INVESTASI OBLIGASI
Klasifikasi Investasi Obligasi
Klasifikasi investasi dalam Obligasi
berdasarkan IFRS lama
 Held To Maturity: investasi yg akan dimiliki
sampai jatuh tempo. Jenis investasi ini khusus
obligasi
 Available For Sale: investasi yang tidak akan
dimiliki sampai jatuh tempo, tetapi juga tidak
akan dijual dalam jangka waktu singkat
 Trading: investasi dimiliki untuk dijual dalam
jangka waktu singkat
Perlakuan Akuntansi untuk Investasi
Obligasi
 HTM: dinyatakan di neraca sebesar nilai buku.
Premi dan diskonto diamortisasi menggunakan
garis lurus
 AFS: dinyatakan di neraca sebesar harga pasar.
Jika ada selisih antara nilai buku dgn harga
pasar, maka selisih dicatat dengan jurnal
penyesuaian.
 Trading: dinyatakan di neraca sebesar harga
pasar. Premi dan diskonto biasanya tidak perlu
diamortisasi karena jangka waktu sangat
pendek.
Klasifikasi Investasi Obligasi
 Klasifikasi investasi obligasi berdasarkan IFRS
baru:
 Held for collection: obligasi dibeli dengan
tujuan untuk mendapatkan kas sesuai dengan
kontrak obligasi
 Trading (not-held-for-collection): obligasi dibeli
dengan tujuan untuk dijual kembali dalam
jangka pendek
Perlakuan Akuntansi untuk Investasi
Obligasi –IFRS Baru
 HFC: dinyatakan di neraca sebesar nilai buku.
Premi dan diskonto diamortisasi menggunakan
garis lurus
 Trading: dinyatakan di neraca sebesar harga
pasar. Jika ada selisih antara nilai buku dgn
harga pasar, maka selisih dicatat dengan jurnal
penyesuaian.
Rules
 Pada saat pembelian, investasi obligasi
dicatat sebesar harga perolehannya
 Selisih antara kas yang terima (harga
jual) dengan nilai nominal merupakan
premium atau diskonto
 Amortisasi diskonto/premium
dibebankan pada rekening biaya bunga
 Amortisasi diskonto/premium dengan
menggunakan metode bunga efektif
Harga Obligasi
 Harga obligasi dapat lebih besar, lebih kecil atau
sama dengan nilai nominal. Hal ini ditentukan
oleh suku bunga efektif dan suku bunga
nominal.
 Jika SBN = SBE………..HO = NN
 Jika SBN > SBE………..HO > NN
 Jika SBN < SBE………..HO < NN
 Selisih antara HO dengan NN disebut premium
(agio) atau diskonto (disagio).
 Premium (agio) terjadi jika HO > NN
 Diskonto (disagio) terjadijika HO < NN
Cara Menghitung Harga Obligasi
 Komponen yang terkait:
a. Suku bunga nominal (suku bunga obligasi)
b. Suku bunga efektif
c. Nilai Nominal
d. Periode obligasi
Harga obligasi merupakan nilai tunai (present
value) dari bunga yang akan diterima selama
jangka waktu obligasi ditambah dengan nilai
tunai dari nilai nominal pada saat jatuh tempo.
Contoh
 PT ABA membeli obligasi HFC tanggal 1
Januari 2005, dengan nilai nominal 1 juta.
Suku bunga obligasi 12 %, dan dibayar
setiap 31 Desember. Obligasi jatuh tempo
31 Desember 2009. Suku bunga efektif
9%.
Contoh
 PT ABA membeli obligasi HFC tanggal 1 Januari
2005, dengan nilai nominal 1 juta. Suku bunga
obligasi 12 %, dan dibayar setiap 31 Desember.
Obligasi jatuh tempo 31 Desember 2009. Suku
bunga efektif 9%.
