850 Persen 10% 10% 40% 10% 10% Perubahan relatif Nominal Rp 0 Rp 0 Rp1.800 Rp 0 Rp 0 Persen 0% 0% 30% 0% 0% E A B C D
  • 16.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 16 Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Relatif Pos Nonmoneter Moneter Penahanan real Penahanan moneter Untung/rugi penahanan moneter (monetary holding gains/losses) Untung/rugi penahanan real (real holding gains/losses) Untung/rugi daya beli (purchasing power gains/losses) Terrefleksi dalam Model 4 Penahanan moneter tidak terrefleksi dalam contoh-contoh model karena informasi aset atau kewajiban jangka panjang tidak disertakan.
  • 17.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 17 Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Relatif Terhadap Pos Nonmoneter (hlm. 636) Untung penahanan moneter Untung penahanan real Kos sekarang Rp60.000 Rp50.000 Kos historis Kos dalam daya beli Rp56.000 Rp4.000 Rp6.000 Rp1.600 Rp2.400 Rp2.400 Rp3.600 Terrealisasi Praterrealisasi
  • 18.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 18 Akuntansi Daya Beli Konstan Mengatasi perubahan harga akibat perubahan daya beli. Aspek teoretis: 1. Pemilihan indeks harga dan tahun dasar 2. Pro dan kontra 3. Daya beli sebagai jenis kapital 4. Status terhadap statemen keuangan dasar Dicontohkan dalam Model 2.
  • 19.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 19 Pemilihan Indeks Konversi Lihat Gambar 13.7 FASB menyarankan penggunaan indeks harga konsumer perkotaan rata-rata (Consumer Price Index for All Urban Consumer) • Indeks awal tidak intuitif. • Indeks akhir mengharuskan pos-pos operasi dikonversi. • Indeks rata-rata (tengah) menghasilkan rupiah konversian pos-pos operasi yang mendekati rupiah nominal bila transaksi terjadi secara merata sepanjang tahun.
  • 20.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 20 Akuntansi Kos Sekarang Mengatasi perubahan harga akibat perubahan daya tukar barang (dicontohkan dalam Model 3). Aspek teoretis: 1. Dasar pengukuran 2. Bagaimana kapital dipertahankan 3. Sumber dan teknik pengukuran kos sekarang 4. Pro dan kontra 5. Pemecahan laba menjadi komponen operasi dan komponen penahanan 6. Status terhadap statemen keuangan dasar
  • 21.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 21 Akuntansi Kos Sekarang Dasar pengukuran: 1. Kos pengganti 2. Nilai jual sekarang 3. Nilai terrealisasi harapan Konsep terkait: 1. Jumlah rupiah terperoleh kembali (PSAK No. 48, pasal 05) 2. Nilai penggunaan (PSAK No. 48, pasal 05) 3. Nilai pasar sekarang 4. Nilai sekarang aliran kas masa datang 5. Margin pembelian (lihat Gambar 13.8)
  • 22.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 22 Teknik Pengukuran Kos Sekarang 1. Pengindeksan 2. Penghargaan langsung 3. Pengkosan unit 4. Penghargaan fungsional
  • 23.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 23 Akuntansi Hibrida Menggabungkan keunggulan akuntansi daya beli dan akuntansi kos sekarang. Lihat Gambar 13.9 untuk perbedaan. Disebut akuntansi kos sekarang daya beli konstan (current cost/constant purchasing power accounting). Dicontohkan dalam Model 4.
  • 24.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 24 SFAS No. 33 SFAS No. 82 SFAS No. 89 Pelaporan berbasis kos sekarang dan daya beli konstan diwajibkan untuk perusahaan yang memenuhi kriteria. Hanya pelaporan berbasis kos sekarang diwajibkan. Pelaporan pengaruh perubahan harga hanya bersifat anjuran. Standar Akuntansi Perubahan Harga di AS
  • 25.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 25 Contoh Penyajian Pengaruh Perubahan Harga versi SFAS No. 33 Format Statemen I Rp4.000.000 2.600.000 Rp1.400.000 Rp 480.000 76.000 295.400 Rp 851.400 Rp 548.600 Penjualan Kos barang terjual (Skedul 1) Laba kotor Biaya operasi (taktermasuk depresiasi) Depresiasi (Skedul 2) Taksiran Pajak Penghasilan Laba dari operasi berlanjut Rugi daya beli (Skedul 3) III Rp4.000.000 2.656.781 Rp1.343.219 Rp 480.000 107.889 295.400 Rp 883.289 Rp 459.930 Rp (32.570) II Rp4.000.000 2.652.026 Rp1.347.974 Rp 480.000 103.570 295.400 Rp 878.970 Rp 469.004 Rp (32.570) Pengaruh kenaikan harga spesifik sediaan dan fasilitas fisis yang ditahan selama tahun berjalan (Skedul 4 dan 5) Pengaruh kenaikan tingkat harga umum (Skedul 4 dan 5) Kelebihan pengaruh kenaikan tingkat harga umum di atas kenaikan harga spesifik Rp 126.924 (194.820) Rp (67.896) I Dilaporkan dalam statemen keuangan utama. II Disesuaikan terhadap perubahan tingkat harga umum. III Disesuaiakan terhadap perubahan harga spesifik.
