Makalah 
Ekonomi Teknik 2 
Disusun Oleh: 
Nama : Hermawan 
NPM : 13412436 
Kelas : 3IB02 
TEKNIK ELEKTRO 
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI 
UNIVERSITAS GUNADARMA 
2014
BAB I 
PENDAHULUAN 
1. Latar Belakang 
Cash flow (aliran kas) merupakan “sejumlah uang kas yang keluar dan yang 
masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas 
yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan 
serta berapa saldonya setiap periode. 
2. Batasan dan Rumusan Masalah 
Makalah ini mengkaji pokok bahasan tentang Pendanaan Usaha, fokus 
dalam penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan: 
I. Pengertian cash flow? 
II. Sumber-sumber pendanaan usaha? 
III. Sumber-sumber dana perusahaan? 
IV. Jenis-Jenis Dukungan Keuangan? 
V. Hal-Hal Yang Harus di Perhatikan dalam Pendanaan Usaha? 
3. Tujuan Penulisan 
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjawab pertanyaan yang 
dirumuskan di atas dan sebagai bahan pembelajaran untuk mahasiswa sekaligus 
untuk melengkapi tugas soft skill ekonomi teknik.
BAB II 
LANDASAN TEORI 
Pertimbangan dan perbandingan biaya merupakan aspek dasar dari 
pelaksanaan rekayasa. Perintis dalam bidang ini adalah Arthur M. Wellington, 
pada akhir abad 19, seorang insinyur sipil, bidang keahlian khususnya adalah 
bangunan jalan kereta api di Amerika Serikat. Arthur mempertimbangkan 
kontribusi ekonomi teknik dimana penekanan pada aspek keuangan secara 
matematik. 
Pada tahun 1930, Eugene Grant menerbitkan edisi pertama dari buku 
teksnya. Ini merupakan tonggak sejarah perkembangan ekonomi teknik 
seperti kita ketahui saat ini. Ia menekankan pengembangan sebuah titik 
pandang ekonomi dalam engineering. Pada tahun 1942 Woods dan De Garmo 
menulis edisi pertama dari buku yang berjudul “Engineering Economy”.
BAB III 
PEMBAHASAN 
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus 
kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan 
atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu : 
 Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan 
memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat 
relatif tanpa ada pengurangan investasi awal. 
 Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko 
penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan 
relatif cepat. 
 Ketiga, capital growth, dana yang diperuntukkan untuk 
penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang. 
Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga 
kelompok yaitu: 
a) Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan 
pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya 
pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out 
flow) 
b) Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang 
berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan 
administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk 
(cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow). 
c) Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan 
dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek 
yaitu penjualan peralatan proyek. 
KETERBATASAN 
Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain; 
a) Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya 
yang bersifat tunai.
b) Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel 
c) Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari 
perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang 
seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan 
terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, 
terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya. 
MANFAAT 
Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat 
berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya: 
1) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan 
rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas. 
2) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang 
dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit. 
3) Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial. 
4) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit 
yang diberikan kepadanya 
. 
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN 
Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu : 
1. Menentukan minimum kas 
2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran 
3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk 
menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga. 
4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya 
transaksi financial dan budget kas yang final. 
Cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari: 
1. Cash in flow, pada bagian ini mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan 
diterima , jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan 
dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang, 
hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari 
dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan. 
2. Cash out flow, pada bagian ini berhubungan dengan pengidentifikasian semua 
kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, 
pembayaran hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow
juga punya dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan 
3. Financing (pembiayaan), pada bagian ini menunjukan besarnya net cash flow 
dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi deficit. 
Laporan arus kas menyajikan arus kas masuk dan arus kas keluar dari kas 
dan setara kas dengan kategori aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama 
waktu periode tertentu. Kas dapat didefinisikan sebagai jumlah kas yang ada 
ditangan (cash on hand), treasury bills, commercial paper, money market 
fund dan rekening giro pada bank (cash in bank)termasuk overdraft pada bank. 
Kas harus memenuhi syarat sebagai berikut : 
 Setiap saat dapat ditukar menjadi kas 
 Tanggal jatuh temponya sangat dekat 
 Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan oleh perubahan tingkat bunga 
(investasi yang jatuh tempo maksimal tiga bulan). 
Setara kas (cash equivalent) dapat diartikan sebagai investasi yang 
bersifat jangka pendek, sangat likuid dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas 
dalam jumlah tertentu, tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan. 
Definisi dari setara kas menandakan bahwa investasi tersebut hanya untuk 
memenuhi komitmen jangka pendek dan bukan untuk tujuan investasi. 
Laporan arus kas disyaratkan sebagai bagian dari kelengkapan dalam 
laporan keuangan. Hal ini sesuai dengan PSAK 2, yang direvisi bulan Desember 
2009 dan sesuai dengan kebijakan konvergensi IFRS (international Financial 
Reporting Standart) yang mensyaratkan bahwa laporan arus kas disajikan 
sebagai bagian tidak terpisahkan dari laporan keungan untuk setiap periode 
penyajian laporan keuangan. 
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pengguna 
laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam 
menghasilkan kas serta setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk 
menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, 
para pengguna perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam 
menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Tujuan 
Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan 
setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang 
mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun 
pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.
