OLEH KELOMPOK 1
 Jarisa Alfi Yuliyanti
 M. Rivaldy Sudrajat
      Nisrina Zulfa F
 Rahmat Fajar Shidiq
        Yogie Rivaldy
SIFAT MEKANIK
Sifat yang menyatakan kemampuan suatu bahan/komponen
untuk menerima beban/gaya/energi tanpa menimbulkan
kerusakan pada bahan /komponen tersebut.
MATERI

Berat Jenis dan     Kekuatan
                                 Elastisitas
 Massa Jenis       (Strength)

                   Tegangan
                                  Definisi
                    (Stress)

                   Regangan       Hukum
                    (Strain)      Hooke

                   Modulus         Energi
                   Elastisitas    Potensial
                                   Pegas
BERAT JENIS
Perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat
dengan massa jenis air murni. Air murni bermassa
jenis 1 g/cm3 atau 1000 kg/m3. Berat jenis tidak
mempunyai satuan atau dimensi.
RUMUS
MASSA JENIS
A. Massa Jenis adalah pengukuran massa
  setiap satuan volume benda. Satuan massa
  jenis dalam SI adalah kg/m3. Perbandingan
  dalam massa jenis. Massa jenis berfungsi
  untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki
  massa jenis yang berbeda.
RUMUS
KEKUATAN (STRENGTH)
Kemampuan bahan untuk menerima tegangan
tanpa menyebabkan material menjadi patah;
TEGANGAN (STRESS)
Jika seutas kawat yang mempunyai luas
penampang A mengalami gaya tarik (F) pada
kedua ujungnya, maka kawat tersebut akan
mengalami tegangan.
Dalam hal ini, tegangan didefinisikan sebagai hasil bagi
antara gaya yang bekerja pada suatu benda dengan
luas penampangnya.
TEGANGAN (STRESS)
Secara matematis, tegangan dapat ditentukan
sebagai berikut:

Dengan:
F = Gaya luar (N)
A = Luas permukaan (m2)
  = tegangan (N/m2)
CONTOH SOAL
Dalam suatu pengujian terhadap baja,
diperoleh data bahwa ketika baja tersebut
ditarik dengan gaya 4x104 N, mengalami
pertambahan panjang 1,25 cm. Jika panjang
awal baja 50 m dan luas penampangnya 8 cm2,
tentukan tegangannya!
JAWABAN
Penyelesaian:
Dik :




Dit : t…?

Jwb :
REGANGAN (STRAIN)
  Jika benda diberi gaya, akan mengalami
perubaha panjang. Perbandingan perubahan
panjang mula-mula dengan panjang benda
disebut regangan.
  Jadi rengangan adalah perubahan relatif
ukuran benda yang mengalami tegangan dari
keadaan semula.
REGANGAN (STRAIN)
Secara matematis, regangan dapat dirumuskan
  sebagai berikut:

dengan:
  l = perubahan panjang (m2)
L0 = panjang awal (m2)
e = regangan
CONTOH SOAL
Dalam suatu pengujian terhadap baja,
diperoleh data bahwa ketika baja tersebut
ditarik dengan gaya 4x104 N, mengalami
pertambahan panjang 1,25 cm. Jika panjang
awal baja 50 m dan luas penampangnya 8 cm2,
tentukan regangannya!
JAWABAN
Penyelesaian:
Dik :




Dit :

Jwb :
Aplikasi
• Contoh aplikasi tegangan dan regangan dalam
  Pembangunan Tembok.
• Tali, rantai, atau kawat dapat dimanfaatkan
  jika dalam keadaan tegang. Sementara itu, batu
  bata dapat di manfaatkan jika dalam keadaan
  regang. Jika batu bata diregangkan, la akan
  memberikan gaya balik yang setara. Itulah dasar
  pembangunan tembok. Bobot batu
  bata,ditambah muatan seperti lantai dan atap,
  menekan bata bersamaan dan membentuk
  struktur kuat. Semen yang diselipkan di antara
  bata hanya untuk menyebarkan beban agar
  merata di selun.jh permukaannya.
MODULUS ELASTISITAS
• Modulus elastis disebut juga dengan modulus
  Young.
• Pada daerah elastis, besarnya tegangan berbanding
  lurus dengan regangan. Perbandingan antara
  tegangan dan regangan benda tersebut disebut
  modulus elastisitas atau Modulus Young.
  Pengukuran modulus Young dapat dilakukan
  dengan menggunakan gelombang akustik, karena
  kecepatan jalannya bergantung pada modulus
  Young.
Modulus Elastisitas (Young)
  Nilai modulus Young hanya bergantung pada
jenis benda (komposisi benda), tidak bergantung
pada ukuran atau bentuk benda. Nilai modulus
Young beberapa jenis bahan dapat kalian lihat
pada Tabel dibawah ini. Satuan SI untuk E adalah
pascal (Pa) atau N/m2.
MODULUS ELASTISITAS
• Secara matematis, modulus elastis dapat
  dirumuskan sebagai berikut:




dengan :
E = modulus elastisitas (N/m2 = Pa)
CONTOH SOAL
Dalam suatu pengujian terhadap baja,
diperoleh data bahwa ketika baja tersebut
ditarik dengan gaya 4x104 N, mengalami
pertambahan panjang 1,25 cm. Jika panjang
awal baja 50 m dan luas penampangnya 8 cm2,
tentukan modulus elastisnya!
JAWABAN
Penyelesaian:
Dik :




Dit :
Jwb:
Pengertian Elastisitas




Elastisitas adalah Kemampuan sebuah benda untuk kembali
ke bentuk awalnya ketika gaya luar yang diberikan pada benda
tersebut dihilangkan. . Adapun benda-benda yang tidak
memiliki elastisitas (tidak kembali ke bentuk awalnya) disebut
benda plastis. Contoh benda plastis adalah tanah liat dan
plastisin (lilin mainan).
Elastisitas
                         Ketika diberi gaya, suatu benda
                       akan mengalami deformasi, yaitu
                       perubahan ukuran atau bentuk.
                       Karena mendapat gaya, molekul-
                       molekul benda akan bereaksi dan
                       memberikan gaya untuk
                       menghambat deformasi. Gaya
                       yang diberikan kepada benda
                       dinamakan gaya luar, sedangkan
                       gaya reaksi oleh molekul-molekul
                       dinamakan gaya dalam. Ketika
Gambar sifat elestis
                       gaya luar dihilangkan, gaya dalam
pada pegas             cenderung untuk mengembalikan
                       bentuk dan ukuran benda ke
                       keadaan semula.
HUKUM HOOKE
      Hukum Hooke adalah
   hubungan antara gaya yang bekerja
   pada massa dan posisinya.
   Mempertimbangkan sebuah benda
   dengan massa yang ada di
   permukaan gesekan dan
   digantungkan pada sebuah pegas
   dengan konstanta pegas. Gaya yang
   diberikannya pegas pada massa
   tergantung pada seberapa banyak
   pegas diregangkan atau dikompresi,
   sehingga gaya ini adalah fungsi dari
   posisi massa.
Rumus Hukum Hooke

                           F= -kx

Dimana:
F= gaya [N (Newton)]
K= konstanta pegas [N/m (Newton per meter)]
x= jarak pergerakan pegas dari posisi normalnya [m (meter)]

Dan Potensial Energi dari pegas adalah:

                         Ep = ½ kx2
Rumus Hukum Hooke
  Berdasarkan Hukum III Newton (aksi-
reaksi), pegas akan mengadakan gaya yang
besarnya sama tetapi arah berlawanan


   Fp      F
   Fp      kx
                 Fp = gaya pegas
Perbandingan antara gaya (F) dengan
pertambahan panjang pegas (x) merupakan garis
lurus (k), seperti pada grafik

