1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Sumber: www005.upp.so-net.ne.jp 
Evolusi
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
EVOLUSI 
Teori-Teori 
Evolusi 
Mekanisme 
Evolusi 
Bukti-Bukti 
Terjadinya Evolusi 
meliputi 
Spesiasi 
Asal-Usul 
Kehidupan 
Kecenderungan Baru 
Teori Evolusi 
Teori Sebelum 
Charles Darwin 
Teori 
Charles Darwin 
Seleksi 
Alam 
Mutasi 
Gen 
Mekanisme 
Pengisolasian 
Poliploidi 
Mutasi dan 
Seleksi Alam 
Evolusi Kimia 
Evolusi Biologi 
Fosil 
Perbandingan 
Embriologi 
Perbandingan 
Anatomi 
Alat-Alat Tubuh 
yang Tersisa 
Perbandingan 
Biokimia 
Domestikasi atau 
Seleksi Buatan 
terdiri atas 
antara lain 
meliputi 
di sebabkan 
oleh 
dibedakan 
menjadi
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
EVOLUSI 
A. Teori-Teori Evolusi 
B. Bukti-Bukti Terjadinya Evolusi 
C. Mekanisme Evolusi 
D. Spesiasi 
E. Asal-Usul Kehidupan 
F. Kecenderungan Baru Teori Evolusi
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
A. Teori-Teori Evolusi 
Evolusi evolvere = membuka gulungan 
Proses perubahan 
struktur makhluk hidup dari 
bentuk yang sederhana 
menjadi bentuk yang lebih 
kompleks dan berlangsung 
dari generasi ke generasi 
dalam jangka waktu yang 
sangat lama. 
Teori Evolusi 
Sebelum Charles Darwin 
Menurut Charles Darwin
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
1. Teori Evolusi Sebelum Charles Darwin 
 Peneliti tentang makhluk hidup 
 Menyusun makhluk hidup berdasarkan 
pertambahan bentuk kekompleksannya. 
 Spesies memiliki bentuk yang tetap dan 
tidak mengalami perubahan. 
 Mengemukakan teori penciptaan 
khusus. 
 Kekompleksan makhluk hidup merupa-kan 
bukti kerja Sang Pencipta (Natural 
Theology). 
 Semua jenis makhluk hidup di bumi 
muncul bersama-sama pada suatu waktu 
dan tetap tidak berubah sejak mereka 
diciptakan oleh Tuhan. 
Aristoteles (384–322 SM) 
William Paley (1743–1805)
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
 Penulis buku Natural History. 
 Makhluk hidup berubah sepanjang waktu. 
 Perubahan mungkin terjadi pada organ yang 
tidak digunakan dan mengalami degenerasi. 
 Evolusi terjadi pada semua makhluk hidup 
(evolusi organik) termasuk manusia. 
 Penulis buku Zoonomia: or The Laws of 
Organic Life. 
 Organisme mikroskopis muncul secara spontan 
dari bahan-bahan tidak hidup yang kemudian 
berevolusi menjadi bentuk-bentuk yang lebih 
kompleks. 
 Mengemukakan teori evolusi use and disuse. 
 Jerapah  leher panjang akibat peregangan yang 
bertahun-tahun  perubahan diwariskan pada 
keturunan  makhluk yang sesuai akan 
bertahan. 
George Louis Leclerc 
(1707–1788) 
Erasmus Darwin 
(1731–1802) 
Jean Baptiste de 
Monet de Lamarck 
(1744–1829)
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
 Mengemukakan teori katastrofisme. 
 Terjadi bencana alam (katastrofi) yang tiba-tiba 
yang menyebabkan tumbuhan dan hewan di 
tempat itu mati. 
 Masuk bentuk kehidupan baru dari daerah lain. 
 Akibatnya, terjadi perubahan spesies yang tiba-tiba. 
 Penulis buku “Principal of Geology” 
 Mengemukakan teori uniformitarianisme. 
 Bumi mengalami perubahan-perubahan yang 
progresif dan lebih lambat. 
 Perubahan terjadi akibat kekuatan alami yang 
telah mengubah bumi pada masa lampau. 
George Cuvier 
(1769–1832) 
Charles Lyell 
(1797–1875)
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2. Teori Evolusi Charles Darwin 
Tahun 1831  ikut dalam pelayaran keliling 
bersama kapal HMS Beagle  menyelidiki 
pantai Amerika Selatan dan Kepulauan Pasifik 
 3 tahun  Kepulauan Galapagos  
terdiri atas beberapa pulau dengan kondisi 
lingkungan yang berbeda  spesies-spesies 
yang tidak ditemukan di tempat lain di bumi 
 mirip dengan yang ada di Amerika Selatan 
Charles Darwin  mempelajari kehidupan liar 
yang ada pada tiap pulau di Kepulauan 
Galapagos  13 spesies burung finch  
banyak kemiripan dengan spesies yang ada di 
Amerika Selatan  beda bentuk paruhnya  
karena perbedaan makanan  berasal dari 
satu spesies moyang yang ada di Amerika 
Selatan yang menyebar ke Galapagos  
adaptasi dengan kondisi lingkungan  
radiasi adaptif  seleksi alam  The origin 
of species. 
