Jurnal Dwi Mingguan
Modul 2.3
M A S R U R , S . P d . , M . P d .
Model 5: Connection, challenge,
concept, change (4C)
Pada Modul 2.3 yaitu Couching Untuk Supervisi Akademik. Salah satu peran guru
penggerak adalah pemimpin pembelajaran. Guru sebagai pemimpin pembelajaran
memerlukan supervisi akademik untuk memastikan pembelajaran yang berpihak pada murid
dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Selain itu, supervisi akdemik juga bertujuan untuk
pengembangan kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah. Supervisi akademik
dapat digunakan oleh kepala sekolah untuk mendorong kita sebagai warga sekolah untuk
selalu mengembangkan kompetensi diri dan senantiasa memiliki pola pikir serta
keberpihakan pada murid. Pemimpin sekolah dalam hal ini kepala sekolah dapat
mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan
menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan. Pendekatan yang digunakan
diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan agar pengembangan diri dapat
berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang dimaksud adalah
coaching.
Connection
(Keterkaitan
materi yang
didapat dengan
peran saya sebagai
CGP)
Challenge (Adakah ide,
materi, atau pendapat
dari narasumber yang
berbeda dari praktik
yang saya jalankan
selama ini?)
Sebagai seorang guru tentunya pernah mengalami tantangan atau permasalahan
dalam melaksanakan tugasnya baik dalam proses pembelajar maupun dalam
interaksinya dengan warga sekolah secara umum. Terkadang saya sebagai guru
kesulitan dalam mengidentifikasi karakter setiap murid yang beragam seperti
halnya ada murid yang aktif, kreatif, pintar, malas , suka mengganggu dan lainnya.
Selama ini strategi yang saya gunakan sebelum mempelajari materi ini adalah
memberikan reward dan punishment. Reward biasanya saya gunakan sebagai
salah satu bentuk penghargaan yang akan diberikan ketika siswa melakukan
sesuatu yang baik sedangkan hukuman biasanya saya berikan karena murid
melakukan pelanggaran, atau kesalahan. Hal ini sejalan dengan pendapat Purwanto
(2011: 182), reward adalah alat untuk mendidik anak-anak supaya anak merasa
senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan.
Lanjutan
Setelah mempelajari modul 2.3, saya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru bahwa
cara yang lebih efektif digunakan guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam menghadapi
berbagai permasalahan pembelajaran terhadap murid adalah melakukan pendekatan coaching.
Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus memiliki pendekatan untuk melakukan
pembelajaran sesuai kebutuhan murid, salah satu pendekatan yang dimaksud adalah tekhnik
coaching. Coaching adalah sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi,
berorientasi pada hasil dan sistematis, di mana coach memfasilitasi peningkatan atas performa
kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan dari coache. Keterampilan
coaching perlu dimiliki para pendidik untuk menuntun segala kekuatan kodrat atau potensi
anak agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia dan anggota masyarakat.
Proses coaching sebagai komunikasi pembelajaran serta antara guru dan murid, di mana murid
diberikan ruang kebebasan untuk menemukan kekuatan dirinya dan peran pendidik sebagai
pamong dalam memberi tuntunan dan memberdayakan potensi yang ada pada murid.
Concept: Ceritakan konsep-
konsep utama yang Anda
pelajari dan menurut Anda
penting untuk terus dibawa
selama menjadi Calon Guru
Penggerak atau bahkan
setelah menjadi Guru
Penggerak?
Konsep-konsep utama yang saya
pelajari yang menurut saya penting
untuk terus dibawa selama menjadi
Calon Guru Penggerak atau
bahkan setelah menjadi Guru
Penggerak adalah
Memahami bahwa Supervisi akademik ini dilakukan untuk memastikan
pembelajaran yang berpihak pada murid sebagaimana tertuang dalam
standar proses pada Standar Nasional Pendidikan. Selain bertujuan untuk
memastikan pembelajaran yang berpihak pada murid, supervisi akademik
juga bertujuan untuk pengembangan kompetensi diri dalam setiap pendidik
di sekolah. penting kiranya bagi kita memastikan bahwa supervisi akademik
yang kita jalankan benar-benar berfokus pada proses pembelajaran. Untuk
itu diperlukan suatu pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir
yang memberdayakan. Pendekatan dengan paradigma berpikir yang
memberdayakan mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan
secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang
memberdayakan adalah coaching.
Lanjutan
Dalam proses coaching coach tidak memberitahu, memikirkan solusi sebelum
mendengarkan atau menggunakan coaching sebagai sarana memberikan feedback yang
bersifat judgement atau asumsi. coaching yang baik adalah membudayakan potensi
coachee yang tujuannya mengantarkan coachee ke kondisi yang lebih baik. dalam
proses coaching, seorang coach juga harus memiliki skill pendengar yang baik, dapat
mengajukan pertanyaan yang berbobot, dapat memancing ide-ide, dan dapat
memfasilitasi pertumbuhan dari coachee.
