INISIASI 5
PENDEKATAN, MODEL, METODE, &
TEKNIK PERENCANAAN PENDIDIKAN
DR. LAILATUR ROHMAH, M.SI
UNIVERSITAS TERBUKA
2016
2
Mahasiswa dapat :
1.Menjelaskan pendekatan
perencanaan pendidikan
2.Menjelaskan model
perencanaan
3.Menerapkan Metode & teknik
perencanaan pendidikan
3
Pendekatan sebagai tool dalam
perencanaan pendidikan merupakan
strategi yang dipilih untuk mewujudkan
tujuan pembangunan pendidikan.
Pendekatan berfungsi memperjelas
arah kebijakan dan menguatkan
prioritas program pembangunan
pendidikan yang hendak dilaksanakan.
4
(1) Merupakan pendekatan yang mendasarkan
pada asumsi bahwa layanan pendidikan
merupakan kewajiban pemerintah atau negara
kepada rakyatnya. Misinya adalah pembebasan
dengan prioritas program wajib belajar
pendidikan dasar. Pendekatan ini mengandung
kelebihan dan kelemahannya, dan disarankan
untuk melakukan analisis aspek kependudukan
seperti struktur dan pertumbuhan penduduk,
struktur pendidikan penduduk, dan alur peserta
didik. 5
(2) Adapun langkah-langkahnya, adalah:
a.Memproyeksikan penduduk yang
bersekolah,
b.Menghitung kebutuhan ruang kelas,
guru, fasilitas lainnya untuk pembangunan
pendidikan,
c.Mempersiapkan kegiatan, rancangan
usulan biaya bagi proyek pembangunan.
6
(1) Merupakan pendekatan yang
menekankan keterkaitan antara lulusan
sistem persekolahan dengan tuntutan
persyaratan (tenaga) kerja yang
dibutuhkan pada berbagai sektor
pembangunan. Misi pendekatan ini adalah
kesejahteraan yakni membantu lulusan
memperoleh kesempatan kerja dan nafkah
(penghasilan) yang lebih layak.
7
(2) Adapun langkahnya, adalah:
a.membuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja bagi
pembangunan nasional,
b.memerinci tujuan pendidikan serta
mempersiapkan tenaga kerja untuk
pembangunan segala bidang,
c.memproyeksikan output pendidikan,
d.merencana menyusun program atau proyek
untuk memenuhi output sesuai kebutuhan,
e.menyusun kegiatan rencana pembiayaan
dituangkan dalam rencana.
8
Berpangkal dari konsep investment in
human capital bahwa dari setiap investasi
(biaya) harus mendatangkan keuntungan
bagi perekonomian. Dengan prinsip untung
rugi terpadat keharusan perencana untuk
meneliti sejumlah alternatif, menimbang
biaya masing-masing alternatif dan
kepuasan atau kegunaan yang akan
diperoleh, kemudian memilih kemungkinan
yang paling menguntungkan. 9
Pendekatan sistem menunjukkan strategi melakukan
analisis sistem (system analysis) dengan:
1.mengidentifikasi faktor-faktor input seperti untuk
kepentingan perumusan permasalahan, menempuh
proses,
2.menganalisis proses perencanaan mengubah input
menjadi sebuah
3.output misalnya dalam bentuk dokumen dengan
memperhatikan
4.feedback dari lingkungan dan para stakeholders,
5.proses dan output yang diperoleh diharapkan memberi
dampak keseimbangan (homeostatis) sistem dan terhindar10
(1) Merupakan pendekatan perencanaan
yang mengintegrasikan pendekatan-
pendekatan yang ada sehingga dianggap
lebih lengkap dan diharapkan menjadi
lebih baik daripada beberapa
pendekatan perencanaan yang dipelajari
secara sendiri-sendiri.
11
(2) Di antara karakteristik pendekatan
terintegrasi adalah keterpaduan:
1)pengembangan aspek-aspek kehidupan
peserta didik,
2)kebutuhan akan ketenagakerjaan dan
menyiapkan pengembangan kualitas
akademik, dan
3)keterpaduan untuk keseimbangan
kehidupan ekonomis (dengan pertimbangan
untung - rugi), dan kehidupan sosial-budaya.12
13
MODEL
PERENCANAAN
PENDIDIKAN
Dalam Model ini setiap aspek pendidikan
perlu mendapatkan perhatian baik
formal, informal ataupun nonformal,
mulai dari jenjang pendidikan pra-
sekolah, pendidikan dasar, pendidikan
menengah sampai jenjan g pendidikn
tinggi secara keseluruhan.