Jika digunakan dalam kaitannya dengan laporan keuangan lain, laporan arus 
kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna untuk 
mengevaluasi perubahan dalam aset bersih perusahaan, struktur keuangan 
(termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan memengaruhi jumlah serta 
waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang. 
Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam 
menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pengguna 
mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus 
kas masa depan (future cash flows) dari berbagai perusahaan. Informasi 
tersebut juga meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai 
perusahaan karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi 
yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama. Hal ini sekaligus 
memenuhi fungsi dominan dari laporan keuangan yakni tujuan stedwarship 
function, yaitu laporan keuangan harus dapat memberikan informasi sejauh mana 
mengelola sumber daya yang dipercayakan kepadanya oleh para pemilik modal. 
Keuntungan laporan arus kas menurut Lee (Sofyan Harahap : 258) adalah sebagai 
berikut : 
1. Dapat memberikan kerangka kerja untuk menghubungkan prestasi masa lalu, 
saat sekarang dan masa yang akan datang. 
2. Menurut kacamata investor, proyeksi arus kas akan menggambarkan 
kemampuan perusahaan untuk membayar dan menggambarkan perencanaan 
kebijakan keuangannya. 
3. Nilai discounted flow ratio lebih dipercaya untuk menjadi indikator investasi 
daripada rasio laba dengan harga sekarang disebabkan sistem alokasi yang 
dilakukan dalam menghitung laba seperti dalam akuntansi berbasis 
akrual (accrual basis accounting) 
4. Akuntansi arus kas dapat digunakan untuk memperbaiki kesenjangan antara 
bagaimana investasi dilakukan yang biasanya dengan dasar kas dengan bagaimana 
hasil suatu investasi dinilai. 
Laba merupakan indikator keberhasil perusahaan, karena dengan laba maka 
perusahaan dapat menciptakan kas untuk periode selanjutanya. Tetapi sama 
seperti laba yang menjadi indikator keberhasilan perusahaan, kas yang 
merupakan aktiva yang paling likuid dalam perusahaan juga memegang peranan 
yang sangat penting, sehingga laporan arus kas juga dibutuhkan untuk alasan 
berikut ini :
- Kadangkala ukuran laba tidak menggambarkan kondisi perusahaan yang 
sesungguhnya. 
- Seluruh informasi mengenai kinerja perusahaan selama periode tertentu 
dapat diperoleh lewat laporan arus kas. 
- Dapat digunakan untuk memprediksi arus kas dimasa yang akan datang. 
PSAK 2 mensyaratkan bahwa laporan arus kas menyajikan arus kas selama 
periode akuntansi yang relevan, yang diklasifikasikan menjadi tiga kategori : 
- Aktivitas operasi 
- Aktivitas investasi 
- Aktivitas pendanaan 
Entitas harus memastikan bahwa terdapat konsistensi didalam klasifikasi 
arus kas. Klasifikasi menurut aktivitas membantu pengguna memahami dampak 
aktivitas tersebut pada posisi keuangan dari entitas dan pada jumlah kas dan 
setara kas. 
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi 
Aktivitas operasi dapat didefinisikan sebagai aktivitas utama penghasil 
pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain 
yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas 
operasi terkait dengan aktivitas menghasilkan pendapatan dari entitas. 
Contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah : 
1. Penerimaan kas dari penjualan barang 
2. Penerimaan kas dari penjualan jasa 
3. Penerimaan kas dari royalti, komisi dan pendapatan lainnya yang diterima tunai. 
4. Pembayaran kas kepada pemasok barang 
5. Pembayaran kas kepada karyawan 
6. Pemayaran kas kepada pemasok jasa lainnya 
7. Pembayaran atau restitusi pajak penghasilan kecuali secara khusus merupakan 
bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi 
8. Penerimaan dan pembayaran kontrak yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan 
atau diperjualbelikan. 
Ketika dilaporkan dengan metode langsung maka penerimaan kas dan 
pembayaran kas kotor diungkapkan sedangkan dengan menggunakan metode tidak 
langsung laba atau rugi disesuaikan untuk dampak transaksi yang bersifat non-kas, 
penerimaan atau pembayaran kas dari operasi masa depan yang ditangguhkan
atau masih belum diterima, dan pos-pos pendapatan atau beban yang 
berhubungan dengan arus kas investasi atau pendanaan. 
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi 
Aktivitas investasi adalah perolehan (acquisition) dan pelepasan 
(disposal) aset jangka panjang dan investasi non setara kas. Aktivitas investasi 
mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya 
yang diperoleh perusahaan yang ditujukan untuk menghasilkan pendapatan dan 
arus kas masa depan. 
