PEWARISAN
SIFAT
POLA
GREGOR MENDEL
Kenapa Gregor
Mendel memilih
Kacang Ercis
sebagai
penelitiannya ?
1.
Karena
Mudah melakukan penyerbukan
sendiri
5.
2.
3.
4.
Mudah didapat
Mudah Hidup
Cepat berbuah
Terdapat jenis-jenis yang
memiliki sifat yang kontras.
Istilah-istilah Dalam Persilangan
Istilah Simbol Arti
Parental P Induk/orangtua
Filial F Keturunan/Anak
Gamet G Sel kelamin
Alel Pasangan gen yang
terletak di lokus yang
sama pada kromosom
homolog
Genotipe sifat pada makhkuk
hidup yang tidak terlihat
Fenotipe Sifat yang tampak
Genotipe
Dominan
Sifat gen yang
memiliki sifat
yang menutupi
Dilambangkan
dengan huruf
besar
Resesif Intermediet
(A)
Sifat gen yang
memiliki sifat
yang tertutupi
Dilambangkan
dengan huruf
kecil
(a)
Gabungan antara
dominan dan
resesif
(Aa)
Genotipe
HOMOZIGO
T
Dominan
Pasangan gen
yang dominan
Dilambangkan
dengan huruf
besar
HOMOZIGOT
Resesif
HETEROZIGOT
(AA)
Pasangan gen
yang
Dilambangkan
dengan huruf
kecil
(aa)
Pasangan gen
yang merupakan
Gabungan antara
dominan dan
resesif
(Aa)
Cara Menentukan Jumlah
Gamet
Rumus : 2n
Ket : n = jumlah alel
heterozigot (Aa)
Contoh soal :
Carilah jumlah gamet
yang terbentuk dari
individu
bergenotip EeFfGgHH!
Jawaban :
Pada soal
terdapat 3
pasang alel yang
bergenotipe
heterozigot
Jadi jumlah
gametnya adalah
n 3
HUKUM
MENDEL
I
Disebut hukum
SEGREGASI
BEBAS, yakni
Alel-alel dalam
gen yang sama
akan berpisah
secara bebas
Saat
pembentukan
Persilangan
dengan SATU
sifat beda,
contohnya :
warna biji,
bentuk biji,
bentuk daun
PERSILANGAN MONOHIBRID
Monohibrid Dominan Penuh
Contoh :
Disilangk
an antara
kacang
ercis biji
bulat
yang
bersifat
dominan
dengan
kacang
ercis biji
keriput
yang
bersifat
Monohibrid Dominan Penuh
Perbandingan genotip F2 = BB : Bb : bb
1 : 2 : 1
Perbandingan fenotip F2 = biji bulat : biji
keriput
3 : 1
Contoh :
Disilangk
an antara
kacang
ercis biji
bulat
yang
bersifat
dominan
dengan
kacang
ercis biji
keriput
yang
bersifat
Monohibrid IntermedietContoh :
Persilanga
n antara
bunga
merah
(MM)
dengan
bunga
putih
(mm). Jika
F1
disilangka
n dengan
sesamany
a
bagaiman
a fenotip
Monohibrid Intermediet
Perbandingan genotipe F2 = MM : Mm : mm =
1 : 2 : 1
Perbandingan fenotipe F2 = merah : merah
muda : putih 1 :
2 : 1
Contoh :
Persilanga
n antara
bunga
merah
(MM)
dengan
bunga
putih
(mm). Jika
F1
disilangka
n dengan
sesamany
a
bagaiman
a fenotip
HUKUM
MENDEL
I I
Disebut hukum
ASORTASI BEBAS,
yakni Setiap gen
di dalam gamet
akan bergabung
secara bebas
saat
pembentukan
individu baru
Persilangan
dengan DUA
sifat beda,
contohnya :
warna biji
dengan
bentuk biji
PERSILANGAN DIHIBRID
PERSILANGAN DIHIBRID
Contoh :
Disilangkan ercis biji bulat warna kuning yang bersifat dominan
dengan ercis biji keriput warna putih yang bersifat resesif
F2 : BbKk >< BbKk
Gamet : BKBK
BkBk
bKbK
bkbk
F2 :
PERKAWINAN
PERKAWINAN
RESPIROK
PERKAWINAN
BALIK
UJI SILANG
Tujuannya
adalah untuk
mengetahui
ada tidaknya
pautan antara
betina dan
jantan.