  • 26.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 26 Contoh Penyajian Pengaruh Perubahan Harga versi SFAS No. 33 Format Rekonsiliasi Rugi daya beli (Skedul 3) Pengaruh kenaikan harga spesifik sediaan dan fasilitas fisis yang ditahan selama tahun berjalan (Skedul 4 dan 5) Pengaruh kenaikan tingkat harga umum (Skedul 4 dan 5) Kelebihan pengaruh kenaikan tingkat harga umum di atas kenaikan harga spesifik Rp (32.570) Rp 126.924 (194.820) Rp (67.896) Laba dari operasi berlanjut Penyesuaian untuk merevisi kos akibat perubahan harga umum: Kos barang terjual Depresiasi Laba dari operasi berlanjut disesuaikan terhadap pengaruh perubahan tingkat harga umum Penyesuaian untuk merefleksi perubahan harga relatif: Kos barang terjual Depresiasi Laba dari operasi berlanjut disesuaikan terhadap pengaruh perubahan harga spesifik Rp(52.026) (27.570) Rp (4.755) (4.319) Rp548.000 (79.596) Rp469.004 (9.074) Rp459.930
  • 27.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 27 Model Akuntansi Perubahan Harga Suatu model akuntansi perubahan harga ditentukan oleh kombinasi tiga faktor: 1. Dasar penilaian • Kos historis • Kos sekarang • Nilai keluaran 2. Skala pengukuran • Nominal versus daya beli 3. Jenis kapital • Finansial versus fisis
  • 28.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 28 Berbagai Kemungkinan Model Skala Pengukuran Dasar Pengukuran Jenis Kapital Nilai keluaran Kos sekarang Kos historis Fisis Finansial Nominal Daya beli 2 1 4 3 8 7 12 6 10 11
  • 29.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 29 Model 1: Kos historis Penjualan 870 X 22.500 Rp 19.575.000 Kos barang terjual (MPKP): 350 X 6.100 = Rp 2.135.000 520 X 6.300 = 3.276.000 5.411.000 Laba kotor penjualan Rp 14.164.000 Biaya operasi Depresiasi mesin lama Rp 1.800.000 Depresiasi mesin baru 1.464.000 Lain-lain 7.564.000 10.828.000 Laba bersih Rp 3.336.000
  • 30.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 30 Model 2: Daya beli konstan Penjualan Rp 19.575.000 X 127 / 127 KRp 19.575.000 Kos barang terjual: 2.135.000 X 127 / 122 = KRp 2.222.500 3.276.000 X 127 / 126 3.302.000 5.524.500 Laba kotor penjualan KRp 14.050.500 Biaya operasi: Depresiasi mesin lama 1.800.000 X 127 / 100 = KRp 2.286.000 Depresiasi mesin baru 1.464.000 X 127 / 122 1.524.000 Lain-lain 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000 11.374.000 Laba sebelum rugi daya beli KRp 2.676.500 Rugi daya beli (lihat Hitungan di bawah) 1.279.500 Laba dalam daya beli konstan KRp 1.397.000
  • 31.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 31 Aset moneter bersih: K a s 28.180.000 Piutang usaha 21.600.000 49.780.000 Utang usaha 14.400.000 Saldo awal 35.380.000 X 127 / 122 = KRp 36.830.000 Penambahan: Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 = 19.575.000 Total 54.955.000 KRp 56.405.000 Pengurangan: Pembelian perlengkapan 14.640.000 X 127 / 122 = 15.240.000 Bembelian sediaan 2.135.000 X 127 / 122 = 2.222.500 3.276.000 X 127 / 126 = 3.302.000 5.760.000 X 127 / 128 = 5.715.000 Biaya 7.564.000 X 127 / 127 = 7.564.000 Penggunaan total 33.375.000 KRp 34.043.500 Saldo akhir 21.580.000 KRp 22.361.500 Saldo akhir dalam daya beli rata-rata 21.580.000 X 127 / 130 = 21.082.000 Rugi daya beli KRp 1.279.500 Model 2: Untung/rugi daya beli
