PENILAIAN SAHAM 
Dipresentasikan Oleh:
SAHAM 
 Saham adalah sertifikat yang menunjukkan 
bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan 
pemegang saham memiliki hak klaim atas 
penghasilan dan aktiva perusahaan 
Jenis Saham: 
1. Saham Biasa : pemilik memiliki hak kontrol, hak atas 
dividen, dan hak preemtive. 
2. Saham Preferen : hak preferen atas dividen dan hak 
preferen pada waktu likuidasi.
TUJUAN INVESTOR MENILAI SAHAM 
1. Memperkirakan harga pasar saham yang akan 
datang, dan menentukan harga saham yang 
ditawarkan apakah wajar atau tidak. 
2. Menentukan keputusan beli dan jual saham 
sehubungan dengan kegiatan investasi. 
3. Menghindari kerugian dan optimalisasi return.
NILAI SAHAM 
Nilai suatu saham di bedakan menjadi 3 yaitu: 
1. Nilai buku (book value), adalah nilai saham yang 
didasarkan pada pembukuan emiten. 
2. Nilai pasar/harga pasar, adalah harga saham 
berdasarkan harga pasar (Market Price) dan 
tergantung permintaan dan penawaran. 
3. Nilai Intrinsik Saham, adalah nilai 
nyata/seharusnya dari saham yang ditentukan dari 
faktor fundamental perusahaan.
NILAI BUKU (BOOK VALUE) 
 Nilai buku per lembar saham adl nilai aktiva bersih 
(net assets) yg dimiliki pemilik dg memiliki satu 
lembar saham. 
 Dilihat dr laporan keuangan perusahaan yg 
bersangkutan. 
 Nilai Buku = Total Ekuitas 
 Jumlah Saham Biasa Yang Beredar
NILAI PASAR (MARKET VALUE) 
 Harga saham di bursa saham pd saat 
tertentu. 
 Ditentukan oleh permintaan dan penawaran 
saham yg bersangkutan di pasar bursa
NILAI INSTRINSIK 
(INTRINSIC VALUE/FUNDAMENTAL VALUE) 
 Nilai sebenarnya/seharusnya dari suatu saham. 
 Calon investor menghitung nilai instrinsik saham utk 
memutuskan strategi investasinya. 
 Jika nilai pasar > nilai instrinsik maka dikatakan 
overvalued sehingga seharusnya saham dijual. 
 Jika nilai pasar < nilai instrinsik maka dikatakan 
undervalued sehingga seharusnya saham dibeli.
MENENTUKAN NILAI INTRINSIK SAHAM 
 Analisis teknikal  menghitung nilai 
instrinsik dr data perdagangan saham 
(harga dan volumen penjualan) yg telah 
lalu 
 Analisis fundamental  menghitung nilai 
instrinsik menggunakan data keuangan 
perusahaan
ANALISIS TEKNIKAL 
Analisis Teknikal adalah teknik analisis saham yang 
mengunakan data atau catatan mengenai pasar untuk 
mengetahui permintaan dan penawaran suatu saham 
tertentu atau pasar secara keseluruhan. 
Data untuk melakukan analisis Teknikal yaitu: 
1. Harga Saham yang di keluarkan emiten. 
2. Volume perdagangan di Bursa. 
3. Indeks Harga Saham Gabungan.
ASUMSI DASAR ANALISIS TEKNIKAL 
1. Terdapat ketergantungan sistematik di dalam 
return yang dapat dieksploitasi ke return 
abnormal. 
2. Pada pasar tidak efisien, tidak semua informasi 
harga masa lalu diamati ketika memprediksi 
distribusi return sekuritas. 
3. Nilai suatu saham merupakan fungsi permintaan 
dan penawaran saham.
AKURASI ANALISIS TEKNIKAL 
1. Didasarkan pada data pasar yang di 
publikasikan. 
2. Fokus pada ketepatan waktu. 
3. Penekanan pada perubahan harga. 
4. Fokus pada faktor–faktor internal yang 
mempengaruhi harga suatu saham. 
5. Mendeteksi perubahan harga saham dalam 
jangka pendek.
ALAT ANALISIS TEKNIKAL 
1. Chart/Grafik, Penganut (Chartis) percaya bahwa 
pergerakan harga saham mengikuti head dan 
sholuders (kepala dan bahu). Model Grafiknya: 
Harga 
Waktu 
A 
B
ALAT ANALISIS TEKNIKAL 
2. Chart/Grafik dengan Model Triple Tops, harga 
saham akan jatuh setelah melalui tiga puncak 
harga. Model Grafiknya: 
A 
C 
Harga 
Waktu 
B
ANALISIS FUNDAMENTAL 
1. Fokus analisis pada nilai intrisik saham. 
2. Estimasi nilai intrisik saham dibandingkan dengan harga 
pasar saham sekarang. 
3. Pendekatan yang digunakan dalam analisis fundamental: 
Penilaian Saham berdasarkan Pendekatan Laba (Price 
Earning Ratio Aproach)
KERANGKA KERJA ANALISIS 
FUNDAMENTAL 
1. Analisis Ekonomik 
2. Analisis Industri 
3. Analisis Perusahaan
ANALISIS EKONOMI 
Terdapat hubungan yang erat antara kondisi 
ekonomi global dan nasional terhadap kinerja 
pasar modal suatu negara, apalagi terhadap suatu 
perusahaan. 
Menganalisis variabel ekonomi makro suatu 
negara, seperti: Produk domestik bruto (GNP), 
Tingkat pengangguran, tingkat inflasi, kurs valuta 
asing, investasi swasta, dan tingkat bunga.
ANALISIS INDUSTRI 
Diperlukan untuk memilih industri yang memiliki prospek yang 
menguntungkan. 
Beberapa penelitian menyebutkan: 
1. Industri yang berbeda mempunyai tingkat return yang 
berbeda. 
2. Tingkat return masing-masing industri berbeda di setiap 
tahunnya. 
3. Tingkat return perusahaan-perusahaan di suatu indutri yang 
sama, terlihat cukup beragam. 
4. Tingkat risiko industri juga beragam. 
5. Tingkat risiko suatu industri relatif stabil sepanjang waktu.
ANALISIS PERUSAHAAN 
Analisis perusahaan ini untuk menilai kinerja 
perusahaan. Analisis ini difokuskan pada penggalian 
informasi intern dan ekstern sebagai dasar dalam 
pengambilan keputusan investor. Informasi intern 
misalnya dari laporan keuangan untuk menganalisis 
tingkat likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas, dan 
forecasting (proyeksi keuangan).
PENDEKATAN ANALISIS FUNDAMENTAL 
 Present value approach  nilai saham 
dihitung dg mendiskontokan arus kas masa 
depan yg diterima investor (diwakili o/ dividen) 
 dividend discounted model 
 P/E ratio approach  rasio hg pasar saham 
thd laba  menunjukkan berapa besar 
investor menilai harga saham dr kelipatan 
laba yg dilaporkan perusahaan.
PENDEKATAN NILAI SEKARANG 
(PRESENT VALUE) 
Nilai suatu saham diestimasi dengan cara mengkapitalisasi 
pendapatan. Nilai sekarang suatu saham sama dengan nilai 
sekarang dari arus kas di masa yang akan datang yang pemodal 
harapkan diterima dari investasi saham tersebut. Model 
matematisnya sbb : 
CF 
( ) Dimana : 
  
