Bab. 15
BIAYA KUALITAS &
PRODUKTIVITAS: PENGUKURAN,
PELAPORAN, DAN
PENGENDALIAN
Disusun Oleh :
Fitri Ayu Kusuma W
(20170102007)
KUALITAS
 KUALITAS = MUTU
 Produk/jasa yang berkualitas
 memenuhi atau melebihi harapan pelanggan,
 KUALITAS = KEPUASAN PELANGGAN. Jadi,
produk/jasa yang berkualitas memenuhi atau
melebihi harapan pelanggan dalam 8 dimensi
Dimensi Kualitas
Kinerja
(performan
ce)
Estetika
(aesthetic
s)
Kemudahan
perawatan dan
perbaikan(servi
cereability)
Fitur
(features)
Keandalan
(Reliability)
Tahan
Lama
(durability)
Kualitas
kesesuaian
(Quality of
conformance)
Kecocokan
penggunaan
(fitness for use)
KLASIFIKASI
BIAYA
KUALITAS
DEFINISI
JENIS
BIAYA
KUALITAS
Biaya
Pencegahan
Biaya Penilaian
Biaya
kegagalan
internal
Biaya
kegagalan
eksternal
Penggunaan informasi biaya kualitas
Memperbaiki dan
mempermudah
perencanaan,
pengendalian, dan
pengambilan
keputusan manajerial.
Contoh :
• Memutuskan pengimplementasian
program seleksi pemasok yang bertujuan
untuk memperbaiki kualitas BB
• Seorang manajer memerlukan penilaian
terhadap biaya kualitas saat ini menurut
bagian dan kategori
• Penilaian terhadap proyeksi penghematan
menurut jenis dan kategori
• Penetapan harga strategis & analisis
profitabilitas
• Biaya-biaya yang
tersedia/dapat diperoleh
dari catatan akuntansi
Dapat diamati
(observable quality
cost)
• Biaya kesempatan yang
terjadi karena kualitas
yang buruk
Tersembunyi
(Hidden Cost)
Mengukur Biaya Kualitas
Metode pengukuran biaya kualitas
yang tersembunyi
Metode Pengali (Multiplier Method)
Metode Penelitian Pasar (Market Research
Method)
Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi (Taguchi quality
loss function)
1. Metode Pengali (Multiplier Method)
•Asumsi  total biaya kegagalan adalah hasil
pengalian dari biaya-biaya kegagalan yang terukur
Note :
•k= efek pengali  diperoleh bersadarkan
pengalaman.
•Ex = Westinghouse Electric melaporkan nilai k
antara 3 & 4. Jika biaya kegagalan eksternal terukur
adalah $2juta. Maka biaya kegagalan eksternal
aktual adalah antara $6 juta ($2 jt x 3) hingga $8
juta ($2jt x 4)
Total Biaya Kegagalan eksternal = k ( Biaya
kegagalan yang terukur)
2. Metode Penelitian Pasar
(Market Research Method)
Metode penelitian pasar formal digunakan untuk
menilai dampak kualitas yang buruk terhadap
penjualan dan pangsa pasar
CARANYA ??
Melalui survei pelanggan dan wawancara anggota tim
penjualan perusahaan
MANFAAT HASILNYA ?
Untuk memproyeksikan hilangnya laba dimasa depan
akibat kualitas yang buruk
3. Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi
(Taguchi quality loss function)… (1)
ASUMSI  setiap penyimpangan dari nilai target suatu
karakteristik kualitas dapat menimbulkan biaya kualitas
Note :
k = konstanta proporsionalitas yg besarnya tergantung pd
struktur biaya kegagalan
eksternal perusahaan
y = nilai aktual dari karakteristik kualitas
T = nilai target dari karakteristik kualitas
L= kerugian kualitas.
L(y) = k (y – T) 2
Ketentuan :
Nilai k harus diestimasi .