Charles Darwin (1809–1882)
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Pokok-Pokok Pikiran Darwin dalam 
Buku ”The Origin of Species” 
Bentuk kehidupan tidak bersifat tetap, tetapi 
mengalami perubahan secara bertahap dan terus-menerus. 
Spesies yang ada sekarang merupakan hasil 
evolusi dari spesies terdahulu. 
Spesies yang berkerabat dekat berevolusi dari 
moyang yang sama. 
Seleksi alam merupakan mekanisme untuk terja-dinya 
evolusi.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
B. Bukti-Bukti Terjadinya Evolusi 
1. Fosil 
Tubuh, bagian tubuh, 
jejak, atau sisa-sisa 
makhluk hidup yang 
terawetkan 
Cara: terawetkan dalam 
batuan sedimen, dalam 
es, atau getah lengket 
yang dihasilkan pohon 
tertentu (pinus) 
Terbentuk dari bagian 
terkeras dari makhluk 
hidup 
Bagian yang menjadi 
fosil: eksoskeleton, 
endoskeleton, gigi 
hewan, kayu, biji, dan 
spora atau serbuk sari 
Contoh: fosil ikan 
merah 
Fosil ikan merah
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Catatan fosil 
terbaik 
Fosil evolusi 
kuda
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2. Perbandingan Anatomi 
Meliputi proses membandingkan struktur tubuh pada 
hewan-hewan yang berbeda 
Pada hewan-hewan yang berbeda terdapat struktur organ 
yang serupa 
NENEK MOYANG YANG 
SAMA 
Contoh: Struktur tungkai 
depan Vertebrata
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Struktur rangka tungkai depan lima jenis Vertebrata 
1. Tangan manusia 
2. Kaki depan kadal 
3. Sayap burung 
4. Sirip depan paus 
5. Sayap kelelawar
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Evolusi Struktur Tungkai 
Vertebrata 
Fungsi 
berbeda 
Menggenggam, 
terbang, berlari, 
berenang 
Susunan serta 
jumlah tulang sama 
Bentuk dasar 
sama, fungsi 
berbeda 
HOMOLOGI 
Kaki depan 
mamalia dan 
sirip depan ikan 
EVOLUSI 
DIVERGEN 
Menghasilkan 
beberapa spesies 
dengan anatomi 
sama
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Bentuk dasar 
berbeda 
Fungsi yang sama 
ANALOGI 
Sayap burung 
dengan sayap 
kupu-kupu 
EVOLUSI 
KONVERGEN 
Beberapa spesies berbeda yang 
menempati lingkungan sama dan 
akhirnya memiliki organ-organ tubuh 
yang sama fungsinya, meskipun secara 
anatomi (bentuk dasar) berbeda.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Evolusi Konvergen 
Hiu 
Lumba-lumba 
Penguin
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
3. Perbandingan Embriologi 
Studi 
embriologi 
terhadap 
Vertebrata 
Kemiripan pada 
tahap-tahap 
awal 
perkembangan 
embrio 
Zigot 
Morula 
Blastula 
Gastrula 
Diferensiasi 
jaringan 
Kesamaan 
Notokord, ekor, 
kantong insang 
(faringeal)
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Perbandingan Embrio-Embrio Vertebrata 
Embrio Perkembangan Embrio 
Ikan 
Salamander 
Kura-kura 
Ayam 
Kelinci 
Manusia
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Perkembangan 
Makhluk Hidup 
Zigot sampai dewasa 
Sederhana sampai 
kompleks 
ONTOGENI FILOGENI 
Pada perkembangan dari zigot ke dewasa 
selalu terjadi filogeni, makhluk hidup yang 
bereproduksi seksual selalu terjadi ontogeni 
Ontogenimerupakan 
pengulangan singkat filogeni 
Ernst 
Haeckel 
(1834-1919)
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
4. Perbandingan Biokimia 
Bukti evolusioner 
yang paling kuat 
Cara menentukan 
kekerabatan 
Membandingkan 
DNA 
Teknik hibridisasi 
DNA 
Mencari 
persamaan jumlah 
urutan asam 
amino dan protein 
yang penting
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Evolusi Primata berdasarkan teknik 
hibridisasi (persilangan) DNA 
Monyet Purba 
Gibon 
Orang Utan 
Gorila 
Simpanse 
Manusia 
Nenek Moyang
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
5. Alat Tubuh yang Tersisa (Organ Vestigial) 
Struktur/organ-organ yang tampaknya tidak memiliki fungsi yang 
berguna 
Tulang pelvis dan ekor pada ular, mata pada salamander, kuku jari pada 
sirip sapi laut, tulang pelvis pada paus 
Tulang ekor manusia  homolog dengan tulang ekor Primata lainnya 
Organisme yang memiliki organ vestigial diduga memiliki nenek 
moyang sama dengan organisme yang memiliki organ homolog secara 
fungsional 
Bukti evolusi
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Tulang pelvis dan femur paus merupakan 
contoh organ-organ vestigial
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
6. Domestikasi (Seleksi Buatan) 
Domestikasi merupakan proses pembudidayaan 
makhluk hidup 
Menciptakan varietas-varietas yang memiliki 
sedikit kemiripan ciri-ciri eksternal dengan 
spesies liar moyangnya 
Menghasilkan perubahan-perubahan dalam 
waktu singkat 