 
K 
V Value 
1 
V = Nilai suatu saham 
CF = Cash Flow 
K = Tingkat return yang di harapkan (risk free rate 
of return + risk premium )
PENDEKATAN NILAI SEKARANG 
(PRESENT VALUE) 
Model pendekatan lain yang digunakan untuk mengestimasi 
dividen adalah DDM (Divident Discount Model). Model 
matematisnya sbb: 
dsb 
1 2 3 4 
V   
 ...... 
1 1 1 1 
k 
D 
k 
D 
k 
D 
k 
D 
 
 
 
 
 
 
 
Dimana : 
V = Nilai suatu saham 
D 1,2,3,4 = Dividen yang diharapkan diterima pada Setiap periode mendatang 
k = Tingkat diskonto
PENDEKATAN NILAI SEKARANG 
(PRESENT VALUE) 
Model DDM (Divident Discount Model) berkembang dan 
dibedakan menjadi 2 model yaitu: 
1. Model Pertumbuhan Tetap (CGM) 
t 
Et E (1 g) 0   
E  
g 
r g 
P 
Dimana : 
g = tingkat pertumbuhan 
Et = Tingkat pertumbuhan laba (dividen + capital gain) 
t = Periode/Waktu 
Po = Harga saham dasar / wajar 
r = tingkat expectasi return 
 