PERKAWINAN
RESIPROK
Persilangan
ulang dengan
jenis kelamin
yang
dipertukarkan,
sehingga
menghasilkan
keturunan yang
PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGAN BERIKUT
P1 : UU >< uu
(Bunga Ungu)
(Bunga Putih )
G1 : U u
F1 : Uu
(Bunga ungu)
Persilangan antara bunga ungu jantan dengan bunga
putih betina
PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGAN BERIKUT
F1>< F1 : Uu >< Uu
(Bunga Ungu) (Bunga Ungu)
G2 : U U
u u
F2 : U u
U UU
(Bunga ungu)
Uu
(Bunga ungu)
u
Uu
(Bunga ungu)
uu
(Bunga putih)
Perbandingan genotipe F2 = UU : Uu : uu =
1 : 2 : 1
Persilangan antara bunga ungu jantan dengan bunga
putih betina
PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGAN RESIPROK BERIKUT
P1 : UU >< uu
(Bunga Ungu)
(Bunga Putih )
G1 : U u
F1 : Uu
(bunga ungu)
Persilangan antara bunga ungu betina dengan bunga
putih jantan
PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGAN BERIKUT
F1>< F1 : Uu >< Uu
(Bunga Ungu) (Bunga Ungu)
G2 : U U
u u
F2 : U u
U UU
(Bunga ungu)
Uu
(Bunga ungu)
u
Uu
(Bunga ungu)
uu
(Bunga putih)
Perbandingan genotipe F2 = UU : Uu : uu =
1 : 2 : 1
Persilangan antara bunga ungu betina dengan bunga
putih jantan
Jadi kesimpulannya pada
perkawinan resiprok tadi,
walaupun ditukar sel
kelaminnya, tidak terjadi
perubahan pada fenotipe
Maupun genotipenya.
Tujuan dari
persilangan
backcross
adalah untuk
mendapatkan
kembali sifat
sifat galur
murni,
PERKAWINAN
BALIK
(BACKCROSS)
persilangan
balik yakni
persilangan
antara
individu F1
dengan salah
satu induknya
PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGAN BACKCROSS
BERIKUT
P1 : PP × pp
(Biji pulen) (Biji tidak pulen)
G1 : P p
F1 : Pp (Biji pulen)
Lalu pada backcross hasil dari F1 kemudian di silangkan dengan salah satu ind
Backcross: Pp × PP
(F1) (P1)
G : P P
p
F2 : PP (biji pulen) dan Pp (biji pulen)
Jadi hasil backcross = 100 % biji pulen
Tujuan dari
Testcross adalah
untuk menguji
apakah suatu
individu yang
berfenotipe
dominan
memiliki
genotipe
homozigot atau
heterozigot.
UJI SILANG
(TEST CROSS)
Persilangan
antara individu
yang belum
diketahui
genotipenya
(apakah
homozigot atau
heterozigot)
Contoh I
Bunga Merah Disilangkan Dengan Induk Bunga Putih
Homozigot. Keturunannya 100% Merah. Bagaimana Genotipe
Bunga Merah Tersebut, Termasuk Homozigot Atau
Heterozigot ?
P1 : ? >< mm
(Bunga Merah) (Bunga
Putih )
G1 : M m
F1 : Mm
(bunga merah)
P1 : MM >< mm
(Bunga Merah) (Bunga
Putih )
G1 : M m
F1 : Mm
(bunga merah)
Contoh I
Bunga Merah Disilangkan Dengan Induk Bunga Putih
Homozigot. Keturunannya 100% Merah. Bagaimana Genotipe
Bunga Merah Tersebut, Termasuk Homozigot Atau
Heterozigot ?
P1 : ? >< Mm
(Bunga Merah) (Bunga
Putih )
G1 : M M
m m
F1 : Mm = 50% DAN mm = 50%
Contoh II
Bunga Merah Disilangkan Dengan Induk Bunga Putih.
