Sharpening Your
Creative Thinking Skills
                      1
Daftar Isi

1. Faktor-faktor Penghambat Kreativitas

2. Tiga Komponen Kunci untuk Membangun
   Kreativitas

3. Metode untuk Menerapkan Creative Problem
   Solving

4. Kiat Jitu untuk Menciptakan Iklim Kreatif



                                               2
Don’t Believe the Experts !!
Don’t Believe the Experts


  “Televisi tidak akan mungkin bertahan di
  pasar lebih dari enam bulan. Orang akan
  bosan dan letih memandang kotak setiap
  malam…”

 (Darryl F. Zanuck, Head of 20th Century Fox, 1946)


                                                      3
Don’t Believe the Experts !


“Itu sebuah temuan yang hebat…
namun siapa yang mau
menggunakannya?”

 (US President Rutherford B. Hayes, after participating in a
     trial telephone conversation between Washington and
                                     Philadelphia in 1876).
                                                               4
Don’t Believe the Experts !!
  Don’t Believe the Experts


“I think there is a world market for
about five computers”
(Thomas J. Watson Sr., Chairman of IBM, 1943)




                                                5
Don’t Believe the Experts !!
    Don’t Believe the Experts


 “Transportasi dengan kuda akan terus
 bertahan….otomobil hanyalah sekadar
 tren sesaat…”
(Nasehat dari Direktur Bank Michigan pada tahun 1903 kepada seorang
pengacara tentang perusahaan baru bernama Ford. Pengacara tersebut
mengabaikan nasehat itu, dan tetap membeli saham perusahaan baru
tersebut sebesar $ 5,000. Beberapa tahun kemudian nilai saham investasinya
telah menjadi $ 12 juta).
                                                                             6
Blok Konseptual dalam Kreativitas




                               7
Blok Yang             Blok Yang
Menghambat             Mendorong
 Kreativitas           Kreativitas




Membuat asumsi     Mengecek asumsi




Mengikuti aturan   Mendobrak aturan



                                      8
Blok Yang                 Blok Yang
Menghambat                 Mendorong
 Kreativitas               Kreativitas




Terlalu mengandalkan   Memanfaatkan
logika                 imajinasi dan intuisi



                       Keberanian
Takut gagal
                       mengambil resiko


                                          9
Blok Konseptual

             • Penghambat mental yang
Blok
Konseptual     membatasi kita dalam
               mendefenisikan masalah

             • Membatasi alternatif
               solusi pemikiran yang
               mungkin relevan



                                        10
Blok Konseptual

  Kian banyak
   pendidikan
  formal yang          Membuat makin
 dimiliki secara   kurangnya kemampuan
    individu         untuk memecahkan
                    permasalahan dengan
  Kian banyak         cara-cara kreatif…
  pengalaman
yang didapatkan
dalam pekerjaan


                                           11
Blok Konseptual

Pendidikan formal   “jawaban yang benar”,
                    aturan secara analitis,       Individu
     sering
                       atau batas–batas         kehilangan
 menghasilkan…
                          pemikiran            kemampuan
                                                   untuk
                                              bereksperimen
                      cara yang dianggap
                                                    dan
Pengalaman dalam    tepat untuk melakukan
                      sesuatu…kebiasaan       berimprovisasi
    pekerjaan
                     yang dianggap paling
 mengajarkan …..
                             benar



                                                         12
Tipe-tipe Blok Konseptual

               Berpikir secara vertikal
Constancy
               One thinking language



                 Distinguishing figure
                      from ground
Compression

                  Batasan Artificial

                                          13
Tipe-tipe Blok Konseptual

                Non-inquisitiveness
Complacency

                  Non-thinking




                                      14
Constancy
             • Mendefinisikan permasalahan hanya
  Berpikir     dengan satu cara tanpa
   secara
               mempertimbangkan pandangan
  vertikal
               alternatif
             • Sebaliknya, pemikir lateral
               menghasilkan cara pandang
               permasalahan alternatif dan
               menciptakan beragam cara untuk
               mendefinisikan masalah

                                                   15
Constancy
              • Hanya menggunakan satu bahasa
       One
                (misal, hanya menggunakan bahasa
   thinking
  language      kata-kata/verbal language) untuk
                mendefinisikan dan menilai
                permasalahan

              • Tidak mengindahkan bahasa lain seperti
                bahasa simbolik (seperti matematika),
                sensory imagery (smelling), perasaan
                dan emosi (takut, kebahagiaan), visual
                imagery (penggambaran mental).

