Pertumbuhan
dan Perkembangan




             dPrayuni/Materi-Biologi
Peta Konsep




              dPrayuni/Materi-Biologi
PENDAHULUAN
• Pertumbuhan adalah
  Proses pertambahan ukuran/volume dan
  jumlah sel secara irreversible (tidak bisa
  dibalik).
• Perkembangan adalah
  Proses menuju kedewasaan dimana
  kematangan fungsi organisme tercapai.


                                       dPrayuni/Materi-Biologi
Pertumbuhan dan
       Perkembangan pada
           Tumbuhan
Meliputi proses :
a. Perkecambahan
b.Pertumbuhan primer
c. Pertumbuhan sekunder




                          dPrayuni/Materi-Biologi
Perkecambahan
Proses perkecambahan




                       dPrayuni/Materi-Biologi
Struktur kecambah
 Daun lembaga (kotiledon)
  Sebagai tempat menyimpan
  makanan.
  Alat untuk fotosintesis.
  Alat pengisap makanan untuk embrio.
 Batang lembaga (kaulikulus)
  Terbagi menjadi dua bagian epikotil
  dan hipokotil.
  Epikotil : ruas batang di atas kotiledon
  yang akan tumbuh menjadi batang
  dan daun.
  Hipokotil : ruas batang di bawah
  kotiledon yang tumbuh menjadi akar.
 Akar lembaga (radikula)
  Berfungsi sebagai akar.
  Diselubungi oleh sarung akar lembaga
  (koleoriza).


                                             dPrayuni/Materi-Biologi
Tipe perkecambahan
• Perkecambahan epigeal : kotiledon berada di atas permukaan
  tanah. Contoh : kacang tanah, kacang hijau, dll




• Perkecambahan hipogeal : Kotiledon berada di bawah
  permukaan tanah. Contoh : jagung, kacang kapri, dll




                                                dPrayuni/Materi-Biologi
Pertumbuhan Primer
• Pertumbuhan sebagai hasil proses
  pembelahan sel pada jaringan meristem.
• Terdapat pada titik tumbuh akar dan batang.
• Menyebabkan akar dan batang bertambah
  panjang.




                                     dPrayuni/Materi-Biologi
Pertumbuhan primer pada bagian
  ujung akar dan batang dibagi
   menjadi tiga daerah, yaitu :

•Daerah pembelahan sel
(meristem)
        Terletak di paling ujung.
        Sel aktif membelah.
•Daerah pemanjangan (elongasi)
        Terletak di belakang
daerah pembelahan.
        Sel memiliki aktivitas
memanjang dan membesar.
•Daerah diferensiasi
        Sel berdiferensiasi
sehingga memiliki struktur dan
fungsi khusus.


                                    dPrayuni/Materi-Biologi
Daerah pembelahan
                                            pada ujung akar




             Daerah pembelahan
              pada ujung batang




Pada daerah diferensiasi :
Meristem dasar akan berkembang menjadi jaringan dasar
Protoderm akan berkembang menjadi epidermis
Prokambium akan berkembang menjadi stele/silinder pusat
                                                      dPrayuni/Materi-Biologi
Pertumbuhan Sekunder
• Pertumbuhan sebagai hasil aktivitas jaringan
  meristem sekunder berupa kambium dan
  kambium gabus.
• Menyebabkan bertambah besarnya diameter
  batang.
• Pertumbuhan kambium menyebabkan
  epidermis rusak sehingga membentuk
  kambium gabus (felogen).

                                     dPrayuni/Materi-Biologi
Kambium gabus (felogen) terdiri dari :
 Felem, berisi sel mati dan pertumbuhan ke arah luar
  (dekat dengan epidermis yang rusak).
 Feloderm, berisi sel hidup dan pertumbuhan ke arah
  dalam.