 F
                     k




                         x
Contoh soal
1. Sebuah pegas yang panjangnya 25 cm
   tergantung bebas. Ketika pegas tersebut diberi beban 30 N, ternyata
   panjangnya
   menjadi 26,5 cm. Tentukan tetapan pegas tersebut!
   Penyelesaian:
   Diketahui : x0 = 25 cm = 0,25 m
               x = 26,5 cm = 0,265 m
               F = 30 N
   Ditanya : besarnya k (konstanta)?
   jawab :
   F =k.x
   30 =k.(0,265 - 0,25)
   30 =k.0,015
   k.0,015 = 30
   k = 30 / 0,015
   k = 2000 N/m
Energi Potensial Pegas
• Kemampuan pegas untuk kembali ke bentuk semula disebut
  energi potensial pegas.
• Secara umum, energi potensial pegas dapat dirumuskan:
                          Ep : ½ .k.x2
•   Keterangan:
•   Ep : energi potensial pegas (joule)
•   k : konstanta pegas (N/m)
•   x : pertambahan panjang (m)
•   F : gaya pegas (N)
•   Contoh penerapan energi potensial pegas yaitu pada anak
    panah yang dilepaskan. Contoh lainnya adalah pada mobil
    mainan yang akan bergerak maju setelah kita beri gaya dorong
    ke belakang.
Contoh soal
     Sebuah pegas memiliki konstanta pegas 200Nm-1.
  Pegas diregangkan sehingga bertambah panjang 10
  cm. Tentukanlah energi potensial elastis pegas.
Pembahasan :
Diketahui :
   k = 200Nm-1
  x = 10cm=0,1m
Ditanyakan : Ep
Jawab :
Ep = 1/2 .k .x2
   = ½ . 200. (0,1)2
   = 1 Joule
Rangkaian Paralel
Jika dua pegas spiral atau lebih yang disusun secara paralel
sesuai dengan prinsip-prinsip berikut :
 Gaya tarikan pada rangkaian paralel pegas adalah sama dengan
   total gaya tarikan pada setiap pegas.
     Jika F adalah Gaya tarikan pada rangkaian paralel pegas dan
F1 dan F2 adalah gaya tarikan pada setiap pegas, Maka :
F = F1 + F2
 Pertambahan panjang pegas dari rangkaian pegas paralel
   adalah sama dengan pertambahan panjang dari setiap pegas.
    Jika ∆X1 dan ∆X2 adalah pertambahan panjang dari setiap
pegas dan ∆X adalah pertambahan panjang dari rangkaian paralel
pegas, Sehingga :
∆X = ∆X1 = ∆X2
Rangkaian Paralel
 Pertambahan panjang pegas dari
  rangkaian pegas paralel adalah sama
  dengan pertambahan panjang dari
  setiap pegas.
  Jika ∆X1 dan ∆X2 adalah
  pertambahan panjang dari setiap
  pegas dan ∆X adalah pertambahan
  panjang dari rangkaian paralel pegas,
  Sehingga :
   ∆X = ∆X1 = ∆X2
Rangkaian paralel
Hubungan antara konstanta gaya pegas dari
pegas paralel dan konstanta gaya pegas dari
setiap pegas dapat di tuliskan sebagai
berikut:
F = Kp ∆X
F1 = K1 ∆X1 → F1 = K1 ∆X
F2 = K2 ∆X2 → F2 = K2 ∆X

Karena F = F1 + F2, maka Kp = K1 + K2

Persamaan diatas menunjukkan bahwa
konstanta rangkaian paralel pegas adalah
sama dengan total konstanta gaya pegas dari
pegas yang disusun secara paralel, yang
menunjukkan persamaan :
Kp = K1 + K2 + K3 + … + Kn
Rangkaian seri
Jika dua atau lebih pegas yang disusun secara seri
sesuai dengan prinsip prinsip berikut :
 Gaya tarikan pada rangkaian seri pegas adalah
   sama dengan yang dikeluarkan oleh setiap pegas
Jika F1 dan F2 adalah gaya tarikan yang
dikeluarkan oleh setiap pegas dan F adalah gaya
tarikan pada rangkaian seri pegas, Maka :
F1 = F2 = F
 Pertambahan panjang dari rangkaian seri pegas
   adalah sama dengan beberapa pertambahan
   panjang dari setiap pegas
Jika ∆X1 dan ∆X2 adalah pertambahan panjang
dari setiap pegas dan ∆X adalah pertambahan
panjang dari rangkaian seri pegas, Maka :
∆X = ∆X1 = ∆X2
Rangkaian seri
Didasarkan dengan dua prinsip diatas dan Hukum Hooke,
Hubungan antara konstanta gaya pegas dari rangkaian seri
pegas and konstanta gaya pegas dari setiap pegas dapat
ditetapkan sebagai berikut :
F = Ks ∆X → ∆X = F/Ks
F = K1 ∆X → ∆X1 = F1/K1 = F/K1
F = K2 ∆X → ∆X2 = F2/K2 = F/K2
Karena ∆X = ∆X1 = ∆X2 , Maka :
1/Ks = 1/K1 =1/K2
Untuk susunan seri yang terdiri dari dua pegas atau lebih
daripada konstanta rangkaian seri pegas dapat ditetapkan
oleh persamaan berikut:
Untuk n pegas identik yang masing masing memiliki konstanta
k yang disusun secra seri berlaku persamaan sebagai berikut :
Ks = K/n
Contoh soal
2. Sebuah pegas yang panjangnya 30 cm
    tergantung bebas. ketetapan pegas tersebut 6000 N/m, ternyata
    panjangnya menjadi 40,5 cm. Tentukan gaya
    pegas tersebut!
    Penyelesaian:
    Diketahui : x0 = 30 cm = 0,3 m
               xt = 40,5 cm = 0,405 m
                k = 6000 N/m
    Ditanya : F ?
    jawab :
    F =k.x
    F =6000.(0,405 - 0,3)
    F =6000.0,105
    F = 630 N
Sifat zat mekanik

