INISIASI 3
PRINSIP-PRINSIP
PERENCANAAN
PENDIDIKAN
DR. LAILATUR ROHMAH, M.SI
UNIVERSITAS TERBUKA
2016
2
Dapat menjelaskan ragam
perencanaan, dimensi dan unsur
perencanaan, karakteristik dan
prinsip perencanaan serta
memberikan contoh yang
digunakan dalam perumusan
perencanaan pendidikan
Bintoro Tjokroaminoto (1995),
perencanaan adalah ‘proses
mempersiapkan kegiatan-
kegiatan secara sistematis
yang akan dilakukan untuk
mencapai tujuan tertentu;
3
Prajudi Atmosudirdjo (1982),
perencanaan adalah
‘perhitungan dan penentuan
tentang sesuatu yang akan
dijalankan untuk mencapai
tujuan tertentu, siapa yang
melakukan, bilamana, di mana,
dan bagaimana cara 4
5
Perencanaan pendidikan adalah:
1)suatu rumusan rancangan kegiatan yang
ditetapkan berdasarkan visi, misi, dan tujuan
pendidikan;
2)memuat langkah atau prosedur dalam proses
kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan;
3)merupakan alat kontrol pengendalian perilaku
warga satuan pendidikan (kepala sekolah, guru,
karyawan, siswa, komite sekolah);
4)memuat rumusan hasil yang ingin dicapai dalam
proses layanan pendidikan kepada peserta didik;
5)menyangkut masa depan proses pengembangan
dan pembangunan pendidikan dalam waktu tertentu,
yang lebih berkualitas.
(1) • standar pengawasan pola perilaku
pelaksana pendidikan, • mengetahui kapan
pelaksanaan perencanaan pendidikan itu
diberlakukan dan bagaimana proses
penyelesaian suatu kegiatan layanan pendidikan;
• mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur
organisasinya) dalam pelaksanaan program atau
perencanaan pendidikan, • mewujudkan proses
kegiatan dalam pencapaian tujuan pendidikan
secara efektif dan sistematis termasuk biaya dan
kualitas pekerjaan; 6
(2) • meminimalkan terjadinya beragam kegiatan
yang tidak produktif dan tidak efisien, baik dari segi
biaya, tenaga dan waktu selama proses layanan
pendidikan; • memberikan gambaran secara
menyeluruh (integral) dan khusus (spefisik) tentang
jenis kegiatan atau pekerjaan bidang pendidikan
yang harus dilakukan; • menyerasikan atau
memadukan beberapa subpekerjaan dalam suatu
organisasi pendidikan sebagai ‘suatu sistem’; •
mengetahui beragam peluang, hambatan, tantangan,
dan kesulitan yang dihadapi organisasi pendidikan;
dan • mengarahkan proses pencapaikan tujuan 7
(1) • standar pelaksanaan dan pengawasan
proses aktivitas • media pemilihan berbagai
alternatif langkah pekerjaan atau strategi •
bermanfaat dalam penyusunan skala prioritas
kelembagaan • mengefisiensikan dan
mengefektifkan pemanfaatan beragam sumber
daya organisasi pendidikan • membantu
pimpinan dan para anggota (warga sekolah)
dalam menyesuaikan diri terhadap
perkembangan atau dinamika perubahan sosial-
budaya; 8
(2) • media atau alat untuk memudahkan
dalam berkoordinasi dengan berbagai
pihak atau lembaga pendidikan yang
terkait, • media untuk meminimalkan
pekerjaan yang tidak efisien atau tidak
pasti • dijadikan sebagai alat dalam
mengevaluasi pencapaian tujuan proses
layanan pendidikan
9
1. Spasial: nasional, regional, kelembagaan
2. Sifat dan karakteristik model: terpadu,
komprehensif, strategis
3. Waktu: jangka panjang, jangka
menengah, jangka pendek
4. Tingkatan teknis perencanaan: makro,
messo, mikro
5. Jenis perencanaan: top-down, bottom-up,
diagonal 10
(1) • berorientasi pada visi, misi kelembagaan yang
akan diwujudkan; • mempunyai tahapan program
jangka waktu tertentu (jangka pendek, menengah, dan
panjang) yang akan dicapai secara berkesinambungan;
• mengutamakan nilai-nilai manusiawi, karena
pendidikan itu membangun manusia yang berkualitas,
yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakatnya; •
memberikan kesempatan untuk mengembangkan
