Etika Bisnis
Sesi – 5 & 6
Sentot E Baskoro, MM, MH
sentot@baskoro.com
0811 85 75 86
Pemahaman tentang etika
 Etika merupakan ajaran kesusilaan dan
menciptakan akal.
 Etika merupakan refleksi dari ajaran moral
 Usaha sistematis dengan menggunakan rasio
untuk menafsirkan pengalaman moral individu dan
moral sosial sehingga dapat menetapkan aturan
untuk mengendalikan perilaku manusia.
Kilas Balik Etika
•Istilah etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar
(standard of conduct) yang memimpin individu dalam
membuat keputusan.
•Etik adalah suatu studi mengenai yang benar dan
yang salah dan pilihan moral yang dilakukan
seseorang
•Keputusan etik ialah suatu hal yang benar mengenai
perilaku standar. Etika bisnis kadang-kadang disebut
pula etika manajemen,yaitu penerapan standar moral
dalam kegiatan bisnis.
Istilah Etika
Beberapa pengertian tentang etika adalah sebagai
berikut:
•Etika adalah perbuatan standar yang memimpin
individu dalam membuat keputusan
•Etika adalah suatu studi mengenai yang benar dan
yang salah serta pilihan moral yang dilakukan
seseorang
•Keputusan etis adalah suatu hal yang benar
mengenai perilaku standar
Etika bisnis adalah keseluruhan dari aturan-aturan
etika, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis
yang mengatur hak-hak dan kewajiban produsen dan
Pengertian Etika
Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan
orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaan,
dengan konsumen, pegawai, kreditur dan pesaing.
Orang yang menanam uang atau investor menginginkan
manajemen dapat mengelola perusahaan secara berhasil,
sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi mereka.
Konsumen menginginkan agar perusahaan menghasilkan
produk bermutu yang dapat dipercaya dan dengan harga
yang layak
Para karyawan menginginkan agar perusahaan mampu
membayar balas jasa yang layak bagi kehidupan mereka,
memberi kesempatan naik pangkat atau promosi jabatan.
Cakupan Etika Bisnis
 Pihak kreditur mengharapkan agar semua hutang perusahaan dapat
dibayar tepat pada waktunya dan membuat laporan keuangan yang
dapat dipercaya dan dibuat secara teratur.
 Pihak pesaing mengharapkan agar dalam persaingan dilakukan
secara baik, tidak merugikan dan menghancurkan pihak lain.
Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai
aktivitasnya di masyarakat. Harus ada etik dalam menggunakan sumber
daya yang terbatas di masyarakat, apa akibat dari pemakaian sumber
daya tersebut dan apa akibat dari proses produksi yang dilakukan.
Etika bisnis menyangkut usaha membangun kepercayaan antara
masyarakat dengan perusahaan,dan ini merupakan elemen sangat
penting buat suksesnya suatu bisnis dalam jangka panjang.
Jadi prinsipnya seorang wirausaha lebih baik merugi daripada melakukan
perbuatan tidak terpuji.
Cakupan Etika Bisnis (2)
Menjaga etika adalah suatu hal yang sangat penting
untuk melindungi reputasi perusahaan. Masalah etika
ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam
keseharian kegiatan bisnis, namun harus dijaga terus
menerus, sebab reputasi sebuah perusahaan yang
etis tidak dibentuk dalam waktu pendek tapi akan
terbentuk dalam jangka panjang. Dan ini merupakan
aset tak ternilai sebagai good will bagi sebuah
perusahaan. Suatu trademark istimewa dalam
competitive advantage.
Cakupan Etika Bisnis (3)
1. Komponen Sumber
- kemauan individu
seseorang tidak suka KKN
- konsensus sosial
ada kesepakatan tidak saling menjatuhkan
- nilai pribadi
seseorang memiliki pribadi jujur.
2. Komponen mekanik
usaha melalui berbagai metode untuk mencapai konsensus.
Misalnya: hasl negosiasi disepakati tidak boleh membanting
harga
Komponen Etika
3. Produk
kesepakatan individu dalam masyarakat.
misalnya :
- barang dibeli dapat garansi selama 6 bulan
- kecap yang terbaik itu memiliki syarat-
syarat
tertentu
Komponen Etika (2)
4. Aliran Etika
 Aliran DEANTOLOGI
kewajiban moral dapat diketahui secara intuitif.
misalnya: rasanya tak pantas kalau kita
turunkan harga
 Aliran TEOLOGI
Menilai perbuatan orang dari tujuannya.
Misalnya: saya turunkan harga untuk
jatuhkan
lawan.