Contoh arus kas dari aktivitas investasi adalah : 
a. Arus kas yang diterima, misalnya : 
- Penjualan aset tetap 
- Penjualan surat berharga yang berupa investasi 
- Penagihan pinjaman pokok jangka panjang/pinjaman (tidak termasuk bunga 
jika merupakan kegiatan investasi) 
- Penjualan aset lainnya yang digunakan dalam kegiatan produksi (tidak 
termasuk persediaan) 
b. Arus kas yang keluar, misalnya : 
 Pembayaran untuk mendapatkan aset tetap 
 Aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain, termasuk pengembangan 
yang dikapitalisasikan 
 Pembelian investasi jangka panjang 
 Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain 
 Pemberian pinjaman pada pihak lain 
 Pembayaran untuk aset lain yang digunakan dalam kegiatan produktif seperti 
hak paten (tidak termasuk persediaan yang merupakan persediaan 
operasional) 
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan 
Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan 
besaran dan komposisi modal ekuitas dan pinjaman perusahaan. 
Contoh arus kas dari aktivitas pendanaan : 
1. Arus kas masuk misalnya : 
- Pengeluaran saham atau instrumen modal lainnya 
- Pengeluaran wesel 
- Penjualan obligasi
- Pengeluaran surat hutang hipotik 
- Serta pinjaman lainnya 
2. Arus kas keluar misalnya : 
- Pembayaran deviden dan pembagian lainnya yang diberikan kepada pemilik 
- Pembelian saham perusahaan (treasury stock) 
- Pelunasan pokok pinjaman 
- Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi kewajiban yang berkaitan 
dengan sewa gedung usaha pembiayaan. 
Dalam hal pelunasan pinjaman meliputi pinjaman pokok dan bunga, pelunasan 
yang dilakukan mengarah pada jumlah pokok pinjaman yang diklasifikasikan 
sebagai aktivitas pendanaan (financing activity) dan dibayarkan mengarah 
kebunga, harus diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi (operating activity) 
Demikian juga dengan arus kas dari penjualan dan pembelian surat berharga 
yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan oleh suatu perusahaan investasi, 
diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. Sedangkan arus kas dari penjualan dan 
pembelian surat berharga yang dimiliki untuk tujuan investasi oleh perusahan 
pabrikasi, diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi. 
Metode Pelaporan Arus kas 
Metode Langsung 
PSAK mensyaratkan pengungkapan kelompok utama penerimaan kas bruto 
dan pengeluaran kas bruto. 
Contoh arus kas bruto : 
1. Tagihan kas dari pelanggan 
2. Penerimaan bunga dan deviden 
3. Pembayaran kas ke karyawan dan pemasok lain 
4. Pembayaran bunga dan deviden 
5. Penerimaan dan pembayaran kas operasi lain. 
Kelompok utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dari 
catatan akuntansi perusahaan atau dengan menyesuaikan pos-pos dalam laporan 
laba rugi komprehensif dari basis akrual menjadi basis kas. 
Misalnya : 
Penjualan + saldo awal piutang dagang – saldo akhir piutang 
dagang = tagihan kas dari pelanggan
Beban operasi + saldo awal akrual beban-saldo akhir akrual 
beban + saldo akhir beban dibayar dimuka – saldo akhir 
beban dibayar dimuka – beban non kas lain (misalnya 
penyusutan)= pembayaran kas untuk beban operasi 
Biaya penjualan + persediaan akhir – persediaan awal = 
pembelian 
Dan 
Pembelian + saldo awal utang dagang – saldo akhir 
utang dagang = pembayaran kas kepada pemasok 
barang 
Metode langsung pada hakikatnya adalah menguji kembali setiap item 
laporan laba rugi dengan tujuan untuk melaporkan seberapa besar kas yang 
diterima atau dibayarkan terkait dengan setiap komponen laga rugi tersebut. 
Contohnya,besar penjualan yang tersaji dalam laporan laba rugi akan diuji 
kembali dengan menggunakan laporan arus kas untuk mengetahui berapa besarnya 
uang kas yang telah diterima dari pelanggan sepanjang periode. 
Metode langsung lebih dianjurkan oleh PSAK karena lebih memfokuskan 
pada arus kas daripada laba bersih akrual oleh karena itu dianggap lebih 
informatif dan terperinci. Selanjutnya oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) 
dalam PSAK No.2 menyatakan dengan metode langsung, informasi mengenai 
kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat 
diperoleh dengan baik : 
- dari catatan akuntansi perusahaan 
- dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan pos-pos lain dalam 
laporan laba rugi untuk perubahan persediaan, piutang usaha dan hutang usaha 
dalam periode berjalan, pos bukan kas lainnya, dan pos lain yang berkaitan dengan 
arus kas investasi dan pendanaan. 
Metode Tidak Langsung 
Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi 
pengaruh dari transaksi bukan kas, akrual dari penerimaan atau pembayaran kas
untuk operasi masa lalu dan masa depan dan unsur penghasilan atau beban yang 
berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan. Metode tidak langsung ini 
merupakan rekonsiliasi laba bersih yang diperoleh perusahaan dengan melakukan 
penyesuaian sebagai berikut : 
1. Pendapatan dan beban yang tidak melibatkan arus kas masuk dan kas keluar, 
contohnya adalalah amortitasi premium/diskonto investasi obligasi, beban 
penyisihan piutang ragu-ragu, beban penyusutan aktiva tetap, beban amortisasi 
aktiva tidak berwujud dan beban amortisasi premium/diskonto utang obligasi. 