Rumus :
Note :
c = Kerugian pada batas spesifikasi atas
atau bawah
d = Jarak batas dari nilai target
k =
𝒄
𝒅 𝟐
3. Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi
(Taguchi quality loss function)… (2)
UNIT T DIAMETER AKTUAL (y)
1 10 9.90 0.10 0.010 4.00
2 10 10.10 -0.10 0.010 4.00
3 10 10.20 -0.20 0.040 16.00
4 10 9.80 0.20 0.040 16.00
Total 0.100 40.00
Rata-rata 0.025 10.00
Ilustrasi Perhitungan
Kerugian Kualitas
(𝒚 − 𝑻) 𝟐
(𝒚 − 𝑻) k(𝒚 − 𝑻) 𝟐
Asumsi k = 400
Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi
Biay
a
Batas
Spesifikasi
Bawah
Nilai
Target
Batas
Spesifikasi
Atas
Pelaporan Informasi
Biaya Kualitas
Biaya Pencegahan :
Pencegahan kualitas 35,000$ 4.11
Rekayasa keandalan 80,000$ 115,000$
Biaya Penilaian :
Pemeriksaan bahan baku 20,000$
Penerimaan produk 10,000$
penerimaan proses 38,000$ 68,000$ 2.43
Biaya Kegagalan Internal :
Sisa bahan 50,000$
Pengerjaan ulang 35,000$ 85,000$ 3.04
Biaya kegagalan eksternal :
Keluhan pelanggan 25,000$
Garansi 25,000$
Perbaikan 15,000$ 65,000$ 2.32
Total Biaya Kualitas 333,000$ 11.89
JUMLAH
JENSEN PRODUCTS
LAPORAN BIAYA KUALITAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006
PROSENTASE (%)
DARI PENJUALAN
BIAYA KUALITAS
Asumsi :
Penjualan $
2.800.000
Grafik Biaya Kualitas AQL
Biaya
0 AQL 100%
Prosentase Produk
Cacat
Total
Biaya
Kualitas
Biaya
kegagalan
Biaya
Pengendalian
Fungsi Biaya Kualitas : Pandangan Cacat Nol
Model Cacat Nol (Zero-Defects Model)  bahwa dengan mengurangi unit cacat hingga nol
maka akan diperoleh keunggulan biaya.
Model Cacat nol lebih baik daripada AQL karena perusahaan relatif lebih kompetitif.
Menekankan pada biaya kualitas & potensi penghematan dari upaya yg lebih besar untuk
meningkatkan kualitas.
Model ini disempurnakan dengan Model kualitas kokoh (robust quality model) 
penyimpangan dari spesifikasi ideal adalah merugikan & batas toleransi spesifikasi tidak
menawarkan manfaat apapun
KESIMPULAN  model kualitas kokoh memperketat definisi dari unit cacat,
menyempurnakan pandangan kita thd biaya kualitas & intensiv dalam upaya perbaikan
kualitas
1. MANAJEMEN BERBASIS KEGIATAN
(Activity Based Management – ABM)
Aktivitas
Sumber
Daya
Analisis
Kinerja
Produk &
Pelanggan
Analisis
Penggerak
KESIMPULAN ABM
Mendukung pandangan cacat nol robust mengenai
biaya kualitas
Tidak ada perbandingan terbalik optimal antara
biaya pengendalian & biaya kegagalan
Biaya kegagalan adalah biaya yang tidak
menghasilkan nilai tambah maka harus dikurangi
sampai nol
kegiatan2 yang tidak efisien harus dikurangi hingga
tingkat lebih rendah
Grafik Biaya Kualitas Kontemporer
Biaya
0 100%
Total
Biaya
Kualitas
Biaya
kegagalan
Biaya
Pengendalian
2. Analisis tren
 Laporan tren kualitas multiperiode
Analisis biaya kualitas dengan menggunakan bagan /
grafik tren yang menggambarkan perubahan kualitas
dari waktu ke waktuBiaya Kualitas
($)
Penjualan Aktual ($) Biaya sebagai Prosentase (%)
dari Penjualan
2002 440.000 2.200.000 20.0%
2003 423.000 2.350.000 18.0%
2004 412.500 2.750.000 15.0%
2005 392.000 2.800.000 14.0%
2006 280.00 2.800.000 10.0%
Grafik Tren Multiperiode: Total
Biaya Kualitas
0%
5%
10%
15%
20%
25%
1 2 3 4 5
%Penjualan
Tahun
Prosentase Penjualan
Prosentase Penjualan
Grafik Tren Multiperiode : Kategori Biaya
Kualitas Secara Individual
0.0
2.0
4.0
6.0
8.0
10.0
12.0
1 2 3 4 5
Pencegahan
Penilaian
Kegagaln Internal
Kegagalan Eksternal
Pengukuran produktifitas Parsial ..(1)
(Productivity Measurement)
Ketentuan :
1. Jika output dan input diukur dalam kuantitas fisik,
akan diperoleh ukuran produktifitas operasional
2. Jika otput dan input dinyatakan dalam dollar, akan
diperoleh ukuran produktivitas keuangan
Pengukuran produktivitas untuk 1 input pada suatu
waktu
Rasio Produktivitas = output/input
Pengukuran produktifitas Parsial ..(2)
(Productivity Measurement)
Keunggulan Kelemahan
• Manajer bisa fokus pada
penggunaan input tertentu
• Mudah diinterpretasikan oleh
semua pihak di dalam
perusahaan.