Charles Darwin  The origin of species 
Suatu spesies mampu berevolusi menjadi spesies lain 
karena perubahan secara bertahap dan seleksi alam
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Semua burung dara hasil domestikasi berasal dari spesies 
moyang, yaitu burung dara karang (Columba livia)
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
C. Mekanisme Evolusi 
1. Seleksi Alam 
Beberapa kondisi yang diduga 
Darwin diperlukan untuk 
terjadinya evolusi melalui seleksi 
alam 
Semua organisme bereproduksi, tetapi hanya 
sedikit yang mampu bertahan hidup hingga 
dewasa dan bereproduksi 
Variasi-variasi yang terdapat pada orangtua 
sebagian besar diwariskan kepada keturunannya 
Di antara anggota-anggota spesies terdapat 
kompetisi dalam hal makanan, pasangan, dan 
wilayah kekuasaan 
Individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan 
lebih dapat bertahan hidup untuk mencapai 
kematangan reproduksi
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Contoh klasik seleksi alam 
Ngengat Biston betularia 
Warna terang Warna gelap 
Sebelum revolusi industri (1850), 
ngengat terang > ngengat gelap, 
setelah revolusi industri 
ngengat gelap > ngengat terang 
Asap industri 
Membunuh 
lumut kerak 
Menghitamkan 
batang pohon 
Ngengat gelap 
sulit terlihat 
Bertahan dan 
bereproduksi 
Predator = tekanan 
seleksi 
Ngengat terang 
terseleksi alam
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Seleksi alam terhadap ngengat B. betularia 
Biston betularia yang hinggap pada batang 
pohon yang tidak terpolusi 
Biston betularia yang hinggap pada 
batang pohon yang terpolusi
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Tekanan Seleksi????? 
Faktor yang menyebabkan terjadinya 
seleksi dalam suatu populasi melalui 
penggunaan ketahanan lingkungan 
Kompetisi (makanan, wilayah kekuasaan, 
dan pasangan), predasi, cahaya, udara, 
atau air yang terbatas, variasi suhu, 
penyakit, pengaruh manusia (antibiotik, 
pestisida), serta polusi 
Menyebabkan tekanan seleksi pada 
populasi 
Organisme yang mampu beradaptasi 
BERTAHA 
N
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2. Mutasi Gen 
Perubahan susunan gen (DNA) 
Menyebabkan perubahan sifat-sifat organisme 
yang mengalaminya 
Perubahan diwariskan kepada keturunannya 
Variasi yang muncul akibat mutasi gen membuka 
peluang terjadinya evolusi 
Angka laju mutasi = banyaknya gen yang 
mengalami mutasi dari seluruh gamet yang 
dihasilkan oleh individu tersebut 
Angka laju mutasi sangat kecil, tetapi memiliki 
arti yang sangat penting 
Alasannya: 
a) Jumlah gamet yang dihasilkan individu sangat besar 
b) Jumlah gen dalam satu gamet sangat banyak 
c) Jumlah individu dalam satu spesies sangat banyak
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Dikemukakan oleh ahli matematika Inggris Godfrey Harold Hardy dan 
dokter Jerman Wilhelm Weinberg pada 1908 
Perubahan secara evolusi hanya terjadi apabila ada sesuatu yang 
mengganggu keseimbangan genetik 
Hukum Hardy-Weinberg: dalam kondisi tertentu yang stabil frekuensi 
gen (alel) dan genotipe selalu tetap atau konstan dari generasi ke 
generasi. 
Populasi harus cukup besar sehingga tidak memberi 
peluang bagi perubahan frekuensi gen 
Perkawinan antara genotipe yang satu dan genotipe 
yang lain terjadi secara acak 
Tidak terjadi mutasi 
Tidak terjadi seleksi 
Tidak terjadi migrasi, baik masuk maupun keluar
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Hukum Hardy-Weinberg 
Menghitung frekuensi alel dan genotipe dalam suatu populasi 
Misal dalam suatu populasi: alel A (dominan) menyebabkan pigmentasi kulit, 
alel a (resesif) menyebabkan albino 
Kemungkinan genotipe : AA (homozigot dominan), Aa (heterozigot), dan aa 
(homozigot resesif) 
Berbaur cukup lama, tidak terjadi migrasi besar-besaran, tidak terjadi mutasi  
frekuensi gen akan selalu tetap dari generasi ke generasi  PERIMBANGAN 
ALEL/PANMIKSIS  presentase masing-masing alel tetap dan jumlahnya 100% 
Misal: 
p  frekuensi alel A (dominan), q  frekuensi alel a (resesif) 
p + q = 1 (100%) 
dengan p = 1 – q atau q = 1 – p
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
D. Spesiasi 
Pembentukan dua atau lebih spesies dari spesies 
yang telah ada atau telah punah. 
Puncak dari proses evolusi 
Spesies yang terbentuk berbeda dengan spesies moyangnya 
Spesies  anggota populasi yang mengadakan 
pertukaran gen atau melakukan perkawinan secara alami 
(interbreeding) untuk menghasilkan keturunan yang fertil. 
Memiliki lungkang gen (gene pool) yang sama dan dengan 
aliran gen (gene flow) yang bebas di antara organisme-organismenya. 