Komponen Etika (Aliran Etika)
Kesimpulan Komponen Etika
Kesimpulan:
a. Etika bisnis perlu dimiliki individu dan
perusahaan
b. Etika bisnis sangat bermanfaat dalam
menyelesaikan masalah-masalah bisnis
c. Etika bisnis memiliki sanksi moral
d. Tanpa etika bisnis, ekonomi akan kacau
Konsep etika bisnis tercermin pada corporate culture
(budaya perusahaan).
Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan
karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman,
cerita, kepercayaan dan norma bersama yang dianut oleh
jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara
karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu dan
pengaturan kantor
Dasar pemikiran:
Suatu perusahaan akan memiliki hak hidup apabila
perusahaan tersebut memiliki pasar, dan dikelola oleh
orang-orang yang ahli dan menyenangi pekerjaannya.
Konsep Etika Bisnis
Agar perusahaan tersebut mampu melangsungkan hidupnya, ia
dihadapkan pada masalah:
a. intern,misalnya masalah perburuhan
b. Ekstern,misalnya konsumen dan persaingan
c. Lingkungan, misalnya gangguan keamanan
Pada dasarnya, cara perusahaan mengatasi masalah di atas yaitu:
1. Perusahaan tersebut harus dapat menemukan sesuatu yang baru.
2. Mampu menemukan yang terbaik dan berbeda
3. Tidak lebih jelek dari yang lain
Untuk mewujudkan hal tersebut perlu memiliki nilai-nilai yang tercermin
pada:
-Visi
-Misi
-Tujuan
-Budaya organisasi
Masalah Perusahaan
Budaya Organisasi
Pada budaya organisasi terdapat unsur
1. Memecahkan masalah baik internal
maupun eksternal organisasi
2. Budaya tersebut dapat ditafsirkan secara
mendalam
3. Mempunyai persepsi yang sama
4. Pemikiran yang sama
5. Perasaan yang sama
Fungsi dan Manfaat Budaya
Perusahaan
1. Fungsi
menentukan maksud dan tujuan organisasi
dengan fungsi tersebut organisasi akan mengikat
anggotanya.
2. Manfaat
a. mampu memecahkan masalah intern
b. mampu memecahkan masalah ekstern
c. mampu memiliki daya saing
d. mampu hidup jangka panjang
Kunci Membangun Budaya
Perusahaan
1. Memahami proses terbentuknya budaya
perusahaan secara Alamiah dan Konseptual dgn
sumber budaya perusahaan berupa: (a)
karakteristik pemimpin, (b) jenis pekerjaan, (c) cara
memecahkan masalah
2. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi
budaya perusahaan. (a) Nilai, (b) Ideologi, (c)
Norma.
3. Langkah-langkah membangun budaya perusahaan:
1. menemukan masalah dalam organisasi
2. menemukan opini yang berkembang
3. menganalisis opini dari:
4. Menentukan strategi
5. Membuat program
6. Merumuskan pesan yang dapat mengubah
- opini negatif menjadi positif
- opini positif menjadi lebih positif
7. menciptakan opini baru yang positif
tercermin pada:
(1) individul image
(2) unit image
(3) coorporate
Kunci Membangun Budaya Perusahaan
(2)
Budaya perusahaan dapat dibagi menjadi:
a. Pertama : Produk
b. Kedua : Organisasi
- Perhatian pada karyawan (suasana, kesejahteraan)
- Perhatian pada tata kerja
- Menyangkut pd sistem & prosedur aturan” kerja
- Perhatian pada sarana/peralatan
Budaya Perusahaan
INDIVIDUAL OPINION
NO. OPINI KEGIATA/UPAYA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Pendapat orang saya
harus
ULET
TELITI
JUJUR
TEGAS
AHLI
HUMAN RELATION
TAQWA
Tunjukkan anda selalu sibuk tak suka
diam
Menunjukkan anda memperhatikan hal
yang kecil
Jangan suka bohong
Jangan suka main uang
Cepat mengambil keputusan
Tak pernah ragu
Menambah pengetahuan
Sering diskusi
Kalau bicara menyenangkan
Ibadahnya baik
OPINI BAGIAN
NO OPINI UPAYA
1.
2.
3.
4.