Menghasilkan Keturunan 50% Bunga Merah Dan 50% Bunga
Putih. Jadi Apakah Bunga Merah Itu Bersifat Heterozigot Atau
Homozigot ?
P1 : Mm >< Mm
(Bunga Merah) (Bunga
Putih )
G1 : M M
m m
F1 : Mm = 50% DAN mm = 50%
Contoh II
Bunga Merah Disilangkan Dengan Induk Bunga Putih.
Menghasilkan Keturunan 50% Bunga Merah Dan 50% Bunga
Putih. Jadi Apakah Bunga Merah Itu Bersifat Heterozigot Atau
Homozigot ?
PENYIMPANGAN SEMU
TERHADAP HUKUM MENDEL
Dalam kondisi normal, persilangan Monohibrid
menghasilkan perbandingan individu keturunan 3 : 1 atau
1 : 2 : 1Persilangan dihibrid menghasilkan individu keturunan 9 : 3 :
3 : 1.
Apabila sebuah persilangan menghasilkan rasio perbandingan
yang berbeda dari diatas maka hal tersebut dianggap
menyimpang
PENYIMPANGAN SEMU TERHADAP HUKUM MENDEL
Beberapa peristiwa yang menunjukkan
penyimpangan semu di antaranya :
1. Epistasi dan Hipostasi
2. Kriptometri
3. Polimeri
4. Gen gen komplementer
5. Atavisme(Interaksi beberapa
pasang alel)
1.EPISTASIS DAN HIPOTASIS
• Epistasi dan hipostasis merupakan salah satu
bentuk interaksi gen dalam hal ini gen dominan
mengalahkan gen dominan lainnya yang bukan
sealel.
• Gen dominan yang menutup ekspresi gen
dominan lainnya disebut epistasis, sedangkan
gen dominan yang tertutup itu disebut hipostasis.
Peristiwa epistasi dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu
:
A. epistasis dominan,
B. epistasis resesif
C. epistasis dominan dan
resesif.
A. Epistasis Dominan
Penyimpangan yang terjadi apabila ada satu gen dominan yang bersifat
epistasis.
contoh :
Misalnya warna umbi lapis pada bawang (Allium sp).
A merupakan gen untuk umbi merah dan B
merupakan gen untuk umbi kuning. Warna umbi
lapis pada bawang, gen A epistasis terhadap gen B
dan b
AB Ab aB ab
AB ABAB AABb AaBB AaBb
Ab AABb AAbb AaBb Aabb
aB AaBB AaBb aaBB aaBb
ab AaBb Aabb aaBb aabb
Persilangan pada epistasi dominan menghasilkan Fenotipe F2 dengan
perbandingan fenotipe 12:3:1
B. Epistasis Resesif
Pada peristiwa epistasis resesif terdapat suatu gen resesif
yang bersifat epistasis terhadap gen dominan yang bukan
alelnya (pasangannya). Gen resesif tersebut harus dalam
keadaan homozigot,
Contohnya : pada pewarisan warna rambut tikus.
Gen A menentukan warna hitam, gen a menentukan warna
abu-abu, gen C menentukan enzim yang menyebabkan
timbulnya warna dan gen c yang menentukan enzim
penghambat munculnya warna. Gen C bersifat epistasis.
Jadi, tikus yang berwarna hitam memiliki gen C dan A.
CA Ca cA ca
CA CCAA CCAa CcAA CcAa
Ca CCAa CCaa CcAa Ccaa
cA ccAA AaBb aaBB aaBb
ca CcAa Ccaa ccAa ccaa
Jadi, perbandingan fenotip F2 = hitam : abu-abu : putih
= 9 : 3 : 4.
C. Epistasis Dominan dan Resesif
Epistasis dominan dan resesif (inhibiting gen) merupakan
penyimpangan semu yang terjadi karena terdapat dua gen
dominan yang jika dalam keadaan bersama akan
menghambat pengaruh salah satu gen dominan tersebut.
Peristiwa ini mengakibatkan perbandingan fenotip F2 = 13 :
3.
Contoh : ayam leghorn putih mempunyai fenotip IICC
dikawinkan dengan ayam white silkre berwarna putih yang
mempunyai genotip iicc.