Aliran gen  pertukaran alela di dalam dan di antara 
populasi-populasi. 
Disebabkan oleh: mekanisme pengisolasian, mutasi dan 
seleksi alam, serta poliploidi (pada tumbuhan).
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
1. Mekanisme Pengisolasian 
Beberapa macam penghalang yang secara efektif 
mencegah terjadinya pertukaran gen antarpopulasi 
Terjadi ketika suatu populasi terisolasi dari sekumpulan 
populasi utama dan lungkang gen dalam populasi 
tersebut terisolasi selama ratusan atau ribuan tahun 
Memakan waktu yang sangat lama 
Spesiasi Alopatrik Spesiasi Simpatrik 
Berhubungan dengan 
isolasi geografis yang 
disebabkan 
penghalang geografis 
Terjadi di antara 
dua kelompok dalam 
lingkungan yang 
sama
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Spesiasi Alopatrik 
Isolasi dan 
penghalang geografis 
Mencegah penyebaran alela dari 
satu populasi ke populasi lain 
Tidak terjadi aliran dan 
pertukaran gen 
Memiliki lungkang gen 
terpisah 
Populasi terisolasi 
secara reproduksi 
Waktu 
+ 
Perbedaan spesies di antara kedua 
kelompok dalam suatu populasi 
Spesiasi pada laba-laba, spesiasi burung finch 
Darwin, dan spesiasi ikan Tilapia
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Spesiasi Simpatrik 
Dapat terjadi melalui beberapa cara 
Suatu anggota populasi nokturnal, anggota 
populasi lainnya diurnal  tidak dapat 
bereproduksi  spesiasi 
Anggota-anggota populasi menempati 
relung atau habitat berbeda  spesiasi 
Akibat perbedaan masa aktif reproduktif 
dari anggota-anggota populasi 
Dihambat oleh letak atau struktur alat 
kelamin yang tidak sesuai dengan 
pasangannya 
Ketidaksesuaian fisiologis gamet 
mencegah terbentuknya hibrid 
Isolasi Tingkah 
Laku 
Isolasi Ekologis 
Isolasi Musiman 
Isolasi Mekanis 
Isolasi Gamet 
Isolasi Hibrid 
Zigot hibrid yang terbentuk gagal 
mengalami kematangan reproduksi  
Pascazigotik 
Prazigotik
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2. Mutasi dan Seleksi Alam 
Mutasi pada 
populasi 
Alela 
baru 
Seleksi 
alam 
Memungkinkan 
adaptasi dengan 
kondisi setempat 
Dua populasi 
makin berbeda 
secara genetik 
Tidak terjadi 
perkawinan 
Spesies baru SPESIASI
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
3. Poliploidi 
Individu/spesies dengan jumlah kromosom lebih 
dari dua kali jumlah kromosom haploid 
Umumnya terjadi pada tumbuhan dan terjadi 
secara mendadak 
Contoh 
Bunga Oenothera lamarckiana, normal: 14 kromosom, 
akibat gagal berpisah  keturunan memiliki 
kromosom dua kali lipat  ciri berbeda dengan 
induknya  Oenothera gigas . 
O. lamarckiana >< O. gigas  Individu triploid 
mandul.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
1. Evolusi Kimia 
Tokoh: A.J. Oparin, J. B. S Haldane, dan Stanley Miller 
Reaksi spontan  menghasilkan makromolekul kompleks dari 
bahan-bahan anorganik sederhana  terjadi secara bertahap 
Tahap 1. Terbentuk 
secara spontan molekul 
organik kecil yang 
terakumulasi 
Tahap 2. Makromolekul 
(misal: protein) terbentuk 
dari gabungan molekul kecil 
Interaksi antar-makromolekul 
Terbentuk kumpulan 
yang lebih kompleks 
dan rumit 
Metabolisme dan 
replikasi 
Sel yang pertama
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Percobaan Stanley Miller 
Alat percobaan Stanley Miller 
Skema Percobaan Stanley Miller
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2. Evolusi Biologi 
Oparin  dalam jangka waktu lama  akumulasi molekul 
organik di laut  molekul organik kecil (monomer) 
bergabung menjadi molekul yang lebih besar (polimer)  
polimer bergabung dengan air  sop purba  membentuk 
masa yang lebih besar  tetesan yang diselimuti selaput air 
Sidney Fox  protein + air dingin  proteinoid mikrosfere 
Proteinoid mikrosfer
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Tetesan dari ”sop purba”  mengawali munculnya sel primitif  
protobion  proto = pertama  bion = bentuk kehidupan  bukti 
molekul tak hidup dapat berkembang menjadi molekul hidup 
Tahap-tahap perubahan dari benda tak hidup menjadi bentuk kehidupan 
 evolusi biologi 
Sel yang pertama berkembang  prokariota  ditemukannya fosil 
mikroskopis sel prokariota berlimpah  stromatolit 
stromatolit
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
F. Kecenderungan Teori Evolusi 
Teori 
Penciptaan 
Makhluk hidup diciptakan secara periodik pada masa-masa tertentu 
Kelemahan mendasar teori evolusi Darwin menurut penganut teori 
penciptaan 
Tidak dapat menje-laskan 
bagaimana 
kehidupan di bumi 
bermula 
Tidak ada temuan 
ilmiah yang menje-laskan 
mekanisme 
evolusi 
Adanya catatan fo-sil 
yang berlawan-an 
dari apa yang 
dikemukakan teori 
evolusi

Buku xii bab 6 (Evolusi)

  • 1.