Sifat zat mekanik

  • 1.
    OLEH KELOMPOK 1 Jarisa Alfi Yuliyanti M. Rivaldy Sudrajat Nisrina Zulfa F Rahmat Fajar Shidiq Yogie Rivaldy
  • 2.
    SIFAT MEKANIK Sifat yangmenyatakan kemampuan suatu bahan/komponen untuk menerima beban/gaya/energi tanpa menimbulkan kerusakan pada bahan /komponen tersebut.
  • 3.
    MATERI Berat Jenis dan Kekuatan Elastisitas Massa Jenis (Strength) Tegangan Definisi (Stress) Regangan Hukum (Strain) Hooke Modulus Energi Elastisitas Potensial Pegas
  • 4.
    BERAT JENIS Perbandingan relatifantara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni. Air murni bermassa jenis 1 g/cm3 atau 1000 kg/m3. Berat jenis tidak mempunyai satuan atau dimensi.
  • 5.
  • 6.
    MASSA JENIS A. MassaJenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Satuan massa jenis dalam SI adalah kg/m3. Perbandingan dalam massa jenis. Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda.
  • 7.
  • 8.
    KEKUATAN (STRENGTH) Kemampuan bahanuntuk menerima tegangan tanpa menyebabkan material menjadi patah;
  • 9.
    TEGANGAN (STRESS) Jika seutaskawat yang mempunyai luas penampang A mengalami gaya tarik (F) pada kedua ujungnya, maka kawat tersebut akan mengalami tegangan. Dalam hal ini, tegangan didefinisikan sebagai hasil bagi antara gaya yang bekerja pada suatu benda dengan luas penampangnya.
  • 10.
    TEGANGAN (STRESS) Secara matematis,tegangan dapat ditentukan sebagai berikut: Dengan: F = Gaya luar (N) A = Luas permukaan (m2) = tegangan (N/m2)
  • 11.
    CONTOH SOAL Dalam suatupengujian terhadap baja, diperoleh data bahwa ketika baja tersebut ditarik dengan gaya 4x104 N, mengalami pertambahan panjang 1,25 cm. Jika panjang awal baja 50 m dan luas penampangnya 8 cm2, tentukan tegangannya!
  • 12.
  • 13.
    REGANGAN (STRAIN) Jika benda diberi gaya, akan mengalami perubaha panjang. Perbandingan perubahan panjang mula-mula dengan panjang benda disebut regangan. Jadi rengangan adalah perubahan relatif ukuran benda yang mengalami tegangan dari keadaan semula.
  • 14.
    REGANGAN (STRAIN) Secara matematis,regangan dapat dirumuskan sebagai berikut: dengan: l = perubahan panjang (m2) L0 = panjang awal (m2) e = regangan
  • 15.
    CONTOH SOAL Dalam suatupengujian terhadap baja, diperoleh data bahwa ketika baja tersebut ditarik dengan gaya 4x104 N, mengalami pertambahan panjang 1,25 cm. Jika panjang awal baja 50 m dan luas penampangnya 8 cm2, tentukan regangannya!
  • 16.
  • 17.
    Aplikasi • Contoh aplikasitegangan dan regangan dalam Pembangunan Tembok. • Tali, rantai, atau kawat dapat dimanfaatkan jika dalam keadaan tegang. Sementara itu, batu bata dapat di manfaatkan jika dalam keadaan regang. Jika batu bata diregangkan, la akan memberikan gaya balik yang setara. Itulah dasar pembangunan tembok. Bobot batu bata,ditambah muatan seperti lantai dan atap, menekan bata bersamaan dan membentuk struktur kuat. Semen yang diselipkan di antara bata hanya untuk menyebarkan beban agar merata di selun.jh permukaannya.
  • 18.
    MODULUS ELASTISITAS • Moduluselastis disebut juga dengan modulus Young. • Pada daerah elastis, besarnya tegangan berbanding lurus dengan regangan. Perbandingan antara tegangan dan regangan benda tersebut disebut modulus elastisitas atau Modulus Young. Pengukuran modulus Young dapat dilakukan dengan menggunakan gelombang akustik, karena kecepatan jalannya bergantung pada modulus Young.
