ELASTISITAS




Drs. Agus Purnomo
aguspurnomosite.blogspot.com
Pendahuluan




Apabila gaya yang diterapkan terhadap suatu bahan
dihilangkan, bahan tersebut akan kembali ke bentuknya
semula, contohnya pegas dan karet. Ada juga benda yang
mengalami bentuk secara permanen jika dikenai
gaya, contohnya tanah liat dan lilin. Untuk membedakan
karakteristik kedua jenis benda ini, benda dikatakan
memiliki sifat elastis
ELASTISITAS
Elastisitas adalah : Kecenderungan pada suatu benda
untuk berubah dalam bentuk baik panjang, lebar maupun
tingginya, tetapi massanya tetap, hal itu disebabkan oleh
gaya-gaya yang menekan atau menariknya, pada saat
gaya ditiadakan bentuk kembali seperti semula.
ELASTISITAS




Untuk memahami elastisitas benda dapat dilakukan
percobaan menggunakan pegas. Jika hasil yang diperoleh
digambarkan dalam bentuk grafik antara gaya berat benda (F)
dengan pertambahan panjang pegas (x), akan tampak pada
grafik berikut
Stress dan Strain
Tegangan ( Stress= σ )                              F
                                           Stress
Stress : Gaya (F) yang dialami                      A
benda persatuan luas (A).
                                       F
                                              A

Regangan ( Strain = ε )
Perbandingan pertambahan panjang                 L
terhadap panjang asli, akibat          Strain = Lo
mengalami tegangan

              Lo
  Diberi gaya F
                                 F
                             L
                    L
Stress pada Pegas

► Perubahan   panjang akibat gaya F
                         Sebelum diberi gaya
                         panjang mula-mula pegas L
         L
                 L
                     F     Panjang pegas bertambah
                           ∆L saat ditarik gaya F
Stress pada Pegas



                      Perubahan ukuran panjang
                      akibat tarikan atau tekanan
          L   L       disebut STRAIN (ε) nilai
                      sebanding dengan ∆L/L
                  F


                      Jika gaya F bekerja pada
                      permukaan benda yang
                  F   homogen tiap satuan luas
                      permukaan dimana gaya itu
                      bekerja disebut STRESS (σ)
σ = F/A               dengan satuan (N/m2)
Modulus Kelentingan.
Perbandingan antara suatu tegangan (stress)
terhadap regangannya (strain) disebut : “MODULUS
KELENTINGAN”.
Modulus kelentingan linier atau disebut juga modulus
young.
                        tegangan t arik/desak     Stress σ
Modulus Young (E) =                             = Strain = ε
                        regangan t arik/desak

                      F = gaya tekan/tarik
                      Lo = panjang mula-mula
                      A = luas penampang yang tegak lurus gaya
     σ       F . Lo   F
E=       =            ∆L = pertambahan panjang
     ε       A. L     E = modulus elastisitas
                      σ = stress
                      ε = strain
Modulus Geser
                                          ΔL          A
                                                                    F

                                   L


sebelum dikenai gaya geser             setelah dikenai gaya geser




ΔL ∝ L                                                 F
                                                        A
ΔL = δ L
                                                            Tekanan geser
                  Regangan geser
Modulus Volum
                                         P




                                                      P
                        P




                                        P
     Benda mengalami penyusutan volume ketika dikenai tekanan dari
                                 segala arah
Dari hasil percobaan “ (i) pengurangan volum (ΔV) sebanding dengan
volum semula
                     (ii) pengurangan volum (ΔV) sebanding dgn tekanan
yg diberikan                                        1
                           ΔV ∝ Vo ΔP         V       Vo P
                                                  B

                                                          B=modulus volum
Hukum Hooke
   Hukum Hooke menyatakan hubungan
   antara gaya F yang meregangkan pegas
   dengan pertambahan panjang pegas
   pada daerah elastis pegas.
                F = gaya pada pegas (N)

    F kx        x = pertambahan panjang (m)
                k = tetapan pegas (N/m)

   Berdasarkan Hukum III Newton (aksi-
   reaksi), pegas akan mengadakan gaya
   yang besarnya sama tetapi arah
   berlawanan
Gaya Pegas




F                T = Perioda (s)
                 f = frekwensi (Hz)
                 k = konstanta gaya pegas (N/m)
                 m = massa beban (kg)
Tetapan Gaya
   F = k.x
F = gaya pegas
k = konstanta pegas
x = simpangan pada
   pegas

                             F   k
  Grafik hubungan gaya
  (F), konstanta pegas (k)
  dan pertambahan
  panjang (x)
                                     x
k
 Energi Potensial Pegas                                                       k
                                 F