Pendapat orang tentang
bagian kami
KOMPAK
PELAYANAN CEPAT
PELAYANAN BAIK
TELITI
Tidak memperuncing masalah
Tidak mengulur waktu
Memberikan jaminan waktu
Memperhatikan kepentingan
konsumen/pelanggan
Waspada terhadap kesalahan
Zero Mistake
OPINI PERUSAHAAN (Corporate Image)
No. OPINI UPAYA
A.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
PRODUK
Enak dibaca dan perlu
Menyelesaikan masalah
tanpa masalah
Cepat dan terpercaya
Fasilitas sempurna
Harga terjangkau
Cara kerja obat tuntas
Selera pemberani
Ini baru bir
Ini bir baru
Memang mahal tapi bermutu
Mutu sesuai
Beri kemudahan
Buktikan
Dengan nyata
9.
10
11
B.
1.
2.
Murah bermutu
Masakan selalu baru
Pelayanan cepat, terpercaya
dan ramah
ORGANISASI
Kesejahteraan terjamin
Karyawan
-Jujur dan religius
-Antusias
-Kompak
-Berwibawa
-Tak bisa diajak berbuat jahat
Gaji dan intensif
memadai
Semuanya dijadikan
kebiasaan
3.
4.
5.
6.
Pantang tolak tugas
Pantang kerja tak selesai
Tanggung jawab sosial
tinggi
Masa depan cerah
Karir terjamin
Buktikan
Sering membantu
Program perumahan,
asuransi,dll
Kenaikan pangkat/jabatan
objektif
Opini Individu
Hak Konsumen
Hak Konsumen
1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam
mengkonsumsi barang dan/atau jasa..
2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang
dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta
jaminan yang dijanjikan.
3. Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi
dan jaminan barang dan/atau jasa.
4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau
jasa yang digunakan.
5. hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan konsumen, dan
upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut.
6. hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen.
7. hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta
tidak diskriminatif
8. hak untuk mendapat kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian
jika barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan
perjanjian dan tidak sebagaimana mestinya
1. membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan
prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang
dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan.
2. beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian
barang dan/atau jasa.
3. membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati.
4. mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa
perlindungan konsumen secara patut
Kewajiban Konsumen
1. hak menerima pembayaran yang sesuai
dengan kesepakatan mengenai kondisi dan
nilai tukar barang dan/atau jasa yang
diperdagangkan.
2. hak untuk mendapat perlindungan hukum
dari tindakan konsumen yang beritikad tidak
baik.
3. hak untuk melakukan pembelaan diri
sepatutnya di dalam penyelesaian hukum
sengketa konsumen
4. hak untuk rehabilitasi nama baik apabila
terbukti secara hukum bahwa kerugian
Hak Produsen (pelaku usaha)
1. Beritikad baik dalam kegiatan usahanya
2. Memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai
kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberikan
penjelasan, penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan
3. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur
serta tidak diskriminatif
4. Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau
diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu dan/atau
jasa yang berlaku
5. Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji dan/atau
mencoba barang dan/atau jasa yang dibuat dan/atau yang
diperdagangkan
6. Memberi kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian atas
kerugian akibat penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang
dan/atau jasa yang diperdagangkan.
7. Memberi kompensasi ganti rugi dan/atau penggantian bila barang
Kewajiban Produsen
Perbuatan Yang Dilarang Bagi Produsen
Undang-undang no.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen
telah mengatur larangan kepada produsen dalam menjalankan
kegiatannya, sebagai berikut:
1. tidak memenuhi atau tidak sesuai standar yang disyaratkan
dari ketentuan perundang-undangan.
2. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih dan jumlah dalam
hitungan sebagaimana dinyatakan dalam label atau etiket
barang tersebut.
3. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah
dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya.
4. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau
kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau
keterangan barang dan/atau jasa tersebut.
5. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses
pengelolaan, gaya, mode atau penggunaan tertentu sebagaimana
dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau
jasa tersebut.
6. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket,
keterangan, iklan atau promosi barang dan/atau jasa tersebut.
7. tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu
penggunaan yang paling baik atas barang tertentu.
8. tidak mengikuti ketentuan produksi secara halal, sebagaimana
dinyatakan halal yang dicantumkan dalam label.
9. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang
memuat nama barang, ukuran, berat bersih atau isi bersih,
komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, efek samping, nama
dan alamat produsen, serta keterangan lain untuk penggunaan
yang menurut ketentuan harus dipasang atau dibuat
Perbuatan Yang Dilarang Bagi Produsen
(2)
10. tidak mencantumkan informasi dan/atau
petunjuk penggunaan barang dalam bahasa
Indonesia sesuai dengan perundang-
undangan yang berlaku.
11. memperdagangkan barang yang rusak,
cacat atau bekas, dan tercemar tanpa
memberikan informasi yang lengkap.