    1 2 3 4 5 6 7 Sumber: www005.upp.so-net.ne.jp Evolusi
  • 2.
    1 2 3 4 5 6 7 EVOLUSI Teori-Teori Evolusi Mekanisme Evolusi Bukti-Bukti Terjadinya Evolusi meliputi Spesiasi Asal-Usul Kehidupan Kecenderungan Baru Teori Evolusi Teori Sebelum Charles Darwin Teori Charles Darwin Seleksi Alam Mutasi Gen Mekanisme Pengisolasian Poliploidi Mutasi dan Seleksi Alam Evolusi Kimia Evolusi Biologi Fosil Perbandingan Embriologi Perbandingan Anatomi Alat-Alat Tubuh yang Tersisa Perbandingan Biokimia Domestikasi atau Seleksi Buatan terdiri atas antara lain meliputi di sebabkan oleh dibedakan menjadi
  • 3.
    1 2 3 4 5 6 7 EVOLUSI A. Teori-Teori Evolusi B. Bukti-Bukti Terjadinya Evolusi C. Mekanisme Evolusi D. Spesiasi E. Asal-Usul Kehidupan F. Kecenderungan Baru Teori Evolusi
  • 4.
    1 2 3 4 5 6 7 A. Teori-Teori Evolusi Evolusi evolvere = membuka gulungan Proses perubahan struktur makhluk hidup dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks dan berlangsung dari generasi ke generasi dalam jangka waktu yang sangat lama. Teori Evolusi Sebelum Charles Darwin Menurut Charles Darwin
  • 5.
    1 2 3 4 5 6 7 1. Teori Evolusi Sebelum Charles Darwin  Peneliti tentang makhluk hidup  Menyusun makhluk hidup berdasarkan pertambahan bentuk kekompleksannya.  Spesies memiliki bentuk yang tetap dan tidak mengalami perubahan.  Mengemukakan teori penciptaan khusus.  Kekompleksan makhluk hidup merupa-kan bukti kerja Sang Pencipta (Natural Theology).  Semua jenis makhluk hidup di bumi muncul bersama-sama pada suatu waktu dan tetap tidak berubah sejak mereka diciptakan oleh Tuhan. Aristoteles (384–322 SM) William Paley (1743–1805)
  • 6.
    1 2 3 4 5 6 7  Penulis buku Natural History.  Makhluk hidup berubah sepanjang waktu.  Perubahan mungkin terjadi pada organ yang tidak digunakan dan mengalami degenerasi.  Evolusi terjadi pada semua makhluk hidup (evolusi organik) termasuk manusia.  Penulis buku Zoonomia: or The Laws of Organic Life.  Organisme mikroskopis muncul secara spontan dari bahan-bahan tidak hidup yang kemudian berevolusi menjadi bentuk-bentuk yang lebih kompleks.  Mengemukakan teori evolusi use and disuse.  Jerapah  leher panjang akibat peregangan yang bertahun-tahun  perubahan diwariskan pada keturunan  makhluk yang sesuai akan bertahan. George Louis Leclerc (1707–1788) Erasmus Darwin (1731–1802) Jean Baptiste de Monet de Lamarck (1744–1829)
  • 7.
    1 2 3 4 5 6 7  Mengemukakan teori katastrofisme.  Terjadi bencana alam (katastrofi) yang tiba-tiba yang menyebabkan tumbuhan dan hewan di tempat itu mati.  Masuk bentuk kehidupan baru dari daerah lain.  Akibatnya, terjadi perubahan spesies yang tiba-tiba.  Penulis buku “Principal of Geology”  Mengemukakan teori uniformitarianisme.  Bumi mengalami perubahan-perubahan yang progresif dan lebih lambat.  Perubahan terjadi akibat kekuatan alami yang telah mengubah bumi pada masa lampau. George Cuvier (1769–1832) Charles Lyell (1797–1875)
  • 8.
    1 2 3 4 5 6 7 2. Teori Evolusi Charles Darwin Tahun 1831  ikut dalam pelayaran keliling bersama kapal HMS Beagle  menyelidiki pantai Amerika Selatan dan Kepulauan Pasifik  3 tahun  Kepulauan Galapagos  terdiri atas beberapa pulau dengan kondisi lingkungan yang berbeda  spesies-spesies yang tidak ditemukan di tempat lain di bumi  mirip dengan yang ada di Amerika Selatan Charles Darwin  mempelajari kehidupan liar yang ada pada tiap pulau di Kepulauan Galapagos  13 spesies burung finch  banyak kemiripan dengan spesies yang ada di Amerika Selatan  beda bentuk paruhnya  karena perbedaan makanan  berasal dari satu spesies moyang yang ada di Amerika Selatan yang menyebar ke Galapagos  adaptasi dengan kondisi lingkungan  radiasi adaptif  seleksi alam  The origin of species. Charles Darwin (1809–1882)
  • 9.