• Mudah untuk menilai kinerja
produktivitas dari karyawan
operasional.
• Digunakan secara terpisah
jadi tidak akurat
• Kemungkinan terjadi trade-off
sehingga perlu ukuran
produktivitas total
• Karena kemungkinan trade-
off, maka ukuran
produktivitas total harus
mempertimbangkan
konsekuensi keuangan
agregat
1. Contoh Kasus Pengukuran Profil Produktivitas
2005 2006
Jumlah mesin yang diproduksi 120.000 150.000
Jam tenaga kerja yang digunakan 40.000 37.500
Bahan yang digunakan (pon’0.5kg’) 1.200.000 1.428.571
RASIO PRODUKTIVITAS PARSIAL
PROFIL 2005 PROFIL 2006
Rasio Produktivitas tenaga kerja 3.000 4.000
Rasio Produktivitas bahan baku 0.100 0.105
Data Produktivitas Tahun 2005 & 2006
Analisis Profil Tanpa Trade-Off
2. Contoh Kasus Pengkuran Produktivitas yang
Berkaitan Laba
Analisis Profil Dengan Trade-Off
RASIO PRODUKTIVITAS PARSIAL
PROFIL 2005(a) PROFIL
2006(b)
Rasio Produktivitas tenaga kerja 3.000 4.000
Rasio Produktivitas bahan baku 0.100 0.088
(a). Tenaga kerja : 120.000 / 40.000; bahan baku :
120.000/1.200.000
(b). Tenaga kerja : 150.000 / 37.500; bahan baku :
150.000/1.700.000PQ = Output periode berjalan
Rasio produktivitas periode
dasar
RUMUS
Menghitung Pemulihan Harga
1. Hitung perubahan laba masing-masing periode
2. Pemulihan Harga
= Perubahan laba – Perubahan produktivitas terkait laba
= $ 1.510.000 - $ 450.000
= $ 1.060.000
2006 2005 Selisih
Pendapatan (a) $ 7.200.000 $ 6.000.000 $ 1.200.000
Biaya Input (b) $ 5.550.000 $ 2.840.000 $ 2.710.000
Laba $ 1.650.000 $ 3.160.000 $(1.1510.000)
Bab.15 Biaya Kualitas dan Produktivitas: Pengukuran, Pelaporan dan Pengendalian

Bab.15 Biaya Kualitas dan Produktivitas: Pengukuran, Pelaporan dan Pengendalian

  • 1.
    Bab. 15 BIAYA KUALITAS& PRODUKTIVITAS: PENGUKURAN, PELAPORAN, DAN PENGENDALIAN Disusun Oleh : Fitri Ayu Kusuma W (20170102007)
  • 2.
    KUALITAS  KUALITAS =MUTU  Produk/jasa yang berkualitas  memenuhi atau melebihi harapan pelanggan,  KUALITAS = KEPUASAN PELANGGAN. Jadi, produk/jasa yang berkualitas memenuhi atau melebihi harapan pelanggan dalam 8 dimensi
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    Penggunaan informasi biayakualitas Memperbaiki dan mempermudah perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan manajerial. Contoh : • Memutuskan pengimplementasian program seleksi pemasok yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas BB • Seorang manajer memerlukan penilaian terhadap biaya kualitas saat ini menurut bagian dan kategori • Penilaian terhadap proyeksi penghematan menurut jenis dan kategori • Penetapan harga strategis & analisis profitabilitas
  • 7.
    • Biaya-biaya yang tersedia/dapatdiperoleh dari catatan akuntansi Dapat diamati (observable quality cost) • Biaya kesempatan yang terjadi karena kualitas yang buruk Tersembunyi (Hidden Cost) Mengukur Biaya Kualitas
  • 8.
    Metode pengukuran biayakualitas yang tersembunyi Metode Pengali (Multiplier Method) Metode Penelitian Pasar (Market Research Method) Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi (Taguchi quality loss function)
  • 9.