12. memperdagangkan sediaan farmasi dan
pangan yang rusak, cacat atau bekas, dan
tercemar, dan/atau tanpa memberikan
informasi secara lengkap.
Perbuatan Yang Dilarang Bagi Produsen
(3)
Fundamental Etika
Fundamental etika yang berlaku pada semua etnis menurut
Zimmerer (1996) terdiri atas:
1. Sopan santun, yaitu selalu bicara benar, terus terang,
tidak menipu dan tidak mencuri.
2. Integritas, yaitu memiliki prinsip, hormat dan tidak
bermuka dua.
3. Manjaga janji, yaitu dapat dipercaya bila berjanji, tidak
mau menang sendiri
4. Kesetiaan, ketaatan, yaitu benar dan loyal pada keluarga
dan teman, tidak menyembunyikan informasi yang tidak
perlu dirahasiakan
5. Kejujuran, kewajaran (fairness), yaitu berlaku fair dan
terbuka, berkomitmen pada kedamaian, jika bersalah
cepat mengakui kesalahan, perlakuan yang sama
terhadap setiap orang dan memiliki toleransi yang tinggi
6. Menjaga satu sama lain (caring for others), yaitu penuh
perhatian, baik budi, ikut andil, menolong siapa saja yang
memerlukan bantuan.
7. Saling menghargai satu sama lain (respect for others), yaitu
menghormati hak-hak orang lain, menghormati kebebasan dan
rahasia pribadi (privasi), mempertimbangkan orang lain yang
dianggap bermanfaat dan tidak berprasangka buruk.
8. Bertanggung jawab (responsible), yaitu patuh terhadap
undang-undang dan peraturan yang berlaku, jika menjadi
seseorang pimpinan maka harus bersikap terbuka dan
menolong.
9. Pengejaran keunggulan (pursuit of excellence), yaitu berbuat
yang terbaik di segala kegiatan, bertanggung jawab, rajin,
berkomitmen, bersedia untuk meningkatkan kompetensi dalam
segala bidang.
10. Dapat dipertanggungjawabkan (accountability), yaitu
Fundamental Etika (2)
Prinsip Etika Bisnis
Prinsip etika adalah sebagai berikut:
1. Usaha membangun kepercayaan antara anggota
masyarakat dengan perusahaan atau pengusaha.
2. Hal tersebut merupakan elemen penting buat
suksesnya bisnis jangka panjang
3. Menjaga etika adalah hal penting untuk melindungi
reputasi perusahaan.
4. Kejujuran merupakan barang langka dan “mata
uang” yang berlaku di mana-mana
5. Etika adalah standar perilaku dan nilai-nilai moral
menyangkut tindakan yang benar dan salah yang
terjadi di dalam lingkungan kerja
Etika dan Tanggung Jawab Sosial
 Corporate Social Responsibility (CSR) adalah
bentuk tanggung jawab dari setiap perusahaan
terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi
masyarakat.
 Pelanggaran etika akan mengakibatkan:
1. Masalah citra publik
2. Tuntutan hukum yang mahal
3. Tingginya tingkat pencurian oleh karyawan.
 Pengambilan keputusan etis dapat menumbuhkan
kepercayaan bagi hubungan antara para
pelanggan, karyawan dan perusahaan lain
 Perilaku etis sangat penting bagi wirausahawan karena
dapat memberikan efek positif sebagai berikut :
1. Staf akan meniru perilaku pimpinannya
2. Standar etis akan membentuk kerangka kerja yang
positif
 Perilaku tidak etis dalam berwirausaha akan
menimbulkan hal-hal sebagai berikut:
a. Mengganggu pengambilan keputusan usaha
b. Dapat dituntut dengan Undang-undang perlindungan
konsumen
c. Bisnis tidak akan mampu bertahan dalam jangka
panjang
Etika dan Tanggung Jawab Sosial (2)
Perilaku Saling Menipu Para
Wirausahawan
1. Pelaku bisnis dengan pelaku bisnis
 mengirim barang dengan jumlah yang tidak sama
(kurang)
 mempengaruhi pihak lain untuk saling menjatuhkan
 salah satu dapat bangkrut bahkan kedua-duanya.
