Nama
kelompok:
1. Arventa
2. Atika
3. Aulia
4. Imam
5. M. Ababil
6. Sebma
Kompetensi Dasar :
•

Menganalisis hubungan hukum Hooke
dengan elastisitas.
Indikator :
1. Menentukan kaitan sifat elastisitas
bahan dengan hukum Hooke.
Hukum Hooke

Berdasarkan gambar di atas, kita akan
membuktikan adanya hubungan antara gaya dengan
pertambahan panjang. Untuk itu kita ingat kembali
persamaan berikut :

F ⋅L
E=
A ⋅ ∆L
Jika pertambahan panjang pegas dinyatakan
dengan ∆L = ∆x, maka persamaan di atas dinyatakan
sebagai berikut :
 E. A 
F =
∆x
 L 

Dengan :
E : modulus elastisitas (N/m2)
A : luas penampang pegas (m2)
L : panjang awal pegas (m)
Karena E, A, dan L bernilai tetap, maka persamaan
di atas dapat di tulis sebagai berikut :
F = k ∆x
Dengan :
k :  E. A  : tetapan gaya pegas (N/m)


 L 
Sesuai dengan persamaan tersebut, kita
memperoleh hubungan bahwa pertambahan
panjang pegas berbanding lurus dengan gaya
yang bekerja padanya.
Persamaan ini merupakan representasi
matematis dari pernyataan Robert Hooke,
yang kemudian dikenal sebagai hukum
Hooke. Robert Hooke merupakan seorang
ilmuan Inggris, yang mengemukakan “Jika
gaya tarik tidak melampaui batas elastis
pegas, maka pertambahan panjang pegas
berbanding lurus dengan gaya tariknya.
Pegas mempunyai energi yang tersimpan disebut energi
potensial pegas.
Ep = 1/2 kx2
Keterangan :
Ep = energi potensial (Joule)
k = konstanta pegas (N/m)
x = peregangan (m)
Perbedaan energi potensial pegas awal dan akhir dikenal
sebagai usaha (w) yang dilakukan oleh pegas tersebut.
Ep2 – Ep1 = 1/2 kx2
Keterangan :
Ep1 = energi potensial awal (Joule)
Ep2 = energi potensial akhir (Joule)
w = usaha (J)
Jika energi potensial pegas awal bernilai 0, usaha akan
mempunyai nilai sebesar energi potensial pegas akhir.
Contoh Soal
1. Berapakah gaya yang dibutuhkan untuk
meregangkan pegas yang nilai konstanta
100 N / m oleh sejumlah 0,50 m?
Penyelesaian :
1. Diketahui :
k = 100 N/m
x = 0,5 m
Ditanya : Gaya (F)
Jawab : F = kx
= 100 x 0,5
= 50 N
1.

Latihan soal :

Suatu pegas akan bertambah panjang 10 cm
jika diberi gaya 10 N. Berapakah pertambahan
panjang pegas jika diberi gaya 7 N?
2. Pegas pada gambar berikut ini ditarik dari 10
cm menjadi 22 cm dengan gaya 4 N. Jika
pegas memenuhi hukum Hooke, panjang
totalnya ketika gaya 6 N diberikan pada pegas
adalah...
3. Suatu logam memiliki modulus Young 4 x 106
N/m2, luas penampang 20 cm2 dan panjangnya
5 m. Berapakah konstanta gaya logam
tersebut?
4. Berapakah tetapan pegas, jika pegas
diberikan gaya sebesar 400 N, dan mengalami
pertambahan panjang sebesar 4 cm?
5. Sebuah pegas dengan panjang 15 cm digantung
secara vertikal. Kemudian pegas tersebut
ditarik dengan gaya sebesar 0,5 N sehingga
panjangnya menjadi 27 cm. Berapa panjang
pegas bila ditarik dengan gaya 0,6 N?
Hukum hooke

Hukum hooke

  • 1.
    Nama kelompok: 1. Arventa 2. Atika 3.Aulia 4. Imam 5. M. Ababil 6. Sebma
  • 2.
    Kompetensi Dasar : • Menganalisishubungan hukum Hooke dengan elastisitas.
  • 3.
    Indikator : 1. Menentukankaitan sifat elastisitas bahan dengan hukum Hooke.
  • 4.
    Hukum Hooke Berdasarkan gambardi atas, kita akan membuktikan adanya hubungan antara gaya dengan pertambahan panjang. Untuk itu kita ingat kembali persamaan berikut : F ⋅L E= A ⋅ ∆L
  • 5.
    Jika pertambahan panjangpegas dinyatakan dengan ∆L = ∆x, maka persamaan di atas dinyatakan sebagai berikut :  E. A  F = ∆x  L  Dengan : E : modulus elastisitas (N/m2) A : luas penampang pegas (m2) L : panjang awal pegas (m) Karena E, A, dan L bernilai tetap, maka persamaan di atas dapat di tulis sebagai berikut : F = k ∆x Dengan : k :  E. A  : tetapan gaya pegas (N/m)    L 
  • 6.
    Sesuai dengan persamaantersebut, kita memperoleh hubungan bahwa pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya yang bekerja padanya. Persamaan ini merupakan representasi matematis dari pernyataan Robert Hooke, yang kemudian dikenal sebagai hukum Hooke. Robert Hooke merupakan seorang ilmuan Inggris, yang mengemukakan “Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya.
  • 7.
    Pegas mempunyai energiyang tersimpan disebut energi potensial pegas. Ep = 1/2 kx2 Keterangan : Ep = energi potensial (Joule) k = konstanta pegas (N/m) x = peregangan (m) Perbedaan energi potensial pegas awal dan akhir dikenal sebagai usaha (w) yang dilakukan oleh pegas tersebut. Ep2 – Ep1 = 1/2 kx2 Keterangan : Ep1 = energi potensial awal (Joule) Ep2 = energi potensial akhir (Joule) w = usaha (J) Jika energi potensial pegas awal bernilai 0, usaha akan mempunyai nilai sebesar energi potensial pegas akhir.
  • 8.
    Contoh Soal 1. Berapakahgaya yang dibutuhkan untuk meregangkan pegas yang nilai konstanta 100 N / m oleh sejumlah 0,50 m?
  • 9.
    Penyelesaian : 1. Diketahui: k = 100 N/m x = 0,5 m Ditanya : Gaya (F) Jawab : F = kx = 100 x 0,5 = 50 N
  • 10.
    1. Latihan soal : Suatupegas akan bertambah panjang 10 cm jika diberi gaya 10 N. Berapakah pertambahan panjang pegas jika diberi gaya 7 N? 2. Pegas pada gambar berikut ini ditarik dari 10 cm menjadi 22 cm dengan gaya 4 N. Jika pegas memenuhi hukum Hooke, panjang totalnya ketika gaya 6 N diberikan pada pegas adalah...
  • 11.
    3. Suatu logammemiliki modulus Young 4 x 106 N/m2, luas penampang 20 cm2 dan panjangnya 5 m. Berapakah konstanta gaya logam tersebut? 4. Berapakah tetapan pegas, jika pegas diberikan gaya sebesar 400 N, dan mengalami pertambahan panjang sebesar 4 cm? 5. Sebuah pegas dengan panjang 15 cm digantung secara vertikal. Kemudian pegas tersebut ditarik dengan gaya sebesar 0,5 N sehingga panjangnya menjadi 27 cm. Berapa panjang pegas bila ditarik dengan gaya 0,6 N?