  • 32.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 32 Model 3: Kos sekarang Penjualan SRp 19.575.000 Kos barang terjual 870 X 6.350 5.524.500 Laba kotor penjualan SRp 14.050.500 Biaya operasi: Depresiasi: Perlengkapan lama 10% X ( 20.740.000 + 22.100.000 ) / 2 = 2.142.000 Perlengkapan baru 10% X ( 14.640.000 + 17.290.000 ) / 2 = 1.596.500 Lain-lain 7.564.000 11.302.500 Laba operasi SRp 2.748.000 Untung penahanan terrealisasi: Atas sediaan barang terjual (Hitungan 1) SRp 113.500 Atas depresiasi perlengkapan (Hitungan 2) 474.500 588.000 Laba terrealisasi SRp 3.336.000 Untung penahanan belum terrealisasi: Atas sediaan barang akhir (Hitungan 3) SRp 90.000 Atas perlengkapan lama (Hitungan 4) 678.000 Atas perlengkapan baru (Hitungan 5) 2.385.000 3.153.000 Laba kos sekarang nominal SRp 6.489.000
  • 33.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 33 Model 4: Kos sekarang/daya beli konstan Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 KSRp 19.575.000 Kos barang terjual: 5.524.500 X 127 / 127 5.524.500 Laba kotor penjualan KSRp 14.050.500 Biaya operasi: Depresiasi mesin lama 2.142.000 X 127 / 127 = KSRp 2.142.000 Depresiasi mesin baru 1.596.500 X 127 / 127 1.596.500 Lain-lain 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000 11.302.500 Laba operasi KSRp 2.748.000 Untung penahanan terrealisasi: Atas sediaan barang terjual (Hitungan 1) KSRp 0 Atas depresiasi perlengkapan (Hitungan 2) (71.500) (71.500) Laba terrealisasi sebelum untung/rugi daya beli KSRp 2.676.500 Rugi Daya Beli (lihat dalam Model 2) 1.279.500 Laba terrealisasi setelah untung/rugi daya beli KSRp 1.397.000 Untung (rugi) penahanan belum terrealisasi: Atas sediaan barang akhir (Hitungan 3) KSRp 0 Atas perlengkapan lama (Hitungan 4) 127.000 Atas perlengkapan baru (Hitungan 5) 1.485.900 1.612.900 Laba bersih kos sekarang/daya beli konstan KSRp 3.009.900
  • 34.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 34 Model 5: Kos sekarang/fisis Penjualan SRp 19.575.000 Kos barang terjual 870 X 6.350 5.524.500 Laba kotor penjualan SRp 14.050.500 Biaya operasi: Depresiasi: Perlengkapan lama 10% X ( 20.740.000 + 22.100.000 ) / 2 = SRp 2.142.000 Perlengkapan baru 10% X ( 14.640.000 + 17.290.000 ) / 2 = 1.596.500 Lain-lain 7.564.000 11.302.500 Laba tersedia untuk dividen SRp 2.748.000 Penyesuaian untuk mempertahankan kapital fisis (lihat hitungan dalam Model 3): Sediaan barang: Perubahan harga terrealisasi melalui penjualan SRp 113.500 Perubahaan harga melekat pada sediaan akhir 90.000 SRp 203.500 Perlengkapan: Perubahan harga terrealisasi melalui depresiasi SRp 474.500 Melekat pada perlengkapan lama 678.000 Melekat pada perlengkapan baru 2.385.000 3.537.500 Jumlah untuk mempertahankan kapital fisis SRp 3.741.000
  • 35.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 35 Model 6: Kos sekarang/daya beli konstan/fisis Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 KSRp 19.575.000 Kos barang terjual: 5.524.500 X 127 / 127 5.524.500 Laba kotor penjualan KSRp 14.050.500 Biaya operasi: Depresiasi mesin lama 2.142.000 X 127 / 127 = KSRp 2.142.000 Depresiasi mesin baru 1.596.500 X 127 / 127 1.596.500 Lain-lain 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000 11.302.500 Laba operasi sebelum rugi daya beli KSRp 2.748.000 Rugi daya beli (lihat hitungan dalam Model 2) 1.279.500 Laba operasi bersih (tersedia untuk dividen) KSRp 1.468.500 Penyesuaian untuk mempertahankan kapital fisis (lihat hitungan dalam Model 4): Sediaan barang: Perubahan harga terrealisasi melalui penjualan KSRp 0 Perubahaan harga melekat pada sediaan akhir 0 KSRp 0 Perlengkapan: Perubahan harga terrealisasi melalui depresiasi KSRp (71.500) Melekat pada perlengkapan lama 127.000 Melekat pada perlengkapan baru 1.485.900 1.541.400 Jumlah untuk mempertahankan kapital fisis KSRp 1.541.400