2. Pelaku bisnis dengan konsumen
 pemakaian formalin untuk pengawetan makanan
 menutupi kualitas barang yang rusak
 ingkar janji
3. Konsumen dengan pelaku bisnis
 membayar dengan menggunakan cek kosong
 membayar tagihan lewat rekening yang sudah
Keuntungan Menjaga Etika
1. Jika jujur dalam berbisnis, maka bisnisnya
akan maju
2. Timbulnya kepercayaan
3. Kemajuan terjaga, jika perilaku etis terjaga
4. Perolehan laba akan meningkat
5. Bisnis akan terjaga eksistensi dan
kesinambungannya
Cara Penyelesaian Masalah Etika
PRIA WANITA
Lebih memperhatikan masalah hak Lebih memperhatikan perasaan
Menanyakan siapa yang benar Menanyakan siapa yang akan
tersinggung
Membuat keputusan berdasarkan
nilai
Menghindari keputusan
Keputusan bersifat tidak mendua Memilih untuk berkompromi
Mencari solusi yang obyektif dan
adil
Mencari solusi untuk meminimalkan
yg tersinggung
Berpegang pada peraturan Berpegang pada komunikasi
Dituntun oleh logika Dituntun oleh emosi
Menerima otoritas Menentang otoritas
Konsumerisme vs Hedonisme
KONSUMERISME HEDONISME
Menghamburkan uang
untuk membeli
segala macam
barang
Suka membeli barang-
barang yang mewah
Paham berhasrat
konsumsi yang lebih
tinggi
Paham untuk mencari
kesenangan semata-mata

Etika bisnis modul 5-6

  • 1.
    Etika Bisnis Sesi –5 & 6 Sentot E Baskoro, MM, MH sentot@baskoro.com 0811 85 75 86
  • 2.
    Pemahaman tentang etika Etika merupakan ajaran kesusilaan dan menciptakan akal.  Etika merupakan refleksi dari ajaran moral  Usaha sistematis dengan menggunakan rasio untuk menafsirkan pengalaman moral individu dan moral sosial sehingga dapat menetapkan aturan untuk mengendalikan perilaku manusia. Kilas Balik Etika
  • 3.
    •Istilah etika diartikansebagai suatu perbuatan standar (standard of conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan. •Etik adalah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang •Keputusan etik ialah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar. Etika bisnis kadang-kadang disebut pula etika manajemen,yaitu penerapan standar moral dalam kegiatan bisnis. Istilah Etika
  • 4.
    Beberapa pengertian tentangetika adalah sebagai berikut: •Etika adalah perbuatan standar yang memimpin individu dalam membuat keputusan •Etika adalah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah serta pilihan moral yang dilakukan seseorang •Keputusan etis adalah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar Etika bisnis adalah keseluruhan dari aturan-aturan etika, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang mengatur hak-hak dan kewajiban produsen dan Pengertian Etika
  • 5.
    Etika bisnis mencakuphubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur dan pesaing. Orang yang menanam uang atau investor menginginkan manajemen dapat mengelola perusahaan secara berhasil, sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi mereka. Konsumen menginginkan agar perusahaan menghasilkan produk bermutu yang dapat dipercaya dan dengan harga yang layak Para karyawan menginginkan agar perusahaan mampu membayar balas jasa yang layak bagi kehidupan mereka, memberi kesempatan naik pangkat atau promosi jabatan. Cakupan Etika Bisnis
  • 6.
     Pihak krediturmengharapkan agar semua hutang perusahaan dapat dibayar tepat pada waktunya dan membuat laporan keuangan yang dapat dipercaya dan dibuat secara teratur.  Pihak pesaing mengharapkan agar dalam persaingan dilakukan secara baik, tidak merugikan dan menghancurkan pihak lain. Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya di masyarakat. Harus ada etik dalam menggunakan sumber daya yang terbatas di masyarakat, apa akibat dari pemakaian sumber daya tersebut dan apa akibat dari proses produksi yang dilakukan. Etika bisnis menyangkut usaha membangun kepercayaan antara masyarakat dengan perusahaan,dan ini merupakan elemen sangat penting buat suksesnya suatu bisnis dalam jangka panjang. Jadi prinsipnya seorang wirausaha lebih baik merugi daripada melakukan perbuatan tidak terpuji. Cakupan Etika Bisnis (2)
  • 7.
    Menjaga etika adalahsuatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan. Masalah etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan bisnis, namun harus dijaga terus menerus, sebab reputasi sebuah perusahaan yang etis tidak dibentuk dalam waktu pendek tapi akan terbentuk dalam jangka panjang. Dan ini merupakan aset tak ternilai sebagai good will bagi sebuah perusahaan. Suatu trademark istimewa dalam competitive advantage. Cakupan Etika Bisnis (3)
  • 8.
    1. Komponen Sumber -kemauan individu seseorang tidak suka KKN - konsensus sosial ada kesepakatan tidak saling menjatuhkan - nilai pribadi seseorang memiliki pribadi jujur. 2. Komponen mekanik usaha melalui berbagai metode untuk mencapai konsensus. Misalnya: hasl negosiasi disepakati tidak boleh membanting harga Komponen Etika
  • 9.