Meskipun gen C
mempengaruhi
munculnya warna bulu,
tetapi karena bertemu
dengan gen I (gen yang
menghalangi munculnya
warna), maka
menghasilkan keturunan
dengan fenotip ayam
berbulu putih.
Jadi, perbandingan fenotip:
F2 = ayam putih : ayam berwarna
=13/16 : 3/16 = 13 : 3
A = terbentuk pigmen
antosianin
a = tidak terbentuk
B = protoplasma basa
b = protoplasma asam
Disilangkan tanaman linnaria marrocana berbunga merah
(Aabb) dengan tanaman linaria berbunga putih (aaBb). Dari
persilangan tersebut menghasilkan keturunan F1 berbunga
ungu. Apabila hasil keturunan F1 berbunga ungu tersebut
disilangkan dengan tanaman linnria berbunga putih (aabb),
berapakah perbandingan fenotip F2 nya ?
Contoh soal Kriptomeri
Polimeri adalah
interaksi antar
gen yang bersifat
kumulatif (saling
menambah).
Tanaman gandum bergenotipe M1m1M2m2 disilangkan
dengan tanaman gandum bergenotipe m1m1M2m2. Apabila
F1 menghailkan keturunan sebanyak 400 tanaman, berapakah
jumlah keturunan yang memiliki genotipe m1m1m2m1?
Contoh soal Polimeri
P = membentuk enzim
pengaktif
p = tidak membentuk enzim
C = membentuk pigmen warna
c = tidak membentuk pigmen
warna
Tanaman bunga berwarna biru (BBRR) disilangkan dengan
tanaman bunga berwarna putih (BBrr), hasil F1 disilangkan
dengan sesamanya. Peristiwa tersebut menunjukkan peristiwa
komplementer. Diketahui gen B membentuk pigmen warna
biru dan R membentuk enzim pengikat, tentukkan
perbandingan F2 nya !!
Contoh soal gen-gen komplementer
SINGLE
(rrpp)
PEA
(rrP_)
WALNUT
(R_P_)
ROSE
(R_pp)
Seorang peternak ayam melakukan persilangan antara ayam
berpial walnut (RRPP) dengan ayam berpial pea (rrPP).hasil
keturunan dari persilangan tersebut disilangkan dengan ayam
berpial rose (Rrpp).perbandingan hasil keturunan F2 adalah
Contoh soal Atavisme

POLA PEWARISAN SIFAT

  • 1.
  • 3.
  • 4.
    Kenapa Gregor Mendel memilih KacangErcis sebagai penelitiannya ?
  • 5.
    1. Karena Mudah melakukan penyerbukan sendiri 5. 2. 3. 4. Mudahdidapat Mudah Hidup Cepat berbuah Terdapat jenis-jenis yang memiliki sifat yang kontras.
  • 6.
    Istilah-istilah Dalam Persilangan IstilahSimbol Arti Parental P Induk/orangtua Filial F Keturunan/Anak Gamet G Sel kelamin Alel Pasangan gen yang terletak di lokus yang sama pada kromosom homolog Genotipe sifat pada makhkuk hidup yang tidak terlihat Fenotipe Sifat yang tampak
  • 7.
    Genotipe Dominan Sifat gen yang memilikisifat yang menutupi Dilambangkan dengan huruf besar Resesif Intermediet (A) Sifat gen yang memiliki sifat yang tertutupi Dilambangkan dengan huruf kecil (a) Gabungan antara dominan dan resesif (Aa)
  • 8.
    Genotipe HOMOZIGO T Dominan Pasangan gen yang dominan Dilambangkan denganhuruf besar HOMOZIGOT Resesif HETEROZIGOT (AA) Pasangan gen yang Dilambangkan dengan huruf kecil (aa) Pasangan gen yang merupakan Gabungan antara dominan dan resesif (Aa)
  • 9.
    Cara Menentukan Jumlah Gamet Rumus: 2n Ket : n = jumlah alel heterozigot (Aa) Contoh soal : Carilah jumlah gamet yang terbentuk dari individu bergenotip EeFfGgHH! Jawaban : Pada soal terdapat 3 pasang alel yang bergenotipe heterozigot Jadi jumlah gametnya adalah n 3
  • 10.