2. Keuntungan dan kerugian yang terkai dengan aktivitas investasi atau 
pembiayaan, contohnya adalah keuntungan dan kerugian penjualan aktiva tetap, 
keuntungan dan kerugian penjualan investasi dalam saham, dan keuntungan serta 
kerugian atas penebusan kembali utang obligasi. 
3. Perubahan dalam aktiva lancar (selain kas) dan kewajiban lancar sebagai hasil 
dari transaksi pendapatan dan beban yang tidak mempengaruhi arus kas, 
contohnya adalah perubahan dalam saldo piutang usaha, persediaan barang 
dagang, biaya dibayar dimuka, utang usaha, utang gaji/upah, utang bunga dan 
utang pajak penghasila
Berikut adalah laporan keuangan PT DACAFI: 
PT.DACAFI 
Neraca Komparatif 
31 Desember 2012 dan 2012 
(dalam jutaan rupiah) 
___________________________________________________________ 
________________ 
Aktiva 
2011 2012 
Kas 22 16 
Piutang usaha 200 250 
Persediaan barang dagang 125 95 
Biaya umum dibayar dimuka 18 10 
Aktiva tetap 1.019 1.000 
Akum.penyusutan aktiva tetap (527) (597) 
Total aktiva 857 774 
Kewajiban dan modal pemegang saham 
Utang usaha 75 50 
Utang bunga 10 8 
Utang pajak penghasilan 90 107 
Utang obligasi 117 77 
Saham biasa 338 300 
Laba ditahan 227 232 
Total kewajiban dan modal pemegang saham 857 774 
CONTOH SOAL 
Berikut ini adalah estimasi penerimaan dan pengeluaran perusahaan PT. Usaha 
Anda yang bergerak dibidang industri makanan dalam waktu enam bulan. 
Untuk menyusun proyeksi arus kas untuk bulan January sampai dengan bulan juni, 
dilakukan dengan asumsi sebagai berikut : 
• Saldo kas awal Rp 10,000,000
• Saldo kas minimum yang harus dipertahankan sebesar Rp 10,000,000/bulan 
• Platfond pinjaman yang diberikan oleh bank adalah sebesar Rp 50,000,000 
dengan bunga 10 % flat jangka waktu 1 tahun, tetapi pencairannya sesesuaikan 
dengan kondisi arus kas pada perusahaan. 
ESTIMASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN 
PT.USAHA ANDA 
Periode januari – February 2006 
(dalam jutaan rupiah) 
ASUMSI PENERIMAAN-ASUMSI PENGELUARAN 
Dari asumsi penerimaan dan pemasukan yang akan didapat pada enam bulan 
mendatang maka dapat disusun estimasi penerimaan dan pengeluaran dibawah ini 
: 
Setelah menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran, dapat terlihat bahwa 
pengeluaran pada bulan January lebih besar dari penerimaannya, sehingga 
perusahaan mengalami deficit sebesar Rp 2,000,000. untuk menutupi deficit 
tersebut perusahaan menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh bank. 
Besarnya pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan, dalam hal ini maka untuk 
menjaga saldo kas minimum yang harus dipelihara perusahaan maka perusahaan 
menggunakan pinjaman dana sebesar Rp 2,000,000 dengan syarat ketentuan 
diatas. Untuk melihat apakah perusahaan tersebut fleksibel atau tidak maka 
dapat dilihat estimasi cash flow di bawah ini : 
Dari estimasi tersebut, kas perusahaan menunjukan hasil yang surplus dan 
perusahaan dapat mengembalikan pinjaman bank sesuai dengan waktu yang telah 
ditentukan dan pada akhirnya perusahaan tersebut secara financial dapat 
dikatakan flexible. 
Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita lihat manfaat dari cash flow 
1. Cash flow merupakan alat pengkontrol keuangan perusahaan dan sebagai alat 
ukur keberhasilan dalam mencapai target yang di tetapkan, dapat juga digunakan 
sebagai alat penaksir kebutuhan di masa yang akan datang.. 
2. Dalam penyusunan cash flow harus diperhatikan yang mana saja yang dapat 
mempengaruhi dan yang tidak dapat mempengaruhi contoh; pengakuan adanya 
kerugian piutang, adanya pengkuan atau pembebanan depresiasi, adanya 
pembayaran stock defidend merupakan sesuatu yang tidak mempengaruhi cash
flow. 
3. Bagi kreditor atau bank dengan laporan cash flow dapat menilai kemampuan 
perusahaan dalam mambayar bunga atau mengembalikan pinjamannya. 
4. Pada intinya aliran cash flow dengan sumber-sumber dan penggunaan dana 
adalah sama dan perhitungan penerimaan cash flow hanya memasukan penjualan
BAB IV 
PENUTUP 
Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang menyajikan lalu lintas 
arus kas masuk dan arus kas keluar dari kas dan setara kas. Laporan arus kas 
tersebut memberikan kepada pengguna suatu dasar untuk menilai kemampuan 
entitas untuk menghasilkan menghasilkan dan memanfaatkan kasnya. Laporan 
arus kas digunakan oleh pihak manajemen untuk mengevaluasi kegiatan 
operasional yang telah berlangsung, dan merencanakan aktivitas investasi dan 
pembiayaan dimasa mendatang. Laporan arus kas juga digunakan oleh pihak 
kreditor dan investor dalam menilai tingkat likuiditas maupun potensi perusahaan 
dalam menghasilkan laba (keuntungan). 