                                                   16
Compression

                 • Gagal menyaring informasi yang
Distinguishing
   figure from     tidak berkaitan/tidak relevan
       ground
                 • Ketidakmampuan untuk
                   membedakan informasi penting dan
                   informasi yang tidak penting, dan
                   untuk meringkas permasalahan
                   secara proporsional.




                                                       17
Compression

               • Terlalu sempit dalam mendefinisikan
  Batasan
  Artificial     batasan permasalahan

               • Orang-orang acap berasumsi
                 sejumlah permasalahan atau solusi
                 alternatif merupakan hal yang diluar
                 batas mereka (atau dianggap tidak
                 masuk akal), sehingga mereka
                 mengabaikannya.


                                                        18
Complacency
                  • Enggan dan tidak terlatih untuk
           Non-
inquisitiveness     mengajukan pertanyaan

                  • Kadang-kadang tidak mampu
                    mengatasi permasalahan karena
                    malas mengajukan pertanyaan, atau
                    tidak aktif menggali data dan
                    informasi.




                                                        19
Complacency

             • Kecenderungan untuk menghindari
      Non-
  thinking     pekerjaan secara mental.

             • Tidak pernah menyediakan waktu
               untuk “berpikir”. Bepikir bukan
               dianggap sebagai sebuah aktivitas
               (pekerjaan).

             • Kegiatan “berpikir” disamakan dengan
               sekedar melamun.


                                                   20
Tiga Komponen Kreativitas




                       21
Tiga Komponen Kreativitas



               Kreativitas

                             Creative
    Keahlian                 Thinking
                              Skills
               Motivasi




                                        22
Tiga Komponen Kreativitas

              Keahlian berarti adanya
              kompetensi atau kecakapan,
  Keahlian
              pengetahuan dan ketrampilan




              Motivasi – terutama yang digerakkan
  Motivasi    oleh inner motivation – ternyata
              amat mendorong proses berpikir
              kreatif

                                              23
Tiga Komponen Kreativitas

              Kreativitas akan muncul jika
 Creative     memang kita dibekali dengan
 thinking     creative thinking skills yang
   skills
              memadai




                                              24
The Paradoxical Characteristics of
Creative Groups


   Beginner’s Mind          Experience



      Freedom                Discipline



        Play              Professionalism



    Improvisation            Planning

                                            25
Myths about Creativity

  1. The smarter you are, the more creative you
     are

2. The young are more creative than the old


  3. Creativity is reserved for the few – the
     flamboyant risk takers

4. Creativity is a solitary act


5. You can’t manage creativity
                                                  26
Methods to Define Problem Creatively




                                  27
Metode untuk Mendefinisikan Permasalahan



                 Metode Kipling
Metode untuk
Mendefinisikan   Problem Statement
Permasalahan

                 Metode Challenge



                                      28
Metode Kipling

          • Rudyard Kipling menggunakan
Metode
Kipling     seperangkat pertanyaan (5W + 1H) untuk
            membantu memicu pemikiran dan
            mengatasi permasalahan

          • 5 W + 1 H = What, Where, When, Why,
            Who, dan How




                                                     29
Metode Kipling

          • Deretan pertanyaan yang layak diajukan :
Metode
Kipling   • Apa masalahnya? Dimana terjadinya? Kapan
            terjadinya? Mengapa hal ini terjadi?
            Bagaimana anda dapat mengatasi masalah
            ini? Siapa yang anda perlukan untuk
            dilibatkan? Kapan anda akan mengetahui
            bahwa anda dapat mengatasi masalah ini?