  • 19.
    Modulus Elastisitas (Young) Nilai modulus Young hanya bergantung pada jenis benda (komposisi benda), tidak bergantung pada ukuran atau bentuk benda. Nilai modulus Young beberapa jenis bahan dapat kalian lihat pada Tabel dibawah ini. Satuan SI untuk E adalah pascal (Pa) atau N/m2.
  • 20.
    MODULUS ELASTISITAS • Secaramatematis, modulus elastis dapat dirumuskan sebagai berikut: dengan : E = modulus elastisitas (N/m2 = Pa)
  • 21.
    CONTOH SOAL Dalam suatupengujian terhadap baja, diperoleh data bahwa ketika baja tersebut ditarik dengan gaya 4x104 N, mengalami pertambahan panjang 1,25 cm. Jika panjang awal baja 50 m dan luas penampangnya 8 cm2, tentukan modulus elastisnya!
  • 22.
  • 23.
    Pengertian Elastisitas Elastisitas adalahKemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuk awalnya ketika gaya luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. . Adapun benda-benda yang tidak memiliki elastisitas (tidak kembali ke bentuk awalnya) disebut benda plastis. Contoh benda plastis adalah tanah liat dan plastisin (lilin mainan).
  • 24.
    Elastisitas Ketika diberi gaya, suatu benda akan mengalami deformasi, yaitu perubahan ukuran atau bentuk. Karena mendapat gaya, molekul- molekul benda akan bereaksi dan memberikan gaya untuk menghambat deformasi. Gaya yang diberikan kepada benda dinamakan gaya luar, sedangkan gaya reaksi oleh molekul-molekul dinamakan gaya dalam. Ketika Gambar sifat elestis gaya luar dihilangkan, gaya dalam pada pegas cenderung untuk mengembalikan bentuk dan ukuran benda ke keadaan semula.
  • 25.
    HUKUM HOOKE Hukum Hooke adalah hubungan antara gaya yang bekerja pada massa dan posisinya. Mempertimbangkan sebuah benda dengan massa yang ada di permukaan gesekan dan digantungkan pada sebuah pegas dengan konstanta pegas. Gaya yang diberikannya pegas pada massa tergantung pada seberapa banyak pegas diregangkan atau dikompresi, sehingga gaya ini adalah fungsi dari posisi massa.
  • 26.
    Rumus Hukum Hooke F= -kx Dimana: F= gaya [N (Newton)] K= konstanta pegas [N/m (Newton per meter)] x= jarak pergerakan pegas dari posisi normalnya [m (meter)] Dan Potensial Energi dari pegas adalah: Ep = ½ kx2
  • 27.
    Rumus Hukum Hooke Berdasarkan Hukum III Newton (aksi- reaksi), pegas akan mengadakan gaya yang besarnya sama tetapi arah berlawanan Fp F Fp kx Fp = gaya pegas
  • 28.
    Perbandingan antara gaya(F) dengan pertambahan panjang pegas (x) merupakan garis lurus (k), seperti pada grafik F k x
  • 29.
    Contoh soal 1. Sebuahpegas yang panjangnya 25 cm tergantung bebas. Ketika pegas tersebut diberi beban 30 N, ternyata panjangnya menjadi 26,5 cm. Tentukan tetapan pegas tersebut! Penyelesaian: Diketahui : x0 = 25 cm = 0,25 m x = 26,5 cm = 0,265 m F = 30 N Ditanya : besarnya k (konstanta)? jawab : F =k.x 30 =k.(0,265 - 0,25) 30 =k.0,015 k.0,015 = 30 k = 30 / 0,015 k = 2000 N/m
  • 30.
    Energi Potensial Pegas •Kemampuan pegas untuk kembali ke bentuk semula disebut energi potensial pegas. • Secara umum, energi potensial pegas dapat dirumuskan: Ep : ½ .k.x2 • Keterangan: • Ep : energi potensial pegas (joule) • k : konstanta pegas (N/m) • x : pertambahan panjang (m) • F : gaya pegas (N) • Contoh penerapan energi potensial pegas yaitu pada anak panah yang dilepaskan. Contoh lainnya adalah pada mobil mainan yang akan bergerak maju setelah kita beri gaya dorong ke belakang.