    3. Produk kesepakatan individudalam masyarakat. misalnya : - barang dibeli dapat garansi selama 6 bulan - kecap yang terbaik itu memiliki syarat- syarat tertentu Komponen Etika (2)
  • 10.
    4. Aliran Etika Aliran DEANTOLOGI kewajiban moral dapat diketahui secara intuitif. misalnya: rasanya tak pantas kalau kita turunkan harga  Aliran TEOLOGI Menilai perbuatan orang dari tujuannya. Misalnya: saya turunkan harga untuk jatuhkan lawan. Komponen Etika (Aliran Etika)
  • 11.
    Kesimpulan Komponen Etika Kesimpulan: a.Etika bisnis perlu dimiliki individu dan perusahaan b. Etika bisnis sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah-masalah bisnis c. Etika bisnis memiliki sanksi moral d. Tanpa etika bisnis, ekonomi akan kacau
  • 12.
    Konsep etika bisnistercermin pada corporate culture (budaya perusahaan). Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu dan pengaturan kantor Dasar pemikiran: Suatu perusahaan akan memiliki hak hidup apabila perusahaan tersebut memiliki pasar, dan dikelola oleh orang-orang yang ahli dan menyenangi pekerjaannya. Konsep Etika Bisnis
  • 13.
    Agar perusahaan tersebutmampu melangsungkan hidupnya, ia dihadapkan pada masalah: a. intern,misalnya masalah perburuhan b. Ekstern,misalnya konsumen dan persaingan c. Lingkungan, misalnya gangguan keamanan Pada dasarnya, cara perusahaan mengatasi masalah di atas yaitu: 1. Perusahaan tersebut harus dapat menemukan sesuatu yang baru. 2. Mampu menemukan yang terbaik dan berbeda 3. Tidak lebih jelek dari yang lain Untuk mewujudkan hal tersebut perlu memiliki nilai-nilai yang tercermin pada: -Visi -Misi -Tujuan -Budaya organisasi Masalah Perusahaan
  • 14.
    Budaya Organisasi Pada budayaorganisasi terdapat unsur 1. Memecahkan masalah baik internal maupun eksternal organisasi 2. Budaya tersebut dapat ditafsirkan secara mendalam 3. Mempunyai persepsi yang sama 4. Pemikiran yang sama 5. Perasaan yang sama
  • 15.
    Fungsi dan ManfaatBudaya Perusahaan 1. Fungsi menentukan maksud dan tujuan organisasi dengan fungsi tersebut organisasi akan mengikat anggotanya. 2. Manfaat a. mampu memecahkan masalah intern b. mampu memecahkan masalah ekstern c. mampu memiliki daya saing d. mampu hidup jangka panjang
  • 16.
    Kunci Membangun Budaya Perusahaan 1.Memahami proses terbentuknya budaya perusahaan secara Alamiah dan Konseptual dgn sumber budaya perusahaan berupa: (a) karakteristik pemimpin, (b) jenis pekerjaan, (c) cara memecahkan masalah 2. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi budaya perusahaan. (a) Nilai, (b) Ideologi, (c) Norma. 3. Langkah-langkah membangun budaya perusahaan: 1. menemukan masalah dalam organisasi 2. menemukan opini yang berkembang 3. menganalisis opini dari:
  • 17.
    4. Menentukan strategi 5.Membuat program 6. Merumuskan pesan yang dapat mengubah - opini negatif menjadi positif - opini positif menjadi lebih positif 7. menciptakan opini baru yang positif tercermin pada: (1) individul image (2) unit image (3) coorporate Kunci Membangun Budaya Perusahaan (2)
  • 18.
    Budaya perusahaan dapatdibagi menjadi: a. Pertama : Produk b. Kedua : Organisasi - Perhatian pada karyawan (suasana, kesejahteraan) - Perhatian pada tata kerja - Menyangkut pd sistem & prosedur aturan” kerja - Perhatian pada sarana/peralatan Budaya Perusahaan
  • 19.
    INDIVIDUAL OPINION NO. OPINIKEGIATA/UPAYA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pendapat orang saya harus ULET TELITI JUJUR TEGAS AHLI HUMAN RELATION TAQWA Tunjukkan anda selalu sibuk tak suka diam Menunjukkan anda memperhatikan hal yang kecil Jangan suka bohong Jangan suka main uang Cepat mengambil keputusan Tak pernah ragu Menambah pengetahuan Sering diskusi Kalau bicara menyenangkan Ibadahnya baik
  • 20.