  • 36.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 36 Model 7: Harga jual sekarang Penjualan 870 X 22.500 JRp 19.575.000 Kos historis barang terjual, MPKP 350 X 6.100 Rp 2.135.000 520 X 6.300 3.276.000 5.411.000 Laba kotor penjualan (terrealisasi) JRp 14.164.000 Biaya operasi 7.564.000 Aliran dana masuk JRp 6.600.000 Perubahan harga sediaan (margin pembelian) Awal: 0 Akhir: Harga jual 900 X 25.025 JRp 22.522.500 Kos historis 900 X 6.400 Rp 5.760.000 16.762.500 Perubahan harga keluaran perlengkapan (Hitungan 5 dalam Model 3): Perlengkapan lama Harga jual akhir JRp 15.470.000 Harga jual awal 16.592.000 Kenaikan (penurunan) harga JRp (1.122.000) Perlengkapan baru Harga jual akhir JRp 15.561.000 Harga jual awal 14.640.000 Kenaikan (penurunan) harga JRp 921.000 Perubahan harga keluaran perlengkapan (201.000) Laba bersih JRp 23.161.500 Format 1
  • 37.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 37 Penjualan 870 X 22.500 JRp 19.575.000 Pembelian barang 350 X 6.100 Rp 2.135.000 520 X 6.300 3.276.000 900 X 6.400 5.760.000 Rp 11.171.000 Biaya operasi 7.564.000 18.735.000 Aliran kas berasal dari operasi JRp 840.000 Aliran kas masuk harapan Dari sediaan akhir 900 X 25.025 JRp 22.522.500 Penurunan nilai/harga aset fisis (lihat Format 1) (201.000) 22.321.500 Laba harga jual sekarang JRp 23.161.500 Model 7: Harga jual sekarang Format 2
  • 38.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 38 Model 8: Harga jual sekarang/daya beli konstan Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 KIRp 19.575.000 Kos barang terjual 2.135.000 X 127 / 122 KJRp 2.222.500 3.276.000 X 127 / 126 3.302.000 5.524.500 Laba kotor penjualan (terrealisasi) KJRp 14.050.500 Perubahan harga sediaan akhir: Harga jual sekarang 22.522.500 X 127 / 130 KJRp 22.002.750 Kos historis 5.760.000 X 127 / 128 5.715.000 16.287.750 Laba kotor setelah penyesuaian harga sediaan KJRp 30.338.250 Perubahan harga keluaran perlengkapan: Perlengkapan lama Harga jual akhir 15.470.000 X 127 / 130 KJRp 15.113.000 Harga jual awal 16.592.000 X 127 / 122 17.272.000 Kenaikan (penurunan) harga JRp (2.159.000) Perlengkapan baru Harga jual akhir 15.561.000 X 127 / 130 KJRp 15.201.900 Harga jual awal 14.640.000 X 127 / 122 15.240.000 Kenaikan (penurunan) harga JRp (38.100) Perubahan harga keluaran perlengkapan (2.197.100) Laba setelah penyesuaian fasilitas fisis KJRp 28.141.150 Biaya operasi 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000 Laba sebelum rugi daya beli KJRp 20.577.150 Rugi daya beli (dari Model 2) KRp 1.279.500 Laba bersih dalam daya beli konstan KJRp 19.297.650 Format 1
  • 39.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 39 Penjualan 19.575.000 X 127 / 127 KJRp 19.575.000 Pembelian barang 2.135.000 X 127 / 122 KJRp 2.222.500 3.276.000 X 127 / 126 3.302.000 5.760.000 X 127 / 128 5.715.000 Rp 11.239.500 Biaya operasi 7.564.000 X 127 / 127 7.564.000 18.803.500 Aliran kas berasal dari operasi KJRp 771.500 Aliran kas masuk harapan Dari sediaan akhir 22.522.500 X 127 / 130 = KJRp 22.002.750 Penurunan nilai/harga aset fisis (lihat Format 1) (2.197.100) 19.805.650 Laba sebelum rugi daya beli KJRp 20.577.150 Rugi daya beli (lihat Model 2) 1.279.500 Laba bersih dalam daya beli konstan KJRp 19.297.650 Model 8: Harga jual sekarang/daya beli konstan Format 2
  • 40.
    Suwardjono Bab 13 Akuntansiuntuk Perubahan Harga 8/5/2022 Transi 40 Ini? … Ah, masih jauh!