 
(1 ) 0 
0
CONTOH CONSTANT GROWTH/ GORDON 
MODEL 
Pembayaran dividen terakhir dividen saham 
PT A adalah Rp 1,82. Tingkatpertumbuhan 
perusahaan diperkirakan sebesar 10%. 
Investor mensyaratkan return sebesar 16%, 
berapa harga saham A? 
P0 = E0(1+g)/r-g 
= 1,82(1+0,10)/0,16-0,10 
= 33,33
PENDEKATAN NILAI SEKARANG 
(PRESENT VALUE) 
2. Model Tanpa Pertumbuhan (ZGM) 
Asumsi model ini: laba per tahun tetap/sama dan tidak 
terdapat capital gain dari tahun ke tahun. Model ini 
dirumuskan sbb: 
E 
P 0 
r 
0  
Dimana : 
Eo = Pertumbuhan laba Zero 
Po = Harga saham dasar / wajar 
r = tingkat expektasi return
PENDEKATAN NILAI SEKARANG 
(PRESENT VALUE) 
3. Model Dengan Beberapa Pertumbuhan (MGM) 
Asumsi model ini: terdapat dua/lebih tingkat 
pertumbuhan dividen. Rumusan adalah sbb: 
(1 1 ) D g 
1 
D g 
(1 ) 
0 
 
 
0  
Dimana : 
Vo = Nilai intrisik saham saat ini 
Do = Dividen yang diterima sekarang 
g1 = tingkat pertumbuhan dividen yang super atau sub normal 
gc = tingkat return yang diharapkan 
k = jumlah return yang diharapkan 
N = jumlah periode pertumbuhan super/sub normal 
Do = Dividen pada akhir periode tingkat pertumbuhan abnormal 
t 
n 
t 
t 
1 
k g k 
k 
V 
(1 ) 
( ) 
(1 ) 
 
 
 
 

CONTOH NONCONSTANT GROWTH 
Perusahaan X selama ini membagikan dividen 
yang jumlahnya bervariasi. Perusahaan 
memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 
20% per tahun selama 2 tahun mendatang, 
tetapi setelah itu pendapatan akan menurun 
menjadi 5% per tahun sampai waktu tak 
terhingga. Pemilik perusahaan menginginkan 
return sebesar 18%.Dividen terakhir yang 
dibagikan adalah Rp 200/ lembar. Berapakah 
harga saham perusahaan tsb sekarang?
JAWAB 
D1 = D0 (1+ 0,20) = 200 (1,20) = 240 
D2 = D0 (1+0,20)2 = 200 (1,44) = 288 
PV (D1, D2) = 240/(1+0,18)+288/(1+0,18)2 
= 203,39 + 206,84= 410,23 
P2 = D3/Ks – g = D2 (1+0,05) /0,18 – 0,05 
= 302,40/0,18-0,05 = 2.326 
PVP2 = 2.326/(1+0,18)2 = 1.670,5 
P0 = 410,23+ 1.670,5 = 2.080,73
PRICE ERNING RATIO APPROACH 
Dimana : 
Er = Return yang di harapkan 
PE = Harga saham di akhir tahun pertama 
PO = Harga saham sekarang ( harga pasar ) 
D = Dividen yang di harapkan per lembar saham 
D P P 
E O 
P 
O 
r 
  
  
Dimana : 
Er = Return yang di harapkan 
PE = Harga saham di akhir tahun pertama 
PO = Harga saham sekarang ( harga pasar ) 
D = Dividen yang di harapkan per lembar saham 
D  
P 
P  
E 
O 1 
 
Er 
Rumusan 1 
Rumusan 2
PRICE EARNING RATIO APPROACH 
D P 
2  
2 
Er 
P 
 
 
1 
1 
D P 
D 
0 Er 
Er 
Dimana : 
Er = Return yang di harapkan 
PE = Harga saham di akhir tahun pertama 
PO = Harga saham sekarang ( harga pasar ) 
D = Dividen yang di harapkan per lembar saham 
D  
P 
Er 
D 
Er 
D P 
Er 
P 
 