                                                       30
Metode Kipling

          • Metode Kipling membantu kita untuk
Metode
Kipling     memetakan sebuah masalah secara lebih
            komprehensif dan menyusun solusi
            dengan lebih kreatif




                                                31
Problem Statement

            • Problem Statement adalah memulai cara
 Problem
              memecahkan persoalan dengan
Statement
              mendefinisikan masalah terlebih dahulu
              secara AKURAT.

            • Diskusikan apa MASALAH sebenarnya?
              Temukan poin kesepakatan dan diskusikan
              titik perbedaan dalam mendefenisikan
              masalah.




                                                        32
Problem Statement
            • Cara kita menyatakan permasalahan
 Problem
              secara benar merupakan setengah dari
Statement
              solusi.

            • Jika kita mendefinisikan problem
              statement dengan baik, penyusunan
              SOLUSI yang kreatif akan menjadi lebih
              mudah




                                                       33
Metode Challenge

            • Metode ini intinya adalah mendorong kita
 Metode
Challenge     untuk “menantang (challenge)” segenap
              pra konsepsi, asumsi dan pikiran kita
              mengenai sebuah masalah

            • Asumsi mengenai “Tidak Mungkin” atau
              “Tidak Bisa Dilakukan” atau “Batasan
              Berpikir” dicoba untuk didobrak dan di-
              challenge.


                                                        34
Metode Challenge

            • Beberapa contoh asumsi/konsepsi yang
 Metode
Challenge     mungkin bisa di-challenge:

               • Apakah mobil harus selalu berjalan di
                 darat?

               • Apakah bekerja harus selalu di kantor?

               • Apakah menelpon HP tidak bisa gratis
                 selamanya?


                                                         35
Metode untuk Menciptakan
        Pemikiran Kreatif




                        36
Metode untuk Menciptakan Pemikiran Kreatif


                      Attribute Listing
Metode untuk
Menciptakan           Brainstorming
Kreativitas
                      Visioning



                                             37
Attribute Listing
            • Gunakan Attribute Listing apabila anda
Attribute
              mendapati situasi yang dapat di-
 Listing
              breakdown menjadi serangkaian
              atribut

            • Metode ini bersifat rasional dan cocok
              untuk orang-orang yang menyukai
              pendekatan analitis.




                                                       38
Attribute Listing
            • Uraikan isu atau masalah yang tengah
Attribute
              didiskusikan kedalam sebanyak
 Listing
              mungkin atribut

            • Kita bisa juga memetakan masalah
              dalam sejumlah kategori utama, dan
              kemudian mem-breakdown setiap
              kategori itu ke dalam sejumlah atribut.




                                                        39
Attribute Listing
            • Untuk setiap atribut tanyakan ‘apa yang
Attribute
              diberikannya?’ Gali nilai atau value dari
 Listing
              setiap atribut.

            • Terdapat kemungkinan sebuah atribut
              memberikan value yang positif ataupun
              bersifat negatif.

            • Tugas kita adalah mengeksplorasi setiap
              value dalam atribut, memodifikasinya, dan
              menemukan value terbaik dalam setiap
              atribut.
                                                          40
Attribute Listing
            • Attribute Listing bekerja sebagai
Attribute
              pendekatan dekomposisional,
 Listing
              memecahkan permasalahan menjadi
              bagian yang lebih kecil yang dapat diuji
              secara lebih detil.

            • Dengan memecahnya menjadi
              serangkaian atribut, kita dapat
              menemukan cara baru untuk menjadi
              lebih kreatif.


                                                         41
Brainstorming
           • Brainstorming mungkin merupakan
 Brain-
             sarana kreativitas yang paling banyak
storming
             dikenal.