 Harga obligasi:
 12% x 1 juta + 12%x1 juta + 12%x 1 juta +
(1+0.09)1 (1+0.09)2 (1+0.09)3
12%x 1 juta + 12%x 1 juta + 1 juta
(1+0.09)4 (1+0.09)5 (1+0.09)5
= 1.116.689
Amortisasi Premi
Tanggal Kas
diterima
(SBO x NN)
Pdpt Bunga
(SBE x NB)
Amortisasi Nilai Buku
1/1/2005 1,116,689
31/12/2005 120,000 100,502 19,498 1,097,191
31/12/2006 120,000 98,747 21,253 1,075,938
31/12/2007 120,000 96,834 23,166 1,052,773
31/12/2008 120,000 94,750 25,250 1,027,522
31/12/2009 120,000 92,478 27,522 1,000,000
Held For Collection
Investasi obligasi – HFC 1.116.689
Kas
1.116.689
Penerimaan bunga:
Kas 120.000
Pendapatan bunga 100.502
Investasi Obli 19.498
Pelunasan Obligasi
 Catat dulu, pendapatan bunga dan amortisasi
premi
 Catat penerimaan pelunasan obligasi
Kas 1.000.000
Investasi Obligasi 1.000.000
Penjualan Investasi HFC Sebelum
Jatuh Tempo
 Jika investasi dijual sebelum jatuh tempo,
maka akan dicatat untung/rugi penjualan
investasi
 Untung/rugi penjualan investasi diperoleh
dengan membandingkan antara nilai buku
dengan harga jual.
 Jika harga jual > nilai buku, maka untung
 Jika harga jual < nilai buku, maka rugi
Contoh
 Investasi dijual 1 Januari 2007 dengan harga
Rp 1.050.000
 Nilai buku 1 Januari 2007 Rp 1.075.938
 Maka muncul kerugian penjualan sebesar Rp
25.938
Investasi Trading
 Jurnal pembelian, penerimaan bunga dan
amortisasi premi sama. Hanya dalam Trading,
jika harga pasar pada akhir tahun tidak sama
dengan nilai buku, maka perlu penyesuaian.
Jurnal Penyesuaian
Contoh, harga pasar 31 Desember 2005
sebesar Rp1.105.000
Jurnal Penyesuaian:
Penyesuaian ke hrg psr 7.809
Keunt. yg blm terealisasi-laba rugi 7.809
Neraca
 Investasi Trading 1.097.191
 Penyesuaian ke nilai pasar
7.809
 Nilai investasi 1.105.000
Jurnal penjualan Trading
 2 Jan 2006 dijual dengan harga 1.105.000
Kas 1.105.000
Investasi Trading 1.097.191
Keunt. Penj. Inv 7.809
Jurnal penyesuaian
 Asumsikan investasi masih dimiliki oleh
perusahaan (belum dijual), dan diketahui nilai
pasar obligasi pada akhir tahun 2006 adalah
1.070.000. Buatlah jurnal penyesuaian untuk
menyesuaiakan nilai buku ke nilai pasar.
LATIHAN
 PT X membeli obligasi dengan nilai nominal Rp 120 juta
pada tanggal 1 Januari 2011. Tingkat suku bunga
obligasi 8% per tahun dibayarkan setiap tanggal 1
Januari dan 1 Juli. Obligasi tersebut akan jatuh tempo
dalam tiga tahun ke depan. Tingkat bunga efektif yang
diinginkan oleh investor adalah 6%. Obligasi tersebut
diklasifikasikan sebagai Held for collection dan
perusahaan menyatakan nilai investasinya sebesar
amortized cost.
 Tentukan harga jual obligasi tersebut. Buatlah jurnal
untuk pembelian obligasi tersebut!
 Buat tabel amortisasi dengan metode bunga efektif
beserta jurnal yang diperlukan pada tahun 2011
 Buat jurnal jika pada 1 Januari 2013, investasi tersebut
dijual dengan harga Rp 110 juta.
LATIHAN lanjutan
 Gunakan data dari soal sebelumnya, tetapi
perusahaan mengklasifikasi invstasi tersebut
sebagai trading. Diketahui harga pasar akhir
tahun 2011 adalah Rp 115.000.000, dan akhir
tahun 2012 adalah Rp 112.500.000. Buat jurnal
penyesuaian untuk menyesuaikan nilai buku ke
nilai pasar obligasi.