    OPINI BAGIAN NO OPINIUPAYA 1. 2. 3. 4. Pendapat orang tentang bagian kami KOMPAK PELAYANAN CEPAT PELAYANAN BAIK TELITI Tidak memperuncing masalah Tidak mengulur waktu Memberikan jaminan waktu Memperhatikan kepentingan konsumen/pelanggan Waspada terhadap kesalahan Zero Mistake
  • 21.
    OPINI PERUSAHAAN (CorporateImage) No. OPINI UPAYA A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. PRODUK Enak dibaca dan perlu Menyelesaikan masalah tanpa masalah Cepat dan terpercaya Fasilitas sempurna Harga terjangkau Cara kerja obat tuntas Selera pemberani Ini baru bir Ini bir baru Memang mahal tapi bermutu Mutu sesuai Beri kemudahan Buktikan Dengan nyata
  • 22.
    9. 10 11 B. 1. 2. Murah bermutu Masakan selalubaru Pelayanan cepat, terpercaya dan ramah ORGANISASI Kesejahteraan terjamin Karyawan -Jujur dan religius -Antusias -Kompak -Berwibawa -Tak bisa diajak berbuat jahat Gaji dan intensif memadai Semuanya dijadikan kebiasaan
  • 23.
    3. 4. 5. 6. Pantang tolak tugas Pantangkerja tak selesai Tanggung jawab sosial tinggi Masa depan cerah Karir terjamin Buktikan Sering membantu Program perumahan, asuransi,dll Kenaikan pangkat/jabatan objektif Opini Individu
  • 24.
    Hak Konsumen Hak Konsumen 1.Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.. 2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. 3. Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. 4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. 5. hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan konsumen, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. 6. hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. 7. hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif 8. hak untuk mendapat kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian jika barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian dan tidak sebagaimana mestinya
  • 25.
    1. membaca ataumengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan. 2. beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa. 3. membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati. 4. mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut Kewajiban Konsumen
  • 26.
    1. hak menerimapembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan. 2. hak untuk mendapat perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak baik. 3. hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum sengketa konsumen 4. hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian Hak Produsen (pelaku usaha)
  • 27.
    1. Beritikad baikdalam kegiatan usahanya 2. Memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberikan penjelasan, penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan 3. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif 4. Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu dan/atau jasa yang berlaku 5. Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji dan/atau mencoba barang dan/atau jasa yang dibuat dan/atau yang diperdagangkan 6. Memberi kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan. 7. Memberi kompensasi ganti rugi dan/atau penggantian bila barang Kewajiban Produsen
  • 28.
    Perbuatan Yang DilarangBagi Produsen Undang-undang no.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen telah mengatur larangan kepada produsen dalam menjalankan kegiatannya, sebagai berikut: 1. tidak memenuhi atau tidak sesuai standar yang disyaratkan dari ketentuan perundang-undangan. 2. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih dan jumlah dalam hitungan sebagaimana dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut. 3. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya. 4. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.
  • 29.
    5. tidak sesuaidengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengelolaan, gaya, mode atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut. 6. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi barang dan/atau jasa tersebut. 7. tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan yang paling baik atas barang tertentu. 8. tidak mengikuti ketentuan produksi secara halal, sebagaimana dinyatakan halal yang dicantumkan dalam label. 9. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat bersih atau isi bersih, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, efek samping, nama dan alamat produsen, serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang atau dibuat Perbuatan Yang Dilarang Bagi Produsen (2)
  • 30.
    10. tidak mencantumkaninformasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan perundang- undangan yang berlaku. 11. memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi yang lengkap. 12. memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar, dan/atau tanpa memberikan informasi secara lengkap. Perbuatan Yang Dilarang Bagi Produsen (3)
  • 31.
    Fundamental Etika Fundamental etikayang berlaku pada semua etnis menurut Zimmerer (1996) terdiri atas: 1. Sopan santun, yaitu selalu bicara benar, terus terang, tidak menipu dan tidak mencuri. 2. Integritas, yaitu memiliki prinsip, hormat dan tidak bermuka dua. 3. Manjaga janji, yaitu dapat dipercaya bila berjanji, tidak mau menang sendiri 4. Kesetiaan, ketaatan, yaitu benar dan loyal pada keluarga dan teman, tidak menyembunyikan informasi yang tidak perlu dirahasiakan 5. Kejujuran, kewajaran (fairness), yaitu berlaku fair dan terbuka, berkomitmen pada kedamaian, jika bersalah cepat mengakui kesalahan, perlakuan yang sama terhadap setiap orang dan memiliki toleransi yang tinggi
  • 32.