           • Esensi dari teknik ini adalah meminta
             setiap anggota kelompok untuk secara
             bebas memberikan opini/pendapat
             tentang solusi kreatif yang hendak
             dirumuskan.

           • Durasinya bisa berlangsung selama 30
             – 60 menit.
                                                     42
Brainstorming
           • Brainstorming Rules :
 Brain-
storming      • Setiap anggota diminta memberikan
                pendapat/opini secara bebas

              • Semakin banyak ide yang dikeluarkan,
                semakin bagus

              • Setiap ide harus dikeluarkan, tidak perlu
                di-filter, betapapun radikalnya ide tersebut

              • Combine and improve


                                                         43
Visioning

            • Visioning pada dasarnya adalah
Visioning
              membayangkan masa depan yang
              brilian dan inovatif. Berpikir secara
              imajinatif mengenai apa yang Anda
              ingin raih di masa mendatang.




                                                      44
Visioning

            • Ketika mengimajinasikan gambaran
Visioning
              masa depan, gunakan kata-kata yang
              dinamis dan penuh perasaan.

            • Gunakan pula kata-kata “present tense”
              (is/are) bukan “future tense” (will).
              Ungkapan dalam bentuk present tense
              akan membuat gambaran imajinasi itu
              menjadi terasa lebih “dekat”.


                                                       45
Visioning

            • Visioning terlaksana karena kita
Visioning
              adalah spesies yang penuh daya
              khayal/imajinatif, dan sangat
              termotivasi dengan apa yang kita
              rasakan sebagai kemungkinan masa
              depan.




                                                 46
Menciptakan Iklim Kreatif




                        47
Karakteristik Organisasi yang
Mendukung Kreativitas dan Inovasi

   Keberanian           Karyawan
 mengambil resiko     memiliki akses   Inovator diberi
  didorong oleh     terhadap beragam    penghargaan
     oleh top            sumber
   manajemen           pengetahuan


    Mendorong
                                       Pemikiran yang
    munculnya         Informasi        baik dan inovatif
  pemikiran baru    mengalir dengan    didukung penuh
   dan cara baru        bebas              oleh top
 dalam melakukan
                                         manajemen
     sesuatu


                                                           48
Creating a Creative Climate


 Motivation        Challenge           Fun




                   Freedom             Time
 Empowerment

                             Support

                                              49
Creating a Creative Climate


                                        Debate
 Dynamism            Energy
                                      and Dialog