    1. Metode Pengali(Multiplier Method) •Asumsi  total biaya kegagalan adalah hasil pengalian dari biaya-biaya kegagalan yang terukur Note : •k= efek pengali  diperoleh bersadarkan pengalaman. •Ex = Westinghouse Electric melaporkan nilai k antara 3 & 4. Jika biaya kegagalan eksternal terukur adalah $2juta. Maka biaya kegagalan eksternal aktual adalah antara $6 juta ($2 jt x 3) hingga $8 juta ($2jt x 4) Total Biaya Kegagalan eksternal = k ( Biaya kegagalan yang terukur)
  • 10.
    2. Metode PenelitianPasar (Market Research Method) Metode penelitian pasar formal digunakan untuk menilai dampak kualitas yang buruk terhadap penjualan dan pangsa pasar CARANYA ?? Melalui survei pelanggan dan wawancara anggota tim penjualan perusahaan MANFAAT HASILNYA ? Untuk memproyeksikan hilangnya laba dimasa depan akibat kualitas yang buruk
  • 11.
    3. Fungsi KerugianKualitas Taguchi (Taguchi quality loss function)… (1) ASUMSI  setiap penyimpangan dari nilai target suatu karakteristik kualitas dapat menimbulkan biaya kualitas Note : k = konstanta proporsionalitas yg besarnya tergantung pd struktur biaya kegagalan eksternal perusahaan y = nilai aktual dari karakteristik kualitas T = nilai target dari karakteristik kualitas L= kerugian kualitas. L(y) = k (y – T) 2
  • 12.
    Ketentuan : Nilai kharus diestimasi . Rumus : Note : c = Kerugian pada batas spesifikasi atas atau bawah d = Jarak batas dari nilai target k = 𝒄 𝒅 𝟐 3. Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi (Taguchi quality loss function)… (2)
  • 13.
    UNIT T DIAMETERAKTUAL (y) 1 10 9.90 0.10 0.010 4.00 2 10 10.10 -0.10 0.010 4.00 3 10 10.20 -0.20 0.040 16.00 4 10 9.80 0.20 0.040 16.00 Total 0.100 40.00 Rata-rata 0.025 10.00 Ilustrasi Perhitungan Kerugian Kualitas (𝒚 − 𝑻) 𝟐 (𝒚 − 𝑻) k(𝒚 − 𝑻) 𝟐 Asumsi k = 400
  • 14.
    Fungsi Kerugian KualitasTaguchi Biay a Batas Spesifikasi Bawah Nilai Target Batas Spesifikasi Atas
  • 15.
    Pelaporan Informasi Biaya Kualitas BiayaPencegahan : Pencegahan kualitas 35,000$ 4.11 Rekayasa keandalan 80,000$ 115,000$ Biaya Penilaian : Pemeriksaan bahan baku 20,000$ Penerimaan produk 10,000$ penerimaan proses 38,000$ 68,000$ 2.43 Biaya Kegagalan Internal : Sisa bahan 50,000$ Pengerjaan ulang 35,000$ 85,000$ 3.04 Biaya kegagalan eksternal : Keluhan pelanggan 25,000$ Garansi 25,000$ Perbaikan 15,000$ 65,000$ 2.32 Total Biaya Kualitas 333,000$ 11.89 JUMLAH JENSEN PRODUCTS LAPORAN BIAYA KUALITAS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006 PROSENTASE (%) DARI PENJUALAN BIAYA KUALITAS Asumsi : Penjualan $ 2.800.000
  • 16.
    Grafik Biaya KualitasAQL Biaya 0 AQL 100% Prosentase Produk Cacat Total Biaya Kualitas Biaya kegagalan Biaya Pengendalian
  • 17.
    Fungsi Biaya Kualitas: Pandangan Cacat Nol Model Cacat Nol (Zero-Defects Model)  bahwa dengan mengurangi unit cacat hingga nol maka akan diperoleh keunggulan biaya. Model Cacat nol lebih baik daripada AQL karena perusahaan relatif lebih kompetitif. Menekankan pada biaya kualitas & potensi penghematan dari upaya yg lebih besar untuk meningkatkan kualitas. Model ini disempurnakan dengan Model kualitas kokoh (robust quality model)  penyimpangan dari spesifikasi ideal adalah merugikan & batas toleransi spesifikasi tidak menawarkan manfaat apapun KESIMPULAN  model kualitas kokoh memperketat definisi dari unit cacat, menyempurnakan pandangan kita thd biaya kualitas & intensiv dalam upaya perbaikan kualitas
  • 18.
    1. MANAJEMEN BERBASISKEGIATAN (Activity Based Management – ABM) Aktivitas Sumber Daya Analisis Kinerja Produk & Pelanggan Analisis Penggerak
  • 19.