  • 31.
    Contoh soal Sebuah pegas memiliki konstanta pegas 200Nm-1. Pegas diregangkan sehingga bertambah panjang 10 cm. Tentukanlah energi potensial elastis pegas. Pembahasan : Diketahui : k = 200Nm-1 x = 10cm=0,1m Ditanyakan : Ep Jawab : Ep = 1/2 .k .x2 = ½ . 200. (0,1)2 = 1 Joule
  • 32.
    Rangkaian Paralel Jika duapegas spiral atau lebih yang disusun secara paralel sesuai dengan prinsip-prinsip berikut :  Gaya tarikan pada rangkaian paralel pegas adalah sama dengan total gaya tarikan pada setiap pegas. Jika F adalah Gaya tarikan pada rangkaian paralel pegas dan F1 dan F2 adalah gaya tarikan pada setiap pegas, Maka : F = F1 + F2  Pertambahan panjang pegas dari rangkaian pegas paralel adalah sama dengan pertambahan panjang dari setiap pegas. Jika ∆X1 dan ∆X2 adalah pertambahan panjang dari setiap pegas dan ∆X adalah pertambahan panjang dari rangkaian paralel pegas, Sehingga : ∆X = ∆X1 = ∆X2
  • 33.
    Rangkaian Paralel  Pertambahanpanjang pegas dari rangkaian pegas paralel adalah sama dengan pertambahan panjang dari setiap pegas. Jika ∆X1 dan ∆X2 adalah pertambahan panjang dari setiap pegas dan ∆X adalah pertambahan panjang dari rangkaian paralel pegas, Sehingga : ∆X = ∆X1 = ∆X2
  • 34.
    Rangkaian paralel Hubungan antarakonstanta gaya pegas dari pegas paralel dan konstanta gaya pegas dari setiap pegas dapat di tuliskan sebagai berikut: F = Kp ∆X F1 = K1 ∆X1 → F1 = K1 ∆X F2 = K2 ∆X2 → F2 = K2 ∆X Karena F = F1 + F2, maka Kp = K1 + K2 Persamaan diatas menunjukkan bahwa konstanta rangkaian paralel pegas adalah sama dengan total konstanta gaya pegas dari pegas yang disusun secara paralel, yang menunjukkan persamaan : Kp = K1 + K2 + K3 + … + Kn
  • 35.
    Rangkaian seri Jika duaatau lebih pegas yang disusun secara seri sesuai dengan prinsip prinsip berikut :  Gaya tarikan pada rangkaian seri pegas adalah sama dengan yang dikeluarkan oleh setiap pegas Jika F1 dan F2 adalah gaya tarikan yang dikeluarkan oleh setiap pegas dan F adalah gaya tarikan pada rangkaian seri pegas, Maka : F1 = F2 = F  Pertambahan panjang dari rangkaian seri pegas adalah sama dengan beberapa pertambahan panjang dari setiap pegas Jika ∆X1 dan ∆X2 adalah pertambahan panjang dari setiap pegas dan ∆X adalah pertambahan panjang dari rangkaian seri pegas, Maka : ∆X = ∆X1 = ∆X2
  • 36.
    Rangkaian seri Didasarkan dengandua prinsip diatas dan Hukum Hooke, Hubungan antara konstanta gaya pegas dari rangkaian seri pegas and konstanta gaya pegas dari setiap pegas dapat ditetapkan sebagai berikut : F = Ks ∆X → ∆X = F/Ks F = K1 ∆X → ∆X1 = F1/K1 = F/K1 F = K2 ∆X → ∆X2 = F2/K2 = F/K2 Karena ∆X = ∆X1 = ∆X2 , Maka : 1/Ks = 1/K1 =1/K2 Untuk susunan seri yang terdiri dari dua pegas atau lebih daripada konstanta rangkaian seri pegas dapat ditetapkan oleh persamaan berikut: Untuk n pegas identik yang masing masing memiliki konstanta k yang disusun secra seri berlaku persamaan sebagai berikut : Ks = K/n
  • 37.
    Contoh soal 2. Sebuahpegas yang panjangnya 30 cm tergantung bebas. ketetapan pegas tersebut 6000 N/m, ternyata panjangnya menjadi 40,5 cm. Tentukan gaya pegas tersebut! Penyelesaian: Diketahui : x0 = 30 cm = 0,3 m xt = 40,5 cm = 0,405 m k = 6000 N/m Ditanya : F ? jawab : F =k.x F =6000.(0,405 - 0,3) F =6000.0,105 F = 630 N