Prinsip coaching dikembangkan dari tiga kunci pada definisi coaching, yaitu "kemitraan,
proses kreatif, dan memaksimalkan potensi". Dalam berinteraksi dengan rekan sejawat
atau siapa saja, kita dapat menggunakan ketiga prinsip coaching tersebut dalam rangka
memberdayakan orang yang sedang kita ajak berinteraksi.
Lanjutan
Sebuah alur percakapan coaching yang akan membantu peran
coach dalam membuat percakapan coaching menjadi efektif dan
bermakna disebut alur TIRTA yaitu Tujuan Umum (Tahap awal
dimana kedua pihak coach dan coachee menyepakati tujuan
pembicaraan yang akan berlangsung. Identifikasi (Coach
melakukan penggalian dan pemetaan situasi yang sedang
dibicarakan, dan menghubungkan dengan fakta-fakta yang ada
pada saat sesi), Rencana Aksi (Pengembangan ide atau
alternatif solusi untuk rencana yang akan dibuat),
TAnggungjawab (Membuat komitmen atas hasil yang dicapai
dan untuk langkah selanjutnya).
Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah
mendapatkan materi pada hari ini?
Setelah mempelajari materi pada modul 2.3, saya akan
berbagi praktik baik dengan seluruh rekan pengajar tentang
supervisi akademik dan tekhnik coaching di sekolah sendiri
ataupun melalui komunitas KKG. Saya akan menggunakan
tekhnik sebagai bentuk penyelesaian masalah dimana saya
sebagai guru bertindak sebagai coach mendorong murid
untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya
dengan menggunakan kemampuan, potensi dan sumber
daya yang ada dalam dirinya.
Lanjutan
Proses caoching terutama dalam supervisi akademik, akan membantu
murid-murid kita atau rekan guru menemukan potensi dirinya, menuntun
mereka menjadi lebih mampu mengembangkan dan meningkatkan
komptensinya secara sadar, secara mandiri, dan penuh motivasi bukan
karena paksaan namun sebagai mitra yang membantunya mengembangkan
diri. Saya akan mengubah pola pikir saya terhadap sebuah supervisi yang
selama ini saya dapatkan adalah hal yang menakutkan menjadi hal yang
menyenangkan karna dilakukan melalui cara yang yang tepat yaitu tekhnik
coaching sehingga supervisi akademik adalah sebuah refleksi dalam
perbaikan pembelajaran ke depannya.
TERIMAKASIH

Jurnal Dwi mingguan 2.3.pdf

  • 1.
    Jurnal Dwi Mingguan Modul2.3 M A S R U R , S . P d . , M . P d . Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C)
  • 2.
    Pada Modul 2.3yaitu Couching Untuk Supervisi Akademik. Salah satu peran guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran. Guru sebagai pemimpin pembelajaran memerlukan supervisi akademik untuk memastikan pembelajaran yang berpihak pada murid dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Selain itu, supervisi akdemik juga bertujuan untuk pengembangan kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah. Supervisi akademik dapat digunakan oleh kepala sekolah untuk mendorong kita sebagai warga sekolah untuk selalu mengembangkan kompetensi diri dan senantiasa memiliki pola pikir serta keberpihakan pada murid. Pemimpin sekolah dalam hal ini kepala sekolah dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan. Pendekatan yang digunakan diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang dimaksud adalah coaching. Connection (Keterkaitan materi yang didapat dengan peran saya sebagai CGP)
  • 3.
    Challenge (Adakah ide, materi,atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang saya jalankan selama ini?) Sebagai seorang guru tentunya pernah mengalami tantangan atau permasalahan dalam melaksanakan tugasnya baik dalam proses pembelajar maupun dalam interaksinya dengan warga sekolah secara umum. Terkadang saya sebagai guru kesulitan dalam mengidentifikasi karakter setiap murid yang beragam seperti halnya ada murid yang aktif, kreatif, pintar, malas , suka mengganggu dan lainnya. Selama ini strategi yang saya gunakan sebelum mempelajari materi ini adalah memberikan reward dan punishment. Reward biasanya saya gunakan sebagai salah satu bentuk penghargaan yang akan diberikan ketika siswa melakukan sesuatu yang baik sedangkan hukuman biasanya saya berikan karena murid melakukan pelanggaran, atau kesalahan. Hal ini sejalan dengan pendapat Purwanto (2011: 182), reward adalah alat untuk mendidik anak-anak supaya anak merasa senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan.