PSAK 2 mensyaratkan agar laporan arus kas disajikan sebagai bagian 
yang tidak terpisahkan dari laoran keuangan untuk setiap periode penyajian 
laporan keuangan. Selain itu laporan arus kas juga harus menyajikan arus 
kas selama periode akuntansi yang relevan, yang diklasifikasikan menjadi tiga 
kategori : operasi,investasi dan pendanaan. 
Arus kas dari aktivitas operasi terkait dengan aktivitas menghasilkan 
pendapatan dari entitas, misalnya penagihan kas dari penjualan dan penyerahan 
jasa, pembayaran kepada pemasok dan pembayaran gaji kepada karyawan. 
Arus kas dari aktivitas investasi adalah arus kas yang timbul dari aktivitas 
investasi mewakili pengeluaran yang telah dibuat dari sumber yang dimaksudkan 
untuk menghasilkan pendapatan masa yang akan datang dan arus kas. Contohnya 
adalah hasil dari penjualan investasi, pembelian properti dan pembelian 
peralatan. 
Arus kas dari aktivitas pendanaan yakni aktivitas yang mengakibatka perubahan 
besaran dan komposisi modal ekuitas dan pinjaman perusahaan. Contohnya 
adalah penerimaan kas dari emisi saham serta pembayaran kas untuk menebus 
ekuitas (misalnya saham) dan instrumen utang.
DAFTAR PUSTAKA 
https://www.facebook.com/permalink.php?id=331136220303563&story_fbid=33 
1137403636778 
http://shantycr7.blogspot.com/2013/06/materi-makalah-laporan-arus-kas.html

Makalah Cash dan Flow

  • 1.
    Makalah Ekonomi Teknik2 Disusun Oleh: Nama : Hermawan NPM : 13412436 Kelas : 3IB02 TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA 2014
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Cash flow (aliran kas) merupakan “sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode. 2. Batasan dan Rumusan Masalah Makalah ini mengkaji pokok bahasan tentang Pendanaan Usaha, fokus dalam penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan: I. Pengertian cash flow? II. Sumber-sumber pendanaan usaha? III. Sumber-sumber dana perusahaan? IV. Jenis-Jenis Dukungan Keuangan? V. Hal-Hal Yang Harus di Perhatikan dalam Pendanaan Usaha? 3. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan di atas dan sebagai bahan pembelajaran untuk mahasiswa sekaligus untuk melengkapi tugas soft skill ekonomi teknik.
  • 3.
    BAB II LANDASANTEORI Pertimbangan dan perbandingan biaya merupakan aspek dasar dari pelaksanaan rekayasa. Perintis dalam bidang ini adalah Arthur M. Wellington, pada akhir abad 19, seorang insinyur sipil, bidang keahlian khususnya adalah bangunan jalan kereta api di Amerika Serikat. Arthur mempertimbangkan kontribusi ekonomi teknik dimana penekanan pada aspek keuangan secara matematik. Pada tahun 1930, Eugene Grant menerbitkan edisi pertama dari buku teksnya. Ini merupakan tonggak sejarah perkembangan ekonomi teknik seperti kita ketahui saat ini. Ia menekankan pengembangan sebuah titik pandang ekonomi dalam engineering. Pada tahun 1942 Woods dan De Garmo menulis edisi pertama dari buku yang berjudul “Engineering Economy”.
  • 4.
    BAB III PEMBAHASAN Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu :  Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.  Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.  Ketiga, capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang. Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu: a) Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow) b) Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow). c) Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek. KETERBATASAN Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain; a) Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
  • 5.
    b) Perusahaan hanyaberpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel c) Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya. MANFAAT Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya: 1) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas. 2) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit. 3) Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial. 4) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya . LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu : 1. Menentukan minimum kas 2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran 3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga. 4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final. Cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari: 1. Cash in flow, pada bagian ini mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan diterima , jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan. 2. Cash out flow, pada bagian ini berhubungan dengan pengidentifikasian semua kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow
  • 6.
    juga punya duasifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan 3. Financing (pembiayaan), pada bagian ini menunjukan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi deficit. Laporan arus kas menyajikan arus kas masuk dan arus kas keluar dari kas dan setara kas dengan kategori aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama waktu periode tertentu. Kas dapat didefinisikan sebagai jumlah kas yang ada ditangan (cash on hand), treasury bills, commercial paper, money market fund dan rekening giro pada bank (cash in bank)termasuk overdraft pada bank. Kas harus memenuhi syarat sebagai berikut :  Setiap saat dapat ditukar menjadi kas  Tanggal jatuh temponya sangat dekat  Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan oleh perubahan tingkat bunga (investasi yang jatuh tempo maksimal tiga bulan). Setara kas (cash equivalent) dapat diartikan sebagai investasi yang bersifat jangka pendek, sangat likuid dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu, tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan. Definisi dari setara kas menandakan bahwa investasi tersebut hanya untuk memenuhi komitmen jangka pendek dan bukan untuk tujuan investasi. Laporan arus kas disyaratkan sebagai bagian dari kelengkapan dalam laporan keuangan. Hal ini sesuai dengan PSAK 2, yang direvisi bulan Desember 2009 dan sesuai dengan kebijakan konvergensi IFRS (international Financial Reporting Standart) yang mensyaratkan bahwa laporan arus kas disajikan sebagai bagian tidak terpisahkan dari laporan keungan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pengguna perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.