Akm ch 17 obligasi

  • 1.
  • 2.
    Klasifikasi Investasi Obligasi Klasifikasiinvestasi dalam Obligasi berdasarkan IFRS lama  Held To Maturity: investasi yg akan dimiliki sampai jatuh tempo. Jenis investasi ini khusus obligasi  Available For Sale: investasi yang tidak akan dimiliki sampai jatuh tempo, tetapi juga tidak akan dijual dalam jangka waktu singkat  Trading: investasi dimiliki untuk dijual dalam jangka waktu singkat
  • 3.
    Perlakuan Akuntansi untukInvestasi Obligasi  HTM: dinyatakan di neraca sebesar nilai buku. Premi dan diskonto diamortisasi menggunakan garis lurus  AFS: dinyatakan di neraca sebesar harga pasar. Jika ada selisih antara nilai buku dgn harga pasar, maka selisih dicatat dengan jurnal penyesuaian.  Trading: dinyatakan di neraca sebesar harga pasar. Premi dan diskonto biasanya tidak perlu diamortisasi karena jangka waktu sangat pendek.
  • 4.
    Klasifikasi Investasi Obligasi Klasifikasi investasi obligasi berdasarkan IFRS baru:  Held for collection: obligasi dibeli dengan tujuan untuk mendapatkan kas sesuai dengan kontrak obligasi  Trading (not-held-for-collection): obligasi dibeli dengan tujuan untuk dijual kembali dalam jangka pendek
  • 5.
    Perlakuan Akuntansi untukInvestasi Obligasi –IFRS Baru  HFC: dinyatakan di neraca sebesar nilai buku. Premi dan diskonto diamortisasi menggunakan garis lurus  Trading: dinyatakan di neraca sebesar harga pasar. Jika ada selisih antara nilai buku dgn harga pasar, maka selisih dicatat dengan jurnal penyesuaian.
  • 6.
    Rules  Pada saatpembelian, investasi obligasi dicatat sebesar harga perolehannya  Selisih antara kas yang terima (harga jual) dengan nilai nominal merupakan premium atau diskonto  Amortisasi diskonto/premium dibebankan pada rekening biaya bunga  Amortisasi diskonto/premium dengan menggunakan metode bunga efektif
  • 7.
    Harga Obligasi  Hargaobligasi dapat lebih besar, lebih kecil atau sama dengan nilai nominal. Hal ini ditentukan oleh suku bunga efektif dan suku bunga nominal.  Jika SBN = SBE………..HO = NN  Jika SBN > SBE………..HO > NN  Jika SBN < SBE………..HO < NN  Selisih antara HO dengan NN disebut premium (agio) atau diskonto (disagio).  Premium (agio) terjadi jika HO > NN  Diskonto (disagio) terjadijika HO < NN
  • 8.
    Cara Menghitung HargaObligasi  Komponen yang terkait: a. Suku bunga nominal (suku bunga obligasi) b. Suku bunga efektif c. Nilai Nominal d. Periode obligasi Harga obligasi merupakan nilai tunai (present value) dari bunga yang akan diterima selama jangka waktu obligasi ditambah dengan nilai tunai dari nilai nominal pada saat jatuh tempo.
  • 9.
    Contoh  PT ABAmembeli obligasi HFC tanggal 1 Januari 2005, dengan nilai nominal 1 juta. Suku bunga obligasi 12 %, dan dibayar setiap 31 Desember. Obligasi jatuh tempo 31 Desember 2009. Suku bunga efektif 9%.
  • 10.
    Contoh  PT ABAmembeli obligasi HFC tanggal 1 Januari 2005, dengan nilai nominal 1 juta. Suku bunga obligasi 12 %, dan dibayar setiap 31 Desember. Obligasi jatuh tempo 31 Desember 2009. Suku bunga efektif 9%.  Harga obligasi:  12% x 1 juta + 12%x1 juta + 12%x 1 juta + (1+0.09)1 (1+0.09)2 (1+0.09)3 12%x 1 juta + 12%x 1 juta + 1 juta (1+0.09)4 (1+0.09)5 (1+0.09)5 = 1.116.689
  • 11.