                                            dPrayuni/Materi-Biologi
Lingkaran tahun berperan dalam menentukan umur
suatu tumbuhan, merupakan aktivitas xylem sekunder
dan floem sekunder dari pertumbuhan sekunder




                                        dPrayuni/Materi-Biologi
Faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan dan Perkembangan
• Faktor internal
  meliputi gen dan faktor fisiologis
• Faktor eksternal
  meliputi kondisi lingkungan, seperti : cahaya,
  temperatur, oksigen, dll




                                       dPrayuni/Materi-Biologi
Faktor Internal
• Gen (hereditas)
  Membawa informasi genetik.
  Mengendalikan dan mengatur pertumbuhan dan
  perkembangan.
• Faktor fisiologis
  Meliputi hormon dan vitamin
  Vitamin berperan dalam pembentukkan hormon
  dan sebagai kofaktor untuk aktivasi enzim

                                   dPrayuni/Materi-Biologi
Hormon                                    Fungsi
Auksin              Pacu dominansi apikal
                    Merangsang pembelahan sel kambium vaskuler
                    Merangsang patenokarpi (pembentukkan buah tanpa biji)

Sitokinin           Pacu dominansi lateral
                    Merangsang pembelahan sel (sitokinesis)
                    Menunda penuaan
Giberelin           Memecah dormansi biji
                    Pertumbuhan bunga dan patenokarpi
                    Stimulasi pemanjangan dan pembelahan sel
Gas etilen          Merangsang penuaan, gugur daun, bunga dan pematangan buah

Asam absisat      Menghambat pertumbuhan (dormansi)
                  Membantu pengguguran daun
Asam traumalin    Mempercepat penyembuhan luka
Kalin             Pembentukkan organ
                 Akar : rizokalin
                 Batang : kaulokalin
                 Daun : filokalin
                 Bunga : antokalin / florigen

                                                                  dPrayuni/Materi-Biologi
Faktor Eksternal
• Nutrisi
Dibagi menjadi makronutrien (C, H, O, S, N, P, K, Ca,
  Mg) dan mikronutrien (B, Fe, Mn, Mo, Zn, Cu, Cl)
• Temperatur
Mempengaruhi proses fotosintesis, respirasi dan
  transpirasi
• Cahaya matahari
Untuk fotosintesis
• Air, pH, dan oksigen
                                          dPrayuni/Materi-Biologi
Etiolasi :
• Tumbuhan lebih cepat tumbuh di tempat gelap
• Memaksimalkan fungsi auksin
• Kondisi pucat, kurus, dan daun tidak berkembang




                                       dPrayuni/Materi-Biologi
Fotoperiodisme :
• Respon tumbuhan terhadap periode penyinaran matahari
• Dibagi menjadi :
a. Tumbuhan berhari pendek (siang hari < 12 jam), contoh :
   stroberi, krisan, aster, dll
b. Tumbuhan berhari sedang (siang hari = 12 jam), contoh :
   kacang, tebu, dll
c. Tumbuhan berhari panjang (siang hari < 12 jam), contoh :
   bayam, kentang, gandum, dll
d. Tumbuhan berhari netral (tidak dipengaruhi lamanya
   penyinaran), contoh : mawar, kapas, bunga matahari, dll



                                                dPrayuni/Materi-Biologi
Contoh fotoperiodisme :




                          dPrayuni/Materi-Biologi
Pertumbuhan dan
     Perkembangan pada
           Hewan
Tahap embrio




                    dPrayuni/Materi-Biologi
Tahap pasca embrio
a. Regenerasi : perbaikan tubuh yang rusak
b. Metamorfosis : perubahan bentuk tubuh
• Ametabola : tidak mengalami metamorphosis
   (telur → imago)
• Hemimetabola : metamorphosis tidak sempurna
   (telur → nimfa → imago)
• Holometabola : metamorphosis sempurna (telur
   → larva → pupa → imago)


                                     dPrayuni/Materi-Biologi
Holometabola   Hemimetabola




                      dPrayuni/Materi-Biologi
Terima Kasih
   Semua materi dan gambar didapat dan
dikombinasikan penulis dari berbagai sumber