 
 
  
 
 
1 
( 
1 
1 
( ) 
1 
1 2 
0 1 
2 
1 (1 )2 
P 
 
 
 
 
 
Rumusan 3 
Rumusan 4
Contoh: 
PT XYZ memperkirakan akan ada pendistribusian dividen 
tahun depan sebesar 3.000. Harga saham PT ini 
sekarang adalah 8.000 per lembar. Tahun depan 
diramalkan harga saham akan naik menjadi 10.000 per 
lembar karena perusahaan baru saja memenangkan 
proyek besar dari pemerintah. Berapakah Expected return 
dari saham PT XYZ? 
r = 3000 + 10000 – 8000 = 62,5 % 
8000

Penilaian saham

  • 1.
  • 2.
    SAHAM  Sahamadalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan Jenis Saham: 1. Saham Biasa : pemilik memiliki hak kontrol, hak atas dividen, dan hak preemtive. 2. Saham Preferen : hak preferen atas dividen dan hak preferen pada waktu likuidasi.
  • 3.
    TUJUAN INVESTOR MENILAISAHAM 1. Memperkirakan harga pasar saham yang akan datang, dan menentukan harga saham yang ditawarkan apakah wajar atau tidak. 2. Menentukan keputusan beli dan jual saham sehubungan dengan kegiatan investasi. 3. Menghindari kerugian dan optimalisasi return.
  • 4.
    NILAI SAHAM Nilaisuatu saham di bedakan menjadi 3 yaitu: 1. Nilai buku (book value), adalah nilai saham yang didasarkan pada pembukuan emiten. 2. Nilai pasar/harga pasar, adalah harga saham berdasarkan harga pasar (Market Price) dan tergantung permintaan dan penawaran. 3. Nilai Intrinsik Saham, adalah nilai nyata/seharusnya dari saham yang ditentukan dari faktor fundamental perusahaan.
  • 5.
    NILAI BUKU (BOOKVALUE)  Nilai buku per lembar saham adl nilai aktiva bersih (net assets) yg dimiliki pemilik dg memiliki satu lembar saham.  Dilihat dr laporan keuangan perusahaan yg bersangkutan.  Nilai Buku = Total Ekuitas  Jumlah Saham Biasa Yang Beredar
  • 6.
    NILAI PASAR (MARKETVALUE)  Harga saham di bursa saham pd saat tertentu.  Ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yg bersangkutan di pasar bursa
  • 7.
    NILAI INSTRINSIK (INTRINSICVALUE/FUNDAMENTAL VALUE)  Nilai sebenarnya/seharusnya dari suatu saham.  Calon investor menghitung nilai instrinsik saham utk memutuskan strategi investasinya.  Jika nilai pasar > nilai instrinsik maka dikatakan overvalued sehingga seharusnya saham dijual.  Jika nilai pasar < nilai instrinsik maka dikatakan undervalued sehingga seharusnya saham dibeli.
  • 8.
    MENENTUKAN NILAI INTRINSIKSAHAM  Analisis teknikal  menghitung nilai instrinsik dr data perdagangan saham (harga dan volumen penjualan) yg telah lalu  Analisis fundamental  menghitung nilai instrinsik menggunakan data keuangan perusahaan
  • 9.
    ANALISIS TEKNIKAL AnalisisTeknikal adalah teknik analisis saham yang mengunakan data atau catatan mengenai pasar untuk mengetahui permintaan dan penawaran suatu saham tertentu atau pasar secara keseluruhan. Data untuk melakukan analisis Teknikal yaitu: 1. Harga Saham yang di keluarkan emiten. 2. Volume perdagangan di Bursa. 3. Indeks Harga Saham Gabungan.
  • 10.
    ASUMSI DASAR ANALISISTEKNIKAL 1. Terdapat ketergantungan sistematik di dalam return yang dapat dieksploitasi ke return abnormal. 2. Pada pasar tidak efisien, tidak semua informasi harga masa lalu diamati ketika memprediksi distribusi return sekuritas. 3. Nilai suatu saham merupakan fungsi permintaan dan penawaran saham.
  • 11.