  • 7.
    Jika digunakan dalamkaitannya dengan laporan keuangan lain, laporan arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi perubahan dalam aset bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan memengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang. Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pengguna mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cash flows) dari berbagai perusahaan. Informasi tersebut juga meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai perusahaan karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama. Hal ini sekaligus memenuhi fungsi dominan dari laporan keuangan yakni tujuan stedwarship function, yaitu laporan keuangan harus dapat memberikan informasi sejauh mana mengelola sumber daya yang dipercayakan kepadanya oleh para pemilik modal. Keuntungan laporan arus kas menurut Lee (Sofyan Harahap : 258) adalah sebagai berikut : 1. Dapat memberikan kerangka kerja untuk menghubungkan prestasi masa lalu, saat sekarang dan masa yang akan datang. 2. Menurut kacamata investor, proyeksi arus kas akan menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar dan menggambarkan perencanaan kebijakan keuangannya. 3. Nilai discounted flow ratio lebih dipercaya untuk menjadi indikator investasi daripada rasio laba dengan harga sekarang disebabkan sistem alokasi yang dilakukan dalam menghitung laba seperti dalam akuntansi berbasis akrual (accrual basis accounting) 4. Akuntansi arus kas dapat digunakan untuk memperbaiki kesenjangan antara bagaimana investasi dilakukan yang biasanya dengan dasar kas dengan bagaimana hasil suatu investasi dinilai. Laba merupakan indikator keberhasil perusahaan, karena dengan laba maka perusahaan dapat menciptakan kas untuk periode selanjutanya. Tetapi sama seperti laba yang menjadi indikator keberhasilan perusahaan, kas yang merupakan aktiva yang paling likuid dalam perusahaan juga memegang peranan yang sangat penting, sehingga laporan arus kas juga dibutuhkan untuk alasan berikut ini :
  • 8.
    - Kadangkala ukuranlaba tidak menggambarkan kondisi perusahaan yang sesungguhnya. - Seluruh informasi mengenai kinerja perusahaan selama periode tertentu dapat diperoleh lewat laporan arus kas. - Dapat digunakan untuk memprediksi arus kas dimasa yang akan datang. PSAK 2 mensyaratkan bahwa laporan arus kas menyajikan arus kas selama periode akuntansi yang relevan, yang diklasifikasikan menjadi tiga kategori : - Aktivitas operasi - Aktivitas investasi - Aktivitas pendanaan Entitas harus memastikan bahwa terdapat konsistensi didalam klasifikasi arus kas. Klasifikasi menurut aktivitas membantu pengguna memahami dampak aktivitas tersebut pada posisi keuangan dari entitas dan pada jumlah kas dan setara kas. Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Aktivitas operasi dapat didefinisikan sebagai aktivitas utama penghasil pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi terkait dengan aktivitas menghasilkan pendapatan dari entitas. Contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah : 1. Penerimaan kas dari penjualan barang 2. Penerimaan kas dari penjualan jasa 3. Penerimaan kas dari royalti, komisi dan pendapatan lainnya yang diterima tunai. 4. Pembayaran kas kepada pemasok barang 5. Pembayaran kas kepada karyawan 6. Pemayaran kas kepada pemasok jasa lainnya 7. Pembayaran atau restitusi pajak penghasilan kecuali secara khusus merupakan bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi 8. Penerimaan dan pembayaran kontrak yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan. Ketika dilaporkan dengan metode langsung maka penerimaan kas dan pembayaran kas kotor diungkapkan sedangkan dengan menggunakan metode tidak langsung laba atau rugi disesuaikan untuk dampak transaksi yang bersifat non-kas, penerimaan atau pembayaran kas dari operasi masa depan yang ditangguhkan
  • 9.
    atau masih belumditerima, dan pos-pos pendapatan atau beban yang berhubungan dengan arus kas investasi atau pendanaan. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi Aktivitas investasi adalah perolehan (acquisition) dan pelepasan (disposal) aset jangka panjang dan investasi non setara kas. Aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang diperoleh perusahaan yang ditujukan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Contoh arus kas dari aktivitas investasi adalah : a. Arus kas yang diterima, misalnya : - Penjualan aset tetap - Penjualan surat berharga yang berupa investasi - Penagihan pinjaman pokok jangka panjang/pinjaman (tidak termasuk bunga jika merupakan kegiatan investasi) - Penjualan aset lainnya yang digunakan dalam kegiatan produksi (tidak termasuk persediaan) b. Arus kas yang keluar, misalnya :  Pembayaran untuk mendapatkan aset tetap  Aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain, termasuk pengembangan yang dikapitalisasikan  Pembelian investasi jangka panjang  Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain  Pemberian pinjaman pada pihak lain  Pembayaran untuk aset lain yang digunakan dalam kegiatan produktif seperti hak paten (tidak termasuk persediaan yang merupakan persediaan operasional) Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan besaran dan komposisi modal ekuitas dan pinjaman perusahaan. Contoh arus kas dari aktivitas pendanaan : 1. Arus kas masuk misalnya : - Pengeluaran saham atau instrumen modal lainnya - Pengeluaran wesel - Penjualan obligasi
  • 10.