    1 2 3 4 5 6 7 Pokok-Pokok Pikiran Darwin dalam Buku ”The Origin of Species” Bentuk kehidupan tidak bersifat tetap, tetapi mengalami perubahan secara bertahap dan terus-menerus. Spesies yang ada sekarang merupakan hasil evolusi dari spesies terdahulu. Spesies yang berkerabat dekat berevolusi dari moyang yang sama. Seleksi alam merupakan mekanisme untuk terja-dinya evolusi.
  • 10.
    1 2 3 4 5 6 7 B. Bukti-Bukti Terjadinya Evolusi 1. Fosil Tubuh, bagian tubuh, jejak, atau sisa-sisa makhluk hidup yang terawetkan Cara: terawetkan dalam batuan sedimen, dalam es, atau getah lengket yang dihasilkan pohon tertentu (pinus) Terbentuk dari bagian terkeras dari makhluk hidup Bagian yang menjadi fosil: eksoskeleton, endoskeleton, gigi hewan, kayu, biji, dan spora atau serbuk sari Contoh: fosil ikan merah Fosil ikan merah
  • 11.
    1 2 3 4 5 6 7 Catatan fosil terbaik Fosil evolusi kuda
  • 12.
    1 2 3 4 5 6 7 2. Perbandingan Anatomi Meliputi proses membandingkan struktur tubuh pada hewan-hewan yang berbeda Pada hewan-hewan yang berbeda terdapat struktur organ yang serupa NENEK MOYANG YANG SAMA Contoh: Struktur tungkai depan Vertebrata
  • 13.
    1 2 3 4 5 6 7 Struktur rangka tungkai depan lima jenis Vertebrata 1. Tangan manusia 2. Kaki depan kadal 3. Sayap burung 4. Sirip depan paus 5. Sayap kelelawar
  • 14.
    1 2 3 4 5 6 7 Evolusi Struktur Tungkai Vertebrata Fungsi berbeda Menggenggam, terbang, berlari, berenang Susunan serta jumlah tulang sama Bentuk dasar sama, fungsi berbeda HOMOLOGI Kaki depan mamalia dan sirip depan ikan EVOLUSI DIVERGEN Menghasilkan beberapa spesies dengan anatomi sama
  • 15.
    1 2 3 4 5 6 7 Bentuk dasar berbeda Fungsi yang sama ANALOGI Sayap burung dengan sayap kupu-kupu EVOLUSI KONVERGEN Beberapa spesies berbeda yang menempati lingkungan sama dan akhirnya memiliki organ-organ tubuh yang sama fungsinya, meskipun secara anatomi (bentuk dasar) berbeda.
  • 16.
    1 2 3 4 5 6 7 Evolusi Konvergen Hiu Lumba-lumba Penguin
  • 17.
    1 2 3 4 5 6 7 3. Perbandingan Embriologi Studi embriologi terhadap Vertebrata Kemiripan pada tahap-tahap awal perkembangan embrio Zigot Morula Blastula Gastrula Diferensiasi jaringan Kesamaan Notokord, ekor, kantong insang (faringeal)
  • 18.
    1 2 3 4 5 6 7 Perbandingan Embrio-Embrio Vertebrata Embrio Perkembangan Embrio Ikan Salamander Kura-kura Ayam Kelinci Manusia
  • 19.
    1 2 3 4 5 6 7 Perkembangan Makhluk Hidup Zigot sampai dewasa Sederhana sampai kompleks ONTOGENI FILOGENI Pada perkembangan dari zigot ke dewasa selalu terjadi filogeni, makhluk hidup yang bereproduksi seksual selalu terjadi ontogeni Ontogenimerupakan pengulangan singkat filogeni Ernst Haeckel (1834-1919)
  • 20.
    1 2 3 4 5 6 7 4. Perbandingan Biokimia Bukti evolusioner yang paling kuat Cara menentukan kekerabatan Membandingkan DNA Teknik hibridisasi DNA Mencari persamaan jumlah urutan asam amino dan protein yang penting
  • 21.
    1 2 3 4 5 6 7 Evolusi Primata berdasarkan teknik hibridisasi (persilangan) DNA Monyet Purba Gibon Orang Utan Gorila Simpanse Manusia Nenek Moyang
  • 22.
    1 2 3 4 5 6 7 5. Alat Tubuh yang Tersisa (Organ Vestigial) Struktur/organ-organ yang tampaknya tidak memiliki fungsi yang berguna Tulang pelvis dan ekor pada ular, mata pada salamander, kuku jari pada sirip sapi laut, tulang pelvis pada paus Tulang ekor manusia  homolog dengan tulang ekor Primata lainnya Organisme yang memiliki organ vestigial diduga memiliki nenek moyang sama dengan organisme yang memiliki organ homolog secara fungsional Bukti evolusi
  • 23.
    1 2 3 4 5 6 7 Tulang pelvis dan femur paus merupakan contoh organ-organ vestigial
  • 24.
    1 2 3 4 5 6 7 6. Domestikasi (Seleksi Buatan) Domestikasi merupakan proses pembudidayaan makhluk hidup Menciptakan varietas-varietas yang memiliki sedikit kemiripan ciri-ciri eksternal dengan spesies liar moyangnya Menghasilkan perubahan-perubahan dalam waktu singkat Charles Darwin  The origin of species Suatu spesies mampu berevolusi menjadi spesies lain karena perubahan secara bertahap dan seleksi alam
  • 25.