    6. Menjaga satusama lain (caring for others), yaitu penuh perhatian, baik budi, ikut andil, menolong siapa saja yang memerlukan bantuan. 7. Saling menghargai satu sama lain (respect for others), yaitu menghormati hak-hak orang lain, menghormati kebebasan dan rahasia pribadi (privasi), mempertimbangkan orang lain yang dianggap bermanfaat dan tidak berprasangka buruk. 8. Bertanggung jawab (responsible), yaitu patuh terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku, jika menjadi seseorang pimpinan maka harus bersikap terbuka dan menolong. 9. Pengejaran keunggulan (pursuit of excellence), yaitu berbuat yang terbaik di segala kegiatan, bertanggung jawab, rajin, berkomitmen, bersedia untuk meningkatkan kompetensi dalam segala bidang. 10. Dapat dipertanggungjawabkan (accountability), yaitu Fundamental Etika (2)
  • 33.
    Prinsip Etika Bisnis Prinsipetika adalah sebagai berikut: 1. Usaha membangun kepercayaan antara anggota masyarakat dengan perusahaan atau pengusaha. 2. Hal tersebut merupakan elemen penting buat suksesnya bisnis jangka panjang 3. Menjaga etika adalah hal penting untuk melindungi reputasi perusahaan. 4. Kejujuran merupakan barang langka dan “mata uang” yang berlaku di mana-mana 5. Etika adalah standar perilaku dan nilai-nilai moral menyangkut tindakan yang benar dan salah yang terjadi di dalam lingkungan kerja
  • 34.
    Etika dan TanggungJawab Sosial  Corporate Social Responsibility (CSR) adalah bentuk tanggung jawab dari setiap perusahaan terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat.  Pelanggaran etika akan mengakibatkan: 1. Masalah citra publik 2. Tuntutan hukum yang mahal 3. Tingginya tingkat pencurian oleh karyawan.  Pengambilan keputusan etis dapat menumbuhkan kepercayaan bagi hubungan antara para pelanggan, karyawan dan perusahaan lain
  • 35.
     Perilaku etissangat penting bagi wirausahawan karena dapat memberikan efek positif sebagai berikut : 1. Staf akan meniru perilaku pimpinannya 2. Standar etis akan membentuk kerangka kerja yang positif  Perilaku tidak etis dalam berwirausaha akan menimbulkan hal-hal sebagai berikut: a. Mengganggu pengambilan keputusan usaha b. Dapat dituntut dengan Undang-undang perlindungan konsumen c. Bisnis tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang Etika dan Tanggung Jawab Sosial (2)
  • 36.
    Perilaku Saling MenipuPara Wirausahawan 1. Pelaku bisnis dengan pelaku bisnis  mengirim barang dengan jumlah yang tidak sama (kurang)  mempengaruhi pihak lain untuk saling menjatuhkan  salah satu dapat bangkrut bahkan kedua-duanya. 2. Pelaku bisnis dengan konsumen  pemakaian formalin untuk pengawetan makanan  menutupi kualitas barang yang rusak  ingkar janji 3. Konsumen dengan pelaku bisnis  membayar dengan menggunakan cek kosong  membayar tagihan lewat rekening yang sudah
  • 37.
    Keuntungan Menjaga Etika 1.Jika jujur dalam berbisnis, maka bisnisnya akan maju 2. Timbulnya kepercayaan 3. Kemajuan terjaga, jika perilaku etis terjaga 4. Perolehan laba akan meningkat 5. Bisnis akan terjaga eksistensi dan kesinambungannya
  • 38.
    Cara Penyelesaian MasalahEtika PRIA WANITA Lebih memperhatikan masalah hak Lebih memperhatikan perasaan Menanyakan siapa yang benar Menanyakan siapa yang akan tersinggung Membuat keputusan berdasarkan nilai Menghindari keputusan Keputusan bersifat tidak mendua Memilih untuk berkompromi Mencari solusi yang obyektif dan adil Mencari solusi untuk meminimalkan yg tersinggung Berpegang pada peraturan Berpegang pada komunikasi Dituntun oleh logika Dituntun oleh emosi Menerima otoritas Menentang otoritas
  • 39.
    Konsumerisme vs Hedonisme KONSUMERISMEHEDONISME Menghamburkan uang untuk membeli segala macam barang Suka membeli barang- barang yang mewah Paham berhasrat konsumsi yang lebih tinggi Paham untuk mencari kesenangan semata-mata