    HUKUM MENDEL I Disebut hukum SEGREGASI BEBAS, yakni Alel-aleldalam gen yang sama akan berpisah secara bebas Saat pembentukan Persilangan dengan SATU sifat beda, contohnya : warna biji, bentuk biji, bentuk daun PERSILANGAN MONOHIBRID
  • 11.
    Monohibrid Dominan Penuh Contoh: Disilangk an antara kacang ercis biji bulat yang bersifat dominan dengan kacang ercis biji keriput yang bersifat
  • 12.
    Monohibrid Dominan Penuh Perbandingangenotip F2 = BB : Bb : bb 1 : 2 : 1 Perbandingan fenotip F2 = biji bulat : biji keriput 3 : 1 Contoh : Disilangk an antara kacang ercis biji bulat yang bersifat dominan dengan kacang ercis biji keriput yang bersifat
  • 13.
    Monohibrid IntermedietContoh : Persilanga nantara bunga merah (MM) dengan bunga putih (mm). Jika F1 disilangka n dengan sesamany a bagaiman a fenotip
  • 14.
    Monohibrid Intermediet Perbandingan genotipeF2 = MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1 Perbandingan fenotipe F2 = merah : merah muda : putih 1 : 2 : 1 Contoh : Persilanga n antara bunga merah (MM) dengan bunga putih (mm). Jika F1 disilangka n dengan sesamany a bagaiman a fenotip
  • 15.
    HUKUM MENDEL I I Disebut hukum ASORTASIBEBAS, yakni Setiap gen di dalam gamet akan bergabung secara bebas saat pembentukan individu baru Persilangan dengan DUA sifat beda, contohnya : warna biji dengan bentuk biji PERSILANGAN DIHIBRID
  • 16.
    PERSILANGAN DIHIBRID Contoh : Disilangkanercis biji bulat warna kuning yang bersifat dominan dengan ercis biji keriput warna putih yang bersifat resesif
  • 17.
    F2 : BbKk>< BbKk Gamet : BKBK BkBk bKbK bkbk F2 :
  • 18.
  • 19.
    Tujuannya adalah untuk mengetahui ada tidaknya pautanantara betina dan jantan. PERKAWINAN RESIPROK Persilangan ulang dengan jenis kelamin yang dipertukarkan, sehingga menghasilkan keturunan yang
  • 20.
    PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGANBERIKUT P1 : UU >< uu (Bunga Ungu) (Bunga Putih ) G1 : U u F1 : Uu (Bunga ungu) Persilangan antara bunga ungu jantan dengan bunga putih betina
  • 21.
    PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGANBERIKUT F1>< F1 : Uu >< Uu (Bunga Ungu) (Bunga Ungu) G2 : U U u u F2 : U u U UU (Bunga ungu) Uu (Bunga ungu) u Uu (Bunga ungu) uu (Bunga putih) Perbandingan genotipe F2 = UU : Uu : uu = 1 : 2 : 1 Persilangan antara bunga ungu jantan dengan bunga putih betina
  • 22.
    PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGANRESIPROK BERIKUT P1 : UU >< uu (Bunga Ungu) (Bunga Putih ) G1 : U u F1 : Uu (bunga ungu) Persilangan antara bunga ungu betina dengan bunga putih jantan
  • 23.
    PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGANBERIKUT F1>< F1 : Uu >< Uu (Bunga Ungu) (Bunga Ungu) G2 : U U u u F2 : U u U UU (Bunga ungu) Uu (Bunga ungu) u Uu (Bunga ungu) uu (Bunga putih) Perbandingan genotipe F2 = UU : Uu : uu = 1 : 2 : 1 Persilangan antara bunga ungu betina dengan bunga putih jantan
  • 24.
    Jadi kesimpulannya pada perkawinanresiprok tadi, walaupun ditukar sel kelaminnya, tidak terjadi perubahan pada fenotipe Maupun genotipenya.
  • 25.
    Tujuan dari persilangan backcross adalah untuk mendapatkan kembalisifat sifat galur murni, PERKAWINAN BALIK (BACKCROSS) persilangan balik yakni persilangan antara individu F1 dengan salah satu induknya
  • 26.