  • 4.
    Lanjutan Setelah mempelajari modul2.3, saya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru bahwa cara yang lebih efektif digunakan guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam menghadapi berbagai permasalahan pembelajaran terhadap murid adalah melakukan pendekatan coaching. Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus memiliki pendekatan untuk melakukan pembelajaran sesuai kebutuhan murid, salah satu pendekatan yang dimaksud adalah tekhnik coaching. Coaching adalah sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, di mana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan dari coache. Keterampilan coaching perlu dimiliki para pendidik untuk menuntun segala kekuatan kodrat atau potensi anak agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia dan anggota masyarakat. Proses coaching sebagai komunikasi pembelajaran serta antara guru dan murid, di mana murid diberikan ruang kebebasan untuk menemukan kekuatan dirinya dan peran pendidik sebagai pamong dalam memberi tuntunan dan memberdayakan potensi yang ada pada murid.
  • 5.
    Concept: Ceritakan konsep- konseputama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak? Konsep-konsep utama yang saya pelajari yang menurut saya penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak adalah Memahami bahwa Supervisi akademik ini dilakukan untuk memastikan pembelajaran yang berpihak pada murid sebagaimana tertuang dalam standar proses pada Standar Nasional Pendidikan. Selain bertujuan untuk memastikan pembelajaran yang berpihak pada murid, supervisi akademik juga bertujuan untuk pengembangan kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah. penting kiranya bagi kita memastikan bahwa supervisi akademik yang kita jalankan benar-benar berfokus pada proses pembelajaran. Untuk itu diperlukan suatu pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan. Pendekatan dengan paradigma berpikir yang memberdayakan mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah coaching.
  • 6.
    Lanjutan Dalam proses coachingcoach tidak memberitahu, memikirkan solusi sebelum mendengarkan atau menggunakan coaching sebagai sarana memberikan feedback yang bersifat judgement atau asumsi. coaching yang baik adalah membudayakan potensi coachee yang tujuannya mengantarkan coachee ke kondisi yang lebih baik. dalam proses coaching, seorang coach juga harus memiliki skill pendengar yang baik, dapat mengajukan pertanyaan yang berbobot, dapat memancing ide-ide, dan dapat memfasilitasi pertumbuhan dari coachee. Prinsip coaching dikembangkan dari tiga kunci pada definisi coaching, yaitu "kemitraan, proses kreatif, dan memaksimalkan potensi". Dalam berinteraksi dengan rekan sejawat atau siapa saja, kita dapat menggunakan ketiga prinsip coaching tersebut dalam rangka memberdayakan orang yang sedang kita ajak berinteraksi.
  • 7.
    Lanjutan Sebuah alur percakapancoaching yang akan membantu peran coach dalam membuat percakapan coaching menjadi efektif dan bermakna disebut alur TIRTA yaitu Tujuan Umum (Tahap awal dimana kedua pihak coach dan coachee menyepakati tujuan pembicaraan yang akan berlangsung. Identifikasi (Coach melakukan penggalian dan pemetaan situasi yang sedang dibicarakan, dan menghubungkan dengan fakta-fakta yang ada pada saat sesi), Rencana Aksi (Pengembangan ide atau alternatif solusi untuk rencana yang akan dibuat), TAnggungjawab (Membuat komitmen atas hasil yang dicapai dan untuk langkah selanjutnya).
  • 8.
    Change: Apa perubahandalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini? Setelah mempelajari materi pada modul 2.3, saya akan berbagi praktik baik dengan seluruh rekan pengajar tentang supervisi akademik dan tekhnik coaching di sekolah sendiri ataupun melalui komunitas KKG. Saya akan menggunakan tekhnik sebagai bentuk penyelesaian masalah dimana saya sebagai guru bertindak sebagai coach mendorong murid untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan menggunakan kemampuan, potensi dan sumber daya yang ada dalam dirinya.
  • 9.
    Lanjutan Proses caoching terutamadalam supervisi akademik, akan membantu murid-murid kita atau rekan guru menemukan potensi dirinya, menuntun mereka menjadi lebih mampu mengembangkan dan meningkatkan komptensinya secara sadar, secara mandiri, dan penuh motivasi bukan karena paksaan namun sebagai mitra yang membantunya mengembangkan diri. Saya akan mengubah pola pikir saya terhadap sebuah supervisi yang selama ini saya dapatkan adalah hal yang menakutkan menjadi hal yang menyenangkan karna dilakukan melalui cara yang yang tepat yaitu tekhnik coaching sehingga supervisi akademik adalah sebuah refleksi dalam perbaikan pembelajaran ke depannya.
  • 10.