                  Experimentation       Trust
 Openness

                               Risk

                                                   50
Selesai




          51
Bacaan yang Direkomendasikan :

1.   David A. Whetten and Kim S. Cameron, Developing Management Skills,
     Harpers Collins Publisher

2.   Floyd Hurt, Rousing Creativity, Crisp Publication

3.   Carol K. Goman, Creativity in Business, Crisp Publication




                                                                      52

Creative problem solving

  • 1.
  • 2.
    Daftar Isi 1. Faktor-faktorPenghambat Kreativitas 2. Tiga Komponen Kunci untuk Membangun Kreativitas 3. Metode untuk Menerapkan Creative Problem Solving 4. Kiat Jitu untuk Menciptakan Iklim Kreatif 2
  • 3.
    Don’t Believe theExperts !! Don’t Believe the Experts “Televisi tidak akan mungkin bertahan di pasar lebih dari enam bulan. Orang akan bosan dan letih memandang kotak setiap malam…” (Darryl F. Zanuck, Head of 20th Century Fox, 1946) 3
  • 4.
    Don’t Believe theExperts ! “Itu sebuah temuan yang hebat… namun siapa yang mau menggunakannya?” (US President Rutherford B. Hayes, after participating in a trial telephone conversation between Washington and Philadelphia in 1876). 4
  • 5.
    Don’t Believe theExperts !! Don’t Believe the Experts “I think there is a world market for about five computers” (Thomas J. Watson Sr., Chairman of IBM, 1943) 5
  • 6.
    Don’t Believe theExperts !! Don’t Believe the Experts “Transportasi dengan kuda akan terus bertahan….otomobil hanyalah sekadar tren sesaat…” (Nasehat dari Direktur Bank Michigan pada tahun 1903 kepada seorang pengacara tentang perusahaan baru bernama Ford. Pengacara tersebut mengabaikan nasehat itu, dan tetap membeli saham perusahaan baru tersebut sebesar $ 5,000. Beberapa tahun kemudian nilai saham investasinya telah menjadi $ 12 juta). 6
  • 7.
    Blok Konseptual dalamKreativitas 7
  • 8.
    Blok Yang Blok Yang Menghambat Mendorong Kreativitas Kreativitas Membuat asumsi Mengecek asumsi Mengikuti aturan Mendobrak aturan 8
  • 9.
    Blok Yang Blok Yang Menghambat Mendorong Kreativitas Kreativitas Terlalu mengandalkan Memanfaatkan logika imajinasi dan intuisi Keberanian Takut gagal mengambil resiko 9
  • 10.
    Blok Konseptual • Penghambat mental yang Blok Konseptual membatasi kita dalam mendefenisikan masalah • Membatasi alternatif solusi pemikiran yang mungkin relevan 10
  • 11.
    Blok Konseptual Kian banyak pendidikan formal yang Membuat makin dimiliki secara kurangnya kemampuan individu untuk memecahkan permasalahan dengan Kian banyak cara-cara kreatif… pengalaman yang didapatkan dalam pekerjaan 11
  • 12.
    Blok Konseptual Pendidikan formal “jawaban yang benar”, aturan secara analitis, Individu sering atau batas–batas kehilangan menghasilkan… pemikiran kemampuan untuk bereksperimen cara yang dianggap dan Pengalaman dalam tepat untuk melakukan sesuatu…kebiasaan berimprovisasi pekerjaan yang dianggap paling mengajarkan ….. benar 12
  • 13.
    Tipe-tipe Blok Konseptual Berpikir secara vertikal Constancy One thinking language Distinguishing figure from ground Compression Batasan Artificial 13
  • 14.
    Tipe-tipe Blok Konseptual Non-inquisitiveness Complacency Non-thinking 14
  • 15.
    Constancy • Mendefinisikan permasalahan hanya Berpikir dengan satu cara tanpa secara mempertimbangkan pandangan vertikal alternatif • Sebaliknya, pemikir lateral menghasilkan cara pandang permasalahan alternatif dan menciptakan beragam cara untuk mendefinisikan masalah 15
  • 16.
    Constancy • Hanya menggunakan satu bahasa One (misal, hanya menggunakan bahasa thinking language kata-kata/verbal language) untuk mendefinisikan dan menilai permasalahan • Tidak mengindahkan bahasa lain seperti bahasa simbolik (seperti matematika), sensory imagery (smelling), perasaan dan emosi (takut, kebahagiaan), visual imagery (penggambaran mental). 16