                                                   P o s is i a w a l
                                         Posisi awal

                                                                                  F
                                                                        F
            Posisi awal
            P o s is i a w a l

Energi potensial pegas dapat                    Usaha = Luas                yang diarsir
dihitung dengan grafik
hubungan antara gaya F dengan                   W = ½ F.x
pertambahan panjang x                                  = ½ k.x.x = ½ k.x2
    F                      k                    Usaha gaya tarik (F) = Energi
                                                potensial pegas
   F                                                Ep = W

                                                 Ep = ½ k.x2
             x                       x
Susunan Pegas Seri atau Paralel

paralel               kp       k1   k    2




 seri                      1   1    1
                        ks     k1   k2

Campuran
Hukum Hooke

   F = -k.y
Soal PR:
1.   Empat buah pegas sejenis dengan konstanta 500 N/m disusun secara seri.
     Susunan pegas tersebut digantungi benda bermassa 2 Kg. hitunglah:
     (a). Pertambahan panjang susunan pegas
     (b). Pertambahan panjang masing-masing pegas

2.   Dua buah pegas disusun secara seri dan digantungkan secara vertikal.
     Konstanta salah satu pegas adalah 750 N/m. Pada ujung bawah susunan
     pegas digantung beban 5 N sehingga terjadi pertambahan panjang total 2
     cm. hitunglah:
     (a). Konstanta pegas yang kedua
     (b). Pertambahan panjang masing-masing pegas

3.   Kabel aluminium memiliki diameter 1,5 mm dan panjang 5,0 m. kabel
     tersebut kemudian digunakan untuk menggantung benda yang memiliki
     massa 5,0 Kg. Modulus Young Aluminium adalah Y = 7 x 1010 N/m2.
     (a). Berapa stress yang bekerja pada kawat
     (b). Berapa strain kawat
     (c). Berapa pertambahan panjang kawat
     (d). Berapa konstanta pegas kawat
Soal PR:
4. Kawatkuniingan sepanjang 2 m disambungkan dengan kawat
  baja sepanjang 3 m. Diameter kawat kuningan adalah 2 mm dan
  diameter kawat baja adalah 1,5 mm. Kawat yang disambung
  tersebut digunakan untuk menggantung beban 10 kg. Berapa
  pertambahan panjang masing-masing kawat? Modulus Young
  kawat kuningan     Y=1011 N/m2 dan Modulus Young kawat baja
  Y = 2 x 1011 N/m2.

5. Air dalam silinder memilki volume 1 L pada tekanan 1 atm.
   Berapa perubahan volum air ketika diberi tekanan 100 atm?
   Modulus volum air adalah 2 x 109 N/m2.
OK kawan....
Selamat Belajar
    ya ....
aguspurnomosite.blogspot.com