    PERHATIKAN DIAGRAM PERSILANGANBACKCROSS BERIKUT P1 : PP × pp (Biji pulen) (Biji tidak pulen) G1 : P p F1 : Pp (Biji pulen) Lalu pada backcross hasil dari F1 kemudian di silangkan dengan salah satu ind Backcross: Pp × PP (F1) (P1) G : P P p F2 : PP (biji pulen) dan Pp (biji pulen) Jadi hasil backcross = 100 % biji pulen
  • 27.
    Tujuan dari Testcross adalah untukmenguji apakah suatu individu yang berfenotipe dominan memiliki genotipe homozigot atau heterozigot. UJI SILANG (TEST CROSS) Persilangan antara individu yang belum diketahui genotipenya (apakah homozigot atau heterozigot)
  • 28.
    Contoh I Bunga MerahDisilangkan Dengan Induk Bunga Putih Homozigot. Keturunannya 100% Merah. Bagaimana Genotipe Bunga Merah Tersebut, Termasuk Homozigot Atau Heterozigot ? P1 : ? >< mm (Bunga Merah) (Bunga Putih ) G1 : M m F1 : Mm (bunga merah)
  • 29.
    P1 : MM>< mm (Bunga Merah) (Bunga Putih ) G1 : M m F1 : Mm (bunga merah) Contoh I Bunga Merah Disilangkan Dengan Induk Bunga Putih Homozigot. Keturunannya 100% Merah. Bagaimana Genotipe Bunga Merah Tersebut, Termasuk Homozigot Atau Heterozigot ?
  • 30.
    P1 : ?>< Mm (Bunga Merah) (Bunga Putih ) G1 : M M m m F1 : Mm = 50% DAN mm = 50% Contoh II Bunga Merah Disilangkan Dengan Induk Bunga Putih. Menghasilkan Keturunan 50% Bunga Merah Dan 50% Bunga Putih. Jadi Apakah Bunga Merah Itu Bersifat Heterozigot Atau Homozigot ?
  • 31.
    P1 : Mm>< Mm (Bunga Merah) (Bunga Putih ) G1 : M M m m F1 : Mm = 50% DAN mm = 50% Contoh II Bunga Merah Disilangkan Dengan Induk Bunga Putih. Menghasilkan Keturunan 50% Bunga Merah Dan 50% Bunga Putih. Jadi Apakah Bunga Merah Itu Bersifat Heterozigot Atau Homozigot ?
  • 32.
  • 33.
    Dalam kondisi normal,persilangan Monohibrid menghasilkan perbandingan individu keturunan 3 : 1 atau 1 : 2 : 1Persilangan dihibrid menghasilkan individu keturunan 9 : 3 : 3 : 1. Apabila sebuah persilangan menghasilkan rasio perbandingan yang berbeda dari diatas maka hal tersebut dianggap menyimpang PENYIMPANGAN SEMU TERHADAP HUKUM MENDEL
  • 34.
    Beberapa peristiwa yangmenunjukkan penyimpangan semu di antaranya : 1. Epistasi dan Hipostasi 2. Kriptometri 3. Polimeri 4. Gen gen komplementer 5. Atavisme(Interaksi beberapa pasang alel)
  • 35.
    1.EPISTASIS DAN HIPOTASIS •Epistasi dan hipostasis merupakan salah satu bentuk interaksi gen dalam hal ini gen dominan mengalahkan gen dominan lainnya yang bukan sealel. • Gen dominan yang menutup ekspresi gen dominan lainnya disebut epistasis, sedangkan gen dominan yang tertutup itu disebut hipostasis. Peristiwa epistasi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : A. epistasis dominan, B. epistasis resesif C. epistasis dominan dan resesif.
  • 36.
    A. Epistasis Dominan Penyimpanganyang terjadi apabila ada satu gen dominan yang bersifat epistasis. contoh : Misalnya warna umbi lapis pada bawang (Allium sp). A merupakan gen untuk umbi merah dan B merupakan gen untuk umbi kuning. Warna umbi lapis pada bawang, gen A epistasis terhadap gen B dan b
  • 37.