  • 17.
    Compression • Gagal menyaring informasi yang Distinguishing figure from tidak berkaitan/tidak relevan ground • Ketidakmampuan untuk membedakan informasi penting dan informasi yang tidak penting, dan untuk meringkas permasalahan secara proporsional. 17
  • 18.
    Compression • Terlalu sempit dalam mendefinisikan Batasan Artificial batasan permasalahan • Orang-orang acap berasumsi sejumlah permasalahan atau solusi alternatif merupakan hal yang diluar batas mereka (atau dianggap tidak masuk akal), sehingga mereka mengabaikannya. 18
  • 19.
    Complacency • Enggan dan tidak terlatih untuk Non- inquisitiveness mengajukan pertanyaan • Kadang-kadang tidak mampu mengatasi permasalahan karena malas mengajukan pertanyaan, atau tidak aktif menggali data dan informasi. 19
  • 20.
    Complacency • Kecenderungan untuk menghindari Non- thinking pekerjaan secara mental. • Tidak pernah menyediakan waktu untuk “berpikir”. Bepikir bukan dianggap sebagai sebuah aktivitas (pekerjaan). • Kegiatan “berpikir” disamakan dengan sekedar melamun. 20
  • 21.
  • 22.
    Tiga Komponen Kreativitas Kreativitas Creative Keahlian Thinking Skills Motivasi 22
  • 23.
    Tiga Komponen Kreativitas Keahlian berarti adanya kompetensi atau kecakapan, Keahlian pengetahuan dan ketrampilan Motivasi – terutama yang digerakkan Motivasi oleh inner motivation – ternyata amat mendorong proses berpikir kreatif 23
  • 24.
    Tiga Komponen Kreativitas Kreativitas akan muncul jika Creative memang kita dibekali dengan thinking creative thinking skills yang skills memadai 24
  • 25.
    The Paradoxical Characteristicsof Creative Groups Beginner’s Mind Experience Freedom Discipline Play Professionalism Improvisation Planning 25
  • 26.
    Myths about Creativity 1. The smarter you are, the more creative you are 2. The young are more creative than the old 3. Creativity is reserved for the few – the flamboyant risk takers 4. Creativity is a solitary act 5. You can’t manage creativity 26
  • 27.
    Methods to DefineProblem Creatively 27
  • 28.
    Metode untuk MendefinisikanPermasalahan Metode Kipling Metode untuk Mendefinisikan Problem Statement Permasalahan Metode Challenge 28
  • 29.
    Metode Kipling • Rudyard Kipling menggunakan Metode Kipling seperangkat pertanyaan (5W + 1H) untuk membantu memicu pemikiran dan mengatasi permasalahan • 5 W + 1 H = What, Where, When, Why, Who, dan How 29
  • 30.
    Metode Kipling • Deretan pertanyaan yang layak diajukan : Metode Kipling • Apa masalahnya? Dimana terjadinya? Kapan terjadinya? Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana anda dapat mengatasi masalah ini? Siapa yang anda perlukan untuk dilibatkan? Kapan anda akan mengetahui bahwa anda dapat mengatasi masalah ini? 30
  • 31.
    Metode Kipling • Metode Kipling membantu kita untuk Metode Kipling memetakan sebuah masalah secara lebih komprehensif dan menyusun solusi dengan lebih kreatif 31
  • 32.
    Problem Statement • Problem Statement adalah memulai cara Problem memecahkan persoalan dengan Statement mendefinisikan masalah terlebih dahulu secara AKURAT. • Diskusikan apa MASALAH sebenarnya? Temukan poin kesepakatan dan diskusikan titik perbedaan dalam mendefenisikan masalah. 32
  • 33.
    Problem Statement • Cara kita menyatakan permasalahan Problem secara benar merupakan setengah dari Statement solusi. • Jika kita mendefinisikan problem statement dengan baik, penyusunan SOLUSI yang kreatif akan menjadi lebih mudah 33
  • 34.
    Metode Challenge • Metode ini intinya adalah mendorong kita Metode Challenge untuk “menantang (challenge)” segenap pra konsepsi, asumsi dan pikiran kita mengenai sebuah masalah • Asumsi mengenai “Tidak Mungkin” atau “Tidak Bisa Dilakukan” atau “Batasan Berpikir” dicoba untuk didobrak dan di- challenge. 34
  • 35.