potensi peserta didik secara maksimal; • komprehensif
dan sistematis dalam arti tidak praktikal atau
segmentasi tetapi menyeluruh, terpadu (integral), dan
disusun secara logis, rasional serta mencakup berbagai
jalur, jenis, dan jenjang pendidikan 11
(2) • diorientasikan untuk mempersiapkan kualitas SDM
berkualitas, yang sanggup mengisi berbagai sektor
pembangunan • dikembangkan dengan memperhatikan
keterkaitannya dengan berbagai komponen pendidikan
secara sistematis; • menggunakan sumber daya
(resources) internal dan eksternal secermat mungkin; •
berorientasi kepada masa datang karena pendidikan
adalah proses jangka panjang dan jauh untuk
menghadapi berbagai persoalan di masa depan •
responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di
masyarakat; • merupakan sarana untuk
mengembangkan inovasi pendidikan, sehingga proses
pembaharuan pendidikan terus berlangsung dengan baik
12
1. interdisipliner
2. Fleksibel
3. efektifitas-efisiensi
4. progress of change
5. objektif, rasional, dan sistematis
6. kooperatif-komprehensif
7. human resources development
13
1. Jenis Perencanaan Menurut Waktu
2. Jenis Perencanaan Menurut Sifatnya
3. Jenis Perencanaan Menurut Sektor & Regional
4. Jenis Perencanaan Menurut Luas dan Besarnya
Jangkauan
5. Jenis Perencanaan Menurut Wewenang
Pembuatannya
6. Jenis Perencanaan Menurut Obyek yang
Direncanakan
7. Jenis Perencanaan Menurut Tingkatan Telaahnya
8. Jenis Perencanaan Dilihat dari Sudut Tembulnya14
1. Perencanaan Jangka Panjang
- ‘05-’09 : peningkatan kapasistas &
modernisasi
- ‘10-’15 : Penguatan pelayanan
-’15-’20 : Daya saing regional
-’20-’25 : Daya saing internasional
1. Perencanaan Jangka Menengah (4 – 7 tahun).
Sbg dorongan tercapainya tujuan jangka panjang
2. Perencanaan Jangka Pendek (< 5 tahun),
bertujuan mencapai tujuan jangka menengah &
sebagai dorongan tercapainya tujuan jangka15
16
PENUTUP
17
1. Penilaian umum tentang
penguasaan materi tutorial.
2. Rangkuman tentang materi
yang telah dibahas
3. Saran pendalaman materi dan
diskusi
4. Rencana tutorial selanjutnya
18
TERIMA KASIHTERIMA KASIH

Inisiasi 3

  • 1.
  • 2.
    2 Dapat menjelaskan ragam perencanaan,dimensi dan unsur perencanaan, karakteristik dan prinsip perencanaan serta memberikan contoh yang digunakan dalam perumusan perencanaan pendidikan
  • 3.
    Bintoro Tjokroaminoto (1995), perencanaanadalah ‘proses mempersiapkan kegiatan- kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu; 3
  • 4.
    Prajudi Atmosudirdjo (1982), perencanaanadalah ‘perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, di mana, dan bagaimana cara 4
  • 5.
    5 Perencanaan pendidikan adalah: 1)suaturumusan rancangan kegiatan yang ditetapkan berdasarkan visi, misi, dan tujuan pendidikan; 2)memuat langkah atau prosedur dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan; 3)merupakan alat kontrol pengendalian perilaku warga satuan pendidikan (kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, komite sekolah); 4)memuat rumusan hasil yang ingin dicapai dalam proses layanan pendidikan kepada peserta didik; 5)menyangkut masa depan proses pengembangan dan pembangunan pendidikan dalam waktu tertentu, yang lebih berkualitas.
  • 6.
    (1) • standarpengawasan pola perilaku pelaksana pendidikan, • mengetahui kapan pelaksanaan perencanaan pendidikan itu diberlakukan dan bagaimana proses penyelesaian suatu kegiatan layanan pendidikan; • mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya) dalam pelaksanaan program atau perencanaan pendidikan, • mewujudkan proses kegiatan dalam pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan; 6
  • 7.