    - Pengeluaran surathutang hipotik - Serta pinjaman lainnya 2. Arus kas keluar misalnya : - Pembayaran deviden dan pembagian lainnya yang diberikan kepada pemilik - Pembelian saham perusahaan (treasury stock) - Pelunasan pokok pinjaman - Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi kewajiban yang berkaitan dengan sewa gedung usaha pembiayaan. Dalam hal pelunasan pinjaman meliputi pinjaman pokok dan bunga, pelunasan yang dilakukan mengarah pada jumlah pokok pinjaman yang diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan (financing activity) dan dibayarkan mengarah kebunga, harus diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi (operating activity) Demikian juga dengan arus kas dari penjualan dan pembelian surat berharga yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan oleh suatu perusahaan investasi, diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. Sedangkan arus kas dari penjualan dan pembelian surat berharga yang dimiliki untuk tujuan investasi oleh perusahan pabrikasi, diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi. Metode Pelaporan Arus kas Metode Langsung PSAK mensyaratkan pengungkapan kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto. Contoh arus kas bruto : 1. Tagihan kas dari pelanggan 2. Penerimaan bunga dan deviden 3. Pembayaran kas ke karyawan dan pemasok lain 4. Pembayaran bunga dan deviden 5. Penerimaan dan pembayaran kas operasi lain. Kelompok utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dari catatan akuntansi perusahaan atau dengan menyesuaikan pos-pos dalam laporan laba rugi komprehensif dari basis akrual menjadi basis kas. Misalnya : Penjualan + saldo awal piutang dagang – saldo akhir piutang dagang = tagihan kas dari pelanggan
  • 11.
    Beban operasi +saldo awal akrual beban-saldo akhir akrual beban + saldo akhir beban dibayar dimuka – saldo akhir beban dibayar dimuka – beban non kas lain (misalnya penyusutan)= pembayaran kas untuk beban operasi Biaya penjualan + persediaan akhir – persediaan awal = pembelian Dan Pembelian + saldo awal utang dagang – saldo akhir utang dagang = pembayaran kas kepada pemasok barang Metode langsung pada hakikatnya adalah menguji kembali setiap item laporan laba rugi dengan tujuan untuk melaporkan seberapa besar kas yang diterima atau dibayarkan terkait dengan setiap komponen laga rugi tersebut. Contohnya,besar penjualan yang tersaji dalam laporan laba rugi akan diuji kembali dengan menggunakan laporan arus kas untuk mengetahui berapa besarnya uang kas yang telah diterima dari pelanggan sepanjang periode. Metode langsung lebih dianjurkan oleh PSAK karena lebih memfokuskan pada arus kas daripada laba bersih akrual oleh karena itu dianggap lebih informatif dan terperinci. Selanjutnya oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dalam PSAK No.2 menyatakan dengan metode langsung, informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dengan baik : - dari catatan akuntansi perusahaan - dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi untuk perubahan persediaan, piutang usaha dan hutang usaha dalam periode berjalan, pos bukan kas lainnya, dan pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan. Metode Tidak Langsung Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, akrual dari penerimaan atau pembayaran kas
  • 12.
    untuk operasi masalalu dan masa depan dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan. Metode tidak langsung ini merupakan rekonsiliasi laba bersih yang diperoleh perusahaan dengan melakukan penyesuaian sebagai berikut : 1. Pendapatan dan beban yang tidak melibatkan arus kas masuk dan kas keluar, contohnya adalalah amortitasi premium/diskonto investasi obligasi, beban penyisihan piutang ragu-ragu, beban penyusutan aktiva tetap, beban amortisasi aktiva tidak berwujud dan beban amortisasi premium/diskonto utang obligasi. 2. Keuntungan dan kerugian yang terkai dengan aktivitas investasi atau pembiayaan, contohnya adalah keuntungan dan kerugian penjualan aktiva tetap, keuntungan dan kerugian penjualan investasi dalam saham, dan keuntungan serta kerugian atas penebusan kembali utang obligasi. 3. Perubahan dalam aktiva lancar (selain kas) dan kewajiban lancar sebagai hasil dari transaksi pendapatan dan beban yang tidak mempengaruhi arus kas, contohnya adalah perubahan dalam saldo piutang usaha, persediaan barang dagang, biaya dibayar dimuka, utang usaha, utang gaji/upah, utang bunga dan utang pajak penghasila
  • 13.