    Metode Challenge • Beberapa contoh asumsi/konsepsi yang Metode Challenge mungkin bisa di-challenge: • Apakah mobil harus selalu berjalan di darat? • Apakah bekerja harus selalu di kantor? • Apakah menelpon HP tidak bisa gratis selamanya? 35
  • 36.
    Metode untuk Menciptakan Pemikiran Kreatif 36
  • 37.
    Metode untuk MenciptakanPemikiran Kreatif Attribute Listing Metode untuk Menciptakan Brainstorming Kreativitas Visioning 37
  • 38.
    Attribute Listing • Gunakan Attribute Listing apabila anda Attribute mendapati situasi yang dapat di- Listing breakdown menjadi serangkaian atribut • Metode ini bersifat rasional dan cocok untuk orang-orang yang menyukai pendekatan analitis. 38
  • 39.
    Attribute Listing • Uraikan isu atau masalah yang tengah Attribute didiskusikan kedalam sebanyak Listing mungkin atribut • Kita bisa juga memetakan masalah dalam sejumlah kategori utama, dan kemudian mem-breakdown setiap kategori itu ke dalam sejumlah atribut. 39
  • 40.
    Attribute Listing • Untuk setiap atribut tanyakan ‘apa yang Attribute diberikannya?’ Gali nilai atau value dari Listing setiap atribut. • Terdapat kemungkinan sebuah atribut memberikan value yang positif ataupun bersifat negatif. • Tugas kita adalah mengeksplorasi setiap value dalam atribut, memodifikasinya, dan menemukan value terbaik dalam setiap atribut. 40
  • 41.
    Attribute Listing • Attribute Listing bekerja sebagai Attribute pendekatan dekomposisional, Listing memecahkan permasalahan menjadi bagian yang lebih kecil yang dapat diuji secara lebih detil. • Dengan memecahnya menjadi serangkaian atribut, kita dapat menemukan cara baru untuk menjadi lebih kreatif. 41
  • 42.
    Brainstorming • Brainstorming mungkin merupakan Brain- sarana kreativitas yang paling banyak storming dikenal. • Esensi dari teknik ini adalah meminta setiap anggota kelompok untuk secara bebas memberikan opini/pendapat tentang solusi kreatif yang hendak dirumuskan. • Durasinya bisa berlangsung selama 30 – 60 menit. 42
  • 43.
    Brainstorming • Brainstorming Rules : Brain- storming • Setiap anggota diminta memberikan pendapat/opini secara bebas • Semakin banyak ide yang dikeluarkan, semakin bagus • Setiap ide harus dikeluarkan, tidak perlu di-filter, betapapun radikalnya ide tersebut • Combine and improve 43
  • 44.
    Visioning • Visioning pada dasarnya adalah Visioning membayangkan masa depan yang brilian dan inovatif. Berpikir secara imajinatif mengenai apa yang Anda ingin raih di masa mendatang. 44
  • 45.
    Visioning • Ketika mengimajinasikan gambaran Visioning masa depan, gunakan kata-kata yang dinamis dan penuh perasaan. • Gunakan pula kata-kata “present tense” (is/are) bukan “future tense” (will). Ungkapan dalam bentuk present tense akan membuat gambaran imajinasi itu menjadi terasa lebih “dekat”. 45
  • 46.
    Visioning • Visioning terlaksana karena kita Visioning adalah spesies yang penuh daya khayal/imajinatif, dan sangat termotivasi dengan apa yang kita rasakan sebagai kemungkinan masa depan. 46
  • 47.
  • 48.
    Karakteristik Organisasi yang MendukungKreativitas dan Inovasi Keberanian Karyawan mengambil resiko memiliki akses Inovator diberi didorong oleh terhadap beragam penghargaan oleh top sumber manajemen pengetahuan Mendorong Pemikiran yang munculnya Informasi baik dan inovatif pemikiran baru mengalir dengan didukung penuh dan cara baru bebas oleh top dalam melakukan manajemen sesuatu 48
  • 49.
    Creating a CreativeClimate Motivation Challenge Fun Freedom Time Empowerment Support 49
  • 50.
    Creating a CreativeClimate Debate Dynamism Energy and Dialog Experimentation Trust Openness Risk 50
  • 51.
  • 52.
    Bacaan yang Direkomendasikan: 1. David A. Whetten and Kim S. Cameron, Developing Management Skills, Harpers Collins Publisher 2. Floyd Hurt, Rousing Creativity, Crisp Publication 3. Carol K. Goman, Creativity in Business, Crisp Publication 52