                                   dPrayuni/Materi-Biologi
hei it’s me :


                Diniarti Prayuni
            @dPrayuni
 http://www.facebook.com/dprayuni




                          Be a LifeLong
                             Learner

Pertumbuhan dan perkembangan

  • 1.
    Pertumbuhan dan Perkembangan dPrayuni/Materi-Biologi
  • 2.
    Peta Konsep dPrayuni/Materi-Biologi
  • 3.
    PENDAHULUAN • Pertumbuhan adalah Proses pertambahan ukuran/volume dan jumlah sel secara irreversible (tidak bisa dibalik). • Perkembangan adalah Proses menuju kedewasaan dimana kematangan fungsi organisme tercapai. dPrayuni/Materi-Biologi
  • 4.
    Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Meliputi proses : a. Perkecambahan b.Pertumbuhan primer c. Pertumbuhan sekunder dPrayuni/Materi-Biologi
  • 5.
    Perkecambahan Proses perkecambahan dPrayuni/Materi-Biologi
  • 6.
    Struktur kecambah  Daunlembaga (kotiledon) Sebagai tempat menyimpan makanan. Alat untuk fotosintesis. Alat pengisap makanan untuk embrio.  Batang lembaga (kaulikulus) Terbagi menjadi dua bagian epikotil dan hipokotil. Epikotil : ruas batang di atas kotiledon yang akan tumbuh menjadi batang dan daun. Hipokotil : ruas batang di bawah kotiledon yang tumbuh menjadi akar.  Akar lembaga (radikula) Berfungsi sebagai akar. Diselubungi oleh sarung akar lembaga (koleoriza). dPrayuni/Materi-Biologi
  • 7.
    Tipe perkecambahan • Perkecambahanepigeal : kotiledon berada di atas permukaan tanah. Contoh : kacang tanah, kacang hijau, dll • Perkecambahan hipogeal : Kotiledon berada di bawah permukaan tanah. Contoh : jagung, kacang kapri, dll dPrayuni/Materi-Biologi
  • 8.
    Pertumbuhan Primer • Pertumbuhansebagai hasil proses pembelahan sel pada jaringan meristem. • Terdapat pada titik tumbuh akar dan batang. • Menyebabkan akar dan batang bertambah panjang. dPrayuni/Materi-Biologi
  • 9.
    Pertumbuhan primer padabagian ujung akar dan batang dibagi menjadi tiga daerah, yaitu : •Daerah pembelahan sel (meristem) Terletak di paling ujung. Sel aktif membelah. •Daerah pemanjangan (elongasi) Terletak di belakang daerah pembelahan. Sel memiliki aktivitas memanjang dan membesar. •Daerah diferensiasi Sel berdiferensiasi sehingga memiliki struktur dan fungsi khusus. dPrayuni/Materi-Biologi
  • 10.
    Daerah pembelahan pada ujung akar Daerah pembelahan pada ujung batang Pada daerah diferensiasi : Meristem dasar akan berkembang menjadi jaringan dasar Protoderm akan berkembang menjadi epidermis Prokambium akan berkembang menjadi stele/silinder pusat dPrayuni/Materi-Biologi
  • 11.
    Pertumbuhan Sekunder • Pertumbuhansebagai hasil aktivitas jaringan meristem sekunder berupa kambium dan kambium gabus. • Menyebabkan bertambah besarnya diameter batang. • Pertumbuhan kambium menyebabkan epidermis rusak sehingga membentuk kambium gabus (felogen). dPrayuni/Materi-Biologi
  • 12.
    Kambium gabus (felogen)terdiri dari :  Felem, berisi sel mati dan pertumbuhan ke arah luar (dekat dengan epidermis yang rusak).  Feloderm, berisi sel hidup dan pertumbuhan ke arah dalam. dPrayuni/Materi-Biologi
  • 13.