    Amortisasi Premi Tanggal Kas diterima (SBOx NN) Pdpt Bunga (SBE x NB) Amortisasi Nilai Buku 1/1/2005 1,116,689 31/12/2005 120,000 100,502 19,498 1,097,191 31/12/2006 120,000 98,747 21,253 1,075,938 31/12/2007 120,000 96,834 23,166 1,052,773 31/12/2008 120,000 94,750 25,250 1,027,522 31/12/2009 120,000 92,478 27,522 1,000,000
  • 12.
    Held For Collection Investasiobligasi – HFC 1.116.689 Kas 1.116.689 Penerimaan bunga: Kas 120.000 Pendapatan bunga 100.502 Investasi Obli 19.498
  • 13.
    Pelunasan Obligasi  Catatdulu, pendapatan bunga dan amortisasi premi  Catat penerimaan pelunasan obligasi Kas 1.000.000 Investasi Obligasi 1.000.000
  • 14.
    Penjualan Investasi HFCSebelum Jatuh Tempo  Jika investasi dijual sebelum jatuh tempo, maka akan dicatat untung/rugi penjualan investasi  Untung/rugi penjualan investasi diperoleh dengan membandingkan antara nilai buku dengan harga jual.  Jika harga jual > nilai buku, maka untung  Jika harga jual < nilai buku, maka rugi
  • 15.
    Contoh  Investasi dijual1 Januari 2007 dengan harga Rp 1.050.000  Nilai buku 1 Januari 2007 Rp 1.075.938  Maka muncul kerugian penjualan sebesar Rp 25.938
  • 16.
    Investasi Trading  Jurnalpembelian, penerimaan bunga dan amortisasi premi sama. Hanya dalam Trading, jika harga pasar pada akhir tahun tidak sama dengan nilai buku, maka perlu penyesuaian.
  • 17.
    Jurnal Penyesuaian Contoh, hargapasar 31 Desember 2005 sebesar Rp1.105.000 Jurnal Penyesuaian: Penyesuaian ke hrg psr 7.809 Keunt. yg blm terealisasi-laba rugi 7.809
  • 18.
    Neraca  Investasi Trading1.097.191  Penyesuaian ke nilai pasar 7.809  Nilai investasi 1.105.000
  • 19.
    Jurnal penjualan Trading 2 Jan 2006 dijual dengan harga 1.105.000 Kas 1.105.000 Investasi Trading 1.097.191 Keunt. Penj. Inv 7.809
  • 20.
    Jurnal penyesuaian  Asumsikaninvestasi masih dimiliki oleh perusahaan (belum dijual), dan diketahui nilai pasar obligasi pada akhir tahun 2006 adalah 1.070.000. Buatlah jurnal penyesuaian untuk menyesuaiakan nilai buku ke nilai pasar.
  • 21.
    LATIHAN  PT Xmembeli obligasi dengan nilai nominal Rp 120 juta pada tanggal 1 Januari 2011. Tingkat suku bunga obligasi 8% per tahun dibayarkan setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Obligasi tersebut akan jatuh tempo dalam tiga tahun ke depan. Tingkat bunga efektif yang diinginkan oleh investor adalah 6%. Obligasi tersebut diklasifikasikan sebagai Held for collection dan perusahaan menyatakan nilai investasinya sebesar amortized cost.  Tentukan harga jual obligasi tersebut. Buatlah jurnal untuk pembelian obligasi tersebut!  Buat tabel amortisasi dengan metode bunga efektif beserta jurnal yang diperlukan pada tahun 2011  Buat jurnal jika pada 1 Januari 2013, investasi tersebut dijual dengan harga Rp 110 juta.
  • 22.
    LATIHAN lanjutan  Gunakandata dari soal sebelumnya, tetapi perusahaan mengklasifikasi invstasi tersebut sebagai trading. Diketahui harga pasar akhir tahun 2011 adalah Rp 115.000.000, dan akhir tahun 2012 adalah Rp 112.500.000. Buat jurnal penyesuaian untuk menyesuaikan nilai buku ke nilai pasar obligasi.