14
Implementasi model ini perlu persiapan
perencanaan yaiatu :
1.Menganalisis demografi dan proyeksi
penduduk
2.Memproyeksikan enrollment (jumlah
siswa terdaftar) di sekolah
3.Memproyeksikan kebutuhan tenaga
kerja untuk pebangunan yang akan
datang 15
Menurut model ini bahwa setiap
pendidikan memerlukan biaya yang harus
dikeluarkan, dan biaya yang dikeluarkan
selalu bersentuhan langsung dengan
komponen mutu pendidikan yang hendak
dicapai.
Besaran biaya yang dikeluarkan dituntut
memiliki keterkaitan yang kuat dengan
tingkat pencapaian mutu hasil
16
Faktor-faktor yang ditekankan dalam
PPBS (Planning, Programming, Budgeting,
dan System) yaitu :
1.Berorientasi pada efektifitas
2.Dana dialokasikan dalam pelaksanaan
program
3.Pembiayaan bersifat integratif
4.Alokasi dana berdasarkan realitas
obyektif & sehemat mungkin 17
18
METODE DAN TEKNIK
PERENCANAAN
PENDIDIKAN
Ada 8 metode perencanaan pendidikan:
1.Mean-Ways- and Analysis
2.Input-output Analysis
3.Econometric Analysis
4.Metode Causes-effect Diagram
5.Metode Delphi
6.Metode Heuristik
7.Life-Cycle Analysis
8.Value-Added Analysis 19
Ada 3 Teknik perencanaan pendidikan:
1.Diagram Balok (Bar Chart)
2.Diagram Mislstone (struktur perincian
kerja)
3.PERT & CPM
20
21
PENUTUP
22
1. Penilaian umum tentang
penguasaan materi tutorial.
2. Rangkuman tentang materi
yang telah dibahas
3. Saran pendalaman materi dan
diskusi
4. Rencana tutorial selanjutnya
23
TERIMA KASIHTERIMA KASIH

Inisiasi 5

  • 1.
    INISIASI 5 PENDEKATAN, MODEL,METODE, & TEKNIK PERENCANAAN PENDIDIKAN DR. LAILATUR ROHMAH, M.SI UNIVERSITAS TERBUKA 2016
  • 2.
    2 Mahasiswa dapat : 1.Menjelaskanpendekatan perencanaan pendidikan 2.Menjelaskan model perencanaan 3.Menerapkan Metode & teknik perencanaan pendidikan
  • 3.
    3 Pendekatan sebagai tooldalam perencanaan pendidikan merupakan strategi yang dipilih untuk mewujudkan tujuan pembangunan pendidikan. Pendekatan berfungsi memperjelas arah kebijakan dan menguatkan prioritas program pembangunan pendidikan yang hendak dilaksanakan.
  • 4.
  • 5.
    (1) Merupakan pendekatanyang mendasarkan pada asumsi bahwa layanan pendidikan merupakan kewajiban pemerintah atau negara kepada rakyatnya. Misinya adalah pembebasan dengan prioritas program wajib belajar pendidikan dasar. Pendekatan ini mengandung kelebihan dan kelemahannya, dan disarankan untuk melakukan analisis aspek kependudukan seperti struktur dan pertumbuhan penduduk, struktur pendidikan penduduk, dan alur peserta didik. 5
  • 6.
    (2) Adapun langkah-langkahnya,adalah: a.Memproyeksikan penduduk yang bersekolah, b.Menghitung kebutuhan ruang kelas, guru, fasilitas lainnya untuk pembangunan pendidikan, c.Mempersiapkan kegiatan, rancangan usulan biaya bagi proyek pembangunan. 6
  • 7.
    (1) Merupakan pendekatanyang menekankan keterkaitan antara lulusan sistem persekolahan dengan tuntutan persyaratan (tenaga) kerja yang dibutuhkan pada berbagai sektor pembangunan. Misi pendekatan ini adalah kesejahteraan yakni membantu lulusan memperoleh kesempatan kerja dan nafkah (penghasilan) yang lebih layak. 7
  • 8.