    KESIMPULAN ABM Mendukung pandangancacat nol robust mengenai biaya kualitas Tidak ada perbandingan terbalik optimal antara biaya pengendalian & biaya kegagalan Biaya kegagalan adalah biaya yang tidak menghasilkan nilai tambah maka harus dikurangi sampai nol kegiatan2 yang tidak efisien harus dikurangi hingga tingkat lebih rendah
  • 20.
    Grafik Biaya KualitasKontemporer Biaya 0 100% Total Biaya Kualitas Biaya kegagalan Biaya Pengendalian
  • 21.
    2. Analisis tren Laporan tren kualitas multiperiode Analisis biaya kualitas dengan menggunakan bagan / grafik tren yang menggambarkan perubahan kualitas dari waktu ke waktuBiaya Kualitas ($) Penjualan Aktual ($) Biaya sebagai Prosentase (%) dari Penjualan 2002 440.000 2.200.000 20.0% 2003 423.000 2.350.000 18.0% 2004 412.500 2.750.000 15.0% 2005 392.000 2.800.000 14.0% 2006 280.00 2.800.000 10.0%
  • 22.
    Grafik Tren Multiperiode:Total Biaya Kualitas 0% 5% 10% 15% 20% 25% 1 2 3 4 5 %Penjualan Tahun Prosentase Penjualan Prosentase Penjualan
  • 23.
    Grafik Tren Multiperiode: Kategori Biaya Kualitas Secara Individual 0.0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0 12.0 1 2 3 4 5 Pencegahan Penilaian Kegagaln Internal Kegagalan Eksternal
  • 24.
    Pengukuran produktifitas Parsial..(1) (Productivity Measurement) Ketentuan : 1. Jika output dan input diukur dalam kuantitas fisik, akan diperoleh ukuran produktifitas operasional 2. Jika otput dan input dinyatakan dalam dollar, akan diperoleh ukuran produktivitas keuangan Pengukuran produktivitas untuk 1 input pada suatu waktu Rasio Produktivitas = output/input
  • 25.
    Pengukuran produktifitas Parsial..(2) (Productivity Measurement) Keunggulan Kelemahan • Manajer bisa fokus pada penggunaan input tertentu • Mudah diinterpretasikan oleh semua pihak di dalam perusahaan. • Mudah untuk menilai kinerja produktivitas dari karyawan operasional. • Digunakan secara terpisah jadi tidak akurat • Kemungkinan terjadi trade-off sehingga perlu ukuran produktivitas total • Karena kemungkinan trade- off, maka ukuran produktivitas total harus mempertimbangkan konsekuensi keuangan agregat
  • 26.
    1. Contoh KasusPengukuran Profil Produktivitas 2005 2006 Jumlah mesin yang diproduksi 120.000 150.000 Jam tenaga kerja yang digunakan 40.000 37.500 Bahan yang digunakan (pon’0.5kg’) 1.200.000 1.428.571 RASIO PRODUKTIVITAS PARSIAL PROFIL 2005 PROFIL 2006 Rasio Produktivitas tenaga kerja 3.000 4.000 Rasio Produktivitas bahan baku 0.100 0.105 Data Produktivitas Tahun 2005 & 2006 Analisis Profil Tanpa Trade-Off
  • 27.
    2. Contoh KasusPengkuran Produktivitas yang Berkaitan Laba Analisis Profil Dengan Trade-Off RASIO PRODUKTIVITAS PARSIAL PROFIL 2005(a) PROFIL 2006(b) Rasio Produktivitas tenaga kerja 3.000 4.000 Rasio Produktivitas bahan baku 0.100 0.088 (a). Tenaga kerja : 120.000 / 40.000; bahan baku : 120.000/1.200.000 (b). Tenaga kerja : 150.000 / 37.500; bahan baku : 150.000/1.700.000PQ = Output periode berjalan Rasio produktivitas periode dasar RUMUS
  • 28.
    Menghitung Pemulihan Harga 1.Hitung perubahan laba masing-masing periode 2. Pemulihan Harga = Perubahan laba – Perubahan produktivitas terkait laba = $ 1.510.000 - $ 450.000 = $ 1.060.000 2006 2005 Selisih Pendapatan (a) $ 7.200.000 $ 6.000.000 $ 1.200.000 Biaya Input (b) $ 5.550.000 $ 2.840.000 $ 2.710.000 Laba $ 1.650.000 $ 3.160.000 $(1.1510.000)