    Berikut adalah laporankeuangan PT DACAFI: PT.DACAFI Neraca Komparatif 31 Desember 2012 dan 2012 (dalam jutaan rupiah) ___________________________________________________________ ________________ Aktiva 2011 2012 Kas 22 16 Piutang usaha 200 250 Persediaan barang dagang 125 95 Biaya umum dibayar dimuka 18 10 Aktiva tetap 1.019 1.000 Akum.penyusutan aktiva tetap (527) (597) Total aktiva 857 774 Kewajiban dan modal pemegang saham Utang usaha 75 50 Utang bunga 10 8 Utang pajak penghasilan 90 107 Utang obligasi 117 77 Saham biasa 338 300 Laba ditahan 227 232 Total kewajiban dan modal pemegang saham 857 774 CONTOH SOAL Berikut ini adalah estimasi penerimaan dan pengeluaran perusahaan PT. Usaha Anda yang bergerak dibidang industri makanan dalam waktu enam bulan. Untuk menyusun proyeksi arus kas untuk bulan January sampai dengan bulan juni, dilakukan dengan asumsi sebagai berikut : • Saldo kas awal Rp 10,000,000
  • 14.
    • Saldo kasminimum yang harus dipertahankan sebesar Rp 10,000,000/bulan • Platfond pinjaman yang diberikan oleh bank adalah sebesar Rp 50,000,000 dengan bunga 10 % flat jangka waktu 1 tahun, tetapi pencairannya sesesuaikan dengan kondisi arus kas pada perusahaan. ESTIMASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN PT.USAHA ANDA Periode januari – February 2006 (dalam jutaan rupiah) ASUMSI PENERIMAAN-ASUMSI PENGELUARAN Dari asumsi penerimaan dan pemasukan yang akan didapat pada enam bulan mendatang maka dapat disusun estimasi penerimaan dan pengeluaran dibawah ini : Setelah menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran, dapat terlihat bahwa pengeluaran pada bulan January lebih besar dari penerimaannya, sehingga perusahaan mengalami deficit sebesar Rp 2,000,000. untuk menutupi deficit tersebut perusahaan menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh bank. Besarnya pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan, dalam hal ini maka untuk menjaga saldo kas minimum yang harus dipelihara perusahaan maka perusahaan menggunakan pinjaman dana sebesar Rp 2,000,000 dengan syarat ketentuan diatas. Untuk melihat apakah perusahaan tersebut fleksibel atau tidak maka dapat dilihat estimasi cash flow di bawah ini : Dari estimasi tersebut, kas perusahaan menunjukan hasil yang surplus dan perusahaan dapat mengembalikan pinjaman bank sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan pada akhirnya perusahaan tersebut secara financial dapat dikatakan flexible. Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita lihat manfaat dari cash flow 1. Cash flow merupakan alat pengkontrol keuangan perusahaan dan sebagai alat ukur keberhasilan dalam mencapai target yang di tetapkan, dapat juga digunakan sebagai alat penaksir kebutuhan di masa yang akan datang.. 2. Dalam penyusunan cash flow harus diperhatikan yang mana saja yang dapat mempengaruhi dan yang tidak dapat mempengaruhi contoh; pengakuan adanya kerugian piutang, adanya pengkuan atau pembebanan depresiasi, adanya pembayaran stock defidend merupakan sesuatu yang tidak mempengaruhi cash
  • 15.
    flow. 3. Bagikreditor atau bank dengan laporan cash flow dapat menilai kemampuan perusahaan dalam mambayar bunga atau mengembalikan pinjamannya. 4. Pada intinya aliran cash flow dengan sumber-sumber dan penggunaan dana adalah sama dan perhitungan penerimaan cash flow hanya memasukan penjualan
  • 16.
    BAB IV PENUTUP Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang menyajikan lalu lintas arus kas masuk dan arus kas keluar dari kas dan setara kas. Laporan arus kas tersebut memberikan kepada pengguna suatu dasar untuk menilai kemampuan entitas untuk menghasilkan menghasilkan dan memanfaatkan kasnya. Laporan arus kas digunakan oleh pihak manajemen untuk mengevaluasi kegiatan operasional yang telah berlangsung, dan merencanakan aktivitas investasi dan pembiayaan dimasa mendatang. Laporan arus kas juga digunakan oleh pihak kreditor dan investor dalam menilai tingkat likuiditas maupun potensi perusahaan dalam menghasilkan laba (keuntungan). PSAK 2 mensyaratkan agar laporan arus kas disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laoran keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Selain itu laporan arus kas juga harus menyajikan arus kas selama periode akuntansi yang relevan, yang diklasifikasikan menjadi tiga kategori : operasi,investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi terkait dengan aktivitas menghasilkan pendapatan dari entitas, misalnya penagihan kas dari penjualan dan penyerahan jasa, pembayaran kepada pemasok dan pembayaran gaji kepada karyawan. Arus kas dari aktivitas investasi adalah arus kas yang timbul dari aktivitas investasi mewakili pengeluaran yang telah dibuat dari sumber yang dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan masa yang akan datang dan arus kas. Contohnya adalah hasil dari penjualan investasi, pembelian properti dan pembelian peralatan. Arus kas dari aktivitas pendanaan yakni aktivitas yang mengakibatka perubahan besaran dan komposisi modal ekuitas dan pinjaman perusahaan. Contohnya adalah penerimaan kas dari emisi saham serta pembayaran kas untuk menebus ekuitas (misalnya saham) dan instrumen utang.
  • 17.
    DAFTAR PUSTAKA https://www.facebook.com/permalink.php?id=331136220303563&story_fbid=33 1137403636778 http://shantycr7.blogspot.com/2013/06/materi-makalah-laporan-arus-kas.html