    (2) • meminimalkanterjadinya beragam kegiatan yang tidak produktif dan tidak efisien, baik dari segi biaya, tenaga dan waktu selama proses layanan pendidikan; • memberikan gambaran secara menyeluruh (integral) dan khusus (spefisik) tentang jenis kegiatan atau pekerjaan bidang pendidikan yang harus dilakukan; • menyerasikan atau memadukan beberapa subpekerjaan dalam suatu organisasi pendidikan sebagai ‘suatu sistem’; • mengetahui beragam peluang, hambatan, tantangan, dan kesulitan yang dihadapi organisasi pendidikan; dan • mengarahkan proses pencapaikan tujuan 7
  • 8.
    (1) • standarpelaksanaan dan pengawasan proses aktivitas • media pemilihan berbagai alternatif langkah pekerjaan atau strategi • bermanfaat dalam penyusunan skala prioritas kelembagaan • mengefisiensikan dan mengefektifkan pemanfaatan beragam sumber daya organisasi pendidikan • membantu pimpinan dan para anggota (warga sekolah) dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan atau dinamika perubahan sosial- budaya; 8
  • 9.
    (2) • mediaatau alat untuk memudahkan dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak atau lembaga pendidikan yang terkait, • media untuk meminimalkan pekerjaan yang tidak efisien atau tidak pasti • dijadikan sebagai alat dalam mengevaluasi pencapaian tujuan proses layanan pendidikan 9
  • 10.
    1. Spasial: nasional,regional, kelembagaan 2. Sifat dan karakteristik model: terpadu, komprehensif, strategis 3. Waktu: jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek 4. Tingkatan teknis perencanaan: makro, messo, mikro 5. Jenis perencanaan: top-down, bottom-up, diagonal 10
  • 11.
    (1) • berorientasipada visi, misi kelembagaan yang akan diwujudkan; • mempunyai tahapan program jangka waktu tertentu (jangka pendek, menengah, dan panjang) yang akan dicapai secara berkesinambungan; • mengutamakan nilai-nilai manusiawi, karena pendidikan itu membangun manusia yang berkualitas, yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakatnya; • memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal; • komprehensif dan sistematis dalam arti tidak praktikal atau segmentasi tetapi menyeluruh, terpadu (integral), dan disusun secara logis, rasional serta mencakup berbagai jalur, jenis, dan jenjang pendidikan 11
  • 12.
    (2) • diorientasikanuntuk mempersiapkan kualitas SDM berkualitas, yang sanggup mengisi berbagai sektor pembangunan • dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis; • menggunakan sumber daya (resources) internal dan eksternal secermat mungkin; • berorientasi kepada masa datang karena pendidikan adalah proses jangka panjang dan jauh untuk menghadapi berbagai persoalan di masa depan • responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat; • merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan, sehingga proses pembaharuan pendidikan terus berlangsung dengan baik 12
  • 13.
    1. interdisipliner 2. Fleksibel 3.efektifitas-efisiensi 4. progress of change 5. objektif, rasional, dan sistematis 6. kooperatif-komprehensif 7. human resources development 13
  • 14.
    1. Jenis PerencanaanMenurut Waktu 2. Jenis Perencanaan Menurut Sifatnya 3. Jenis Perencanaan Menurut Sektor & Regional 4. Jenis Perencanaan Menurut Luas dan Besarnya Jangkauan 5. Jenis Perencanaan Menurut Wewenang Pembuatannya 6. Jenis Perencanaan Menurut Obyek yang Direncanakan 7. Jenis Perencanaan Menurut Tingkatan Telaahnya 8. Jenis Perencanaan Dilihat dari Sudut Tembulnya14
  • 15.
    1. Perencanaan JangkaPanjang - ‘05-’09 : peningkatan kapasistas & modernisasi - ‘10-’15 : Penguatan pelayanan -’15-’20 : Daya saing regional -’20-’25 : Daya saing internasional 1. Perencanaan Jangka Menengah (4 – 7 tahun). Sbg dorongan tercapainya tujuan jangka panjang 2. Perencanaan Jangka Pendek (< 5 tahun), bertujuan mencapai tujuan jangka menengah & sebagai dorongan tercapainya tujuan jangka15
  • 16.
  • 17.
    17 1. Penilaian umumtentang penguasaan materi tutorial. 2. Rangkuman tentang materi yang telah dibahas 3. Saran pendalaman materi dan diskusi 4. Rencana tutorial selanjutnya
  • 18.