Elastisitas

  • 1.
  • 2.
    Pendahuluan Apabila gaya yangditerapkan terhadap suatu bahan dihilangkan, bahan tersebut akan kembali ke bentuknya semula, contohnya pegas dan karet. Ada juga benda yang mengalami bentuk secara permanen jika dikenai gaya, contohnya tanah liat dan lilin. Untuk membedakan karakteristik kedua jenis benda ini, benda dikatakan memiliki sifat elastis
  • 3.
    ELASTISITAS Elastisitas adalah :Kecenderungan pada suatu benda untuk berubah dalam bentuk baik panjang, lebar maupun tingginya, tetapi massanya tetap, hal itu disebabkan oleh gaya-gaya yang menekan atau menariknya, pada saat gaya ditiadakan bentuk kembali seperti semula.
  • 4.
    ELASTISITAS Untuk memahami elastisitasbenda dapat dilakukan percobaan menggunakan pegas. Jika hasil yang diperoleh digambarkan dalam bentuk grafik antara gaya berat benda (F) dengan pertambahan panjang pegas (x), akan tampak pada grafik berikut
  • 5.
    Stress dan Strain Tegangan( Stress= σ ) F Stress Stress : Gaya (F) yang dialami A benda persatuan luas (A). F A Regangan ( Strain = ε ) Perbandingan pertambahan panjang L terhadap panjang asli, akibat Strain = Lo mengalami tegangan Lo Diberi gaya F F L L
  • 6.
    Stress pada Pegas ►Perubahan panjang akibat gaya F Sebelum diberi gaya panjang mula-mula pegas L L L F Panjang pegas bertambah ∆L saat ditarik gaya F
  • 7.
    Stress pada Pegas Perubahan ukuran panjang akibat tarikan atau tekanan L L disebut STRAIN (ε) nilai sebanding dengan ∆L/L F Jika gaya F bekerja pada permukaan benda yang F homogen tiap satuan luas permukaan dimana gaya itu bekerja disebut STRESS (σ) σ = F/A dengan satuan (N/m2)
  • 8.
    Modulus Kelentingan. Perbandingan antarasuatu tegangan (stress) terhadap regangannya (strain) disebut : “MODULUS KELENTINGAN”. Modulus kelentingan linier atau disebut juga modulus young. tegangan t arik/desak Stress σ Modulus Young (E) = = Strain = ε regangan t arik/desak F = gaya tekan/tarik Lo = panjang mula-mula A = luas penampang yang tegak lurus gaya σ F . Lo F E= = ∆L = pertambahan panjang ε A. L E = modulus elastisitas σ = stress ε = strain
  • 10.
    Modulus Geser ΔL A F L sebelum dikenai gaya geser setelah dikenai gaya geser ΔL ∝ L F A ΔL = δ L Tekanan geser Regangan geser
  • 11.
    Modulus Volum P P P P Benda mengalami penyusutan volume ketika dikenai tekanan dari segala arah Dari hasil percobaan “ (i) pengurangan volum (ΔV) sebanding dengan volum semula (ii) pengurangan volum (ΔV) sebanding dgn tekanan yg diberikan 1 ΔV ∝ Vo ΔP V Vo P B B=modulus volum
  • 12.
    Hukum Hooke Hukum Hooke menyatakan hubungan antara gaya F yang meregangkan pegas dengan pertambahan panjang pegas pada daerah elastis pegas. F = gaya pada pegas (N) F kx x = pertambahan panjang (m) k = tetapan pegas (N/m) Berdasarkan Hukum III Newton (aksi- reaksi), pegas akan mengadakan gaya yang besarnya sama tetapi arah berlawanan
  • 13.
    Gaya Pegas F T = Perioda (s) f = frekwensi (Hz) k = konstanta gaya pegas (N/m) m = massa beban (kg)
  • 14.
    Tetapan Gaya F = k.x F = gaya pegas k = konstanta pegas x = simpangan pada pegas F k Grafik hubungan gaya (F), konstanta pegas (k) dan pertambahan panjang (x) x
  • 15.
    k Energi PotensialPegas k F P o s is i a w a l Posisi awal F F Posisi awal P o s is i a w a l Energi potensial pegas dapat Usaha = Luas yang diarsir dihitung dengan grafik hubungan antara gaya F dengan W = ½ F.x pertambahan panjang x = ½ k.x.x = ½ k.x2 F k Usaha gaya tarik (F) = Energi potensial pegas F Ep = W Ep = ½ k.x2 x x
  • 16.
    Susunan Pegas Seriatau Paralel paralel kp k1 k 2 seri 1 1 1 ks k1 k2 Campuran
  • 17.
    Hukum Hooke F = -k.y
  • 18.
    Soal PR: 1. Empat buah pegas sejenis dengan konstanta 500 N/m disusun secara seri. Susunan pegas tersebut digantungi benda bermassa 2 Kg. hitunglah: (a). Pertambahan panjang susunan pegas (b). Pertambahan panjang masing-masing pegas 2. Dua buah pegas disusun secara seri dan digantungkan secara vertikal. Konstanta salah satu pegas adalah 750 N/m. Pada ujung bawah susunan pegas digantung beban 5 N sehingga terjadi pertambahan panjang total 2 cm. hitunglah: (a). Konstanta pegas yang kedua (b). Pertambahan panjang masing-masing pegas 3. Kabel aluminium memiliki diameter 1,5 mm dan panjang 5,0 m. kabel tersebut kemudian digunakan untuk menggantung benda yang memiliki massa 5,0 Kg. Modulus Young Aluminium adalah Y = 7 x 1010 N/m2. (a). Berapa stress yang bekerja pada kawat (b). Berapa strain kawat (c). Berapa pertambahan panjang kawat (d). Berapa konstanta pegas kawat
  • 19.
    Soal PR: 4. Kawatkuniingansepanjang 2 m disambungkan dengan kawat baja sepanjang 3 m. Diameter kawat kuningan adalah 2 mm dan diameter kawat baja adalah 1,5 mm. Kawat yang disambung tersebut digunakan untuk menggantung beban 10 kg. Berapa pertambahan panjang masing-masing kawat? Modulus Young kawat kuningan Y=1011 N/m2 dan Modulus Young kawat baja Y = 2 x 1011 N/m2. 5. Air dalam silinder memilki volume 1 L pada tekanan 1 atm. Berapa perubahan volum air ketika diberi tekanan 100 atm? Modulus volum air adalah 2 x 109 N/m2.
  • 20.
    OK kawan.... Selamat Belajar ya .... aguspurnomosite.blogspot.com