    1 2 3 4 5 6 7 Semua burung dara hasil domestikasi berasal dari spesies moyang, yaitu burung dara karang (Columba livia)
  • 26.
    1 2 3 4 5 6 7 C. Mekanisme Evolusi 1. Seleksi Alam Beberapa kondisi yang diduga Darwin diperlukan untuk terjadinya evolusi melalui seleksi alam Semua organisme bereproduksi, tetapi hanya sedikit yang mampu bertahan hidup hingga dewasa dan bereproduksi Variasi-variasi yang terdapat pada orangtua sebagian besar diwariskan kepada keturunannya Di antara anggota-anggota spesies terdapat kompetisi dalam hal makanan, pasangan, dan wilayah kekuasaan Individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih dapat bertahan hidup untuk mencapai kematangan reproduksi
  • 27.
    1 2 3 4 5 6 7 Contoh klasik seleksi alam Ngengat Biston betularia Warna terang Warna gelap Sebelum revolusi industri (1850), ngengat terang > ngengat gelap, setelah revolusi industri ngengat gelap > ngengat terang Asap industri Membunuh lumut kerak Menghitamkan batang pohon Ngengat gelap sulit terlihat Bertahan dan bereproduksi Predator = tekanan seleksi Ngengat terang terseleksi alam
  • 28.
    1 2 3 4 5 6 7 Seleksi alam terhadap ngengat B. betularia Biston betularia yang hinggap pada batang pohon yang tidak terpolusi Biston betularia yang hinggap pada batang pohon yang terpolusi
  • 29.
    1 2 3 4 5 6 7 Tekanan Seleksi????? Faktor yang menyebabkan terjadinya seleksi dalam suatu populasi melalui penggunaan ketahanan lingkungan Kompetisi (makanan, wilayah kekuasaan, dan pasangan), predasi, cahaya, udara, atau air yang terbatas, variasi suhu, penyakit, pengaruh manusia (antibiotik, pestisida), serta polusi Menyebabkan tekanan seleksi pada populasi Organisme yang mampu beradaptasi BERTAHA N
  • 30.
    1 2 3 4 5 6 7 2. Mutasi Gen Perubahan susunan gen (DNA) Menyebabkan perubahan sifat-sifat organisme yang mengalaminya Perubahan diwariskan kepada keturunannya Variasi yang muncul akibat mutasi gen membuka peluang terjadinya evolusi Angka laju mutasi = banyaknya gen yang mengalami mutasi dari seluruh gamet yang dihasilkan oleh individu tersebut Angka laju mutasi sangat kecil, tetapi memiliki arti yang sangat penting Alasannya: a) Jumlah gamet yang dihasilkan individu sangat besar b) Jumlah gen dalam satu gamet sangat banyak c) Jumlah individu dalam satu spesies sangat banyak
  • 31.
    1 2 3 4 5 6 7 Dikemukakan oleh ahli matematika Inggris Godfrey Harold Hardy dan dokter Jerman Wilhelm Weinberg pada 1908 Perubahan secara evolusi hanya terjadi apabila ada sesuatu yang mengganggu keseimbangan genetik Hukum Hardy-Weinberg: dalam kondisi tertentu yang stabil frekuensi gen (alel) dan genotipe selalu tetap atau konstan dari generasi ke generasi. Populasi harus cukup besar sehingga tidak memberi peluang bagi perubahan frekuensi gen Perkawinan antara genotipe yang satu dan genotipe yang lain terjadi secara acak Tidak terjadi mutasi Tidak terjadi seleksi Tidak terjadi migrasi, baik masuk maupun keluar
  • 32.
    1 2 3 4 5 6 7 Hukum Hardy-Weinberg Menghitung frekuensi alel dan genotipe dalam suatu populasi Misal dalam suatu populasi: alel A (dominan) menyebabkan pigmentasi kulit, alel a (resesif) menyebabkan albino Kemungkinan genotipe : AA (homozigot dominan), Aa (heterozigot), dan aa (homozigot resesif) Berbaur cukup lama, tidak terjadi migrasi besar-besaran, tidak terjadi mutasi  frekuensi gen akan selalu tetap dari generasi ke generasi  PERIMBANGAN ALEL/PANMIKSIS  presentase masing-masing alel tetap dan jumlahnya 100% Misal: p  frekuensi alel A (dominan), q  frekuensi alel a (resesif) p + q = 1 (100%) dengan p = 1 – q atau q = 1 – p
  • 33.
    1 2 3 4 5 6 7 D. Spesiasi Pembentukan dua atau lebih spesies dari spesies yang telah ada atau telah punah. Puncak dari proses evolusi Spesies yang terbentuk berbeda dengan spesies moyangnya Spesies  anggota populasi yang mengadakan pertukaran gen atau melakukan perkawinan secara alami (interbreeding) untuk menghasilkan keturunan yang fertil. Memiliki lungkang gen (gene pool) yang sama dan dengan aliran gen (gene flow) yang bebas di antara organisme-organismenya. Aliran gen  pertukaran alela di dalam dan di antara populasi-populasi. Disebabkan oleh: mekanisme pengisolasian, mutasi dan seleksi alam, serta poliploidi (pada tumbuhan).