    AKURASI ANALISIS TEKNIKAL 1. Didasarkan pada data pasar yang di publikasikan. 2. Fokus pada ketepatan waktu. 3. Penekanan pada perubahan harga. 4. Fokus pada faktor–faktor internal yang mempengaruhi harga suatu saham. 5. Mendeteksi perubahan harga saham dalam jangka pendek.
  • 12.
    ALAT ANALISIS TEKNIKAL 1. Chart/Grafik, Penganut (Chartis) percaya bahwa pergerakan harga saham mengikuti head dan sholuders (kepala dan bahu). Model Grafiknya: Harga Waktu A B
  • 13.
    ALAT ANALISIS TEKNIKAL 2. Chart/Grafik dengan Model Triple Tops, harga saham akan jatuh setelah melalui tiga puncak harga. Model Grafiknya: A C Harga Waktu B
  • 14.
    ANALISIS FUNDAMENTAL 1.Fokus analisis pada nilai intrisik saham. 2. Estimasi nilai intrisik saham dibandingkan dengan harga pasar saham sekarang. 3. Pendekatan yang digunakan dalam analisis fundamental: Penilaian Saham berdasarkan Pendekatan Laba (Price Earning Ratio Aproach)
  • 15.
    KERANGKA KERJA ANALISIS FUNDAMENTAL 1. Analisis Ekonomik 2. Analisis Industri 3. Analisis Perusahaan
  • 16.
    ANALISIS EKONOMI Terdapathubungan yang erat antara kondisi ekonomi global dan nasional terhadap kinerja pasar modal suatu negara, apalagi terhadap suatu perusahaan. Menganalisis variabel ekonomi makro suatu negara, seperti: Produk domestik bruto (GNP), Tingkat pengangguran, tingkat inflasi, kurs valuta asing, investasi swasta, dan tingkat bunga.
  • 17.
    ANALISIS INDUSTRI Diperlukanuntuk memilih industri yang memiliki prospek yang menguntungkan. Beberapa penelitian menyebutkan: 1. Industri yang berbeda mempunyai tingkat return yang berbeda. 2. Tingkat return masing-masing industri berbeda di setiap tahunnya. 3. Tingkat return perusahaan-perusahaan di suatu indutri yang sama, terlihat cukup beragam. 4. Tingkat risiko industri juga beragam. 5. Tingkat risiko suatu industri relatif stabil sepanjang waktu.
  • 18.
    ANALISIS PERUSAHAAN Analisisperusahaan ini untuk menilai kinerja perusahaan. Analisis ini difokuskan pada penggalian informasi intern dan ekstern sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investor. Informasi intern misalnya dari laporan keuangan untuk menganalisis tingkat likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas, dan forecasting (proyeksi keuangan).
  • 19.
    PENDEKATAN ANALISIS FUNDAMENTAL  Present value approach  nilai saham dihitung dg mendiskontokan arus kas masa depan yg diterima investor (diwakili o/ dividen)  dividend discounted model  P/E ratio approach  rasio hg pasar saham thd laba  menunjukkan berapa besar investor menilai harga saham dr kelipatan laba yg dilaporkan perusahaan.
  • 20.
    PENDEKATAN NILAI SEKARANG (PRESENT VALUE) Nilai suatu saham diestimasi dengan cara mengkapitalisasi pendapatan. Nilai sekarang suatu saham sama dengan nilai sekarang dari arus kas di masa yang akan datang yang pemodal harapkan diterima dari investasi saham tersebut. Model matematisnya sbb : CF ( ) Dimana :    K V Value 1 V = Nilai suatu saham CF = Cash Flow K = Tingkat return yang di harapkan (risk free rate of return + risk premium )
  • 21.
    PENDEKATAN NILAI SEKARANG (PRESENT VALUE) Model pendekatan lain yang digunakan untuk mengestimasi dividen adalah DDM (Divident Discount Model). Model matematisnya sbb: dsb 1 2 3 4 V    ...... 1 1 1 1 k D k D k D k D        Dimana : V = Nilai suatu saham D 1,2,3,4 = Dividen yang diharapkan diterima pada Setiap periode mendatang k = Tingkat diskonto
  • 22.