    AB Ab aBab AB ABAB AABb AaBB AaBb Ab AABb AAbb AaBb Aabb aB AaBB AaBb aaBB aaBb ab AaBb Aabb aaBb aabb Persilangan pada epistasi dominan menghasilkan Fenotipe F2 dengan perbandingan fenotipe 12:3:1
  • 39.
    B. Epistasis Resesif Padaperistiwa epistasis resesif terdapat suatu gen resesif yang bersifat epistasis terhadap gen dominan yang bukan alelnya (pasangannya). Gen resesif tersebut harus dalam keadaan homozigot, Contohnya : pada pewarisan warna rambut tikus. Gen A menentukan warna hitam, gen a menentukan warna abu-abu, gen C menentukan enzim yang menyebabkan timbulnya warna dan gen c yang menentukan enzim penghambat munculnya warna. Gen C bersifat epistasis. Jadi, tikus yang berwarna hitam memiliki gen C dan A.
  • 40.
    CA Ca cAca CA CCAA CCAa CcAA CcAa Ca CCAa CCaa CcAa Ccaa cA ccAA AaBb aaBB aaBb ca CcAa Ccaa ccAa ccaa Jadi, perbandingan fenotip F2 = hitam : abu-abu : putih = 9 : 3 : 4.
  • 42.
    C. Epistasis Dominandan Resesif Epistasis dominan dan resesif (inhibiting gen) merupakan penyimpangan semu yang terjadi karena terdapat dua gen dominan yang jika dalam keadaan bersama akan menghambat pengaruh salah satu gen dominan tersebut. Peristiwa ini mengakibatkan perbandingan fenotip F2 = 13 : 3. Contoh : ayam leghorn putih mempunyai fenotip IICC dikawinkan dengan ayam white silkre berwarna putih yang mempunyai genotip iicc.
  • 43.
    Meskipun gen C mempengaruhi munculnyawarna bulu, tetapi karena bertemu dengan gen I (gen yang menghalangi munculnya warna), maka menghasilkan keturunan dengan fenotip ayam berbulu putih. Jadi, perbandingan fenotip: F2 = ayam putih : ayam berwarna =13/16 : 3/16 = 13 : 3
  • 44.
    A = terbentukpigmen antosianin a = tidak terbentuk B = protoplasma basa b = protoplasma asam
  • 46.
    Disilangkan tanaman linnariamarrocana berbunga merah (Aabb) dengan tanaman linaria berbunga putih (aaBb). Dari persilangan tersebut menghasilkan keturunan F1 berbunga ungu. Apabila hasil keturunan F1 berbunga ungu tersebut disilangkan dengan tanaman linnria berbunga putih (aabb), berapakah perbandingan fenotip F2 nya ? Contoh soal Kriptomeri
  • 47.
    Polimeri adalah interaksi antar genyang bersifat kumulatif (saling menambah).
  • 49.
    Tanaman gandum bergenotipeM1m1M2m2 disilangkan dengan tanaman gandum bergenotipe m1m1M2m2. Apabila F1 menghailkan keturunan sebanyak 400 tanaman, berapakah jumlah keturunan yang memiliki genotipe m1m1m2m1? Contoh soal Polimeri
  • 50.
    P = membentukenzim pengaktif p = tidak membentuk enzim C = membentuk pigmen warna c = tidak membentuk pigmen warna
  • 52.
    Tanaman bunga berwarnabiru (BBRR) disilangkan dengan tanaman bunga berwarna putih (BBrr), hasil F1 disilangkan dengan sesamanya. Peristiwa tersebut menunjukkan peristiwa komplementer. Diketahui gen B membentuk pigmen warna biru dan R membentuk enzim pengikat, tentukkan perbandingan F2 nya !! Contoh soal gen-gen komplementer
  • 53.
  • 55.
    Seorang peternak ayammelakukan persilangan antara ayam berpial walnut (RRPP) dengan ayam berpial pea (rrPP).hasil keturunan dari persilangan tersebut disilangkan dengan ayam berpial rose (Rrpp).perbandingan hasil keturunan F2 adalah Contoh soal Atavisme