  • 34.
    1 2 3 4 5 6 7 1. Mekanisme Pengisolasian Beberapa macam penghalang yang secara efektif mencegah terjadinya pertukaran gen antarpopulasi Terjadi ketika suatu populasi terisolasi dari sekumpulan populasi utama dan lungkang gen dalam populasi tersebut terisolasi selama ratusan atau ribuan tahun Memakan waktu yang sangat lama Spesiasi Alopatrik Spesiasi Simpatrik Berhubungan dengan isolasi geografis yang disebabkan penghalang geografis Terjadi di antara dua kelompok dalam lingkungan yang sama
  • 35.
    1 2 3 4 5 6 7 Spesiasi Alopatrik Isolasi dan penghalang geografis Mencegah penyebaran alela dari satu populasi ke populasi lain Tidak terjadi aliran dan pertukaran gen Memiliki lungkang gen terpisah Populasi terisolasi secara reproduksi Waktu + Perbedaan spesies di antara kedua kelompok dalam suatu populasi Spesiasi pada laba-laba, spesiasi burung finch Darwin, dan spesiasi ikan Tilapia
  • 36.
    1 2 3 4 5 6 7 Spesiasi Simpatrik Dapat terjadi melalui beberapa cara Suatu anggota populasi nokturnal, anggota populasi lainnya diurnal  tidak dapat bereproduksi  spesiasi Anggota-anggota populasi menempati relung atau habitat berbeda  spesiasi Akibat perbedaan masa aktif reproduktif dari anggota-anggota populasi Dihambat oleh letak atau struktur alat kelamin yang tidak sesuai dengan pasangannya Ketidaksesuaian fisiologis gamet mencegah terbentuknya hibrid Isolasi Tingkah Laku Isolasi Ekologis Isolasi Musiman Isolasi Mekanis Isolasi Gamet Isolasi Hibrid Zigot hibrid yang terbentuk gagal mengalami kematangan reproduksi  Pascazigotik Prazigotik
  • 37.
    1 2 3 4 5 6 7 2. Mutasi dan Seleksi Alam Mutasi pada populasi Alela baru Seleksi alam Memungkinkan adaptasi dengan kondisi setempat Dua populasi makin berbeda secara genetik Tidak terjadi perkawinan Spesies baru SPESIASI
  • 38.
    1 2 3 4 5 6 7 3. Poliploidi Individu/spesies dengan jumlah kromosom lebih dari dua kali jumlah kromosom haploid Umumnya terjadi pada tumbuhan dan terjadi secara mendadak Contoh Bunga Oenothera lamarckiana, normal: 14 kromosom, akibat gagal berpisah  keturunan memiliki kromosom dua kali lipat  ciri berbeda dengan induknya  Oenothera gigas . O. lamarckiana >< O. gigas  Individu triploid mandul.
  • 39.
    1 2 3 4 5 6 7 1. Evolusi Kimia Tokoh: A.J. Oparin, J. B. S Haldane, dan Stanley Miller Reaksi spontan  menghasilkan makromolekul kompleks dari bahan-bahan anorganik sederhana  terjadi secara bertahap Tahap 1. Terbentuk secara spontan molekul organik kecil yang terakumulasi Tahap 2. Makromolekul (misal: protein) terbentuk dari gabungan molekul kecil Interaksi antar-makromolekul Terbentuk kumpulan yang lebih kompleks dan rumit Metabolisme dan replikasi Sel yang pertama
  • 40.
    1 2 3 4 5 6 7 Percobaan Stanley Miller Alat percobaan Stanley Miller Skema Percobaan Stanley Miller
  • 41.
    1 2 3 4 5 6 7 2. Evolusi Biologi Oparin  dalam jangka waktu lama  akumulasi molekul organik di laut  molekul organik kecil (monomer) bergabung menjadi molekul yang lebih besar (polimer)  polimer bergabung dengan air  sop purba  membentuk masa yang lebih besar  tetesan yang diselimuti selaput air Sidney Fox  protein + air dingin  proteinoid mikrosfere Proteinoid mikrosfer
  • 42.
    1 2 3 4 5 6 7 Tetesan dari ”sop purba”  mengawali munculnya sel primitif  protobion  proto = pertama  bion = bentuk kehidupan  bukti molekul tak hidup dapat berkembang menjadi molekul hidup Tahap-tahap perubahan dari benda tak hidup menjadi bentuk kehidupan  evolusi biologi Sel yang pertama berkembang  prokariota  ditemukannya fosil mikroskopis sel prokariota berlimpah  stromatolit stromatolit
  • 43.
    1 2 3 4 5 6 7 F. Kecenderungan Teori Evolusi Teori Penciptaan Makhluk hidup diciptakan secara periodik pada masa-masa tertentu Kelemahan mendasar teori evolusi Darwin menurut penganut teori penciptaan Tidak dapat menje-laskan bagaimana kehidupan di bumi bermula Tidak ada temuan ilmiah yang menje-laskan mekanisme evolusi Adanya catatan fo-sil yang berlawan-an dari apa yang dikemukakan teori evolusi