    (2) Adapun langkahnya,adalah: a.membuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja bagi pembangunan nasional, b.memerinci tujuan pendidikan serta mempersiapkan tenaga kerja untuk pembangunan segala bidang, c.memproyeksikan output pendidikan, d.merencana menyusun program atau proyek untuk memenuhi output sesuai kebutuhan, e.menyusun kegiatan rencana pembiayaan dituangkan dalam rencana. 8
  • 9.
    Berpangkal dari konsepinvestment in human capital bahwa dari setiap investasi (biaya) harus mendatangkan keuntungan bagi perekonomian. Dengan prinsip untung rugi terpadat keharusan perencana untuk meneliti sejumlah alternatif, menimbang biaya masing-masing alternatif dan kepuasan atau kegunaan yang akan diperoleh, kemudian memilih kemungkinan yang paling menguntungkan. 9
  • 10.
    Pendekatan sistem menunjukkanstrategi melakukan analisis sistem (system analysis) dengan: 1.mengidentifikasi faktor-faktor input seperti untuk kepentingan perumusan permasalahan, menempuh proses, 2.menganalisis proses perencanaan mengubah input menjadi sebuah 3.output misalnya dalam bentuk dokumen dengan memperhatikan 4.feedback dari lingkungan dan para stakeholders, 5.proses dan output yang diperoleh diharapkan memberi dampak keseimbangan (homeostatis) sistem dan terhindar10
  • 11.
    (1) Merupakan pendekatanperencanaan yang mengintegrasikan pendekatan- pendekatan yang ada sehingga dianggap lebih lengkap dan diharapkan menjadi lebih baik daripada beberapa pendekatan perencanaan yang dipelajari secara sendiri-sendiri. 11
  • 12.
    (2) Di antarakarakteristik pendekatan terintegrasi adalah keterpaduan: 1)pengembangan aspek-aspek kehidupan peserta didik, 2)kebutuhan akan ketenagakerjaan dan menyiapkan pengembangan kualitas akademik, dan 3)keterpaduan untuk keseimbangan kehidupan ekonomis (dengan pertimbangan untung - rugi), dan kehidupan sosial-budaya.12
  • 13.
  • 14.
    Dalam Model inisetiap aspek pendidikan perlu mendapatkan perhatian baik formal, informal ataupun nonformal, mulai dari jenjang pendidikan pra- sekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah sampai jenjan g pendidikn tinggi secara keseluruhan. 14
  • 15.
    Implementasi model iniperlu persiapan perencanaan yaiatu : 1.Menganalisis demografi dan proyeksi penduduk 2.Memproyeksikan enrollment (jumlah siswa terdaftar) di sekolah 3.Memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja untuk pebangunan yang akan datang 15
  • 16.
    Menurut model inibahwa setiap pendidikan memerlukan biaya yang harus dikeluarkan, dan biaya yang dikeluarkan selalu bersentuhan langsung dengan komponen mutu pendidikan yang hendak dicapai. Besaran biaya yang dikeluarkan dituntut memiliki keterkaitan yang kuat dengan tingkat pencapaian mutu hasil 16
  • 17.
    Faktor-faktor yang ditekankandalam PPBS (Planning, Programming, Budgeting, dan System) yaitu : 1.Berorientasi pada efektifitas 2.Dana dialokasikan dalam pelaksanaan program 3.Pembiayaan bersifat integratif 4.Alokasi dana berdasarkan realitas obyektif & sehemat mungkin 17
  • 18.
  • 19.
    Ada 8 metodeperencanaan pendidikan: 1.Mean-Ways- and Analysis 2.Input-output Analysis 3.Econometric Analysis 4.Metode Causes-effect Diagram 5.Metode Delphi 6.Metode Heuristik 7.Life-Cycle Analysis 8.Value-Added Analysis 19
  • 20.
    Ada 3 Teknikperencanaan pendidikan: 1.Diagram Balok (Bar Chart) 2.Diagram Mislstone (struktur perincian kerja) 3.PERT & CPM 20
  • 21.
  • 22.
    22 1. Penilaian umumtentang penguasaan materi tutorial. 2. Rangkuman tentang materi yang telah dibahas 3. Saran pendalaman materi dan diskusi 4. Rencana tutorial selanjutnya
  • 23.