    Lingkaran tahun berperandalam menentukan umur suatu tumbuhan, merupakan aktivitas xylem sekunder dan floem sekunder dari pertumbuhan sekunder dPrayuni/Materi-Biologi
  • 14.
    Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhandan Perkembangan • Faktor internal meliputi gen dan faktor fisiologis • Faktor eksternal meliputi kondisi lingkungan, seperti : cahaya, temperatur, oksigen, dll dPrayuni/Materi-Biologi
  • 15.
    Faktor Internal • Gen(hereditas) Membawa informasi genetik. Mengendalikan dan mengatur pertumbuhan dan perkembangan. • Faktor fisiologis Meliputi hormon dan vitamin Vitamin berperan dalam pembentukkan hormon dan sebagai kofaktor untuk aktivasi enzim dPrayuni/Materi-Biologi
  • 16.
    Hormon Fungsi Auksin  Pacu dominansi apikal  Merangsang pembelahan sel kambium vaskuler  Merangsang patenokarpi (pembentukkan buah tanpa biji) Sitokinin  Pacu dominansi lateral  Merangsang pembelahan sel (sitokinesis)  Menunda penuaan Giberelin  Memecah dormansi biji  Pertumbuhan bunga dan patenokarpi  Stimulasi pemanjangan dan pembelahan sel Gas etilen  Merangsang penuaan, gugur daun, bunga dan pematangan buah Asam absisat  Menghambat pertumbuhan (dormansi)  Membantu pengguguran daun Asam traumalin  Mempercepat penyembuhan luka Kalin  Pembentukkan organ Akar : rizokalin Batang : kaulokalin Daun : filokalin Bunga : antokalin / florigen dPrayuni/Materi-Biologi
  • 17.
    Faktor Eksternal • Nutrisi Dibagimenjadi makronutrien (C, H, O, S, N, P, K, Ca, Mg) dan mikronutrien (B, Fe, Mn, Mo, Zn, Cu, Cl) • Temperatur Mempengaruhi proses fotosintesis, respirasi dan transpirasi • Cahaya matahari Untuk fotosintesis • Air, pH, dan oksigen dPrayuni/Materi-Biologi
  • 18.
    Etiolasi : • Tumbuhanlebih cepat tumbuh di tempat gelap • Memaksimalkan fungsi auksin • Kondisi pucat, kurus, dan daun tidak berkembang dPrayuni/Materi-Biologi
  • 19.
    Fotoperiodisme : • Respontumbuhan terhadap periode penyinaran matahari • Dibagi menjadi : a. Tumbuhan berhari pendek (siang hari < 12 jam), contoh : stroberi, krisan, aster, dll b. Tumbuhan berhari sedang (siang hari = 12 jam), contoh : kacang, tebu, dll c. Tumbuhan berhari panjang (siang hari < 12 jam), contoh : bayam, kentang, gandum, dll d. Tumbuhan berhari netral (tidak dipengaruhi lamanya penyinaran), contoh : mawar, kapas, bunga matahari, dll dPrayuni/Materi-Biologi
  • 20.
    Contoh fotoperiodisme : dPrayuni/Materi-Biologi
  • 21.
    Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan Tahap embrio dPrayuni/Materi-Biologi
  • 22.
    Tahap pasca embrio a.Regenerasi : perbaikan tubuh yang rusak b. Metamorfosis : perubahan bentuk tubuh • Ametabola : tidak mengalami metamorphosis (telur → imago) • Hemimetabola : metamorphosis tidak sempurna (telur → nimfa → imago) • Holometabola : metamorphosis sempurna (telur → larva → pupa → imago) dPrayuni/Materi-Biologi
  • 23.
    Holometabola Hemimetabola dPrayuni/Materi-Biologi
  • 24.
    Terima Kasih Semua materi dan gambar didapat dan dikombinasikan penulis dari berbagai sumber dPrayuni/Materi-Biologi
  • 25.
    hei it’s me: Diniarti Prayuni @dPrayuni http://www.facebook.com/dprayuni Be a LifeLong Learner