    PENDEKATAN NILAI SEKARANG (PRESENT VALUE) Model DDM (Divident Discount Model) berkembang dan dibedakan menjadi 2 model yaitu: 1. Model Pertumbuhan Tetap (CGM) t Et E (1 g) 0   E  g r g P Dimana : g = tingkat pertumbuhan Et = Tingkat pertumbuhan laba (dividen + capital gain) t = Periode/Waktu Po = Harga saham dasar / wajar r = tingkat expectasi return   (1 ) 0 0
  • 23.
    CONTOH CONSTANT GROWTH/GORDON MODEL Pembayaran dividen terakhir dividen saham PT A adalah Rp 1,82. Tingkatpertumbuhan perusahaan diperkirakan sebesar 10%. Investor mensyaratkan return sebesar 16%, berapa harga saham A? P0 = E0(1+g)/r-g = 1,82(1+0,10)/0,16-0,10 = 33,33
  • 24.
    PENDEKATAN NILAI SEKARANG (PRESENT VALUE) 2. Model Tanpa Pertumbuhan (ZGM) Asumsi model ini: laba per tahun tetap/sama dan tidak terdapat capital gain dari tahun ke tahun. Model ini dirumuskan sbb: E P 0 r 0  Dimana : Eo = Pertumbuhan laba Zero Po = Harga saham dasar / wajar r = tingkat expektasi return
  • 25.
    PENDEKATAN NILAI SEKARANG (PRESENT VALUE) 3. Model Dengan Beberapa Pertumbuhan (MGM) Asumsi model ini: terdapat dua/lebih tingkat pertumbuhan dividen. Rumusan adalah sbb: (1 1 ) D g 1 D g (1 ) 0   0  Dimana : Vo = Nilai intrisik saham saat ini Do = Dividen yang diterima sekarang g1 = tingkat pertumbuhan dividen yang super atau sub normal gc = tingkat return yang diharapkan k = jumlah return yang diharapkan N = jumlah periode pertumbuhan super/sub normal Do = Dividen pada akhir periode tingkat pertumbuhan abnormal t n t t 1 k g k k V (1 ) ( ) (1 )     
  • 26.
    CONTOH NONCONSTANT GROWTH Perusahaan X selama ini membagikan dividen yang jumlahnya bervariasi. Perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 20% per tahun selama 2 tahun mendatang, tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 5% per tahun sampai waktu tak terhingga. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 18%.Dividen terakhir yang dibagikan adalah Rp 200/ lembar. Berapakah harga saham perusahaan tsb sekarang?
  • 27.
    JAWAB D1 =D0 (1+ 0,20) = 200 (1,20) = 240 D2 = D0 (1+0,20)2 = 200 (1,44) = 288 PV (D1, D2) = 240/(1+0,18)+288/(1+0,18)2 = 203,39 + 206,84= 410,23 P2 = D3/Ks – g = D2 (1+0,05) /0,18 – 0,05 = 302,40/0,18-0,05 = 2.326 PVP2 = 2.326/(1+0,18)2 = 1.670,5 P0 = 410,23+ 1.670,5 = 2.080,73
  • 28.
    PRICE ERNING RATIOAPPROACH Dimana : Er = Return yang di harapkan PE = Harga saham di akhir tahun pertama PO = Harga saham sekarang ( harga pasar ) D = Dividen yang di harapkan per lembar saham D P P E O P O r     Dimana : Er = Return yang di harapkan PE = Harga saham di akhir tahun pertama PO = Harga saham sekarang ( harga pasar ) D = Dividen yang di harapkan per lembar saham D  P P  E O 1  Er Rumusan 1 Rumusan 2
  • 29.
    PRICE EARNING RATIOAPPROACH D P 2  2 Er P   1 1 D P D 0 Er Er Dimana : Er = Return yang di harapkan PE = Harga saham di akhir tahun pertama PO = Harga saham sekarang ( harga pasar ) D = Dividen yang di harapkan per lembar saham D  P Er D Er D P Er P        1 ( 1 1 ( ) 1 1 2 0 1 2 1 (1 )2 P      Rumusan 3 Rumusan 4
  • 30.
    Contoh: PT XYZmemperkirakan akan ada pendistribusian dividen tahun depan sebesar 3.000. Harga saham PT ini sekarang adalah 8.000 per lembar. Tahun depan diramalkan harga saham akan naik menjadi 10.000 per lembar karena perusahaan baru saja memenangkan proyek besar dari pemerintah. Berapakah Expected return dari saham PT XYZ? r = 3000 + 10000 – 8000 = 62,5 % 8000